Anda di halaman 1dari 22

Berikut ini saya uraikan tahap demi tahap metode pelaksanaan pekerjaan saluran menggunakan box

culvert beton pracetak.


Survey awal pekerjaan
Tahap paling awal dari pekerjaan adalah survey lokasi untuk mendata kondisi existing. Kumpulkan semua data
baik berupa foto, data pengukuran dan kondisi sosial di lingkungan pekerjaan. Di bawah ini adalah contoh
kondisi existing pekerjaan saluran di Gresik. Dari foto tersebut terlihat kondisi sekitar sungai yang dipenuhi oleh
bangunan rumah penduduk di atas bantaran sungai. Dengan hasil survey ini bisa direncanakan metode
pelaksanaan dan antisipasi dampak sosialnya.

survey kondisi existing

Fabrikasi beton pracetak

Bila dimensi box culvert sudah ditetapkan, beton pracetak ini harus segera diorder ke pabrik. Semakin cepat
pemesanan dilakukan maka laju pekerjaan akan segera berjalan.
Galian tanah
Penggalian tanah dilakukan dengan menggunakan excavator. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggalian
adalah :

Elevasi rencana.

Kebutuhan dump truck untuk membuang tanah.

Pembuatan kisdam untuk membendung aliran air sungai.

Pengalihan aliran air sungai selama proses galian sampai pemasangan box culvert.

Kondisi tanggul, jika terdapat bangunan rumah penduduk harus dipasang turap, biasanya berupa wf
atau teel sheet pile.

Penggalian dilakukan per segmen, misalnya 12 m, setiap pengerjaan 1 segmen meliputi penggalian
sampai dengan pemasangan box culvert beton pracetak.

galian tanah sebelum memasang box culvert beton pracetak

Pemasangan terucuk bambu

pemasangan terucuk bambu

Pemasangan gedek bambu

pasang gedek bambu


Pembesian lantai dasar

pembesian plat lantai dasar sebagai landasan beton pracetak


Pengecoran lantai dasar

cor lantai dasar untuk landasan box culvert

pemasangan box culvert bagian bawah


Pemasangan box culvert
Pemasangan beton pracetak ini menggunakan crane. Kapasitas crane yang dibutuhkan kurang lebih setara
dengan 5 x berat sendiri box culvert yang diangkat. Kelebihan beton pracetak box culvert adalah pada saat
pemasangan, crane bisa berdiri di atas box culvert dan bergerak maju untuk melakukan pemasangan. Jika crane
harus berdiri di atas beton pracetak maka harus dikonsultasikan dulu dengan pihak pabrik pembuatnya.
Biasanya box culvert bisa diinjak oleh crane pada umur 7 hari setelah fabrikasi.

pemasangan box culvert beton pracetak top bottom

box culvert terpasang

bagian dalam box culvert yang sudah dipasang

pembesian di atas beton pracetak

Pembesian plat atas (leveling)

Pengecoran plat atas

pengecoran leveling plat di atas box culvert beton pracetak

Baca juga artikel metode pelaksanaan pekerjaan saluran beton pracetak u-gutter

PAVING

06

KamisNOV 2014

POSTED BY SUGIONO IN ARTIKEL KONSTRUKSI


MENINGGALKAN KOMENTAR

Tag
beton-pracetak-paving

Paving, atau istilah lengkapnya paving stone merupakan salah satu jenis benda beton pracetak. Mula-mula bena
ini dibuat secara tradisional dengan cetakan dari kayu. Sekitar tahun 1990-an paving sudah dicetak secara
massal menggunakan mesin sehingga dewasa ini pabrik-pabrik paving sudah banyak berdiri seiring dengan
permintaan pasar di bidang bangunan yang semakin meningkat.
Bagaimana cara membuat beton pracetak paving ?
Secara tradisional, material penyusun paving yaitu pasir dan semen diaduk dalam kondisi kering. Pasir diayak
dulu sebelum digunakan. Campuran pasir terayak dan semen dibasahi dengan air secukupnya sehingga
campuran menjadi basah seluruhnya tetapi jangan sampai encer seperti mortar untuk membuat plesteran

dinding. Siapkan cetakan dan masukkan campuran basah tadi ke dalam cetakan. Cetakan yang baik tentu saja
dilengkapi dengan pemadat berupa papan kayu dan palu dari karet atau kayu. Papan diletakkan di atas cetakan
yang sudah terisi, kemudian dipukul dengan palu sampai menjadi paving yang padat.

mencetak beton pracetak paving

mesin pembuat paving

Saat ini sudah banyak pabrik yang mencetak benda beton pracetak ini secara massal menggunakan mesin.

