Anda di halaman 1dari 14

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan Penulis


Penyusunan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Untuk
Untuk
Untuk
Untuk

mengetahui bed side teaching


mengetahui ronde keperawatan
mengetahui apa itu pre-pos confrence
mengetahui timbang terima

1.3 Manfaat
a. Bagi penulis
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat
mengaktualisasikannya pada lingkungan sekitar
b. Bagi pembaca
Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai
metode pemberian askep

1.4 Sistematika Penulisan


1|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

Dalam menyusun makalah ini, penyusun membagi materi dalam bebrapa


bab dan sub bab yang terdiri dari :
BAB I

: Pendahuluan, yang terdiri dari : latar belakang, tujuan, manfaat

dan
BAB II

sistematika.
: Tinjauan Teoritis, yang terdiri dari : Bed sede Teaching, Ronde
keperawatan, pre-pos confrence, dan Timbang

terima
BAB III : Penutup, yang terdiri dari : kesimpulan dan saran

2|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

BAB II
TINJAUANN TEORITIS
2.1 Bed Side Teaching
Bedside teaching adalah pembelajaran yang dilakukan langsung
di depan pasien, dapat menerapkan ilmu pengetahuan, melaksanakan
kemampuan

komunikasi,

keterampilan

klinik

dan

profesionalisme, menemukan seni pengobatan, mempelajari bagaimana


tingkah laku dan pendekatan dokter kepada pasien.
Bedside
interaktif

yang

teaching merupakan
mendekatkan

pembelajaran

kontekstual

pembelajaran pada real

dan

clinical

setting. Bedside teaching merupakan metode pembelajaran yang peserta


didiknya mengaplikasikan kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif
secara terintegrasi. Sementara itu, dosen bertindak sebagai fasilitator
dan mitra pembelajaran yang siap untuk memberikan bimbingan dan
umpan balik kepada peserta didik. Di dalam proses bedside teaching
diperlukan kearifan fasilitator tentang kemungkinan timbulnya hal-hal
yang tidak diinginkan sebagai akibat dari interaksi antara peserta didik
(mahasiswa kesehatan) dan pasien.
a. Prinsip Dasar Bedside Teaching
1. Adanya kesiapan fisik maupun psikologis dari pembimbing klinik
peserta didik dan klien.
2. Jumlah peserta didik dibatasi idealnya5-6 orang.
3. Diskusi di awal dan akhir demonstrasi didepan klien dilakukan
seminimal mungkin.
4. Lanjutkan dengan redemonstrasi.
5. Kaji permasalahan peserta didik sesegera mungkin terhadap
apa yang dilakukan.
6. Kegiatan yang didemonstrasikan adalah sesuatu yang belum
pernah diperoleh peserta didik sebelumnya,atau apabila peserta
didik menghadapi kesulitan penerapannya.
3|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

b. Keuntungan Bedside Teaching


Dalam

penelitian

dihasilkan

kesimpulan

digunakan

untuk

Williams K

(Tufts

bahwa bedside

mempelajari

Univ, Maret

teaching sangat

keterampilan

klinik.

2008)
baik

Beberapa

keuntungan bedside teaching antara lain :


1.

Observasi langsung.

2.

Menggunakan seluruh pikiran.

3.

Klarifikasi dari anamnesa dan pemeriksaan fisik.

4.

Kesempatan

untuk

membentuk

keterampilan

klinik

mahasiswa.
5.

Memperagakan fungsi :
a.
b.

Perawatan
Keterampilan interaktif

Bedside teaching tidak hanya dapat diterapkan di rumah


sakit,

keterampilan

bedside

teaching juga

dapat

diterapkan dibeberapa situasi di mana ada pasien.


c. Kerugian Bedside Teaching
1.

Gangguan (misalnya ada panggilan telepon/HP berdering).

2.

Waktu rawat inap yang singkat.

3.

Ruangan yang kecil sehingga padat dan sesak.

4.

Tidak ada papan tulis.

5.

Tidak dapat mengacu pada buku.

4|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

6.

Pelajar lelah.

d. Pelaksanaan Bedside Teaching


Keterampilan bedside
namun

sulit

mencapai

teaching dapat

kesempurnaan.Oleh

kita

laksanakan

karena

itu

perlu

perencanaan yang matang agar berhasil dan efektif. Persiapan


sebelum pelaksanaan bed side teaching :
1.

Persiapan
a.
b.

2.

Tentukan tujuan dari setiap sesi pembelajaran.


Baca teori sebelum pelaksanaan.

Ingatkan mahasiswa akan tujuan pembelajaran :


a. Mendemonstrasikan pemeriksaan klinik.
b. Komunikasi dengan pasien.
c. Tingkah laku yang profesional.

3.

Persiapan Pasien
a.
b.

4.

Keadaan umum pasien baik.


Jelaskan pada pasien apa yang akan dilakukan.

Lingkungan/Keadaan
Pastikan keadaan ruangan nyaman untuk belajar :

a. Tarik gorden.
b. Tutup pintu.
c. Mintalah pasien untuk mematikan televisinya.
Pelaksanaan bedside teaching antara lain:
1.

