Anda di halaman 1dari 37

Kabupaten Jombang

Pada bab ini akan dijelaskan secara terpisah mengenai gambaran umum wilayah
Pendampingan RISPAM yaitu Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten
Magetan, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo. Pembahasan akan dilakukan
terpisah untuk masing-masing kabupaten lokasi Pendampingan. Secara umum,
gambaran wilayah ini akan menampilkan kondisi wilayah, kependudukan dan sosial
ekonomi masyarakat setempat yang nantinya dapat berfungsi sebagai acuan dalam
proses penyusunan rencana Induk Pengembangan SPAM. Bab ini akan mengulas
Gambaran Umum Kabupaten Jombang.

2.1. KABUPATEN DALAM KONTEKS MAKRO


2.1.1.

KABUPATEN DALAM PERSPEKTIF NASIONAL

Berdasarkan Lampiran IX Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 tahun


2008 mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maka ditetapkan bahwa
Kabupaten Jombang

yang termasuk dalam kawasan Gerbang Kertasusila Plus dan

sekitarnya, diarahkan untuk menjadi kawasan dengan sektor unggulan pertanian


tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, peternakan,
pertambangan, perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, pariwisata, transportasi,
dan industri.

2.1.2.

KABUPATEN DALAM PERSPEKTIF PROPINSI

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Jawa Timur Tahun 2009
2029, secara struktur kewilayahan, Jawa Timur dibagi menjadi 9 (Sembilan) Satuan
Wilayah Pembangunan (SWP) yaitu :
1. SWP Gerbangkertosusila Plus, meliputi : Kota Surabaya, Kabupaten Tuban,
Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten
Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 1

Kabupaten Jombang

Bangkalan, Kabupaten dan Kota Pasuruan, dengan pusat pelayanan di Kota


Surabaya.
2. SWP Malang Raya, meliputi : Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, dengan
pusat pelayanan di Kota Malang.
3. SWP Madiun dan sekitarnya, meliputi : Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten
Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan serta Kabupaten Ngawi,
dengan pusat pelayanan di Kota Madiun.
4. SWP Kediri dan sekitarnya, meliputi : Kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten
Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung, dengan pusat
pelayanan di Kota Kediri.
5. SWP Probolinggo Lumajang, meliputi : Kota dan Kabupaten Probolinggo dan
Kabupaten Lumajang, dengan pusat pelayanan di Kota Probolinggo.
6. SWP Blitar, meliputi : Kota dan Kabupaten Blitar, dengan pusat pelayanan Kota
Blitar.
7. SWP Jember dan sekitarnya, meliputi : Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso
dan Kabupaten Situbondo, dengan pusat pelayanan di Perkotaan Jember.
8. SWP Banyuwangi, meliputi : Kabupaten Banyuwangi, dengan pusat pelayanan di
Perkotaan Banyuwangi.
9. SWP Madura dan Kepulauan, meliputi : Kabupaten Sampang, Kabupaten
Pamekasan dan Kabupaten Sumenep, dengan pusat pelayanan di Perkotaan
Pamekasan.
Pembagian ke 9 (sembilan ) SWP Jawa Timur seperti pada gambar 2.1 berikut ini. Dari
ke-9 (sembilan) Satuan Wilayah Pembangunan tersebut, Kabupaten Jombang
dikelompokkan SWP Gerbangkertosusila Plus.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 2

Kabupaten Jombang

Gambar 2.1. Struktur Tata Ruang Jawa Timur


Untuk Kabupaten Jombang secara struktur keruangan masuk dalam Satuan Wilayah
Pembangunan (SWP) Gerbangkertosusila Plus. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 2.2.
Adapun fungsi SWP Gerbangkertosusila Plus sebagai berikut :
a. Pusat SWP : Kota Surabaya.
b. Fungsi SWP Gerbangkertosusila Plus adalah : kawasan pertanian tanaman pangan,
perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, peternakan, pertambangan,
perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, pariwisata, transportasi, dan industri.
c. Fungsi pusat pengembangan perkotaan adalah : pusat pelayanan, perdagangan,
jasa, industri, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan prasarana
wisata.
Untuk Struktur Pusat Permukiman Perkotaan, SWP Gerbangkertosusila Plus dibagi
menjadi 5 (lima) satuan wilayah yang lebih kecil, dimana Kabupaten Jombang masuk
dalam wilayah Mojokerto-Jombang. Wilayah Mojokerto Jombang, adalah wilayah
perkembangan industri dari Kota Mojokerto sampai dengan Perkotaan Mojoagung
Kabupaten

Jombang.

Perkembangan

di

wilayah

ini

cenderung

didominasi

perkembangan industri Kota Mojokerto dan sekitarnya. Perkembangan Kota Mojokerto

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 3

Kabupaten Jombang

berpengaruh kuat terhadap perkembangan Jombang, dengan pusat perkembangan


wilayah ini adalah Kota Mojokerto.

Gambar 2.2. Rencana Struktur Ruang Gerbangkertosusila Plus


Berdasar struktur pusat permukiman wilayah Mojokerto-Jombang, Wilayah
Mojokerto Jombang merupakan salah satu wilayah yang memiliki akses
tinggi terhadap Kota Surabaya. Struktur pusat permukiman Perkotaan
Mojokerto Jombang diarahkan sebagai berikut :
Pusat permukiman perkotaan wilayah Mojokerto dan Jombang meliputi wilayah
Perkotaan Dawar Blandong, Perkotaan Balungbendo, Perkotaan Mojosari, Perkotaan
Sooko, Perkotaan Mojoagung, Perkotaan Gudo dan Perkotaan Ploso. Tetap diarahkan
mempunyai wilayah inti sebagai pusat yang diarahkan di wilayah perkotaan pada
masing-masing wilayahnya.
Pusat permukiman Perkotaan Mojokerto terdiri dari perkembangan permukiman
perkotaan akibat perkembangan industri di Jetis, Perkotaan Krian Mojokerto,
perkembangan Perkotaan Mojosari, permukiman Perkotaan Sooko dan perkembangan

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 4

Kabupaten Jombang

permukiman

Perkotaan

Dawar

Blandong.

Perkotaan

Mojokerto

direncanakan

merupakan pusat permukiman perkotaan di cluster Perkotaan Mojokerto


Struktur ruang kawasan Perkotaan Jombang dipengaruhi oleh aglomerasi kawasan
terbangun. Struktur pusat permukiman Perkotaan Jombang diarahkan mencakup
perkembangan

perkotaan

hingga

Ploso

dan

permukiman

Perkotaan

Gudo.

Perkembangan permukiman perkotaan di Perkotaan Jombang tetap diarahkan dalam


pola yang menyebar. Kawasan pertanian yang ada di kawasan perkotaan tetap
Kabupaten Jombang tetap diarahkan di Perkotaan Jombang dan diarahkan dalam satu
cluster.Rencana Struktur Ruang Mojokerto Jombang terdapat pada gambar 2.3.

Gambar 2.3. Rencana Struktur Ruang Mojokerto Jombang

Untuk mendukung kebijakan tersebut, fasilitas dan dukungan infrastruktur yang


dibutuhkan di Kabupaten Jombang sebagaimana tabel 2.1

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 5

Kabupaten Jombang

Tabel 2.1. Fungsi Wilayah dan Perkotaan Jombang


Perkotaan/
Wilayah
Jombang

Rencana
Fungsi
Wilayah
Perdagangan,
jasa,
industri,
pendidikan,
pemerintahan
dan
kesehatan

Rencana Pengembangan Fasilitas Yang


Dibutuhkan

Rencana Pengembangan
Infrastruktur

a. Fasilitas perdagangan:
Peningkatan pasar umum
Peningkatan pasar tradisional
Pengembangan ruko dan pertokoan
b. Fasilitas jasa :
Lembaga keuangan (Bank, koperasi)
c. Fasilitas industri :
Home industri
d. Fasilitas pendidikan :

Pengembangan
Akademi/Perguruan Tinggi (PT)

Pondok Pesantren
e. Fasilitas pemerintahan :
Kantor Kota/Kabupaten
Polres/Polresta
f. Fasilitas kesehatan :
Pengembangan rumah sakit tipe C
Rumah sakit swasta
Peningkatan Puskesmas ke Puskesmas rawat
inap

Pengembangan jaringan
jalan tol Surabaya
Jombang Nganjuk
Pengembangan
jalan
tembus potensial
Pengembangan
jalur
komuter perkeretaapian
dan pengembangan rel
perkeretaapian double
track
Pengembangan
prasarana wana wisata

Sumber : Naskah Akademik RTRW Jawa Timur Tahun 2009 - 2029

2.1.3.

