Anda di halaman 1dari 18

Soal dan Jawaban Mata Kuliah Inovasi Pendidikan

Kelas Reg C
Nama : Muhammad Dekar
Nim : 14092001510017
Dosen: Dr. Cut Nurmaliah, M.Pd
Soal
1. Jelaskan model inovasi pendidikan yang dapat anda diterapkan disekolah. Berikan
alasan mengapa model tersebut yang anda pilih?
2. Mengapa penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering memgalami kegagalan?
Berikan alasanya dan berikan suatu kasus serta bagaimana cara mengatasinya.
3. Jelaskan satu inovasi pada metode belajar. Berikan alasan mengapa model tersebut
4.
5.
6.
7.
8.

yang anda pilih?


Apa pengertian inovasi secara umum, bagaimana ciri-cirinya dan prinsip-prinsipnya?
Bedakan secara rinci pengertian inovasi, modernisasi, dan teknologi?
Mengapa inovasi perlu ada? Apa tujuan di adakannya inovasi?
Uraikan dengan kalimat sendiri pengertian inovasi pendidikan?
Jelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi dalam bidang

pendidikan?
9. Dalam melakukan inovasi pendidikan terdapat beberapa model yang bisa dilakukan,
jelaskan tiga model inovasi pendidikan yang anda ketahui?
10. Mengapa perlu diadakan inovasi kurikulum? Jelaskan!
Jawab
1. Jelaskan model inovasi pendidikan yang dapat anda diterapkan disekolah.
Berikan alasan mengapa model tersebut yang anda pilih?
Jenis inovasi menurut Ibrahim (1988:177) model inovasi pendidikan terdiri dari: (1)
model penelitian, pengembangan, dan difusi (Research-Development-Diffusion-Model) yaitu
model inovasi yang berdasarkan pemikiran bahwa setiap orang tentu memerlukan perubahan,
dan unsur pokok perubahan ialah penelitian, pengembangan, difusi; (2) model pengembangan
organisasi (organization development mode) yaitu model yang berorientasi pada organisasi
dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada sekolah. Model
pengembangan organisasi ini berbeda dengan model pengembangan dan difusi. (3) mode
konfigurasi (configuration model). Model konfigurasi atau disebut juga konfigurasi teori
difusi inovasi yang juga terkenal dengan istilah CLER, model dengan pendekatan secara
konprehensif untuk mengembangkan strategi inovasi (perubahan pendidikan) pada situasi
yang berbeda. Adapun menurut pendapat saya dari ketiga modal yang dipaparkan sebelumnya
model inovasi pendidikan yang paling tepat dilaksanakan di sekolah tempat mengajar saya
1 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

adalah model pengembangan organisasi (organization development mode). Model inovasi


pendidikan yang saya diterapkan disekolah adalah inovasi model Pengembangan Organisasi.
Model pengembangan organisasi (organization development mode) yaitu model yang
berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada
sekolah. Model pengembangan organisasi berorientasi pada nilai yang tinggi artinya dalam
model ini juga mendasarkan pada filosofi yang menyarankan agar sekolah jangan hanya
diberi tahu tentang inovasi pendidikan dan disuruh menerimanya, Sekolah harus menjadi
organisasi yang memahami persoalan yang dihadapi, serta mampu untuk menciptakan cara
pemecahan permasalahan itu sendiri dengan mengorganisir berbagai macam sumber yang ada
dalam organisasi itu sendiri atau dengan bantuan ahli dari luar organisasi dan juga mampu
menentukan cara bagaimana menerapkan inovasi serta menilai hasil yang telah dicapai
(Ibrahim, 1988:179). Beberapa contohnya inovasi pendidikan yang berkaitan dengan model
pengembangan organisasi yaitu dengan dikembangkannya stategi pembelajaran yang inovatif
sebagaimana yang diungapkan oleh Wena (2009) dalam bukunya yang berjudul stategi
pembelajaran inovatif kontemporer terdapat berbagai strategi pembelajaran seperti strategi
pembelajaran

pemecahan

masalah,

strategi

pembelajaran

ranah

motorik,

strategi

pembelajaran kreatif produktif-pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kuantum,


strategi pembelajaran siklus-pembelajaran generative-belajar tuntas dan pembelajaran
kooperatif dan strategi pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis elektronik
(e-learning).

2. Mengapa penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering memgalami kegagalan?


Ibrahim (1988:123-125) mengemukakan enam faktor utama hambatan inovasi
adalah : Faktor pertama, estimasi tidak tepat terhadap inovasi hal ini disebabkan kurang
tepatnya perencanaan proses inovasi atau estimasi dalam proses difusi dan inovasi yaitu tidak
tepat pertimbangan team pelaksana inovasi, kurang adanya kesamaan pendapat tentang tujuan
yang akan dicapai atau kurang adanya kerjasama yang baik. Faktor Kedua, konflik dan
motivasi hambatan ini disebabkan karena adanya masalah-masalah pribadi seperti
pertentangan antara anggota team pelaksana, kurang motivasi untuk bekerja dan berbagai
sikap pribadi yang dapat mengganggu kelancaran proses inovasi. Secara rinci item yang
termasuk masalah konflik dan motivasi ialah
Adapun apabila ditinjau dari klasifikasi faktor input dan faktor output Faktor maka
penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering mengalami kegagalan disebabkan oleh faktor
2 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

