Anda di halaman 1dari 11

Nama

Firman Ichsan

NIM

1551002071110
12

BAB V

Kelas

Kelomp

K4

ok
LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

A. Pre Lab
1. Apakah yang dimaksud dengan larutan penyangga?
Larutan penyangga atau sering disebut larutan buffer adalah larutan
yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya apabila terdapat
upaya untuk menaikkan atau menurunkan pH, melalui penambahan
air/asam/basa dalam jumlah yang besar. Larutan penyangga memiliki
dua komponen yaitu asam dan basa. Asam akan berperan jika ada
upaya untuk menaikan pH, sedangkan basa akan berperan jika
terdapat

upaya

untuk

menurunkan

pH.

Asam

dan

basa

disini

merupakan pasangan asam dan basa konjugasi (Partana, 2009).

2. Jelaskan prinsip , mekanisme & contoh kerja larutan penyangga!


Larutan penyangga asam dalam mempertahankan pH adalah setiap
penambahan H+ akan dinetralkan

oleh basa konjugasi, setiap

penambahan OH- akan dinetralkan oleh asam lemah, dan setiap


pengenceran denga H2Omaka memperbesar jumlah ion H + dan basa
kojugasi daro ionisasi asam lemah namun penambahan konsentrasi H +
menjadi tidak berarti karena volume larutan juga bertambah.Larutan
penyangga basa adalah mempertahankan adalah setiap penambahan
H+ akan dinetralkan oleh

oleh basa lemah, setiap penambahan OH -

akan dinetralkan oleh asam konjugasi, dan setiap pengenceran dengan


H2O akan memperbesar jumlah ion OH- menjadi tidak berarti karena
volume larutan juga bertambah (Sutresna, 2007).

3. Sebutkan 3 jenis larutan penyangga berdasarkan kapasitasnya!


Larutan penyangga salmiak adalah campuran dari larutan NH3 (basa
lemah) dengan NH4OH (garam) (Troy, 2006).
Larutan penyangga asetat adalah larutan yang dibuat dengan cara
mencampurkan asam asetat (CH3COOH) ke dalam larutan garamnya
(CH3COONa) (Watson, 2012).
Larutan penyangga bikarbonat adalah sistem penyangga yang terdiri
atas larutan air yang mengandung dua zat, yaitu asam karbonat
(H2CO3) dan garam bikarbonat (NaHCO3). (Esvandiari, 2009).
4. Jelaskan prinsip kerja PH meter beserta bagian-bagian alatnya!
Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada
potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat di
dalam elektroda gelas yang telah diketahui dengan larutan yang
terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini
dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi
dengan ion hidrogen yang ukurannya relatif kecil dan aktif. Elektroda
gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hidrogen
atau diistilahkan dengan potential of hidrogen. Untuk melengkapi
sirkuit elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding. Tidak
mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan. Skema elektroda pH
meter akan mengukur potensial listrik antara Merkuri Klorid (HgCl)
pada elektroda pembanding dan potassium chloride (KCl) yang
merupakan larutan di dalam gelas elektroda serta petensial antara
larutan dan elektroda perak. Tetapi potensial antara sampel yang tidak
diketahui dengan elektroda gelas dapat berubah tergantung
sampelnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kalibrasi dengan
menggunakan larutan yang equivalent yang lainnya untuk menetapkan

nilai pH.
Bagian-bagian pH meter

Elektrode kaca berfungsi sebagai salah satu kutub di antara dua


elektrode ph meter yang tercelup ke dalam larutan. Pada ujung
elektrode ini terdapat bulbyang berfungsi sebagai tempat
terjadinya pertukaran ion positif (H+). Pertukaran ion yang terjadi
menyebabkan adanya perbedaan beda potensial di antara dua
elektrode, sehingga pembacaan potensiometer akan

menghasilkan positif atau negatif.


Elektrode referensi berfungsi sebagai kutub lain selain elektrode
kaca sehingga diantara keduanya, yang terendam larutan
tertentu, terbentuk rangkaian listrik. Elektrode ini didesain

memiliki nilai potensial yang tetap pada kondisi larutan apapun.


