Anda di halaman 1dari 11

A.

Latar Belakang
Teori

Porter

tentang

daya

saing

nasional

berangkat

dari

keyakinannya bahwa teori ekonomi klasik yang menjelaskan tentang


keunggulan komparatif tidak mencukupi, atau bahkan tidak tepat.
Menurut Porter, suatu negara memperoleh keunggulan daya saing /
competitive advantage (CA) jika perusahaan (yang ada di negara
tersebut)

kompetitif.

kemampuan

Daya

industri

saing

suatu

melakukan

negara

inovasi

dan

ditentukan

oleh

meningkatkan

kemampuannya. Perusahaan memperoleh (CA) karena tekanan dan


tantangan. Perusahaan menerima manfaat dari adanya persaingan di
pasar domestik, supplier domestik yang agresif, serta pasar lokal yang
memiliki permintaan tinggi. Perbedaaan dalam nilai-nilai nasional, budaya,
struktur ekonomi, institusi, dan sejarah semuanya memberi kontribusi
pada keberhasilan dalam persaingan.

B. Pembahasan
Perusahaan menjadi kompetitif melalui inovasi yang dapat meliputi
peningkatan

teknis

proses

produksi

atau

kualitas

produk.

Porter

mengajukan Diamond Model (DM) yang terdiri dari empat determinan


(faktor faktor yang menentukan) National Competitive Advantage (NCA).
Empat atribut ini adalah factor conditions, demand conditions, related and
supporting industries, dan firm strategy, structure, and rivalry.
Factor conditions
Factor conditions mengacu pada input yang digunakan sebagai faktor
produksi, seperti tenaga kerja, sumber daya alam, modal dan
infrastruktur. Argumen Poter, kunci utama faktor produksi adalah
diciptakan bukan diperoleh dari warisan. Lebih jauh, kelangkaan
sumber daya (factor disadvantage) seringkali membantu negara
menjadi

kompetitif.

Terlalu

banyak

(sumber

daya)

memiliki

kemungkinan disia-siakan, ketika langka dapat mendorong inovasi.


Demand conditions

Demand conditions mengacu pada tersedianya pasar domestik yang


siap berperan menjadi elemen penting dalam menghasilkan daya
saing. Pasar seperti ini ditandai dengan kemampuan untuk menjual
produk-produk superior, hal ini didorong oeh adanya permintaan
barang-dan jasa berkualitas serta adanya kedekatana hubungan antara
perusahan dan pelanggan.
Related and Supporting Industries
Related and supporting industries

mengacu

pada

tersedianya

serangkaian dan adanya keterkaitan kuat antara industri pendukung


dan perusahaan, hubungan dan dukungan ini bersifat positif yang
berujung

pada

peningkatan

daya

saing

perusahaan.

Porter

mengembangkan model dari faktor kondisi semacam ini dengan


industrial clusters atau agglomeration, yang memberi manfaat adanya
potential technology knowledge spillover, kedekatan dengan konsumen
sehingga semakin meningkatkan market power.
Firm strategy, Structure and Rivalry
Firm strategy, structure and rivalry mengacu pada strategi dan struktur
yang ada pada sebagian besar perusahaan dan intensitas persaingan
pada industri tertentu. Faktor Strategi dapat terdiri dari setidaknya dua
aspek; pasar modal dan pilihan karir individu. Pasar modal domestik
mempengaruhi strategi perusahaan, sementara individu seringkali
membuat keputusan karir berdasarkan peluan dan prestise. Suatu
negara akan memiliki daya saing pada suatu industri di mana personel
kuncinya dianggap prestisius. Struktur mengikuti strategi. Struktur
dibangun guna menjalankan strategi. Intensitas persaingan (rivalry)
yang tinggi mendorong inovasi.
Porter juga menambahkan faktor lain yaitu peran pemerintah dan
chance, yang dikatakan memiliki peran penting dalam menciptakan
National Competitive Advantage. Peran dimaksud, bukan sebagai pemain
di industri, namun melalui kewenangan yang dimiliki memberikan fasilitas,
katalis, dan tantanan bagi industri. Pemerintah menganjurkan dan
mendorong industri agar mencapai level daya saing tertentu. Hal hal
tersebut dapat dilakukan pemerintah melalui kebijakan insentif berupa

subsidi, perpajakan, pendidikan, fokus pada penciptaan dan penguatan


factor conditions, serta menegakkan standar industri.
Poin utama dari Diamond Model, Porter mengemukakan model
pencitpaan daya saing yang self-reinforcing, di mana persaingan domestik
men-stimulasi tumbuhnya industri dan secara bersamaan membentuk
konsumen