KABUPATEN DALAM PERSPEKTIF KAWASAN


STRATEGIS

Untuk Kabupaten Jombang, jenis kawasan strategis Kabupaten Jombang masuk dalam
kawasan berbasis pariwisata dengan penetapan jalur pengembangan koridor B dan
masuk kawasan tertinggal.
Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan kawasan andalan berbasis pariwisata
ditetapkan pada jalur pengembangan koridor B meliputi Kota Surabaya, Kabupaten
Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten
Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Pusat kawasan andalan berupa
pintu gerbang nasional/internasional di Kota Surabaya, serta pintu gerbang regional
di Kabupaten Magetan.
Selain itu, ditinjau sebagai kawasan strategis, Kabupaten Jombang masuk dalam
kawasan tertinggal. Wilayah yang termasuk kategori kawasan tertinggal dengan
tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur terdiri dari 10 kabupaten dimana
Kabupaten Jombang termasuk di dalamnya.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 6

Kabupaten Jombang

2.2. KONDISI FISIK DASAR


2.2.1. GEOGRAFI
Kabupaten Jombang memiliki luas wilayah sebesar 1,159,5 km 2 atau 115.950 ha.
Secara administratif sistem pemerintahannya terbagi dalam : 21 kecamatan, 302
desa, 4 kelurahan, serta meliputi 1.258 dusun. Secara astronomi wilayah Kabupaten
Jombang terletak di sebelah selatan khatulistiwa berada antara terletak antara 70 20
48,60 dan 70 46 41,26 Lintang Selatan serta antara 112 0 03 46,57 dan 1120 27
21,26 Bujur Timur.
Kabupaten Jombang berbatasan dengan wilayah administratif kabupaten lain, yaitu:

Sebelah Utara

: Kabupaten Lamongan

Sebelah Timur

: Kabupaten Mojokerto

Sebelah Selatan

Sebelah Barat

: Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang


: Kabupaten Nganjuk

Wilayah administratif Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan yang dapat


dilihat pada tabel 2.2 dan gambar 2.4 berikut :
Tabel 2.2. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Jombang
No.

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Bandar Kedungmulyo
Perak
Gudo
Diwek
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Wonosalam
Mojoagung
Sumobito
Jogoroto
Peterongan
Jombang
Megaluh
Tembelang
Kesamben
Kudu
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Plandaan
Jumlah

Luas
(Km)
32,50
29,05
34,39
47,70
49,86
78,62
94,27
121,63
60,18
47,64
28,28
29,47
36,40
28,41
32,94
51,72
77,75
34,98
25,96
97,35
120,40
1.159,50

Jumlah
Desa
11
13
18
20
13
19
13
9
18
21
11
14
20
13
15
14
11
11
13
16
13
306

Jumlah
Dusun
42
36
75
100
82
68
50
48
60
76
46
56
72
41
65
61
47
39
50
87
57
1.258

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka, 2007/2008

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 7

Kabupaten Jombang

Gambar 2.4

PETA ADMINISTRASI JOMBANG

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 8

Kabupaten Jombang

2.2.2. TOPOGRAFI DAN FISIOGRAFI


Wilayah Kabupaten Jombang didominasi oleh wilayah datar hingga bergelombang.
Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Perak Kecamatan Gudo, Kecamatan
Diwek, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Peterongan, Kecamatan
Megaluh, Kecamatan Tembelang, Kecamatan Kesamben, dan Kecamatan Ploso berada
di kemiringan lahan 0 2 %.
Kecamatan Mojowarno dan Kecamatan Jombang berada pada kemiringan 0 5 %.
Kecamatan Kecamatan Kabuh berada pada kemiringan 0 40 %. Kecamatan Bareng,
Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Plandaan merupakan kecamatan yang
mempunyai kemiringan bervariasi dari datar hingga terjal 0 - > 40 %. Kecamatan
Wonosalam, Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan merupakan wilayah yang
berada pada kategori bergelombang hingga terjal.
Tabel 2.3 Kondisi Kemiringan Lahan Wilayah Kabupaten Jombang
No.

Kecamatan

1
2
3

Bandar Kedung Mulyo


Perak
Gudo
4
Diwek
5
Ngoro
6
Mojowarno
7
Bareng
8
Wonosalam
9
Mojoagung
10
Sumobito
11
Jogoroto
12
Peterongan
13
Jombang
14
Megaluh
15
Tembelang
16
Kesamben
17
Kudu
18
Ngusikan
19
Ploso
20
Kabuh
21
Plandaan
Jumlah

02%
4.360,0
2.890,0
4.300,0
5.500,0
4.637,0
6.425,0
3.700,0
0
4.550,0
4.763,0
2.660,0
2.890,0
3.975,0
4.540,0
3.310,0
7.500,0
0
0
2.250,0
3.200,0
3.825,0
75.275,0

Luas Wilayah (Km)


25%
15 40 %
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
525,0
0
1.475,0
225,0
4.421,4
1.350,0
225,0
3.950,0
0
125,0
0
0
0
0
125,0
0
0
0
0
0
0
0
1.200,0
225,0
300,0
75,0
0
0
6.125,0
225,0
6.725,0
850,0
21.121,4 7.025,0

> 40 %
0
0
0
0
0
0
175,0
125,0
6.628,6
150,0
0
0
0
0
0
0
0
525,0
0
0
150,0
7.753,6

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka, 2007/2008

2.2.3. GEOLOGI

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 9

Kabupaten Jombang

Kabupaten Jombang memiliki struktur geologi yang bervariasi, masing-masing jenis


keadaan struktur geologi dibagi dalam 7 (tujuh) jenis yaitu plitosen fasies gunung api,
plistosen fasies sedimen, alluvium fasies gunung api, plitosen fasies sediemen, hasil
gunung api kwarter tua, hasil gunung api kwarter muda dan alluvium. Adapun
struktur geologi dengan luas terbesar yaitu alluvium dengan luas 52.792,82 Ha. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. 4 berikut ini.

Tabel 2.4 Luas Daerah Menurut Struktur Geologi Di Kabupaten Jombang


No.
1
2
3
4
5
6
7

Struktur Geologi
Pleistosen Fasies Gunung Api
Pliosen Fasies Sedimen
Alluvium Fasies Gunung Api
Pleistosen Fasies Sedimen
Alluvium
Hasil Gunung Api Kwarter Muda
Hasil Gunung Api Kwarter Tua
Jumlah

Luas (Ha)
1.328,94
6.826,09
650,16
6.411,20
52.792,82
17.096,12
24.120,61
109.225,94

Sumber : Rencana Teknik Lapang Rehabilitasi Lahan Dan Konservasi Tanah


Kabupaten Jombang, Diolah

Berdasarkan ciri fisik tanah yang ada di Kabupaten Jombang dapat di bagi menjadi
tiga bagian, yaitu :
Kabupaten Jombang bagian utara adalah bagian dari pegunungan kapur

1.

yang memiliki tanah relatif kurang subur, sebagian besar mempunyai fisiografi
yang mendatar dan sebagian lagi berbuki-bukit tetapi tidak terlalu tajam, yang
terletak di sebelah utara sungai Brantas.
2. Kabupaten Jombang bagian tengah di bagian selatan Sungai Brantas sebagian
besar merupakan tanah pertanian dengan sungai-sungai dan daerah irigasi yang
tersebar dan cocok untuk pertanian.
3. Kabupaten Jombang bagian selatan merupakan tanah pegunungan yang
dimanfaatkan untuk daerah perkebunan.
Gambaran geologi Kabupaten Jombang terdapat pada gambar 2.5

2.2.4.

HIDROLOGI,

KLIMATOLOGI,

DAN

HIDROGEOLOGI
Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 10

Kabupaten Jombang

Kabupaten Jombang memiliki beberapa aliran sungai, yang melintas dan beberapa
waduk. Sungai-sungai yang melintasi wilayah ini adalah sebagai berikut :
1.

Sungai Brantas yang melintas di sebelah barat dan utara yang membatasi
wilayah Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk.

2.

Kali Slumbung Kuning yang bermata air di Kecamatan Wonosalam.

3.

Kali Gondan yang bermata air di Kecamatan Wonosalam.

4.

Sungai-sungai lain yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.

