Anda di halaman 1dari 1

A.

PENGUJIAN KETAHANAN PANAS


Pada uji ini dilakukan pengujian ketahanan kemasan plastik terhadap panas.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui dari beberapa perlakuan suhu
dengan periode waktu yang berbeda yaitu pada suhu (70, 80, dan 90) 0C dengan waktu 30 detik.
Suhu 100, 110, dan 120 0C dengan waktu 60 detik. Hasil yang didapatkan pada pengujian ini,
plastik yang di uju dengan perlakuan suhu 70 dan 80 0C tidak mengalami kebocoran atau pun
perubahan pada kemasan atau sampel yang di uji. Sedangkan plastik yang diuji dengan perlakuan
suhu 80 0C mengalami kerusakan atau kebocoran. Semakin tinggi suhu yang digunakan pada uji
ini, maka semakin besar juga kerusakan yang terdapat pada sampel yang diujikan.
B. Migrasi global kemasan plastik
Pada praktikum ini diketahui bahwa hasil pengamatan untuk sample dengan pelarut aquades
memenuhi syarat SNI karena migrasi atau pengurangan berat pada kemasan plastik kurang dari
10 mg/dm2. Sedangkan untuk hasil pengamatan sample kemasan plastik dengan pelarut etanol
dan asam asetat, tidak memenuhi syarat SNI yang telah ditetapkan karena migrasi kemasan
plastik lebih dari 10 mg/dm2. Untuk kemasan yang menggunakan pelarut etanol sendiri
migrasinya yaitu 13,52 dan untuk kemasan dengan pelarut asam asetat migrasinya adalah 61,13.
Adapun syarat SNI untuk migrasi kemasan plastik yaitu maksimal 10 mg/dm2.
C. Pengujian kapasitas penuh
Pada pengujian ini, kita melakukan sampling sebanyak 10 kali sehingga menghasilkan volume
yang berbeda-beda. Hal ini dapat dikarenakan oleh adanya air yang tersisa pada gelas ukur, air
ini berasal dari pengukuran volume sampling sebelumnya sehingga volume yang terukur dalam
gelas bertambah banyak. selain itu, pengukuran volume air dapat berkurang karena penuangan
air kedalam gelas ukur tidak sempurna ( adanya sisa air dalam botol ). Dari 10 sampling tersebut,
nilai rata rata yang dihasilkan volume air adalah 616,1 ml, dan untuk botol plastik air minum
yang digunakan pada praktikum ini berkapasitas 600 ml. sehingga kapasitas penuh untuk volume
616,6 ml adalah 102,68 %, sedangkan kapasitas dari kemasan sendiri 600 ml. Hal ini
mengakibatkan kapasitas tampung air terlalu penuh sehingga tidak memenuhi syarat yang telah
di tetapkan Perusahaan dengan ketentuan SNI.
D. Uji Kebocoran
Pada pengujian ini, dilakukan uji kebocoran dengan sample kemasan botol plastik yang berisi air
dengan kapasitas nominal. Pada uji kebocoran ini peletakkan botol plastik dengan posisi berdiri
dan posisi terbalik yang masing-masing diamati selama 12 jam. Dari hasil praktikum yang telah
dilakukan dapat diketahui bahwa pada pengujian kebocoran dengan sample kemasan botol
plastik tidak mengalami kebocoran sehingga dapat memenuhi kriteria SNI.
E.

Uji jatuh
Pada pengujian ini, sample yang digunakan yakni botol plastik untuk air minum dalam kemasan.
Uji jatuh ini dilakukan pada ketinggian 120 cm baik secara vertikal dan horizontal. Dari hasil
praktikum ini diketahui sample yang diuji tidak mengalami kerusakan secara fisik ( retak, bocor,
maupun pecah ) sehingga sample kemasan yang kita uji memenuhi syarat yang telah ditetapkan
SNI.