yang

maju

(sophisticated)

yang

selalu

menghendaki

peningkatan dan inovasi. Lebih jauh Diamond Model juga mempromosikan


industrial cluster. Kontribusi Porter menjelaskan hubungan antara firmindustry-country, serta bagaimana hubungan ini dapat mendukung negara
dan sebaliknya.
Menurut Porter jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya
dalam persaingan yang ketat perusahaan harus memiliki prinsip bisnis,
Harga yang tinggi, Produk dengan biaya yang rendah, dan bukan kedua duanya. Berdasarkan prinsip tersebut maka Porter Menyatakan ada tiga
Strategi Generik yaitu: Differentiation, Overall Cost Leadership and Focus.
Menurut Porter strategi perusahaan untuk bersaing dalam suatu industri
dapat berbeda - beda dan dalam berbagai dimensi, Porter mengemukakan
tiga belas dimensi yang biasanya digunakan oleh perusahaan dalam
bersaing, yaitu: Spesialisasi, Identifikasi Merk, Dorongan Versus Tarikan,
Seleksi Saluran, Mutu Produk, Kepeloporan Teknologis, Integrasi Vertikal,
Posisi Biaya, Layanan, Kebijakan Harga, Leverage, Hubungan dengan
Perusahaan Induk, Hubungan dengan Pemerintah.

C.

Implementasi

Perusahaan

PT

Bottling Indonesia
Aspek Pembeli

Teori

Kompetitif

Coca-cola

pada

Pembeli ( Konsumen ) dari produk Coca - Cola mencakup segala usia


dari anak kecil, remaja, dan orang dewasa. Yang hampir di konsumsi oleh
segala usia dan Produk Coca Cola dapat dinikmati di seluruh dunia.
Manajemen Strategi Perusahaan :
Pelayanan yang Baik supaya para Pembeli tidak berpaling pada produk
yang lain

Produk yang berkualitas dengan Harga yang Rendah dan dapat

dijangkau oleh semua kalangan


Promosi
Berikut promosi yang dilakukan coca cola adalah sebagai berikut :
Personal selling
Dalam promosinya, dibuka sistem tanya jawab langsung untuk menjaga
kepercayaan masyarakat melalui website resminya di www.cocacolabottling.co.id

lewat

bagian mitos

atau fakta

di

website

tersebut.

Didalamnya juga dijelaskan mengenai penjagaan mutu dari Coca Cola itu
sendiri melalui bagian Virtual Plant Tour. Di sana dijelaskan mulai dari
pembuatan sampai penyimpanan hingga ada di tangan konsumen.
Mass selling
Selain itu juga didukung dengan berbagai mass selling iklan yang marak
di berbagai media seperti televisi, radio, serta outdoor print ad. Ide-ide
yang dikeluarkan dalam iklan Coca Cola tergolong unik, kreatif serta
memiliki timing yang tepat. Dalam pembuatan iklannya, Coca Cola
bekerjasama dengan agensi iklan McCann Ericksonn. Iklan terakhir yang
dikeluarkan Coca Cola mempunyai big idea Piala Dunia yang sedang
marak menunjukan timing yang tepat dari iklan Coca Cola.
Publisitas
Lewat hubungan masyarakatnya, Coca Cola memberikan pengembangan
industri kecil di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi
Jawa Barat, dan saart ini telah memberikan pelayanan kepada lebih dari

320 orang pengusaha mikro dan terus berkembang. Selain itu, Coca cola
mengembangkan indirect distribution berbasis UKM yang merupakan
kerjasama dengan pengusaha mikro dan street vending untuk melayani
area yang memiliki tingkat lalu lintas konsumen yang tinggi dalam bentuk
kios berjalan, kereta dorong dan rombong.
Sales promotion
Sales promotion dilakukan antara lain melalui program hadiah di balik
tutup botol di akhir tahun 2009 dengan tema Buka Coca-Cola, Buka
Kesempatan Semangat Baru Di Balik Tutup Botol Coca-Cola dengan
hadiah tabungan senilai Rp 2 juta untuk 20000 pemenang, dan jutaan
botol minum gratis. Yang lain misalnya pada tanggal 7 Januari 2007 di
Plaza Barat Senayan Jakarta dilakukan pelepasan balon yang telah diisi
berbagi impian dan cita-cita. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara
PositiFIESTA

yang

diselenggarakan

Coca

Cola

Indonesia

sekaligus

peluncuran slogan baru saat itu yaitu Hidup ala Coca Cola. Selain itu
juga dengan bekerja sama dengan restoran semisal McDonalds, Domino
Pizza dan sebagainya melalui program HoReCa (hotel, restaurant dan
caf).
Pemberian Hadiah / Mengadakan Kompetisi.

