Anda di halaman 1dari 15

I.

PENDAHULUAN & PROFIL PERUSAHAAN

I.1. Pendahuluan

Proses pengambilan keputusan strategis maupun operasional sebuah


perusahaan tidak lepas dari aspek pajak yang melekat dan tax planning sebagai
salah satu informasi yang mempengaruhinya. Pada makalah ini akan dibahas
tentang apa saja aspek pajak dan tax planning dari badan usaha retailer
supermarket/hypermarket Carrefour. Carrefour merupakan retailer hypermarket
yang dimiliki lisensinya di Indonesia oleh perusahaan bernama PT Trans Retail
Indonesia. PT Trans Retail Indonesia merupakan anak perusahaan dari CT Group
yang belum terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam makalah ini terbagi menjadi
tiga bagian yaitu pendahuluan dan profil Carrefour serta bentuk usahanya, tax
planning yang bisa dilakukan oleh manajemen Carrefour, dan aspek pajak yang
melekat dari setiap aktivitas bisnis Carrefour.
Bagi perusahaan, pajak merupakan beban yang akan mengurangi laba
bersih. Keputusan bisnis sebagian besar dipengaruhi oleh pajak, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Keputusan bisnis yang baik jika berhubungan
dengan pajak bisa menjadi keputusan bisnis yang kurang baik, begitu juga
sebaliknya. Minimalisasi beban pajak dapat dilakukan dengan berbagai cara,
mulai dari yang masih berada dalam bingkai peraturan perpajakan sampai dengan
yang melanggar peraturan perpajakan. Upaya meminimalkan pajak secara
eufimisme sering disebut dengan perencanaan pajak (tax planning). Umumnya
perencanaan pajak merujuk pada proses merekayasa usaha dan transaksi Wajib
Pajak supaya utang pajak berada dalam jumlah yang minimal tetapi masih dalam

bingkai peraturan perpajakan. Namun perencanaan pajak juga dapat bersifat


positif sebagai perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan secara lengkap,
benar, dan tepat waktu sehingga dapat menghindari pemborosan sumber daya.
Pajak yang diasumsikan sebagai beban sangat mempengaruhi pihak
manajemen perusahaan dalam meningkatkan laba (profit). Secara ekonomis pajak
merupakan unsur pengurang laba yang tersedia bagi perusahaan untuk dibagi
sebagai deviden maupun diinvestasikan kembali. Usaha memaksimumkan laba
dilakukan perusahaan dengan melakukan efisiensi segala macam biaya termasuk
biaya/beban pajak. Misalnya, pembayaran sanksi pajak yang tidak seharusnya
terjadi

merupakan

pemborosan

sumber

daya

perusahaan.

Penghindaran

pemborosan tersebut merupakan optimalisasi alokasi sumber daya perusahaan


yang lebih produktif dan efisien sehingga minimalisasi pemborosan sumber daya
tersebut dapat memaksimalkan kinerja dengan benar. Oleh karena itu, perusahaan
membutuhkan suatu perencanaan pajak atau yang disebut tax planning yang tepat
agar perusahaan membayar pajak seefisien mungkin sepanjang hal tersebut masih
sesuai dengan aturan-aturan perpajakan yang berlaku.

I.2. Sekilas Profil Perusahaan Carrefour

Carrefour hadir menjadi Sahabat berbelanja keluarga di Indonesia sejak


1998. Sejak tanggal 19 November 2012, Carrefour di Indonesia sudah dimiliki
100% sahamnya oleh CT Corp. Seiring dengan pergantian pemegang saham
tersebut, nama perusahaan berubah menjadi PT. Trans Retail Indonesia dari
sebelumnya PT. Carrefour Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 87 gerai Carrefour tersebar di seluruh Indonesia,


Carrefour Express pada 28 Kabupaten/Kota di Indonesia. Dan upaya Carrefour
dalam menunjang pembelanjaan dalam jumlah besar dengan konsep belanja baru
menghadirkan Groserindo Carrefour di Juanda, Bekasi.

