Anda di halaman 1dari 9

SITI HARYANI

CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
Kampus Lidah Wetan, Surabaya 60213
Telepon/Faksimile+6231. 7527527
LKM (LEMBAR KERJA MAHASISWA)
TELAAH KURIKULUM
No
.
1.

2.
3.

4.

Tugas
Jelaskan pengertian
kurikulum menurut Anda!

Sebut dan jelaskan


perbedaan kurikulum 2006
dengan kurikulum 2013!
Jelaskan kelebihan dan
kelemahan standar proses
pada kurikulum 2006 dan
kurikulum 2013!
Sebut dan jelaskan
kurikulum yang selama ini
di pakai di Indonesia mulai
pertama sampai sekarang!

Jawab
Kurikulum adalah susunan rencana
pembelajaran yang secara sistematis berisi
tujuan, bahan ajar, strategi, proses belajar
mengajar, dan evaluasi sebagai panduan
pendidikan, baik bagi pendidik maupun
peserta didik.
Terlampir
Terlampir

Terlampir

2. Perbedaan Kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013


N Perbedaan
Kurikulum 2006
Kurikulum 2013
o.
1.
Kompetensi - Standar Isi ditentukan
- SKL (Standar Kompetensi
Permendiknas No. 22
Lulusan) ditentukan
Lulusan
Tahun 2006, selanjutnya
Permendikbud No. 54
SKL (Standar
Tahun 2013, selanjutnya
Kompetensi Lulusan)
Standar Isi (Kerangka
dibuat berdasarkan
Dasar Kurikulum) dibuat
Permendiknas No 23
berdasarkan
Tahun 2006
Permendikbud No. 67, 68,
- Belum fokus pada
69, 70 Tahun 2013
pendidikan karakter - Fokus pada
- Keterampilan kurang
pendidikan karakter
- Keterampilan relevan
relevan

- Pengetahuan tidak
terkait
2.

3.

4.

5.

Standar
Kurikulum

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
- Pengetahuan terkait

- Jam belajar SD 26-28 jam/minggu dengan


materi
pembelajaran 10
materi
- Jam belajar SMP 32- 34 jam/minggu
dengan materi
pembelajaran 12
materi
Materi
- Kompetensi
Pembelajara
diturunkan dari
n
materi
pembelajaran
- Belum relevan
dengan kompetensi
yang dibutuhkan
- Materi pembelajaran terpisah
- Materi terlalu berat bagi peserta didik

Jam belajar SD
bertambah 2-6
jam/minggu dengan
materi pembelajaran
6 materi
Jam belajar SMP
bertambah 2-6
jam/minggu dengan
materi pembelajaran
10 materi
Kompetensi
dikembangkan
menjadi materi
pembelajaran
Relevan dengan
kompetensi yang
dibutuhkan
Materi pembelajaran
terintegritas
Materi sesuai dengan
perkembangan umur
peserta didik

Proses
- Berfokus pada
- Berfokus pada peserta
Pembelajara
pendidik
didik
Buku
teks
hanya
Buku
terks berisi
n
berisi materi/bahan
materi, kompetensi,
ajar
proses
pembelajaran, dan
penilaian
Pendekatan - Pendekatan
- Pendekatan Saintifik
yang
eksplorasi,
(proses mengamati,
digunakan
elaborasi, dan
menanya,
konfirmasi
mengolah,
- SD kelas I-III (tematik
menyajikan,
terpadu)
menyimpulkan, dan
mencipta)
- SD/SMP (tematik
terpadu) dan SMA

6.

7.

8.

9.
10.

11.

12.

