Anda di halaman 1dari 10

A.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Saat ini diperkirakan hampir 99% orang indonesia khususnya mahasiswa, sudah mulai
malas untuk mengingat kembali pelajaran di waktu SMA atau SMP dulu terutama yang sedang
kita bahas saat ini yaitu materi Bilangan dan Operasinya. Ditambah lagi, untuk mahasiswa FKIP
PGSD materi ini memang dituntut untuk dipelajari dan ditelaah oleh mahasiswa, karena untuk
menjadi guru SD, materi ini sangat dibutuhkan.
Materi ini memang sepintas kelihatan mudah untuk mengerjakan, tapi kita tidak boleh
terlalu meremehkan materi ini, karena menurut kami, mengerjakan soal dengan materi ini butuh
ketelatenan dan kehati-hatian, karena di dalam matematika bukan hanya terdapat satu atau dua
macam bilangan saja, melainkan banyak sekali bilangan yang ada dimatematika.
Maka dari itu, tidak ada salahnya kalau kita mengulas kembali tentang materi ini, karena
kita bisa lebih mendalami lagi macam macam bilangan, operasi bilangan juga sifat-sifatnya.
Tujuan

Mengetahui pengertian bilangan.


Mengetahui macam-macam bilangan.
Mengetahui operasi pada bilangan.
Mengetahui sifat-sifat operasi pada bilangan.

Rumusan Masalah

Apakah pengertian dari bilangan ?


Apa sajakah macam-macam bilangan ?
Bagaimana cara peng operasian pada bilangan ?
Apa saja sifat-sifat operasi pada bilangan ?

Manfaat

Mahasiswa bisa mengetahui pengertian dari bilangan.


Mahasiswa bisa memperdalam lagi macam-macam bilangan.
Mahasiswa mampu mengoperasikan bilangan.
Mahasiswa juga mampu memahami sifat-sifat operasi pada bilangan.
.

B. PEMBAHASAN
Pengertian Bilangan
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan
pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut
sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahuntahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional,
bilangan irasional, dan bilangan kompleks.
Prosedur-prosedur tertentu yang mengambil bilangan sebagai masukan dan menghasil bilangan
lainnya sebagai keluran, disebut sebagai operasi numeris. Operasi uner mengambil satu masukan
bilangan dan menghasilkan satu keluaran bilangan. Operasi yang lebih umumnya ditemukan
adalah operasi biner, yang mengambil dua bilangan sebagai masukan dan menghasilkan satu
bilangan sebagai keluaran. Contoh operasi biner adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, perpangkatan, dan perakaran. Bidang matematika yang mengkaji operasi numeris
disebut sebagai aritmetika.
Bilangan adalah representasi fisik dari data yang diamati. Bilangan dapat dipresentasikan
dalam berbagai bentuk, yang kemudian digolongkan pada sebuah system bilangan, tetapi
mempunyai arti yang sama. Maka kita dapat melakukan suatu konversi dari system bilangan satu
ke system bilangan yang lain. Untuk menunjukkan suatu jenis bilangan, biasanya sebuah
bilangan yang akan dipresentasikan dalam sebuah konversi bilangan diikuti dibelakangnya
dengan kode yang menggambarkan jenis bilangan tersebut.
Bentuk seperti ini dinamakan sebagai radix atau basis. Bilangan biner dikoedekan dengan 2
atau b, bilangan octal dikodekan dengan 0 atau 8, bilangan desimal dikodekan dengan 10 atau d,
dan bilangan heksadesimal dikodekan dengan 16 atau h. Contoh bilangan lain yang juga
merupakan basis sebuah bilangan yang biasa kita temui adalah system bilangan pada jam
(pencatat waktu), yang menggunakan basis 12. Contoh lain lagi perhitungan pada hari, yang
menggunakan basis 7 (misalnya jika dianggap Minggu = 1, Senin = 2, Sabtu = 0) dan
sebagainya.
Bilangan dan Operasinya
Macam-macam Bilangan
1. Bilangan Asli
Bilangan asli merupakan suatu bilangan bulat positif yang harus diawali dari
angka 1 (satu) sampai tak terhingga.
Contoh : 1, 2, 3, 4, 5.
2. Bilangan Cacah
2

Bilangan cacah merupakan suatu bilangan bulat positif yang harus diawali dari
angka 0 (nol) sampai tak terhingga.
Contoh : 0, 1, 2, 3, 4, 5.
3. Bilangan Bulat
Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan nol, bilangan bulat
positif, dan bilangan bulat negative.
Contoh : -3, -2 ,-1 , 0 , 1 , 2 , 3.
4. Bilangan Prima
Bilangan prima merupakan bilangan asli yang hanya mempunyai dua faktor, yaitu
1 dan bilangan itu sendiri.
Contoh : 2, 3, 5, 7, 11, 13.