berikut ini. Faktor Input terdiri dari: pertama, halangan untuk berubah dari lingkungannya
yang berkaitan dengan tersedianya sarana dan prasarana untuk berinovasi; Kedua, kurangnya
ketidakterampilan agen pembaharu karena ketidakmampuan dalam menguasai pengetahuan
dan teknologi; Ketiga inovasi yang bepusat hanya pada seseorang; keempat, Sensitivitas dan
defensiveness guru-guru/tenaga kependidikan; Dalam hal ini mengakui, bahwa ada guru yang
tidak merasa bertanggung jawab atas pendidikan. Sehingga tidak merasa terpanggil untuk
memajukan pendidikan, maka dari itu tidak mau melakukan inovasi dalam pendidikan.
Kelima, Guru/tenaga kependidikan yang bersifat konservatif. Sifat guru yang konservatif
tidak mau berinovasi bisa disebabkan oleh tingkat ksejahteraan guru yang rendah karena gaji
yang kecil.
Sedangkan, faktor output terdiri dari: pertama tujuan inovasi yang tidak jelas. Hal ini
terjadi karena program yang akan dilakukan biasanya tidak disusun/dirumuskan terlebih
dahulu; Kedua, tidak ada reward untuk sebuah inovasi; Ketiga, sekolah /lembaga terlalu
memonopoli. Pengaruh kepemimpinan yang otoriter di pusat( pemerintahan orde baru),
mempengaruhi juga sampi kebawah termasuk sekolah. Sehingga kebebasan guru atau tenaga
kependidikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki terbelenggu. Menyebabkan
program inovasi terhambat; Keempat, komponen pengetahuan rendah sehingga guru tidak
bisa mengikutinya; Kelima, kesukaran dalam mendiagnosis kelemahan inovasi; Keenam,
sumber daya teknologi dan keuangan rendah; Ketujuh, terfokus pada akuntabilitas public.
Apa yang dilakukan oleh para innovator biasanya terfokus pada pertanggungjawaban kepada
masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan serasa beban berat yang harus dipikul. Bukan atas
kesadaran bahwa dirinya adalah agen of change sebuah tugas yang niscaya harus dilakukan.
Karena merasa keterpaksaan itulah yang membuat inovasi tidak berkembang: Kedelapan,
Kurang mengarah pada entrepreneurship. Inovasi-inovasi yang biasa kita lakukan biasanya
bersifat pengembangan kompetensi yang bersifat kognitif. Sedangkan aspek psikomotor
kurang dikembangkan, termasuk pada pengembangan kemampuan entrepreneurship
(kewirausahaan).
Contoh kegagalan inovasi di sekolah dan cara mengatasinya. Kurikulum 2013
dilaksanakan berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi namun dalam
proses pelaksanaannya banyak guru yang belum mampu memanfaatkan teknologi yang dapat
mempermudah pekerjaannya. Sebagai contoh di suatu sekolah mendapatkan fasilitas
pendidikan yang baru berupa komputer yang juga dilengkapi oleh jaringan internet. Para guru
diberikan kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dalam proses pembelajaran.
Namun,

karena

tidak

memiliki

kemampuan

dasar

3 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

mengenai

program komputer
Dosen: Dr.

mengakibatkan fasilitas yang telah ada sebagai inovasi pendidikan tidak dapat dimanfaatkan
secara maksimal. Pada kasus ini terjadi kegagalan inovasi. Adapun cara mengatasinya adalah
dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru atau mengikuti kegiatan
workshop atau seminar yang dapat meningkatkan keterampilan para guru tersebut. Pada
upaya tersebut sangat dibutuhkan peran opinion leader

dan agent of change (agen

perubahan). Dengan demikian kegagalan inovasi pendidikan disekolah dapat diatasi

3. Jelaskan satu inovasi pada metode belajar. Berikan alasan mengapa model
tersebut yang anda pilih?
Salah satu inovasi pada metode belajar yaitu model pengembangan organisasi.
Model ini merupakan model yang lebih berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada
sistem sosial dan berpusat pada sekolah. Model pengembangan organisasi ini berbeda dengan
model pengembangan dan difusi.Model ini dikatakan baik karena, model ini lebih
berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada
sekolah, model pengembangan organisasi ini berbeda dengan model pengembangan dan
difusi. Model pengembangan organisasi berorientasi pada nilai yang tinggi artinya dalam
model ini juga mendasarkan pada filosofi yang menyarankan agar sekolah jangan hanya
diberi tahu tentang inovasi pendidikan dan disuruh menerimanya, sekolah harus menjadi
organisasi yang memahami persoalan yang dihadapi, serta mampu untuk menciptakan cara
pemecahan permasalahan itu sendiri dengan mengorganisir berbagai macam sumber yang ada
dalam organisasi itu sendiri atau dengan bantuan ahli dari luar organisasi dan juga mampu
menentukan cara bagaimana menerapkan inovasi serta menilai hasil yang telah dicapai
(Ibrahim, 1988: 179).
Wena (2009) mengemukakan dalam bukunya yang berjudul stategi pembelajaran
inovatif kontemporer terdapat berbagai strategi pembelajaran seperti strategi pembelajaran
pemecahan masalah, strategi pembelajaran ranah motorik, strategi pembelajaran kreatif
produktif-pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kuantum, strategi pembelajaran
siklus-pembelajaran generative-belajar tuntas dan pembelajaran kooperatif dan strategi
pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis elektronik (e-learning).

