Anda di halaman 1dari 7

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN (PBL)

KEPANITERAAN KLINIK MADYA ( KKM )


BAG/SMF ILMU PENYAKIT THT-KL
FK UNUD/RSUP SANGLAH DENPASAR
I.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ni Ketut Suastini

Umur

: 35 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Pedagang

Suku Bangsa

: Bali

Agama

: Hindu

Alamat

: Jalan Krisna No.29, Kab. Klungkung

Tanggal Ke Poliklinik

: 19 Juni 2015

Tanggal Kunjungan

: 20 Juni 2015

Diagnosis

: Otitis Eksterna Difus Sinistra

II. ANAMNESIS
Keluhan Utama : Nyeri di telinga kiri sejak 4 hari sebelum pemeriksaan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik THT RSUD Klungkung dengan keluhan nyeri
pada telinga kiri sejak 4 hari sebelum pemeriksaan. Pasien mengatakan tibatiba telinga kanannnya terasa nyeri. Nyeri dirasakan hilang timbul dan senutsenut yang semakin lama semakin berat. Enam hari sebelumnya, pasien juga
mengeluhkan telinganya terasa gatal dan penuh, lalu pasien menggaruk-garuk
telinganya dengan jarinya serta mengorekngorek telinganya cotton bud.
Pasien merasa telinganya tidak pernah kemasukan sesuatu benda asing.
Pendengaran dirasakan tidak ada perubahan. Riwayat panas badan, batuk,
pilek, keluar nanah/cairan dari kedua telinga, penurunan pendengaran, trauma
pada telinga, bepergian ke daerah yang tinggi disangkal oleh pasien.

Riwayat Pengobatan :
Pasien mengatakan belum pernah mengonsummsi obat-obatan untuk nyeri di
telinganya.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Riwayat sakit
telinga, sakit gigi, infeksi saluran napas bagian atas, sakit tenggorokan
disangkal oleh pasien.
Riwayat Alergi :
Pasien menyangkal adanya riwayat asma, alergi terhadap makanan tertentu,
maupun terhadap obat-obatan tertentu.
Riwayat Penyakit dalam Keluarga
Tidak ada anggota keluarga lain yang menderita keluhan seperti yang
dikeluhkan oleh pasien. Selain riwayat asma, alergi pada keluarga juga
dikatakan tidak ada.
Riwayat Pribadi dan Sosial :
Pasien merupakan seorang pedagang sayuran keliling yang sehari-hari
pekerjaan menjajakan jualannya disekitar banjar. Di lingkungan kerja pasien
tidak ada teman kerjanya yang mengeluh gejala seperti pasien. Pasien
mengatakan bahwa ia sering mengajak anaknya mandi di sungai di dekat
rumahnya.
III. PEMERIKSAAN FISIK
Status Present :
Keadaan Umum : Baik
Tekanan Darah

: 120/80 mmHg

Nadi

: 90 kali/menit

Respirasi

: 18 kali/menit

T axilla

: 36,5 C
2

Berat Badan

: 65 kg

Status General :
Kepala

: Normocephali

Mata

: Anemis -/-, ikterus -/-, refleks pupil +/+, isokor

THT

: Sesuai status lokalis

Leher

: Pembesaran kelenjar limfe -/-, pembesaran kelenjar


parotis -/-, pembesaran kelenjar tiroid (-)

Thorak

: Simetris

Cor

: S1S2 tunggal, reguler, murmur (-)

Po

: Vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/-

Ekstremitas

: Dalam batas normal

Status Lokalis THT :


Telinga
Daun telinga
Nyeri Tekan Tragus
Nyeri Tarik Aurikuler
MAE

Kanan
Bentuk normal
Lapang

Discharge
Membran Timpani

Intak, reflex cahaya (+),

Kiri
Bentuk normal
+
+
Edema, liang telinga
sempit, hiperemis (+)
Sulit dievaluasi

Tumor
Mastoid

hiperemi (-)
Normal

Normal

Tes Pendengaran:

Tes Berbisik

: Tidak dievaluasi

Tes Weber

: Tidak dievaluasi

Tes Rinne

: Tidak dievaluasi

Tes Schwabach

: Tidak dievaluasi

Tes Alat Keseimbangan

: Tidak dievaluasi

Status
Hidung Luar
Kavum Nasi

Hidung
Kanan
Normal
Lapang

Kiri
Normal
Lapang
3

Septum
Discharge
Krusta
Mukosa
Tumor
Konka
Sinus
Koana

Deviasi (-)
Merah muda
Dekongesti
Nyeri Tekan (-)
Normal

Status
Dispneu
Sianosis
Mukosa
Dinding
Belakang

Deviasi (-)
Merah muda
Dekongesti
Nyeri Tekan (-)
Normal

Tenggorok
Keterangan
Status
Stridor
Suara
Merah muda
Mukosa faring merah Tonsil
muda

Keterangan
Normal
Kanan
Kiri
T1,
T1,
Tenang

Tenang

IV. DIAGNOSIS
Otitis Eksterna Difus Sinistra
V. DATA KELUARGA
Keluarga pasien beranggotakan 4 orang yang tinggal bersama dalam 1
rumah, yang dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
NO

NAMA

KELAMIN

UMUR

STATUS

PEKERJAAN

I Putu Yoginanta

Laki-laki

37 th

Ayah

Buruh

Ni Ketut Suastini

Perempuan

35 th

Ibu

Pedagang

Putu Budhiswara

Laki-Laki

10 tahun

Anak

Pelajar (SD)

