Anda di halaman 1dari 14

HUBUNGAN FISIKA DENGAN ILMU KESEHATAN

Definisi dari fisika kesehatan


adalah:Ilmu yang menggabungkan 2 bidang kajian yaitu ilmu fisika dan ilmu kese
hatan.
Berikut beberapa penerapan konsep dasar pada ilmu fisika untuk ilmu
kesehatan yaitu:
1.

aplikasi pengukuran dan besaran pada ilmu kesehatan

2.

Mengukur : temperatur tubuh, tinggi badan, detalk jantung,denyut aliran


darah .
Slkal pengukur terkecil yautu skal terkecil yang ditunjukkan pada alat ukur.
Batas toleransi pengukuran
ketidak pastian
Aplikasi Besaran Vektor pada Ilmu Kesehatan

Besaran Vektor : Suatu besaran yang memiliki besar dan arah


Ex: Mendorong teman

3.

terjatuh dan terhempas

luka

Penanganan besaran vektor beda dengan besaran scalar


Penjumlahan besaran scalar cukup dengan menjumlahkan angka angka
dari besaran tersebut
Aplikasi Besaran Fisika Pada Ilmu Kesehatan
Dunia kesehatan :

kg (berat badan)
C ( temperatur tubuh)
cm(volume cairan yang akan disuntikkan kedalam tubuh)
Contoh besaran Scalar : Pengukuran volume darah
Bila dalam PMI terdapt 3 bungkus darah dg volume masing masing 200
ml, maka jumlah total volume darah adalah
200ml + 200 ml+200ml =600ml

Perawat mendorong stretcher (untuk memindahkan pasien dari kamar1 ke


2)
butuh gaya yang besar yang dilakukan 2 orang perawat.
Agar dorongan besar
yang sama

4.

ke-2 perawat mendorong strecher kearah

Konsep Tekanan Untuk menjelaskan Tekanan Pada Tubuh manusia

Tekanan dalam dunia medis : milimeter mercuri atau disingkat dengan


mmHg
Tekanan atmosfir lingkungan kita = 760 mmHg
Atmosfir mempunyai tekanan sebesar 1 atm. Jadi 1 atm=760 mmHg.

5.

Ada keadaan tertentu dimana tubuh memiliki tekanan relatif lebih kecil
dari tekanan atmosfir (bernilai negatif)
Bernafas(menarik nafas): tekanan di dalam paru paru <tekanan udara
luar (atmosfir)
udara dapat mengalir kedalam paru paru
Minum dengan sedotan : tekanan dalam mulut <tekanan atmosfir di
sekitar gelas
air mengalir ke mulut
Aliran darah dari jantung keseluruh tubuh
Konsep Tekanan Dalam andung Kemih

Adalah akibat adanya akumulasi (pertambahan terus menerus) volume air


kencing (urine).
Orang dewasa vol maks 500 ml dengan tekanan rata-rata 30 cmH2O, jika
konsentrasi
terjadi
tekanan bisa sampai 150 cmH2O
Tekanan dalam kandung kemih dapat diukur dengan catheter yang
dilengkapi dengan sensor
Tekanan kandung kemih dapat bertambah saat : batuk,duduk dan dalam
keadaan tegang.
Khusus wanita hamil tekanan bertambah dengan bertambahnya
berat janin yg dikandung
sering buang air kecil.