4. Apa pengertian inovasi secara umum, bagaimana ciri-cirinya dan prinsipprinsipnya?


a. Pengertian
4 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

Inovasi Pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk
memecahkan masalah pendidikan. Jadi inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang, metode,
yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang
(masyarakat) baik berupa hasil invensi atau diskaveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan
pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan. Pendidikan adalah suatu sistem,
maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem
pendidikan, baik sistem dalam arti sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga pendidikan yang
lain, maupun sistem pendidikan dalam arti luas misalnya sistem pendidikan nasional.
(Mahmud Sani, 2009:160). Inovasi Pendidikan adalah suatu pembaharuan dalam
pendidikan baik menyangkut ide, praktek, metode atau obyek dan secara kualitatif berbeda
dari hal-hal yang ada sebelumnya dan sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan
guna mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan masalah pendidikan. Dengan demikian
inovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran, ini berarti
bahwa inovasi apapun yang tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan atau pembelajaran
tidak patut untuk diadopsi, dan dalam konteks ini peran guru akan sangat menentukan dalam
adopsi inovasi pada proses pendidikan atau pembelajaran, oleh karena itu dalam menyikapi
suatu inovasi, diperlukan suatu pemahaman yang baik, hal ini dimaksudkan agar inovasi
dapat memberi nilai tambah bagi dunia pendidikan.
b. Ciri-ciri Inovasi Pendidikan
Ciri-ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun
menurut ashby 1967 ada empat :
1. Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas
pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke sekolah.
2. Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan.
3. Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan ketersediaan
buku lebih luas.
4. Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD
proyektor, perekan internet, LAN, dsb ).
Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi pendidikan
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi merupakan okbyek dan
teknologi pendidikan merupakan subyeknya. Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan
peralatan yang menunjang inovasi pendidikan, sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi
tanpa digunakan untuk sasaran/tujuan yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.
Inovasi termasuk inovasi pendidikan merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan
hal baru, atau berupa praktik-praktik tertentu, atau berupa produk dari suatu hasil olah-pikir
5 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

dan olah-teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu , yang diyakini dan dimaksudkan
untuk memecahkan persoalan yang timbul, memperbaiki suatu keadaan tertentu, atau proses
tertentu yang terjadi di masyarakat. Difusi inovasi pendidikan sering diartikan sebagai
penyebarluasan gagasan inovasi pendidikan tersebut malalui suatu proses komunikasi yang
dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu di antara
anggota sistem sosial masyarakat.
Rogers (1983) mengemukakan empat ciri penting yang mempengaruhi difusi inovasi,
termasuk inovasi pendidikan, yaitu : esensi inovasi itu sendiri, saluran komunikasi, waktu dan
proses penerimaan dan sistem sosial.
a.

Esensi Inovasi Itu Sendiri.


Inovasi termasuk inovasi pendidikan adalah inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik

atau objek/benda yang disadari, dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau
kelompok untuk di adopsi. Namun demikian, proses adopsi inovasi ini tak datang dengan
serentak tiba-tiba. Dalam kaitannya dengan esensi inovasi, paling tidak ada tiga hal yang
berkaitan erat, yaitu teknologi, informasi dan pertimbangan ketidakpastian, dan reinovasi.
Dalam kadar tertentu, makna inovasi sering identik dengan teknologi yang digunakan.
Kata teknologi diartikan sebagai a design for instrumental action that reduces the
uncertainty in the cause effect relationship involved in achieving in desired outcomes
(teknologi adalah suatu desain aksi kegiatan yang ditempuh guna mengurangi ketidakpastian
dalam hubungan sebab akibat dari hasil yang ingin dicapai). Adanya teknologi, termasuk
pemanfaatan teknologi informasi dalam difusi inovasi antara lain untuk menjawab persoalan
dalam hal mengurangi ketidakpastian masa depan. Sebagai ilustrasi mislanya, ketika sekolah
menggulirkan program desentralisasi sekolah melalui mekanisme komite sekolah dan peran
kepala sekolah dengan semangat manajemen yang bercirikan keterbukaan (transparancy) dan
pertanggung jawaban (accountability) dalam mengelola sekolah ke arah raihan mutu
pendidikan yang lebih baik.
b.
Saluran Komunikasi.
Komunikasi merupakan suatu proses dimana partisipan berbagai informasi untuk
mencapai pengertian satu sama lain. Lasswell (1948) menyebut komponen dasar komukasi
adalah who say what, in what channels, to whom and in with what effects. Komunikasi
adalah sesuatu yang berkaitan dengan siapa mengatakan atau mengemukakan apa, dengan
saluran komunikasi apa, kepada siapa, dan dengan dampak apa (hasil yang dicapai).
c.
Waktu dan Proses Penerimaan

