Anda di halaman 1dari 31

TUGAS KULIAH

BOOK REPORT - MANAGEMENT

DESSY SERI WAHYUNI


14702269001
DOSEN :
PROF. Dr. SUGIYONO
SUTARTO,Ph.D

PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
2015
DAFTAR ISI
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

HALAMAN JUDUL........................................................................................

DAFTAR ISI ...................................................................................................

DAFTAR GAMBAR........................................................................................

KATA PENGANTAR ......................................................................................

BAB I TINJAUAN DAN GARIS BESAR ISI BUKU....................................

A. Tujuan.............................................................................................
B. Garis Besar Isi Materi ....................................................................

5
5

BAB II DESKRIPSI MATERI.........................................................................

A. Pengantar Manajemen dan Organisasi............................................


B. Sejarah Manajemen........................................................................
C. Budaya dan Lingkungan Organisasi...............................................

7
11
19

BAB III KOMENTAR ISI BUKU....................................................................

23

A.
B.
C.
D.

Keluasan dan Kedalaman...............................................................


Kebaharuan Isi................................................................................
Cara Mengaplikasikan....................................................................
Presentasi Penting Perkuliahan terkait Manajemen .......................

23
24
24
24

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

34

LAMPIRAN BAHAN-BAHAN PRESENTASI DI KELAS

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Birokrasi yang digagas oleh Max Weber.......................................

16

Gambar 2 : Organisasi Sebagai Sistem Terbuka...............................................

17

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

Gambar 3 : Matriks ketidakpastian lingkungan................................................

21

Gambar 4 : Matriks Ketidakpastian (Duncan)..................................................

22

Gambar 5 : Level Managerial Roles.................................................................

28

Gambar 6 : Distribusi level organisasi..............................................................

28

Gambar 7 : Wasting Time ; causes, ways, symptoms.......................................

33

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

KATA PENGANTAR
Setelah membaca dan membandingkan beberapa buku tentang manajemen dimana kesemua
buku tersebut mengungkapkan bahwa manajemen mengandung dasar pandangan hidup yang
merefleksikan keberadaan, identitas, dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas
dalam pekerjaan manajemen. Untuk merealisasikan tujuan dibutuhkan beberapa faktor pendukung
sehingga menjadikan kombinasi yang terpadu antara kepentingan individu atau umum. Seluruh
konsep

manajemen

sebenarnya

telah

tercantum

dalam

falsahah

hidup PANCASILA. Seluruh sila di dalam manajemen itu adalah ungkapan rasional dalam
konsep manajemen. Bagaimana Persatuan didominasikan untuk mencapai tujuan Negara ini
dengan mengutamakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Tentu saja dengan strategi
penggunaan sumber daya yang ada dengan seefisien mungkin demi tujuan optimalisasi
kesejahteraan Bangsa.
Prof.Dr. Sugiyono dan Sutarto,Ph.D bagi saya adalah inspirator dalam teori dan praktik
manajemen. Yang paling berarti bagi saya adalah semangat untuk berkarya dan belajar di dalam
hidupnya. Vibrasi yang diberikan oleh keduanya memberikan makna bagi saya dalam membedakan
dan memaknai manajemen dalam pengertian luas dan praktiknya dalam Manajemen Pendidikan
Teknologi Kejuruan. Vibrasi inilah yang menjadi dorongan kuat bagi saya untuk memulai penulisan
buku ini yang akan saya persembahkan untuk motivator dan ispirator saya di kelas.
Satu semester ini merupaka waktu yg sangat singkat. Dalam keterbatasan waktu ini saya
mendapatkan banyak imlikasi terutama bagaimana membangun sikap yang dilandasi selalu dengan
perhitungan dalam pencapaian. Dan bagaimana mengikhlaskan pengguguran atas tujuan yang tidak
sesuai dengan modalitas yang kita miliki.
Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada

Prof.Dr. Sugiyono dan

Sutarto,Ph.D yang telah melimpahkan ilmunya kepada kita untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
Nama akan mudah dilupakan tetapi Ilmu tak akan mudah untuk dilupakan tetapi akan kami
ingat, kami kenang, dan kami jadikan acuan ke depan.
Yogyakarta, 11 juni 2015
Dessy Seri Wahyuni
14702269001

BAB I
TINJAUAN DAN GARIS BESAR ISI BUKU
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

A. TUJUAN
Tujuan dari penulisan buku ini adalah mengenalkan dan mengispirasi bahwa
operasional manajemen patut dimaknai hikmah yang ada di dalamnya. Manajemen itu
universal bukan hanya organisasi tetapi lebih kepada pencapaian Tujuan Hidup dengan
memperhatikan faktor internal dan eksternal yang menjadi dominan sebagai penghambat
dalam pencapaiannya. Disinilah pentingnya kita memaknai hikmah dan memahami teknis
operasional manajemen. Jadilah MANAJER YANG HEBAT ! bukan manajer
YANG BAIK. Itulah yang menjadi titik berat dari penulisan buku ini. Pada bagian ini akan
diberikan cara untuk menjadikan kita semua menjadi manajer yang hebat. Organisasi
membutuhkan orang yang dapat menentukan sasaran dan merencanakan segala yang harus
dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Organisasi membutuhkan inspiratory
dan motivator dan juga harus mampu menjadi evaluator dalam mengevaluasi apakah
tetapan sasaran-sasaran sudah dicapai secara efektif dan efisien dan yang paling penting
adalah sebagai controller dalam semua siklus bisnis yang ada dalam suatu organisasi.
Manajer adalah AGEN PERUBAHAN ! (CHANGE AGENT !!). Manajer Hebat
dibutuhkan oleh Organisasi Hebat.
B. GARIS BESAR ISI BUKU
1. Pada bagian 1, buku ini membahas lingkungan yang dihadapi oleh manajer.
Memperkenalkan manajemen dan organisasi. Pada saat kita menghadapi hal baru, kita
perlu mengenalnya dengan baik. Perkenalan terhadap hal baru inilah yang akan dibahas
dalam pengantar manajemen ini.
2. Pada bagian 2, buku ini membahas bagaimana praktik manajemen yang mengalami
perubahan dimulai dari filsafat yang mendasari dan yang telah berkembang selama
bertahun-tahun.
3. Pada bagian 3, buku ini membahas strategi penentu dari seorang manajer dalam
menjalankan prakti manajemen termasuk didalamnya adalah budaya organisasi dan
lingkungan eksternal.
4. Pada bagian 4, buku ini menyajikan aspek-aspek global dan tools yang digunakan dalam
menyambut manajemen global.
5. Pada bagian 5, buku ini membahas bagaiaman kita mengamati tantangan yang dihadapi
oleh para manajer dalam konteks tanggung jawab dan etika sosial.

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

BAB II DESKRIPSI MATERI


A. PENGANTAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Definisi Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang memiliki arti

seni melaksanakan dan mengatur. Kata manajemen juga berasal dari bahasa Italia (1561)
maneggiare yang berarti mengendalikan. Kata manejemen juga berasal dari Bahasa
Inggris menjadi mnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Beberapa definisi yang dungkapkan
a. Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen: sebagai seni menyelesaikan pekerjaan
melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
b.

mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.


Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen: sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai

c.

sasaran (goals) secara efektif dan efesien.


Stephen.P.Robbins dan Mary Coulter mendefinisikan manajemen : aktivitas kerja yang
melibatkan koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang lain, sehingga
pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efisien dan efektif.
Esensi dari makna manajemen adalah efisiensi dan efektifitas. Efisiensi merujuk

pada maksud optimalisasi output dari minimalisasi input. Karena manajer berhadapan pada
Dessy Seri Wahyuni
6
#14702269001#

kelangkaan input seperti sumber daya manusia, keuangan, peralatan, dsb. Efektifitas
bagaimana kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tepat atau menyelesaikan aktivitasaktivitas yang secara langsung mendorong terjadinya sasaran-sasaran organisasi.

MANAJER YANG HEBAT ! Itulah yang dikemukakan dalam buku ini.


Manajer adalah seseorang yang melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap suatu
pekerjaan dimana pencapaiannya dibebankan kepadanya demi mencapai sasarn organisasi.
Manajer dibedakan menjadi beberapa lini, yaitu sebagai berikut :
a. Manajer lini pertama (first-line manajer)
Manajer yang mengelola pekerjaan para karyawan non manajerial dan biasanya
terlibat secara langsung atau tak langsung di dalam aktivitas untuk memproduksi
barang-barang atau jasa untuk para pelanggan perusahaan. Manajer lini pertama
lebih banyak membutuhkan keahlian teknis (Technical skills).
b. Manajer tingkat menengah (middle-line manajer)
Para manajer yang menduduki posisi diantara jenjang terbawah dan jenjang
teratas organisasi, yang mengelola pekerjaan para manajer lini pertama. Manajer
yang berada pada tingkat ini lebih banyak membutuhkan (humanism skills).
c. Manajer puncak (top manajer)
Manajer yang bertanggung jawab penuh atas pengambilan-pengambilan
keputusan yang mempengaruhi seluruh dan menetapkan sasaran-sasaran dan
rencana kerja organisasi. Manajer pada level ini harus memiliki keahlian

konseptual (conceptual skills).


Peran-peran Manajemen
Peran manajemen (management roles) merujuk pada tindakan dan perilaku yang

diharapkan dari seorang manajer. Henry Mintzberg menggagas 10 peran dasar manajemen
yang dapat dikelompokan menjadi tiga divisi :
a. Peran jembatan antar pribadi (interpersonal roles) terdiri dari :
Panutan (fugurehead)
Pimpinan (leader)
Penghubung (liaison)
b. Peran penyambung informasi (Informational roles) terdiri dari :
Pengawas (monitor)
Penyebar berita (disseminator)
Juru bicara (spokesperson)
c. Peran pengambil Keputusan (decisional making roles) terdiri dari :
Pengusaha (enterpreneur)
Mengatasi kendala (disturbance handler)
Pengalokasi sumber daya (resource allocator)
Perunding (negotiator)
Fungsi manajamen terkait dengan pertanyaan, fungsi apakah yang ada dalam manajemen di
Dessy Seri Wahyuni
7
#14702269001#

dalam mengelola pekerjaan secara efektif dan efisien. Manajer paling sedikit akan
menjalankan lima buah fungsi manajemen yaitu :

Perencanaan (planning)
Sebuah fungsi manajemen yang meliputi pendefinisian sasaran, penetapan strategi
untuk mencapai sasaran, dan pengembangan rencana kerja untuk mengelola

aktivitas-aktivitas.
Penataan (organizing)
Sebuah fungsi manajemen yang melibatkan tindakan-tindakan penataan dan
pengaturan berbagai aktivitas kerja secara terstruktur demi mencapai sasaran

organisasi.
Kepemimpinan (leading)
Sebuah fungsi manajemen yang melibatkan interaksi dengan orang lain untuk

mencapai sasaran organisasi


Pengendalian (contolling)
Sebuah fungsi manajemen yang melibatkan tindakan pengawasan, penilaian, dan
koreksi terhadap kinerja dan hasil pekerjaan.

MANAJER

YANG

KREATIF!,

BERINOVASI

BERIKAN

LEBIH

PELAYANAN

BAIK

PRIMA

DARI

BAGI

MANAJER

PELANGGAN

YANG
UNTUK

MEMBERIKAN NILAI TAMBAH PADA PRODUK !. Ini dimaksudkan bahwa seorang


manajer harus mampu mengembangkan sisi produk, pelayanan, keamanan, garansi kearan
pada pemuasan kebutuhan pelanggan. Karena inovasi akan menghasilkan suatu kepuasan
tetapi kreatifitas terkait dengan pemenuhan produk atas ketiadaan dari produk sebelumnya.
Inovasi lebih kearan bagaimana manajer meberikan nilai tambah (advantage value)
terhadap produk yang ada dan pemberian sentuhan pelayanan prima (prime srvice) kepada
pelanggan baik dari proses pembelian, pengambilan barang, keluhan konsumen, sampai
pada perbaikan barang dan pemberian jasa prima.

Sebuah
Stephen

contoh

yang

Robbins

and

saya

kutip

Mary

dari

buku

Management

Coulter. Apple mensejajarkan tingkat

pelayanan pelanggan di toko-tokonya hingga setara dengan tingkat kecanggihan


teknologi produk komputernya. Di Genius Bar, yaitu salah satu toko Apple di London
tidak sekedar memiliki staf yang ahli dalam seluk beluk masalah tetapi juga
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

menyediakan pelayanan kepada pelanggan yang mengantre. Teknisi akan dating


langsung mendekat pada pelanggan yang masih dalam antrean. Pelayanan ini bersifat
pribadi dengan penyambutan yang sangat ramah dan santun (welcome sign-in).

B. SEJARAH MANAJEMEN
Berbicara mengenai sejarah manajemen, yang paling fenomenal adalah ada DUA
kejadian yang menjadi perhatian khusus di abad 16. Pertama, pada tahun 1776, ADAM
SMITH menerbitkan karyanya yang berjudul The Wealth Nations, dimana dalam tulisan itu
ia menggagas manfaat yang diperoleh dari organisasi mengenai Pembagian Tugas
Kerja (division of labor)/spesialisasi tugas kerja. Dimana adanya
pemisahan-pemisahan tugas dan tanggung jawab ke dalam bidang-bidang yang khusus, serta
dilakukan secara berulang-ulang. Dengan mengambil industry jarum jahit sebagai contoh,
Smith mengklaim bahwa 10 orang buruh, yang masing-masing diberikan tugas spesifik
secara bersama-sama maka akan mampu memproduksi 48.000 buah jarum perhari. Akan
tetapi ketika tidak dilakukan spesialisasi tugas, maka hasil 10 buah jarum saja perhari itu
sudah hebat !. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat memacu produktivitas
karena meningkatkan keterampilan dan kecekatan para buruh, dan juga menghemat waktu
yang biasanya diperlukan untuk berpindah dari satu tugas ke tugas laiinya, mendorong
penciptaan mesin-mesin yang dapat menggantikan tugas para buruh. Kejadian penting yang
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

