Anda di halaman 1dari 326

GeolistrikErisha Aryanti (12313016)

Nanda Wening(12313024)
Raafiane Asri (12313026)
Arzalia Wahida(12313032)
Bella Marcelina(12313040)
Kevin Hartono (12313048)
Rianty K. Dewi (12313074)

Seismik

GPR

Metode
Geofisik
a

Elektromagnet
ik

Magneti
k

Geolistri
k
Gravity

1.
Teori
Dasar

2.
Konfigurasi
Elektroda

5. Teknik
Pengambil
an Data
7.
SOP

3. Tokoh
&
Sejarah

GEOLISTR
IK
8.
Pengolahan
Data

10.
Dokumentasi

4.
Peralatan
Geolistrik
6.
Software

9.
Kesimpulan

11. Daftar
Pustaka

1.
TEORI
DASAR

1. TEORI DASAR
Metode

geolistrik merupakan salah


satu metode geofisika untuk
mengetahui keadaan bawah tanah
dengan mengukur sifat-sifat
kelistrikan batuan di bawah tanah.
Caranya dengan mengirimkan arus
dan mengukur potensial yang
terukur di bawah tanah.

1. TEORI DASAR
Metode

geolistrik biasanya
digunakan untuk bahan
pertambangan, panas bumi serta
untuk mencari sumber air.

Sumber :
http://www.google.com/imgres?imgurl=https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://rimrock.com

1. TEORI DASAR

Dalam metode geolistrik berlaku


hukum ohm yang menyatakan bahwa
beda potensial berbanding lurus
dengan arus listrik.
V = I.
R
Keterangan :
V = Tegangan (Volt)
I = Arus (Ampere)
R = Hambatan / Resistansi (Ohm)

1. TEORI DASAR
Hukum Ohm :
V = I.
R
R ~ panjang
Resistansi (R)
bergantung kepada
sifat bahan

R ~ 1/luas

1. TEORI DASAR

=
A=

L=p
anjan

luas

Keterangan :
R=Resistansi ()
=Resistivitas(.m)

Resistivitas merupakan karakteristik


dari suatu material.

1. TEORI DASAR

Nilai resistivitas dari berbagai tipe


tanah/batuan (roy, E.H., 1984)
Jenis Batuan / Tanah
Tanah lempung, basah
lembek
Tanah lanau & tanah lanau
basah lembek
Tanah lanau, pasiran
Batuan dasar berkekar
berisi tanah lembab

Resistivitas
(m)
1.5 3.0
3 15
15 150
150 300

Tabel lanjutan

1. TEORI DASAR

Nilai resistivitas dari berbagai tipe


tanah/batuan (roy, E.H., 1984)
Jenis Batuan / Tanah
Pasir kerikil terdapat
lapisan lana
Batuan dasar berisi
tanah kering
Batuan dasar tak lapuk

Resistivitas
(m)
300
300 2400
2400

1. TEORI DASAR

Nilai resistivitas dari berbagai tipe


tanah/batuan (roy, E.H., 1984)
Jenis
Batuan/Tanah/Air
Clay / lempung
Silt / lanau
Marls / batulumpur
Kuarsa
Sandstone / Batupasir
Limestone / Batukapur

Resistivitas
(m)
1 100
10 200
3 70
200.000.000
50 -500
100 500

Tabel lanjutan

1. TEORI DASAR

Nilai resistivitas dari berbagai tipe


tanah/batuan (roy, E.H., 1984)
Jenis
Batuan/Tanah/Air
Lava
Air Tanah
Air Laut
Breksi
Andesit
Tufa Vulkani

Resistivitas (m)
100 50.000
0.5 300
0.2
75 200
100 200
20 100

1. TEORI DASAR
Pengukuran

resistivitas batuan
dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti :
a. homogenitas batuan,
b. kandungan air,
c. porositas,
d. permeabilitas,
e. kandungan mineral.

1. TEORI DASAR
Metode

yang dapat digunakan untuk


mendeteksi nilai kelistrikan yaitu :
a. arus telluric,
b. magnetotelluric,
c. elektromagnetik,
d. induced polarization,
e. resistivity.
digunakan dalam
metoda geolistrik

1. TEORI DASAR
Metode

resistivity adalah metode


penginjeksian arus listrik ke bawah
tanah melalui dua elektroda arus.
Setelah di injeksikan arus, maka
nilai beda potensial bawah tanah
dapat terukur.
Dari hasil arus dan beda potensial
yang ada dapat ditentukan variasi
nilai resistivity dari tiap titik.

1. TEORI DASAR
Metode

geolistrik resistivitas sering


digunakan dalam dunia eksplorasi
khususnya eksplorasi air tanah
karena resistivitas dari batuan
sangat sensitif terhadap kandungan
air, dimana bumi dianggap sebagai
sebuah resistor.
Metode resistivitas umumnya
digunakan untuk eksplorasi dangkal
dengan kedalaman < 300 m.

1. TEORI DASAR
Prinsip
a.
b.

dalam metode resistivitas :


penginjeksikan arus listrik ke dalam
bumi melalui dua elektroda arus,
menghasilkan beda potensial yang
terjadi akan diukur melalui dua
elektroda potensial.

1. TEORI DASAR
Injeksi
arus

Menghasilkan
beda
potensial

1. TEORI DASAR
equipotensial

Metode

resistivitas akan mengalirkan


arus ke segala arah dari sumber titik
arus dan membentuk suatu
permukaan bola dengan titik-titik
yang memiliki besar arus yang sama
yang di sebut bidang equipotensial.

1. TEORI DASAR
Arus

yang kita berikan dapat


terjadi secara :
a. alamiah (pasif)
b. injeksi arus(aktif)
.Pada metoda geolistrik, arus yang
akan kita berikan adalah arus aktif
(injeksi arus)yang bersumber dari
aki ataupun dari alat geolistriknya
langsung

1. TEORI DASAR
Hasil

yang kita dapatkan pada


metode geolistrik berupa nilai-nilai
resistivitas semu (apparent
resistivity) antar lapisan batuan.
Resistivitas semu (apparent
resistivity) dapat memberi
gambaran bawah tanah secara
kualitatif.

1. TEORI DASAR
Pengukuran

resistivitas semu ini


dapat dibagi menjadi dua cara yaitu
:
a. fungsi spasi (sounding)
b. fungsi posisi (mapping)

1. TEORI DASAR
Sounding

Digunakan untuk memperoleh


distribusi hambatan jenis listrik bumi
terhadap kedalaman dibawah suatu
titik di permukaan bumi. Dalam
pengukuran ini jarak antar elektrode
berangsur-angsur mengalami
pertambahan.

1. TEORI DASAR
Sounding

(Schlumberger)

1. TEORI DASAR
Sounding

(Dipole-dipole)

1. TEORI DASAR
Sounding

(Pole-dipole)

1. TEORI DASAR
Sounding

(Wenner)

1. TEORI DASAR
Mapping

Digunakan untuk mengetahui variasi


hambatan jenis bumi secara latera
ataupun horizointal. Dalam
pengukuran ini jarak antar elektrode
dipertahankan tetap dan secara
bersama-sama digeser sepanjang
lintasan pengukuran.

1. TEORI DASAR
Mapping

(Pole-pole)

2.
Konfigur
asi
Elektroda

Schlumberg
er
Wenner

KONFIGURA
SI
ELEKTRODA

DipoleDipole
Pole-pole

Pole-Dipole

Kelebiha
n
Kekurang
an
Kelebiha
n
Kekurang
an
Kelebiha
n
Kekurang
an
Kelebiha
n
Kekurang
an
Kelebiha
n
Kekurang
an

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Schlumberger

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Schlumberger
Konfigurasi ini merupakan teknik
sounding.
Jarak antar arus dan antar elektroda
bervariasi, sehingga yang dipindahpindahkan hanya bentangan arus
saja.
Konfigurasi ini paling sering
digunakan untuk mencari sumber
air.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Schlumberger
Idealnya jarak MN(potensial) dibuat
sekecil-kecilnya, sehingga jarak MN
secara teoritis tidak berubah.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Schlumberger
Karena keterbatasan kepekaan alat
ukur, maka ketika jarak AB (arus)
sudah relatif besar maka jarak MN
hendaknya diubah. Perubahan jarak
MN hendaknya tidak lebih besar dari
1/5 jarak AB.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kelemahan
a.

Schlumberger

:
Pembacaan tegangan pada
elektroda MN lebih kecil ketika
jarak AB yang relatif jauh,
sehingga diperlukan multimeter
yang mempunyai karakteristik
high impedance dengan akurasi
tinggi (mendisplay tegangan
minimal 4 digit atau 2 digit di

2. KONFIGURASI
Lanjutan
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kelemahan
b.

Schlumberger

:
Memerlukan peralatan pengirim
arus yang mempunyai tegangan
listrik DC yang sangat tinggi untuk
mengatasi pembacaan tegangan
MN yang kecil.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Keunggulan
a.

b.