A.
PENGERTIAN PENGUKURAN
Konsep: Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat
ukur yang digunakan sebagai satuan.
Misalnya, kamu melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan
tersebut artinya kamu membandingkan panjang meja dengan panjang pensil. Panjang pensil yang
kamu gunakan adalah sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan
angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebutsatuan. Satuan
yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua
orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran
dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebutsatuan tidak baku.
B. BESARAN POKOK DAN BESARAN TURUNAN
Konsep: Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu.
Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.
Pengertian Besaran Fisika, Besaran Pokok, dan Besaran Turunan
Di dalam pembicaraan kita sehari-hari yang dimaksud dengan berat badan adalah massa,
sedangkan dalam fisika pengertian berat dan massa berbeda. Berat badan dapat kita tentukan
dengan menggunakan alat timbangan berat badan. Misalnya, setelah ditimbang berat badanmu 50
kg atau dalam fisika bermassa 50 kg. Tinggi atau panjang dan massa adalah sesuatu yang dapat
kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka dan satuan. Panjang dan massa merupakan
besaran fisika. Jadi, besaran fisika adalah ukuran fisis suatu benda yang dinyatakan secara
kuantitas.
Selain besaran fisika juga terdapat besaran-besaran yang bukan besaran fisika, misalnya perasaan
sedih, gembira, dan lelah. Karena perasaan tidak dapat diukur dan tidak dapat dinyatakan
dengan angka dan satuan, maka perasaan bukan besaran fisika.
Besaran fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran
pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan
merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok.
Sistem satuan besaran fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu bersifat tetap,
berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan
standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem
satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang
dikelompokkan menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut
sistem internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram
Second).
Besaran pokok dan besaran turunan beserta dengan satuannya dapat dilihat dalam Tabel berikut.

Besaran Pokok

Satuan MKS

Satuan CGS

Massa

kilogram (kg)

gram (g)

Panjang

meter (m)

centimeter (cm)

Waktu

sekon (s)

sekon (s)

Kuat Arus

ampere (A)

statampere (statA)

Suhu

kelvin (K)

kelvin (K)

Intensitas Cahaya

candela (Cd)

candela (Cd)

Jumlah Zat

kilomole (mol)

mol

Besaran Pokok

Selain tujuh besaran pokok di atas, terdapat dua besaran pokok tambahan, yaitu sudut bidang
datar dengan satuan radian (rad) dan sudut ruang dengan satuan steradian (sr).
Tabel Beberapa Besaran Turunan beserta Satuannya
Besaran Turunan
Gaya (F)
Massa Jenis (p)
Usaha (W)
Tekanan (P)
Percepatan
Luas (A)
Kecepatan (v)
Volume (V)

Satuan SI
kg.m.s-2
kg.m-3
kg.m2.s-2
kg.m-1.s-2
m.s-2
m2
m.s-1
m3

Besaran Turunan

Sistem Internasional
Dahulu orang biasa menggunakan jengkal, hasta, depa, langkah sebagai alat ukur panjang.
Ternyata hasil pengukuran yang dilakukan menghasilkan data berbeda-beda yang berakibat
menyulitkan dalam pengukuran, karena jengkal orang satu dengan lainnya tidak sama. Oleh
karena itu, harus ditentukan dan ditetapkan satuan yang dapat berlaku secara umum. Usaha para
ilmuwan melalui berbagai pertemuan membuahkan hasil sistem satuan yang berlaku di negara
manapun dengan pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
1)
satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya
suhu, tekanan dan kelembaban.
2)

bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara.

3)

mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.

Satuan Sistem Internasional (SI) digunakan di seluruh negara dan berguna untuk perkembangan
ilmu pengetahuan dan perdagangan antarnegara. Kamu dapat membayangkan betapa kacaunya
perdagangan apabila tidak ada satuan standar, misalnya satu kilogram dan satu meter kubik.

Pengukuran Besaran Fisika


Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Seorang tukang jahit pakaian
mengukur panjang kain untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang akan dibuat dengan
menggunakan meteran pita. Penjual daging menimbang massa daging sesuai kebutuhan
pembelinya dengan menggunakan timbangan duduk.
Seorang petani tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya
menggunakan satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata.
Tetapi seorang insinyur sipil mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran kelos untuk
mendapatkan satuan meter.
Ketika kita mengukur panjang meja dengan penggaris, misalnya didapat panjang meja 100 cm,
maka panjang meja merupakan besaran, 100 merupakan hasil dari pengukuran sedangkan cm
adalah satuannya.
Beberapa aspek pengukuran yang harus diperhatikan yaitu ketepatan (akurasi), kalibrasi alat,
ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas). Dengan aspek-aspek pengukuran tersebut
diharapkan mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan benar.
Berikut ini akan kita bahas pengukuran besaran-besaran fisika, meliputi panjang, massa, dan
waktu.
1. Pengukuran Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda.
Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur
lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
a.
Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus,
berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris
berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran
pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.

