Anda di halaman 1dari 4

Trimble MATCH-AT menyediakan triangulasi udara digital otomatis berdasarkan algoritma

pengolahan citra canggih dan unik dengan INPHO. MATCH-AT merupakan bagian dari sistem
fotogrametri digital inpho dengan ApplicationsMaster sebagai intinya.
Semua langkah-langkah pengolahan citra pada MATCH-AT sepenuhnya otomatis. Hal ini bertujuan
untuk mencapai produktivitas tertinggi. Alur kerja yang logis dan mudah dari setup proyek, titik ikat
dengan pencocokan multi-ray yang tepat dan penyesuaian bundel yang terintegrasi, hingga analisis
blok dengan dukungan grafis yang sangat baik.
Perangkat lunak ini tersedia dalam dua versi yang berbeda, MATCH-AT (untuk gambar bingkai) dan
MATCH-AT Pushbroom (untuk sensor line). Terdapat dukungan ketat untuk data GPS dan data IMU,
termasuk kalibrasi boresight misalignment, serta pergeseran dan koreksi lainnya.
Dengan teknologi canggih, penanganan sub-blok MATCH-AT dirancang untuk memproses proyek
fotogrametri paling menuntut sekalipun dengan ukuran blok 20000 gambar dan bahkan lebih. Karena
kemampuan pertukaran data yang fleksibel MATCH-AT mudah terintegrasi ke dalam alur kerja dari
sistem fotogrametri pihak ketiga.
http://optron.com/trimble/products/Trimble-MATCH-AT-Software.html?productID=140

Sejak diperkenalkannya kamera digital mapping lebih dari sepuluh tahun yang lalu, sebagian besar
perusahaan dengan fokus pada segmen tradisional pasar pemetaan udara dan yang telah membuat
saklar dari analog ke digital akuisisi data telah memilih untuk disebut format besar kamera digital
dengan kinerja track di 11000 piksel dan seterusnya. Lebih kecil, yang disebut medium format
kamera sering dilengkapi dengan array RGB Bayer hingga 60MP dalam beberapa tahun terakhir
melihat beberapa
pertumbuhan yang signifikan sebagai bagian dari paket LiDAR / Imager. Sementara bersama-sama
dengan LIDAR, mereka mungkin
telah menjadi standar industri, sistem pemetaan mandiri Format ini pencitra menengah
belum membuat terobosan yang sebanding.
Sementara mungkin ada sejumlah alasan yang jelas dan layak untuk mengapa medium format
pencitra belum diterima dengan sangat baik sebagai standalone fotogrametri kamera pemetaan, mari
kita
melihat sebentar di beberapa kekhawatiran ini dan bagaimana mereka saat ini telah ditangani:

Standar Bayer array memberikan kinerja daerah yang terbatas. Sebagai konsekuensi, sistem multihead
menggunakan beberapa kepala kamera tidak hanya akan membawa peningkatan produktivitas tetapi
juga fleksibilitas.
Meskipun standar dalam fotografi komersial dan profesional, kualitas gambar Bayer
array adalah (dan mungkin masih adalah) skeptis dianggap oleh setidaknya beberapa
photogrammetrists.
Hari ini, dengan bantuan pasar fotografi komersial, baik post-processing
algoritma telah meningkatkan kualitas gambar secara signifikan. Akibatnya, dan seperti yang
ditunjukkan oleh
peningkatan sistem LIDAR dijual dengan Bayer berbagai imager, hari ini Bayer kualitas gambar
Array
sempurna diterima di dunia atau udara pemetaan.
Sebuah desain yang lebih murah dari kamera medium format dibandingkan dengan desain yang
lebih
lebih kompleks format besar kamera menantang kesesuaian mereka untuk fotogrametri
aplikasi pemetaan dalam hal stabilitas dicapai, akurasi geometrik dan kualitas gambar
ketika diletakkan di bawah stres aplikasi udara. Meskipun keraguan yang masuk akal, sampai saat ini
luar biasa beberapa produsen telah memperkenalkan Teruskan Gerak Kompensasi, stabil
sistem lensa dan khusus, koneksi yang lebih stabil antara lensa dan bodi kamera.
Terakhir, dan mungkin yang paling penting, peningkatan jumlah proyek fotogrametri
saat ini membutuhkan co-terdaftar empat-band citra multispektral di RGB dan Near-Infrared
(NIR). Dengan desain kamera medium format tradisional ini tidak mungkin untuk mencapai dan
solusi alternatif adalah untuk terbang konfigurasi dual kepala dengan kepala satu kamera
memproduksi RGB
dan satu kamera Kepala memproduksi Warna Infrared (CIR). Sementara ini menghasilkan dua set
gambar, baik gambar tidak dapat dikombinasikan untuk citra empat-band, deliverable standar dengan

sebagian besar format kamera.