Debit air antara musim hujan dan musim kemarau pada beberapa sungai
menunjukkan perbandingan yang cukup ekstrim. Salah satunya adalah Sungai
Kaligunting yang perbandingan debitnya 43 : 1. Perbedaan yang sangat menonjol
(fluktuatif) ini berpotensi menimbulkan bencana banjir. Selanjutnya salah satu
komponen yang memberi pengaruh besar terhadap kondisi hidrologi adalah sistem
Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sub DAS. Mayoritas wilayah Kabupaten Jombang
masuk dalam DAS Brantas yang merupakan sungai utama yang mempengaruhi
ekosistem wilayah tersebut. Selain sungai di wilayah perencanaan juga terdapat 14
buah waduk sebagai satu kesatuan sistem dalam hidrologi wilayah
Di Kabupaten Jombang dalam kurun waktu tahun 2008, curah hujan tertinggi di
Kecamatan Gudo Desa Blimbing

pada bulan Januari

2008 sebesar 731 mm. Hari

hujan terbanyak di Kecamatan Perak yaitu selama 186 hari.


Aliran air permukaan, di Kabupaten Jombang juga terdapat aliran air bawah tanah
atau air tanah. Dimana sumber daya air bawah tanah mempunyai peranan yang
sangat penting sebagai salah satu alternatif sumber air baku. Adapun pemanfaatan
air bawah tanah di Kabupaten Jombang digunakan untuk domestik, pertanian,
komersil, dan industri.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 11

Kabupaten Jombang

GAMBAR 2.5. Peta geologi kabupaten jombang

2.3. RUANG DAN LAHAN


Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 12

Kabupaten Jombang

2.3.1 RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW)


Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jombang dibagi menjadi 5 (lima) Wilayah
Pengembangan (WP). Batas Wilayah Pengembangan (WP) didasarkan pada batas
administrasi wilayah. Setiap WP terdiri dari beberapa kecamatan yang meliputi
kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan
5 (Lima) Wilayah Pengembangan Kabupaten Jombang meliputi :
A.

WP Jombang

WP Jombang meliputi wilayah administrasi Kecamatan Jombang, Kecamatan


Peterongan, Kecamatan Tembelang, Kecamatan Jogoroto dan Kecamatan Diwek.
Pusat WP Jombang : Perkotaan Jombang
Fungsi :

WP Jombang merupakan wilayah pengembangan kawasan perkotaan yang


berperan sebagai Ibu Kota Kabupaten Jombang.

Fungsi WP Jombang sebagai pusat pelayanan skala kabupaten yang meliputi :


pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan skala Kabupaten
Jombang.

Kegiatan Utama yang dikembangkan :

Kegiatan ekonomi yang dikembangkan adalah Sektor Perdagangan dan industri


secara terbatas pada lokasi yang telah industri yang telah ada dengan skala
kegiatan sampai dengan menengah serta luasan lokasi secara terbatas

Kegiatan non ekonomi yang ditata sebagai konsekuensi dari peran dan fungsi
SSWP sebagai pusat pelayanan skala kabupaten adalah kegiatan pendidikan,
kesehatan dan pemerintahan skala kabupaten.

B.

WP Mojoagung

WP Mojoagung meliputi wilayah adminsitrasi Kecamatan Mojoagung, Kecamatan


Sumobito, dan Kecamatan Kesamben.
Pusat WP : Perkotaan Mojoagung
Fungsi :
sebagai wilayah pengembangan kawasan perekonomian terpadu Kabupaten
Jombang.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 13

Pengembangan
perdagangan

Kabupaten Jombang

sebagai pusat koleksi dan distribusi (perdagangan) skala Kabupaten Jombang.

Kegiatan Utama yang dikembangkan :

Perdagangan

Transportasi

Industri (penempatan terbatas dan bersayarat) dan pergudangan

C.

WP Ploso

WP Ploso meliputi wilayah administrasi Kecamatan Ploso, Kecamatan Kudu,


Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Kabuh, dan Kecamatan Plandaan.
Pusat WP : Perkotaan Ploso
Fungsi:

Wilayah pengembangan kegiatan perkotaan dan bukan pertanian di bagian utara


Kabupaten Jombang.

Merupakan wilayah pengembangan kegiatan industri skala besar dan pusat


distribusi hasil perkebunan dan kehutanan.

Kegiatan Utama yang dikembangkan : industri, perdagangan , perkebunan dan


kehutanan, pariwisata, dan pertanian
Pengembangan WP Ploso disertai dengan pengembangan

permukiman industri

pelayanan kesehatan dengan pembangunan rumah sakit dengan tipe D.

Peningkatan pelayanan air bersih dengan pipa PDAM yang mendukung kegiatan
industri dan permukiman,

pembangunan waduk di bagian Utara Sungai Brantas yang berfungsi menyediakan


pelayanan air bersih,

menyediakan buffer zone berupa ruang terbuka hijau yang berfungsi


sebagai pemisah pencegahan polusi dari kegiatan industri besar dengan
kegiatan permukiman di sekitanya.

D.

WP Bandar Kedungmulyo

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 14

Kabupaten Jombang

WP

Bandar

Kedungmulyo

meliputi

wilayah

administrasi

Kecamatan

Bandar

Kedungmulyo, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Perak, dan Kecamatan Gudo.


Pusat WP : Perkotaan Bandar Kedungmulyo
Fungsi WP Bandar Kedungmulyo :

Wilayah pengembangan pusat permukiman perkotaan di bagian selatan Jombang

sebagai kawasan industri manufaktur.

Kegiatan Utama yang dikembangkan industri, perdagangan, pertanian, dan


pariwisata
E.

WP Mojowarno

WP Mojowarno meliputi wilayah administrasi Kecamatan Mojowarno, Kecamatan


Wonosalam, Kecamatan Bareng, dan Kecamatan Ngoro.
Pusat WP : Perkotaan Mojowarno
Peran Dan Fungsi Utama WP Mojowarno :

WP Mojowarno adalah sebagai pusat pengembangan kawasan agropolitan di


Kabupaten Jombang.

Sebagai wilayah pengembangan potensi Sumber Daya Alam dan wilayah


pengembangan Pariwisata di wilayah Kabupaten Jombang. Dalam rangka
mendukung fungsi tersebut perlu dikembangan pusat penelitian dan pendidikan
untuk pengembangan SDM yang diarahkan disektor Agrobisnis.

Struktur Kegiatan Utama : perkebunan, perdagangan, pariwisata, kehutanan,


agroindustri, pertanian

Kegiatan industri menegah terutama agroindustri dikembangkan di Perkotaan


Mojowarno dan melakukan pengolahan dari hasil pertanian dan perkebunan di
Perkotaan Ngoro, Wonosalam, dan Bareng.
Untuk meningkatkan perkembangan Perkotaan Wonosalam yang lokasinya jauh dari
perkotaan lainnya di Kabupaten Jombang, maka direncanakan pengembangan
jaringan jalan yang menghubungkan antara Wonosalam dan Mojowarno hingga ke
Perkotaan Jombang.
Wilayah Mojowarno diprioritaskan pada kegiatan pada agroindustri, pertanian,
perkebunan,

kehutanan

dan

pariwisata.

Pengembangan

agroindustri

dengan

pengelolaan hasil pertanian dan komoditi tanaman perkebunan seperti mete, kelapa,
cengkeh, kapuk, kenanga, temulawak, lada, kencur, jahe, serai, kunyit, lengkuas,

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 15

Kabupaten Jombang

pandan, kakao, tebu, tembakau virginia, tembakau jawa, dan kopi. Industri anyaman
dipertahankan. Gambaran tentang pembagian SWP di Kabupaten Jombang terdapat
pada gambar 2.6

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 16

Kabupaten Jombang

Gambar 2.6
Peta SWP KABUPATEN JOMBANG

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 17

Kabupaten Jombang

2.3.2. PENGGUNAAN LAHAN DAN TATA GUNA


LAHAN
Faktor penting yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, diantaranya adalah
aliran sungai yang cukup besar dan material hasil letusan gunung berapi.
Dimungkinkan bahwa hasil letusan Gunung Kelud terbawa arus Sungai Brantas, Kali
Konto dan sungai sungai lainnya yang mengalir dari selatan/tenggara ke utara
masuk melintasi wilayah Kabupaten Jombang.
Penggunaan tanah di Kabupaten Jombang didominasi oleh sawah yang mencapai
42,19 % dari luas wilayah kabupaten, kemudian permukiman/perumahan 24,08%,
hutan 19,06%, tegal 11,62% dan penggunaan lainnya 2,65%. Gambaran tentang
penggunaan lahan di Kabupaten Jombang terdapat pada gambar 2.5
Tabel 2.5 Penggunaan Lahan Kabupaten Jombang
No Kecamatan
1 Bandar Kd. Mulyo

Jenis Penggunaan Tanah (Ha)