Carrefour bermitra dengan lebih dari 4.000 pemasok dari seluruh Indonesia
yang 70% dari jumlah tersebut termasuk dalam kategori Usaha Kecil dan
Menengah (UKM). Melalui Carrefour, para pemasok ini dapat memberikan akses
kepada pelanggan ke puluhan ribu jenis produk yang 90% nya merupakan produk
lokal.

Carrefour juga memberikan kemudahan dan kenyamanan berbelanja melalui


program Home Delivery. Sehingga belanja murah dan semakin mudah.

II.

TAX PLANNING YANG MUNGKIN DILAKUKAN MANAJEMEN


PADA PERUSAHAAN SERTA AASPEK PAJAK YANG MELEKAT
PADA PERUSAHAAN RETAIL CARREFOUR

Industri perdagangan (ritel) khususnya supermarket dan hypermarket di


Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat. Hal ini terbukti dari semakin
banyaknya supermarket dan hypermarket yang memperluas daerah pemasarannya
sampai ke seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali Carrefour.

Berikut saya jabarkan aspek perpajakan apa saja yang melekat pada
Carrefour berdasarkan 4 poin yaitu :

a.

Aspek Tax Plan yang harus dipertimbangkan oleh Carrefour

b.

Ketentuan Umum Perpajakan

c.

Pajak Penghasilan

d.

Pajak Pertambahan Nilai

II.1. Aspek Tax Plan yang harus dipertimbangkan oleh Carrefour

Aspek Tax Plan yang harus dipertimbangkan oleh Carrefour saya bagi
menjadi sepuluh poin. Sepuluh poin tersebut merupakan hasil dari perkiraan
tentang apa saja alur bisnis Carrefour. Sepuluh poin ini akan saya jabarkan
sebagai berikut:

A.

Pemilihan Bentuk Badan Usaha


Seperti diketahui Carrefour yang berkedudukan di Indonesia merupakan

badan usaha milik PT Trans Retail Indonesia. Dengan bentuk perusahan tersebut
maka besaran pajaknya tyentu ebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan
yang berbentuk CV. Pembagian laba atau keuntungan dari PT kepada
anggota/pengurus yang berstatus orang pribadi juga disamakan atau dianggap
sebagai deviden (Ps.4 ayat 1 huruf g.UU PPh) merupakan objek PPh.
B.

Alternatif Bentuk Usaha


Carrefour sudah ditetapkan sebagai bentuk badan. Konsekuensi dari

pemilihan alternatif tersebut adalah penghasilan yang dikenakan pajak adalah


penghasilan neto (Pendapatan Kena Pajak/Laba Kena Pajak). Besaran tarif
pajaknya adalah tunggal sebesar 25%. Jika Carrefour dibentuk sebagai perusahaan
perseorangan, penghasilan yang dikenakan pajak adalah penghasilan ena pajak
(Penghasilan Neto dikurangi PTKP). Besarnya PTKP bisa mencapai Rp

42.000.000 (K/I/3) dan tarif pajaknya progresif yaitu sebesar menurut UU PPh
Pasal 17 yaitu 5%, 10%, 25% dan 35%.
C.

Pertimbangan terhadap Laba Usaha pada Akhir Tahun


Jika laba perusahaan yang diperoleh di akhir tahun sedemikian besar maka

dapat dipertimbangkan tetap ditempatkan pada laba badan usaha atau


mengalokasikan laba tersebut untuk karyawan dalam bentuk bonus, jasa produksi
atau gaji ke13 demi mengurangi pendapatan kena pajaknya.
Dengan memberikan bonus kepada karyawan, maka laba bersih berkurang
sehingga PKP berkurang dan perusahaan mendapatkan manfaat dari semakin
loyal dan produktifnya karyawan karena stimulus dari bonus yang diberikan.
D.

Menunda Penghasilan
Cara lain yaitu dengan menunda penghasilan. Bila WP menunda sebagian

penghasilan tersebut menjadi penghasilan di tahun yang akan datang, tentu akan
mengurangi beban pajak yang harus dibayar pada tahun yang bersangkutan, dan
berarti menghemat cash flow dari Carrefour sendiri. Cash Flow hasil
penghematan bisa digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan investasi lainnya.
Cara yang dilakukan untuk menunda penghasilan adalah menunda
pembayaran piutang dari kustomer yang membeli dalam partai besar, dengan
catatan customer tersebut sudah terpercaya.
E.