5. Bilangan Komposit
Bilangan komposit merupakan bilangan bukan 0 (nol), bukan 1, dan juga bukan
bilangan prima.
Contoh : 4, 6, 8, 9 , 10, 12, 14.
6. Bilangan Rasional
Bilangan Rasional merupakan bilangan yang dapat dinyatakan sebagai suatu
pembagian antara 2 bilangan bulat.
Contoh : , 2/3, .
7. Bilangan Irrasional
Bilangan Irrasional merupakan bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam
pembagian dua bilangan bulat.
Contoh : 3, log 7.
8. Bilangan Real/Riil
Bilangan real merupakan penggabungan bilangan rasional dan bilangan irrasional.
Contoh : 3, 4, 2
9. Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai , dengan p dan
q adalah bilangan bulat dan q0. Bilangan p disebut pembilang dan bilangan q disebut
penyebut.

Contoh : atau
10. Bilangan Imajiner
Bilangan imajiner adalah suatu bilangan yang bukan bilangan rasional maupun
irasional yang ditandai dengan huruf i.
Bilangan imajiner dinyatakan dengan b i, b R dan i atau i2 = -1. Bilangan imajiner dengan
huruf i dapat dinyatakan sebagai -1. Jadi apabila i = -1 maka i2 = -1 (-8 = ?, maka -8 = 8
x (-1) = 8 x -1 = 4 x i = 2 i)
11. Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks adalah suatu bilangan yang merupakan penjumlahan atau
pengurangan antara bilangan real dan bilangan imajiner. Bilangan kompleks dinyatakan
dengan a+bi, a R, b R (3 + 4i, 5 7i, Log -1 = log i, ...).
Operasi Pada Bilangan

Penjumlahan, operasi matematika dengan menjumlahkan suatu angka dengan angka


lainnya dengan simbol tanda plus (+) yang menghasilkan nilai tertentu.
Pengurangan, operasi matematika dengan mengurangkan suatu angka dengan angka
lainnya dengan simbol tanda minus (-) yang menghasilkan nilai tertentu.
Perkalian, operasi matematika dengan mengalikan suatu angka dengan angka lainnya
dengan simbol tanda silang (x) yang menghasilkan nilai tertentu.
Pembagian, operasi matematika dengan membagi suatu angka dengan angka lainnya
dengan simbol tanda titik dua ( : ) atau ( ) yang menghasilkan nilai tertentu.
Dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat, terdapat dua hal yang perlu
diperhatikan, yaitu:
1. Tanda operasi hitung
2. Tanda kurung
Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat terdapat tanda kurung,
pengerjaan yang berada dalam tanda kurung harus dikerjakan terlebih dahulu.
Apabila dalam suatu operasi hitung bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung,
pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung sebagai berikut:
1. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (-) sama kuat, artinya operasi yang
terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
2. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di
sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
3. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) lebih kuat dari pada operasi penjumlahan
4

(+) dan pengurangan (-), artinya operasi perkalian (x) dan pembagian (:) dikerjakan
terlebih dahulu dari pada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (-).

Operasi penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan garis bilangan


Aturan:
1. Jika bilangan positif, maka arah panah menghadap ke kanan
2. Jika bilangan negatif, maka arah panah ke kiri
3. jika ditambah maka panah bergerak maju
4. Jika dikurangi maka panah bergerak kiri

Sifat-Sifat Operasi pada Bilangan


a. Sifat Komutatif
Sifat Komutatif adalah saifat pertukaran letak suku pada operasi hitung

Penjumlahan
Perhatikan operasi penjumlahan berikut ini, hitunglah hasilnya!
7 + 8 = 15
Apabila kedua suku tersebut dipertukarkan tempatnya, apakah hasilnya tetap sama?
8 + 7 = 15
Walaupun kedua suku penjumlahan tersebut dipertukarkan, hasil penjumlahannya tetap
sama, sehingga sifat komutatif berlaku pada penjumlahan.
a+b=b+a

Pengurangan
Apakah sifat komutatif berlaku pada pengurangan?
96=3
Apabila letak kedua suku pengurangan tersebut dipertukarkan, apakah hasilnya akan
tetap sama?
6 9 = -3
5

Ternyata hasil pengurangannya tidak sama, pertukaran letak suku pada operasi hitung
pengurangan dapat mengubah hasilnya, sehingga sifat komutatif tidak berlaku dalam
operasi hitung pengurangan.
abb-a