Schlumberger

:
Mampu mendeteksi adanya nonhomogenitas lapisan batuan pada
permukaan (membandingkan nilai
resistivitas semu ketika terjadi
perubahan jarak elektroda MN/2).
Mudah untuk digunakan untuk
pemula (pemindahan elektroda
relatif lebih praktis)

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Wenner

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA

Konfigurasi

Wenner
Konfigurasi ini digunakan untuk
mendapat profil dari permukaan
lapangan, biasa disebut teknik
mapping.
Jarak antar arus dan antar elektroda
sama. Sehingga ketika ingin
dipindahkan, semua dipindahkan.
Konfigurasi ini paling sering
digunakan untuk mencari bahan
tambang.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA

Konfigurasi

Wenner
Plot sensitivitas array Wenner
memiliki kontur hampir horizontal di
bawah pusat array. Karena hal ini,
array Wenner sensitif secara vertikal
terhadap perubahan resisitivitas
bawah permukaan di bawah pusat
array, namun kurang sensitif secara
horizontal terhadap perubahan
resistivitas.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kekurangan
a.

Wenner

:
Cakupan horizontal relatif buruk
seiring meningkatnya jarak
elektroda. Akibatnya, pada
konfigurasi ini tidak bisa mendeteksi
homogenitas batuan di dekat
permukaan yang bisa berpengaruh
terhadap hasil perhitungan.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kekurangan
a.

Wenner

:
Cakupan horizontal relatif buruk
seiring meningkatnya jarak
elektroda. Akibatnya, pada
konfigurasi ini tidak bisa mendeteksi
homogenitas batuan di dekat
permukaan yang bisa berpengaruh
terhadap hasil perhitungan.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kekurangan
b.

c.

Wenner

:
Data yang didapat dari cara
konfigurasi Wenner sangat sulit
untuk menghilangkan faktor non
homogenitas batuan, sehingga hasil
perhitungan menjadi kurang akurat.
Memiliki kedalaman yang cukup
sedang.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kekurangan
d.

Wenner

:
Kekuatan sinyal berbanding terbalik
dengan faktor geometris yang
digunakan untuk menghitung nilai
resistivitas

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kelebihan
a.

Wenner

:
Di antara array pada umumnya,
array Wenner memiliki kekuatan
sinyal terkuat. Hal ini dapat menjadi
faktor penting jika survei dilakukan
di daerah dengan noise yang tinggi.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi
Kelebihan
b.

Wenner

:
Ketelitian pembacaan tegangan
pada elektroda MN(potensial) lebih
baik meski jarak relatif besar karena
elektroda MN relatif lebih dekat
dengan elektroda AB(arus).
Sehingga dapat menggunakan
multimeter dengan impedansi yang
relatif lebih kecil.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Dipole-dipole

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Dipole-dipole
Jarak antar arus dan antar elektroda
berada pada satu garis yang sama.
Akan tetapi jarak antar elektroda
berada di luar antar arus.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Dipole-dipole
Konfigurasi ini ditujukan untuk
mendapatkan gambaran bawah
permukaan pada obyek yang nilai
pentetrasinya lebih dalam dibanding
sounding lainnya.
Dapat mereduksi noise yang bersifat
induktif.
Hasilnya diplot dalam pseudosection.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Pole-pole

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Pole-pole
Pada konfigurasi ini jarak antar arus
dan antar elektroda berada dalam
satu garis dimana jarak antar
elektroda potensial dan elektroda
arus tidak terbatas.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Pole-pole
Jarak arus C1 dan elektroda P1 cukup
dekat (na).
Konfigurasi ini jarang digunakan
untuk metode sounding.
Biasa digunakan dalam bidang
arkeologi.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Pole-pole
Hanya digunakan satu elektroda
untuk arus dan satu elektroda untuk
potensial. Sedangkan elektroda
yang lain ditempatkan pada sekitar
lokasi penelitian dengan jarak
minimum 20 kali spasi terpanjang
(C1-P1) terhadap lintasan
pengukuran.

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Pole-dipole

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA

Konfigurasi

Pole-dipole
Pada konfigurasi ini jarak antar arus
dan antar elektroda berada dalam
satu garis dimana jarak antar
elektroda arus tidak terbatas,
sedangkan jarak antar elektroda
potensial

2. KONFIGURASI
ELEKTRODA
Konfigurasi

Pole-dipole
Pada konfigurasi Pole-dipole
digunakan satu elektroda arus dan
dua elektroda potensial. Untuk
elektroda arus C2 ditempatkan pada
sekitar lokasi penelitian dengan jarak
minimum 5 kali spasi terpanjang C1P1.
Menghasilkan anomali asimetris yang
sulit di intrepretasi

3. TOKOH
&
SEJARAH
GEOLISTRI
K

3. TOKOH & SEJARAH


Tahun

1720
Gray dan Wheeler mengukur
konduktivitas batuan.
Tahun 1746
Watson menemukan bahwa tanah
merupakan konduktor karena
memiliki potensial beragam akibat
adanya perbedaan kondisi geologi
setempat.

3. TOKOH & SEJARAH


Tahun

1789 1877
Robert W. Fox (Bapak Metoda
Geolistrik). Beliau yang pertama kali
mempelajari hubungan sifat-sifat
listrik dengan keadaan geologi,
temperatur, terrestrial electric dan
geothermal. Fox mempelajari sifatsifat kelistrikan tersebut di tambangtambang Corn Wall, Inggris.

3. TOKOH & SEJARAH


Robert W. Fox

Sumber : http
://bloximages.newyork
1.vip.townnews.com/ne
wspressnow.com/conten
t/tncms/assets
/.jpg

3. TOKOH & SEJARAH


Tahun

1918
Conrad Schlumberger (geologist,
physicist, mining engineer)
menemukan konsep baru dalam
aspek keslitrikan. Beliau
menggunakan dynamic aspect
dari arus listrik yang diinjeksikan
kedalam bumi, serta mengamati
akibat terhadap sifat kelistrikan
batuan sekelilingnya.

3. TOKOH & SEJARAH


Tahun

1918
Conrad Schlumberger
Beliau sudah membayangkan akibat
dari suatu medan listrik terhadap
media yang homogen dan non
homogen. Kemudian Conrad
Schlumberger membuat peta
isopotensial yang dilakukan pada
endapan pirit di Sain Bel (phone)
pada tahun 1918.

3. TOKOH & SEJARAH


Conrad Schlumberger

Sumber: http
://sabix.revues
.org/docannexe/
image/422/img-2
.jpg

3. TOKOH & SEJARAH


Tahun

1968
Koefoed menurunkan metoda
pembuatan kurve baku dari fungsi
matematis dan efek cermin.
Gosh memanfaatkan sifat dari
Wenner Filter (minimum least square
filter). Gosh muncul dengan Direct
Interpretation Method atau
Transform Method.

3. TOKOH & SEJARAH


Pada

masa sekarang perkembangan


geolistrik maju pesat dengan
beberapa modifikasi elektoda untuk
menjawab tantangan keadaan
lingkungan (environmental ) dan
study keteknikan (enginereeng
study).

3. TOKOH & SEJARAH


Sekarang

perkembangan geolistrik
dapat menafsirkan keadaan bawah
permukaan dengan membuat
penampang 2 dimensi atau 3
dimensi (Griffiths D.H. dan Barker
R.D.,1993 ,Loke,M.H.,Dr.,2000).

4.
PERALAT
AN
GEOLISTR
IK

AGI Mini
Sting R1

IRES
T300F

NANIURA
NRD 300
HF

AGI
Super
Sting
R8

PERALAT
AN
GEOLISTR
IK
GSound

ABEM
Terrameter
SAS
1000/4000
OYO Mc
OHM
Mark 2
ARE
S

Gambar Alat

AGI Mini
Sting R1

Spesifikas
i
Cara
Mengoperasika
n Alat
Kekuranga
n
Kelebihan

4. Peralatan Geolistrik
AGI

R1

Mini Sting

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Moda
perhitungan

Resistivitas nyata, tahanan /


resistansi, polarisasi terinduksi
(IP), voltase baterai
Rentang
400 k sampai 0.1 mili
perhitungan
(resistansi)
0-500 V voltase skala penuh
Resolusi
Maks 30nV, tergantung pada level
perhitungan
voltase
Resolusi layar 4 digit dalam notasi teknik
Keluaran
1-2-5-10-20-50-100-200-500 mA.
intensitas
arus

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Input
Impedansi
Input
voltase
Kompensa
si SP

>150 MOhm
Maks 500 V

Pembatalan otomatis dari voltase SP


selama perhitungan resistivitas.
Pembatalan secara keseluruhan
variasi SP konstan dan linear
Tipe
Chargeability domain waktu,
perhitunga Perhitungan slot 6x dan disimpan di
n IP
memori
Transmisi
ON+, OFF, ON-, OFF
arus IP

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Siklus
Menjalankan perhitungan rata-rata
perhitunga yang ditampilkan setelah setiap
n
siklus. Penghentian siklus otomatis
ketika error terbaca dibawah batas
yang ditentukan oleh pengguna atau
ketika siklus maksimal yang
ditentukan oleh penggunan sudah
selesai
Banyaknya Waktu perhitungan dasar, 1.2, 3.6, 7.2
Siklus
atau 14.4 s sesuai yang dipilihi oleh
pengguna melalui keyboard. Rentang
otomatis dan penambahan komutasi
sekitar 1.4s