Biaya yang Menyangkut PPh Final

PPh atas penghasilan sewa gudang ini merupakan PPh Final (Psl. 4 ayat 2,
UU PPh). Namun, misalkan dalam transaksi ini timbul biaya perbaikan, secara
materiil biaya ini tidak dapat diakui sebagai biaya yang berkaitan dengan
penghasilan sewa gudang tersebut. Sebagai alternatifnya, biaya reparasi atau
perbaikan gudang tersebut dimasukkan ke biaya usaha atau biaya operasional
Carrefour sehingga dapat menghemat pajak.
F.

Potongan Harga (Diskon)


Potongan Harga (diskon) merupakan komponen pengurang dari Dasar

Pengenaan Pajak (DPP) sesuai Psl.1 huruf O, UU PPN dan PPn BM. Dengan
menetapkan diskon permanen pada dasar pengenaan pajak yang lumayan pada
penyerahan BKP atau JKP akan mengurangi PPN yang harus dibayar.
G.

Pemilihan Kawasan Berusaha


Pada KTI diberlakukan KAPET (Kawasan Pengembangan Ekonomi

Terpadu), yang mendapatkan fasilitasfasilitas perpajakan berupa pembebasan,


tidak ditagih atau dipungut PPh, PPN dan PPn BM, atau perlakuan penghapusan
dipercepat terhadap barang modal/aktiva perusahaan, yang intinya memberi
keringanan di bidang perpajakan.
Pemberian fasilitas perpajakan yang demikian sangat berarti dimana
keuntungan yang diperoleh dapat ditanamkan kembali oleh Carrefour. Fasilitas
Perpajakan yang diberikan kepada WP yang berusaha di KAPET adalah :
1.

Pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah penanaman yang


dilakukan;

2.

Penyusutan dan Amortisasi yang dipercepat

3.

Kompensasi kerugian yang lebih lama tetapi tidak lebih 10 tahun

4.

Pengenaan PPh atas Deviden yang dibayarkan kepada subyek Pajak Luar
Negeri sebesar 10% atau tarif lebih rendah menurut persetujuan
penghindaran Pajak Berganda yang berlaku.

Fasilitasfasilitas ini dapat mengurangi Penghasilan yang dikenakan pajak


yang sekaligus akan menghemat, meringankan pembayaran pajak oleh Carrefour.

H.

Perencanaan Melalui PPh Ps.21 Karyawan


Alternatif perencanaan pajak PPh pasal 21 yang bisa diambil oleh Carrefour

adalah memberikan fasilitas penanggungan pajak PPh pasal 21 yang dibayarkan


oleh perusahaan atau memberikan tunjangan pajak kepada pegawainya.
Perencanaan melalui PPh pasal 21 juga bisa melalui bonus yang diberikan
kepada karyawan berbentuk natura atau pendapatan yang tidak menambah
penghasilan bruto karyawan, sehingga pajak PPh pasal 21 yang ditanggung
perusahaan (jika ditanggung oleh perusahaan) dapat berkurang.
I.

Pembebanan Biaya Bunga


Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk usaha dapat menjadi biaya

(mengurangi) penghasilan yang akan dikenakan pajak. Kecuali, biaya bunga yang
dibayarkan kepada pemegang saham dengan ketentuan sebagai berikut
1.

Pemegang saham tersebut belum sepenuhnya menyetorkan modal sesuai


dengan persyaratan permodalan menurut akte pendirian.
7

2.

Modal pinjaman yang dari pemegang saham tersebut berasal dari pihak ke
tiga.
Akan tetapi berdasarkan PMK Nomor 169/PMK.010/2015 tentang

Penentuan Besarnya Perbandingan Antara Utang dan Modal Perusahaan Untuk


Keperluan Penghitungan Pajak Penghasilan, rasio yang membatasi tentang
besaran hutang perusahaan dengan besaran modal adalah sebesar 4:1.
J.

