Anda di halaman 1dari 8

Pengukuran dengan GPS RTK

RTK memiliki kepanjangan Real Time Kinematik, artinya


koordinat titik dapat kita peroleh secara Real time dalam
Koordinat UTM ataupun Lintang dan Bujur tanpa melalui
pemrosesan baseline di kantor

Metode RTK ini berbeda dengan metode konvensional


dengan TS, Karena pada metode konvensional, koordinat
perlu di cek dan di koreksi terlebih dahulu baru diperoleh
koordinat fix

GPS RTK memiliki ketelitian yang tinggi yaitu dalam fraksi


centimeter (1-5 cm)

Setiap pengukuran koordinat titik


menggunakan GPS metode RTK, harus
menggunakan minimal 2 buah alat GPS
yang memiliki fungsi sebagai :
1. Base
Pada alat GPS yang berfungsi sebagai
base, maka alat GPS Tidak digerakkan
posisinya ( diam).Base didirikan diatas
titik yang sudah diketahui secara pasti
nilai koordinatnya dan koordinat titik
BM tersebut diinputkan dalam alat GPS
base
2. Rover
Pada alat GPS yang berfungsi sebagai
rover, Posisi GPS dapat digerakkan
sesuai dengan detil yang diinginkan
oleh surveyor (misal pada pengukuran
situasi , maka rover didirikan pada
pojok pojok bidang tanah)

Base

Rover

Dapat mengukur jarak panjang secara tidak langsung( lebih


dari 2 km) dan tidak memerlukan saling melihat antar titik
yang diukur, hal ini tidak dapat dilakukan oleh EDM atau
Total Stasion
Operator Alat tidak dapat memanipulasi data.
Hasil ketelitian jarak cukup teliti dalam fraksi Cm (centimeter)
Pelaksanaan Pengukuran dapat dilangsungkan dalam 24
jam sehari (berarti malam dapat dilakukan pengukuran)
Operasional Pengukuran tidak tergantung cuaca (baik hujan
maupun panas hari)

VS

No.

Pembanding

TOTAL STATION

GPS RTK

1 Efesiensi Waktu

Alat TS dengan Prisma/objek harus


saling terlihat satu sama lain, sehingga
untuk objek data yang tidak terlihat TS
harus pindah alat terlebih dahulu.

2 Efesiensi SDM

Minimal 3 (1 Operator, 2 Helper), topo Minimal 1 orang (Operator) untuk topo dan 2
dan stakeout
org untuk Stake Out

3 Kondisi Pengukuran

tidak bisa melakukan pengukuran di


malam hari (Kurang cahaya)

Bisa melakukan pengukuran dalam 24 Jam

4 Ketelitian Pengukuran

1 s/d 20 mm tergantung jarak


pengkuran

10 s/d 50 mm tergantung jarak dan lokasi


pengukuran

5 Proses pengolahan data

Di lapangan dan Kantor

Real time di lapangan

6 Titik Kontrol/Poligon

Memerlukan Banyak titik Kontrol (BM), Minimal 1 Titik Kontrol (BM) dalam Radius
perambatan kesalahan akan terjadi
Pengukuran 2 KM sehingga mengurangi
perambatan Kesalahan
Memerlukan Kalibrasi Alat minimal 6
Tidak perlu Kalibrasi Alat, selama alat tersebut
Bulan Sekali
tidak rusak

7 Life Time Kalibrasi

Menggunakan 2 model Alat yaitu Base dan


Rover diantara kedua tidak perlu saling terlihat
meskipun terhalang oleh bukit sampai jarak di
bawah 2 KM, asalkan GPSnya tidak terlindung
oleh benda seperti Pohon dan A2B, sehingga
pergerakan alat Rover lebih cepat

Sistem GPS/GNSS belum dapat digunakan didalam


ruangan tertutup atau dibawah pohon yang rindang
atau dibawah hutan yang lebat. Hal ini disebabkan
oleh terhambatnya propagasi (berjalannya)
gelombang dari satelit ke receiver
Pemakaian Sistim ini pada daerah yang padat
gedung bertingkat akan mengalami kesulitan karena
adanya pantulan gelombang yang mengakibatkan
efek multipath, dimana hal ini sangat mempengaruhi
ketelitian posisi titik yang diukur
Keterbatasan baterai untuk pengukuran dengan
waktu lama diperlukan baterai cadangan