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Penguranga Lebih dari 100dB pada f>20Hz
n noise
Akurasi
Lebih dari 1% pembacaan pada
total
kebanyakan kasus (pengukuran lab).
Akurasi pengukuran lapangan
tergantung pada noise tanah dan
resistiviti. Instrumen akan
menghitung dan layar akan
menampilkan estimasi akurasi
pengukuran
Kalibrasi
Kalibrasi dilakukan secara digital
Sistem
oleh microprocessor berdasarkan
nilai koreksi yang disimpan dalam
memori

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Penyimpanan
Data

Pembacaan rata-rata resolusi


penuh dan error disimpan
bersamaan dengan user
memasukkan koordinat dan
waktu serta hari untuk setiap
pengukuran

Kapasitas
Memori

Memori dapat menyimpan lebih


dari 3000 pengukuran pada
memori internal

Siklus IP

1 s, 2 s, 4 s dan 8 s

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Pengukura
n Manual

Instrumen memiliki 4 banana pole


screws untuk menghubungkan
elektroda arus dan potensial selama
pengukuran resistiviti manual

Kontrol
user

20 tombol, keyboard tahan segala


cuaca dengan tombol numerik dan
fungsi
Tombol on/of
Tombol pengukur, terhubung dengan
keyboard utama
LCD dengan lampu malam

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Multielektroda
otomatis

Power
supply
(kantor)
Transmisi D

MiniSting di desain untuk


menjalakan survey dipole-dipole,
otomatis seluruhnya dengan pilihan
Swift Dual Mode Automatic Multielectrode system (patent 6,404,203)
12V, 4.5 Ah NiMH dengan batere
yang dapat dicharger ulang

Terdapat RS-232C channel untuk


membuang data dari instrumen ke
komputer berbasis windows
dengan perintah user

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Charger batere

Berat
Dimensi

Power supply
(lapangan)

Charger dual stage dengan


input yang dapat ditukar
(115/230 V AC @ 50/60 siklus)
6.6 kg (14.5 lb.)
lebar 255mm (10"), panjang
255 mm (10") dan tinggi 123
mm (5")
12V or 2x12V DC external
power (satu atau dua 12V
batere), konektor pada panel
depan.
Hasil daya maksimum
meningkat menggunakan
sumber2x12V

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Rentang Input
tambahan
Keluaran
Voltase

Konfigurasi
pendukung

Otomatis, selalu menggunakan


rentang dinamik penuh dari
receiver
800 Vp-p, voltase elektroda
sebenarnya tergantung arus
tertransmisi dan resisitivitas
tanah
Resistansi , Schlumberger ,
Wenner, dipole-dipole, poledipole, pole-pole, azimuthal,
mise-a-la-masse, SP (absolut)
dan SP (gradien).

4.1 Spesifikasi Mini Sting


Proses
sinyal

Waktu
Operasi

Perata-rataan secara berkelanjutan


setelah setiap siklus selesai. Noise
error dihitung dan ditampilkan
sebagai bacaan persentase.
Resistiviti dihitung melalui jarak
elektroda yang dimasukkan oleh
user
Tergantung pada kondisi , rangkaian
dalam auto mode dapat
menyesuaikan arus untuk
menyimpan energi. Pada keluaran
arus 20mA dan resistansi elektroda
10kW dapat melakukan 2000 siklus
saat batere dicharger full

4.1 AGI Mini Sting


Kelebihan :
Harga

lebih murah dari Super Sting.


Ukuran yang kecil (sudah termasuk
baterai) membuat mudah untuk
dibawa-bawa.
Menu sistem pada mini sting mudah
untuk digunakan.
Dapat digunakan dalam konfigurasi
yang berbeda-beda.

4.1 AGI Mini Sting


Kelebihan :
Dapat

digunakan secara manual dan


otomatis (tambahan swift box).
Dapat digunakan pada medan yang
tidak datar.

4.1 AGI Mini Sting


Kekurangan :

Saat

melakukan stacking harga rho


apparent (resistivitas semu) selalu
berubah-ubah. Diperlukan waku >5
menit hingga angkanya konstan.
Alat perlu di kalibrasi ulang karena
sering menunjukkan harga rho
apparent (resistivitas semu) yang
negatif.
Hanya dapat menggunakan 12 V.

Gambar Alat
Spesifikasi

AGI
Super
Sting R8

Harga
Kekuranga
n
Kelebihan

4. Peralatan Geolistrik
o AGI Super Sting R8

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Moda
perhitungan

Resistivitas nyata, tahanan /


resistansi, polarisasi
terinduksi, voltasebaterai

Rentang
perhitungan

+/- 10V

Resolusi
perhitungan

Maks 30nV, tergantung pada


level voltase

Resolusi layar

4 digit dalam notasi teknik

Keluaran
intensitas arus

1mA 2000mA berkelanjutan,


dihitung hingga akurasi tinggi

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Keluaran
Voltase
Input
Impedansi
Kompensasi
SP
Input
Impedansi
Input
Impedansi
Kompensasi
SP

800 Vp-p, voltase elektroda


sebenarnya tergantung arus
tertransmisi dan resisitivitas tanah
200W
8 channel
Otomatis, selalu menggunakan
rentang dinamik penuh dari
receiver
>150 MOhm
Pembatalan otomatis dari voltase
SP selama perhitungan

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Tipe
perhitung
an IP

Chargeability domain waktu,


Perhitungan slot 6x dan disimpan di
memori

Transmisi
arus IP

ON+, OFF, ON-, OFF

Siklus IP

0.5, 1, 2, 4, dan 8 s

Siklus
perhitung
an

Menjalankan perhitungan rata-rata


yang ditampilkan setelah setiap siklus.
Penghentian siklus otomatis ketika
error terbaca dibawah batas yang
ditentukan oleh pengguna atau ketika
siklus maksimal yang ditentukan oleh
penggunan sudah selesai

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Proses sinyal

Perata-rataan secara berkelanjutan


setelah setiap siklus selesai. Noise
error dihitung dan ditampilkan
sebagai bacaan persentase.
Resistiviti dihitung melalui jarak
elektroda yang dimasukkan oleh
user

Pengurangan
noise

Lebih dari 100dB pada f>20Hz

Pengurangan
noise
jaringan
listrik

Lebih dari 120dB pada jaringan


listrik dengan frekuensi (16 2/3,
20, 50 & 60 Hz) untuk pengukuran
siklus 1.2 s atau lebih besar

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Akurasi
total

Lebih dari 1% pembacaan pada


kebanyakan kasus (pengukuran lab).
Akurasi pengukuran lapangan
tergantung pada noise tanah dan
resistiviti. Instrumen akan
menghitung dan layar akan
menampilkan estimasi akurasi
pengukuran
Kalibrasi
Kalibrasi dilakukan secara digital oleh
Sistem
microprocessor berdasarkan nilai
koreksi yang disimpan dalam memori
Konfigurasi Resistansi , Schlumberger , Wenner,
pendukung dipole-dipole, pole-dipole dan polepole.

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Penyimpa
nan Data

Data
Display

Transmisi
Data

Pembacaan rata-rata resolusi penuh


dan error disimpan bersamaan dengan
user memasukkan koordinat dan
waktu serta hari untuk setiap
pengukuran
Resistiviti nyata (Ohmmeter),
Intensitas Arus (mAmp) dan voltase
terukur (mVolt) ditampilkan dan
disimpan dalam memori pada setiap
pengukuran
Terdapat RS-232C channel untuk
membuang data dari instrumen ke
komputer berbasis windows dengan
perintah user

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Multielektrod
a
otomati
s

Supersting di desain untuk menjalakan


survey dipole-dipole, pole-dipole, pole-pole,
Wenner and Schlumberger termasuk
survey roll-along otomatis seluruhnya
dengan Swift Dual Mode Automatic Multielectrode system (patent 6,404,203).
Supersting dapat menjalankan bermacammacam array dengan menggunakan
command file yang sudah diprogram user.
File-file ini merupakan file ASCII dan dapat
dibuat menggunakan text editor biasa.
Command file dapat di download ke RAM
memory SuperSting dan dapat diajalankan
kapan saja. Oleh karena itu tidak
dibutuhkan komputer di lapangan

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Pengukur Instrumen memiliki 4 banana pole
an Manual screws untuk menghubungkan
elektroda arus dan potensial selama
pengukuran resistiviti manual
Kontrol
user

20 tombol, keyboard tahan segala


cuaca dengan tombol numerik dan
fungsi
Tombol on/of
Tombol pengukur, terhubung dengan
keyboard utama
LCD dengan lampu malam

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Temperatur
pengoperasian
Berat

-5 sampai +50C

10.2 kg (22.5 lb) instrumen


saja
Dimensi
lebar 184 mm (7.25"),
panjang 406 mm (16") dan
tinggi273 mm (10.75")
Kapasitas Memori Memori dapat menyimpan
lebih dari 79.000 pengukuran
(resisistivity mode) dan lebih
dari 26.000 pengukuran
apabila dikombinasikan
resistivity/IP mode

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Siklus
resistivita
s

Waktu perhitungan dasar 0.2, 0.4, 0.8,


1.2, 3.6, 7.2, atau 14.4 s sesuai yang
dipilihi oleh pengguna melalui
keyboard. Rentang otomatis dan
penambahan komutasi sekitar 1.4s

Display

LCD display (16 baris x 30 karakter)


dengan lampu malam

Power
12V or 2x12V DC external power (satu
supply
atau dua 12V batere), konektor pada
(lapangan) panel depan.
Hasil daya maksimum meningkat
menggunakan sumber2x12V

4.2 Spesifikasi Super Sting R8


Sistem
Operasi

Disimpan pada flash memory yang


dapat diprogram ulang. Versi update
dapat di download melalui website AGI
dan disimpan dalam flash memory

4.2 Spesifikasi Super Sting R8

Harga

Jumlah
Elektroda

SuperSting SuperSting
R1/IP
R8/IP
Single
8-Channel
Channel
28 elektroda $ 22,484.00 $30,184.00
56 elektroda $30,328.00
$38,228.00
84 elektroda $38,292.00
$46,692.00
112
$49,296.00
$58,156.00
*Harga sudah termasuk : instrumen, kabel
elektrodaelektroda, software EarthImager dan
elektroda,
utility program.