kedua adalah terjadinya Revolusi Industri yang dimulai pada akhir abad ke 18, ketika
tenaga mesin banyak menggantikan tenaga manusia. Perusahaan berpendapat bahwa lebih
ekonomis untuk memproduksi barang dipabrik daripada di rumah. Pabrik-pabrik besar akan
beroperasi secara efisien sehingga akan membutuhkan orang-orang untuk meramalkan
permintaan barang, memastikan terjadinya stok bahan mentah, memberi penugasan kepada
para buruh, dan mengontrol kinerja mereka. Orang-orang inilah yang mereka sebut Manajer
sehingga membutuhkan teori-teori formal.
Berikutnya akan dielaskan beberapa pendekatan yang berdasar pada teori yang
dibutuhkan pada jaman Adam Smith. Terdapat pendekatan klasik (manajemen ilmiah,
administrasi umum), pendekatan kuantitatif, pendekatan perilaku (kajian Hawthorne,
perilaku organisasi), pendekatan kontemporer (pendekatan kesisteman, pendekatan
kontinjensi). Tetapi dalam Book Report ini hanya akan dijelaskan 2 pendekatan yaitu
pendekatan klasik, pendekatan perilaku dan pendekatan kontemporer.
1. Pendekatan Klasik
Pendekatan Klasik berfokus pada rasionalitas dan berusaha menjadikan organisasi dan para
pekerja berfungsi seefisien mungkin. Dua teori utama pendekatan klasik adalah manajemen
ilmiah (Scientific management) dan administrasi umum (General administrative).
Manajemen Ilmiah
Frederick Winslow Taylor (1856-1915) adalah
Bapak manajemen ilmiah. Saat bekerja di
Perusahaan Midvale Steel Company, Taylor
banyak
menyaksikan
ketidakefisienan
(inefisiensi). Ia berusaha menciptakan sebuah
revolusi mental di kalangan para pekerja dan
para manajer dengan cara mendefinisikan
berbagai
panduan
yang
jelas
untuk
meningkatkan efisiensi produksi.

F. W. Taylor dan Manajemen Ilmiah (20 Maret 1856 - 21 Maret 1915)

Frederick W. Taylor lahir pada tahun 1856, magang di pabrik pompa kecil Philadelphia.
Ia bekerja di Midvale Steel Company. Stevens Institute menganugrahkan gelar M.E.
kepadanya. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan
menggunakan manajemen kepada seluruh anggota American Society of Mechanical
Engineers (ASME).
F.Taylor menciptakan istilah Scientific Management untuk menggambarkan metode
yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topiktopik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan
kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

10

perusahaan. Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri,
baik di Amerika maupun di luar negara Amerika. Dalam memanajemen suatu industri,
Frederick W Taylor menganjurkan spesialisasi, sistem upah diferensial dan struktur
organisasi

fungsional.

Dengan

penekanan

waktu

penyelesaian

pekerjaan

dapat

dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.
Frederick Taylor menyatakan bahwa pengamatan ilmiah, analisis dan intervensi
harus digunakan untuk meningkatkan cara-cara di mana tugas harus diselesaikan dalam
organisasi industri. Ia menaruh perhatian pada operasi yang tidak sistematis dari organisasi.
Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas
dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesien-an itu muncul karena
mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama
nyaris tak ada standar kerja di sana. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu
hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras
mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah
"teknik paling baik" ("One Best Way") dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.
Taylor mengemukakan bahwa dengan memberikan usaha terbaik kepada para pekerja
dalam menyelesaikan rancangan yang baik, aktivitas yang terkait dengan pekerjaan, maka
organisasi bisa menghemat uang dan meningkatkan produktivitas, sedangkan pekerja bisa
menerima gaji yang lebih tinggi berdasarkan kinerja yang mereka perlihatkan dengan lebih
baik. Taylor mengusulkan untuk membayar pekerja sesuai jumlah pekerjaan yang dilakukan,
ketimbang jumlah jam kerjanya. Karenanya, jika pekerja lebih produktif dalam penyelesaian
tugas mereka bisa mendapat banyak uang. Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor
mengambangkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah Taylor :
1.

Mengembangkan sebuah pendekatan ilmiah untuk tiap-tiap unsur dalam sebuah

2.

pekerjaan untuk menggantikan metode lama yang didasarkan pada kebiasaan.


Secara ilmiah memilih pekerja yang paling tepat, dan kemudian melatih, mendidik,

3.

dan membina pekerja tersebut.


Bekerja sama secara sungguh-sungguh dengan para pekerja demi memastikan bahwa
mereka menjalankan semua tugas sesuai dengan aturan-aturan kerja yang telah

4.

dikembangkan secara ilmiah.


Membagi beban kerja dan tanggung jawab secara hamper merata diantara
manajemen dan para pekerja. Para manajer harus mengerjakan tugas-tugas yang
memang lebih cocok untuk dikerjakan oleh pihak manajemen perusahaan

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

11

Teori Administrasi Umum


Teori administrasi umum lebih menitikberatkan apa yang dikerjakan oleh seorang manajer
dan praktik-praktik manajemen yang baik. Dua figure yang paling menonjol di balik
perkembangan teori administrasi umum adalah Henry Fayol dan Max Weber.
A. Henry Fayol
Henri Fayol (lahir di Istanbul, 1841, meninggal di
Paris, 1925) adalah seorang teoris manajemen atau
administrasi asal Perancis. Fayol adalah salah satu
kontributor paling berpengaruh dalam konsep
manajemen
atau
ilmu
administrasimodern.
Peninggalan Fayol yang paling terkenal adalah
tentang lima fungsi utama manajemen, yaitu
merencanakan,
mengorganisasi,
memerintah,
mengkoordinasi, dan mengontrol (Fayol, 1949,
1987). Menurut Fayol, praktik manajemen dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat
diidentifikasi dan dianalisis. Dan selanjutnya
analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain
atau calon manajer.