Pemukiman Industri
Sawah
Tegalan Perkebunan Hutan
1,091.47
0 2,166.02 1,072.40
0

Lainnya Jumlah
30.11
4,360.00

2 Perak

636.35

0.22

2,049.82

172

31.61

2,890.00

3 Gudo

1,066.78

2,683.90

413.9

135.42

4,300.00

4 Diwek

2,390.29

6.71

3,048.34

54.66

5,500.00

5 Ngoro

1,150.87

2,942.60

507.8

35.73

4,637.00

6 Mojowarno

1,231.53

2,152.21

1,981.80

1,945.90

38.56

7,350.00

7 Bareng

1,657.00

3,102.38

1,856.79

33.83

6,650.00

8 Wonosalam

1,660.07

1,816.01

4,090.20

675.98

6,628.60

129.14

15,000.00

9 Mojoagung

1,072.77

25.8

2,553.62

1,353.50

44.33

5,050.02

10 Sumobito

1,116.79

3.56

3,514.38

79

49.27

4,763.00

11 Jogoroto

1,019.90

1,610.42

29.68

2,660.00

914.43

2.53

1,938.48

34.57

2,890.01

13 Jombang

1,932.66

16.77

1,893.72

113.29

143.56

4,100.00

14 Megaluh

2,093.62

2,304.19

113.5

28.69

4,540.00

15 Tembelang

1,253.75

2,018.24

13.5

24.51

3,310.00

16 Kesamben

12 Peterongan

3,102.48

5.6

4,041.24

318.6

32.08

7,500.00

17 Kudu

658.46

1,419.24

221.95

1,270.50

19.85

3,590.00

18 Ngusikan

622.55

1,356.41

241.95

1270.5

18.59

3,510.00

19 Ploso

619.7

52.65

1,389.68

149.08

38.89

2,250.00

20 Kabuh

879.22

8.44

2,725.09

317.4

5,590.00

29.85

9,550.00

21 Plandaan

1,688.28

3,374.84

1,954.20

4,503.00

29.68

11,550.00

TOTAL

27,858.97

122.28 50,100.83 13,617.36

675.98 22,562.00

1,012.61 115,950.03

Sumber: Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 18

Kabupaten Jombang

GAMBAR 2.7
Gambar 2.7 Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Jombang

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 19

Kabupaten Jombang

2.3.3.

RENCANA

PENGEMBANGAN

TATA

KOTA
Penetapan

kawasan

perkotaan

di

Kabupaten

Jombang

dimaksudkan

untuk

memberikan arahan terhadap wilayah-wilayah yang akan menampung perkembangan


kebutuhan ruang untuk kegiatan perkotaan hingga 20 tahun jangka waktu
perencanaan.
Luas wilayah pengembangan kawasan perkotaan di Kabupaten Jombang disetiap WP
sebagai berikut :
1. WP Jombang : luas kawasan perkotaan 10.525,4 Ha, atau 57,02 % dari luas total
keseluruhan WP Jombang yang mencapai 18.460 Ha.
2. WP Ploso

: luas kawasan perkotaan 9.179 Ha, atau 30,14 % dari luas


keseluruhan WP Ploso 30.450 Ha.

3. WP Mojoagung : luas kawasan perkotaan 5.493,6 Ha, atau 31,73% dari luas
keseluruhan WP Mojoagung 17.313 Ha.
4. WP Mojowarno : luas kawasan perkotaan 5.849,5 Ha, atau 17,39% dari luas
keseluruhan WP Mojowarno 33.637 Ha.
5. WP Bandar Kedungmulyo : luas kawasan perkotaan 7.476,3 Ha, atau 24,55% dari
luas keseluruhan WP Bandar Kedungmulyo 30.450 Ha.
Kawasan Perkotaan lain yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKLp)
adalah Perkotaan Bandar Kedungmulyo, Perkotaan Mojoagung dan Perkotaan
Mojowarno.
a. Perkotaan Bandar Kedungmulyo ditetapkan sebagai PKLp karena :
Di Bandar Kedungmulyo direncanakan terdapat kawasan pengembangankegiatan
Industri Manufaktur,
Direncanakan terdapat Pintu Jalan Bebas Hambatan Kertosono Surabaya.
Perkembangan perkotaan menyatu dengan perkembangan Perkotaan Perak
Merupakan wilayah perbatasan dan sekaligus merupakan simpul akses menuju
Kabupaten Kediri dan Kabupaten Naganjuk yang sangat strategis
Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)
Sebagai PKLp maka Bandarkedungmulyo juga ditetapkan sebagai Kawasan
Strategis Cepat Tumbuh
b. Perkotaan Ploso direncanakan sebagai PKLp Karena :

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 20

Kabupaten Jombang

Di Perkotaan Ploso direncanakan terdapat kawasan industri besar di Kabupaten


Jombang
Direncanakan sebagai pusat pertumbuhan di bagian utara Kabupaten Jombang
Perkotaan Ploso merupakan perkotaan di bagian utara Kabupaten Jombang yang
langsung terhubung dengan kawasan industri Mojokerto dan rencana pintu jalan
bebas hambatan di Desa Gedek Kabupaten Mojokerto.
Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)
Ditetapkan sebagai kawasan strategis cepat tumbuh kabupaten
c. Perkotaan Mojoagung direncanakan sebagai PKLp karena :
simpul transportasi jalan raya dengan pengembangan terminal tipe B dan
terminal Cargo
simpul distribusi perdagangan dan jasa skala kabupaten yang dilengkapi dengan
pasar kabupaten dan pusat pergudangan
sebagai simpul distribusi dalam sistem agropolitan Kabupaten Jombang (Kota
Tani hirarki I di lingkup kabupaten) dan dibangun Sub Terminal Agribisnis
Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)
Distetapkan sebagai kawasan Strategis dari sudut kepentingan ekonomi
kabupaten (kawasan ekonomi terpadu Mojoagung)
d. Perkotaan Mojowarno ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan PKLp karena :
Sebagai pusat pertumbuhan di bagian timur wilayah Kabupaten
Sebagai Pusat Kegiatan Agribisnis Kabupaten khususnya di sektor pertanian
tanaman pangan, peternakan, agrowisata dan agroforestri Kabupaten Jombang
Pusat Pelayanan Wilayah Pengembangan (WP)
Kawasan yang ditetapkan sebagai pusat agroindustri
Sehingga Perkotaan dengan hirarki sebagai Pusat Kegiatan Lokal adalah sebagai
berikut :

Perkotaan Jombang yang disebut dengan PKL Jombang yang meliputi kawasan
Perkotaan Jombang, Perkotaan Tembelang, Perkotaan Peterongan, Perkotaan
Diwek

Perkotaan Mojoagung yang disebut dengan PKLp Mojoagung

Perkotaan Mojowarno yang disebut dengan PKLp Mojowarno

Perkotaan Bandar Kedungmulyo yang meliputi Perkotaan Bandar Kedungmulyo


dan Perkotaan Perak yang disebut dengan PKLp Bandar Kedungmulyo.

Pembagian wilayah Perkotaan dan Perdesaan di Kabupaten Jombang


terdapat pada tabel berikut ini.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 21

Kabupaten Jombang

Tabel 2.6 Wilayah Perkotaan dan Perdesaan Kabupaten Jombang


Kecamatan

Perkotaan
Wilayah

Perdesaan
Jumlah
Wilayah
Penduduk
(Jiwa)
66229 Jabon, Sengon, Denanyar, Tunggorono, Sambung Dukuh, Ploso
Geneng, Tambak Rejo, Dapur Kejambon, Sumberjo, Banjar Dowo

Total
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
63350

129,579

Jombang

Jombang, Jombatan, Plandi,


Kaliwungu, Jela kombo,
Kepanjen, Kepatihan, Pulo Lor,
Candi Mulyo, Mojongapit

Peterongan

Peterongan, Mancar, Keplaksari

12826 Kepuh Kembeng, Kebon Temu, Tugu Sumberjo, Sumber Agung,


Dukuh Klopo, Ngrandu Lor,Bongkot,Morosunggingan, Tanjung
Gunung, Senden, Tenggaran

44282

57,108

Tembelang

Tembelang, Pesantren, Tamping


Mojo

9932 Mojo Krapak, Jatiwates, Sentul, Kedung Losari, Rejoso Pinggir,


Pulo Rejo, Bedah Lawak, Kepuh Doko, Pulo Gedang, Kedung
Otok,Kali Kejambon, Ganus Banaran

41018

50,950

Jogoroto, Jarak Kulon

15423 Mayangan,Sawiji, Sumber Mulyo, Ngumpul, Janti, Alang - Alang


Caruban, Tambar, Sukosari, Sambirejo

52806

68,229

Diwek

Diwek, Kwaron, Ceweng,

11709 Cukir, Balong Besuk, Pandan Wangi, Bandung, Jatirejo, Watu


Galuh, Bulurejo, Keras, Grogfol, Kayangan, Ngudirejo, Puton,
Bendet, Brambang, Kedawong, Jati Pelem, Pundong