Thermometer berfungsi sebagai sensor temperatur menjadi satu
komponen wajib pH meter, karena nilai pH sangat dipengaruhi
oleh temperatur larutan. Pada pH larutan 7 (netral), perubahan
temperatur tidak berpengaruh terhadap nilai tersebut. Namun
jika larutan bersifat asam atau basa, pembentukan ion sangat

dipengaruhi oleh temperatur.


Setiap pH meter selalu membutuhkan penguat voltase atau
dikenal dengan amplifier. Voltase yang dihasilkan oleh dua
elektrode pH meter terlalu rendah yakni hanya sekitar 60 mV untuk
setiap tingkatan nilai pH.

Mikroprosesor pada pH meter berfungsi untuk menterjemahkan nilai


voltase yang dikirim oleh amplifier menjadi nilai pH. Perhitungan
kompensasi nilai temperatur larutan terukur, juga dihitung oleh
mikroprosesor ini (Chang 2006).
5. Jelaskan prinsip kerja kertas lakmus!
Kertas lakmus merah berubah menjadi berwarna biru dalam larutan
basa dan pada larutan asam atau netral warnanya tidak berubah (tetap
merah).
Kertas lakmus biru berubah menjadi berwarna merah dalam larutan

asam dan pada larutan basa atau netral warnanya tidak berubah (tetap
biru) (Syariffudin.2013).

B. TINJAUAN PUSTAKA
1.Pengertian dan prinsip larutan buffer
Berdasarkan

Teori

Asam-Basa

Arrhenius,

larutan

yang

mengandung campuran asam lemah dan garam yang anionnya


senama dengan asam lemah tersebut akan membentuk larutan
penyangga. Demikian juga jika larutan mengandung campuran basa
lemah dan garam yang kationnya senama dengan basa lemah akan
membentuk

larutan

penyangga.

Berdasarkan

Teori

Asam-Basa

Bronsted-Lowry, larutan yang mengandung campuran dari pasangan


asam lemah dan basa

konjugasi atau basa lemah dan asam

konjugasinya akan membentuk larutan penyangga. Prinsip larutan


penyangga berdasarkan teori asam basa Arrhenius terbatas hanya
untuk campuran asam lemah dan garamnya atau basa lemah dan
garamnya,

sedangkan

prinsip

berdasarkan

Bronsted-Lowry

lebih

umum, selain asam lemah dan garamnya, juga mencakup campuran


garam dan garam (Sunarya, 2010).
2. Rumus perhitungan pH buffer asam dan basa
Campuran asam lemah dengan garamnya (basa konjugasi)

[H+] = Ka x

mol asam
mol garam

atau pH = pKa log

mol asam
mol garam

Campuran basa lemah dengan garamnya (asam konjugasinya)


[H+] = Kb x

mol asam
mol garam

atau pH = pKb log

mol asam
mol garam

(Komarudin, 2010).
3. Jenis buffer
Larutan penyangga (buffer) salmiak adalah campuran dari larutan NH3

(basa lemah) dengan NH4OH (garam) (Troy, 2006).


Larutan penyangga (buffer) asetat adalah larutan yang dibuat dengan
cara mencampurkan asam asetat (CH3COOH) ke dalam larutan
garamnya (CH3COONa) (Watson, 2012).

C. TINJAUAN BAHAN
1. HCl
Asam Klorida, HCl atau yang dikenal juga sebagai asam muriatik,
sangatlah beracun, korosif dan cairan berbahaya yang bereaksi
dengan sebagian besar logam untuk menghasilkan ledakkan gas
hidrogen yang dapat menyebabkan kebakaran dan iritasi di mata
dan membran mukosa (Craig, 2004).
2. NaOH
Natrium Hidroksida, atau yang dikenal juga sebagai soda api atau
soda gosok berwarna putih, kuat dan padatannya mudah mencair di
dalam air, alkohol, etanol dan gliserol (Craig, 2004).
3. NaCl
Natrium klorida adalah senyawa ionik sederhana berbentuk padatan
rapuh dengan titik leleh 8010C (Sutresna, 2007).
4. CH3COONa
Garam natrium asetat terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan
ion CH3COO-. Persamaan reaksi sebagai berikut.
CH3COONa (aq) Na+ + CH3COO- (aq) (Sunarya, 2010).
5. CH3COOH

Asam asetat adalah asam lemah dan dalam larutan terionisasi


sebagian membentuk kesetimbangan:
CH3COOH(aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)