Bentuk dan mutu paving


Berbagai bentuk paving sudah tersedia di pasaran antara lain :

Kubus 10 x 20 cm, tebal 8 cm

Segi enam

Variasi berbagai bentuk ornament

Paving berlubang, untuk tempat tumbuhnya rumput.

paving persegi panjang

Mutu beton pracetak paving juga bermacam-macam, antara lain : K225, K250, K300, K350, K400 dan K500.
Beragamnya mutu beton pracetak paving seiring dengan berkembangnya kemampuan para ahli memproduksi
mortar beton dengan berbagai mutu beton (kuat tekan beton). Paving tidak mempergunakan besi tulangan,
kekuatannya tergantung pada kuat tekan beton.
Di manakah paving dipasang ?

Beton pracetak ini umumnya dipergunakan untuk lapis


perkerasan jalan dan halaman. Bisa juga digunakan untuk pedestrian, penutup permukaan taman dan garasi.
Sebagai pengunci tepi paving diperlukan kanstein beton pracetak supaya susunan paving tidak berubah bentuk.

Apa kelebihan paving ?


Dibandingkan dengan material yang lain, beton pracetak paving memiliki kelebihan antara lain :

Pemasangan bisa bertahap tanpa khawatir ada sisa adukan basah yang akhirnya harus dibuang.

Beton pracetak ini bisa dipasang dengan berbagai variasi model.

Jika ada yang rusak, tidak perlu mengganti pada bidang yang luas.

Tidak memerlukan besi tulangan.

Bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah.

Meminimalkan penggunaan alat berat dan bahan bakar minyak.

Apakah ada kekurangannya ?


Bentuk permukaan paving tidak benar-benar rata karena ada nat pada setiap pertemuan sehingga permukaan
jalan tidak benar-benar mulus.
Metode pemasangan jalan paving :
Cara memasang beton pracetak ini adalah sebagai berikut :

Bersihkan lahan dari semua kotoran, sisa pohon, plastic, lumpur, dll.

Ratakan permukaan tanah dan padatkan.

Urug sirtu di atas tanah padat, sirtu dipadatkan. Pemadatan sirtu disertai dengan penyiraman air untuk
mendapatkan kualitas urugan yang baik.

Ketebalan sirtu minimal 20 cm dan juga menyesuaikan kerataan elevasi jalan.

Gelar pasir urug 5 cm dan ratakan. Pasir ini berfungsi membentuk permukaan yang rata dan mudah
diatur untuk landasan pemasangan paving.

Susun paving di atas pasir sesuai dengan motif rencana.

Jika paving sudah dipasang semua, padatkan paving dengan mesin pemadat (vibro) untuk meratakan
permukaan pemasangan paving.

metode pemasangan paving

vibro (alat pemadat paving)

Denifisi

Menurut SNI 03-6966-2003 diterangkan tentang saluran air hujan pracetak


berlubang. Saluran air hujan pracetak berlubang didefinisikan sebagai saluran air
hujan yang dibuat dari bahan beton bertulang dengan pelubangan sesuai design
dan kriteria yang telah ditetapkan, dibuat dengan sistem pracetak. Saluran
berfungsi untuk mengalirkan dan atau meresapkan air hujan dari suatu tempat
ke tempat lain. Yang dimaksud beton pracetak adalah proses pembuatan struktur
beton yang dilakukan dengan cara dicetak terlebih dahulu sebelum dipasang.
Persyaratan umum saluran air hujan beton pracetak berlubang menurut SNI
adalah sebagai berikut :

Saluran beton pracetak tersebut harus mampu mengalirkan serta meresapkan


sebagian air hujan ke dalam tanah dengan kecepatan tertentu.
Dipasang di atas tanah yang stabil.
Permukaan beton pracetak halus dan tidak cacat serta kedap air
Bahan yang digunakan untuk membuat saluran beton pracetak adalah sement
Portland, agregat halus (pasir, fly ash), agregat kasar (stenslah/batu pecah), besi
tulangan mutu fy 240 dan fy 400, air. Pada type tertentu perlu ditambahkan
aditif untuk meningkatkan mutu beton atau untuk mempermudah pengerjaannya
(workability). Cetakan (bekisting) dibuat dari plat besi dengan pengaku dari siku,
bisa juga menggunakan tripleks yang diperkuat dengan rangka kayu. Cetakan
dari kayu umumnya bisa dipakai hingga 5 x, setelah itu bentuknya sudah tidak
presisi. Cetakan saluran beton pracetak yang dibuat dari plat besi bisa dipakai
berkali-kali tanpa batas. Hal inilah yang menyebabkan harga beton pracetak bisa
lebih murah dibandingkan dengan beton konvensional (di cor di tempatnya).