78292

90,001

Mojoagung

Mojotrisno, Gambiran, Mancilan

13339 Kademangan, Karangwinongan, Kauman, Miagan, Dukuh Mojo,


Tangggal Rejo, Betek, Janti, Tejo, Kedung Lumpang,
Johowinong, Murukan, Karobelah, Dukuh Dimoro, Seketi

87,228

100,567

Sumobito

Sumobito, Talun Kidul

6998 Curah Malang, Sebani, Bakalan, Jogoloyo, Budug Sidorejo,


Palrejo, Kendal sari, Mlaras, Madyo Puro, Ploso Kerep, Trawasan,
Ngelele, Mentoro, Kedung Papar, Segodo Rejo, Brudu, Plemahan,
Gedangan, Badas

70,283

77,281

Kesamben

Kesamben, Pojokrejo

8219 Watudakon, Carangrejo, Jombok, Kedung Betik, Blimbing, Wuluh,


Podoroto, Jombatan, Pojok Kulon, Kedung Mlati, Gumulan, Jati
Duwur

54,662

62,881

Ploso

Ploso, Losari

9635 Ploso, Rejo Agung, Bawangan, Pager Tanjung, Pandan Blole,


Kedung Dowo, Jati Gedong, Dadi Tunggal, Gedong Ombo, Jati
Banjar, Kebon Agung

30,207

39,842

Kudu

Kudu Banjar, Menturus, Randu


Watang

7051 Tapen, Sidikaton, Bendungan, Bakalan Ruyung, Sumber Teguh,


Katemas, Kepuh Rejo, Made

23648

30,699

Kabuh

Kabuh

3407 Karang Pakis, Mangunan, Kedung Jati, Sumber Gondang, Banjar


Dowo, Tanjungwadung, Marmoyo, Sumber Ringin, Kauman,
Munung Kerep, Genengan Jasem, Manduro, Sukodadi,
Pengampon, Sumber Aji

37217

40,624

Ngusikan

Ngusikan

2941 Sumber Nongko, Mojodanu, Ketapang Kuning, Kedung Boko,


Keboan, Manungggal, Ngampel, Cupak, Asem Gede, Kromong

17918

20,859

Plandaan

Plandaan, Bangsri

4963 Klitih, Plabuhan, Kampung Baru, Gedang Bunder, Jati Mlerek,


Karang Mojo, Puri Semanding, Tondo Wulan, Darurejo, Sumberjo,
Jipurapah

34001

38,964

Bandar Kd. Mulyo

Bandar Kd. Mulyo, Kayen

9716 Gondang Manis, Majo Kambang, Barong , Sawahan, Pucang Simo,


Karang Dagangan, Banjarsari, Tinggar, Brodot, Brangkal

35865

45,581

Megaluh

Megaluh, Sudimoro

6246 Gongseng, Turi Pinggir, Balongsari, Ngogri, Sidomulyo, Sumber


Agung, Pacar Peluk, Kedungrejo, Dukuh Arum, Sumbersari, Balong
Gemek

33139

39,385

Perak

Perak, Sembung

5712 Pagerwojo,Sumber Agung, Jati Gangggon, Kepuh Kajang,


Gondang Mangu, Sukorejo, Cangkring Randu,Ploso Genuk,
Glagahan,Kalang Semanding,Temuwulan

45,250

50,962

Jogoroto

Sumber :RTRW Kabupaten Jombang

2.3.4.

RENCANA

PENGEMBANGAN

KAWASAN

PRIORITAS
Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 22

Kabupaten Jombang

Kawasan tertinggal di Kabupaten Jombang terdapat desa-desa yang merupakan


kawasan tertinggal terdapat di Kecamatan Ngoro, Mojowarno, Bareng, Sumobito,
Megaluh, Kudu, Ngusikan, Ploso, Kabuh dan Plandaan
Tabel 2.7
Desa-Desa Tertinggal yang Diprioritaskan Pengembangannya
No

Desa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Sugih Waras
Penggaron
Pulosari
Karangan
Nglebak
Bakalan
Megaluh
Made
Ngampel
Mojodanu
Cupak
Kromong
Asem Gede
SumberNong
Kebon Agung
Marmoyo
Mangunan
Bnjardowo
Jipuhrapah
Jatimlerek
Klitih

Kecamatan
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Bareng
Bareng
Sumobito
Megaluh
Kudu
Ngusikan
Ngusikan
Ngusikan
Ngusikan
Ngusikan
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Kabuh
Kabuh
Plandaan
Plandaan
Plandaan

Jumlah
Rumah Tangga Prosentase
Rumah Tangga
Miskin
1018
494
48.53
938
530
56.50
935
481
51.44
986
417
42.29
434
180
41.47
712
293
41.15
747
323
43.24
543
223
41.07
331
200
60.42
452
238
52.65
270
141
52.22
242
125
51.65
215
111
51.63
806
377
46.77
531
225
42.37
278
173
62.23
841
369
43.88
751
307
40.88
562
336
59.79
514
280
54.47
1120
517
46.16

Sumber : Pengolahan Data Profil Kabupaten Jombang tahun 2008

Kondisi eksisting tingkat kemiskinan/ketertinggalan di wilayah Kabupaten


Jombang adalah 78.055 KK (25,8%) tergolong ke dalam Rumah Tangga
Miskin (RTM). Rumah tangga miskin yang terdapat di perdesaan adalah
54.989 KK atau 70,45% dari seluruh total rumah tangga miskin di Jombang.
88 Desa memiliki jumlah RT miskin > 30% dari total jumlah RT miskin masing-masing
desa tersebut. Di seluruh Kabupaten Jombang rumah tangga miskin sejumlah 28.493
KK atau 113.972 jiwa.

2.3.5. KAWASAN LINDUNG


Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, jenis kawasan lindung di wilayah
Kabupaten Jombang meliputi :
a. Kawasan hutan lindung.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 23

Kabupaten Jombang

b. Kawasan yang memberikan

perlindungan

terhadap kawasan bawahannya,

meliputi: kawasan resapan air.


c. Kawasan perlindungan setempat, meliputi: sempadan sungai, kawasan sekitar
waduk, kawasan sekitar mata air, dan ruang terbuka hijau.
d. Kawasan pelestarian alam dan cagar budaya meliputi: taman hutan raya, dan
kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan
e. Kawasan rawan bencana alam, meliputi: kawasan rawan tanah longsor,
dan kawasan rawan banjir

2.3.6. KAWASAN STRATEGIS


Adapun jenis-jenis kawasan strategis yang terdapat di Kabupaten Jombang adalah
sebagai berikut:
Kawasan Sosial dan Budaya
Berdasarkan kriteria penetapan kawasan strategis kepentingan sosial budaya di
Kabupaten Jombang adalah kawasan tertinggal, kawasan cagar budaya dan Kawasan
pondok pesantren.
Kawasan Tertinggal
Kawasan tertinggal di Kabupaten Jombang terdapat desa-desa yang merupakan
kawasan tertinggal terdapat di Kecamatan Ngoro, Mojowarno, Bareng, Sumobito,
Megaluh, Kudu, Ngusikan, Ploso, Kabuh dan Plandaan

Kawasan Cagar Budaya Mojopahit Park

Sejarah telah membuktikan bahwa Mojopahit, adalah kerajaan terbesar yang


pernah ada di Indonesia pada abad ke XIV di bawah pemerintahan raja Hayam Wuruk
dan Mahapatih Gajah Mada telah mencapai puncak kejayaan dan zaman keemasan.
Salah satu karya monumentalnya adalah berhasil disatukannya seluruh wilayah
nusantara termasuk Semenanjung Malaka di bawah kekuasaan Negara Mojopahit.
Kawasan Pondok Pesantren
Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri, sangat dibutuhkan pengembangan Kawasan
strategis budaya dengan pusat pengembangan kegiatan pondok pesantren di
Kecamatan Diwek, Kecamatan Jombang, Kecamatan Peterongan, dan Kecamatan
Ploso Kabupaten Jombang. Kawasan pondok pesantren merupakan Kawasan Strategis
Kabupaten (KSK). Adapun pesantren-pesantren besar yang ada di Kabupaten Jombang
adalah :

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 24

Kabupaten Jombang

Darul Ulum di Desa Rejoso-Kecamatan Peterongan.

Bahrul Ulum di Desa Tambak Beras-Kecamatan Jombang.

Mambaul Maarif di Desa Denanyar-Kecamatan Jombang.

Tebu Ireng di Desa Cukir-Kecamatan Diwek.