Fayol menguraikan bahwa manajemen merupakan hal yang berbeda dengan akuntansi,
keuangan, produksi, distribusi, dan fungsi-fungsi bisnis umum laiinya. Perhatian Fayol lebih
terarah pada aktivitas semua manajer. Sedangkan Taylor lebih berfokus pada manajemen
lini pertama (fist line manager) dan metode metode ilmiah. Fayol terkenal dengan 14 Prinsip
Manajemen dengan aturan-aturan dasar manajemen yang dapat diterapkan pada segala
bentuk organisasi dan dapat diajarkan disekolah. 14 prinsip itu adalah sebagai berikut :
1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pembagian kerja (Devision of work). Pembagian kerja berdasarkan spesialisasi menjadikan kegiatan-kegiatan
pegawai dapat diarahkan pada efisiensi. Bahwa pengkhususan orang dalam bidang tertentu lebih efisien dalam
melaksanakan pekerjaannya.
Kekuasaan dan tanggung jawab (Authority and Responsibility). Ini merupakan alat untuk melakukan perintah dan
kekuatan untuk dituruti secara tepat. Tetapi setiap anggota dan pimpinan telah ditentukan wewenang dan
tanggungjawabnya, sehingga dalam menjalankan tugasnya tidak sewenang-wenang dan tidak melampaui wewenang
dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Disiplin (Discipline). Prinsip disiplin benar-benar penting untuk menjalankan usahanya dan tanpa disiplin organisasi
tersebut tidak akan berhasil. Setiap anggota karenanya harus menaati ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan
yang berlaku.
Kesatuan komando (Unity of Command). Pada prinsip manajemen ini menjadikan setiap pekerja atau pegawai
menerima perintah dari satu orang yaitu dari atasan langsung.
Kesatuan arah (Unity of Direction). Kesatuan arah menunjukan satu instruksi dan satu rencana dari suatu kelompok
kegiatan yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan yang akan dicapai dan cara bagaimana mencapainya langsung
berasal dari manajer puncak.
Kepentingan individu harus ditempatkan dibawah kepentingan organisasi secara umum (Subordination of individual to
general interst). Kepentingan seorang pekerja atau kelompok tidak diatas kepentingan organisasi. Dengan demikian
kepentingan organisasi secara keseluruhan yang diutamakan atau diperhatikan, bukan kepentingan pribadi.
Pemberian imbalan (Remuneration). Imbalan atau kompensasi bagi pegawai atau pimpinan memerlukan keadilan
sesuai dengan kompensasi pekerjaan yang dilakukan sehingga pegawai maupun organisasi sama-sama puas.
Sentralisasi (Centralization). Prinsip sentralisasi menurut Henry Fayol sangat penting bagi organisasi dan merupakan
konsekuensi dari suatu organisasi. Sentralisasi dapat berarti mengurangi wewenang bawahan dan untuk menambah
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

12

9.
10.
11.
12.

13.
14.

wewenang bawahan perlu pendelegasian wewenang. Henry Fayol mengakui tetap diperlukan pendelegasian
wewenang, akan tetapi tanggung jawab tetap disentralisasi atau dipegang oleh pimpinan.
Mata rantai (Scalar chain atau hierarchy). Mata rantai atau scalar chain adalah hubungan dari tingkat kekuasaan
paling atas hingga paling bawah secara hirarki atau berjenjang.
Keteraturan (Order). Keteraturan adalah menempatkan individu-individu pada tempat atau posisi yang sesuai akan
lebih akrab dengan pekerjaannya. Dalam hal ini tempat untuk setiap orang dan setiap orang sesuai dengan
tempatnya.
Persamaan (Equity). Ini menunjukan rasa keadilan dalam organisasi. Dan juga pimpinan harus bertindak seimbang
terhadap bawahannya.
Stabilitas jabatan atau pekerjaan (Stability of tenure). Prinsip stabilitas jabatan merupakan stabilitas seseorang
melakukan pekerjaan atau tugasnya. Berdasarkan prinsip ini, diperlukan waktu bagi pekerja untuk menyesuaikan
pada pekerjaan mereka dan mengerjakan pekerjaannya secara efektif. Dilain pihak, pimpinan tidak boleh
memperlakukan bawahan dengan semena-mena, seperti pemecatan atau pemutusan hubungan kerja tanpa alasan
yang kuat.
Inisiatif (Initiative). Inisiatif artinya bawahan diberi kebebasan memikirkan dan memberi pendapat tentang
pekerjaannya, bahkan juga dalam menilai hasil kerjanya. Pada setiap jenjang atau tingkat didalam organisasi,
semangat dan energi diperbesar dengan inisiatif.
Prinsip espirit de corps. Prinsip ini menekankan perlunya team work dan hubungan antar individu serta semangat
persatuan yang mendorong rasa bersatu dalam organisasi.

B. Max Weber
Max Weber (1864-1920) adalah seorang
sosiolog
berkebangsaan
Jerman
yang
mendalami bidang organisasi. Ia menulis
gagasannya awal periode 1900an, dan
mengembangkan sebuah teori mengenai
struktur otoritas dan hubungan kewenangan
berdasarkan sebuah model organisasi ideal
yang disebut Birokrasi (suatu bentuk
organisasi yang dicirikan oleh adanya
pembagian kerja division of labour yang
jelas arahan-arahan dan aturan-aturan yang
lugas, serta hubungan antar anggota yang
tidak bersifat pribadi)

Gambar 1 : Birokrasi yang digagas oleh Max Weber

Birokrasi, sesuai penjabaran Weber sangat mirip dengan penjabaran ilmiah. Kedua model
Weber dan Fayol menekankan rasionalitas, prediktabilitas, (keterukuran dan kepastian hingga
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

13

taraf tertentu), impersonalitas (hubungan berdasarkan azas profesionalisme alih-alih


kedekatan pribadi), kecakapan teknis, dan otoriteranisme (kewenangan mutlak).
2. Pendekatan Perilaku
Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) digunakan sebagai landasan bagi praktikpraktik manajemen misalnya prosedur pemilihan karyawan, program-program motivasi, dan
bekerja dalam tim. Beberapa Tokoh yang mendukung praktik perilaku organisasi :
Robert Owen (akhir 1700-an) :
Merasa perihatin atas kondisi kerja manusia yang sangat
buruk
Mengagagas sebuah tempat kerja yang ideal

Berpendapat bahwa uang yg dikeluarkan untuk investasi


Hugo Munsterberg
(awal 1900-an)
SDM merupakan investasi
cerdas
Seorang perintis di bidang psikologi industri sebuah
bidang studi ilmiah tentang bagaimana orang bekerja
Menggagas penggunaan uji-uji psikologi sebagai sarana
pemilihan karyawan, pelatihan, pembelajaran bagi
karyawan, studi perilaku manusia untuk memotivasi
Chester Barnard (1930-an)
karyawan
Manajer harus memiliki kemampuan berkomunikasi
dengan
para
karyawan
dengan
tujuan
untuk
mengerahkan usaha mereka
Pertama kali mengagas bahwa organisasi adalah Sistem
Terbuka

3. Pendekatan
Kontemporer
Di era 1960-an, para

Mary Parker Follett (1900-an)


Salah satu orang pertama yang menyadari bahwa
organisasi dapat dipandang dari perspektif prilaku,
individu dan kelompok orang
Mengemukakan ide-ide yang lebih berorientasi pada
manusia
Berpendapat bahwa organisasi harus didasarkan pada

peneliti ilmu manajemen mulai mengalihkan perhatiannya ke hal-hal yang terjadi di

lungkungan eksternal organisasi. Lingkungan eksternal ternyata diyakini memberikan


pengaruh yang luar biasa terhadap kemampuan perusahaan mencapai tujuan organisasi. Dua
pendekatan manajemen kontemporer yaitu kesisteman dan situasional.
a. Teori sistem
Sebuah sistem adalah sekumpulan bagian yang saling terkait dan saling bergantung
anatara satu dengan lainnya, yang ditata sedemikian rupa hingga membentuk sebuah
kesatuan yang utuh. Dua tipe dasar sistem ini adalah sistem tertutup dan sistem
terbuka. Sistem tertutup tidak dipengaruhi dan tidak pula berinteraksi dengan
lingkungan sekitarnya. Sistem terbuka dipengaruhi dan berinteraksi dengan lingkungan.