Alat Ukur Panjang


Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk
menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat
atau disebut dengan kesalahan paralaks.

Pembacaan Skala

b. Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong


Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan
ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur
diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong
yaitu:
1. rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.

Jangka Sorong
c. Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat
digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur
ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.
Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder
bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala
putar sebesar 0,01 mm. Berikut ini gambar bagian-bagian dari mikrometer.

Mikrometer Sekrup
2. Pengukuran Massa Benda
Timbangan digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan
kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang
digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca OHauss tiga lengan atau dua lengan.
Perhatikan beberapa alat ukur berat berikut ini.
Bagian-bagian dari neraca OHauss tiga lengan adalah sebagai berikut:
Lengan depan memiliki skala 010 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
Lengan tengah berskala mulai 0500 g, tiap skala sebesar 100 g.
Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.

Neraca
3. Pengukuran Besaran Waktu
Berbagai jenis alat ukur waktu misalnya: jam analog, jam digital, jam dinding, jam atom, jam
matahari, dan stopwatch. Dari alat-alat tersebut, stopwatch termasuk alat ukur yang memiliki
ketelitian cukup baik, yaitu sampai 0,1 s.

Alat Ukur Waktu

C. SUHU DAN PENGUKURANNYA


1. Pengertian Suhu
Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu. Jadi,
suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.
2. Termometer sebagai Alat Ukur Suhu
Suhu termasuk besaran pokok. Alat untuk untuk mengukur besarnya suhu suatu benda adalah
termometer. Termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair dengan pengisi pipa
kapilernya adalah raksa atau alkohol. Pertimbangan dipilihnya raksa sebagai pengisi pipa kapiler
termometer adalah sebagai berikut:
a. raksa tidak membasahi dinding kaca,
b. raksa merupakan penghantar panas yang baik,
c. kalor jenis raksa rendah akibatnya dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat mengubah
suhunya,
d. jangkauan ukur raksa lebar karena titik bekunya -39 C dan titik didihnya 357C.
Pengukuran suhu yang sangat rendah biasanya menggunakan termometer alkohol. Alkohol
memiliki titik beku yang sangat rendah, yaitu -114C. Namun demikian, termometer alkohol tidak
dapat digunakan untuk mengukur suhu benda yang tinggi sebab titik didihnya hanya 78C.
Pada pembuatan termometer terlebih dahulu ditetapkan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Titik
tetap termometer tersebut diukur pada tekanan 1 atmosfer. Di antara kedua titik tetap tersebut
dibuat skala suhu. Penetapan titik tetap bawah adalah suhu ketika es melebur dan penetapan titik
tetap atas adalah suhu saat air mendidih.
Berikut ini adalah penetapan titik tetap pada skala termometer.

a.
Termometer Celcius
Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 100. Diantara titik tetap bawah
dan titik tetap atas dibagi 100 skala.
b.
Termometer Reaumur
Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 80. Di antara titik tetap bawah
dan titik tetap atas dibagi menjadi 80 skala.
c.
Termometer Fahrenheit
Titik tetap bawah diberi angka 32 dan titik tetap atas diberi angka 212. Suhu es yang dicampur
dengan garam ditetapkan sebagai 0F. Di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi 180
skala.
d.
Termometer Kelvin
Pada termometer Kelvin, titik terbawah diberi angka nol. Titik ini disebut suhu mutlak, yaitu suhu
terkecil yang dimiliki benda ketika energi total partikel benda tersebut nol. Kelvin menetapkan
suhu es melebur dengan angka 273 dan suhu air mendidih dengan angka 373. Rentang titik tetap
bawah dan titik tetap atas termometer Kelvin dibagi 100 skala.