Perkalian
Perhatikan operasi perkalian di bawah ini, coba cari hasil kalinya!
26 x 5 = 130
Apabila kedua suku tersebut dipertukarkan tempatnya, apakah hasilnya tetap sama?
5 x 26 = 130
Walaupun kedua suku perkalian tersebut dipertukarkan, hasil perkaliannya tetap sama,
sehingga sifat komutatif berlaku dalam operasi hitung perkalian, sehingga dapat kita
tulis:
axb=bxa
Pembagian
Perhatikan operasi pembagian dibawah ini!
25 : 5 = 5
Apakah hasilnya akan tetap sama jika letak kedua suku pembagian tersebut
dipertukarkan?
5 : 25 = 0, 2
Ternyata hasilnya pembagiannya tidak sama, pertukaran letak suku pada operasi hitung
pembagian dapat mengubah hasilnya, sehingga sifat komutatif tidak berlaku dalam
operasi hitung pembagian. Jadi,
a:bb:a

b. Sifat Asosiatif
Sifat Asosiatif adalah sifat pengelompokan pada operasi hitung.

Latihan Soal
Sederhanakanlah bentuk berikut:
a.
b.
c.
d.

4 2+ 3 2= .......
5 3+3 3= ......
6 5+3 54 5= .....
10 74 7+2 7= ......

Tentukan hasil operasi berikut :


a. 4 3 x 5 2= .....
b. ( 2 5 (2 2)3 2(3 52 3)= ....
Sumber UAS BNS, Selasa 28 Juli 2009
Kerjakan soal-soal berikut
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

17 55 (-22) = ......
-27 -18 +30 = ......
155 + (-86) 17 = ......
49 + (-2) : 10 = .....
5 - 60 x 12 : (-20) =.......
-42 + 7 + 34=......
Di dalam gudang terdapat persediaan 185 karung beras masing-masing beratnya
40 kg. Beras tersebut dibagikan secara merata kepada sejumlah kaum dhuafa.
Setiap Dhuafa mendapatkan beras sebanyak 50 kg. Hitung banyaknya kaum
dhuafa yang mendapatkan beras tersebut!

Latihan soal (jawaban)


1.Sederhanakan bentuk berikut :
a.
b.
c.
d.

4 2+ 3 2= 5 2
5 3+3 3= 8 3
6 5+3 54 5= 5 5
10 74 7+2 7= 8 7

2.Tentukan hasil operasi berikut :


a. 4 3 x 5 2=
20 6
b. ( 2 5 (2 2)3 2(3 52 3)=

5 10 + 6

Kerjakan soal-soal berikut :


1. 17 - 55 - (-22) = -38 (-22) = -60
2. -27 - 18 + 30 = -45 + 30 = -15
3. 155 + (- 86) - 17 = 69 -17 = 52
4. 49 + (-7) : 6 = 42 : 6 = 7
5. 15 - 60 x 12 : (-20) = -540 : (-20) = 27
6. -42 + 7 + 34 = -1
7. Didalam gedung terdapat persediaan 185 karung beras masing-masing beratnya 40 kg.
beras tersebut dibagikan secara merata kepada sejumlah kaum dhuafa. Setiap dhuafa
mendapatkan beras sebanyak 50 kg. hitung banyaknya kaum dhuafa yang mendapatkan
beras tersebut.
Jawab: 185 x 40 : 50 = 148

Kesimpulan
Berdasarkan pada standar kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan serta pembahasan
maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut.
1. Ada sembilan macam bilangan yang meliputi bilangan asli, cacah, bulat, prima, komposit,
rasional, irasional, imajiner, dan kompleks.
2. Setiap macam bilangan memiliki operasi dan sifat operasi yang berbeda-beda.
3. Operasi pada bilangan meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
4. Sifat-sifat operasi pada bilangan tergantung pada karakteristik dari bilangan itu sendiri. Jadi
antara bilangan yang satu dengan bilangan yang lain mungkin sama sifat operasinya, namun
ada juga yang berbeda satu sama lain.

Daftar Pustaka
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2068232-pengertian-bilangan/#ixzz3BeqyaR

http://uasbnsdit.blogspot.com/2009/07/soal-operasi-hitung-bilangan-bulat.html
Himawan, I. 1995. Matematika Berhitung untuk SD. Amanah, Surabaya.
Spiegel, M. 1999. Matematika Dasar. Erlangga, Jakarta.
Widiana, P. 1980. Matematika dan IPA. Permadi, Surabaya.
Yahya, Y. 1990. Matematika Dasar untuk Perguruan Tinggi. Galileo Indonesia, Jakarta.

10