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
(bakat minat)
Penilaian
Fokus pada aspek
Berdasarkan aspek
kognitif melalui tes
kognitif, afektif dan
psikomotorik melalui
tes otentik dan
lembar portopolio
(tugas)
Pendidik
Berdasarkan profesi - Profesi,
- Pedagogi,
- Sosial, dan
- Personal
Pengembang - Hanya sampai
- Sampai pada buku
an Kurikulum
Standar Kompetensi
teks dan pedoman
Dasar
guru
- Kurikulum
- Rencana Pelaksanaan
operasional
Pembelajaran (RPP)
(silabus,
pembelajaran, buku
teks, penilaian)
Ekstrakulikul Tidak wajib Pramuka Wajib Pramuka
er
TIK
Merupakan materi
Bukan materi
(Teknologi
pembelajaran wajib
pembelajaran,
Informasi
melainkan media
dan
pembelajaran
Komunikasi)
Peran BK
Menyelesaikan
Mengembangkan
(Bimbingan
masalah peserta
potensi peserta didik
Konseling)
didik
Penjurusan
Mulai kelas XI
Mulai kelas X
SMA

3. Kelebihan dan Kelemahan Standar Proses Kurikulum 2006 dengan


Kurikulum 2013
N
Kurikulum
Kelebihan
Kelemahan
o.
1.
2006 (KTSP) Mengembangkan - Kurangnya SDM yang
otonomi sekolah dalam
mampu mendeskripsikan
penyelenggaraan
kurikulum pada satuan
pendidikan
pendidikan
- Meningkatkan kreativitas - Kurangnya sarana dan
pihak-pihak yang terlibat

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
dalam penyelenggaraan
prasarana
Pendidik
belum
program pendidikan.
- Mengembangkan mata
memahami
kurikulum
pelajaran tertentu yang
secara komprehensif baik
akseptabel
sesuai
konsep
maupun
kebutuhan peserta didik.
prakteknya
Mampu mengurangi - Adanya pengurangan jam
beban belajar peserta
pelajaran,
sehingga
didik yang berat
mengurangi gaji pendidik
Peluang baik bagi
sekolah
elit
untuk
mengembangkan
kurikulum
sesuai
kebutuhan.
2.

2013

Berfokus
pada - Pemerintah berasumsi
pendidikan
karakter
bahwa
pendidik
dan
yang terintegrasi dengan
peserta didik berkapasitas
setiap mata pelajaran
sama
- Kesetaraan peserta didik, - Tidak ada keseimbangan
sehingga banyak asumsi
antara orientasi proses
anak desa tidak diberi
pembelajaran dan hasil
kesempatan
belajar
memaksimalkan potensi - Adanya pengintegrasian
- Peserta didik diberikan
mata pelajaran yang tidak
rangsangan pendidikan
tepat, misalnya IPA dan
Pendidik
yang
IPS dalam mata pelajaran
profesional adalah salah
Bahasa Indonesia untuk
satu
faktor
penting
jenjang pendidikan dasar
penerapan kurikulum ini

4. Kurikulum yang pernah digunakan di Indonesia


N
Nama
Tahun
Isi
o. Kurikulu
Penggun
m
aan
1.
Leer Plan
1947
- Berfokus pada dua hal pokok, yaitu daftar
mata pelajaran dan jam pengajarannya
(Rencana
serta garis-garis besar pengajaran (GBP).
Pelajaran)
- Lebih mengutamakan pendidikan karakter,
yakni
kesadaran
bernegara
dan

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
bermasyarakat; materi
pembelajaran
terintegritas dengan keseharian, kesenian
dan pendidikan jasmani.
- Pembelajaran berfokus pada daya cipta,
rasa,
karsa,
karya,
dan
moral
(Pancawardhana).
- Materi
pembelajaran
dikelompokkan
menjadi 5 studi, diantaranya moral,
kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan
(keterampilan), dan jasmaniah.
2.

Rencana
Pelajaran
Terurai

1952

- Berfokus
pada
materi
pembelajaran yang berkaitan
dengan keseharian
- Terdapat SR (Sekolah Rakyat) bagi
rakyat
yang
tidak
bisa
melanjutkan SMP/ingin langsung
kerja
- Materi
pembelajaran
meliputi
Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah,
Berhitung, Ilmu Alam, Ilmu Hayat, Ilmu
Bumi, Sejarah, Menggambar, Menulis,
Seni Suara, Pekerjaan Tangan, Pekerjaan
kepurtian, Gerak Badan, Kebersihan dan
kesehatan, Didikan budi pekerti, dan
Pendidikan agama

3.