6 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

Waktu merupakan hal yang penting dalam proses difusi inovasi. Proses keputusan
inovasi pada hakekatnya adalah suatu proses yang dilalui individu atau kelompok, mulai dari
pertama kali adanya inovasi, dilanjutkan dengan keputusan sikap terhadap inovasi, penetapan
keputusan untuk menerima atau menolak, implementasi inovasi, dan konfirmasi atas
keputusan inovasi yang dipilihnya. Berikut adalah tahapan dari model proses keputusan
inovasi, yang dapat dilakukan oleh praktisi pendidikan hingga peserta didik, yaitu :
a)
Tahap Pengetahuan (Knowledge)
Tahap ini berlangsung apabila individu/kelompok, membuka diri terhadap adanya
suatu inovasi serta ingin mengetahui bagaimana fungsi dan peran inovasi tersebut memberi
konstribusi perbaikan di masa mendatang.
b)
Tahapan Bujukan (Persuation)
Tahap ini berlangsung manakala individu atau kelompok, mulai membentuk sikap
menyenangi atau bahkan tidak menyenangi terhadap inovasi.
c)
Tahap Pengambilan Keputusan (Decision Making)
Tahap dimana seseorang atau kelompok melakukan aktifitas yang mengarah kepada
keputusan untuk menerima atau menolak inovasi tersebut.
d) Tahap Implementasi (Implementation)
Tahap ini berlangsung ketika seseorang atau kelompok menerapkan atau
menggunakan inovasi itu dalam kegiatan organisasinya.
e)
Tahap Konfirmasi (Confirmation)
Tahap dimana seseorang atau kelompok mencari penguatan terhadap keputusan
inovasi yang dilakukannya.
d.
Sistem Sosial
Sistem sosial merupakan berbagai unit yang saling berhubungan satu sama lain dalam
tatanan masyarakat, dalam mencari tujuan yang diharapkan (a social system is defined as a
set of interrelated units that are engaged in joint problem solving to accomplish a common
goal). Beberapa hal yang dikelompokkan sebagai bagian atau unit dalam sistem sosial
kemasyarakatan, antara lain: individu anggota masyarakat, tokoh masyarakat, pemimpin
formal, tokoh agama, kelompok tertentu dalam masyarakat. Kesemuanya secara nyata baik
langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam proses difusi inovasi yang dilakukan.
c.

Prinsip-prinsip Inovasi Pendidikan


Peter M. Drucker seorang penulis terkenal dalam bukunya Innovation and

Enterpreneurship mengemukakan beberapa prinsip inovasi:


1. Inovasi memerlukan analisis berbagai kesempatan dan kemungkinan yang terbuka.
Artinya suatu inovasi hanya dapat terjadi kalau kita mempunyai kemampuan analisis.
2. Inovasi sifatnya konseptual dan perseptual, artinya yang bermula dari suatu keinginan
untuk menciptakan sesuatu yang baru yang dapat diterima masyarakat.

7 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

3.

Inovasi harus dimulai dengan yang kecil. Tidak semua inovasi dimulai dengan ide-ide

yang sangat besar yang tidak terjangkau oleh kehidupan nyata manusia. Dari keinginan yang
kecil untuk memperbaiki suatu kndisi atau suatu kebutuhan hidup ternyata kelak mempunya
impact yang sangat luas terhadap kehidupan manusia selanjutnya.
4.

Inovasi diarahkan kepada kepemimpinan atau kepeloporan. Inovasi selalu diarahkan

bahwa hasilnya akan menjadi suatu pelopor dari suatu perubahan yang diperlukan. Apabila
tidak demikian maka intensi suatu inovasi kurang jelas dan tidak memperoleh apresiasi dalam
masyarakat.

5. Bedakan secara rinci pengertian inovasi, modernisasi, dan teknologi?


Bagaimanakah hubungan antara inovasi, modernisasi, dan teknologi? Jika kita
berbicara tentang inovasi, tidak terlepas dengan kata modernisasi dan teknologi. Walaupun
ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda ketiganya memiliki keterkaitan.
Inovasi berawal dari keinginan untuk menciptakan suatu yang baru dan dapat diterima oleh
masyarakat. Pencipta inovasi harus memiliki persepsi terhadap kebutuhan masyarakat yang
cocok dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat dimana ia hidup. lstilah "modern"
mempunyai berbagai macam arti. Istilah ini tidak hanya untuk orang, tetapi untuk bangsa,
sistem politik, ekonomi, lembaga, perumahan serta berbagai macam kebiasaan. Pada
umumnya kata modern untuk menunjukkan ke arah yang lebih baik, lebih maju dalam arti
lebih menyenangkan dan lebih meningkatkan kesejahteraan hidup. Dengan cara baru
(modern) sesuatu akan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Misalnya dalam
perkembangan transportasi kereta lebih modern daripada gerobak yang ditarik orang, tetapi
mobil lebih modern dari kereta kuda, dan pesawat lebih modern daripada mobil. Jadi modern
dari satu segi dapat diartikan sesuatu yang baru lebih maju atau lebih baik daripada yang
sudah ada, lebih memberikan kesejahteraan atau kesenangan bagi kehidupan (Ibrahim, 1988,
hal. 42). JW Scrool seperti yang diterjemahkan Soekadijo mengatakan bahwa modernisasi
suatu masyarakat dalam segala aspek-aspeknya. Modernisasi masyarakat secara umum
dirumuskan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah kepada semua aktivitas, semua bidang
kehidupan atau kepada semua aspek-aspek masyarakat (Soekadijo, 1991, hal. 4).
Bertambahnya pengetahuan ilmiah itu merupakan faktor yang penting dalam proses
modernisasi. Masyarakat lebih modern apabila mereka lebih menerapkan pengetahuan
dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, begitu juga sebaliknya
8 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

terhadap masyarakat yang kurang modern. Ini menyangkut pengetahuan di segala bidang
kehidupan dan semua aktivitas masyarakat. Menurut sejarahnya, modernisasi adalah proses
perubahan sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah berkembang di Eropa Barat dan
Amerika dari abad ke-17 sampai abad ke-19. Pada abad ke-19 dan ke-20 berkembang pula ke
Amerika Selatan, Asia, dan Afrika. Proses perkembangan atau perubahan itu berlangsung
secara bertahap dan tidak semua masyarakat berkembang dalam tahap dan urutan yang sama.
Jadi modernisasi pada dasarnya merupakan proses perkembangan dimana dapat
meningkatkan hal-hal yang penting dalam kehidupan.