Sidiqiyah di Desa Rejoagung-Kecamatan Ploso

Kawasan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup

Berdasarkan kriteria penetapan kawasan strategis kepentingan fungsi dan daya


dukung lingkungan hidup di Kabupaten Jombang adalah kawasan sepanjang aliran
Sungai Brantas, Sepanjang aliran yang sungai dan kanal atau apur di wilayah
Kabupaten Jombang yang langsung bermuara ke Sungai Brantas dan kawasan Taman
Hutan Raya R. Suryo.

2.4.

SARANA DAN PRASARANA

Jaringan prasarana lingkungan, mencakup prasarana pengelolaan lingkungan yang


terdiri dari Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sementara, Tempat Pemrosesan Akhir
(TPA) Sampah, serta pengolahan limbah cair dan padat.

2.4.1. AIR LIMBAH


Rencana Sistem jaringan limbah di Kabupaten Jombang terdiri dari sistem jaringan
limbah rumah tangga dan sistem jaringan limbah industri. Rencana sistem jaringan
limbah rumah tangga dan industri di buat secara terpisah dari sistem pematusan dan
di dukung dengan pengadaan sarana penunjang pengolah limbah domestik seperti
truk penguras lumpur tinja dan pengolah lumpur tinja. Rencana pengolahan limbah
hasil industri secara terpadu di kawasan industri dengan perencanaan pemasangan
pipa pengolahan limbah industri di kawasan industri besar.
Sistem jaringan limbah di Kabupaten Jombang meliputi:
1. Penggunaan septik-tank dan peresapan dilakukan dengan memperhatikan desain
peresapan.
2. Pengelola kawasan industri dan pusat kegiatan perdagangan kapasitas besar wajib
menyediakan

sistem

pembuangan

air

limbah

terpusat

dan

memerlukan

pengorganisasian (sistem Off-Site).


3. Penggunaan sistem pembuangan secara komunal untuk pusat kegiatan fasilitas
umum.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 25

Kabupaten Jombang

Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh air


kotor/limbah, perlu dikembangkan penanganan sistem pembuangan air limbah
terpusat. Jenis penanganan air limbah tersebut meliputi :

1.

Penanganan air limbah sistem setempat (onsite)


Penanganan air limbah sistem setempat (onsite) yaitu penanganan air limbah di
lokasi setempat untuk melayani perorangan atau sekelompok warga yang dikelola
oleh warga setempat dengan penggunaan teknologi tepat guna/sederhana.

2.

Penanganan air limbah sistem terpusat (off-site)


Penanganan air limbah sistem terpusat (off-site) yaitu penanganan air limbah
untuk melayani sejumlah penduduk yang dikelola oleh suatu lembaga dengan
penggunaan teknologi tinggi.

2.4.2. PERSAMPAHAN
Rencana sistem persampahan, khususnya lokasi tempat pembuangan akhir sebagai
pengolahan sampah terpadu dan tempat pemrosesan akhir sampah sebaiknya
terdapat di luar pusat perkotaan dan sistem pelayanannya bersifat pembagian
wilayah pelayanan. Rencana pengembangan lokasi TPA di Kabupaten Jombang
terdapat di Kabuh, Wonosalam dan Diwek.
Prasarana sampah yang dimiliki Jombang berupa Jombang yang berada di Desa
Banjardowo Kecamatan Jombang. Lokasi TPA berjarak 7,5 km dari pusat kota.
Berdasarkan SK Bupati Jombang No.26/tahun 1993 Tentang : penunjukan lokasi TPA
Jombang, TPA yang ada mulai beroperasi pada tahun 1993. Lahan TPA seluas 5 Ha,
yang pada perkembangannya bertambah hingga 8,10 ha, pada tahun 2007. Jarak TPA
dengan pemukiman terdekat 1,00 km. Jumlah sampah yang terolah di TPA sebesar
362 m3/hari,
Di Jombang wilayah yang telah terlayani persampahan meliputi Kecamatan Kota
Jombang dan 4 Ibukota Kecamatan (Ngoro, Mojoagung, Peterongan, Ploso), dengan
volume sampah 385 M3/hari. Tingkat pelayanan di wilayah ini mencapai kurang lebih
sebesar 92,78 %.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 26

Kabupaten Jombang

Di Jombang, penanganan sampah dilakukan dengan pewadahan sampah yang


dihasilkan penduduk. Setelah pewadahan, tahap berikutnya adalah Pemindahan dan
Penampungan Sementara yang dilakukan dengan :

Untuk kawasan permukiman, pemindahan ke TPS digunakan gerobak sampah


dengan kapasitas 1 1,5 m3 yang dikoordinir RT/RW.

Jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) 26 Unit, berupa transfer depo dan
landasan

Penanganan berikutnya adalah pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Pengangkutan


menggunakan Container Sistem. Jumlah armada angkut yang dimiliki berjumlah 18
unit , berupa: 9 dump truk dan 9 unit armrol dengan kapasitas angkut sebesar 339
m3/rit, sehingga dalam sehari dilakukan 1 2 Ritasi.

2.4.3. DRAINASE
Perencanaan sistem drainase tergantung dari beberapa hal antara lain; besarnya
curah hujan rata-rata yang diterima oleh satu satuan kawasan, dan besar kecilnya
daya serap air oleh permukaan tanah. Hal ini tergantung dari koefisien serap
permukaan yang sangat tergantung dari jenis material penutup permukaan dan
luasnya bidang penyerapan air hujan.
Dengan meningkatnya beberapa fungsi ruang di perkotaan yang menyebabkan
terjadinya perubahan kawasan yang belum terbangun menjadi terbangun, perlu
diimbangi dengan perencanaan sistem drainase yang baik. Sistem ini akan
mengalirkan buangan air hujan dari kawasan terbangun ke jaringan drainase
perkotaan melalui gaya gravitasi.
Rencana pengembangan sistem pematusan di Kabupaten Jombang di utamakan pada
jalan arteri dan kolektor primer yang terdapat pada desa-desa pusat perkotaan dan
pada pusat permukiman permukiman. Selain itu juga pengembangan jaringan
drainase juga terdapat pada Kecamatan Mojowarno yang merupakan lokasi rawan
banjir di Kabupaten Jombang yaitu Desa Mojoduwur, Japanan, dan Penggaran.
Sistem jaringan pematusan di Kabupaten Jombang terdiri dari sistem jaringan
drainase primer yang terdapat pada 44 aliran kali yang melewati Kabupaten
Jombang.
Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 27

Kabupaten Jombang

2.4.4. IRIGASI
Jaringan irigasi baik non teknis, teknis, dan teknis, dimanfaatkan seluruhnya untuk
kepentingan pengairan lahan-lahan pertanian. Sumbersumber air untuk sistem irigasi
ini dapat dilakukan dengan mengalirkan air dari waduk dan dam yang ada di wilayah
Kabupaten Jombang. Jaringan irigasi ini dapat dibedakan menjadi saluran primer dan
sekunder. Saluran primer dialirkan untuk pemerataan distribusi untuk kebutuhan
dalam areal yang lebih luas, sedangkan pendistribusian air untuk wilayah yang lebih
kecil dapat menggunakan saluran sekunder yang merupakan percabangan dari saluran
primer. Pengembangan saluran irigasi (primer dan sekunder) ini mengikuti
perkembangan luasan lahan pertanian yang harus dialiri air.

2.4.5. SARANA PEREKONOMIAN


Perekonomian di Kabupaten Jombang berasal dari sektor pertanian, industri,
perdagangan, akomodasi, dan koperasi. Untuk menunjang kemajuan sektor sektor
tersebut, maka dibangun sarana perekonomian yang memadai. Kabupaten Jombang
memiliki 17 pasar dan 14 pertokoan/ruko yang tersebar hampir di semua kecamatan.
Semua pasar mempunyai fasilitas los, kios dan toko/ruko. Hanya Pasar Jombang Legi
(di Emplasemen PT. KAI), Mojowarno, Cukir dan Tunggorono yang tidak mempunyai
toko/ruko. Sedangkan jumlah pedagang yang menempati los sebanyak 5.042, kios
3.512 dan toko/ruko 493.di Kabupaten Jombang terdapat 670 industri yang tersebar
di semua kecamatan. Jumlah industri terbanyak di Kecamatan Jombang yaitu
sebanyak 204, sedangkan yang paling sedikit di Kecamatan Ngusikan sebanyak 2
industri.