4.2 Spesifikasi Super Sting R8

Harga

Jumlah
Elektroda

SuperSting SuperSting
R1/IP
R8/IP
Single
8-Channel
Channel
Rp
Rp
28 elektroda
328.648.628 441.199.528
Rp
Rp
56 elektroda
443.304.376 558.778.676
Rp $1.00 = RpRp
84 elektroda
*Kurs
dollar terhadap Rupiah
14.617,00.
559.714.164 682.496.964
27
September 2015
112
Rp
Rp

4.1 SUPERSTING R8 IP
Kelebihan :
Memiliki

kemampuan mengukur 8
channel secara simultan sehingga
menghemat waktu di lapangan
secara drastis.
Dapat menggunakan 12V dan 24V.
Dapat mengukur pada medan yang
tidak datar.

4.1 SUPERSTING R8 IP
Kelebihan :
Dapat

digunakan pada berbagai


macam konfigurasi.
Tingkat akurasi data sangat tinggi.
Level noise sangat rendah.
Memiliki kapasitas memori internal
yang besar untuk menyimpan data
hasil perhitungan.

4.1 SUPERSTING R8 IP
Kelebihan :
User

dapat memprogram siklus


perhitungan dan disimpan dalam
memori dari PC, kemudian bisa
langsung dieksekusi dilapangannya.
(penghitungan data dapat secara
otomatis bukan manual).
Dapat mengontrol langsung sistem
Multi Channel Swift Dual Mode
Otomatis Multi-elektroda

4.1 SUPERSTING R8 IP
Kelebihan :

Induced

Polarization mode records 6


individual IP chargeability windows.
Dapat digunakan untuk
penghitungan secara manual juga.
Tipe konfigurasi yang dapat dihitung
secara manual antara lain:
Resistance, Schlumberger, Wenner,
Dipole-dipole, Pole-dipole, and Polepole.

4.1 SUPERSTING R8 IP
Kekurangan :

Jika

terdapat nilai resistivitas yang


menyimpang tidak dapat di reset
lagi prosesnya.
Ukurannya yang besar membuat
tidak praktis di bawa-bawa.
Jika terdapat satu kabel yang rusak
maka kabelnya tidak dapat
digunakan karena kabelnya saling
terhubung.

Gambar Alat

ABEM
Terramet
er

Overview
Instrrument
Spesifikas
i
Harga
Kekuranga
n
Kelebihan

4. Peralatan Geolistrik
o ABEM Terrameter SAS 1000/4000

Sumber:
http://www.abem.se/resistivity/sas1000.htm

4. Peralatan Geolistrik
o ABEM Terrameter SAS 1000/4000

Sumber :
http://www.abem.se/support/downloads/user-manuals/user-guideterrameter-ls-2012-10-25

4.3 ABEM Terrameter


Transmitter :
Output Power
Current
transmission
Output Current
Accuracy
Maximum Output
Current
Maximum Output
Voltage

250 W
True Current
Transmitter
Better than 0.4%
2500mA
+/- 600V
1200V peak to peak

4.3 ABEM Terrameter


Transmitter :
Instant Polarity
Changer
Accuracy
Precision
Self Diagnostics

Safety

YES
0.4%
0.1%
Temperature, Power
dissipation,
Monitoring
Emergency
Interrupter easily
accessible

4.3 ABEM Terrameter


Receiver :
No. of Channels
Isolation

Input Voltage
Range
Input impedance
Precision
Accuracy

4,8 or 12 input (+ 2
for Tx monitoring
All channels are
galvanically
separated
+/- 600V
200M Ohm
0.1%
0.2%

4.3 ABEM Terrameter


Receiver :
Linearity
Range

0.005%
+/- 2.5V , 200 M Ohm
+/- 15V , 30 M Ohm
+/- 600V , 20 M Ohm

Flat Frequency
Response
Resolution

Better than 1% up to
300Hz
Theoritical 3 nV at 1
secintegration

4.3 ABEM Terrameter


Measuring :

Resistivity
SP
IP
Full wave form

YES
YES
YES
Sampled and average
to requested data.
Possible to activate
recording to file for
post analysis
Dynamic Averaging 24 bit A/D conversion
Data Sampling
30kHz
Rate

4.3 ABEM Terrameter


Measuring :

Cycle time

Pulse time
IP Windows

From 0.4 sec to 28,7


sec User selectable,
resistivity
from 0.1 sec to 8.2
sec. User selectable
Arbitary windows
flexibility configures
to powerline
frequencies

4.3 ABEM Terrameter

Multi-Electrode Survey System for 2D & 3D


for Resistivity, IP & Imaging &Monitoring:
Array types Default Multiple Gradient,
Dipole-Dipole, PoleDipole, Wenner etc.
(for VES, get info)
Electrode Test

YES, Focus One


estimating contact
resistance on all
electrodes currently
in use

4.3 ABEM Terrameter

Multi-Electrode Survey System for 2D & 3D


for Resistivity, IP & Imaging &Monitoring:
Switching matrix

Internal 10x64,
divided into four
blocks for efective
use of all receiver
channels available

Roll-a-Long

YES full coverage,


both 2D & 3D

Take-outs Internal

64 inline + 3 remote
electrodes

4.3 ABEM Terrameter


Tx Monitor :
Voltage
Current

+/- 600V
+/- 2500 mA
Full waveform
monitored

Current Accuracy
Current Precision

0.2%
0.1%

4.3 ABEM Terrameter


General:
Casting
Computer
GPS
Display
I/O ports

Rugged Aluminum case meets


IEC IP 66
Embedded ARM 9, 200 MHz
20 channels SirF star III chip
8,4 Active TFT LCD, full
colour, daylight visible
2x KPT 32 p for imaging
(1xKPT 32 p for VES) AUX,USB
A, USB B,RJ45 for LAN

4.3 ABEM Terrameter


General:
Service
point
Memory
Capacity
Power

Accessible through Internet,


Multifunction connector
8GB, More than 1 500 000
readings
8 Ah Internal NiMH
12V power pack andExternal
12 VDC battery (recommended
option for all Imaging and VES)

4.3 ABEM Terrameter


General:
Dimensions
(WxLxH)
Weight
Ambient
Temperature
Range

39x21x32cm
12 kg
-20C to + 70C
operating
-30C to + 80C
storage

4.2 ABEM Terrameter


Harga

US$*Kurs
53,500.00
=
Rp
782.009.500
dollar terhadap Rupiah $1.00 = Rp
14.617,00.
27 September 2015
Harga diatas sudah termasuk :
1 - Abem Terrameter LS unit, 4 channel, 250
Watts Imaging System G70 - 2D software
s/n 209110020 ( built December 2009 )
including:
1-12 volt NiMH battery pack
1-CCC battery charger, 100-230 volt

4.2 ABEM Terrameter


Harga

Harga diatas sudah termasuk :


1-DC external battery cable
2-Torx wrench
1-USB Memory sticks 1GB
1-LAN cable RJ45 connectors 5m
1-USB connection cable
1-LS documentation kit / User
Manual
1-LS software on CD
1-LS wooden transport case

4.2 ABEM Terrameter


Harga

4 - Abem Lund Electrodes cables ( built


September 2012 ) with 21 take-outs each at 5
meters intervals spacing with:
4-Reel
2-Cable joint
75-Cable to electrode jumper
2-Wooden transport case

75-Steel Electrode

1-RES2DINV Software ( 2D Res. & IP inversion


S/W for Lund data )

4. Peralatan Geolistrik

o ABEM Terrameter SAS 1000/4000

Sumber :
http://www.abem.s
e/support/downloa
ds/usermanuals/userguide-terrameterls-2012-10-25

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)

Sumber : http://
www.abem.se/support/dow
nloads/user-manuals/use
r-guide-terrameter-ls-2
012-10-25
. Page 14

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)
USB :
Mengkoneksikan
alat dengan
memory stick,
keyboard, GPS
eksternal, dll.

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)
Elektroda 1-32:
Konektor untuk
kabel 32 pole
elektroda
(bukan edisi
VES)

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)
Elektroda 3364:
Konektor untuk
kabel 32 pole
elektroda

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)

Fungsi C1, C2 :
Koneksi kabel
banana untuk
elektroda arus.