Aspek Pemasok
Setiap proses produksi sebuah perusahaan memerlukan sebuah
input yang berupa bahan baku, tenaga kerja yang dipasok oleh para
Suppliers. oleh karena itu para perusahaan harus mempunyai relasi yang
baik pada para suppliers supaya bahan baku dapat tercukupi tepat waktu
dan sistem pembayaran yang lebih fleksibel.
Manajemen Strategi Perusahaan:
Perusahaan harus mempunyai hubungan yang baik pada para relasi
Perusahaan harus tepat waktu dalam waktu pembayran kepada para
suppliers

Subsitusi
barang subsitusi dari Produk Coca Cola adalah

AQua
Es Tee
Teh Botol Sosro
Mizone
Ultra Milk, dll

Manajemen Strategi
Perusahaan harus Meyakinkan kepada pelanggan bahwa produk Coca Cola tetap minuman bersoda no 1 di dunia, dan
Perusahaan mempertahankan kualitas produk supaya para pelanggan
tidak berpaling ke produk yang lain

Pendatang Baru ( New Entry )


Pendatang baru pada minuman Coca - Cola adalah seperti Mizone,
Pocari Sweet, dan lain sebagainya.
Manajemen Startegi :
Maka sebaiknya suatu perusahaan harus menerapkan strategi Porter
yaitu, Diferensiasi
Harga Yang murah dari produk pendatang baru tersebut.
Loyalitas Perusahaan Kepada para konsumen
Salah satu bentuk loyalitas coca cola yaitu dengan adanya Customer
Service System (CSS) yang merupakan sistem pelayanan pelanggan,
didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara
terus-menerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan
pelayanan

yang

optimal

kepada

seluruh

kebutuhan mereka masing-masing.

Kompetitor
kompetitor dari produk Coca - Cola adalah
* 7up
* Mirinda
* Pepsi
* Dan lain - lain.
Manajemen Strategi:
Harga Yang terjangkau
Kualitas yang lebih baik lagi
Inovasi Produk

pelanggan

berdasarkan

Salah satu inovasi yang dilakukan coca cola baru ini yaitu
membuat botol yang sepenuhnya terbuat dari tanaman. Berikut artikelnya
Kemasan Coca-Cola Akan Dibuat Sepenuhnya dari Tanaman

Perusahaan Coca-Cola akan membuat kemasan botolnya yang


sepenuhnya terbuat dari tanaman. Mereka menamakan teknologi ini
dengan sebutan PlantBottle. Inovasi ini telah diperkenalkan oleh mereka
pada

acara

World

Expo

Milan

pada

tanggal

Juni

2015

lalu.

Kemasan PlantBottle ini akan terus mengembangkan inovasi yang


berkelanjutan dengan menggunakan teknologi inovatif untuk membuat
botol plastik sepenuhnya dapat didaur ulang yang terbuat dari bahan
tanaman yang selalu terbarukan.

Dengan teknologi kemasan PlantBottle diharapkan setiap kemasan


botol yang dipakai, sehingga perusahaan-perusahan lain yang banyak
memproduksi kemasan botol bisa meniru visi yang dicanangkan oleh
perusahaan Coca-Cola yang menerapkan inovasi terbarunya ini.
Kemasan PlantBottle ini merupakan teknologi yang dipatenkan yang
dapat mengubah gula alami yang ditemukan dalam tanaman menjadi
bahan-bahan

untuk

membuat

botol

plastik

PET

(bahan

dari

polyester). Kemasan baru terlihat dan terasa sama dengan botol plastik
biasa; perbedaan utama adalah, proses manufaktur berbasis tanaman
terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Botol plastik biasa yang berasal dari minyak bumi, dan mereka
membakar sejumlah besar bahan bakar fosil untuk memproduksi dan
mendistribusikannya.

PlantBottle

Technolory

merupakan

upaya

operasional yang lebih bertanggung jawab, dengan jejak karbon yang


lebih

kecil.
Perusahaan Coca-Cola ini bisa menjadi perintis dengan teknologi ini

dalam mengubah penggunaan botol plastik PET di seluruh dunia yang


ramah lingkungan dengan menggunakan bahan berbasis tanaman.
Sehingga setiap botol yang telah dipakai dapat didaur ulang seluruhnya
yang

terbaut

dari

bahan

terbarukan

ini.

