Anda di halaman 1dari 3

Sistem Penilaian

PENETAPAN PENILAIAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK


SMK PRIMA WISATA JAKARTA BARATA
Penilaian hasil belajar siswa pada setiap mata pelajaran dilakukan terhadap tiga aspek, yaitu
aspek pengetahuan (kognitif), aspek ketrampilan/praktik (psikomotor), dan aspek sikap
(afektif). Disamping itu, setiap guru juga diwajibkan memberi nilai kepribadian kepada setiap
siswa yang diajar.
A.

Aspek Pengetahuan
Penilaian terhadap aspek pengetahuan dilakukan melalui Ulangan Harian Terpadu (UHT),
Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS) dan Tugas.
1. Ulangan Harian
Ulangan Harian dalam satu semester dilaksanakan sebanyak satu kali dilaksanakan
oleh guru mata pelajaran masing-masing sesuai dengan waktu yang ditentukan.
2.

Ulangan Tengah Semester


Ulangan Tengah Semester dilaksanakan satu kali pada pertengahan semester dengan
rentangan materi dari awal semester. Bentuk soal Essay dengan jumlah soal 5 - 10
soal.Banyaknya soal dari KD yang telah diujikan di UHT dan KD yang akan
diujikan pada UTS adalah 20% : 70%.

3.

Ulangan Akhir Semester


Ulangan Akhir Semester dilaksanakan satu kali pada akhir semester
dengan
rentangan materi dari awal semester. Bentuk soal Pilihan Ganda dengan jumlah soal
30 - 50 soal. Banyaknya soal dari KD yang telah diujikan pada ulangan
sebelumnya dan KD yang akan diujikan pada UAS adalah 30% : 70%.

4.

Tugas
Dalam satu periode Ulangan Harian Terpadu, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan
Akhir Semester, setiap guru wajib melaksanakan penilaian pada komponen Tugas
minimal satu kali. Jika lebih dari satu kali maka nilai-nilainya dirata-rata, sehingga
pada satu periode Ulangan, setiap guru mempunyai satu buah nilai Tugas untuk semua
siswa yang diajar. Pelaksanaan pemberian Tugas, bentuk Tugas, maupun prosedur
penilaiannya diserahkan kepada guru masing-masing.
Rentangan nilai untuk Nilai Ulangan dan Nilai Tugas adalah 0 s.d. 100.
Nilai Ulangan dan nilai Tugas tersebut kemudian digabung (dirata-rata) dengan bobot
yang sama, atau dengan rumus :

Ketuntasan belajar siswa pada periode Ulangan tersebut ditentukan oleh rata-rata nilai
UH, Nilai UTS, Nilai UAS dan Nilai Tugas tersebut.
B.

Aspek Ketrampilan/Praktik
Dalam satu periode Ulangan , setiap guru pengampu mata pelajaran praktik wajib
melaksanakan penilaian pada aspek Praktik minimal satu kali. Jika lebih dari satu kali
maka nilai-nilainya dirata-rata, sehingga pada satu periode
Ulangan setiap guru mempunyai satu buah nilai dari aspek praktik untuk semua siswa
yang diajar. Pelaksanaan praktik, bentuk praktik, maupun prosedur penilaiannya
diserahkan kepada guru masing-masing disesuaikan dengan materi pelajarannya.
Rentang nilai untuk Nilai Praktik adalah 0 s.d. 100.

C.

Aspek Sikap
Dalam setiap akhir semester setiap guru wajib menyerahkan nilai untuk Aspek Sikap untuk
semua siswa yang diajar. Prosedur penilaian aspek sikap diserahkan kepada guru masingmasing.

Rentang nilai untuk Nilai Sikap adalah 1 s.d. 4.


D. Nilai Kepribadian
Dalam setiap akhir semester setiap guru wajib menyerahkan nilai Kepribadian untuk
semua siswa yang diajar. Komponen Kepribadian yang dinilai adalah Kedisiplinan,
Kebersihan, Kerjasama, Kesopanan, Kemandirian, Kerajinan, Kejujuran, Kepemimpinan,
dan Ketaatan.
Rentang nilai untuk Nilai Kepribadian adalah 1 s.d. 4.
Nilai Kepribadian yang dituliskan di rapot setiap siswa pada akhir semester adalah ratarata dari nilai kepribadian yang diberikan oleh semua guru yang mengajar.
E.

REMEDIAL
Remedial dilakukan hanya pada nilai aspek kognitif, yaitu bagi siswa yang nilai akhir UH,
UTS,
(rata-rata
dari
nilai
UH/UTS/UAS
dan
Nilai
Tugas)
dibawah
KKM.
Siswa maksimal diberi dua kali kesempatan remedial, tetapi tidak melampaui batas waktu
yang ditentukan.
Pelaksanaan remedial UH/UTS, bentuk remedial , dan prosedur penilaiannya diserahkan
kepada masing-masing guru namun bentuk remedial tidak berupa benda/barang tapi
berupa tulisan/lisan, sedangkan waktu pelaksanaannya dalam kurun waktu satu sampai
dua minggu setelah pelaksanaan Ulangan. Waktu pelaksanaan setelah selesai KBM atau
pada hari Sabtu sepengetahuan bagian kurikulum..
Nilai hasil remedial maksimum sama dengan KKM mata pelajaran yang bersangkutan, dan
minimum sama dengan (KKM 2), misal KKM =75 maka Nilai maksimum = 75 dan nilai
minimum = 73.
Siswa yang seharusnya remedial, tetapi tidak mengikuti remedial maka nilainya tetap
sama dengan nilai ulangan Ulangan yang diperoleh setelah ada konfirmasi guru bidang
studi kepada walikelas.Apabila nilai sangat jauh dari KKM maka nilai remedial KKM (410)

F.

