Anda di halaman 1dari 8

Analisis Terhadap Alternatif Tunggal

Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp.


30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per
tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000.
Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan annual worth analysis, apakah
pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaiannya:
AW = 40000000(A/F,12%,8) 30000000(A/P,12%,8) + 1000000
AW = 40000000(0,08130) 30000000(0,20130) + 1000000
AW = -1787000
Oleh karena AW yang diperoleh < 0, maka pembelian peralatan baru tidak menguntungkan.

Usia Pakai Semua Alternatif Sama


Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan
tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan
kepada perusahaan:
Keuntungan
per Tahun
(Rp.)

Nilai Sisa
di Akhir
Usia Pakai
(Rp.)

Mesi
n

Harga
Beli
(Rp.)

2500000 750000

1000000

3500000 900000

1500000

Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X
AW X = 1000000(A/F,15%,8) 2500000(A/P,15%,8) + 750000
AW X = 1000000(0,07285) 2500000(0,22285) + 750000
AW X = 265725
Mesin Y
AW Y = 1500000(A/F,15%,8) 3500000(A/P,15%,8) + 900000
AW Y = 1500000(0,07285) 3500000(0,22285) + 900000
AW Y = 229300
AW mesin X, Rp. 265.725, lebih besar daripada AW mesin Y, Rp.229.300. Pilih mesin X.

Usia Pakai Alternatif Berbeda


Pada situasi dimana terdapat usia pakai alternatif yang berbeda-beda, perhitungan setiap
alternatif cukup dilakukan pada satu siklus usia pakai saja. Hal ini lebih memudahkan karena
tidak perlu dicari kelipatan persekutuan terkecil dari usia alternatif.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan
tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:
Keuntungan
per Tahun
(Rp.)

Nilai Sisa
di Akhir
Usia Pakai
(Rp.)

Usia
Mesin Pakai
(Tahun)

Harga
Beli
(Rp.)

2500000 750000

1000000

3500000 900000

1500000

Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X
AW X = 750000 2500000(A/P,15%,8) + 1000000(A/F,15%,8)
AW X = 750000 2500000(0,22285) + 1000000(0,07285)
AW X = 265725
Mesin Y
AW Y = 900000 3500000(A/P,15%,9) + 1500000(A/F,15%,9)
AW Y = 900000 3500000(0,20957) + 1500000(0,05957)
AW Y = 255860
AW mesin X, Rp. 265.725, lebih besar dibanding AW mesin Y, Rp. 255.860. Untuk itu pilih
mesin X.

Periode Analisis Tak Terhingga


Pada situasi dimana periode analisis tak hingga, nilai tahunan dari besarnya investasi dapat
dihitung menggunakan persamaan:
A = P(A/P,i,) = Pi
Jika aliran kas masuk dan keluar diperkirakan memiliki siklus berulang dengan nilai yang
sama sampai waktu tak terhingga, perhitungan untuk mendapatkan nilai tahunan dapat
dilakukan hanya pada satu siklus saja.
Contoh: Bandingkan tiga alternatif berikut menggunakan tingkat suku bunga 10% per tahun.
Pilih alternatif terbaik.
1

Investasi Awal (Rp.)

1000000

1500000

2000000

Keuntungan Tahunan (Rp.)

100000

250000

500000

Usia Pakai (Tahun)

14

Alternatif B dan C menggunakan asumsi perulangan dengan konsekuensi ekonomi yang


selalu sama.
Penyelesaian:
Alternatif A:
AW A = 150000 1000000(A/P,10%,)
AW A = 150000 1000000(0,10)
AW A = 50000
Alternatif B:
AW B = 250000 1500000(A/P,10%,14)
AW B = 250000 1500000(0,13575)
AW B = 46375
Alternatif C:
AW C = 500000 2000000(A/P,10%,9)
AW C = 500000 2000000(0,17364)
AW C = 152720
Kesimpulan: pilih alternatif C.

