Anda di halaman 1dari 21

PEDOMAN

WAWANCARA
untuk
pengumpulan
tanaman obat

RISTOJA 2015

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
BALAI BESAR LITBANG TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL

I. METODE PULDAT
A. Wawancara
1. Pendekatan:
a. Emik untuk mengumpulkan seluruh informasi
mengenai tumbuhan obat dan obat tradisional (to-ot)
melalui sudut pandang battra tanpa intervensi apapun
b. Etik untuk melakukan analisis berdasarkan disiplin
keilmuan, baik antropologi, biologi dan kesehatan.
2. Teknik:
a. terstruktur sudah ada konsep-konsep yang akan
digali dan perjanjian langkah-langkah wawancara
selanjutnya dengan informan
b. bebas wawancara tidak terstruktur dimulai sesuai
situasi.
Instrumen: peneliti, alat bantu (tape recorder, buku
catatan, kamera)

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

B.
Observasi

Metode
puldat...

Pengamatan langsung kegiatan informan


1. Pengamatan aktivitas pengobatan: kondisi pasien,
cara, waktu, tempat, alat, bahan,
pakaian/aksesoris yang digunakan.
2. Pengamatan di lokasi informan: Koleksi TO,
Pengelolaan TO, Penyiapan dan pembuatan
ramuan, cara penggunaan TO.
3. Pengamatan di lokasi pengambilan TO: Data
habitat, Data GPS

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

Metode puldat...

C. Dokumentasi
1.
a.
b.
c.
2.
a.
b.
c.
3.
a.
b.

Wawancara:
Perekaman suara (audio)
Foto digital
Video (jika memungkinkan)
Pendokumentasian Tumbuhan obat:
Foto digital
Paspor tumbuhan
Herbarium
Catatan
Verbatim
Field note

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

II. LANGKAH-LANGKAH PULDAT


TIM

Observasi
Awal
Penunjuk
Penunjuk
Jalan
Penghubung
Jalan

INFORMAN
INFORMAN
CALON
INFORMAN
INFORMAN

Observasi

Wawancara

Sampel
Tumbuhan

Dokumentasi

Dokumentasi

Herbarium

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

Pengisian
Kuesioner
5

Penentuan Wilayah Kerja


Wilayah kerja Pengumpulan data RISTOJA
berdasar ETNIS bukan berdasar Wilayah Administrasi

Sebaran Populasi Etnis Sensus 2000


Ke-5 informan diharapkan dapat mewakili sebaran
populasi etnis yang meliputi :

-Wilayah administrasi yang berbeda


-Tingkat Ketinggian Wilayah yang berbeda

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

A. Penentuan Informan
1. Metode purposive sampling
2. PENGHUBUNGKepala masy adat, kepala suku,
kepala desa, kepala kampung, dinkes, puskesmas
dan sumber terpercaya lainnya
3. Penjelasan pada Penghubung:
a. maksud, tujuan dan tahapan penelitian
b. Kriteria informan :
i. memiliki pengetahuan dan kemampuan
melakukan pengobatan menggunakan TO
ii. melakukan praktik pengobatan
iii.Orang tersebut (butir i dan ii) merupakan
penduduk asli dan dikenal masyarakat setempat

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

PERHATIAN: yang dimaksud ASLI: termasuk orang yang


sudah ter-enkulturasi dengan budaya setempat.
Contoh: seseorang dari suku lain, tinggal lama di
suku tertentu dan memiliki pengetahuan, bahasa
serta tradisi lokal.

Penentuan informan,.......

lanjutan

c. Tanyakan nama dan alamat lengkap calon


informan.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

Penjelasan ....

3. HAL HAL YANG DILAKUKAN TIM PENELITI


a. Tim Peneliti melakukan pemetaan terhadap
beberapa calon informan.
b. Informan terpilih diutamakan yang paling
ampuh, terkenal dengan pasien terbanyak.
c. Informan spesialis/penyakit spesifik spt patah
tulang menjadi alternatif terakhir
d. Setelah selesai Tim Peneliti pindah ke lokasi
berikutnya (Kecamatan/Kabupaten lain)sesuai
langkah a-c.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

B. Penunjuk Jalan
menunjukkan lokasi informan dan lokasi tumbuhan
HAL HAL PERLU DIPERHATIKAN:
1. Bersedia untuk mengantarkan dan mendampingi saat
bertemu informan
2. Diutamakan orang lokal yang menguasai lokasi dan
bahasa daerah setempat UNTUK membantu
komunikasi tim peneliti dengan informan
3. Tidak diperkenankan untuk mempengaruhi
jawaban informan saat wawancara berlangsung.
4. Menerima imbalan sesuai besaran yang telah
ditetapkan

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

10

C. Persiapan Sebelum Bertemu INFORMAN


1. Periksa kelengkapan alat dan bahan puldat
2. Pelajari dengan seksama fungsi dan cara kerja alat
pendokumentasian perekam digital, kamera digital,
GPS, dan Perekam video (jika memungkinkan)
3. Pelajari dan pahami isi instrumen puldat, jika perlu, susun
daftar pertanyaan secara ringkas ke dalam catatan harian
(verbatim) sebagai alat bantu pengingat saat proses
wawancara
berlangsung
(pengenalan
tempat,
karakteristik informan, pengetahuan & ramuan, kearifan
lokal thd TO).