Titik Tetap Termometer


Perbandingan skala antara temometer Celcius, termometer Reaumur, dan termometer Fahrenheit
adalah
C : R : F = 100 : 80 : 180
C:R:F=5:4:9
Dengan memperhatikan titik tetap bawah 0C = 0R = 32F, maka hubungan skala C, R, dan F
dapat ditulis sebagai berikut:
t C =5/4 tR
t C =5/9 (tF 32)
t C =4/9 (tF 32)
Hubungan skala Celcius dan Kelvin adalah
t K = tC + 273 K
Kita dapat menentukan sendiri skala suatu termometer. Skala termometer yang kita buat dapat
dikonversikan ke skala termometer yang lain apabila pada saat menentukan titik tetap kedua
termometer berada dalam keadaan yang sama.
Misalnya, kita akan menentukan skala termometer X dan Y. Termometer X dengan titik tetap
bawah Xb dan titik tetap atas Xa. Termometer Y dengan titik tetap bawah Yb dan titik tetap atas
Ya. Titik tetap bawah dan titik tetap atas kedua termometer di atas adalah suhu saat es melebur
dan suhu saat air mendidih pada tekanan 1 atmosfer.
Dengan membandingkan perubahan suhu dan
termometer, diperoleh hubungan sebagai berikut.
(Tx -Xb)/(Xa- Xb)=(Ty- Yb)/( Ya- Yb)

interval

kedua

titik

tetap

masing-masing

Keterangan:
Xa = titik tetap atas termometer X
Xb = titik tetap bawah termometer X
Tx = suhu pada termometer X
Ya = titik tetap atas termometer Y
Yb = titik tetap bawah termometer Y
Ty = suhu pada termometer Y
Konversi Skala Termometer
Seperti kita ketahui bahwa zat cair sebagai bahan pengisi termometer ada dua macam, yaitu air
raksa dan alkohol. Nah, ternyata zat cair tersebut memiliki beberapa keuntungan dan kerugian.
a . Termometer air raksa.
Berikut ini beberapa keuntungan air raksa sebagai pengisi termometer, antara lain :
1)
Air raksa tidak membasahi dinding pipa kapiler, sehingga pengukurannya menjadi teliti.
2)
Air raksa mudah dilihat karena mengkilat.
3)
Air raksa cepat mengambil panas dari suatu benda yang sedang diukur.
4)
Jangkauan suhu air raksa cukup lebar, karena air raksa membeku pada suhu 40 0C dan
mendidih pada suhu 360 0 C.
5)
Volume air raksa berubah secara teratur.
Selain beberapa keuntungan, ternyata air raksa juga memiliki beberapa kerugian, antara lain:
1)
2)
3)

Air raksa harganya mahal.


Air raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah.
Air raksa termasuk zat beracun sehingga berbahaya apabila tabungnya pecah.

b. Termometer alkohol
Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :
1)
Alkohol harganya murah.
2)
Alkohol lebih teliti, sebab untuk kenaikan suhu yang kecil ternyata alkohol mengalami
perubahan volume yang besar.
3)
Alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah, sebab titik beku alkohol 130 0C.
Kerugian menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :
1)
2)
3)

Membasahi dinding kaca.


Titik didihnya rendah (78 0C)
Alkohol tidak berwarna, sehingga perlu memberi pewarna dahulu agar dapat dilihat.