soal 1
Manajer Pelayanan di suatu Divisi Regional sedang mempertimbangkan usulan kontrak
kendaraan operasional (Jenis Kendaraan Niaga) dengan sebuah rekanan bidang tersebut.
Harga penawaran terendah dari kontraktor yang memenuhi persyaratan aspek administrasi
dan teknis adalah Rp.28.500.000 per unit per tahun (termasuk supir, BBM, Spare Part,
Maintenance, ass.all risk) dengan jangka waktu kontrak 5 tahun. Dari data bagian
perlengkapan diperoleh informasi bahwa dengan memiliki dan mengoperasikan KBM
opersional dibutuhkan biaya pengadaan kendaraan sebesar Rp.40 juta/unit, biaya OAM (spare
part, BBM pelumas, maintenanance, ass. all risk) pada tahun-1s/d tahun-3 Rp.15 juta,
tahun ke-4 Rp.20 juta, tahun ke-5 Rp.25 juta. Pada tahun ke-5 nilai sisa (nilai dum) KBM
tersebut adalah Rp. 10 juta. Saudara diminta membantu manajer pelayanan tersebut untuk
menentukan alternatif manakah yang paling menguntungkan (ekonomis), jika di MARR
ditentukan sebesar 18%/tahun.
Penyelesaian :
1. Sewa (Rental) :

AW(18%) = Rp.28,5 juta/tahun


2. Beli - Kelola Sendiri :

AW(18%) = {40(A/P,18%,5) -10(A/F,18%,5)} + 15 +


{5(P/F,18%,4) +10(P/F,18%,5)}(A/P,18%,5)
= {40(0,3198) - 10(0,1398) + 15 + {5(0,5158) +10(0,4371)}(0,3198)
= Rp.31,41 juta/tahun
Kesimpulan : Lebih ekonomis sewa KBM, karena Biaya ekivalen tahunannya lebih rendah

soal 2
Sebuah perusahaan suburban sedang mempertimbangkan pembelian kendaraan untuk
ekspansi armadanya. Terdapat dua alternatif yang layak secara teknis, yaitu kendaraan
bermesin diesel dan bensin (gasoline). Berdasarkan statistik perjalanan (daya tempuh) di
perusahaan tersebut diperoleh informasi bahwa setiap kendaraan dalam setahun beroperasi
mencapai 50.000 Km.
Diesel
Harga Perolehan Kendaraan
Rp.130 juta
Harga BBM per liter
Rp. 600
Konsumsi BBM Km/lt
20
Biaya pemeliharaan dan suku cadang/th
Rp. 3 juta
Premi Asuransi/tahun
Rp. 1 juta
Nilai Jual pada akhir masa pakai (resale value)
Rp.10 juta

Gasoline
Rp.120 juta
Rp.1.150
12.5
Rp.2 juta
Rp.1 juta
Rp.5 juta

Jika diketahui MARR = 20%/tahun, kendaraan jenis manakah yang sebaiknya dipilih.
Penyelesaian :
AW diesel = {130 juta (A/P,20%,5) - 10(A/F,20%,5)} + {(50.000 : 20)x 600}+ 3 + 1
= {130(0,3344) - 10(0,1344)} + 1,5 + 3 + 1
= 50,32 juta/tahun
AW gasol. = {120 juta (A/P,20%,5) - 5(A/F,20%,5)} + {(50.000 : 12,5)x 1150}+ 3 + 1
= {120(0,3344) - 5(0,1344)} + 4,6 + 2 + 1
= 48,4 juta/tahun
SOAL 3
Sebuah perusahaan elektronik melakukan investasi sebesar $60.000 untuk pengecekan
perangkat secara presisi. Ini memerlukan $4.000 untuk mengoperasikan dan perawatan pada
tahun pertama, dan $3.000 dalam tiap tahun berikutnya. Pada akhir tahun keempat
perusahaan mengubah pprosedur pengecekan, menghilangkan kebutuhan untuk perangkat
tersebut. Agen pembelian sangat senang untuk dapat menjual perangkat pengecekan sebesar
$60.000.Manager perencana meminta anda untuk menghitung equivalent uniform annual cost
dari perangkat tersebut selama empat tahun perangkat tersebut digunakan.
Asumsikan bunga sebesar 10% per tahun.
Solusi
EUAC = 60.000(0,100) + 3.000 + 1.000(P/F,10%,1)(A/P,10%,4)
= 6.000 + 3.000 + 1.000(0,9091)(0,3155) = $9.287
Ini merupakan situasi yang tidak biasa di mana ongkos = Nilai Sisa.
Pada situasi ini annual capital recovery cost equals merupakan interest pada investasi.

