Anda di halaman 1dari 5

Pohon Beringin (Ficus benjamina)

Ciri-Ciri :
Habitus : Pohon, tinggi 20-25 m Batang Tegak, bulat,
percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang
tumbuh akar gantung, coklat kehitaman
Daun : Jenis daunnya adalah daun tunggal, bersilang
berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal
tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai
pendek, pertulangan menyirip, hijau
Bunga : Bunga tunggal, di ketiak daun, tangkai silindris,
kelopak bentuk corong, hijau, benang sari dan putik
halus, kuning, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan
Buah : Buni, bulat, panjang 0,5-1 cm, masih muda hijau
setelah tua merah

Palem Putri (Veitcheia memilli)


Ciri-ciri:
Palem putri memiliki bentuk tubuh seperti
palem raja hanya saja lebih kecil ( sehingga
disebut palem putri ).
Bentuk stang daun panjang sehingga susunan
daun merunduk. Mudah tumbuh tinggi. Susunan
daun kurang teratur. Ujung daun kecil sehingga
mudah untuk rusak.

Palem Raja (Roystonea regia)


Ciri-ciri:
Habitus: Palem raja (Roystonea regia) merupakan tumbuhan pohon atau panjatan. Palem raja adalah tumbuhan yang tak
bercabang dan tumbuh tegak ke atas. Tumbuhan ini bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 20 m.
Daun: Daun palem raja termasuk daun yang sempurna karena telah memiliki pelepah. tangkai dan helain daun. Daunnya
juga termasuk majemuk karena mempunyai anak-anak daun.
Akar: Akar palem raja berupa akar serabut. Radikula pada bibit terus tumbuh memanjang kea rah bawah selama 6 bulan
terus menerus dan panjang akar mencapai 15 cm. Akar primer terus berkembang. Susunan akar terdiri dari serabut
primer yang tumbuh vertical ke dalam tanah dan horizontal ke samping. Serabut primer ini akan bercabang menjadi akar
sekunder ke atas dan ke bawah. Akhirnya cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier, begitu
seterusnya. Kedalaman perakaran palem raja bisa mencapai 8 meter dan 16 meter kea rah horizontal. Akar palem raja
tidak berbuku ujungnya runcing dan berwarna putih atau keabu-abuan.
Batang: Batang berbentuk bulat besar. Batang (biasanya tidak bercabang) dengan daun di ujung batang seperti mahkota,
batang bisa tinggi mencapai 30 m. Batang ini juga mempunyai permukaan halus dan kadang terdapat bekas pelepah
daun yang gugur. Batangnya beruas-ruas dan tidak memiliki kambium sejati. Bila diiris melintang, batangnya
memperlihatkan saluran pembuluh yang menyebar di bagian dalamnya. Luka batang ini cenderung tidak tertutup
kembali, justru malah membesar atau malah membusuk.
Bunga: Bentuk bunga jantan jantan dan bunga betina dapat dibedakan ketika masih seludang. Bentuk bunga jantan
lonjong memanjang dengan ujung kelopak agak meruncing dengan garis tengah lebih kecil sedangkan bentuk bunga
betina agak bulat dengan ujung kelopak agak rata serta garis tengah bunga agak tebal.
Buah: Buah berbentuk bulat bulat. Buahnya biasanya memiliki kulit luar yang relatif tebal, yang menutupi bagian dalam
(mesokarpium) yang berair atau berserat. Buah terbentuk setelah penyerbukan dan pembuahan.

Palem Merah (Cyrtostachys renda)


Ciri-ciri:
Palem Merah tumbuh berumpun dengan tinggi berkisar
antara 6-14 meter. Diameter batangnya ramping dan tidak
terlalu besar. Daunnya berwarna hijau cemerlang, bersirip
agak melengkung dengan anak-anak daun agak kaku. Ciri
khas jenis palem ini adalah pelepah daunnya berwarna merah.
Lantaran pelepahnya inilah palem ini dinamai.
Palem Merah tumbuh di daerah tropis tersebar di Indonesia
(Sumatera dan Kalimantan), Malaysia, dan Thailand.
Perbanyakan jenis palem ini bisa dilakukan dengan
menggunakan biji ataupun dengan memisahkan anakan.

Sawit (Elaeis guineensis)


Ciri-ciri:
Batang: Kelapa sawit tergolong tanaman yang memiliki biji keping satu (monokotil) oleh
karenanya batang kelapa sawit tidak berkambium dan pada umumnya tidak tumbuh
bercabang, kecuali pada tanaman yang tumbuh abnormal. Batang kelapa sawit tumbuh tegak
lurus (phototropi) dan dibungkus oleh pelepah daun. Bagian bawah batang umumnya lebih
besar dibanding bagian atasnya. Hingga umur tanaman tiga tahun, batang kelapa sawit masih
belum dapat terlihat karena masih terbungkus oleh pelepah daun. Setiap tahun, tinggi batang
kelapa sawit bertambah pada kisaran 45 cm tergantung umur tanaman, ketersediaan hara,
keadaan tanah, iklim, dan genetik tanaman. Tinggi tanaman kelapa sawit yang
dibudidayakan maksimum mencapai 15--18 m, sedangkan kelapa sawit liar tingginya dapat
mencapai 30 m.
Daun: Daun kelapa sawit tersusun majemuk menyirip membentuk satu pelepah yang
panjangnya antara 7,0--9,0 m, dimana jumlah anak daun setiap pelepah berkisar antara 250-400 helai. Pada pohon kelapa sawit yang dipelihara, dalam satu batangnya terdapat 40--50
pelepah daun, sedangkan untuk kelapa sawit liar jumlahnya bisa mencapai 60 pelepah. Daun
muda yang masih kuncup berwarna kuning pucat, sedangkan daun tua berwarna hijau tua
dan segar. Tanaman kelapa sawit tua membentuk 2--3 pelepah daun setiap bulannya,
sedangkan tanaman muda menghasilkan 4--5 daun setiap bulannya. Produksi daun per-bulan
dipengaruhi oleh faktor umur, lingkungan genetik, dan iklim.