Nilai Akhir untuk Rapot


Nilai akhir untuk rapot akhir semester adalah nilai rata-rata dari nilai akhir ulangan UH,
UTS dan UAS yang ada, baik untuk aspek kognitif maupun aspek praktik, dimana bobot
dari setiap nilai akhir ulangan tersebut adalah sama, atau dengan rumus :

Tidak ada kesempatan remedial bagi siswa yang mendapatkan Nilai Akhir untuk
Rapor masih dibawah KKM.

PASAL II
KRITERIA KENAIKAN KELAS
A.

KRITERIA KENAIKAN KELAS untuk siswa Kelas X


Siswa kelas X dinyatakan naik ke kelas XI jika :
1. Banyaknya mata pelajaran yang tidak tuntas tidak lebih dari 2 (dua) mata pelajaran
dengan tidak memperhatikan mata pelajaran tertentu.
2. Banyaknya ketidakhadiran ( Sakit, Ijin, dan Alpha) dalam satu tahun tidak lebih dari
24 hari. Untuk siswa yang sakit dengan keterangan dokter dapat dipertimbangkan.
3. Wajib mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler dan mendapatkan nilai paling
rendah 75(B-) (rata-rata nilai ekstrakurikuler semester 1 dan semester 2). Nilai
ekstrakurikuler merupakan faktor X pada rapat kenaikan kelas.)
4. Poin pelanggaran Tata Tertib tidak lebih dari 90 poin selama 1 (satu) tahun.

B.

KRITERIA KENAIKAN KELAS untuk siswa Kelas XI


Siswa kelas XI dinyatakan naik ke kelas XII jika :
1. Banyaknya mata pelajaran yang tidak tuntas tidak lebih dari 2 (dua) mata pelajaran

2.
3.

4.

dengan tidak memperhatikan mata pelajaran tertentu.


Banyaknya ketidakhadiran ( Sakit, Ijin, dan Alpha) dalam satu tahun tidak lebih dari
24 hari. Untuk siswa yang sakit dengan keterangan dokter dapat dipertimbangkan.
Wajib mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler dan mendapatkan nilai paling
rendah 75(B-) (rata-rata nilai ekstrakurikuler semester 1 dan semester 2). Nilai
ekstrakurikuler merupakan faktor X pada rapatkenaikan kelas.)
Poin pelanggaran Tata Tertib tidak lebih dari 90 poin selama 1 (satu) tahun.

Penjelasan :
Yang dimaksud tuntas pada kriteria di atas adalah :
Seorang siswa dikatakan tuntas pada suatu mata pelajaran jika rata-rata nilai raport semester
I dan semester II mata pelajaran tersebut untuk aspek pengetahuan dan praktik tidak kurang
dari KKM (lebih besar atau sama dengan KKM) .
KKM = Kriteria Ketuntasan Minimal
Nilai Raport adalah nilai rata-rata dari nilai UHT, UTS dan UAS yang telah dilaksanakan pada
semester yang bersangkutan.

PASAL III
KRITERIA PEMINATAN KURIKULUM 2013
Peminatan dilakukan pada saat PPDB dengan ketentuan sebagai berikut :

Siswa yang diterima pada PPDB adalah siswa yang sudah memilih jurusan MIA dan IIS
Peserta PPDB Yang sudah diterima di SMA 80 akan di seleksi untuk penempatan kelas
Melalui replacement test /tes penempatan kelas dengan kiteria .
PASAL IV
KRITERIA KELULUSAN KELAS XII

Siswa kelas XII dinyatakan LULUS jika :

Menyelesaikan seluruh program pembelajaran, dibuktikan dengan mempunyai nilai


raport pada setiap pelajaran dan setiap semester dari kelas X s.d. kelas XII.
Memperoleh rata-rata nilai pada aspek sikap (afektif) minimal Baik untuk setiap mata
pelajaran.
Lulus Ujian Sekolah, baik ujian tulis maupun ujian praktik

Lulus Ujian Nasional.


Kriteria Kelulusan Ujian Nasional mengacu pada kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh
Pemerintah (BSNP), sedangkan kriteria kelulusan ujian sekolah ditentukan melalui rapat dewan
guru (di akhir Semester 2) dengan memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh
Pemerintah (Dinas Pendidikan Provinsi).

PASAL V
KEPANITIAAN
Kepanitiaan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah baik yang berkaitan dengan
bidang Kurikulum, Kesiswaan maupun bidang yang lain akan ditentukan pada awal tahun
pelajaran, dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan yang ada, kompetensi
dan kemampuan personil, dan azas pemerataan.