Rentjana
Pendidika
n

1964

- Berfokus pada pengetahuan dan kegiatan


fungsional praktis
- Metode belajar gotong royong terpimpin
- Hari Sabtu adalah hari krida (bebas
mengikuti pelatihan seni, budaya, dll)
- Kurikulum bersifat separate subject
curriculum (memisahkan mata pelajaran
berdasarkan lima kelompok bidang studi
(Pancawardhana))
- Materi
pembelajaran
meliputi
Pengembangan
Moral
(Pendidikan
kemasyarakatan
dan
Pendidikan
agama/budi
pekerti);
Perkembangan
kecerdasan (Bahasa Daerah, Bahasa
Indonesia,
Berhitung,
Pengetahuan
Alamiah); Pengembangan emosional atau

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
Artistik
(Pendidikan
kesenian);
Pengembangan keprigelan (Pendidikan
keprigelan); dan Pengembangan jasmani
(Pendidikan jasmani/Kesehatan)
4.

Kurikulum
1968

1968

- Berfokus
pada
pembinaan
jiwa
pancasila, pengetahuan dasar, dan
kecakapan khusus
- Menggunakan pendekatan organisasi materi
pelajaran (tidak ada kaitannya dengan
keseharian)
- Kurikulum ini bersifat correlated subject
curriculum (materi pelajaran pada tingkat
bawah mempunyai korelasi dengan
kurikulum sekolah lanjutan)
- Materi
pembelajaran
dikelompokkan
menjadi 3 kelompok, yakni Pembinaan
Jiwa Pancasila (Pendidikan agama,
Pendidikan kewarganegaraan, Bahasa
Indonesia, Bahasa Daerah, dan Pendidikan
olahraga); Pengembangan pengetahuan
dasar (Berhitung, IPA, Pendidikan
kesenian,
Pendidikan
kesejahteraan
keluarga); dan Pembinaan kecakapan
khusus (Pendidikan kejuruan)

5.

Kurikulum
1975

1975

- Prinsip

yang digunakan adalah


orientasi pada tujuan, pendekatan
integratif, efisiensi dan efektivitas daya
dan
waktu,pendekatan
sistem
instruksional, dan memperhatikan tingkat
psikologi anak
- Pedoman yang digunakan adalah
Tujuan institusional, Struktur Program
Kurikulum, Garis-Garis Besar Program
Pengajaran, Sistem Penyajian dengan
Pendekatan
PPSI
(Prosedur
Pengembangan Sistem Instruksional),
Sistem Penilaian, Sistem Bimbingan dan
Penyuluhan, Supervisi dan Administrasi
- Materi
pembelajaran
meliputi
Pendidikan agama , Pendidikan Moral
Pancasila, Bahasa Indonesia, IPS,

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
Matematika, IPA, Olah raga dan
kesehatan,
Kesenian,
Keterampilan
khusus
6.

Kurikulum
1984

7.

Kurikulum
1994 dan
Suplemen
Kurikulum
1999

8.