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)
Fungsi P1, P2 :
Koneksi kabel
banana untuk
elektroda
potensial.

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)
Fungsi USB :
Mengkoneksika
n alat dengan
memory stick,
keyboard, GPS
eksternal, dll.

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Connector

Panel)
Fungsi Eksternal
Equipment :
Menghubungkan
dengan
Terrameter SAS
LOG 300

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Power Panel)

Sumber : http://
www.abem.se/support/dow
nloads/user-manuals/use
r-guide-terrameter-ls-2
012-10-25
. Page 15

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Power Panel)

Fungsi
Emergency Stop
Button :
Untuk mengatur
aliran arus, jika
dipencet maka
arus tidak akan
keluar

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Power Panel)

Fungsi
Transmitter
Cooling Area:
Mengeluarkan
udara panas
dari dalam
alat

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Power Panel)

Fungsi
External
Power Supply
Connector:
Tempat
memasukkan
kabel Charger

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Power Panel)

Fungsi
Internal
Power Supply
Connector:
Tempat batre
internal
diletakkan

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Built-in GPS

Receiver)

Sumber : http://
www.abem.se/support/dow
nloads/user-manuals/use
r-guide-terrameter-ls-2
012-10-25
. Page 16

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (Built-in GPS

Receiver)

ABEM Terrameter memiliki


receiver GPS yang secara
otomatis menyimpan posisi
pengukuran

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Sumber : http://
www.abem.se/support/downloads/user-manuals/us
er-guide-terrameter-ls-2012-10-25
. Page 16

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)
Fungsi LED
Window:
. LED merah
aktifitas disk
. LED hijau
indikator
berjalannya
software

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)
Tampilan
display layar
yang
berwarna

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Sumber : http://
www.abem.se/suppor
t/downloads/user-m
anuals/user-guideterrameter-ls-2012
-10-25
. Page 19

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)
Fungsi status bar :
Menunjukkan pesan interaktif (kiri)
dan notifikasi alat (kanan)
batere

GPS tanggal

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Fungsi Active
project and
Task :
Menunjukkan
project dan task
yang baru saja
dibuka

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Fungsi view :
Menunjukka
n informasi
yang sedang
user
jalankan

Fungsi Active
project and
Task :
Menunjukkan
project dan task
yang baru saja
dibuka

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Fungsi built-in
keyboard :
Tempat menginput
komando dari user

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Tombol
Fungsi
<menu> Menunjukkan menu navigasi
<play- Berpindah ke progres
stop>
pengukuran, start / stop
pengukuran
<power>
<browse
>
<up>

On atau of alat
Berpindah dari tabs ke Menu
Item
Kursor ke atas

4.3 ABEM Terrameter


Overview

Instrumen (The User


Interface Panel)

Tombol
<clear>
<left>
<down>
<right>
<shift>
<option
>
<ok>

Fungsi
Menghapus
Kursor ke kiri
Kursor ke bawah
Kursor ke kanan
Merubah fungsi
Menunjukan menu option
Menunjukkan emulator keyboard

4.3 ABEM Terrameter


Software

untuk mengolah data dari


ABEM Terrameter

4.3 ABEM Terrameter


Kelebihan :
Memiliki

receiver GPS
Layar yang sudah terdisplay
berwarna sehingga layarnya bukan
monokrom (hitam putih)
Ada tanggal dan informasi waktu
pada status bar
Memiliki keyboard internal dan
eksternal

4.3 ABEM Terrameter


Kelebihan :

Batere

dan suhu
dapat dikontrol
secara langsung

4.3 ABEM Terrameter


Kelebihan :

Jika

dioperasikan pada suhu yang


sangat tinggi dan terjadi
overheating, alat akan mati secara
otomatis
Mudah di bawa karena ada
handelnya

4.3 ABEM Terrameter


Kelebihan :

Hasil

resistivitas akan terdisplay


dalam bentuk tabel sehingga saat di
lapangan kita tidak repot mencatat

4.3 ABEM Terrameter


Kelebihan :

Alat

dapat memperlihatkan
penampang pseudosection

4.3 ABEM Terrameter


Kelebihan :

Alat

VES

dapat memperlihatkan kurva

4.3 ABEM Terrameter


Kekurangan :

Memiliki

mahal

harga yang relatif lebih

Gambar
Spesifikasi

OYO
Mc
OHM
Mark 2

Cara
Mengoperasikan
Alat
Kekuranga
n
Kelebihan

4. Peralatan Geolistrik
OYO Mc OHM Mark 2

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Current Output :
Tempat
keluarnya arus

Potential Output :
Tempat
diterimanya
potensial

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Switch Buton
:
Tombol on /
of alat

Power Input :
Tempat
memasukkan
daya

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Screen :
Layar tempat
output data

Battery Indicator :
Tempat melihat
persentase baterai

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Numer Pad :
Tempat
menginput
perintah user

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Mode :
Input
metode
yang
digunakan
(Schlumber
ger,
Wenner
dll).

Stack :
Tombol
menstacking

4.4 OYO Mc OHM Mark 2

Current :
Menginput
arus

Measure :
Tombol
untuk
mengambil
data

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Spesifikasi OYO Mc OHM Mark 2
Receiver
Input Impedance: 10 OM-ohm
Measurement Potential: 25 mV, 250
mV, 3500 mV
Resolution: 1 uV
S/N ratio: 90 dB (50/60 Hz)
Stack Count: 1,4, 16, 64
Time of one measurement cycle: 3.7
sec

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Spesifikasi OYO Mc OHM Mark 2
Transmitter
Input Voltage: 400 Vpp max
Output current: 1, 2, 5, 10, 100, 200
mA
Operating Voltage: 12 VDC

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Kelebihan :

Cara

mengoperasikannya mudah,
cocok untuk pemula.
Bisa melakukan stacking berkalikali untuk keakuratan data.
Data yang didapatkan bagus dan
akurat.

4.4 OYO Mc OHM Mark 2


Kekurangan :

Tidak

dapat menjalankan
perhitungan secara otomatis, jadi
perhitungan dilakukan secara
manual.
Tidak ada lampu pada layar
sehingga jika pengambilan data
diambil di malam hari akan tidak
terlihat.
Layar masih monokrom.

Gambar

Naniura
NRD 300
HF

Spesifika
si
Kekuranga
n
Kelebiha
n

4. Peralatan Geolistrik
NANIURA NRD 300 HF

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Potensial Input :
Tempat input
tegangan
Fuse
DC Input

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Curent Output :
Tempat keluarnya arus
Current Loop :
Tempat untuk
menyeter besarnya
arus
ON/OFF

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Coarse Compensator
Fine Compensator

4.5 NANIURA NRD 300


HF

V Autorange :
Tampilan tegangan

Tampilan
arus

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Transmitter :

Power supply DC in
12 Volt
Power Output
300 watt for >20A
Output Voltage
500 V maximum
Output Current
2000 mA maximum
Current accuracy
1 mA
Reading Type
Digital
Power for Digital
9 V, dry battery
Meter
Reading Facility
Current loop Indicator

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Receiver :

Input impendency
Range
Accuracy
Compensator (Rough)
Compensator (Smooth)
Reading
Power for Digital Meter
Reading Facility
Weight

10 M-ohm
0,1 mV up to 500 V
0,1 mV
10 x turn
1 x turn
Digital
3 Volt
HOLD
6 kg

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Kelebihan :

sudah

menggunakan kartu PCB


terpisah untuk setiap skala
tegangan yang diinjeksikan.
Berat Naniura NRD 300 HF lebih
ringan daripada NRD 22 yang masih
menggunakan transformator.
Bila terjadi kerusakan pada
transormer maka satu skala
pengukuran saja yang terganggu.

4.5 NANIURA NRD 300


HF
Kekurangan :
banyak

menggunakan komponen
pasif sehingga bisa dibilang lebih
robust dan sturdy
masih menggunakan analog
kompensator untuk menetralisir
efek SP (Self Potensial), sehingga
membutuhkan waktu dan ketelitian
surveyor saat menetralisir nilai SP

Gamba
r Alat
Spesifika
si

G Sound

Aplikas
i
Kekuranga
n
Kelebihan

4. Peralatan
Geolistrik
G-Sound

Sumber :
http://www.geocis.net/page.php?G-Sound

4.6 G-Sound

Spesifikasi G-Sound

Tegangan
Tegangan Max
Arus
Daya
Impedance
Resolution
Kedalaman
analisa

400 V (100mA)
500 V
100 mA (Rab < 4k ohm)
constant current
75 W by 2 x 12 V NiCad
Battery
10 MOhm (high
impedance
12 bit (high resolution)
> 150 m (moist soil)

4.6 G-Sound
Aplikasi G-Sound
Eksplorasi

air tanah
Mitigasi gerakan tanah (longsor)
Investigasi Geoteknik
Eksplorasi mineral
Studi lingkungan (pencemaran air
tanah)
Arkeologi

4.6 G-Sound
Kelebihan :
Pengukuran

dapat di upgrade
melalui komputerisasi.
Ringan dan Portable (berat hanya 1
kg, tidak termasuk betere).
100 mA current source.
Anti short circuit.
Long life battery (hemat arus).