Menaikkan biaya promosi yang diakui sebagai beban operasional


Menaikkan biaya periklanan atau promosi yang dibebankan menjadi beban

operasional dan marketing perusahaan. Dengan menaikkan biaya tersebut,


perusahaan mendapatkan manfaat berupa promosi yang gencar. Tetapi dengan
mengakuinya sebagai beban promosi atau beban operasional, maka PKP untuk
PPh Badan menurun karena turunnya laba yang disebabkan oleh beban yang naik.

II.2. Ketentuan Umum Perpajakan

A.

Bentuk Badan Usaha Carrefour

Meskipun merk dagangnya berasal dari Perancis, Carrefour di Indonesia


sudah dimiliki 100% sahamnya oleh CT Corp. Seiring dengan pergantian
pemegang saham tersebut, nama perusahaan berubah menjadi PT. Trans Retail
Indonesia dari sebelumnya PT. Carrefour Indonesia.

Menurut UU KUP terbaru, Perseroan Terbatas (PT) adalah bentuk usaha


yang modalnya terdiri atas saham-saham. Kepada pemilik biasanya diberikan
sertifikat atau tanda kepemilikan atas sahamnya di perusahaan. Saham yang

dimiliki tersebut dikenal sebagai surat berharga (marketable securities) yang dapat
diperjualbelikan kepada pihak lain. Keuntungan yang diperoleh pemegang saham
adalah hanya dari pembagian keuntungan atau dividen saja, meskipun dalam
beberapa kasus dan sebenarnya tidak dibenarkan secara aturan, ada beberapa
pemegang saham yang merangkap juga sebagai pengurus yang ikut aktif
menjalankan roda usaha sehingga kepadanya juga diberikan penghasilan lain
berupa gaji.

Perpajakan memandang bahwa antara pemegang saham dengan PT adalah


dua Wajib Pajak yang berbeda dan terpisah. Sehingga jika ada pengalihan
kekayaan atau harta baik berupa sumber daya atau resources dari perusahaan
kepada pemilik dianggap telah terjadi arus mengalirnya penghasilan. Dengan
demikian dividen yang diterimaoleh pemegang saham dianggap sebagai
penghasilan yang akan dikenai pajak.Sebaliknya karena dividen itu dihitung dari
laba setelah pajak, maka di sisi perusahaan dividen tersebut tidak berpengaruh
terhadap besarnya keuntungan usaha atau laba usaha yang dikenai pajak. Bisa
dikatakan bahwa atas keuntungan atau labausaha akan dikenai pajak di PT dan
ketika keuntungan atau laba tersebut dibagikepada para pemegang saham akan
dikenai pajak lagi di pemegang saham (perorangan).

B.

Ketentuan Umum Perpajakan pada Carrefour

Menurut PMK nomor 243/PMK.03/2014, Wajib Pajak badan wajib


menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan paling lama 4
(empat) bulan setelah akhir Tahun Pajak.

Carrefour, baik yang melakukan pembayaran pajak sendiri maupun yang


ditunjuk sebagai Pemotong atau Pemungut PPh, wajib melaporkan:
1.

PPh Pasal 4 ayat (2) yang dipotong;

2.

PPh Pasal 4 ayat (2) yang dibayar sendiri;

3.

PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 yang dipotong;

4.

PPh Pasal 22 dibayar

5.

PPh Pasal 23 dan/atau PPh Pasal 26 yang dipotong; dan/atau

6.

PPh Pasal 25 dibayar,

Sebagai PKP, Carrefour juga wajib melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM
yang terutang dalam satu Masa Pajak, PPN yang terutang atas pemanfaatan
Barang Kena Pajak tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah
Pabean, dan PPN kegiatan membangun sendiri dengan menggunakan SPT Masa
PPN, paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.

II.2. Pajak Penghasilan

Sebagai objek pajak penghasilan, maka saya jabarkan kegiatan apa saja
yang dilakukan oleh Carrefour dalam menjalankan bisnisnya dan pajak
penghasilan apa saja yang terutang atas kegiatan tersebut. Berikut ini adalah
penjabarannya :
A.

PPh Pasal 4 ayat (2)

a.