6. Mengapa inovasi perlu ada? Apa tujuan di adakannya inovasi?


Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan
diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Oleh
sebab itu, inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru
ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan
olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan
untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu kedaan tertentu ataupun
proses tertentu yang terjadi di masyarakat (Ahira: 2011). Sedangkan menurut Kusmana
(2010: 4) adalah inovasi adalah membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang
baru. Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa inovasi adalah menghasilkan
produk baru atau idea baru dengan tujuan untuk memperbaiki yang sudah ada supaya lebih
baik dari keadaan atau situasi sebelumnya sehingga meningkatkan efisiensi, relevansi,
kualitas dan efektivitas.
Mengapa inovasi perlu ada? karna setiap orang atau individu dalam pendidikan
hendaknya berperan melakukan inovasi dalam pendidikan karena prestasi pendidikan
tergantung dari prestasi individu dalam pendidikan. Prestasi individu dalam pendidikan
merupakan bagian dari prestasi pendidikan yang pada gilirannya merupakan prestasi
organisasi pendidikan. Karena itu semua unsur di dalam dunia pendidikan, baik guru maupun
yang terlibat dalam proses pendidikan harus mempunyai niat dan perhatian serta konsistensi
yang terintegrasi dan berkesinambungan. Semua pihak yang berperan serta dalam proses
inovasi pendidikan harus mengetahui tujuan, sasarannya dan perencanaan maupun strategi
yang dipergunakan, sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dalam pendidikan.

9 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

Saat ini adalah era globalisasi dan revolusi informasi, di mana telah mengakibatkan
terjadinya persaingan secara bebas dalam berbagai hal, tidak lagi mengenal batas-batas
negara dan teritori. Semuanya bersaing dan berlomba-lomba meraih kesempatan dalam
sistem mekanisme pasar global. Apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak menghasilkan
pendidikan yang berkwalitas maka akan kalah di pasaran dan akan tergerus jaman yang
semakin canggih dan inovatif. Inilah tantangan bagi dunia pendidikan pendidikan. Bagaimana
mengantisipasi perubahan tersebut? langkah-langkah apa yang perlu dilakukan sehingga
penyelenggara pendidikan di Indonesia ini mampu menempatkan kualitas sumber daya
manusia kita pada level yang patut diperhitungkan di kancah global? Hal ini merupakan tugas
yang tidak ringan, terutama bagi penyelenggara kegiatan pendidikan. Di sini dibutuhkan
manajemen pendidikan yang baik (well manage) dan strategi pelaksanaan inovasi agar
organisasi pendidikan mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.
Dalam bidang pendidikan, banyak usaha yang dilakukan untuk kegiatan yang sifatnya
pembaruan atau inovasi pendidikan. Inovasi yang terjadi dalam bidang pendidikan tersebut,
antara lain dalam hal manajemen pendidikan, metodologi pengajaran, media, sumber belajar,
pelatihan guru, implementasi kurikulum. Tahap demi tahap arah pentingnya inovasi
pendidikan Indonesia antara lain:

Mengejar ketinggalan-ketinggala yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan


teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajara
dengan kemjuan tersebut

Mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap


warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA,
dan Perguruan Tinggi.

Inovasi pendidikan sangat penting untuk dilakukan sebagaimana diungkapkan antara lain
oleh Johnson dan Jacobson (dalam sisten inovasi, 2009), karna mempunyai fungsi utama
sebagai berikut :

Menciptakan pengetahuan baru.

Memandu arah proses pencarian penyedia dan pengguna teknologi, yaitu


mempengaruhi arah agar para pelaku mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya.

10 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

Memasok/menyediakan sumber daya, yaitu modal, kompetensi dan sumber daya


lainnya.

Memfasilitasi penciptaan ekonomi eksternal yang positif (dalam bentuk pertukaran


informasi, pengetahuan dan visi).

Memfasilitasi formasi pasar


Tujuan utama inovasi adalah:

1. meningkatkan kualitas;
2. menciptakan pasar baru;
3. memperluas jangkauan produk;
4. mengurangi biaya tenaga kerja;
5. meningkatkan proses produksi;
6. mengurangi bahanbaku;
7. mengurangi kerusakan lingkungan;
8. mengganti produk atau pelayanan;
9. mengurangi konsumsi energi;
10. menyesuaikan diri dengan undang-undang;
Menurut santoso (1974) tujuan utama inovasi, yakni meningkatkan sumber-sumber
tenaga, uang dan sarana termasuk struktur dan prosedur organisasi. Tujuan inovasi
pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas : sarana serta
jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya
(menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat dan pembangunan) dengan
menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.
Kalau dikaji, arah tujuan inovasi pendidikanIndonesiatahap demi tahap, yaitu :
11 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

