Anda di halaman 1dari 2

Fosfomisin dikontraindikasikan untuk pasien dengan kerusakan ginjal berat (ClCr < 10

ml/menit) NHS, 2011, Royal Devon and Exeter, Guidance on the use of oral fosfomycin 3
gram sachets for the treatment of multi-resistent urinary tract infections (UTIs) in primary
care patients.
Pasien dengan gagal ginjal tidak diperlukan penyesuaian
www.antimicrobe.org Fosfomycin, di akses 28 Okt. 15

dosis

fosfomisin

Waktu paruh fosfomisin pada kondisi ginjal normal selama 4-8 jam, sedangkan waktu paruh
pada pasien gagal ginjal dengan nilai ClCr < 54 mL/menit adalah 50 jam DIH
Fosfomisin adalah antibiotik spektrum luas untuk bakteri gram positif dan negatif
yang bersifat aerob. Penelitian secara in vitro dan studi klinis menunjukan bahwa fosfomisin
memiliki efektivitas 90% terhadap bakteri E. Coli, Citrobacter diversus, C.freundii,
Klebsiella, oxytoca, Klabsiella pneumoniae, Enterobacter cloacae, Serratia marcescens,
Proteus mirabilis, P. Vulgaris, Providencia rettgeri, pseudomonas aeruginosa, E.Faecalis dan
E. Faecium (termasuk yang resisten terhadap vankomisin), S. Aureus (termasuk S. Aureus
resisten terhadap metilcilin (MRSA)) terkait dengan UTI.
Fosfomisin oral diabsorbsi secara cepat dan memiliki bioavailibilitas sebesar 30-37%.
Fosfomisin tidak mengalami metabolisme di hati dan dieliminasi di urin dalam bentuk tidak
berubah (aktif) melalui filtrasi glomerulus. Sekitar 38% dari dosis obat yang diberikan akan
dieliminasikan lewat ginjal. Studi farmakokinetik menunjukan bahwa konsentrasi serum
puncak terjadi dalam waktu 4 jam dari pemberian dosis sebesar 3 gram. Oleh karena itu
pemberian dosis berulang fosfomisin biasanya setiap 48 jam. Fosfomisin didistribusikan ke
dalam jaringan (ginjal, kandung kemih, prostat, dan vesikula seminalis), meskipun
tingkatannya lebih rendah dari pada distribusinya di dalam urin. Disfungsi ginjal akan
menurunkan ekskresi fosfomisin. Fosfomisin yang ditemukan dalam urin pasien dengan
gangguan fungsi ginjal (ClCr < 7-54 mL/menit) akan menurun dari 32% menjadi 11%,
namun implikasi temuan ini tidak diketahui. america....

PEMBAHASAN
Fosfomisin bukanlah antibiotik untuk terapi pada multipel kista hepar. Indikasi dari
fosfomisin adalah untuk pasien dengan UTI (urinary tract infaction). Hal ini karena eliminasi
dalam bentuk tidak berubah obat fosfomisin ini dalam urin cukup besar (38%).
Penggunaan fosfomisin pada pasien dengan gangguan hepar (ditandai dengan nilai
SGOT yang abnormal) dapat dilakukan karena fosfomisin tidak dimetabolisme di hepar,
sehingga sesuai jika diberikan pada kasus Ny. T yang mengalami kerusakan hepar.
Dimungkinkan penggunaan fosfomisin pada kasus ini adalah sebagai antibiotik profilaksis
pasca operasi yang mengalami kerusakan hepar. Sehingga penggunaannya masih dapat
ditoleransi. Namun dosis yang diberikan pada pasien tidak sesuai dengan dosis lazim. Dosis
yang diberikan oleh dokter adalah 2x2 gram setiap harinya sedangkan dosis lazim untuk
pasien dengan kondisi ginjal normal pada wanita UTI tanpa komplikasi adalah 3 gram setiap

2-3 hari untuk 3 dosis. Pemberian dosis 3 gram akan di peroleh waktu paruh selama 4-8 jam
pada kondisi ginjal normal, sedangkan untuk disfungsi ginjal (ClCr < 54 mL/menit) waktu
paruh obat akan semakin panjang yaitu selama 50 jam. Hal ini menandakan bahwa
penggunaan fosfomisin pada pasien dengan disfungsi ginjal perlu penyesuaian dosis maupun
interval pemberian.
Pasien Ny. T mengalami overdose penggunaan fosfomisin pada kondisi disfungsi
ginjal.

Beri Nilai