Jika seseorang meragukan hal ini, mereka harus menghitung $60.000(A/P,10%,4)


60.000(A/F,10%,4). Hal ini tentu seimbang dengan Pi = 60.000(0,10) = $6.000

Present Worth Analysis


Present worth analysis (analisis nilai sekarang) didasarkan pada konsep ekuivalensi
dimana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan terhadap titik waktu
sekarang pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum
attractive rate of return MARR).
Usia pakai berbagai alternatif yang akan dibandingkan dan periode analisis yang akan
digunakan bisa berada dalam situasi:
1.

Usia pakai sama dengan periode analisis

2.

Usia pakai berbeda dengan periode analisis

3.

Periode analisis tak terhingga

Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present Value (NPV) dari
masing-masing alternatif. NPV diperoleh menggunakan persamaan:
NPV = PW pendapatan PW pengeluaran
Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai NPV 0 maka alternatif tersebut layak
diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka
alternatif dengan NPV terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih.
Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif
yang memiliki NPV 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp.
30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000
per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp.
40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan present worth
analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
NPV = 40000000(P/F,12%,8) + 1000000(P/A,12%,8) 30000000
NPV = 40000000(0,40388) + 1000000(4,96764) 30000000
NPV = -8.877.160
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak
menguntungkan.
Future Worth Analysis
Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada nilai ekuivalensi
semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir periode analisis pada suatu tingkat
pengembalian minimum yang diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari
konsep time value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi
ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan
investasi modal.
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam
nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan
saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW 0 maka
alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari
satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling
menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada
bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW 0.

Analisis Terhadap Alternatif Tunggal


Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp.
30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000
per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp.
40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth
analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8) 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak
menguntungkan.
Annual Worth Analysis
Annual worth analysis (analisis nilai tahunan) didasarkan pada konsep ekuivalensi
dimana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan dalam sederetan nilai
uang tahunan yang sama besar pada suatu tingkat pengembalian minimum yang
diinginkan (minimum attractive rate of return MARR)
Hasil AW alternatif sama dengan PW dan FW, dimana AW = PW(A/P,i,n) dan AW =
FW(A/F,i,n). Dengan demikian, AW dari setiap alternatif dapat dihitung juga dari nilainilai ekuivalen lainnya. Nilai AW alternatif diperoleh dari persamaan:
AW = R E CR
Dimana:
R = revenues (penghasilan atau penghematan ekuivalen tahunan)
E = expences (pengeluaran ekuivalen tahunan)
CR = capital recovery (pengembalian modal)
Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai AW 0 maka alternatif tersebut layak
diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka
alternatif dengan NPV terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih.
Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif
yang memiliki AW 0.
Capital Recovery
Capital recovery suatu alternatif ialah nilai seragam tahunan yang ekuivalen dengan
modal yang diinvestasikan. Beberapa persamaan yang dapat digunakan untuk
menghitung CR adalah:
CR = I(A/P,i,n) S(A/F,i,n)
CR = (I S)(A/F,i,n) + I(i)
CR = (I S)(A/P,i,n) + S(i)
Dimana:
I = investasi awal alternatif
S = nilai sisa di akhir usia pakai
n = usia pakai alternatif
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp.
30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000
per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp.
40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan annual worth
analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaiannya:
AW = 40000000(A/F,12%,8) 30000000(A/P,12%,8) + 1000000
AW = 40000000(0,08130) 30000000(0,20130) + 1000000
AW = -1787000

Oleh karena AW yang diperoleh < 0, maka pembelian peralatan baru tidak
menguntungkan.