Anda di halaman 1dari 7

ATP sintase, juga disebut kompleks V,

adalah enzim terakhir dalam lintasan


fosforilasi oksidatif.
Enzim ini ditemukan di seluruh
organisme hidup dan berfungsi sama
pada prokariota maupun eukariota

Fofi atp sintase


dimitokondria
ATP sintase adalah sebuah kompleks protein
yang besar dengan bentuk seperti jamur.
Kompleks enzim ini pada mamalia
mengandung 16 subunit dan memiliki massa
kira-kira 600 kilodalton.
Bagian yang tertanam pada membran disebut
FO dan mengandung sebuah cincin subunit c
dan saluran proton. "Tangkai" dan kepala yang
berbentuk bola disebut F1 dan merupakan
tempat sintesis ATP. Kompleks yang berbentuk
bola pada ujung akhir F1 mengandung enam
protein yang dapat dibagi menjadi dua jenis:
tiga subunit dan tiga subunit ), manakala
bagian "tangkai" terdiri dari satu protein:
subunit , dengan ujung tangkai menusuk ke
dalam bola subunit dan .
Baik subunit dan mengikat nukleotida,
namun hanya subunit yang mengkatalisis
reaksi sintesis ATP. Di samping F1 pula
terdapat sebuah subunit berbentuk batang
yang menghubungakan subunit dan
dengan dasar enzim.

Enzim ini menggunakan energi yang tersimpan


pada gradien proton di sepanjang membran
untuk mendorong sintesis ATP dari ADP dan
fosfat (Pi). Perkiraan jumlah proton yang
diperlukan untuk mensintesis satu ATP berkisar
antara tiga sampai dengan empat

Selisih potensial elektrokimia yg


digunakan untuk menggerakkan
enzim ATP sintase terdapat pada F,
yaitu sub unit membran dalam yg
menjulur ke dalam matrik.
Enzim ini dengan adanya ADP + Pi
diubah menjadi ATP.

MEKANISME
Seiring dengan mengalirnya
proton melewati membran
melalui saluran ini, motor FO
berotasi.Rotasi dapat disebabkan
oleh perubahan pada ionisasi
asam amino cincin subunit c,
menyebabkan interaksi
elektrosatik yang menolak cincin
subunit c.
Cincin yang berotasi ini pada
akhirnya akan memutar "as roda"
(tangkai subunit ). Subunit dan
dihalangi untuk berputar oleh
batang samping yang berfungsi
sebagai stator. Pergerakan ujung
subunit yang berada dalam bola
subunit dan memberikan
energi agar tapak aktif pada
subunit menjalankan siklus
pergerakan yang memproduksi
dan kemudian melepaskan ATP.

Reaksi sintesis ATP ini disebut sebagai mekanisme


perubahan ikatan (binding change mechanism) dan
melibatkan tapak aktif subunit yang berputar terus
dalam tiga keadaan. Pada keadaan "terbuka", ADP dan
fosfat memasuki tapa aktif. Protein kemudian menutup
dan mengikat ADP dan fosfat secara longgar. Enzim
kemudian berubah bentuk lagi dan memaksa kedua
molekul ini bersama, dengan tapak aktif dalam keadaan
"ketat" dan mengikat molekul ATP yang terbentuk.
Tapak aktif kemudian kembali lagi ke keadaan terbuka
dan melepaskan ATP untuk kemudian mengikat ADP dan
fosfat, dan memulai siklus yang baru.