4.6 G-Sound
Kelebihan :
Bisa

digunakan untuk pengukuran


sounding atau profiling/mapping
resistivitas (skala lapangan)
Bisa digunakan untuk pengukuran
dalam skala laboratorium:
pengukuran resistance tanah, core
dan lumpur.

4.6 G-Sound
Kelebihan :
Murah

dan handal
Adjusting SP tidak rumit
Ringan dan portable
Sangat presisi dan akurat
Hemat arus
Mendukung semua keperluan baik di
lapangan maupun laboratorium

4.6 G-Sound
Kekurangan :
Pengukuran

hanya bsa dilakukan


secara manual dan tidak otomatis
Pengukurannya lebih lama dari
pada multi channel
konversi data secara manual

Gamba
r Alat
Spesifika
si

IRES
T300F

Harga
Kekuranga
n
Kelebihan

4. Peralatan
Geolistrik
IRES T300F

4.7 IRES T300F


Spesifikasi :

CatuDaya/ DC in
(Power Supply)
Daya (Power
output)
TeganganKeluar
(OutputVoltage)
Arus keluar
(OutputCurrent)

12 Volt, minimal 6 AH
(Untuk power
maksimum
gunakanaccubasah)
300 Watt untuk catu
daya > 20 A
500 V maksimum
2000 mA maksimum

4.7 IRES T300F


Spesifikasi :
Ketelitian arus
SistemPembacaan
CatuDayaDigitalM
eter
Fasilitas
Fasilitas

1 mA
Digital
9 Volt,BateraiKering
CurrentLoopIndicato
r
CurrentLoopIndicato
r

Penerima
(Receiver)
Ketelitian
0,1 mVolt
ImpendansiMasuk 10 M-ohm
(Accuracy)

4.7 IRES T300F


Spesifikasi :

KompensatorKasar 10 x
putar(PrecissionMulti
TurnPotensiometer)
Kompensator Halus 1 x putar
(WireWoundResistor)
Sistem pembacaan Digital (AutoRange)
Catu daya digital
3 Volt (2 buah baterai
meter
kering ukuran AA)
Fasilitas
Hold(Tersimpan
pembacaan data
diMemory)
BatasUkurPembac 0,1 mV hingga 500
aan
Volt

4.7 IRES T300F


Harga :
N
o

Uraian

Harga
Satuan

1.

Instrumen Geolistrik IRES


T300F 1 Dimensi.
Included
-1 unit Instrument IRES T300F
-300m kabel
-100m kabel potensial
-martil
-3 unit radio
-3 unit proof calibration
Jumper cable

Rp 41.500.000

4.7 IRES T300F


Harga:
N
o

Uraian

Harga
Satuan

2.

Perlengkapan 2 Dimensi
-Switching 48 Channel
-Tembaga 48 Batang
-Kabel 2D 480 meter

Rp 30.000.0000
Rp 4.800.000
Rp 24.000.000

Total Rp 100.300.000
PPN 10 % Rp 10.030.000
Grand Total Tp 110.330.000

4.7 IRES T300F


Kelebihan :
Daya

akurasi tinggi dengan hasil


memuaskan
Lebih ringan
Relatif lebih murah

4.7 IRES T300F


Kekurangan :
memerlukan

waktu yang lama


saat pengambilan data.
Pengambilan data dilakukan
secara manual.

Gambar
Alat
Spesifikasi

ARES

Harga
Kelebihan

4.7 Peralatan
Geolistrik
Ares :

4.7 ARES

4.7 ARES

4.7 ARES

4.7 ARES

4.7 ARES
Trasmitter :
Power
Current
Voltage

Up to 300 W
Up to 2.0 A
10-550 V (1100 Vpp)
Protection Full electronic
protection
Precision 0.1 %

4.7 ARES
Receiver :
Input impedance
Input voltage
range
Mains frequency
filtering
Precision

20 M
5 V
50 or 60 Hz
0.1 %

4.7 ARES

Supported Methods :

2D/3D
MultiElectrode
Resistivity
Tomograp
hy

Wenner //, WennerSchlumberger, Dipole-Dipole,


Pole-Dipole, Reverse PoleDipole, Pole-Pole, MSG, user
defined configurations
possibility of simultaneous
measurement of up to 8
methods

4.7 ARES

Supported Methods :

VES
Vertical
Electrical
Sounding
RPResistivity
Profiling

Schlumberger,
Wenner, dipole-dipole,
pole-dipole, pole-pole,
user defined
configurations
Wenner //,
Wenner-Schlumberger,
Dipole-dipole, poledipole, pole-pole, MSG

4.7 ARES

Supported Methods :

MEASUREME Self-adapting control system,


NT automatic ranging and
FEATURES calibration, automatic
checking of measured
values, easy interruption of
the measurement (for the
first view of measured
structures)
IP Induced available for all 1D/2D/3D
Polarization
(chargeabilit

4.7 ARES

Supported Methods :

Pulse

0.3 s 30 s, step 0.1 s

SP
Constant and linear, timecompensation invariant
Stacking

Manual or automatic selfadapting setting

Measurement Adjustable optimum


optimization
measured voltage and
maximum acceptable
measurement error

4.7 ARES

Supported Methods :

Stored
Values

Output
Format

Position of the measured


point, output current, input
voltage, SP, apparent
resistivity, standard
deviation, chargeability with
standard deviation for all 10
IP windows
RES2DINV/RES3DINV, surfer
(and others)

4.7 ARES

Supported Methods :

Maximum
number of
electrodes
Maximum profile
length
Dimensions
Weight
Ambient
conditions

200 for 2D, 1000


for 3D arrays
10 km
13 x 17 x 39 cm
5,9 Kg
-10oC 60oC

4.7 ARES
Kelebihan :

Merupakan

generasi terbaru dalam


alat geolistrik
Dapat mengukur 10 channel IP
Windows secara simultan
Alat lebih ringan dari super sting
(5,9kg) sehingga memudahkan
untuk dibawa kemana saja
Tahan terhadap suhu cuaca (-10oC
sampai 60 oC)

4.7 ARES
Kelebihan :

Dapat

digunakan dalam 3Dimensi


Hasil pengukuran lebih akurat
Tidak perlu disambungkan ke PC
Pengaplikasian alat lebih luas
(eksplorasi air tanah, penyelidikan
geoteknik, pemantauan bendungan
dan tanggul, studi lingkungan,
pollution plumes mapping, survei
geologi, prospeksi mineral,

4.7 ARES
Kelebihan :

Konfigurasi

yang dapat digunakan


lebih bervariasi (Wenner Alpha /
Beta / Gamma, WennerSchlumberger, Dipole-Dipole, PoleDipole, Reverse Pole-Dipole, PolePole, Equatorial Dipole-Dipole,
Cross-Hole, Borehole-Surface, user
defined configurations)

4.7 ARES
Harga :

US$*Kurs
14.995.00
=
Rp
219.181.915
dollar terhadap Rupiah $1.00 = Rp
14.617,00.
27 September 2015

5. TEKNIK
PENGAMBIL
AN DATA

Metode, Waktu,
Lokasi

Teknik
Pengambil
an Data

Titik
Pengambilan
Data
Alat
dan
Bahan
Langkah-langkah
Pengerjaan
Video
(Memindahkan
Elektroda)

5. Teknik Pengambilan Da
Metode/konfigurasi pengambilan
data:

o Metode souding
o Konfigurasi Schlumberger

5.
Teknik Pengambilan
Da
Metode/konfigurasi
pengambilan
data:

Arus
I
Tegangan

Titik
acuan

5. Teknik Pengambilan Da
Waktu pengambilan data:
OYO Mc OHM Mark 2 :
Rabu, 16 September 2015
Pukul 15.00 -15.30
AGI Ministing :
Rabu, 23 September 2015
Pukul 09.00 11.00

5. Teknik Pengambilan Da
Lokasi pengambilan data:
Sebelah barat Gedung Prodi Teknik
Geofisika

Lokasi Pengambilan Data

MENCARI LOKASI DARI GOOGLE EARTH

PETA ITB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

1m

0,25
m

KIMIA

1m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

1.5
m

0,25
m

KIMIA

1.5 m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

2m

0,25
m

KIMIA

2m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

3m

0,25
m

KIMIA

3m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

4m

0,25
m

KIMIA

4m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

5m

0,25
m

KIMIA

5m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

5m

0,5 m

KIMIA

5m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

6m

0,5 m

KIMIA

6m

BSCB

Titik Pengambilan Data


potensial

arus
MEKTAN

pusat

8m

0,5 m

KIMIA

8m

BSCB

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

Open Reel
Measuring Tape
(Meteran):
Sebagai alat ukur
jarak elektroda
Sumber :
http://www.harborfreight.com/1-2half-inch-x-330-ft-open-reelmeasuring-tape-36819.html

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

Accu 12 Volt:
Power supply

Sumber :
http://www.karaokejo.nl/contents/media/acc
u%2012volt%20en
%207,%205ah%20311263.jpg

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

Banana Plug :
Sebagai konduktor
yang
menghantarkan
tegangan
Sumber :
http://www.aliexpress.com/item
-img/150CM-CAR-30A-batteryclip-Clamp-Alligator-clip-TO4MM-BANANA-PLUGConnectors-freeshipping/640832100.html

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

Kabel Roll:
Sebagai konduktor yang
menghantarkan arus

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

Palu :
Alat bantu untuk
menancapkan
elektroda ke
tanah
Sumber :
http://www.rudydewanto.
com/2011/02/jenis-paluhammer.html

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

Elektroda :
Media injeksi arus
ke dalam tanah

Sumber :
http://www.google.co.id/imgres?
imgurl=http://mmc.bolha.com/2/i
mage/39144/40131/ElektrodaVolfram-TIG-rdeca-2-4mm-paket-

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

OYO Mc OHM
Mark 2

5. Teknik Pengambilan Da
Alat dan bahan :

AGI MiniSting

5. Teknik Pengambilan Da
o

Alat dan bahan :

Alat tulis: Untuk plotting data di


kertas grafik dan mencatat data
yang diperoleh
Lembar Data: Kertas yang berisikan
data yang diperoleh , dihitung , dan
data jarak antara elektroda (AB/2
dan MN/2)
Lembar Log : Sebagai tempat untuk
memplot data Rho-app

5. Teknik Pengambilan Da
Langkah-langkah pengambilan data :
1.
2.
3.

Mentukan lintasan yang akan


digunakan untuk mengambil data.
Menyiapkan alat dan bahan di
lapangan.
Merangkai power supply, Oyo
McOhm, elektroda arus, dan
elektroda tegangan.