Biaya sewa gudang Carrefour, menurut PP No. 5 Tahun 2002 pajak yang
terkait PPh pasal 4 (2) sebesar 10% dari jumlah bruto sewa.

b.

Biaya sewa outlet Carrefour, menurut PP No. 5 Tahun 2002 pajak yang
terkait PPh pasal 4 (2) sebesar 10% dari jumlah bruto sewa..
10

c.

Biaya renovasi outlet dan disain interior Carrefour, pajak yang terkait PPh
pasal 4 (2). Terdapat kewajiban PPh pasal 4 (2) jika pelaksana renovasi dan
disain interior diserahkan kepada pihak ketiga. Pajak yang dikenakan
tergantung kepemilikan kualifikasi.

d.

Pembagian hadiah undian, pajak yang terkait PPH pasal 4 (2) sebesar 25%
dari jumlah bruto hadiah undian yang diberikan ke konsumen.

B.

PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26

a.

Terkait dengan gaji atau honorarium karyawan Carrefour, pajak yang terkait
adalah PPh pasal 21 dengan tarif yang dipaparkan dalam UU PPh pasal 17.
Tax planning terkait dengan PPh pasal 21 ini telah dijabarkan pada bab
sebelumnya.

C.

PPh Pasal 22

a.

Pembelian bahan-bahan berupa hasil perhutanan, perkebunan, pertanian,


dan perikanan untuk keperluan industri dan ekspor dari pedagang
pengumpul dikenakan PPh pasal 22 dengan tarif sebesar 0,5% belum
termasuk PPN.

b.

Terkait dengan barang dagangan Carrefour yang dibeli secara impor dan
bukan barang konsinyasi, pajak yang terkait adalah PPh pasal 22. Tax
planning yang bisa dilakukan adalah pihak Careffour segera mendaftarkan
diri untuk mendapatkan API, atau harus senantiasa membeli barang dari
importir yang memiliki API agar tarif pajak yang dikenakan bukan 7,5%
melainkan 2,5% dari angka impor.

11

D.

PPh Pasal 23

a.

Carrefour menyewakan ruang untuk mesin atm atau lahan parkir yang
disewa oleh perusahaan jasa parkir, ini termasuk sewa dan penghasilan lain
sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain
sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai PPh Final pasal 4
(2) dan dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 2%

b.

Carrefour pada saat menggunakan jasa konsultan appraisal untuk menilai


nilai asetnya. Untuk konsultan penilai/appraisal pajak yang terkait adalah
PPh pasal 23

c.

Carrefour pada saat menggunakan jasa konsultan pengelola persediaan


untuk membantu menyelesaikan masalah efisiensi persediaan. Untuk
konsultan pengelola persediaan, pajak yang terkait adalah PPh pasal 23

d.

Carrefour pada saat menggunakan jasa konsultan hukum atau notaris untuk
membantu menyelesaikan kontrak kerja dengan supplier atau importir
terkait. Untuk konsultan legal dan urusan hukum, pajak yang terkait adalah
PPh pasal 23

e.

Carrefour pada saat menggunakan jasa konsultan periklanan untuk


membantu membuat rencana promosi dan iklan. Untuk konsultan
periklanan, pajak yang terkait adalah PPh pasal 23

E.

PPh Pasal 25/PPh Badan

a.

Untuk pembelian/pengadaan, pajak yang terkait PPh Badan. Pembelian


barang dagangan merupakan unsur yang harus diperhitungkan dalam

12

menghitung COGS, yang merupakan pengurang utama atas penghasilan


kena pajak
b.

Untuk kerugian penurunan nilai, pajak yang terkait PPh Badan. Kerugian
yang timbul dari estimasi penghitungan tidak dapat diperlakukan sebagai
pengurang penghasilan kena pajak selama barang dagangan masih dalam
persediaan.

c.

Untuk kerugian penurunan nilai atas komitmen pembelian, pajak yang


terkait PPh Badan. Mengingat kerugian tersebut hanya merupakan antisipasi
atas kemungkinan yang mungkin timbul jika kontrak dieksekusi, maka atas
kerugian tersebut juga tidak dapat dibebankan sebagai pengurang
penghasilan kena pajak.

d.