2.4.6. SARANA SOSIAL DAN KESEHATAN


Masalah sosial harus mendapatkan perhatian serius. Masyarakat yang mengalami
permasalahan sosial dan dimungkinkan menjadi beban ketergantungan antara lain
anak terlantar, orang jompo, dan cacat gangguan fisik dan mental. Dari jumlah
penduduk Kabupaten Jombang tahun 2006, terdapat sekitar 0,02 % penduduk yang
kurang beruntung. Berikut tabel sarana sosial Kabupaten Jombang:
Tabel 2.8 Sarana Sosial Kabupaten Jombang
No
Kecamatan
1 Bandar Kedung Mulyo
2 Perak
Rencana Induk Pengembangan SPAM

Panti Asuhan
2

II - 28

Kabupaten Jombang

3
4
5
6
7
8
9
10

Gudo
Diwek
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Wonosalam
Mojoagung
Sumobito

6
3
4
1
1

Lanjutan Tabel 2.8 Sarana Sosial Kabupaten Jombang


No
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Kecamatan
Jogoroto
Peterongan
Jombang
Megaluh
Tembelang
Kesamben
Kudu
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Plandaan
Total

Panti
Asuhan
1
8
1
1
2
1
1
32

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

Salah satu komponen pembangunan manusia yang vital adalah masalah kesehatan dan
sasaran yang hendak dicapai dalam pembangunan kesehatan masyarakat adalah
peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang tidak terlepas dari ketersediaan sarana
kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai. Berikut tabel sarana kesehatan
Kabupaten Jombang:

Tabel 2.9 Sarana Kesehatan Kabupaten Jombang


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Kecamatan
Bandar Kedung Mulyo
Perak
Gudo
Diwek
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Wonosalam
Mojoagung
Sumobito
Jogoroto
Peterongan
Jombang

Rencana Induk Pengembangan SPAM

Rumah
Sakit
1
1
1
6

Puskesmas
3
3
5
6
6
6
4
5
6
6
4
6
12

Balai
Pengobatan
1
2
3
5
4
1
1
2
3
2
3
9

II - 29

Kabupaten Jombang

14
15
16
17
18
19
20
21

Megaluh
Tembelang
Kesamben
Kudu
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Plandaan
Total

4
6
4
3
4
4
4
5
106

1
2
3
1
3
46

Sumber: Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

2.4.7. SARANA PERIBADATAN


Masyarakat Kabupaten Jombang sebagian besar memeluk agama Islam, dan agama
yang pemeluknya paling sedikit adalah Budha. Di Kabupaten Jombang tumbuh lima
agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Kehidupan beragama ini
didukung oleh sarana peribadatan. Berikut sarana peribadatan di Kabupaten Jombang
Tabel 2. 10 Tempat Peribadatan Menurut Kecamatan di Kabupaten Jombang
No

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Bandar Kd. Mulyo


Perak
Gudo
Diwek
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Wonosalam
Mojoagung
Sumobito
Jogoroto
Peterongan
Jombang
Megaluh
Tembelang
Kesamben
Kudu
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Plandaan
Total

Masjid
43
33
57
88
74
82
79
52
57
83
54
54
92
35
40
57
30
19
33
37
31
1.130

Langgar
/Mushola
63
42
113
313
253
256
76
66
132
226
164
217
267
140
120
168
112
59
85
226
116
3.814

Gereja
Protestan
-

Gereja
Katolik
-

2
9
2
7
6
6
13
5
1
1
15
30

2
1
3
103

Pura
-

1
1
2

Vihara
-

2
4
6

1
1
3

Sumber : Kabupaten Jombang Dalam Angka 2009

2.4.8. SARANA TRANSPORTASI

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 30

Kabupaten Jombang

Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang penting guna memperlancar
kegiatan perekonomian selain untuk memudahkan mobilitas penduduk dari satu
daerah menuju daerah lainnya. Panjang jalan yang ada di Kabupaten Jombang
mencapai 1000,278 km yang terbagi atas Jalan Nasional 33,443 km, Jalan Propinsi
70,714 km, dan Jalan Kabupaten 896,131km

2.4.9. LISTRIK
Jaringan transmisi tenaga listrik di Kabupaten Jombang dikembangkan untuk
menyalurkan tenaga listrik antar sistem yang menggunakan kawat saluran udara dan
kabel bawah tanah.
Untuk rencana pengembangan kebutuhan sistem jaringan transmisi tenaga listrik di
Kabupaten Jombang meliputi saluran udara tegangan tinggi (SUTT), saluran udara
tegangan menengah (SUTM) dan saluran udara tegangan rencah (SUTR). Rencana
pengembangan jaringan listrik saluran udara tegangan tinggi (SUTT) meliputi
Kecamatan Bareng, Ngoro, Mojowarno, Diwek, Mojoagung, Jogoroto, Jombang,
Perak, Bandar Kedungmulyo, dan Tembelang.

2.4.10. TELEPON
Rencana pengembangan sistem jaringan prasarana telekomunikasi di Kabupaten
Jombang meliputi infrastruktur telekomunikasi yang berupa jaringan kabel telepon,
dan infrastruktur telepon nirkabel antara lain lokasi menara telekomunikasi termasuk
menara Base Transceiver Station (BTS).
Rencana pengembangan tower BTS di Kabupaten Jombang berdasarkan arahan
pengembangan tower telekomunikasi di Jawa Timur, dengan menggunakan konsep
rencana pengembangan tower bersama.
Arahan pengembangan menara telekomunikasi diarahkan pada wilayah Kabupaten
Jombang

meliputi

Kecamatan

Jombang,

Kecamatan

Mojoagung,

Kecamatan

Peterongan, Kecamatan Perak, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Diwek, Kecamatan


Ngoro,

Kecamatan

Mojowarno,

Kecamatan

Tembelang,

Kecamatan

Megaluh,

Kecamatan Kudu, Kecamatan Bareng, Kecamatan Ploso, Kecamatan Gudo, Kecamatan


Sumobito, Kecamatan Kabuh, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Jogoroto,
Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 31

Kabupaten Jombang

Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Plandaan, dan Kecamatan


Kesamben

2.5. SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA


2.5.1. DEMOGRAFI (Jumlah Penduduk dan Proyeksi)
Berdasarkan hasil Registrasi jumlah penduduk Kabupaten Jombang akhir tahun 2008
sebesar 1.342.358 jiwa. Dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang,
Kecamatan Jombang mempunyai jumlah penduduk terbesar, yaitu sebanyak 147.899
jiwa atau 10,22 persen dari total penduduk Kabupaten Jombang. Kepadatan
penduduk Kabupaten Jombang sedikit meningkat dari 1.007 jiwa/km 2 pada tahun
2007 menjadi 1.154 jiwa/km 2 pada tahun 2008. Kepadatan penduduk tertinggi berada
di Kecamatan Jombang sebagai Ibukota Kabupaten dan kepadatan terendah berada di
Kecamatan Wonosalan, Kabuh, Plandaan dan Ngusikan.
Perkembangan penduduk di Kabupaten Jombang selama 6 tahun terakhir mengalami
pertumbuhan, mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2008 sebesar 2,8%. Untuk lebih
jelasnya mengenai jumlah penduduk di wilayah perencanaan selama enam tahun
terakhir dan tingkat kepadatan penduduk dapat dilihat pada tabel 2.11
Tabel 2. 11 Jumlah Penduduk Jombang 2002 2008
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Kecamatan
Bandar Kd.Mulyo
Perak
Gudo
Diwek
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Wonosalam
Mojoagung
Sumobito
Jogoroto
Peterongan
Jombang
Megaluh
Tembelang
Kesamben

2002
45128
48416
52532
88940
65201
89641
49340
30686
69385
73867
53686
56417
119546
37093
50247
61095

Rencana Induk Pengembangan SPAM

2003
45223
48695
52728
91250
65375
80908
49743
30561
70752
74007
53840
56953
118156
37195
50390
61361

Jumlah Penduduk
2004
2005
2006
45272
45468
45545
48989
49353
49373
52830
52916
52984
91559
92174
92395
65587
65581
65894
81320
81399
81300
50114
50681
50956
31026
31239
31242
71328
71126
71507
74578
74472
74490
53871
53893
53997
57350
57067
57174
118752
118666
118456
37196
37955
38006
50794
51555
51670
61425
61357
61605

2007
45773
49425
53177
92883
68039
81400
51097
31299
72178
74856
56086
57136
118204
38046
51651
61784

II - 32

2008
50051
58444
59161
113757
83975
93864
57520
35496
76604
84797
66684
68795
147899
42436
55408
68776