Membuat peraturan dasar

5|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

a.

Pastikan setiap orang tahu apa yang diharapkan dari

b.
c.
d.

mereka.
Mencakup etika.
Batasi interupsi jika mungkin.
Batasi penggunaan istilah kedokteran saat di depan
pasien.

2.

Perkenalan
a.
b.
c.
d.

Perkenalkan seluruh anggota tim.


Jelaskan maksud kunjungan.
Biarkan pasien menolak dengan sopan.
Anggota keluarga diperkenankanboleh berada dalam

e.

ruangan jika pasien mengizinkan.


Jelaskan pada pasien atau keluarga bahwa banyak yang
akan didiskusikan, mungkin tidak diterapkan langsung

f.
g.

pada pasien.
Undang partisipasi pasien dan keluarga.
Posisikan pasien sewajarnya posisi tim di sekitar tempat
tidur.

3.

4.

Anamnesa
a.
b.
c.

Hindari pertanyaan tentang jenis kelamin atau ras.


Hindari duduk di atas tempat tidur pasien.
Izinkan interupsi oleh pasien dan pelajar untuk

d.

menyoroti hal penting atau untuk memperjelas.


Jangan mempermalukan dokter yang merawat pasien.

Pemeriksaan fisik
a.
b.

Minta pelajar untuk memeriksa pasien.


Izinkan pasien untuk berpartisipasi(mendengarkan

c.
d.

bising, meraba hepar, dll).


Minta tim untuk mendemonstrasikan teknik yang tepat.
Berikan beberapa waktu agar pelajar dapat menilai
hasil pemeriksaan yang baru pertama kali ditemukan.

5.

Pemeriksaan Penunjang
6|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

a.
b.
c.
6.

Jika mungkin tetap berada disamping tempat tidur.


Rongent, ECG bila mungkin.
Izinkan pasien untuk meninjau ulang dan berpartisipasi.

Diskusi

a.

Ingatkan pasien bahwa tidak semua yang didiskusikan


akan dilaksanakan, biarkan pasien tahu kapan itu
biasa dilaksanakan.
Hati-hati
memberikan

b.

pertanyaan

yang

tidak dapat dijawab kepada mahasiswa yang merawat


c.

pasien.
Berikan pertanyaan pertama kali pada tim yang paling

d.

junior.
Saya tidak tahu adalah jawaban yang tepat, setelah

e.
f.

itu gunakan kesempatan untuk mencari jawaban.


Hindari bicara yang tidak perlu.
Izinkan pasien untuk bertanya sebelum meninggalkan

g.

tempat tidur.
Minta pasien untuk menanggapibedside teaching yang

telah dilakukan.
h.
Ucapkan terima kasih pada pasien.
e.Hambatan Bedside Teaching
Dalam pelaksanaan bedside teaching,
hambatan

yang

mungkin

timbul

dalam

ada

beberapa

pelaksanaan bedside

teaching:
1. Gangguan (misalnya panggilan telepon).
2. Waktu rawat inap yang singkat.
3. Ruangan yang kecil sehingga padat dan sesak.
4. Tidak ada papan tulis.
5. Tidak dapat mengacu pada buku.
6. Pelajar lelah.
2.2 Ronde Keperawatan
a. Pengertian
Suatu kegiatan yang bertujuan

unruk mengatasi masalah

keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat, disamping pasien


7|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan,


akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat, yang
melibatkan seluruh anggota tim.

b. Karakteristik
1.
2.
3.

Klien dilibatkan secara langsung


Klien merupakan fokus kegiatan
Perawat associate, perawat primer dan konsuler melakukan

4.
5.

diskusi bersama
Konsuler memfasilitasi kreatifitas
Konsuler membantu mengembangkan

kemampuan

perawat

associate perawat primer untuk meningkatkan kemampuan dalam


mengatasi masalah.
c. Tujuan
1. Menumbuhkan cara berfikir secara khas
2. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang
3.
4.
5.
6.

berasal dari masalah klien


Meningkatkan validitas data klien
Menilai kemampuan justifikasi
Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja
Meningkatkan
kemampuan
untuk
memodifikasi

rencana

keperawatan
2.3 Pre-Pos Confrence
Konferensi terdiri dari pre conference dan post conference yaitu :
1. Pre Conference
Pre

conference

adalah

komunikasi

katim

dan

perawat

pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift


tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim.
Jika yang dinas pada tim tersebut hanya satu orang, maka pre
conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat

8|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

(rencana harian), dan tambahan rencana dari katim dan PJ tim(Modul


MPKP, 2006)
Waktu : setelah operan
Tempat : Meja masing masing tim
Penanggung jawab : Ketua tim atau Pj tim
Kegiatan :
a. Ketua tim atau Pj tim membuka acara
b. Ketua tim atau pj tim menanjakan rencana harian masing
masing perawat pelaksana
c. Ketua tim atau Pj tim memberikan masukan dan tindakan lanjut
terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu.
d. Ketua tim atau Pj tim memberikan reinforcement.
e. Ketua tim atau Pj tim menutup acara
2. Post Conference
Post

conference

adalah

komunikasi

katim

dan

perawat

pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan


kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap
perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post
conference dipimpin oleh katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006)
Waktu :Sebelum operan ke dinas berikutnya.
Tempat : Meja masing masing tim.
Penanggung jawab : ketua tim atau Pj tim
Kegiatan :
a. Ketua tim atau Pj tim membuka acara.
b. Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala dalam asuhan yang
telah diberikan.
c. Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan tindakan lanjut asuhan
klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikutnya.
9|

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

d. Ketua tim atau Pj menutup acara.


3. Tujuan Pre dan Post Conference
Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa
masalah-masalah

secara

kritis

dan

menjabarkan

alternatif

penyelesaian masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi


lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana
antisipasi

sehingga

dapat

meningkatkan

kesiapan

diri

dalam

pemberian asuhan keperawatan dan merupakan cara yang efektif


untuk menghasilkan perubahan non kognitif (McKeachie, 1962). Juga
membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan keperawatan
sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan, kebingungan dan frustasi
bagi pemberi asuhan (T.M.Marelli, et.al, 1997).
4. Tujuan pre conference adalah:
a. Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien,
merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
b. Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan
c. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan
pasien
d. Tujuan post conference adalah:
e. Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian
masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai.
5. Syarat Pre dan Post Conference
a. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian

asuhan

keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian


asuhan keperawatan
b. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
c. Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya

tentang

keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data


yang perlu ditambahkan
d. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim
dan anggota tim
6. Pedoman pelaksanaan conference
a. Sebelum dimulai, tujuan conference harus dijelaskan
b. Diskusi harus mencerminkan proses dan dinamika kelompok
10 |

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

c. Pemimpin mempunyai peran untuk menjaga fokus diskusi tanpa


mendominasi dan memberi umpan balik
d. Pemimpin harus merencanakan topik yang penting secara
periodic
e. Ciptakan
keinginan

suasana

diskusi

mengambil

yang

mendukung

tanggung

jawab

peran

dan

serta,

menerima

pendekatan serta pendapat yang berbeda


f. Ruang diskusi diatur sehingga dapat tatap muka pada saat
diskusi
g. Pada saat menyimpulkan conference, ringkasan diberikan oleh
pemimpin dan kesesuaiannya dengan situasi lapangan

7. Panduan perawat pelaksanaan dalam melaksanakan konferensi


Adapun panduan bagi PP dalam melakukan konferensi adalah
sebagai berikut: (Ratna Sitorus, 2006).
a. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan
pergantian

dinas

pagi

atau

sore

sesuai

dengan

jadwal

perawatan pelaksana.
b. Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam
timnya masing masing.
c. Penyampaian perkembangan dan masalah klien berdasarkan
hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang dilaporkan oleh
dinas malam.
d. Hal hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi :
1. Keluhan utama klien
2. Keluhan klien
3. TTV dan kesadaran
4. Hasil pemeriksaan laboraturium atau diagnostic terbaru.
5. Masalah keperawatan
6. Rencana keperawatan hari ini.
7. Perubahan keadaan terapi medis.
8. Rencana medis.
11 |

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

e. Perawat pelaksana mendikusikan dan mengarahkan perawat


asosiet tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien
yang meliputi :
f. Klien yang terkait dengan pelayanan seperti : keterlambatan,
kesalahan

pemberian

makan,

kebisikan

pengunjung

lain,

kehadiran dokter yang dikonsulkan.


g. Ketepatan pemberian infus.
h. Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan.
i. Ketepatan pemberian obat / injeksi.
j. Ketepatan pelaksanaan tindakan lain,
k. Ketepatan dokumentasi.
l. Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan.
m. Mengiatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran
dan kemajuan masing masing perawatan asosiet.
n. Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalaah yang
tidak dapat diselesaikan.
2.5 Timbang Terima/Ronde

12 |

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Bagi penulis
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan, serta dapat
mengaktualisasikannya pada lingkungan sekitar
Bagi pembaca
Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai metode
pemberian askep

13 |

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p

DAFTAR PUSTAKA

Gillies,

Nursing

Management,

System

Approach,

WB.

Saunders,

Philadelphia, 1994
Swansburg, Management and Leadership for Nurse Managers, second
Edition, Jones and Barlett Publisher, Boston, 1996
Nursalam,

2011,

Manajemen

keperawatan

aplikasi

dalam

praktik

keperawatan profesional, ed.3, Jakarta: Salemba Medika.


https://www.scribd.com/doc/127135835/Pre-Dan-Post-Conference-DalamManajemen-Keperawatan
http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://www.homeinspector.org/EducationTraining/InspectionWorld/Courses-/Pre-and-Post-Conference-Information

14 |

m et o d e p e m b e r i a n a s ke p