Anda di halaman 1dari 5

1.

PERSEPSI
Tujuan
: peserta mengetahui dan memahami persepsi
Target
:
- peserta mengetahui bahwa perbedaan pendapat dapat terjadi
karena adanya perbedaan persepsi
- peserta memahami bahwa persepsi dipengaruhi oleh beberapa
factor seperti kebutuhan system, nilai, dll yang kemudian akan
menghasilkan suatu stimulus
- peserta dapat mengetahui bahwa persepsi bersifat subyektif
dan belum tentu kebenarannya
Waktu : 90 menit
Metode : ceramah, diskusi, simulasi
Kisi kisi materi :
2. KESALAHAN BERFIKIR
3. MENDENGAR AKTIF
4. BERBICARA EFEKTIF
5. AKU

1.

Tujuan :
o peserta mengetahui dan memahami cara berfikir prestatif
melalui pemahaman ambisi, kenyataan dan usaha
Target:
o Peserta mengetahui bahwa ambisi, kenyataan dan usaha
merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan.
o Peserta mengetahui prinsip-prinsip serta tujuan dalam
berambisi.
o Peserta diharapkan dapat menerapkan konsep AKU dalam usaha
berpikir prestatif.
Waktu : 90 menit
Metode : ceramah, diskusi, simulasi
Kisi kisi materi : Ambisi adalah sesuatu yang ingin dicapai seseorang.

Jenis-jenis ambisi:

- ambisi hampiran yang diusahakan untuk terjadi


- ambisi hindaran yang diusahakan agar tidak terjadi
Faktor penyebab timbulnya ambisi adalah kebutuhan untuk:

2.

Kenikmatan
Ketentraman
Kehangatan
Citra/Ketenaran
Kekuasaan
Keberhasilan
Kenyataan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi peluang keberhasilan dalam mencapai
suatu ambisi.

Jenis-jenis kenyataan:
1.
2.

3.

Kenyataan Eksternal ( yang berada di luar diri individu )


Kenyataan Internal,meliputi:

Keyakinan (SINA)
yaitu kumpulan keyakinan individu mengenai suatu hal

Kesanggupan,antara lain: bakat, kemampuan, kecerdasan, keterampilan.


Temperamen ( watak )
Status Afektif (emosi), takut, marah, kecewa
Selera
Sikap
Gaya kerja
Usaha adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai ambisi.
Macam-macam usaha:
1.

Usaha Reaktif
adalah usaha yang dilakukan terutama untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

2.

Usaha Proaktif
adalah usaha yang dilakukan untuk menghampiri ambisi.

4.

SWOT adalah metode analisa yang mencakup: strength (kekuatan), weakness (kelemahan),
opportunities (peluang), threat (ancaman).

6. SRK

Tujuan :
o Peserta mengetahui dan memahami konsep dasar dari sasaran,
resiko dan konsekuensi dalam upaya berpikir prestatif.
o Peserta memahami serta menyimpulkan kolerasi antara SRK
konsep materi sebelumnya
Target :
o Peserta mengetahui dan memahami faktor yang harus
dipertimbangkan dalam menentukan sasaran atau target.
o Peserta mengetahui dan memahami kemungkinan peluang
setiap resiko yang akan terjadi dari setiap pengambilan
keputusan.
o Peserta mengetahui dan memahami konsekuensi yang
diakibatkan oleh resiko dan memiliki pandangan tindakan yang
akan dilakukan selanjutnya.
Waktu : 90 menit
Metode : ceramah, diskusi, dan simulasi.
Kisi-kisi materi :
o Sasaran adalah penjelasan mengenai tujuan yang akan dicapai dalam pengambilan suatu

tindakan.
Resiko adalah kemungkinan bahaya yang terjadi (kurang menyenangkan dari usaha atau

yang dilakukan).
Konsekuensi adalah akibat yang ditimbulkan dari suatu resiko.