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

11

C. Persiapan Sebelum ........ lanjt

4. Distribusikan tugas anggota Tim:


a.mewawancarai dan mengobservasi
b.mencatat (verbatim),
c.mendokumentasikan (perekam suara, kamera, GPS,
paspor tumbuhan, video jika memungkinkan)

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

12

C.
Etika
Wawancara
1. Wajib
menghormati
norma sosial dan adat setempat.
2.
3.
4.
a.
b.
c.
d.
e.
5.
6.

Berpakaian sopan dan sederhana


Memohon kesediaan informan untuk diwawancarai
Saat wawancara:
Ciptakan kesan dan suasana yang baik dan nyaman,
bersikap penuh perhatian dan netral
Menjadi pendengar yang baik, tidak mengarahkan dan
hindari percakapan menyimpang yang berlarut-larut
Tidak memberi kesan memaksa dan tidak emosi
Tidak menanyakan hal-hal sensitif.
Bersikap rendah hati dan ramah dalam bertindak dan
bertutur kata
Buat janji jika akan melakukan kunjungan berikutnya.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

13

D. Teknik Wawancara
1. Bukalah pembicaraan dengan salam dan bersikap
sopan.
2. Perkenalkan semua anggota tim, dengan menyebutkan
nama, asal, dan keterangan lain yang dapat
mendukung kelancaran wawancara
3. Jelaskan maksud dan tujuan kedatangan sesuai dengan
NASKAH PENJELASAN, jika perlu, tim peneliti dapat
menyampaikan dalam bahasa lokal.
4. Mengobservasi kondisi/suasana lingkungan untuk
memperkaya bahan pembicaraan
5. Jika informan terkesan enggan diwawancarai, lakukan
pendekatan persuasif
6. Jika informan sudah terlihat kooperatif, mohon ijin
untuk mengambil foto dan merekam wawancara

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

14

Teknik Wawancara....
7. Pastikan informan menandatangani
PERSETUJUAN SETELAH
PENJELASAN/PSP
9. Catat semua informasi dengan teliti,
lengkap, jelas dan apa adanya
10.Jika informasi yang diperoleh kurang
lengkap, maka dilakukan kunjungan
ulang

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

15

Teknik Wawancara....
11. Buat janji dengan informan untuk mengantar dan
mengambil spesimen TO
12. Apabila semua jawaban telah lengkap, sampaikan
ucapan terima kasih dan berikan bahan kontak,
transport penunjuk jalan TO, dan penggantian TO,
sebelum meninggalkan rumah informan.

NOTE Setiap hari setelah pengumpulan data, pindahkan hasil setiap


catatan harian (verbatim) tim peneliti ke dalam catatan lapangan (fieldnote).
Jika terdapat catatan, rekaman suara dan video yang tidak jelas, catat dan
segera konfirmasikan kepada informan. Selanjutnya pindahkan catatan
lapangan ke dalam kuesioner

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

16

E. Pengambilan Spesimen TO
1. Periksa alat dan bahan yang perlu dibawa ke
lapangan. Susun alat dan bahan pembuatan
herbarium sedemikian rupa sehingga dapat
digunakan dengan cepat dan tepat.
2. Tegaskan kembali tugas masing2 anggota Tim
untuk kelancaran pengambilan spesimen
tumbuhan.
3. Buat daftar nama dan khasiat tumbuhan yang
telah disebutkan informan secara ringkas
4. Saat informan menunjukkan tumbuhan, minta
keterangan dgn detil.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

17

Pengambilan Spesimen
Tumbuhan...

5. Meminta agar informan tetap mendampingi tim


sampai pengambilan setiap spesimen tumbuhan
selesai.
6. Amati semua jenis tumbuhan yang dijelaskan oleh
informan pada saat wawancara dengan seksama
7. Dokumentasikan semua proses dalam
pengambilan spesimen TO
8. Jika pengumpulan data telah selesai, berikan
semua hak/kompensasi informan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Ucapkan terima kasih
pada saat berpamitan.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

18

1.

F. Pengendalian Mutu
Wawancara
Tim harus segera melakukan pengalihan data catatan
harian (verbatim) ke catatan lapangan (fieldnote) dan
kuesioner. Jika masih ada informasi yang belum di
tuangkan dalam verbatim, maka segera tuliskan
dalam fieldnote

2. Konfirmasi kembali pada informan jika terdapat


keterangan yang tidak jelas (triangulasi).
3. Apabila ada permasalahan dalam pengisian data

pengisian catatan harian (verbatim), catatan


lapangan (fiednote) dan pengisian kuesioner maka
tim segera menghubungi koordinator teknis
(koorteks).
4. Kuesioner yang sudah diisi, diperiksa dan ditandatangani
oleh koorteks.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

19

H. Entry Data
Setelah tim selesai melakukan pengumpulan
data dan pengisian kuesioner, tim melakukan
entry data sesuai dengan Pedoman Manajemen
Data RISTOJA 2015.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

20

TERIMA KASIH

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI

21