Anda di halaman 1dari 3

Uswatun Hasanah // 376085 // SHRM REG 65

Kepala BKN: Mengapa e-PUPNS?


Jakarta-Humas BKN, Sebagian PNS memiliki persepsi bahwa keakuratan data pegawai merupakan
tanggung jawab Biro Kepegawaian/BKD di instansinya. Melalui pendataan ulang PNS secara
elektronik (e-PUPNS), Badan Kepegawaian Negara (BKN) berupaya mengubah persepsi tersebut.

Kepala BKN meresmikan Sistem e-PUPNS (foto:mia)


Kemutakhiran dan keakurasian data merupakan tanggungjawab penuh masing-masing pegawai,
tandas Kepala BKN Bima Haria Wibisana tatkala Launching e-PUPNS di Aula BKN Pusat
Jakarta,Selasa (1/9).
Bima Haria Wibisana lebih lanjut mengutarakan bahwa e-PUPNS juga merupakan sarana strategis
untuk menelusuri data kompetensi yang dimiliki pegawai. Data kompetensi ini amat dibutuhkan
guna menyelenggarakan Manajemen ASN secara komprehensif, tuturnya.
Diharapkan kerja sama yang baik dari seluruh elemen instansi pemerintah untuk bersedia
mengalokasikan waktu dan ruang serta turut mensosialisasikan e-PUPNS yang resmi dilakukan
sejak 1 September hingga 31 Desember 2015 mendatang. (aman/desi)

Sumber:
http://www.bkn.go.id/berita/kepala-bkn-mengapa-e-pupns

Uswatun Hasanah // 376085 // SHRM REG 65

Strategic Human Resource Management


MSDM sebagai Ahli Administratif
Seorang profesional MSDM harus mampu memberikan layanan yang baik dan layak
untuk menciptakan infrastuktur yang efektif dan efisien bagi perusahaannya, serta untuk
pengembangan bisnis secara keseluruhan. Untuk menjadi ahli dalam bidang administrasi, sdm
harus bisa Improving process dengan meningkatkan efisiensi paran sumber daya manusia dan
mengukur dampak dari suatu pekerjaan, serta memikirkan ulang penciptaan nilai dari suatu
proses bisnis.
Dari artikel diatas dapat tercermin adanya sistem administrasi yang kurang baik dalam
hal pendataan dan pengelolaan PNS di Indonesia, oleh sebab itu dilakukan pendataan ulang
pegawai negeri sipil dengan sistem elektronik (e-PUPNS). Kelemahan yang dapat dilihat dari
sistem administrasi pengelolaan dan pendataan pegawai negeri sipil selama ini antara lain:
Lemahnya sistem dan Undang-Undang tentang pengelolaan pegawai negeri sipil yang
mengakibatkan praktiknya tidak menggambarkan kinerja yang sesungguhnya. Tidak adanya
transparansi tentang proses-proses pengelolaan PNS, serta serat dengan muatan politis.
Pelanggaran disiplin yang diakomodir dan hukuman yang diberikanpun sangat lemah. Tidak
adanya ketegasan dari pemimpin dalam penegakan aturan. Tidak adanya keselarasan antara
pemerintah daerah dan pemerintahan pusat dalam pengelolaan PNS karena kebijakan-kebijakan
yang ada sering tidak singkron mengenai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan, dan juga
kurangnya sosialisasi dari pemerintahan pusat. Selanjutnya, tingkat kesejahteraan PNS di daerah
relatif sangat rendah, hal ini berbanding terbalik dengan kehidupan PNS di tingkat pusat. Tidak
adanya kejelasan job description dan tugas pokok serta fungsi dari unit organisasi yang
menyebabkan kinerja pegawai masih sangat sulit untuk dikembangkan. Apabila setiap pegawai
mempunyai job description yang jelas maka mereka akan mempunyai kejelasan dan mau
melaksanakan pekerjaannya.
Lemahnya sistem administratif pendataan dan pengelolaan pegawai negeri sipil ini
memperlihatkan bahwa proses administrasinya tidak berjalan dengan baik dan tidak
mencerminkan MSDM sebagai ahli administrasi, karena tidak mampu memberikan layanan yang
baik dan terstruktur serta tidak mampu meningkatkan peran sumberdaya manusia dalam suatu
organisasi, oleh sebab itu dilakukan perubahan dengan mengadakan pendataan ulang pegawai
negeri sipil secara elektonik.

Uswatun Hasanah // 376085 // SHRM REG 65


Perencanaan Dan Sistem Informasi
Belajar dari sistem administrasi pengelolaan dan pendataan pagawai negeri sipil yang
selama ini diterapkan yang sangat tidak efektif, akhirnya pemerintah menerapkan sistem yang
disebut e-PUPNS, yaitu proses pendataan ulang pegawai negeri sipil dengan menggunakan
sistem elektronik, yang nanti dalam sistem tersebut akan terdapat daftar riwayat hidup PNS
seperti: nama lengkap, tanggal lahir, ijazah pendidikan formal, legalitas ijazah, sertifikat kursus
dan pelatihan, gaji PNS, jabatan dan kepangkatan, keluarga, tanda jasa kehormatan, BPJS,
Bapertarum, KPE, pengalamanan organisasi, serta penghargaan yang pernah diterima.
Tujuan PUPNS 2015 adalah untuk mendapatkan data yang akurat, terpercaya, sebagai
dasar kebutuhan untuk pengembangan sistem informasi kepegawaian yang mendukung
pengelolaan manajemen Aparatur Sipil Negara secara rasional. Kemudian untuk membangun
kepedulian dan kepemilikian organisasi terhadap data kepegawaiannya. Semua pegawai dapat
mengakses langsung website BKN untuk melakukan pendataan.
Sistem informasi kepegawaian yang akan diterapkan ini harus bisa menyimpan data PNS
secara akurat dan aman, serta berisikan informasi untuk membantu MSDM menerapkan
fungsinya dan membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis dengan cara yang
efektif dan sistemtis. Penerapan sistem informasi kepegawaian ini harus melalui langkah-langkah
yaitu: perencanaan, desain, analisa, pelaksanaan, dan pemeliharaan.
Manfaat dari penerapan sistem informasi ini adalah untuk kecepatan pengolahan data,
mengurangi duplikasi data PNS yang mengarah kepada pengurangan biaya administrasi,
menciptakan budaya kerja yang lebih baik dan lebih termonitor. Memeriksa kapabilitas karyawan
saat ini guna mengisi kekosongan yang diproyeksikan dimasa yang akan datang.
Menggambarkan spesifikasi atau job description pekerjaan dengan jelas. Oleh sebab itu, sistem
informasi sumber daya manusia sangat penting dalam suatu perusahaan, karena kesuksesan suatu
perusahaan salah satunya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang terdapat dalam
perusahaan tersebut.