Anda di halaman 1dari 16

Karbolik Ester Hidrolase (EC 3.1.1.

1) dan Amilopektin-6
Glukanohidrolase (3.2.1.9)
PAPPER

Disusun Oleh:

Artika El Sonia (1400025)


Armand Dimas (1401583)
Annisa Jihan (1401965)
Eka Maharani (1406127)
Nadya Nanda (1405514)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI


FAKULTAS PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015

I.

PENDAHULUAN

Setiap aktivitas yang terjadi di dalam sel hidup membutuhkan reaksi kimia.
Dalam reaksi ini, ikatan kimia pada molekul organik diputus sehingga molekul baru
dapat terbentuk. Setiap molekul memerlukan masukan energi awal dari lingkungan
sehingga reaksi dapat dimulai. Energi ini disebut sebagai energi aktivasi (EA) .
Pengertian energi aktivivasi adalah energi tumbukan yang harus diatasi sehingga
reaksi dapat berlangsung.
Definisi enzim adalah protein yang menurunkan energi aktivasi (EA) reaksi
kimia. Enzim mengurangi energi aktivasi melalui berbagai mekanisme/cara. Sebagai
contoh, enzim dapat membawa molekul bersama sama dengan oritentasi yang sesuai
untuk bereaksi atau dapat menyediakan lingkungan mikro yang kondusif terhadap
reaksi (baca cara kerja enzim). Enzim dapat juga bertindak sebagai katalis biologis;
enzim tersebut mempercepat reaksi tanpa turut mengalami perubahan. Dengan tidak
adanya enzim dalam suatu reaksi kimia, suatu energi aktivasi tidak dapat diatasi pada
suhu sel yang normal. Hal ini akan menyebabkan reaksi kimia berjalan sangat lambat
sehingga sel dapat mati sebelum reaksi kimia menghasilkan energi dan molekul yang
dibutuhkan. Setiap sel membuat dan menghasilkan banyak jenis enzim yang masing
masing mengatalisasi reaksi yang berlainan dan sangat spesifik. Oleh karena itu,
enzim memiliki bentuk yang spesifik yang secara khusus mengikat satu set molekul
tertentu. Dalam mempelajari tentang enzim, kita perlu mengetahui tentang substrat.
Substrat adalah reaktan yang diolah pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim
(enzimatik).
Enzim hidrolase merupakan enzim yang mengkatalisis proses pemotongan
hidrolitik pada ikatan C-C, C-N, C-O, dan ikatan lainnya. Pada hidrolase, digit kedua
menandakan tipe ikatan target kerja enzim. Berdasarkan Nomenclature Committee of
the International Union of Biochemistry and Molecular Biology (NC-IUBMB) terdiri
dari beberapa subkelas yaitu dari subkeleas EC 3.1 hingga 3.13.

II.

PEMBAHASAN

Hidrolase
Enzim

hidrolase

merupakan

enzim

yang

mengkatalisis

proses

pemotongan hidrolitik pada ikatan C-C, C-N, C-O, dan ikatan lainnya. Pada
hidrolase, digit kedua menandakan tipe ikatan target kerja enzim. Berdasarkan
Nomenclature Committee of the International Union of Biochemistry and Molecular
Biology (NC-IUBMB) terdiri dari beberapa subkelas yaitu dari subkeleas EC 3.1
hingga 3.13

3.2.1.9 Amilopektin 6-Glukanohidrolase


Enzim yang menghidrolisis ikatan 1,6 alfa pada amilopektin dan glikogen.
Diproduksi oleh usus halus (intestinum ,epistelium) pH optimum 6,3. Dapat dihambat pada
kondisi alkalis. Enzim serupa terdapat juga pada bir,gandum,dan kecambah) (Kamus istilah
pangan lab.biokimia pangan UGM Kanisius 2002 Yogyakarta). Ditemukan tahun 1961 dan
dihapus tahun 1972.
Tahun 1940,Meyer dan Bernfeld melaporkan bahwa alfa I,6 glikosidik terkait
titik percabangan terluar pada beta amylase batas dextrin dipisahkan oleh alfa gukosidase
(maltase) dari suatu ragi. Mereka menunjukkan bahwa batas dextrin ditetapkan setelah beta
amylase beraksi pada amilopektin jagung menjadi rentan terhadap kelanjutan beta amilolisis
setelah di beri treatment oleh alfa glukosidase. Mereka menduga bahwa alfa glukosidase
memecah alfa 1,4 sberturut-turut ebagaimana ikatan alfa 1,6 glikosidik. Enzim tersebut
akhirnya dinamakan kembali sebagai enzim isoamilase. Contoh produknya adalah pati beras
ketan, yang merupakan murni amilopektin. Setelah penemuan isoamilase dalam yeast,