7. PENGENALAN DIRI

Tujuan :
o Peserta mampu mengenali potensi dalam diri masing-masing.
o Peserta mampu mengenali kepribadian diri sendiri.
Target :
o Peserta mengetahui tipe kepribadian
o Peserta mengetahui ciri-ciri tipe kepribadian
o Peserta mengenali tipe kepribadian diri sendiri
Waktu : 60 menit
Kisi-kisi materi :

Kisi-kisi materi :
1.
2.
a.
b.
c.
d.
3.

a.
b.
c.
d.
-

Pengenalan diri adalah proses membuat orang lain mengerti siapa diri saya ini dengan tepat.
Tipe-tipe kepribadian terdiri dari :
Sanguinis (populer)
Koleris (kuat)
Melankolis (sempurna)
Plegmatis (damai)
Ciri-ciri masing-masing tipe kepribadian antara lain sebagai berikut :
Sanguinis
suka berbicara,humoris
emosional dan demonstratif
antusias dan ekspresif
periang, penuh semangat
kekanak kanakan
kreatif dan inovatif
spontanitas
cepat minta maaf, bukan pendendam
ingatan kuat pada warna
Koleris
berbakat pemimpin
dinamis, aktif,suka perubahan
harus memperbaiki kesalahan
kemauan kuat dan tegas
memancarkan keyakinan
menekankan fungsi hasil
berkembang karena saingan
tidak terlalu perlu teman
selalu benar dan unggul dalam keadaan darurat
Melankolis
mendalam, penuh pikiran
analitis
serius dan tekun
berbakat, artistik, musikal, filosofis, puitis
menghargai keindahan
perasa terhadap orang lain
suka berkorban, idealis
berorientasi jadwal, perfeksionis, perhatian
teratur, rapi, setia, berbakti
Plegmatis
rendah hati, mudah bergaul

tenang, cerdas, santai


menyembunyikan emosi
tidak suka menyinggung
baik di bawah tekanan
menjadi penengah masalah
mudah sepakat
menghindari konflik
suka mengawasi orang
perhatian, tidak tergesa-gesa
pendengar yang baik
konsisten

8. PENGEMBANGAN DIRI
Tujuan :
o Peserta mampu mengembangkan potensi dalam diri
o Peserta mampu mementukan visi misi diri sendiri
o Peserta mengetahui cara memanajemen waktu diri sendiri
Target :
o Peserta mengetahui pembagian dalam manajemen waktu
o Peserta mengetahui urgensitas dan pentingnya waktu
o Peserta memiliki pandangan visi dan misi diri sendiri
Waktu : 60 menit
Kisi-kisi materi :
Kisi-kisi Materi :
1.

Hakekat Waktu

Waktu adalah esensi hidup kita

Sifat waktu adalah tidak dapat kembali, cepat berlalu, momen yang berlalu belum tentu dapat terulang
Oleh karena itu, diperlukan suatu manajemen waktu.
Indikasi Pengaturan waktu yang Buruk :
1.Sebagian jadwalnya ditentukan orang lain
2.Sering menghadiri acara yang kurang penting
3.Suka menunda pekerjaan
4.Suka mlakukan pekerjaan dalam kondisi mendesak
5.Sering menghabiskan waktu untuk Having Fun
6.Sering merasa sibuk dan kekurangan waktu
7.Banyak masalah/pekerjaan yang tertunda penyelesaianya
8.Produkivitas kerja berkurang

2.

Visi-Misi hidup
Visi Kemampuan untuk melihat harapan atau cita-cita masa depan.

Pentingnya visi:
1. Mendorong untuk berpikir lebih mendalam tentang hidup
2. Membantu memeriksa pikiran-pikiran dan perasaan yang terdalam
3. Menjelaskan hal yang benar-benar penting
4. Memungkinkan untuk membuat kemajuan hari demi hari ke arah tercapainya tujuan jangka panjang
5. Mengarahkan misi layar kehidupan
6. Memberikan keterarahan hidup
7. Memudahkan dalam mengelola potensi dan karunia yang ada
Misi Langkah2 yang diyakini kebenarannya untuk mencapai visi.
Pentingnya misi:

3.

Misi akan mengarahkan bagaimana peran-peran dalam kehidupan

Misi utama hidup manusia adalah untuk ibadah

Memungkinkan adanya masukan dari seluruh potensi yang akan kita kembangkan

Misi menggambarkan target pribadi dan pelayan utama yang akan diberikan kepada orang lain
Kuadran waktu
Penting

Tidak penting

Mendesak

Kuadran I

Kuadran II

Tidak mendesak

Kuadran III

Kuadran IV

9. PRIBADI DAN ORGANISASI