Ni Kadek Dwita

Perempuan

2 tahun

Anak

VI. STATUS SOSIAL EKONOMI


Setelah dilakukan kunjungan didapatkan bahwa keluarga pasien termasuk
keluarga dengan keadaan sosial ekonomi menengah ke bawah dan tergolong
keluarga yang sederhana. Suami pasien bekerja sebagai buruh bangunan
dengan gaji yang pas-pasan. Pasien sendiri bekerja sebagai pedagang sayuran
yang berjualan dengan berkeliling banjar. Penghasilan suami istri bila
4

disatukan tergolong cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Di rumah, pasien


tinggal bersama suami dan kedua anaknya. Pasien bekerja dari jam 5 pagi
hingga jam 12 siang. Setelahnya pasien memasak dan mengurus anakanaknya.
Pasien termasuk orang yang cukup bersih, dilihat dari penampilannya yang
rapi dan bersih. Pasien mengatakan memang memiliki kebiasaan sering
mengorek-ngorek telinganya saat gatal, ini juga dimaksudkan agar telinganya
tetap bersih. Selain itu pasien juga mengatakan sering mengajak anakanaknya mandi di sungai dekat rumahnya ketika sore hari.
LINGKUNGAN FISIK
Rumah pasien merupakan bangunan permanen yang beratapkan genteng,
tembok bata yang sudah diplester dan dicat dengan cat berwarna krem, plafon
terbuat dari triplek dan lantai terbuat dari semen. Rumahnya terdiri dari 2
kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur, dan 1 ruang tamu. Rumah pasien
terlihat terawat dan cukup bersih, walaupun terkesan sedikit lembab dan
kurang ventilasi. Namun, penerangan di dalam rumah dikatakan cukup.
Di ruang tamu terlihat barang-barang anaknya berserakan dan terdapat
jemuran kain di dalam rumah. Keadaan kamar mandi terkesan cukup bersih
dan keluarganya menggunakan WC jongkok. Kondisi dapur pasien agak
sedikit berantakan, ada beberapa potongan sayuran yang tercecer di lantai.
Selain itu, kondisi kamar tidur cukup rapi, kamar tidur 1 lebih besar dari
kamar tidur 2 dan ditempati oleh pasien dan suaminya. Kamar tidur 2
diperuntukkan untuk anak-anaknya kelak, namun saat ini anaknya lebih
senang tidur bersama orang tuanya. Kedua kamar tidur terkesan lembab
karena sinar matahari yang masuk minim. Pasien juga mengaku agak jarang
mengganti seprai dan menjemur bantal guling. Halaman depan rumahnya
cukup sempit, hanya digunakan untuk parkir motor dan menaruh barangbarang dagangan. Tampak ada beberapa bakul kosong dan tripleks bekas di
halaman rumah.

VII. DENAH RUMAH

N
W

E
S

Keterangan:
1.

Kamar Tidur

2.

Kamar Tidur

3.

Kamar Mandi

4.

Ruang Tamu

5.

Dapur

6.

Padmasana

VIII. RESUME
Pasien perempuan, 35 tahun, Bali, Hindu datang ke poliklinik THT RSUD
Klungkung dengan keluhan nyeri pada telinga kiri sejak 4 hari sebelum
pemeriksaan. Nyeri dirasakan tiba-tiba, hilang timbul dan senut-senut
semakin lama semakin berat.

Enam hari sebelumnya, pasien juga

mengeluhkan kedua telinganya gatal dan penuh, lalu pasien menggaruk-garuk


telinganya dengan jarinya serta mengorekngorek telinganya dengan cotton
bud. Pasien mengatakan sering mengajak anak-anaknya mandi di sungai di
deket rumahnya. Dari kunjungan rumah pasien, didapatkan kondisi ekonomi
pasien menengah ke bawah dan sederhana. Kebutuhan sehari-hari dapat
6

terpenuhi dengan penghasilan yang didapatkan tiap bulannya. Kondisi di


dalam rumah pasien termasuk lembab dan kurang ventilasi. Dari pemeriksaan
fisik THT ditemukan telinga kiri nyeri tarik aurikular dan nyeri tekan tragus.
Pada telinga kiri KAE sempit, edema, dan hiperemis, serta membran timpani
sulit dievaluasi.
IX. SARAN
a. Memberikan pengertian dan pemahaman tentang penyakit yang diderita.
Penjelasan yang diberikan adalah tentang otitis eksterna secara umum
mengenai penyebab, gejala klinis, dan pengobatan.
b. Menyarankan kepada penderita untuk teratur menggunakan obat yang
diberikan serta selalu kontrol ke poli THT-KL sesuai dengan waktu yang
ditentukan.
c. Menghentikan kebiasaan mengorek ngorek telinga dengan jari, terutama
apabila jari tangannya dalam keadaan tidak bersih serta menghindari
mengorek telinga dengan benda lain yang tidak bersih.
d. Menjaga kebersihan telinga agar tidak lembab dan kotor, yaitu dengan
menggunakan cotton bud untuk membersihkan bagian telinga luarnya
saja.
e. Mencegah masuknya air ke liang telinga agar tidak mudah terjadi infeksi
kembali, yaitu dengan menghindari mandi di sungai.
f. Bila kemasukan air cukup gunakan tissue untuk mencegah telinga basah
dan tidak perlu dikorek-korek.
g. Menjemur pakaian di luar rumah agar tidak lembab, mengganti seprai
secara rutin, menjemur bantal dan guling secra rutin, serta menambah
ventilasi dan penerangan di dalam rumah agar menghindari tumbuhnya
bibit jamur.
h. Selain menjaga kebersihan diri sendiri, kebersihan anggota keluarga
lainnya juga perlu diperhatikan agar tidak saling menularkan kuman.
i. Menjaga kebersihan lingkungan di sekitar termasuk lingkungan rumah
dan tempat kerja.