Type saluran beton pracetak

Type saluran beton pracetak saat ini di pasaran banyak sekali, mengikuti
kebutuhan yang diminta oleh pengguna pekerjaan saluran. Type ini dibuat sesuai
dengan dimensi saluran yang akan dikerjakan serta mempertimbangkan bebanbeban yang akan ditahan oleh saluran beton pracetak. Type saluran beton
pracetak antara lain :

U-ditch
U-gutter

L-gutter
L-shape
Box Culvert
Berikut ini adalah penjelasan mengenai type-type saluran beton pracetak
tersebut:

U-ditch

U-ditch adalah saluran beton pracetak yang berbentuk U dan berukuran kecil.
Kadang-kadang U-ditch diberi tutup plat beton pracetak. Tidak ada standar
ukuran yang membedakan saluran disebut u-ditch atau u-gutter. Pada umumnya
u-ditch berukuran lubang dalam 30 x 30 cm hingga 100 x 120 cm. Panjang uditch umumnya 1 m dan 1,2 m.

u-dtich
u-dtich

Saluran beton pracetak type u-ditch ini biasa digunakan pada halaman bangunan
perkantoran, pergudangan, pabrik dan hotel. Besar kecilnya dimensinya u-ditch
tergantung pada volume air yang akan dialirkan. Type saluran beton pracetak ini
banyak dipakai sehingga jika pesan ke pabrik beton pracetak, kemungkinan
ready stok.

saluran u-ditch
saluran u-ditch

U-gutter

pemasangan saluran beton pracetak u-gutter


pemasangan saluran beton pracetak u-gutter

Bentuk U-gutter sama dengan U-dtich. Saluran beton pracetak ini adalah u-ditch
yang berukuran besar, dimensinya mulai 100 x 150 cm hingga 300 x 150 cm.
Tidak ada ketentuan mengenai dimensi tertentu disebut u-gutter, akan tetapi
semakin besar dimensi u-gutter maka semakin sulit pengangkutannya maupun
handling (penurunan dari stok yard ke lokasi pekerjaan).

Pertimbangan pada saat perencanaan saluran beton pracetak u-gutter adalah :


volume air yang akan dialirkan,
kemampuan alat angkut untuk mendistribusikan material tersebut dari pabrik
ke proyek,
kemampuan alat berat untuk menurunkan material dari stok yard ke lokasi
pekerjaan
(handling),
access masuk ke lokasi pekerjaan.

Saluran beton pracetak ini digunakan pada saluran tepi jalan (drainase
perkotaan), saluran irigasi dan drainase pabrik.

L-gutter

Kreasi saluran beton pracetak selanjutnya setelah U-gutter adalah L-gutter. Type
saluran beton pracetak ini adalah pengembangan dari u-gutter. Jika saluran
sudah tidak bisa didesign lagi menggunakan u-gutter maka design saluran bisa
dipecah menjadi L-gutter dan plat. Tujuan dari pemecahan ini adalah untuk
memudahkan pengangkutan material dan handling.

pemasangan saluran beton pracetak l-gutter


pemasangan saluran beton pracetak l-gutter

Kerapian pemasangan saluran beton pracetak type ini sangat tergantung pada
rapi tidaknya (kerataan) lantai kerja. L-gutter dan plat disambung dengan cor
beton cast in site sehingga pada ujung kaki l-gutter dan plat harus dipasang stek
besi tulangan. Pada ujung atas badan l-gutter juga perlu dipasang stek besi
tulangan jika direncanakan pemasangan caping (sloof).

Caping di atas l-gutter berfungsi untuk merangkai l-gutter satu dengan lainnya
untuk menghindari pergeseran arah melintang akibat desakan tanah samping.
Caping juga berguna untuk menghindari penurunan yang tidak merata. Kerapian
pemandangan saluran arah memanjang juga dipengaruhi oleh kerapian caping
ini.

L-shape

Perbedaan yang mencolok antara u-gutter, l-gutter dengan l-shape adalah dari
bentuknya setelah dipasang. Bentuk saluran dengan l-shape miring
sebagaimana bentuk plengsengan batu kali akan tetapi materialnya dari beton
pracetak.

bentuk saluran beton pracetak l-shape sama dengan plengsengan batu kali
bentuk saluran beton pracetak l-shape sama dengan plengsengan batu kali

Pada saat ini l-shape masih jarang digunakan. Mengapa jarang digunakan ?
Karena material saluran beton pracetak banyak dipakai di wilayah perkotaan
yang padat dengan bangunan sehingga bentuk dindingnya harus tegak untuk
mengefisienkan penampang basah. Dengan bentuk yang miring seperti
plengsengan, l-shape banyak memakan tempat.