1. Mengejar ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan


tekhnologi sehingga makin lama pendidikan diIndonesiamakin berjalan sejajar dengan
kemajuan-kemajuan tersebut.
2. Mengusahakan terselenggarakannya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi
setiap warga Negara, misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SMP,
SMA dan perguruan tinggi.
Disamping itu, akan diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun
dewasa ini. Dengan sistem penyampaian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi
manusia yang aktif, kreatif dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.
Adapun tujuan inovasi pendidikan diIndonesiapada umumnya adalah :
1. Lebih meratanya pelayanan pendidikan
2. Lebih serasinya kegiatan belajar
3. Lebih efisien dan ekonomisnya pendidikan
4. Lebih efektif dan efisiensinya sistem penyajian
5. Lebih lancar dan sempurnanya sistem informasi kebijakan
6. Lebih dihargainya unsur kebudayaan nasional
7. Lebih kokohnya kesadaran, identitas dan kesadaran nasional
8. Tumbuhnya masyarakat gemar belajar
9.Tersebarnya

paket

pendidikan

yang

memikat,

mudah

dicerna

dan mudah diperoleh oleh peserta pendidikan baik tingkat daerah maupun nasional.
10. Meluasnya kesempatan kerja
7. Uraikan dengan kalimat sendiri pengertian inovasi pendidikan?
Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang
berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam arti sekolah, perguruan
tinggi atau lembaga pendidikan yang lain, maupun sistem dalam arti yang luas misalnya
sistem pendidikan nasional. Inovasi pendidikan menurut asrori (2011) adalah inovasi dalam
bidang pendidikan untuk memecahkan masalah dalam pendidikan. Inovasi pendidikan
mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik dalam arti
sempit tingkat lembaga pendidikan maupun arti luas di sistem pendidikan nasional. Sehingga
dapat dikatakan inovasi kurikulum merupakan suatu hal yang dapat terjadi dalam ruang
12 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

lingkup pendidikan itu sendiri. Jadi inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang, metode,
yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang
(masyarakat) baik berupa hasil invensi atau diskaveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan
pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan sehingga efisiensi, relevansi,
berkualitas dan efektivitas.
8. Jelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi dalam bidang
pendidikan?
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan
seperti inovasi kurikulum antara lain adalah: (1). Perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi,
(2).konflik dan motivasi yang kurang sehat, (3). lemahnya berbagai faktor penunjang
sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan. (4). Keuangan
(financial) yang tidak terpenuhi (5). Penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi
(6). Kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992:81). Untuk menghindari
masalah-masalah tersebut di atas, dan agar mau berubah terutama sikap dan prilaku terhadap
perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan, sehingga perubahan dan
pembaharuan itu diharapkan dapat berhasil dengan baik, maka guru administrator, orang tua
siswa dan masyarakat umumnya harus dilibatkan langsung.
9. Dalam melakukan inovasi pendidikan terdapat beberapa model yang bisa
dilakukan, jelaskan tiga model inovasi pendidikan yang anda ketahui?
Berikut akan diuraikan tiap tiap model inovasi pendidikan secara singkat :
a)

Model Penelitian, Pengembangan dan Difusi (Research Development

Diffusion - Model).
Model inovasi pendidikan ini cukup sederhana kalu dilihat dari polanya, namun
mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pengembangan pendidikan. Model inovasi ini
berdasarkan pemikiran bahwa setiap orang tentu memerlukan perubahan, dan unsur pokok
dari perubahan ialah penelitian, pengembangan, dan difusi. Agar benar-benar diketahui
dengan -tepat permasalahan yang dihadapi serta kebutuhan yang diperlukan, maka langkah
pertama yang harus diiakukan dalam usaha mengadakan perubahan pendidikan ialah
melakukan kegiatan penelitian pendidikan. Namun hasil penelitian tidak dapat langsung
didayagunakan oleh pemakai, karena hasil penelitian tersebut harus dikembangkan terlebih
dahulu ke dalam bentuk yang lebih bersifat operasional agar dapat lebih mudah diterapkan.
Misalnya hasil penelitian tentang perkembangan pikir anak, tidak dapat langsung
13 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

didayagunakan oleh guru untuk membantu mengefektifkan cara mengajar. Hasil penelitian itu
perlu diolah dan dikembangkan terlebih dahulu sehingga berupa strategi atau langkah
langkah mengajar yang tepat berdasarkan proses perkembangan pikir anak. Oleh karena itu
langkah kedua yang harus dilakukan adalah langkah pengembangan. Baru setelah inovasi itu
terbentuk, maka dilakukan difusi inovasi, melalui kegiatan komunikasi di berbagai saluran
yang memungkinkan, dengan memperhatikan berbagai nilai-nilai sosial yang berlaku di
lingkungan dimana inovasi itu akan diterapkan.
Beberapa ahli pendidik ada yang menambah satu langkah lagi yaitu langkah evaluasi
(evaluation). Semula langkah ini terkenal dengan model RD & D, namun karena penambahan
satu model tadi model ini kemudian dikenal dengan nama RDD & E (Reseach, Development,
Diffusion, and Evaluation). Setelah inovasi didifusikan maka perlu diadakan evaluasi. RD &
D sebagai model inovasi yang sangat terkenal dapat didayagunakan dengan efektif di
Amerika Serikat kemudian oleh pemerintah pusat dikembangkan lagi menjadi beberapa
bentuk lembaga lembaga dan sistem pendidikan untuk menangani kegiatan riset,
pengembangan dan difusi secara kontinu. Lembaga lembaga ini bernama : ERIC Clearing
house, Reseach and Development Centers, dan Regional Educational Laboratories.
Educational Resource Information Center (ERIC) ialah suatu jaringan yang
mencakup wilayah nasional untuk mencari, menyeleksi, mengabstraksi, membuat indeks,
menyimpan, menyempurnakan dan mendiseminaasikan informasi tentang penelitian dan
sumber pendidikan. Lembaga ini terdiri dari staf