5. Teknik Pengambilan Da
Langkah-langkah pengambilan data :
4. Mengkalibrasi Oyo McOhm dengan
cara memasang resistor yang sudah
diketahui nilainya. Jika nilai
resistivitas menunjukkan nilai yang
sesuai, maka Oyo McOhm berfungsi
dengan baik.
5. Menghubungkan tiap elektroda
dengan menggunakan kabel roll
(menghubungkan ke McOHM dan
elektroda).

5. Teknik Pengambilan Da
Langkah-langkah pengambilan data :
6. Menyalakan McOHM dengan cara
disambungkan dengan accu.
7. Mengatur spasi pengukuran dan
konfigurasi elektroda.
8. Menekan tombol measure pada
McOHM, laluakan diperoleh hasil
berupa hambatan ( R ).
9. Mencatat hasil pengukuran di
lembar data

5. Teknik Pengambilan Da
Langkah-langkah pengambilan data :
10.Mengatur lagi spasi elektroda dan
tekan measure.
11.Mengulangi step (7) , (8),(9) hingga
data jarak terakhir yang ada di
lembar data.
12.Menghitung Rho-app dengan cara
mengalikan R dengan K
13.Plot Rho-app yang telah dihitung
pada kertas grafik

6.
Softwar
e

AGI Supersting
Adminstrator

Software

IP2Win

Res2Di
nv

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 AGI SuperSting


Administrator

6.1 IP2Win
Tampilan

awal IP2Win

6.1 IP2Win
Plot data

6.1 IP2Win
Hasil analisa VES geolistrik

6.1 IP2Win
Hasil analisa 2D (Pseudo Section) geolistrik

Sumber :
http://download.springer.com/static/pdf/

6.1 IP2Win
Kelebihan :
1.
2.

3.

Bisa dipakai untuk Curve Matching


Data yang dihasilkan bisa berupa
resistivity cross section maupun
pseudo cross section
Bisa diexport dalam berbagai
macam pilihan data

6.1 IP2Win
Kekurangan :
1.

Masih memiliki galat dan error


ketika perhitungan.

6.2 Res2Dinv

Hasil pengelolaan Res2Dinv pada

topograsi yang datar

Sumber : http://i.ytimg.com/vi/wiukzcedLws/maxresdefault.jpg

6.2 Res2Dinv

Hasil pengelolaan Res2Dinv pada

topograsi yang tidak datar

Sumber :
http://www.landviser.net/sites/default/files/res2dtopo_1.jpg

6.2 Res2Dinv
Kelebihan
1.
2.

Dapat memodelkan tahanan


jenis lapisan secara 2 dimensi.
Bisa langsung
merepresentasikan topografi
dari lapisan tanah.

6.2 Res2Dinv
Kekurangan :
1.

Software ini memerlukan


siftware Res2mod sebelum
melakukan inversi data, hal ini
berbeda IP2Win yang dapat
langsung inginversi data.

7. SOP
Alat dan
Pengukura
n

SOP Alat

SOP
SOP
Pengukuran

7. SOP Alat
Ketika menyetting instrumen
jangan hubungkan kabel Swift ke
instrumen sebelum benar-benar
dimulai proses pengukuran.
Jangan pernah operasikan alat ini
jika diketahui ada bagian yang
rusak.
Jangan operasikan alat ini pada
cuaca yg eksplosif

7.
SOP
Alat

Jangan operasikan alat ini dibawah


cuaca badai. Cuaca badai akan
sangat membahayakan alat dan
manusia yg mengoperasikan. Karena
alat ini mengandung rangkaian
CMOS yang sensitif dan dapat rusak
oleh pencahayaan sekitar. Dan untuk
keselamatan pekerja disarankan
tidak untuk berdiri di dekat ujung
kabel konduktif saat terjadi badai.

7. SOP Alat
Untuk

menghindari bahaya potensial,


gunakanlah alat ini sesuai dengan
kegunaannya.
Selalu cek keadaan kabel Swift dan
kabel penghubung, jika ada yg rusak
langsung diganti dengan yg masih
bagus.

7. SOP
Pengukuran
Pastikan

tidak ada komponenkomponen lain yang dapat


mengganggu disekitar garis survey
dan tidak ada yang menyentuh
elektroda saat pengukuran.
Jangan sentuh komponen
penghubung apapun saat
pengukuran dimulai.
Tidak disarankan bekerja sendirian.

7. SOP
Pengukuran
Jagalah

elektroda agar tidak ada


yang menyentuhnya saat alat
dioperasikan.
Pakailah sepatu sol karet dan
sarung tangan berbahan karet
ketika menyetting kabel.
Garis survey harus diberi tanda
agar dapat dengan mudah terlihat.

7. SOP
Pengukuran
Lakukan

langkah-langkah setting
garis survey secara berurutan
dengan hati-hati. Pertama
tancapkan dahulu elektroda ke
tanah, kemudian julurkan kabel
Swift. Pastikan kabel elektroda tidak
terhubung pada instrumen sebelum
dimulai proses pengukuran.

8.
Pengolah
an Data

OYO Mc Ohm
Mark 2 (ITB)

Pengolahan
Data

OYO Mc Ohm
Mark 2 (Desa
Sitirejo)

AGI MiniSting
R1 (ITB)

Click icon to
add picture

8.
Pengolah
an Data
Alat : OYO Mc
Ohm Mark 2
Lokasi : ITB

8. Pengolahan Data
(Sounding)
a=A
R
N
b=MN/
Rho-app
B/2
K
(V/I
o
2 (m)
(Ohm.m)
Data
(m) yang diperoleh di )lapangan
1
1
5.890 10.95
64.538
(ITB)
: 0.25
6

1.5

0.25

13.744

3.733
5

51.313

0.25

24.740

1.897
5

46.944

0.25

56.156

0.749

43.525

0.25

100.13
8

0.420
5

42.108

0.25

156.68
7

0.274
4

42.994

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Data yang diperoleh di lapangan :

N
o
1
2
3
4
5
6

a=A
b=MN/
B/2
2 (m)
(m)
1

0.25

K
5.890

64.538

3.733
5

51.313

1.897
5

46.944

0.749

43.525
42.108

0.420
5

156.68
7

0.274
4

42.994

0.25
jarak
antar13.744
elektroda yang
2
0.25
24.740
menginjeksi listrik
ke
3 tanah
0.25dengan
56.156
alat
4
0.25
100.13
0.25

Rho-app
(Ohm.m)

10.95
6

1.5

R
(V/I
)

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Data yang diperoleh di lapangan :


a=A
R
N
b=MN/
Rho-app
B/2
K
(V/I
o
2 (m)
(Ohm.m)
(m)
)
1

0.25

5.890

10.95
6

1.5

0.25

13.744

0.25

24.740
1.897
elektroda
5

0.25

0.25

0.25

64.538

3.733
51.313
jarak 5antara

yang46.944
menangkap
sinyal
56.156 0.749
43.525
listrik hasil
100.13
0.420 injeksi
42.108
8dengan
5 alat
156.68
7

0.274
4

42.994

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Data yang diperoleh di lapangan :


a=A
R
N
b=MN/
Rho-app
B/2
K
(V/I
o
2 (m)
(Ohm.m)
(m)
)
1

0.25

1.5

0.25

5.890

10.95
6

64.538

13.744
3.733
data
faktor 51.313
5

geometri

0.25

24.740

1.897
5

46.944

0.25

56.156

0.749

43.525

0.25

100.13
8

0.420
5

42.108

0.25

156.68
7

0.274
4

42.994

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Data yang diperoleh di lapangan :

N
o

a=A
b=MN/
B/2
2 (m)
(m)

R
(V/I
)

0.25

5.890

1.5

0.25

13.744

0.25

0.25

0.25

0.25

Rho-app
(Ohm.m)

10.95
6

64.538

3.733
5
apparen

51.313

data
resistivity
24.740 1.897
46.944
(hasil
perhitungan
nilai
5
resistivitas
dengan
56.156
0.749
43.525
faktor
geometri
)
100.13
0.420
42.108
8