Mengapa air tidak dipakai untuk mengisi tabung termometer? Alasannya karena air membasahi
dinding kaca, jangkauan suhunya terbatas, perubahan volumenya kecil, penghantar panas
yang jelek

F. Ketidakpastian dalam Pengukuran


Bila seorang ilmuwan mengatakan bahwa ada ketidakpastian dalam suatu pengukuran, hal ini
bukan berarti mereka tidak menerima hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian selalu muncul
dalam pengukuran. Dengan kata lain, ketidakpastian merupaakan sifat alamiah dari suatu
pengukuran. Ketidakpastian dalam pengukuran dapat berupa ketidakpastian acak dan
ketidakpastian sistemik.
1. Ketidakpastian acak
Ketidakpastian acak tidak memperlihatkan adanya pola tertentu dari satu pengukuran ke
pengukuran lainnya. Nilai-nilai yang dapat diukur berubah secara acak disekitar nilai rata-rata.
Ketidakpastian acak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya:

Gambar 10. Beragam posisi saat membaca skala


Orang yang berbeda mungkin membaca hasil pengukuran dengan cara yang sedikit
berbeda (gambar 10)

Alat ukur mungkin mengalami sedikit perubahan ketika berpindah dari satu tempat ke
tempat lain.
Pengukuran yang berbeda mungkin menggunakan alat ukur yang sedikit berbeda.

Ketidakpastian acak dapat dikurangi dengan melakukan pengukuran secara berulang sehingga
nilai rata-rata akan makin mendekati nilai sebenarnya.
2. Ketidakpastian sistemik
Ketidakpastian sistemik menggeser semua nilai yang terukur dari nilai sebenarnya dengan nilai
yang sama. Kesalahan ini sangat mempengaruhi keakuratan pengukuran karena nilai-nilai yang
diukur menyimpang dari nilai yang sebenarnya. Kesalahan ini dapat terjadi bila alat ukur
mengalami kesalahan pengaturan atau tidak dikalibrasi secara benar.
Ketidakpastian sistemik sangat sulit dihindari. Salah satu cara mengurangi ketidakpastian
sistemik adalah dengan mengukur terlebih dahulu benda yang nilainya sudah diketahui dengan

pasti. Benda yang sudah diketahui nilainya disebut benda standar. Cara seperti ini dikenal
dengan istilah kalibrasi alat.

Hubungan Ilmu Fisikadengan Ilmu Kesehatan


1.

Pengaturan Suhu Tubuh

Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi


adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya
hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warmblood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah
ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh
hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan
(menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung
berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini
adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm
adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh
hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung
(Aves), dan mamalia.
Dalam pengaturan suhu tubuh, hewan harus mengatur panas yang diterima atau
yang hilang ke lingkungan. Mekanisme perubahan panas tubuh hewan dapat
terjadi dengan 4 proses, yaitu konduksi, konveksi, radiasi, dan evaporasi.
Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu
benda. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan
melalui permukaan tubuh. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet.
Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung.
Sebagai contoh, radiasi sinar matahari. Evaporasi proses kehilangan panas dari
permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas. Hewan mempunyai
kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh,
pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme
dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga
meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi
terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil
metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam
sarangnya.
Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya
bulu dan rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi
di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat
exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh.
Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi.
Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk
menurunkan atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk
menurunkan suhu tubuh dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke
tubuh. Manusia menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam
termoregulasi.
2.

Pemindahan Bahan.

Pengertian pemindahan beban secara manual, menurut American


MaterialHandling Society bahwa material handling dinyatakan sebagai seni dan
ilmu yang meliputi penanganan (handling), pemindahan (moving), Pengepakan
(packaging), penyimpanan (storing) dan pengawasan (controlling) dari material
dengan segalabentuknya.(Wignjosoebroto, 1996).
3.

Biomekanika

Biomekanika adalah disiplin sumber ilmu yang mengintegrasikan faktor-faktor


yang mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan dasar
seperti fisika, matematika, kimia, fisiologi, anatomi dan konsep rekayasa untuk
menganalisa gaya yang terjadi pada tubuh. Kinerja faal dan kenyamanan dari
pekerja sudah terbukti sangat menunjang tingkat produktivitas pekerja, dengan
demikian para penanggung jawab keselamatan dan kenyamanan kerja harus
memikirkan faktor bahaya-bahaya biomekanika.

4.