koordinasi yang berkedudukan di

Washington D.C. dan 19 cabang yang bertanggungjawab tentang bidang pendidikan tertentu
dan bertugas untuk memproses dokumentasi, merespon untuk mengadakan penelitian dalam
bidangnya, serta menyusun dibliografi dan studi penterjemahan. Eric menerbitkan dan
membantu dua journalis yaitu : Reseach in Education dan Current Index to Journals in
Education. Kedua Journal ini serta sistem komputer yang dimiliki ERIC merupakan seumber
utama serta alat untukmenemukan informasi tentang pendidikan yang dapat dilakukan dengan
cepat dan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah pendidikan atau untuk mengacu
adanya penelitian pendidikan yang itu.
b) Model Pengembangan Organisasi (Organization Development Model)
Model ini lebih berorientasi pada organisasi daripada berorientasi pada sistem sosial.
Model ini berpusat pada sekolah atau sistem persekolahan. Model Pengembangan Organisasi
ini berbeda dengan Model Pengembangan dan Difusi. Model Penelitian Pengembangan dan
Difusi (RD & D) lebih tepat digunakan untuk penyebaran inovasi pada tingkat regional atau
14 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

nasional, karena penelitian pendidikan lebih tepat jika dilakukan pada tingkat regional atau
nasional. Sedangkan Model Pengembangan Organisasi lebih tepat digunakan untuk
penyebaran inovasi pada suatu sekolah, karena sekolah merupakan suatu organisasi. Kedua
model ini merupakan alat yang digunakan untuk menangani dua hal yang berbeda, juga untuk
memecahkan permasalahan pembaharuan pendidikan yang berbeda pula.
Model Pengembangan Organisasi atau Organization Development (OD), juga
berorientasi pada nilai yang tinggi artinya dalam model ini juga mendasarkan pada filosofi
yang menyarankan agar sekolah atau sistem persekolahan jangan hanya diberi tahu tentang
inovasi pendidikan, dan disuruh menerimanya, tetapi sekolah hendaknya mampu
mempersiapkan diri untuk memecahkan sendiri masalah pendidikan yang dihadapinya.
Sekolah harus menjadi organisasi yang sehat yang memahami permasalahan yang dihadapi,
serta mampu mampu untuk menciptakan cara memecahkan permasalahan itu sendiri dengan
mengorganisir berbagai macam sumber yang ada dalam organisasi itu sendiri atau dengan
bantuan ahli dari luar organisasi, dan juga mampu menemukan cara bagaimana menerapkan
inovasi serta menilai hasil yang telah dicapai.
Dalam proses pemecahan masalah dengan Model Pengambangan Organisasi (OD) ini
memerlukan ahli dalam bidang teknis pemecahan masalah serta menyatakan, bahwa makin
sukar permasalahan pembaharuan berkaitan dengan masalah sosial, yaitu adanya berbagai
macam penafsiran tentang inovasi itu sendiri. Model ini menyatakan bahwa suatu organisasi
yang tidak mampu merumuskan dan memecahkan masalahnya bukan karena tidak memiliki
kemampuan dalam bidang teknis pemecahan masalah, tetapi karena tidak mampu dalam
sosial yang artinya para anggota organisasi saling mempertahankan perasaannya. Orang yang
tidak dapat menguasai perasaannya maka tidak dapat membuat kebijakan dalam tindakannya,
dan akhirnya tidak mampu berkompetensi: mancari kebenaran secara rasional. Akhirnya
justru meracuni lingkungan pekerjaannya dan membuat subkultural biropathologi. Para
pemakai model Pengembangan Organisasi telah menghasilkan berbagai macam teknis
penerapan inovasi dengan menggunakan berbagai macam cara seperti latihan, permainan,
simulasi, dan sebagainya. Ini dapat digunakan secara kelompok dalam organisasi untuk
belajar mengendalikan perasaan, untuk memperdalam pemahaman tentang tujuan organisasi,
untuk menciptakan iklim sosial yang baik dalam organisasi, sehingga mempercepat
diterapkannya inovasi.
c) Model Konfigurasi (Configurational Model = CLER Model).
15 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

Model Konfigurasi (Configurasitional Model) atau disebut juga konfigurasi teori


difusi inovasi yang juga terkenal dengan istilah CLER model, ialah pendekatan secara
komprehensif untuk mengembangkan strategi inovasi (perubahan pendidikan) pada situasi
yang berbeda. Ini adalah model umum atau model komprehensif karena memungkinkan
adanya klasifikasi atau penggolongan dari situasi perubahan. Model ini menekankan pada
batasan tentang serangkaian situasi perubahan pada waktu tertentu. Model CLER ini menarik
bagi kedua pihak baik bagi inovator maupun bagi penerima (adopter). Bagi inovator
menggunakan model ini untuk meningkatkan kemungkinan diterimanya inovasi. Sedangkan
bagi penerima inovasi, menggunakan model ini dapat meyakinkan bahwa inovasi yang
diterimanya benar-benar sesuatu yang dibutuhkan. Menurut model konfigurasi kemungkinan
terjadinya difusi inovasi tergantung pada 4 faktor yaitu:
1.

