Anda di halaman 1dari 3

KASUS UNIFIED BRANDS

PROFIL PERUSAHAAN
Memproduksi

dan

merakit

peralatan

foodservice

untuk

industri

makanan

institusional.
Pendapatan tahunan sebesar $250 juta
PERMASALAHAN
Presiden yang baru memilki misi untuk mengembangkan bisnis perusahaan melalui
pertumbuhan yang teratur dan akuisisi. Pada awal review, presiden menyadari
kelemahan dalam sistem informasi yang digunakan sekarang. Sistem ini merupakan
sistem lama yang dikenal sebagai PRMS, diperoleh pada akhir tahun 80-an. Sistem
ini berbasis pada teknologi yang sudah usang atau ketinggalan jaman. Sistem ini
menghasilkan proses bisnis yang tidak efisien dan pembatasan pada akses
informasi. Sehingga, sistem ini dapat menghambat tujuan yang ingin dicapai
presiden.
SOLUSI
Presiden membentuk komite ERP untuk memulai invetigasi sistem ERP baru. Tidak
lama setelah proyek dibentuk, CEO dan CFO menyewa Ultra Consultants. Ultra
segera mulai penilaiannya terhadap sistem yang digunakan sekarang. Hasil yang
diperoleh jelas bahwa perusahaan membutuhkan proses yang lebih efisen dan
peningkatan akses informasi yang lebih cepat. Ultra dan manajemen tim
membentuk dua proyek parallel, yaitu:
(1) Pengembangan

sistem

business

intelligence

yang

baru

agar

dapat

memperbaiki akses informasi ke sistem yang digunakan sekarang


(2) Identifikasi dan evaluasi dari sistem ERP yang baru
Untuk proyek yang pertama, Ultra membuat sebuah gudang data (data warehouse)
dan sistem pelaporan penjualan untuk mendukung analisa lintas fungsional dan
pelaporan. Sistem pelaporan penjualan yang baru selesai dalam 90 hari dan
diluncurkan menggunakan sistem yang digunakan sekarang, PRMS dari Infor. Ultra
menggunakan peralatan Microsoft untuk memperoleh informasi dan memasukannya

ke dalam Microsoft database. Ultra menggunakan Cognos untuk menyiapkan akses


ke laporan dan data cubes untuk organisasi penjualan.
Untuk proyek yang kedua, Ultra dibantu dengan identifikasi, evaluasi, dan seleksi
produk ERP yang baru. Setelah seleksi, Ultra dibantu dengan manajemen
pengimplementasian

ERP.

Selama

implementasi,

Ultra

bekerja

dengan

tim

implementasi ERP untuk menambah data sistem yang baru ke gudang data
penjualan agar setelah cutover ke sistem yang baru, data history penjualan dari
sistem yang lama dan yang baru tersedia untuk analisa dan pelaporan yang mulus.
Kemudian klien mengakuisisi BPCS, perusahaan manufaktur yang lain dari Infor.
Ultra bekerja dengan staff IT yang baru untuk memetakan data BPCS ke dalam
gudang data penjualan untuk melanjutkan pelaporan.
Ultra lanjut menjadi rekan bisnis yang dapat dipercaya klien dalam mendukung dan
memperluas inisiatif pelaporan BI (Business Intelligence). Sepanjang tahun, klien
memperoleh bisnis tambahan, dan proses bisnisnya terus berkembang. Ultra
mendukung perluasan klien untuk menyediakan visibilitas di lingkungan bisnis yang
berkembang.
MANFAAT
Tim manajemen mencapai tujuan mereka memperbaiki akses ke informasi secara
cepat. Sistem pelaporan yang baru memberikan manajemen dan organisasi
penjualan akses langsung ke informasi yang tidak mereka miliki sebelumnya.
Manfaat yang diperoleh adalah pengambilan keputusan dan pelayanan pelanggan
yang lebih baik.
Sistem BI yang baru memberikan manajemen akses mudah ke informasi yang
membantu mereka dalam:

Meningkatkan marjin. Dengan informasi, manajemen penjualan bisa jauh


lebih tepat dalam pemberian diskon sehingga membantu perusahaan
meningkatkan

margin.

Alat

informasi

yang

baru

mebantu

dengan

menganalisis biaya dan margin oleh produk, pelanggan, dan penjualan rep.
Meningkatkan pendapatan per penjualan headcount. Dengan menggunakan
sistem yang baru, tim manajemen penjualan dapat slice dan dice informasi

tentang pasar, pelanggan, dan produk. Kemampuan analisa ini membantu


tren management spot lebih mudah. Alat tersebut telah meningkatkan
manajemen

organisasi

penjualan

yang

mengakibatkan

peningkatan

pendapatan per penjualan headcount.


Menurunkan biaya produksi/manufaktur. Mengendalikan dan menurunkan
biaya produksi bila memungkinkan adalah sesuatu yang selalu dievaluasi
oleh Unified Brands. Business Intelligence (BI) memberikan manajemen
kemampuan tuntuk melakukan analisa mendalam pada multiple data files,
sehingga mereka dapat melacak material, produksi, dan biaya persediaan
dan memberikan tindakan koreksi secara cepat. Membuat keputusan tepat
waktu berdasarkan data yang menunjukan status operasional produksi
keseluruhan sebenarnya secara akurat adalah kunci kesuksesan.

Ketika ditanya mengenai sistem BI yang baru, Beth Hammer, Direktur Administrasi
Penjualan di Unified Brands berkata:
Business Intelligence (BI) memberikan kami begitu banyak peluang yang tak
terduga dalam memahami bisnis kami dan mengubah data ke dalam tindakan.