Anda di halaman 1dari 13

DIETARY SUPPLEMENTATION AND

RAPID CATCH-UP GROWTH AFTER


ACUTE DIARRHOEA IN CHILDHOOD
BY SIMON HOARE, SALLY D. POPPITT, ANDREW M. PRENTICE AND
LAWRENCE T. WEAVER*

K H O N S A H A RT S U S Y U H A D A
P E M B I M B I N G : D R . J A U H A R I T R I W A S I S T A , S P. A
K E PA N I T E RA A N K L I N I K S TA S E P E D I AT R I
RSUD CIANJUR 2015

LATAR BELAKANG

Diare adalah salah satu penyebab


utama darigagal tumbuh pada anakanak di Gambian,

Meskipun banyak faktor yang


mempengaruhi
gagal
tumbuh
( makanan , gastrointestinal ,
metabolisme
,
imunologi
,
mikrobiologi
)
namun
asupan
makanan yang inadequat setelah
diare dianggap paling berpengaruh.
Pemilihan waktu yang tepat untuk
peningkatan
asupan
makanan
setelah
kehilangan
berat
badan
dianggap
penting
untuk
menggantikan nutrisi yang hilang
selama diare agar pertumbuhan tidak
terhambat

TUJUAN PENELITIAN

untuk menguji hipotesis bahwa pemberian


suplement makanan tinggi kalori-tinggi protein
jangka pendek pada anak-anak dengan
penurunan berat badan pasca diare sangat
penting untuk proses kejar tumbuh dan
pentingnya pemilihan waktu yang tepat untuk
peningkatan intake pada anak tersebut.

METODE PENELITIAN

Penelitian
ini
dilakukan
oleh
Medical
Research
Council ( MRC )
Dunn Satuan Nutrisi
di
desa
Gambia
pedesaan
Keneba
periode Juni 1990
sampai
Februari
1991,
yang
merupakan periode
puncak
prevalensi
diare.

Dipilih
40
orang
anak
yang
memenuhi
kriteria
inklusi penelitian.

6
orang
anak
dikeluarkan
dari
penelitian,
3
diantaranya karena
mengalami
infeksi
saluran
nafas
bawah,
2
orang
gagal rehidrasi oral
dan
1
orang
meninggal
karena
sepsis. Tersisa 34
anak.

Kriteria
inklusi

Penurunan
berat badan 5%

Anak usia 4-22


bulan

Diare minimal
48 jam dengan
atau tanpa
muntah

Sample dipilih secara


acak di bagi menjadi
kelompok
intervensi
nutrisi
secara
dini( early nutritional
intervention: Grup E
n=18) dan kelompok
intervensi
nutrisi
lambat
(late
nutritional
intervention : Grup L n
=16 )

Anak grup E diberikan


suplemen
tinggi
kalori-tinggi
protein
setiap hari selama 2
minggu dan setelah 2
minggu
diberikan
asupan
makanan
seperti
sebelumnya
dan anak grup L di
pulangkan
kerumah
dan diberikan asupan
makanan
normal
seperti
biasa
lalu
diberikan
suplemen
makanan tinggi kaloritinggi protein dari hari
ke 15-28 pasca diare.

SKEMA PEMBERIAN SUPLEMENTASI PADA SAMPLE

KOMPOSISI SUMPLEMEN MAKANAN YANG DIGUNAKAN PADA


PENELITIAN

HASIL

Setelah dilakukan analisis statistik, terdapat peningkatan


berat badan yang signifikan dalam pada kedua kelompok
selama periode intervensi ( P < 0,001 ) . Sedangkan selama
periode non - intervensi tidak ada perubahan berat badan
yang signifikan terjadi pada kedua kelompok .

KEJADIAN DIARE DAN MUNTAH SELAMA


INTERVENSI

Diare dan muntah meningkat pada kedua kelompok selama


periode intervensi ( Tabel 4) .
Setelah dilakukan analisis statistik , didapatkan bahwa pemberian
intervensi pada kelompok E memicu terjadinya diare dan muntah.
Sedangkan pada kelompok L tidak ada perbedaan yang signikfikan
antara intervensi dan tanpa intervensi terhadap kejadian diare
dan muntah

PEMBAHASAN
Penelitian
ini
relevan
dengan
dua
penelitian
sebelumnya : terdapat hubungan yang erat antara
penyakit diare dan gagal tumbuh ( Briend et al 1989; .
Briend , 1990; Black, 1991) , dan pengelolaan yang
optimal dari anak yang menderita penurunan berat
badan
akut setelah
diare ( Brown
MacLean ,
Pada penelitian
iniepisode
menunjukan
bahwa& pemberian
1984)
.
suplemen
makanan jangka pendek mempercepat
kenaikan berat badan 4-5 kali dibandingkan tanpa
pemberian suplemen.
Anoreksia sering terjadi pada diare, untuk itu pada
penelitian ini disarankan untuk memberikan makanan
dalam porsi kecil serta kaya rasa namun dalam
frekuensi
yang
sering
untuk
membantu
mengembalikan
nafsu
makan
dan
mencukupi
kebutuhan nutrisi .

Jenis makanan yang diberikan haruslah makanan dengan


kandungan nutrisi tinggi dengan osmolaritas rendah untuk
mencegah terjadinya diare osmotif pada anak.
Namun efek negatif dari pemberian suplement makanan adalah
menurunnya asupan asi .
Meskipun diare dapat bertahan selama proses re-feeding yang
mungkin diakibatkan karena enteropati yang persisten , namun
pemberian suplemen makanan harus dilakukan se-segera
mungkin setelah terjadinya penurunan berat badan.
Sebaiknya dirancang program pengobatan diare dan pemberian
suplemen makanan setelah diare untuk mencegah terjadinya
malnutri dan gagal tumbuh pada anak-anak di negara
berkembang .

KESIMPULAN

Pemberian
suplementasi
gizi
Jangka
pendek
dengan
suplemen
energi
tinggi
protein
sangat
penting
untuk
mmepercepat kejar
tumbuh
dan
pemulihan gizi pada
populasi
yang
berisiko
terkena
diare
dan
gizi
buruk.

Waktu yang tepat


untuk
pemberian
suplementasi
makanan pada anak
pasca diare adalah
sesegera
mungkin
setelah
terjadinya
penurunan
berat
badan