PPh Badan. Jika outlet dimiliki sendiri, maka biaya renovasi yang signifikan
akan dikapitalisir dan oleh karenanya disusutkan sesuai dengan umur
gedung/outlet ybs. Jika outlet tersebut tidak dimiliki sendiri/sewa, maka
biaya penyiapan yang signifikan akan termasuk dalam Biaya Ditangguhkan
yang akan dibebankan dalam beberapa periode.

B.

Pajak Pertambahan Nilai

Sebagai perusahaan dagang/ritel yang menjalankan usahanya dengan


kegiatan utama jual beli barang, maka kegiatan Carrefour dalam menjalankan
bisnisnya menjadi objek pajak pertambahan nilai, maka saya jabarkan kegiatan
apa saja yang dilakukan oleh Carrefour dalam menjalankan bisnisnya dan pajak
pertambahan nilai yang terutang atas kegiatan tersebut. Berikut ini adalah
penjabarannya :

13

a.

Untuk pengadaan dan penjualan barang, aspek pajak yang melekat adalah
PPN baik dalam pengadaan maupun penjualan. Sebagai PKP, Carrefour
juga bertanggung jawab memungut PPN dari konsumen akhir karena
kegiatanyya dalam menjual barang eceran terakhir kepada konsumen.

b.

Potongan Harga (diskon) merupakan komponen pengurang dari Dasar


Pengenaan Pajak (DPP) sesuai Psl.1 huruf O, UU PPN dan PPn BM.
Dengan menetapkan diskon permanen pada dasar pengenaan pajak yang
lumayan pada penyerahan BKP atau JKP akan mengurangi PPN yang harus
dibayar.

c.

Untuk pembelian/pengadaan persediaan, pajak yang terkait adalah PPN


Masukan. Atas pembelian barang dagangan, PPN Masukan yang dibayar
tidak boleh dikreditkan sepanjang perusahaan menghitung PPN Keluaran
dengan tarif efektif 2%. Namun, atas pembelian barang yang bukan
merupakan barang dagangan dapat dikreditkan.

III. KESIMPULAN DAN SARAN


Menurut Suandy (2011) Perencanaan pajak (Tax Planning) adalah langkah
awal dalam perencanaan pajak. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dan
penelitian terhadap peraturan perpajakn agar dapat diseleksi jenis tindakan
penghematan pajak yang akan dilakukan. Pada umumnya penekanan perencanaan
pajak (tax planning) adalah untuk meminumumkan kewajiban pajak. Motivasi
yang mendasari dilakukannya suatu perencanaan pajak umumnya bersumber dari
tiga unsur perpajakan (Suandy, 2011), yaitu kebijakan perpajakan (tax policy),
Undang-undang perpajakan (tax law), dan Administrasi perpajakan (tax

14

administration). Ketiga unsur tersebut terjadi menurut proses sesuai dengan


urutan waktu penyusunan sistem perpajakan.
Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan yang telah dikemukakan, penulis
berusaha memberikan saran-saran yang dapat digunakan sebagai alternatif
pemecahan masalah perpajakan dalam proses bisnis Carrefour. Proses tax
planning bisa dimulai pada saat membentuk struktur modal perusahaan,
menentukan bentuk perusahaan, menentukan alur bisnis, sampai menentukan
keputusan diskon untuk BKP perusahaan Carrefour seperti dijelaskan di dalam
makalah.

IV.

DAFTAR PUSTAKA

Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang


Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan

PMK nomor 243/PMK.03/2014

PMK

Nomor

169/PMK.010/2015

tentang

Penentuan

Besarnya

Perbandingan Antara Utang dan Modal Perusahaan Untuk Keperluan


Penghitungan Pajak Penghasilan

PP No. 5 Tahun 2002 tentang PPh Final

PP No. 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan

Suandy, Erly. 2011.Perencanaan Pajak. Salemba Empat: Jakarta.

Suandy, Erly. 2005. Hukum Pajak. Edisi Ketiga. Salemba Empat: Jakarta.

Undang-Undang PPN dan PPnBM

Website : www.carrefour.co.id

Website : www.ortax.org

15