Ditinjau dari segi biaya sebenarnya l-shape relatif lebih murah daripada l-gutter
dan u-gutter. Mengapa lebih murah ? Bentuk miring menyebabkan sebagian
beban konstruksi ditahan oleh tanah tanggul sehingga dimensi yang diperlukan
relatif tipis dan membutuhkan besi tulangan sedikit. Jika masih ada tanggul yang
lebar sebaiknya saluran didesign menggunakan beton pracetak l-shape.

Box Culvert

saluran beton pracetak box culvert (jembatan)


saluran beton pracetak box culvert (jembatan)

Type saluran beton pracetak lain yang banyak dipakai di bangunan saluran
drainase adalah box culvert. Box culvert adalah beton pracetak yang digunakan
pada saluran yang melintasi jalan. Dahulu saluran yang milintasi jalan disebut
gorong-gorong menggunakan buis beton. Saat ini box culvert banyak digunakan
di perkotaan pada pekerjaan saluran yang melintasi jalan raya (crossing).

Dimensi box culvert bervariasi mulai 100 x 100 cm hingga 350 x 350 cm.
Kemampuan pabrik dalam membuat dimensi box culvert yang besar sangat
mempertimbangkan kemampuan alat angkut dan kemampuan alat untuk
handling. Box culvert merupakan konstruksi jembatan cepat pasang. Saat ini
pekerjaan jembatan menggunakan box culvert bisa dikerjakan dalam waktu satu
malam, sehingga total waktu pekerjaan mulai mendatangkan material ke proyek
hingga perbaikan kembali aspal jalan raya hanya membutuhkan waktu 3 hari.
Itulah kelebihan box culvert dibandingkan dengan konstruksi jembatan dan
saluran yang lain.

Apa keuntungan memakai beton pracetak ?

Beton pracetak cocok untuk lahan yang terbatas, produksi beton dilakukan di
tempat lain.
Dampak negatif terhadap lingkungan di proyek bisa diminimalkan misalnya
kebisingan, kekumuhan dan pencemaran air dan tanah.
Kualitas beton pracetak lebih baik karena proses produksinya dilakukan dengan
kontrol yang ketat. Contoh kualitas yang baik adalah penampang lebih standard
dan permukaannya rata dan halus.
Waktu pelaksanaan konstruksi lebih cepat karena produksi beton pracetak
dilakukan secara paralel.
Biaya relatif lebih ekonomis karena diproduksi secara masal, pemakaian tenaga
kerja secukupnya saja, tidak mengurangi penggunaan perancah / scaffolding.
Kelemahan memakai beton pracetak

Perlu ketelitian yang tinggi karena deviasi dimensi beton pracetak akan
menyulitkan proses install di lapangan.
Tidak ekonomis untuk tipe elemen yang jumlahnya sedikit.
Bentuk dan dimensi elemen beton pracetak terbatas sesuai kapasitas alat
angkut.
Beton pracetak hanya dapat dilakukan di daerah yang sudah tersedia peralatan
handling dan erection.
Sambungan antar komponen beton pracetak lebih lemah dibandingkan dengan
beton cast in site.
Memerlukan lahan yang luas untuk pabrikasi dan stok yard.

Memerlukan perhatian yang lebih besar terhadap safety.


Apa yang perlu diperhatikan tehadap kelemahan struktur beton pracetak ?

Di dalam perencanaan komponen beton pracetak seperti kolom, balok, plat


lantai dan dinding harus diperhatikan struktur sambungannya (joint). Selain
berfungsi untuk menyalurkan beban-beban yang bekerja, joint juga berfungsi
untuk menyatukan komponen beton pracetak menjadi satu kesatuan yang
monolit sehingga dapat mengupayakan terjadinya stabilitas pada struktur
bangunan. Dewasa ini banyak bermunculan produksi material grouting yang
mendukung pekerjaan beton pracetak. Pemilihan material grouting yang tepat
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pekerjaan yang menggunakan
konstruksi beton pracetak.

Type beton pracetak

Konstruksi pondasi pancang dan lining antara lain : tiang pancang bulat diameter
30, 50, 60 cm; mini pile persegi 15/15, 20/20, 25/25, 30/30 cm; corrugated
concrete sheet pile (ccsp), flat reinforce concrete (frc).
Structural frame, antara lain : balok, kolom, plat. Beton pracetak ini sering
digunakan pada pembangunan kantor, gedung parkir, hotel, rumah susun.
Beton pracetak saluran antara lain : u-ditch, u-gutter, l-gutter, l-shape, box
culvert, box tangkapan air, pelaluan air
Elemen finishing dan arsitektur misalnya : capping beam untuk pekerjaan lining,
listplank, profile benangan dan lain-lain.