Konfigurasi artinya menunjukkan bentuk hubungan inovator dengan penerima

dalam kontek sosial atau hubungan dalam situasi sosial dan politik. Ada 4 konfigurasi yaitu
individu, kelompok, lembaga (institution) dan kebudayaan (culture) dapat mencakup semua
kesatuan sosial. Setidaknya ada 16 bentuk hubungan antara innovator dan penerima inovasi
yang mana harus ditentukan dalam rangka memulai penerapan inovasi. Ia harus memilih
bentuk hubungan yang mana yang akan menjadi pusat perhatian diantara ke 16 hubungan
diatas. Kemudian ia akan menjelaskan secara terinci siapa atau apa yang akan dirubah kepada
kelompok, lembaga atau individu inovasi yang ditujukan.
2. Hubungan (linkage) yaitu hubungan antara para pelaku dalam proses penyebaran
inovasi. Innovator dan adopter harus berada dalam hubungan yang memungkinkan
didengarkanyya dan diperhatikannya inovasi yang didifusikan.Innovator harus dapat
menciptakan hubungan yang memungkinkan dapat diterimanya inovasi, misalnya dengan
cara membentuk panitia atau satuan tugas tertentu.
3. Lingkungan: bagaimana keadaan lingkungan sekitar tempat penyebaran inovasi.
4.

Sumber (resources): sumber apakah yang tersedia baik bagi inovator maupun

penerima dalam proses transisi penerimaan inovasi.


10. Mengapa perlu diadakan inovasi kurikulum? Jelaskan!
Inovasi dapat diartikan sebagai sesuatu yang baru dalam situasi sosial tertentu yang
digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan. Dilihat dari bentuknya
atau wujudnya "sesuatu yang baru" itu dapat berupa ide, gagasan, benda atau mungkin
tindakan. Inovasi juga seringkali diartikan pembaharuan, penemuan dan ada yang mengaitkan
16 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan
Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

dengan modernisasi. Menurut Nicholls (1982: 2) penggunaan kata perubahan dan inovasi
sering tumpang tindih. Pada dasarnya inovasi adalah ide, produk, kejadian atau metode yang
dianggap baru bagi seseorang atau sekelompok orang atau unit adopsi yang lain. Baik itu
hasil invensi maupun hasil discovery. (Ibrahim, 1998: 1 ; Hanafi, 1986: 26 ; Rogers, 1983: 1.
Berbicara mengenai inovasi (pembaharuan) mengingatkan kita pada istilah invention dan
discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru artinya hasil karya
manuasia. Discovery adalah penemuan sesuatu (benda yang sebenarnya telah ada
sebelumnya. Dengan demikian, inovasi dapat diartikan usaha menemukan benda yang baru
dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) invention dan discovery. Dalam kaitan ini Ibrahim
(1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang,
kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok
orang (masyarakat). Inovasi dapat berupa hasil dari invention atau discovery. Inovasi
dilakukan dengan tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah (Subandiyah 1992:80).
Selain itu defenisi inovasi yang dikemukakan oleh Rogers (1983: 11): An innovation
is an idea, practice, or object that is perceived as new by an individual or other unit of
adoption. Zaltman dan Duncan (1973: 7) mengatakan: An innovation is an idea, practice,
or material artifact perceived to be new by the relevant unit of adoption. The innovation is
the change object. Adapun inovasi pendidikan adalah inovasi untuk memecahkan masalah
dalam pendidikan. Inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan
komponen sistem pendidikan, baik dalam arti sempit tingkat lembaga pendidikan maupun arti
luas di sistem pendidikan nasional. Sehingga dapat dikatakan inovasi kurikulum merupakan
suatu hal yang dapat terjadi dalam ruang lingkup pendidikan itu sendiri.
Secara implisit manajemen inovasi mengacu pada komponen perencanaan,
pengawasan, pengarahan dan perintah. Urwick dalam Nicholls (1993:3) mengidentifikasi,
manajemen atau pengolahan dimaksudkan sebagai aktivitas yang berkenaan dengan
perencanaan, pengaturan, pemberian perintah, koordinasi, pengawasan dan penilaian. Hal ini
dikaitkan dengan kegiatan atau aktivitas yang berkenaan dengan upaya pendayagunaan segala
material dan non material untuk mencapai tujuan inovasi. Manajemen inovasi sendiri dari
sudut proses berhubungan dengan kegiatan perencanaan. Yang mana dalam perencanaan
inovasi menuntut untuk melakukan asesmen situasi dan mengidentifikasi tujuan dari inovasi
itu sendiri. Keberhasilan inovasi akan berjalan baik, jika didukung oleh perencanaan inovasi
yang efektif. Jadi, inovasi kurikulum dan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu ide,

17 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

gagasan atau tindakan-tindakan tertentu dalam bidang kurikulum dan pembelajaran yang
dianggap baru untuk memecahkan masalah pendidikan.

18 Ujian Take Home Inovasi Pendidikan


Cut Nurmaliah, M.Pd

Dosen: Dr.

Anda mungkin juga menyukai