Kurikulum
Berbasis
Kompeten
si

1984

- Berfokus pada teori belajar mengajar,


tetapi kurang memperhatikan isi pelajaran.
- Ciri-ciri kurikulum diantaranya, orientasi
pada tujuan instruksional, pendekatan
berdasar pada cara belajar siswa aktif
(CBSA), menggunakan pendekatan spiral,
menanamkan
konsep
sebelum
memberikan latihan
- Terdapat 16 mata pelajaran inti
- Penjurusan dinyatakan dalam program A
dan B. Program A terdiri atas A1 (Fisika),
A2 (Biologi), A3 (Ekonomi), A4 (Bahasa
dan Budaya) dan program B keterampilan
kejuruan berdasar sarana sekolah)
1994 dan - Ciri-ciri
kurikulum
ini
adalah
1999
Pembagian
tahapan
pelajaran
menggunakan sistem caturwulan, orientasi
pada materi pelajaran, bersifat populis,
melibatkan keaktifan siswa, sesuai dengan
kekhasan konsep/pokok bahasan dan
perkembangan
berpikir
siswa,
disampaikan secara konkrit menuju
abstrak, dan adanya pengulangan materi
yang sulit
- Dalam pelaksanaannya terdapat kendala
(beban belajar berat dan materi sulit),
sehingga
terdapat
penyempurnaan
kurikulum berdasarkan perkembangan
IPTEK
dan
tuntutan
kebutuhan
masyarakat serta ketepatan proporsi
(beban belajar, potensi, lingkungan,
sarana) untuk mencapai tujuan
2004

- Kurikulum berdasarkan respon dari tuntutan


reformasi diantaranya UU No 2 1999
tentang pemerintahan daerah, UU No 25
tahun
2000
tentang
kewenangan
pemerintah dan kewenangan propinsi

9.

Kurikulum
Tingkat
Satuan
Pendidika
n (KTSP)

2006

10.

Kurikulum
2013

2013

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
sebagai daerah otonom, dan Tap MPR No
IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan
pendidikan nasional
Berfokus
pada
keberhasilan
peserta
didik
mencapai
kompetensi yang diharapkan
Aspek
kompetensi
meliputi
knowledge, understanding, skill, value,
attitude, dan interest.
Pengelompokan
kompetensi
meliputi
kompetensi
lulusan,
kompetensi standar, kompetensi dasar,
kompetensi
akademik,
kompetensi
okupasional, kompetensi kultural, dan
kompetensi temporal
KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah/ karakteristik
daerah, sosial budaya masyarakat
setempat, dan peserta didik
Prinsip pengembangan KTSP menurut
Permendiknas nomor 22 tahun 2006 yaitu,
berorientasi pada potensi, perkembangan,
serta kebutuhan peserta didik dan
lingkungannya, beragam dan terpadu,
tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni, relevan
dengan
kebutuhan,
memperhatikan
relevansi pendidikan dengan kebutuhan
hidup dan dunia kerja, menyeluruh dan
berkesinambungan, belajar sepanjang
hayat, seimbang antara kepentingan
global, nasional, dan lokal.
Komponen kurikulum memuat visi dan misi
satuan pendidikan, tujuan pendidikan
satuan pendidikan, kalender pendidikan,
struktur muatan KTSP, silabus, dan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

- Berfokus pada pemahaman peserta didik


yang akan menjadi hasil belajar dan hasil
kurikulum.
- Bertujuan untuk mewujudkan manusia
berkualitas, terdidik (beriman dan

SITI HARYANI
CHASANA
NIM. 14020074008/
PB 2014
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri), dan demokratis serta
bertanggungjawab.
- Ciri-ciri kurikulum 2013 adalah isi
kompetensi dinyatakan dalam Kompetensi
Inti (KI) dan dirinci dalam Kompetensi
Dasar (KD); berfokus pada kompetensi
sikap, kognitif, psikomotorik, dan
pengetahuan; menggunakan pendekatan
disciplinarybased curriculum atau
content-based
curriculum,
menggunakan prinsip akumulatif (saling
memperkuat dan memperkaya antar mata
pelajaran),
proses
pembelajaran
berdasarkan pada penuntasan kompetensi
pengetahuan, pelatihan pada keterampilan
kognitif dan psikomotorik, dan proses
pendidikan tak langsung pada sikap, dan
penilaian hasil belajar bersifat formatif
dan
remedial
dilaksanakan
untuk
penuntasan kriteria yang ditentukan
(KKM).

Referensi:
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum
Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jakarta:BSNP.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.Jakarta: Depdiknas.
Hanafie, Imam. 2007. Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
(http://re-searchengines.com/imamhanafie3-07-2.html).
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. Dokumen Kurikulum 2013.
Jakarta: Depdiknas.

Anda mungkin juga menyukai