Sejak 2009 diluncurkan, Perusahaan Coca-Cola telah


mendistribusikan lebih dari 35 miliar botol di hampir 40 negara yang
menggunakan versi saat ini dari kemasan PlantBottle yang terbuat dari
hingga 30% bahan berbasis tanaman. Diperkirakan penggunaan kemasan
PlantBottle sejak diluncurkan telah membantu menyelamatkan emisi
tahunan setara dengan lebih dari 315.000 metrik ton karbon dioksida.
Kita pun tahu bahwa bahan botol plastik yang dipergunakan saat ini
merupakan bahan yang tidak mudah untuk diuraikan. Nah, dengan
adanya inovasi terbaru dari Perusahaan Coca-Cola ini dengan membuat
kemasan botol yang sepenuhnya dari bahan berbasis tanaman, akan
sangat membantu dalam mengurangi emisi tahunan. Dan tentunya
inovasi kemasan botol ini menjadi ramah lingkungan.
Fokus pada satu produk yaitu minuman bersoda No 1 di Dunia
D. FILOSOFI

Teori keunggulan kompetitif dikemukakan oleh Michael Porter dalam


bukunya The Competitve Advantage of Nation (1990). Menurut Porter
tidak ada korelasi langsung antara dua faktor produksi (sumber daya alam
yang melimpah dan sumber daya manusia yang murah) yang dimiliki
suatu negara, yang dimanfaatkan menjadi keunggulan daya saing dalam
perdagangan internasional. Banyak negara di dunia yang jumlah sumber
daya alamnya sangat besar yang proporsional dengan luas negerinya,
tetapi terbelakang dalam daya saing perdagangan internasional. Begitu
juga dengan tingkat upah yang relatif murah daripada negara lain, justru
berkorelasi erat dengan rendahnya motivasi bekerja yang keras dan
berprestasi.
Porter mendefinisikan industri sebuah negara sebagai sukses secara
internasional jika memiliki keunggulan kompetitif relatif terhadap para
pesaing terbaik di seluruh dunia. Sebagai indikator ia memilih keberadaan
ekspor yang besar dan bertahan lama dan/atau investasi asing di luar
wilayah yang signifikan berdasarkan pada keterampilan dan aktiva yang
diciptakan di negara asal.
Kemakmuran nasional diciptakan, bukan diwariskan. Kemakmuran
negara tidak tumbuh dari sumbangan alamiah sebuah negara, kumpulan
tenaga kerjanya, tingkat bunganya atau nilai kursnya, sebagaimana
dikemukakan oleh ekonom klasik. Daya saing sebuah negara tergantung
pada

kapasitas

pembaharuan.

industrinya

Perusahaan

untuk

memperoleh

berinovasi
keunggulan

dan

melakukan

terhadap

para

pesaing dunia yang terbaik, karena tekanan dan tantangan. Mereka


mendapatkan manfaat dari memiliki pesaing domestik yang kuat,
pemasok yang berbasis daerah asal yang agresif, dan para pelanggan
lokal.
Berikut merupakan inti dari teori Porter :
1.

Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan.


Keberhasilan atau kegagalan tergantung pada keberanian perusahaan
untuk mampu bersaing:
-

Mempertahankan tingkat keuntungan

Posisi yang langgeng/continue terhadap pelanggan /konsumen

2.

Keunggulan bersaing berkembang dari nilai yang mampu di


ciptakan oleh perusahaan bagi pelanggan atau pembeli.
Memilih dan Mengimplementasikan strategi generik :
-

Biaya Rendah (low cost) :

Strategi yang mengandalkan keunggulan biaya yang relative rendah


dalam menghasilkan barang dan jasa.
Keunggulan biaya bersumber dari :
1.

Pengerjaan bersekala ekonomis

2.

Teknologi dan peralatan milik sendiri

3.

Meminimalisir komposisi penggunaan bahan baku


-

Diferensiasi (differentiation) :

Kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa unik dan memiliki nilai
lebih dalam bentuk kualitas, sifat-sifat khusus/ ciri khas dan pelayanan
lainnya.
-

Fokus (Focus) :

Strategi yang berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasaran


tertentu.
a.

Focus biaya : mencari peluang daerah/ market yang memiliki daya

beli tinggi
b.

Focus diferensiasi : mencari peluang ke daerah/market yang

membutuhkan barang dan jasa yang unik dan kualitas tinggi meski harga
relative mahal.

E. Kesimpulan
Daya Saing Porter menekankan inovasi pengusaha dengan meningkatkan
kualitas produk untuk bersaing baik domestic maupun internasional untuk
meningkatkan ekonomi bangsa sehingga bisa bersaing dengan negara
lain