Biomekanika Terapan

NIOSH (National For Occupational Safety and Health) adalah suatu lembaga
yang menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Amerika, telah
melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang bepengaruh terhadap
biomekanikayaitu:
1. Berat dari benda yang dipindahkan, hal ini ditentukan oleh pembebanan
langsung.
2. Posisi pembebanan dengan mengacu pada tubuh, dipengaruhi oleh:
a. Jarak horisontal beban yang dipindahkan dari titik berat tubuh.
b. Jarak vertikal beban yang dipindahkan dari lantai.
3. Frekuensi pemindahan dicatat sebagai rata-rata pemindahan/menit untuk
pemindahan berfrekuensi tinggi.
4. Periode (durasi) total waktu yang diberlakukan dalam pemindahan pada suatu
pencatatan.

Jenis Jenis Gaya


Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kegiatan yang melibatkan gaya. Permainan tarik
tambang merupakan salah satu contoh penerapan gaya. Setiap kelompok memberikan gaya
berupa tarikan pada tali tambang. Permainan ini akan dimenangkan oleh kelompok yang
dapat memberikan gaya lebih besar pada tali tambang. Gaya merupakan kekuatan bisa
berupa tarikan atau dorongan yang dikenakan pada suatu benda sehingga benda tersebut
berubah posisi atau bentuknya. Secara umum gaya dapat dibedakan menjadi dua
yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Gaya sentuh adalah gaya yang dilakukan secara
langsung antara benda yang mengerjakan dan benda yang dikeni gaya.
Jenis Gaya Sentuh
1. Gaya Otot
Gaya otot adalah gaya yang ditimbulkan oleh otot manusia atau hewan. Contoh seorang
pemain bola menendang bola, saat kita mendorong meja atau lemari, dan sapi menarik
gerobak.
2. Gaya Gesek
Gaya gesek yaitu gaya yang menimbulkan hambatan ketika dua permukaan saling
bersentuhan. Semakin kasar permukaan benda semakin besar gaya gesek yang
ditimbulkan.
Contoh :

Sepeda yang melaju kemudian di rem akan berhenti, gaya gesek antara rem dan
ban sepeda mengakibatkan sepeda berhenti

Mengasah pisau menggunakan gerinda, Adanya gaya gesek antara mata pisau
dengan gerinda mengakibatkan mata pisau menjadi tajam;

3. Gaya Pegas

Gaya pegas adalah gaya yang terjad pada pegas. Gaya pegas ini berupa tarikan atau
regangan dan rapatan.
Contoh :

Orang melompat-lompat di atas trampolin;

Karet gelang yang ditarik;

Anak panah melesat dari busur;

Batu terlempar dari katapel;

Jenis Gaya Tak Sentuh


Gaya tak sentuh merupakan gaya yang dikenakan pada suatu benda tidak secara langsung.
Dengan kata lain, tidak ada kontak langsung antara benda yang mengerjakan gaya dengan
benda yang dikenai gaya. Jenis gaya tak sentuh adalah sebagai berikut :
1. Gaya Gravitasi
Gaya gravitasi merupakan gaya yang ditimbulkan oleh benda untuk menarik benda lain ke
arah pusat gaya yang berangkutan. Contoh gaya gravitasi adalah buah kelapa yang jatuh ke
bawah karena pengaruh gaya gravitasi bumi
2. Gaya Magnet
Gaya magnet adalah gaya yang ditimbulkan oleh magnet. Paku yang didekatkan ke magnet
akan bergerak menuju magnet kemudian akan menempel pada magnet. Hal ini disebabkan
karena adanya gaya magnet. Contoh gaya magnet adalah mengangkat barang-barang
rongsokan besi dengan menggunakan magnet.
3. Gaya Coulomb
Gaya coulomb adalah gaya yang timbul karena adanya muatan listrik yang terpisah dengan
jarak tertentu. Muatan listrik bisa memiliki jenis muatan yang sama (gaya tolak menolak) dan
jenis muatan yang berbeda (gaya tarik menarik)

Anda mungkin juga menyukai