156.68
7

0.274
4

42.994

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Cara Menggunakan Software IP2WIN


Untuk Mengelola Data
1.Buka program IP2WIN
2.Pilih File New VES Point

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola Data

3. Input data yang telah didapat di lapangan

4. Tekan OK

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola Data

5. Tekan OK

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola
6. InversiData
data : point inversion

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk


Mengelola Data

7. Hasil akhir pengolahan (ITB)

Karena lintasan hanya


sejauh 16 m, maka hanya
mendapatkan kedalaman
batuan setinggi 0.435 m

8.
Pengolah
an Data
Alat :
MiniSting R1
Lokasi :ITB

8. Pengolahan Data
(Sounding)
MiniSting R1

8. Pengolahan Data
(Sounding)
MiniSting R1

8. Pengolahan Data
(Sounding)
MiniSting R1

8. Pengolahan Data
(Sounding)
MiniSting R1

Click icon to
add picture

8.
Pengolah
an Data
Alat : OYO Mc Ohm
Mark 2
Lokasi : Desa
Sitirejo

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Lokasi : Desa Sitirejo


Tanggal : 13 November 2002
Bentangan : T.B N 244 E

No

a=AB b=MN/
/2 (m) 2 (m)

R
(V/I)

Rho-app
(Ohm.m)

0.25

5.890

14.485

85.31

1.5

0.25

13.744

9.5476

131.22

0.25

24.740

7.2236

178.71

0.25

56.156

3.9396

221.23

0.25

100.13
8

2.6478

265.14

0.25

156.68
7

1.8681

292.70

0.25

49.48

5.0241

248.59

0.5

77.754

3.5243

274.02

0.5

112.31

2.6802

310.01

8. Pengolahan Data
(Sounding)
a=AB b=M
No
/2
N/2
(m)
(m)

R
(V/I
)

Rho-app
(Ohm.m)

10.

10

0.5

200.277 1.411
6

382.71

11.

12

0.5

313.374 0.810
3

253.92

12.

15

0.5

451.604 0.505
7

228.37

13.

20

0.5

706.073 0.260
4

183.86

14.

15

1255.85 0.109
2
9

138.01

15.

20

173.573 1.212

210.37

8. Pengolahan Data
(Sounding)
a=AB
N
b=MN/
/2
o
2 (m)
(m)

R
Rho-app
(V/I) (Ohm.m)

19.

50

1253.49 0.0435
5

54.52

20.

60

1960.35 0.0170
4

33.32

21.

60

2824.29 0.0010
2

31.06

22.

80

694.292 0.0619

42.97

23.

100

1244.07 0.0382
1

47.52

24.

125

1950.92 0.0265
9

51.09

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Cara Menggunakan Software IP2WIN


Untuk Mengelola Data
1.Buka program IP2WIN
2.Pilih File New VES Point

8. Pengolahan Data
(Sounding)

Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk


Mengelola Data

3. Input data yang telah didapat di lapangan

4. Tekan OK

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola Data

3. Input data yang telah didapat di lapangan

4. Tekan OK

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola Data

Grafik hitam perlu kita drag lalu joint untuk


menghasilkan data yang lebih baik

5. Tekan OK

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola Data

6. Inversi data : point inversion

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Cara Menggunakan Software IP2WIN Untuk
Mengelola Data

7. Hasil akhir pengolahan

8. Pengolahan Data
(Sounding)
nilai resistivitas
(hambatan) tiap
lapisan

= 55.3 m
= 3723 m

= 176 m

= 8.59 m

=56.1 m

8. Pengolahan Data
(Sounding)
0.38 m

ketebalan tiap
lapisan dengan nilai
resistivitas yang
berbeda

0.686 m

= 55.3 m
= 3723 m

11.4 m

= 176 m

5.56 m

= 8.59 m

=56.1 m

8. Pengolahan Data
(Sounding)
0.38 m
1.07 m

kedalaman dari
permukaan tanah

12.5 m

18 m

= 55.3 m
= 3723 m

= 176 m

= 8.59 m

=56.1 m

8. Pengolahan Data
(Sounding)
Kolom Alt adalah altitude
atau kedalaman dari elevasi
(ketinggian) titik VES

8. Pengolahan Data
(Sounding)
0.38 m
0.686 m

= 55.3 m
= 3723 m

11.4 m

= 176 m

5.56 m

= 8.59 m

=56.1 m

Jenis batuan di 0.38 m


bawah tanah belum0.686 m
dapat langsung
diketahui jenisnya
meski kita telah 11.4 m
memiliki nilai
resistivitas batuan
di bawah tanah, hal
ini dikarenakan kita 5.56 m
perlu melihat lagi
kondisi formasi dan
struktur batuan di
lapangan.

= 55.3 m
= 3723 m

= 176 m

= 8.59 m

=56.1 m

9.
Kesimpula
n

9. Kesimpulan
Dalam

survei geolistrik dapat


digunakan metode sounding dan
mapping.
Metode yang umum digunakan dalam
mencari air adalah metode sounding.
Banyak sekali konfigurasi elektroda
yang dapat kita gunakan dalam
metoda resistivity. Misalnya
Schlumberger, Wenner, dipol-dipol,
dst.

9. Kesimpulan
Metoda

yang paling sering digunakan


adalah Schlumberger.
Terdapat 3 alat geolistrik yang
terdapat di ITB, yaitu Oyo Mc Ohm
Mark 2, AGI Ministing R1, dan
SuperSting R8(rusak).
Kami mencoba untuk menggunakan
kedua alat yang masih berfungsi yaitu
Oyo Mc Ohm Mark 2, AGI Ministing R1.

9. Kesimpulan
Konfigurasi

elektroda yang kami


pakai adalah Schlumberger.
Dalam pengambilan data kami
menggunakan cara manual baik
oleh alat Oyo Mc Ohm ataupun
MiniSting R1.
Alat MiniSting R1 yang di ITB hanya
dapat di jalankan secara manual
karena ITB tidak memiliki Swift Box.

9. Kesimpulan
Alat

OYO Mc Ohm Mark 2 lebih mudah


digunakan dibandingkan dengan
MiniSting R1(riskan dan mudah rusak).
Alat MiniSting R1 yang ada di ITB
pernah mengalami kerusakan (Sumber
: Pak Dedi), karena mahasiswa S3
terbalik memasukkan kabel arus dan
potensial sehingg sekarang alatnya
sering mengalami error.

9. Kesimpulan
Berdasarkan

survei yang kita lakukan


di ITB dengan menggunakan alat OYO
Mc Ohm Mark 2, lintasan sejauh 16m
menghasilkan profilbawah tanah
sedalam 40 cm dengn harga
resistivitas semu 70.4 Ohm.
Sedangkan saat menggunakan alat
MiniSting, menghasilkan profil bawah
tanah sedalam 2.45 m.

9. Kesimpulan
Error

data pada alat MiniSting


disebabkan oleh alat yang pernah
konslet sehingga nilai resistivitas
semu menunjukkan harga negatif.
Berdasarkan kemudahan dalam
mengolah data dan kemudahan di
lapangan tentunya lebih mudah
menggunakan MiniSting karena
speknya pun lebih baik, namun
karena

9. Kesimpulan
alat MiniSting pernah konslet hal ini
membuat data yang dihasilkan oleh
ministing menjadi tidak akurat meski
menunjukkan kedalaman yang lebih
dalam dibandingkan dengan OYO Mc
Ohm Mark 2.

10.
Dokumenta
si

10. Dokumentasi

10. Dokumentasi

10. Dokumentasi

10. Dokumentasi
Pemasangan Elektroda

Kabel dihubungkan ke McOHM

10. Dokumentasi
Kabel dihubungkan
ke Elektroda

Pemindahan Elektroda sesuai jarak


yang telah ada ditentukan

10. Dokumentasi

Pencatatan Data yang diperoleh dan plotting data


di kertas grafik

11.
Daftar
Pustaka

11. DAFTAR
PUSTAKA

sumurbor.revology.co.id/produk/jual-alat-geolistrik.html

www.geocis.net

aresearch.upi.edu/operator/upload/s_fis_033856_chapter

3.pdf

https://www.agiusa.com/ministing.shtml

http://
www.alatukurteknik.com/jual-harga-geolistrik-naniura/42
7-naniura-nrd-300-hf.html

https://www.agiusa.com/ministing.shtml

https://www.agiusa.com/supersting.shtml

11. DAFTAR
PUSTAKA
http://www.academia.edu/10975172/LA

PORAN_PRAKTIKUM_GEOLISTRIK
http://www.scribd.com/doc/122948009/B
AB-I-PENDAHULUAN-docx#scribd
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/590/jbptit
bpp-gdl-dikriyawan-29482-8-2008ts-7.pdf
http://www.gfinstruments.cz/index.php
?menu=gi&cont=ares_ov
http://www.geoelectric.ru/docs/ARES.pdf

11. DAFTAR
PUSTAKA
http://pe2bz.philpem.me.uk/Detect-Sense/

-%20-%20Resistivity/Info-101-Resistivity
-Theory/Automatic.Resistivity.system.200
.html