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

14

Gambar 2 : Organisasi Sebagai Sistem Terbuka

Saat ini kita lebih mengacu pada pendekatan sistem terbuka. SISTEM TERBUKA
LEBIH PROAKTIF, REAKTIF DAN RESPONSIF TERHADAP ANCAMAN DAN
PELUANG. Pendekatan sistem menyadari bahwa organisasi tidak sepenuhnya dapat
mandiri dan tidak dapat mencukupi dirinya sendiri. Organisasi bergantung pada
lingkungannya untuk memperoleh input yang dibutuhkan dan untuk menyerap output
yang dihasilkan.
b. Pendekatan Situasional
Pendekatan situasional (contingency approach) menyatakan bahwa setiap organisasi
bersifat unik, mengahadapi situasi-situasi yang berlainan (contingencies) dan
membutuhkan cara pengelolaan yang berbeda-beda. Beberapa kemungkinan situasional
yang terkenal adalah :
1. Ukuran Organisasi
Sifat dan karakteristik serta budaya organisasi tidak dapat disamakan antara
organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.
2. Teknologi Untuk Pekerjaan-Pekerjaan Rutin
Penerapan teknologi untuk membantu pekerjaan ruti memerlukan dukungan struktur
organisasi, gaya kepemimpinan dan sistem control yang berbeda dengan yang
dibutuhkan bagi penerapan teknologi untuk pekerjaan-pekerjaan khusus (customized
technologies).
3. Ketidakpastian Lingkungan
Perubahan lingkungan sangat mempengaruhi kinerja organisasi apabila tidak
dikontrol dengan baik
4. Perbedaan-perbedaan Individu
Setiap individu pasti memiliki perbedaan dalam hal kemampuan untuk maju,
otonomi, toleransi terhadap kerancuan, dan harapan-harapan.
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

15

C. BUDAYA DAN LINGKUNGAN ORGANISASI


Dapatkah para manajer bertindak sesuka hati ? apakah yang membatasi ruang gerak
para manajer dalam menjalani roda perusahaan ? jawabannya adalah faktor-faktor internal
organisasi (budaya organisasi) maupun eksternal organisasi (lingkungan organisasi)
yang membatasi ruang gerak dari seorang manajer.
OMNIPOTENT OR SYMBOLIC MANAGER ??
Pandangan yang dominan dalam teori manajemen dan di kalangan masyarakat umum adalah
bahwa para manajer bertanggung jawab secara langsung atas keberhasilan atau kegagalan
organisasi yang mereka pimpin. Pada buku Stephen Robbins menamakan pandangan ini
disebut perspektif mumpuni terhadap manajemen (Omnipotent view of management).
Pandangan lainnya ada yang berpendapat bahwa kesuksesan dan kegagalan suatu organisasi
terletak pada faktor-faktor perspektif simbolis terhadap manajemen (Symbolic view of
management).
BAGAIMANA REALITAS PARA MANAJER ??
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

16

Dalam kenyataannya, para manajer tidak sepenuhnya mumpuni namun juga tidak sungguhsungguh simbolis. Pilihan-pilihan atas tindakan sangat bergantung pada kendala-kendala
yang ada pada lingkungan internal (Budaya Organisasi) dan eksternal (Lingkungan
Organisasi). oleh sebab itu, seorang Manajer harus mampu menguasai budaya apa yang
sedang terjadi di perusahaan dan mengarahkan budaya tersebut menuju keseimbangan dan
keterbukaan terhadap integritas tim atau karyawan.
Budaya Organisasi
Budaya organisasi (organization culture ) merupakan sekumpulan nilai, prinsip, tradisi, dan
cara bekerja yang dianut bersama oleh seluruh karyawan dan mempengaruhi perilaku serta
tindakan para anggota organisasi (Robbins,Coulter). Manajer diharapkan untuk membentuk
budaya yang kuat (strong culture) dimana budaya organisasi yang nilai-nilai dasarnya
tertanam secara kokoh dan diterima secara luas oleh para anggota organisasi. Dari definisi
tersebut, bahwa budaya memiliki 3 hal pokok :
1. Budaya adalah Persepsi : Budaya tidak dapat disentuh atau dilihat secara fisik, namun
seluruh karyawan menerima dan memahaminya melalui apa yang mereka alami dalam
organisasi.
2. Budaya bersifat Deskriptif : Budaya berkenaan dengan bagaimana para anggota
menerima dan mengartikan budaya tersebut, terlepas dari apakah mereka menyukainya
atau tidak.
3. Budaya adalah Penerimaan (panutan) : Bagaimana budaya memiliki pengertian yang
sama dan mengutarakan dengan hal yang sama walaupun para karyawan dalam suatu
organisasi memiliki latar belakang yang berbeda dan bekerja pada jenjang organisasi
yang juga berbeda.
TREND ISSUE BUDAYA SEIRING MASUKNYA ICT ??
Dengan berkembangnya ICT dan dampak globalisasi maka tidak cukup dengan
menggunakan konsep budaya organisasi tanpa ada racikan atau bumbu budaya
didalamnya. Munculah beberapa ciptaan ramuan dari beberapa manajer dari perusahaan
global (apple, google, yahoo). Budaya beretika, budaya inovatif dan spiritualitas dalam
berbudaya adalah ramuan dari raksasa perusahaan dunia.
MENCIPTAKAN BUDAYA BERETIKA :
1. Berikan tauladan secara nyata dan terwujud
2. Komunikasikan keinginan-keinginan anda tentang etika kerja
secara jelas
3. Adakan sesi pelatihan dan pembelajaran beretika
4. Berikan imbalan bagi tindakan-tindakan yang etis serta
Dessy Seri Wahyuni
hukuman bagi tindakan-tindakan yang tidak etis
#14702269001#
5. Buatlah bentuk
mekanisme perlindungan bagi para karyawan
agar mereka dapat menyampaiakan keprihatinan dan
melaporkan terkait dengan masalah dan pelanggaran etika

17

MENCIPTAKAN BUDAYA BERINOVASI :


1. Terdapatnya tantangan dan keterlibatan karyawan dalam
pencapaian tujuan organisasi
2. Kebebasan karyawan diberikan kebebasan terarah dalam
mendefinisikan pekerjaan dengan tanggung jawab mandiri
3. Kepercayaan(Stephen.P.Robbins)
dan keterbukaan Kami
adanya
saling dukungan
dan
mendukung
kebhinekaan
penghormatan
antar
karyawan
dengan melayani semua kemauan pelanggan
4. Waktu bagi dengan
gagasanmenciptakan
karyawanspiritualitas
diberikan cukup
waktu
tempat
kerjauntuk
(fitur
menggali lebih
jauh
ide
cemerlang
budaya
organisasi
yang
bertujuan
untuk
5. Keceriaan / humor
menumbuhkan kesadaran makna hidup melalui
6. Penyelesaiankerja
konflik
yang bermanfaat dilakukan dalam suatu
komunitas
industri).
Pemberdayaan
karyawan
adalah memulai cara memaknai budaya dalam
suatu
organisasi.
kenalilah
asset
berharga
perusahaan anda yaitu SDM.