Tujuan Orientasi dalam adalah membentuk kembali berkas sinar yang terjadi pada saat pemotretan ke
dalam proyektor. Pembentukan berkas dilakukan dengan cara mengimpitkan pusat foto dengan pusat
pembawa plat dan memasangkan kembali ke tempatnya serta memasang harga panjang focus kamera
pada proyektor.

Dengan orientasi dalam akan diketahui kuantitas mengenai berkas atau bundle sinar antara obyek dan
lensa pada waktu pemotretan, dan yang kemudian direkontruksi secara geometris dari titik bayangan.
Atau dengan kata lain orientasi dalam dapat didefinisikan sebagai pembentuka berkas sinar antara
titik-titik obyek dan lensa kamera.
Besaran unsure oreintasi dalam adalah posisi titik utama terhadap pusat foto, Xo, Yo dan konstanta
kamera (Ck) atau panjang focus kamera ( f ) terkalibrasi. Besaran ini digunakan untuk mendapatkan
kembali berkas sinar yang terpaut dalam sebuah foto dan yang secara geometris sesuai dan sama
dengan berkas yang terjadi pada saat pemotertan.

Tiap berkas sinar dapat dinyatakan sebagai badan yang kuat. Posisinya di dalam ruang tiga
dimensional ditentukan dengan enam unsur umumnya dengan tiga koordinat dan tiga sudut.
Perangkat ke enam sudut tersebut adalah XL , YL , ZL , , w , x. Posisi dan ketinggian
berkas sinar tiap foto terhadap system koordinat tanah.
http://indiksasongko.wordpress.com/

Dalam fotogrametri syarat fundamental yang banyak digunakan adalah syarat


kesegarisan berkas sinar (collinearity condition) yaitu suatu kondisi dimana titik pusat
proyeksi, titik foto dan titik obyek di tanah terletak pada satu garis dalam ruang. Kondisi ini
dinamakan kondisi kolinearitas. Kamera fotogrametri tidak mempunyai lensa yang sempurna,
sehingga proses perekaman yang dilakukan akan memiliki kesalahan. Oleh karena itu perlu
dilakukan pengkalibrasian kamera utnuk dapat menentukan besarnya penyimpanganpenyimpangan yang terjadi. Kalibrasi kamera dilakukan untuk menentukan parameter
distorsi, meliputi distorsi radial dan distorsi tangensial, serta parameter-parameter lensa
lainnya, termasuk juga principal distance (c), serta titik pusat fidusial foto. Pada Software

Austalis, model kalibrasi terdiri dari element interior orientasi (xo, yo, c), koefisien distorsi
lensa (K1, K2, K3, P1 and P2) serta koefisen untuk perbedaan penyekalaan dan ketidak
ortogonal antara sumbu X dan Y (b1, b2) Distorsi lensa dapat menyebabkan bergesernya titik
pada foto dari posisi yang sebenarnya, sehingga memberikan ketelitian pengukuran yang
tidak baik, namun tidak mempengaruhi kualitas ketajaman citra yang dihasilkan. Distorsi
lensa dapat dibagi menjadi distorsi radial dan distorsi tangensial.

Distorsi radial adalah pergeseran linier titik foto dalam arah radial terhadap titik utama dari
posisi idealnya. Distorsi lensia biasa diekspresikan sebagai fungsi polonomial dari jarak
radial (dr) terhadap titik utama foto Distorsi tangensial adalah pergeseran linier titik di foto
pada arah normal (tegak lurus) garis radial memalui titik foto tersebut. Distorsi tangesial
disebabkan kesalahan sentering elemen-elemen lensa dalam satu gabungan lensa dimana titik
ousat elemen-elemen lensa dalam gabuang lensa tersebut tidak terletak pada satu garis lurus.
Pergeseran ini biasa dideskripsikan dengan 2 persamaan polonomial untuk pergeseran pada
arah x (dx) dan y (dy). Kalibrasi kamera dapat dilakukan dengan berbagai metode. Secara
umum kalibrasi kamera biasa dilakukan dengan tiga metode, yaitu laboratory calibration, onthe-job calibration dan self-calibration (Atkinson, 1987). Metode lain yang dapat digunakan
antara lain analytical plumb-line calibration dan stellar calibration (Fryer, 1989). Laboratory
calibration dilakukan di laboratorium, terpisah dengan proses pemotretan objek.

Metode yang termasuk di dalamnya antara lain optical laboratory dan test range calibration.
Secara umum metode ini sesuai untuk kamera jenis metrik.On-the-job calibration merupakan
teknik penentuan parameter kalibrasi lensa dan kamera dilakukan bersamaan dengan
pelaksanaan pemotretan objek. Pada self-calibration pengukuran titik-titik target pada objek
pengamatan digunakan sebagai data untuk penentuan titik objek sekaligus untuk menentukan
parameter kalibrasi kamera.