Kabupaten Jombang

17
18
19
20
21

Kudu
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Plandaan
TOTAL

29660
20306
40426
38759
36965
1157336

29696
21116
41684
38764
37052
1155449

29718
21162
41481
39005
37111
1160468

29843
20341
41673
38998
37663
1163420

29950
20583
41793
38977
37823
1165720

31168
20790
42072
39150
37845
1174059

31903
22611
43611
42343
38223
1342358

Sumber: Kabupaten Jombang dalam Angka, 2009

Proyeksi penduduk Kabupaten Jombang berdasarkan perhitungan menggunakan


metode Least Square. Berikut tabel Proyeksi penduduk Kabupaten Jombang tahun
2025
Tabel 2.12
Proyeksi Penduduk Kabupaten Jombang 2025
Tahun
No

Kecamatan

2010

2015

2020

2025

Bandar Kd. Mulyo

47840

53363

58886

62199

Perak

52251

58282

64314

67933

Gudo

55817

62261

68704

72571

Diwek

98134

109463

120791

127589

Ngoro

70965

79158

87350

92265

Mojowarno

87468

97565

107663

113721

Bareng

53292

59444

65596

69287

Wonosalam

32846

36638

40430

42705

Mojoagung

74635

83251

91867

97037

10

Sumobito

78742

87832

96921

102375

11

Jogoroto

58045

64746

71447

75467

12

Peterongan

60859

67885

74910

79126

13

Jombang

127253

141943

156633

165447

14

Megaluh

39732

44318

48905

51657

15

Tembelang

53678

59874

66071

69789

16

Kesamben

64876

72365

79854

84348

17

Kudu

31462

35094

38726

40905

18

Ngusikan

21800

24317

26833

28343

19

Ploso

43467

48485

53503

56514

20

Kabuh

40957

45685

50413

53250

21

Plandaan

39023

43527

48032

50735

1496097

1233141

1375496

1517850

TOTAL
Sumber: Hasil Perhitungan

2.5.2. MIGRASI
Migrasi adalah perpindahan penduduk baik ke dalam maupun ke luar suatu daerah.
Migrasi salah satu faktor yang mempengaruhi laju pertambahan penduduk Kabupaten
Jombang. Berikut data transmigrasi yang terjadi di Kabupaten Jombang.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 33

Kabupaten Jombang

Tabel 2.13 Transmigrasi Menurut Daerah Asal dan Jenis Transmigrasi 2008
Kabupaten Jombang
Transmigrasi
Umum
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Kecamatan
Bandar Kedung Mulyo
Perak
Gudo
Diwek
Ngoro
Mojowarno
Bareng
Wonosalam
Mojoagung
Sumobito
Jogoroto
Peterongan
Jombang
Megaluh
Tembelang
Kesamben
Kudu
Ngusikan
Ploso
Kabuh
Plandaan

KK
1
6
1
2
Jumlah
2006
2005
2004

10
0
10
13

Jiwa
4
27
3
8
42
0
43
47

Transmigrasi
Swakarsa
Berbantuan
KK
Jiwa
0
0
0
0
0
0
0
0

Transmigrasi
Swakarsa
Mandiri
KK
Jiwa
0
0
0
0
0
0
0
0

Sumber: Kabupaten Jombang Dalam Angka, 2009

2.5.3. PDRB
Besaran PDRB Kabupaten Jombang saat ini telah mencapai Rp 9,7 trilyun. Sedang
atas dasar harga konstan 2000 terhitung Rp 5,4 triyun. Artinya dibandingkan tahun
sebelumnya telah tumbuh 6,07% dengan inflasi ( harga produsen) sebesar 7,17 %
Struktur ekonomi Kabupaten Jombang bertumpu pada empat sektor utama yang
secara tradisional menyangga ekonomi sebagai penyerap tenaga kerja. Peranan
keempat sektor dominan tersebut pada tahun 2007 adalah, sektor pertanian sebesar
30,69%, sektor industri pengolahan sebesar 12,30%, sektor perdagangan sebesar
34,73%,dan sektor jasa jasa sebesar 9,6%
Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 34

Kabupaten Jombang

2.5.4. MATA PENCAHARIAN PENDUDUK


Jumlah pencari kerja merupakan jumlah penduduk usia produktif yaitu penduduk
dengan kelompok umur 15 54 tahun. Berdasarkan data yang ada menunjukkan
bahwa jumlah pencari kerja di Kabupaten Jombang pada tahun 2008 secara umum
mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2008,
para pencari kerja tingkat pendidikan SD dengan jumlah sebanyak 47 jiwa sedangkan
pencari kerja yang dari tingkat pendidikan SMP sebanyak 586 jiwa, tingkat pendidikan
SLTA dengan jumlah sebanyak 6.665 jiwa sedangkan tingkat pendidikan PT sebanyak
10.794 jiwa. Mengenai jumlah pencari kerja yang terdaftar dan yang telah disalurkan
selama lima tahun berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis kelaminnya, dapat
dilihat pada tabel 2.14.
Tabel 2.14 Jumlah Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
Kabupaten Jombang tahun 2008
No
1
2
3
4
5
6
7

Pendidikan tertinggi
yang ditamatkan
Tidak Tamat SD
SD
SLTP
SLTA
D1/D2/D3
S1
S2/S3
Jumlah
2007
2006

Pencari Kerja
P
L+P
45
2
47
298
288
586
4450
2215
6665
1010
3001
4011
2834
3924
6758
9
16
25
8646
9446
18092
4079
3742
7821
8765
7580
16345
L

Penempatan
P
L+P
19 19
111 268
379
1835 249
2084
96 163
259
85
68
154
2146 749
2895
386 632
1018
1135 972
2107
L

Sumber: Kabupaten Jombang dalam Angka, 2009

2.5.5. KESEHATAN DAN KONDISI SANITASI


LINGKUNGAN MASYARAKAT
Terkait erat dengan ketersediaan air yang memenuhi syarat kesehatan, di Kabupaten
Jombang pada tahun 2008 tercatat 7735 penderita penyakit kolera (diare),sebanyak
7735 penderita dirawat di RS. Berikut kondisi di Kabupaten Jombang pada tabel 2.15

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 35

Kabupaten Jombang

Tabel 2.15
Sanitasi Lingkungan Kabupaten Jombang 2009
Jumlah
No Kecamatan

Jumlah KK Tmpt. Sampah

%Tmpt.

SPAL

Sampah

RT

SPAL RT

1 Bareng

14,519

3,065

21.11

3,403

23.44

2 Mojoagung

26,593

26,593

100

14,073

52.92

3 Ploso

11,216

8,708

77.64

6,235

55.59

4 Diwek

38,824

38,824

100

5,670

14.6

5 Tembelang

22,939

22,939

100

9,762

42.56

6 Jombang

51,627

20,959

40.6

18,726

36.27

7 Ngusikan

6,997

3193

45.63

2,330

33.3

8 Kudu

10,470

9299

88.82

3,280

31.33

9 Gudo

23,211

6,173

26.6

12,051

51.92

10 Ngoro

25,046

11,431

45.64

7,217

28.81

11 Mojowarno

36,010

18,051

50.13

13,496

37.48

12 Wonosalam

9,065

0.01

3,920

43.24

13 Megaluh

11,411

5,085

44.56

2,958

25.92

14 Kabuh

13,099

973

7.43

15 Sumobito

34,937

11,621

33.26

7,431

21.27

16 Plandaan

11,140

7,252

65.1

6,786

60.92

17 Kesamben

23,587

0.02

6,751

28.62

18 Perak

16,606

325

1.96

5,418

32.63

19 Bandar Km

13,200

3,528

26.73

20 Peterongan

21,231

9,588

45.16

5,021

23.65

21 Jogoroto

16,068

9,724

60.52

9,965

62.02

437,796

212,835

JUMLAH

148,994

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang 2009

2.5.6. ADAT ISTIADAT, TRADISI DAN BUDAYA


Sebagian besar penduduk Kabupaten Jombang adalah suku Jawa dan mayoritas
beragama Islam. Kabupaten Jombang merupakan tempat kelahiran tokoh tokoh
besar Nahdatul Utama (NU) antara lain: KH. Hasyim Asyari, KH. Wachid Hasyim , dan
KH. Abdurrachman Wachid. Kabupaten Jombang terkenal dengan pesantrennya
antara lain Darul Ulum dan Tebu Ireng.
Kabupaten Jombang juga terkenal dengan sejarah Majapahit salah satu peninggalan
sejarahnya adalah. Mojopahit Park terdapat di Kecamatan Sumobito, Kecamatan
Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 36

Kabupaten Jombang

Mojoagung, dan Kecamatan Mojowarno dan Candi Arimbi di Desa Ngrimbi Kecamatan
Bareng. Penduduk Kabupaten Jombang sebagian besar masih melestarikan adat Jawa
antara lain Bersih Desa, selamatan, dan lain lain.

Rencana Induk Pengembangan SPAM

II - 37