Lingkungan Organisasi
Lingkungan eksternal (external environment) adalah faktor-faktor dan kekuatan yang berada
di luar organisasi namun mempengaruhi kinerja organisasi. lingkungan organisasi dibagi
menjadi lingkungan spesifik (specific environment) lingkungan umum (general
environment). Lingkungan spesifik adalah kekuatan eksternal yang membawa dampak
langsung terhadap pengambilan keputusan dan tindakan oleh para manajer dan secara
langsung relevan atau terkait dengan pencapaian sasaran organisasi. lingkungan umum
adalah kondisi eksternal yang lebih luas yang dapat mempengaruhi kinerja sebuah
organisasi. Lingkungan umum meliputi : kondisi ekonomi, politik/hokum, social-budaya,
demografis, teknologi dan global secara luas.

Gambar 3 : Matriks ketidakpastian lingkungan


Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

18

Ketidakpastian lingkungan merupakan laju perubahan dalam sebuah lingkungan organisasi.


ketidakpastian ini akan menciptakan dimensi baru yaitu kompleksitas lingkungan
(environmental complexity) yaitu jumlah komponen dalam sebuah lingkungan organisasi
dan tingkat pemahaman organisasi mengenai komponen-komponen tersebut.

Gambar 4 : Matriks Ketidakpastian (Duncan)

Dimensi pertama dari ketidakpastian ini adalah laju perubahan. Bila komponen sebuah
lingkungan sering kali berubah, kita menyebutnya lingkungan dinamis. Bila lingkungan
tersebut hampir tidak pernah berubah atau hanya mengalami perubahan yang sangat
minimal maka kita sebut lingkungan stabil. Lingkungan Stabil mengindikasikan bahwa
organisasi dalam BAHAYA ! karena suatu kondisi dimana para pesaing baru tidak pernah
muncul, terjadi sedikit sekali teroboson atau inovasi dari para pesaing dan tidak ada aktivitas
dalam yang berarti dari kelompok masyarakat yang menjadi penggunanya atau dikatakan
menurunnya angka permintaan dari masyarakat. Maka PERUBAHAN HARUS
DIPREDIKSI SEBELUMNYA UNTUK MEMBUAT ALTERNATIF STRATEGI
KETIKA LINGKUNGAN STATIS MUNCUL.

BAB III KOMENTAR ISI BUKU

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

19

Management elephant
edition

1. Stephen P. Robbins (Ph.D University of


Arizona)
adalah
professor emeritus
manajemen di San Diego State University
dan merupakan penulis buku teks bestselling di bidang manajemen dan juga
perilaku dalam organisasi.
2. Mary Coulter menerima gelar Ph.D di
bidang manajemen dari University of
Arkansas
in
Fayetteville.
Sebelum
menyelesaikan studinya, ia memiliki
beragam pekerjaan, diantaranya guru
sekolah menengah atas, asisten hokum, dan
staf perencanaan program pemerintah.

Keluasan dan Kedalaman : 1. Buku ini terdiri dari 6 Bab yang secara
komprehensif mengkaji mengenai detail
dari proses manajemen yang diajukan oleh
Henry Fayol dan masih digunakan secara
formal oleh organisasi yang sekarang
berkembang.
2. Pada bab 1 membahas mengenai pengantar
manajemen
dan
organisasi,
sejarah
manajemen, dan tipe manajer. Pada bab 2
menjelaskan mengenai isu-isu yang terjadi
pada era manajemen global dan pandangan
manajemen terhadap masuknya ICT dalam
globalisasi. Pada bab 3 membahas strategi
Stephen P. Robbins
perencaan dalam suatu organisasi termasuk
juga
membahas
strategi
pemilihan
keputusan terbaik sebagai bagaian dari
strategi manajemen. Pada bab 4 membahas
tentang strategi pengaturan termasuk
didalamnya tentang perkembangan model
organisasi tradisional dan modern. Pada bab
5 membahas tentang teori dan praktik
leadership. Pada bab 6 membahas tentang
fungsi pengendalian dalam suatu organisasi.
3. Buku ini memberikan kita catatan penting
mengenai sejarah manajemen yang telah
Mary Coulter
berkembang sangat pesat menjadi strategi
manajemen global. Dimana semua strategi
manajemen yang ada sekarang berpedoman
pada falsafah bapak manajemen kita adalah
Henry Fayol dan Frederick Taylor.
4. Selain sejarah manajemen buku ini juga
menyajikan sejarah terbentuknya atau
diperlukannya birokrasi terstruktur dalam
suatu pekerjaan. Gagasan Birokrasi
diajukan oleh Max Weber.
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

20

5. Buku ini hanya mengkaji bagian


manajemen dalam kaitan organisasi klasik.
Secara prosedural buku ini sangat tepat bagi
pemula
yang
ingin
memahami
operasionalisasi manajemen yang dikaitkan
dengan tahapan-tahapan yang ada dalam
manajemen.
Adapun
tahapan-tahapan
tersebut adalah Planning, Organizing,
Leading and Controlling. Masing-masing
fungsi manajemen tersebut berhasil dibahas
secara detil oleh buku ini.
6. Buku ini meberikan contoh praktik-praktik
manajemen yang terjadi pada beberapa
perusahaan besar skala internasional.
Dimana
perusahaan
tersebut
telah
mempraktikan atau bahkan mengalami
tanpa memperhatikan teori yang ada dalam
buku ini. Contoh inilah yang membuat kita
sebagai pembaca awam sangat terbantu
untuk mengimajinasikan fungsi manajemen.
Kebaharuan Isi :

1. Buku ini memberikan pemahaman mendetil


mengenai sejarah manajemen dari Henry
Fayol, F. Taylor, Max Weber yang tidak
dibahas pada buku laiinya. Buku lainnya
hanya membahas kekinian dari manajemen
tanpa memperhatikan lahirnya konsep
manajemen itu sendiri.
2. Sejarah
manajemen
menjelaskan
bagaiamana manajemen itu bersifat
universal tetapi unik dan sangat dibuthkan.
3. Kita menjadi tahu tentang praktik-praktik
manajemen pada era 1700-an yang masih
belum memikirkan dan belum adanya
optimalisasi pekerjaan (division of labor),
belum ada ske pembagian upah berdasarkan
kinerja.
4. Pengalaman praktik kerja itulah yang
membuat para pemikir kita atau para flsuf
mulai memikirkan tentang otomatisasi
pekerjaan
dan
menempatkan
sisi
humanisme untuk diberikan penghargaan
dalam bentuk reward maupun pelatihan
guna peningkatan kinerja mereka.

