Anda di halaman 1dari 14

BEDAH ORTOGNATIK

BEDAH ORTOGNATIK
ADALAH KOMBINASI PERAWATAN ORTO
(UNTUK REPOSISI GIGI) DAN BEDAH
(UNTUK REPOSISI RAHANG) YANG
BERTUJUAN UNTUK MEMPERBAIKI
MALOKLUSI DENGAN DISKREPANSI
SKELETAL YANG PARAH

INDIKASI :
MALOKLUSI YANG SANGAT PARAH SEHINGGA TIDAK
DAPAT DIATASI DENGAN MODIFIKASI PERTUMBUHAN
ATAU PERAWATAN KAMUFLASE

Proffit 2013

BEDAH ORTOGNATIK
YANG TERMASUK PROBLEM SKELETAL YANG PARAH :
DISPROPORSI ANTEROPOSTERIOR YANG
BERHUBUNGAN DENGAN UKURAN/ POSISI
MAKSILA & MANDIBULA PADA KASUS SKELETAL
KELAS II & III
DISPROPORSI VERTIKAL DENGAN INCISAL SHOW
YANG TERLALU PANJANG (GUMMY SMILE) ATAU
TERLALU PENDEK, GIGITAN TERBUKA / DALAM
YANG PARAH
KELAINAN TRANSVERSAL
ASIMETRI WAJAH DAN RAHANG
COBOURNE MT, DiBIASE AT, 2011

BEDAH ORTOGNATIK
YANG DAPAT DILAKUKAN DENGAN BEDAH ORTO:
SELURUH MAKSILA DAPAT DIGERAKKAN KE
DEPAN, ATAS DAN BAWAH
SELURUH MANDIBULA DAPAT DIGERAKKAN KE
DEPAN DAN BELAKANG
DAGU DAPAT DIGERAKKAN KE DEPAN /
BELAKANG, ATAS/ BAWAH
DILAKUKAN SETELAH PERTUMBUHAN RAHANG
SELESAI UNTUK MENCEGAH RELAPS

MACAM MACAM PROSEDUR BEDAH


ORTO
PADA MAKSILA :
LE FORT I OSTEOTOMY
SEGMENTAL MAXILLARY SURGERY
PADA MANDIBULA :
SAGITAL SPLIT OSTEOTOMY
VERTICAL SUBSIGMOID OSETEOTOMY
GENIOPLASTY
ANTERIOR SUBAPICAL OSTEOTOMY

TAHAP PERAWATAN BEDAH


ORTOGNATIK
PRE-SURGICAL ORTHODONTIC : BERTUJUAN
UNTUK MENGHILANGKAN KOMPENSASI ALAMI
DENTO ALVEOLAR YANG SERING DIJUMPAI PADA
KASUS DISKREPANSI SKELETAL SEBAGAI
PERSIAPAN UNTUK BEDAH ORTOGNATIK, DAN
KOORDINASI LENGKUNG RAHANG UNTUK
MENGHASILKAN POSISI POST BEDAH DENGAN
INTERDIGITASI YANG BAIK DAN OKLUSI YANG
STABIL
PEMBEDAHAN
POST-SURGICAL ORTHODONTIC
COBOURNE MT, DiBIASE AT, 2011

PRESURGICAL ORTODONTIK
UNTUK SKELETAL KELAS II :
JIKA ADA BERDESAKAN DI RAHANG BAWAH
PENCABUTAN DI RAHANG BAWAH
DIHINDARI PROKLINASI INSISIVUS BAWAH
SERINGKALI DIBUTUHKAN EKSPANSI RAHANG
ATAS
DIV 2 :
INSISIVUS YANG RETROKLINASI
PROKLINASI
COBOURNE MT, DiBIASE AT, 2011

PRESURGICAL ORTODONTIK
UNTUK SKELETAL KELAS III :
KOMPENSASI ALAMI PADA SKELETAL KELAS III :
INSISIVUS ATAS PROKLINASI, INSISIVUS BAWAH
RETROKLINASI;
PADA PERAWATAN
PRESURGIKAL ORTODONTIK DIBUAT MENJADI
SEBALIKNYA
DIHINDARI RETROKLINASI INSISIVUS BAWAH
PENCABUTAN SERING DILAKUKAN DI RAHANG
ATAS, DIHINDARI DI RAHANG BAWAH

BEDAH ORTOGNATIK
ARCHWIRE PADA RAHANG ATAS &
BAWAH
RIGID RECTANGULAR SS
POSISI INSISIVUS YANG TEPAT DALAM
JURUSAN ANTEROPOSTERIOR DAN
VERTIKAL
MODEL SURGERY
ACRYLIC WAFER

POST SURGICAL ORTHODONTIC


DIMULAI 2 MINGGU SETELAH TINDAKAN
PEMBEDAHAN
LAMA PERAWATAN TERGANTUNG KASUS

PERAWATAN KAMUFLASE
PERAWATAN YANG MENYAMARKAN MALOKLUSI
DENGAN DISKREPANSI SKELETAL, HASIL TIDAK
AKAN IDEAL, DILAKUKAN PADA KASUS
DENGAN DISKREPANSI SKELETAL YANG TIDAK
PARAH ATAU PASIEN MENOLAK OPERASI
SERINGKALI BERTOLAK BELAKANG DENGAN
PRESURGIKAL ORTODONTIK
PERAWATAN
KAMUFLASE TERUTAMA PADA KASUS
SKELETAL KELAS III HARUS DIHINDARI JIKA
KEMUNGKINAN DIPERLUKAN TINDAKAN BEDAH
ORTOGNATIK

DAFTAR PUSTAKA
COBOURNE MT, DiBIASE AT, HANDBOOK
OF ORTHODONTICS, 2011. MOSBY,
ELSEVIER, P.349 - 388
PROFFIT WR, FIELDS HW, SARVER DM,
CONTEMPORARY ORTHODONTICS, 2013.
MOSBY, ELSEVIER, P. 685 - 724

TERIMAKASIH

CHANDRA WIGATI