pekerja British melaporkan penemuan lagi yang dinamai R-enzim yang ada di dalam kentang
dan buncis.
Enzim yang menghidrolisis ikatan 1,6 alfa pada amilopektin dan glikogen.
Diproduksi oleh usus halus (intestinum ,epistelium) pH optimum 6,3. Dapat dihambat pada
kondisi alkalis. Enzim serupa terdapat juga pada bir,gandum,dan kecambah) kamus istilah
pangan lab.biokimia pangan UGM Kanisius 2002 yogyakarta. Ditemukan tahun 1961 dan
dihapus tahun 1972.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai enzim ini karena sudah
dihapuskan pada tahun 1972.

EC 3.1 Hidrolase yang menghidrolisis ikatan ester


Enzim ini terdiri dari subsubkelas 3.1.1 hingga 3.1.31 yang
pembagiannya

berdasarkan

jenis

ikatan

ester

yang

dihidrolisis.

Karboksilesterase secara luas berada di alam dan dalam keadaan biasa berada
di hati mamalia. Beberapa ada di di dalam metabolism xenobiotic termasuk
toksin dari obat obatan. Karobksilesterase dikonjugasikan oleh enzim lain
untuk meningkatkan solubilitas dan nantinya dikeluarkan.beberapa family dari
karboksilesterase

dihubungkan dengan protein (rangkaian persamaan)

termasuk sejumlah protein dengan spesfifikasi substrat yang berbeda seperti


asetil kolin esterase

Nama Lain :
-

Carboxylesterase
ali-esterase
B-esterase
Monobutyrase
cocaine esterase
procaine esterase
methylbutyrase;
vitamin A esterase;
butyryl esterase;
carboxyesterase;
carboxylate esterase;
carboxylic esterase;
methylbutyrate esterase;
triacetin esterase;
carboxyl ester hydrolase;
butyrate esterase;
methylbutyrase;
alpha-carboxylesterase;
propionyl esterase;
nonspecific carboxylesterase
esterase D;

esterase B;
esterase A;

serine esterase;

carboxylic acid esterase;

cocaine esterase

Kelas

: Hidrolase, bertindak dalam ikatan ester

Sejarah

: Ditemukan tahun 1961

Substrat

: Karbolik Ester dan H20


Sebagai contoh yaitu EC 3.1.1.1 Karboksilesterase yang merupakan

enzim yang mengkatalis reaksi :


Ester + H2O
alkohol + karboksilat
Reaksinya yaitu:

+
Ester

H2O

air

alkohol

Karboksilat

Karboksilesterase merupakan enzim yang mampu mnghidrolisis berbagai


ikatan ester karboksilat. Meskipun fungsi metaboliknya belum jelas, namun
enzim ini banyak terdapat di alam, khususnya terdapat dalam orgn hati hewan
mamalia. Karboksilesterase termasuk dalam serin hidrolase yang melibtkan
kimotripsin dan asetilkolinesterase.

Salah satu contoh karboksilesterae yaitu karboksilesterase B yang dihasilkan


oleh Escherichia coli. pH optimum dari karboksilesterase yaitu 7,4 dengan
suhu optimum 37oC dan inhibitornya adalah di-isopropil floroposfat
(http://www.brenda-enzymes.org/php/result_flat.php4?ecno=3.1.1.1,)

III.

KESIMPULAN

Enzim hidrolase merupakan enzim yang mengkatalisis proses pemotongan

hidrolitik pada ikatan C-C, C-N, C-O, dan ikatan lainnya


Amilopektin 6-Glukanohidrolase adalah enzim yang menghidrolisis ikatan 1,6
alfa pada amilopektin dan glikogen serta banyak terdapat pada kentang, bir,

gandum dan kecambah.


Karboksilesterase secara luas berada di alam dan dalam keadaan biasa berada
di hati mamalia. Beberapa ada di di dalam metabolism xenobiotic termasuk

toksin dari obat obatan.


Karboksilesterase merupakan enzim yang mampu mnghidrolisis berbagai
ikatan ester karboksilat

DAFTAR PUSTAKA

http://www.brenda-enzymes.org/php/result_flat.php4?ecno=3.1.1.1( Diakses pada 24


Oktober 2015)
https://en.wikipedia.org/wiki/Carboxylesterase ( Diakses pada 24 Oktober 2015)
http://www.genome.jp/dbget-bin/www_bget?ec:3.1.1.1( Diakses pada 24 Oktober
2015)
Kimia Pangan,Laboran.2002. Kamus Istilah Pangan. Yogyakarta: Kanisius