Anda di halaman 1dari 2

I.

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Tanaman merupakan organisme yang dalam masa hidupnya memerlukan nutrisi
berupa unsur hara untuk mendukung pertumbuhannya. Tanaman yang memiliki cukup unsur
hara akan dapat tumbuh secara optimal. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dibagi
menjadi tiga golongan. Unsur hara makro primer yaitu unsur hara yang dibutuhkan dalam
jumlah banyak seperti Nitrogen (N), Pospo (P) dan Kalium (K). Unsur hara makro sekunder
yaitu unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, seperti belerang (S), kalsium (Ca) dan
magnesium (Mg). Unsur hara mikro yaitu unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit,
seperti besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (Cl), boron (B), mangan (Mn) dan
molibdenum (Mo). Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dapat diperoleh dari pupuk baik
organik maupun kimia yang diaplikasikan oleh manusia.
Sekarang ini, mulai banyak yang beralih dari pemaikan pupuk kimia menjadi pupuk
organik.

Pupuk organik

merupakan pupuk

dengan bahan dasar

yang

diambil dari

alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung secara alami. Pupuk organik
merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah.
Penggunaan pupuk organik mulai banyak dilakukan sejak banyak terjadi kerusakan
tanah yang membuat tanah tidak produktif akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan
dan maraknya pencemaran lingkungan. Pupuk organik yang digunakan selain dapat
menyuplai kebutuhan nutrisi tanaman juga relatif aman bagi lingkungan. Jenis pupuk organik
yang dapat digunakan diantaranya biosluri dan kompos.
B. Tujuan
1. Memahami peran mikrobia dalam perombakan bahan organik
2. Membuat reaktor biosluri mini
3. Mengenal pembuatan kompos dan mengamati perombakan kompos dari berbagai
sampah organik

II.
Metodologi
Praktikum kesuburan, pemupukan, dan kesehatan tanah acara 1 dengan judul ...
dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2015 di Laboratorium Kesuburan dan Kimia Tanah,
Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada sub bab acara

biosluri bahan yang dibutuhkan yaitu air kelapa 0,1 liter, air cucian beras 0,1 liter, starter
(biosluri) 1 liter, dan ekstrak buah/sayur (kepekatan 20%). Sedangkan alat yang dibutuhkan
yaitu reaktor biosluri dan blender. Pada sub bab kompos bahan yang dibutuhkan yaitu seresah
daun. Sedangkan alat yang dibutuhkan yaitu gunting, plastik bening, dan label.
A. Biosluri
Langkah kerja yang dilakukan pada sub bab biosluri yaitu pertama disiapkan reaktor
biosluri dari botol plastik 1,5 L. Kemudian dimasukkan semua bahan ke dalam reaktor. Setiap
minggu ekstrak buahsayar ditambahkan sebanyak 50 g/200 mL air. Diamati perubahanperubahan yang terjadi.
B. Kompos
Langkah kerja yang dilakukan pada sub bab kompos yaitu dilakukan pembuatan kompos
dengan bahan utama seresah (daun-daunan, jerami, dan juga pupuk kandang). Seresah
dipotong menjadi ukuran kecil-kecil, sekitar < 2 cm. Ditambahkan biosluri (kepekatan 20%)
yang sudah disediakan. Kemudian diaduk sampai merata. Diatur kadar airnya sehingga
tercapai sekitar 30%. Setelah itu campuran tersebut dimasukkan ke dalam plastik bening,
ditutup rapat, dan diberi label. Setiap minggu, diamati secara visual kenampakan yang terjadi.
Pada minggu ke 4 diambil contoh untuk pengujian pH dan DHL.