Cara Mengaplikasikan :

Sesuai dengan isi dan bahasan buku maka


sangat dapat diterapkan pada seluruh jenis
organisasi dan perusahaan yang baru memulai
bisnisnya dan dapat dijadikan acuan dalam

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

21

merancang
organisasi

tujuan

dan

mencapai

tujuan

1. Frank Scott-Lennon adalah penulis buku


manajemen. Selain sebagai penulis juga
sebagai konsultan khusus dibidang kinerja
manajemen, bullying dan hambatan dalam
proses perubahan manajemen kea rah yang
lebih baik. Frank juga sebagai penulis buku
saku menajemen yang telah ditranslate
menjadi beberapa bahasa.
2. Fergus
Barry
merupakan
partner
manajemen dengan Fergus Barry &
Associates. Organisasi lebih banyak
bergerak pada level strategi manajemen
SDM dan peningkatan manajemen untuk
pencapaian kinerja perusahaan.
Keluasan dan Kedalaman : 1. Key Result Area ! adalah kunci yang
harus
dimiliki
oleh
tiap
bagian
perusahaan. buku ini membahas tentang
kunci terpenting management dalam suatu
organisasi yang disebut dengan model D-EF-T (dialogue, expectations, feedback, and
timely).
2. Buatlah kunci keberhasilan di masingmasing area atau bagian manajemen. Dalam
suatu perusahaan terdapat bagian stoklist
gudang, produksi, marketing, kepegawaian.
Tiap-tiap bagian itu harus menetapkan kunci
keberhasilan dengan cara berdialog dengan
atasan dan bagian lain untuk menetukan
(key result area/ KRA).
3. Tahapan dalam penentuan KRA adalah :
a. The Corporate Strategic Goals or
Corporate Scorecard
b. The Divisional Scorecard or Strategic
Requirements
c. The Team Priority objectives if one and
two are to be achieved
d. The basic job/role purpose of the
individual in one or two sentences
e. The Key Result Areas of the job.
4. Tujuan perusahaan haruslan mengandung
aspek SMART yaitu :
S : Spesifik
M : Measurable
A : Avhievable
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

22

R : Realistic
T : Time-Framed
Kebaharuan Isi :

1. Frank Scott-Lennon and Fergus Barry have


done us the great service of inventing a
practical performance management system
that will carry business leaders from the
slower strategic world of today to the much
more opportunistic, fast-changing world of
tomorrow.
The
Dialogue-Expectation
Setting-Feedback-Timeliness
(DEFT)
paradigm for performance management is
ready to use and intuitively simple. The
how-to chapter, "Linking Performance to
Reward", is superb and will help companies
sensibly
increase
performance-based
compensation.
2. There is a well known adage about
performance management there is nothing
better than a well designed system but
definitely nothing worse than a poorly
designed one. This book, with its
explanation of the DEFT model, helps
organisations concentrate on the best
elements of a system. The four elements of
the model pick out essential elements of
practice, each based on sound principles of
HRM and psychology. A series of
illustrations help make the model easily
workable and capable of being applied to a
wide range of organisation

Scott-Lennon

Fergus Barry

Cara Mengaplikasikan :

Dengan mengacu pada strategi D-E-F-T maka


model tersebut sangat tepat diaplikasikan pada
perusahaan penerbangan, kereta api atau
perhubungan dan perhotelan. Karena beberapa
perusahaan tersebut sangat memerlukan model
tersebut terutama dalam pemberian mutu atau
kualitas layanan yang diwujudkan dalam
bentuk feedback dari pelanggan pada
perusahaan yang nantinya akan membuat
pelanggan loya (loyality consumer).

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

23

Robbins,Bergman,Stagg,
Coulter

Berikan Nilai tambah bagi lingkungan


sebagai competitive advantage dan faktor
differensiasi dengan perusahaan laiinya !.
Dengan melihat warna cover buku, para
pembaca sudah akan mengetahui bahwa buku
ini kaya akan pengetahuan manajemen hijau
(green management). Ditengah dinamisasi
waktu dan kesempatan meraih kesuksesan
organisasi dibutuhkan suatu inspirasi untuk
merubah cara pandang manager bahwa meraih
keuntungan bukan tujuan utama melainkan
bagaimana
menciptakan
economic
environmental ? dan tanggung jawab social
(social responsibilities) ?

Keluasan dan Kedalaman : 1. Buku manajemen ini membahas mengenai 6


prinsip
dasar
manajemen
dengan
pengembangkan budaya organisasi berbasis
pada environmental yaitu : 1. the need for
ethical managerial behavior (ex: isu
lingkungan hidup, scandal in relation,
sexual harassment), 2. the need for more
sustainable management practices, 3. The
need for innovation and change, 4. the
challenges of globalization, 5. Workforce
diversity and inclusion, 6. Good
management practice is not apllicable in
large corporation.
2. Buku ini memberikan pembagian pada level
organisasi yaitu first-level managers,
middle managers, top managers. Masingmasing fungsi manajemen (planning,
organizing, leading, controlling) ada dan
berlaku untuk level organisasi baik yang
level manajer terbawah sampai yang top
manager. Bahkan fungsi leading memiliki
porsi lebih besar pada first-level managers.
Dapat dilihat pada gambar 5
3. Tanggung jawab manager dibagi menjadi
low, moderate, high roles. Seorang
entrepreneur
hanya
mengambil
sisi
tanggung jawab yang masih rendah.
Manajer perusahaan besar harus sudah
dapat
mengaplikasikan
ketiga
level
tanggung jawab tersebut. Dapat dilihat pada
gambar 4 dibawah.
4. Integrated Management Functions itulah
kedalaman materi yang dibahas pada buku
ini. Buku ini memberikan penjelasan detil
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

24

mengenai
masing-masing
fungsi
manajemen pada tiap level organisasi secara
detil. Contohnya apa yang harus dilakukan
first-level
managers
pada
fungsi
perencanaan akan berbeda tahapannya pada
middle manager. Perencanaan middle
manager memiliki ciri yang berbeda dan
memiliki kekhususan dengan top manager.
Perbedaan tersebut berdasar pada bobot
fungsi-fungsi manajemen pada setiap level.
Masing-masing perencanaan pada seluruh
level manager harus terintegrasi dengan
fungsi manajemen laiinya.

Gambar 5 : Level Managerial Roles

Gambar

Kebaharuan Isi :

6 : Distribusi level organisasi

1.Eco-efficiency
dan
eco-effectiveness
merupakan bagian dari strategi manajemen.
buku ini memberikan pembahasan secara
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

25

menyeluruh dalam mencapai tujuan bukan


hanya efisiensi dan efektivitas, tetapi lebih
mengarah pada Eco-efficiency dan ecoeffectiveness.
Eco-efficiency
adalah
menciptakan produk dan layanan yang
lebih baik dengan menggunakan sumber
daya
seminimal
mungkin
dan
menghasilkan polusi dan sampah industry
seminimal mungkin. Eco-effectiveness
adalah bukan hanya tujuan manajemen
tetapi sekarang sudah menjadi strategi
manajemen yang memberikan nilai
tambah pada ekologis, social dan
ekonomi.
2.Dalam tiap tahap fungsi manajemen
(planning,organizing,leading,controlling)
selalu mengarah pada pencapaian Ecoefficiency dan eco-effectiveness
3.Management environemental for sustainable
development merupakan nilai tambah
perusahaan.
Cara Mengaplikasikan :

Buku ini dilengkapi oleh praktik-praktik


beberapa perusahaan besar skala internasional
tentang bagaimana strategi manajemen mereka
yang berbasis environment. Buku ini dapat
diaplikasikan bagi perusahaan manufaktur,
industri tekstil, pabrikasi dimana perusahaan ini
apabila tidak memiliki tanggung jawab social
dan lingkungan maka tidak akan memiliki nilai
tambah di mata masyarakat. Masyarakat tidak
saja melihat dari sisi kualitas produk saja tetapi
sudah paham menganalisa kualitas produk yang
ramah lingkungan. Contohnya produk kosmetik
herbal, pakaian organic (cotton organic),
organic food and drink, organic vehicle.