(Sunarya,

2010).
6. NH3
Ammonium, NH3, termasuk ke dalam elektrolit lemah yang mana
jenis zat terlarutnya berupa senyawa kovalen polar terurai sebagian,
sangat mudah terurai dan lebih ringan daripada udara (Craig, 2004).
7. NH4Cl
Garam ini terbentuk dari hasil reaksi netralisasi antara NH3 dan HCl
dan di dalam air terionisasi sempurna menghasilkan ion NH4+ dan
Cl-.
NH3 (aq)
+ HCl(aq) ==> NaCl(aq) + H2O(l)
Basa lemah
asam kuat
Netral
NH4Cl(aq) ==> NH4+(aq) + Cl-(aq)
(Komarudin, 2010).
D. DIAGRAM ALIR
Kalibrasi pH meter
Disiapkan pH meter dan larutan pH 7,00; pH 4,01 dan
9,21

Dihidupkan alat

Dibilas elektroda dengan aquades

Dikeringkan dengan tisu

Dicelupkan dalam larutan pH 7

Dipilih mode kalibrasi

Ditunggu selama 1-2 menit sampai pembacaan pH stabil

Diangkat dan dibilas elektroda dengan aquades

Dikeringkan dengan tisu

Dilakukan hal yang sama untuk larutan pH 4,01 kemudian larutan pH 9,21

Hasil

Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer


Pembuatan dan Pengujian Larutan Buffer NaCl 0,1 M

Disiapkan 70 ml larutan NaCl 0,1 M

Diukur pH nya
Diambil @20 ml pada 3 gelas beker

Beker I

20 ml larutan NaCl 0,1 M

20 ml larutan NaCl 0,1 M

Beker II

20 ml larutan NaCl 0,1 M

Beker III

10 ml larutan
HCl 0,01 M

Dicampur

10 ml larutan
NaOH 0,01 M

20 ml larutan
Aquades

Dicampur
Di ukur pH-nya

Hasil

Larutan Buffer CH3COOH 0,1 M dan CH3COONa 0,1 M


35 ml CH3COOH 0,1 M + 35 ml CH3COONa 0,1 M

Dicampur

70 ml larutan campuran

Diukur pH nya

Diambil 20 ml pada gelas buffer

Dicampur

Beker I

Beker II

20 ml larutan NaCI 0,1 M

Dicampur

Beker III

20 ml larutan NaCI 0,1 M

20 ml larutan NaCI 0,1 M

10 ml larutan

10 ml larutan

20 ml

HCI 0,01 M

NaOH 0,01 M

Larutan
aquadess

Dicampur

Diukur pH nya

Hasil
2.3 larutan buffer NH3 0,1 M dan NH4CI 0,1 M
35 ml NH3 0,1 M + 35 ml NH4CI 0,1 M

Dicampur

70 ml larutan campuran

Diukur pH nya

Diambil 20 ml pada gelas buffer

Dicampur

Beker I

Beker II

20 ml larutan NaCI 0,1 M

Beker III

20 ml larutan NaCI 0,1 M

20 ml larutan NaCI 0,1 M

10 ml larutan

10 ml larutan

20 ml

HCI 0,01 M

NaOH 0,01 M

Larutan
aquadess

Dicampur

Dicampur

Dicampur

Diukur pH nya

Hasil
DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 2006. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti Jilid 2. Jakarta:
Erlangga
Craig, Bruce D, David S. Anderson. 2004. Handbook of Corrosion Data. New
York: ASM International
Esvandiari. 2009. KIMIA. Jakarta: PT. Niaga Swadaya
Komarudin, Omang. 2010. Ringkasan Lengkap Kimia. Jakarta: Cmedia
Partana, Crys F dan Antuni Wiyarsi. 2009. Mari Belajar Kimia 2. Jakarta : Pusat
Perbukuan
Sunarya, Yayan. 2010. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Bandung: PT. Grafindo
Media Pratama
Sutresna, Nana. 2007. KIMIA. Bandung: PT. Grafindo Media Pratama
Syariffudin. 2013. Inti Sari Kimia. Tangerang : Scientific Press
Troy, David B. 2006. Remington. Philadelphia : Wolters Kluwer Health

Watson, David G. 2012. Pharmaceutical Analysis. USA: Elsevier Health


Sciences