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

26

Robert Downing Cecil R has been chairman


and president of R. D. Cecil and Company
since 1966. Since receiving his MBA at
Harvard Business School in 1968, Mr. Cecil
has also been a corporate general manager and
controller, a marketing manager, an associate
professor of business administration, and a
Captain in the Naval Reserve. r. Cecil is the
originator of several innovative concepts,
methods, models, and tools:
Unified Practice of Management
model
The Managerial Target
Integrated ("Next-Generation")
MD/OD Project
Zero-Base (Meta-)Systems
Analysis (ZBSA) (concept,
methodology, and tools)
Qualitative (Tacit) Information Bases
(concept, methodology, and associated
tools)
Diagrammatic Knowledge Bases
Keluasan dan Kedalaman : 1. buku ini membahas tentang fungsi
manajemen yaitu fungsi Perencanaan. Pada
fungsi perencanaan ini dilakukan analisa
terhadap beberapa kriteria yaitu : set goals,
program or plan, setelah tahapan ini jelas
maka dilanjutkan dengan pengambilan
keputusan. Maka dilanjutkan dengan
tahapan budget, establish policies and
procedures. Maka keputusan terakhir
merupakan hasil pada fungsi perencanaan
Robert Downing Cecil
2. membahas tahapan dan strategi tentang
fungsi organize. Terdapat dua tahapan pada
fungsi ini yaitu establish integrative
structure and write job description. Apabila
masing-masing karyawa sudah jelas akan
lingkup pekerjaan, dan cara mereka
berintegrasi dengan karyawan lainnya dalam
satu bagian dan bagian lainnya.
3. membahas
tentang
pemilihan,
pengembangan dan peningkatan kualitas
karyawan. Pada fungsi staffing dilakukan
dua tahap yaitu fill positions and orient,
train and develop. Bagaimana memilih
karyawan pada posisi yang tepat dan
yang sesuai dengan kualitas mereka. Ini
adalah bagian terpenting dalam buku ini.
Setelah terpilih karyawan yang tepat bukan
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

27

karyawan yang baik maka karyawan


tersebut harus dikembangkan potensinya
dengan memberikan pengetahuan dan
keterampilan dalam bentuk pelatihan.
Investment in human capital is a big deal !
4. membahas tentang aktivitas panduan (guide
activity). Bukan mengawasi mereka
dalam bekerja tetapi lebih kepada
memberikan panduan dalam melakukan
pekerjaan. Dalam fungsi ini dilakukan dua
tahap yaitu direction and coordination. Ada
tahap mengarahkan karyawan sesuai dengan
lingkup pekerjaan mereka dan bagaimana
membuka
system
koordinasi
yang
transparan antar pekerja dan atasan. Apabila
karyawan menemukan masalah harus
sesegera mungkin dikoordinasikan dengan
atasan mereka. Ini dilakukan untuk
menghindari konflik antar pekerja.
5. membahas tentang fungsi control (guide
control functions). Pada fungsi manajemen
ini terdiri dari tiga tahapan yaitu measure
and evaluate results, evaluate performance
and initiate corrective action. Jadi manajer
level atas atau supervisor tidak hanya
mampu menyalahkan tetapi harus dapat
memberikan yang seharusnya tepat
dilakukan oleh karyawan. Kalau hanya
menyalahkan tanpa memberikan koreksi
atau memberi hal yang seharusnya
dilakukan maka ini disebut evaluasi tidak
tuntas.
6. Pada bab 1 membahas tentang next
generation dari management. Konsep
manajemen yang akan dating. Termasuk
fungsi manajemen yang terinetgrasi.
Tanggung jawab dasar sebagai manajer.
7. Pada bab 2 membahas tentang level manajer
dan leadership
8. Pada bab 3 membahas tentang strategi
individual problem solving
9. Pada bab 4 membahas tentang interpersonal
relations skill
10. Pada bab 5 membahas tentang team work
dalam suatu organisasi
11. Pada bab 6 membahas tentang learning and
other managerial skills
12. Pada bab 7 membahas tentang konsep,
proses, model, metode, prinsip manajemen.
Dessy Seri Wahyuni
#14702269001#

28

Kebaharuan Isi :

Cara Mengaplikasikan :

1. Time management ! inilah topik penting


yang dibahas pada buku ini. Tidak hanya
dari sisi P (planning),O (Organizing),L,
(leading), C (Controlling) yang harus
diperhatikan tetapi efisiensi waktu dalam
mencapai tujuan juga hal terpenting. Setelah
dibahasnya
lingkungan
eksternal
(pesaing/competitor) itu mempengaruhi
kinerja organisasi maka kita harus lebih
cepat dalam meraih pasar disbanding para
pesaing/competitor.
2. Stephen.P.Robbins merumuskan fungsi
manajemen terdiri dari P (planning),O
(Organizing),L, (leading), C (Controlling)
maka pada buku Next Generation
Management Development dibedakan
menjadi Plan, Organize, Staff, Guide
Activity, Guide Control Functions. Dibuku
ini diberikan teknik pengukuran dan
evaluasi hasil, kemudian evaluasi kinerja
dan memperbaiki hasil dari evaluasi
tersebut. Kalau di buku Stephen.P.Robbins
berhenti pada fungsi controlling.
3. Buku ini membahas detil mengenai causes,
ways, and symptoms Wasting time in
management. Penyebab ini adalah hal-hal
yang sering dijumpai tetapi sering dianggap
masalah kecil. Masalah dalam manajemen
diawali dengan beberapa gejala yang
muncul dimana semua gejala tersebut
diawali dari sumber daya manusia yang
mengalami penurunan semangat kerja.
Sehingga di buku ini memberikan cara bagi
tiap level manajer untuk menguasai SDM
yang ada termasuk menguasai faktor
internal mereka Knowing your staff very
well. Apabila karyawan membawa
permasalahan keluarga masuk ke dalam
organisasi maka ini sudah dianggap gejala
yang akan menjadikan permasalahan dalam
menajemen. Gambar dapat dilihat pada
gambar 7.
Buku ini dapat diterapkan bagi semua bentuk
organisasi baik level besar dan level kecil.
Terutama perusahaan yang tidak semuanya
diotomatisasi dengan mesin. Tetapi masih
dikerjakan oleh tangan manusia. Sumber dari
manajemen mutu atau kualitas produk dan jasa

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

29

yang diberikan bersumber dari kinerja SDM.


Jadi SDM ini harus dijaga baik-baik untuk
tetap memiliki komitmen terhadap tempat
kerjanya.

Exacerbate situation

Not knowing what one


should be doing, why, or how
(regarding the
think-work functions in
the top half of the model)

Program
or Plan

Not doing the right things

Establish
Policies and
Procedures

Plan
Analyze

Not analyzing operations or


situations in real depth

Finalize
Decisions

Evaluate
Think
Initiate
Corrective
Action

Guide
Control
Functions

Implement

Measure
and
Evaluate
Results Coordination

Establish
Integrative
Structure

Organize

Guide
Activity

Evaluate
Performance

Staff

Direction

Train
and
Develop

Doing urgent rather than


important things
Dysfunctional misconceptions
Efficiency = effectiveness
Activity = results

Budget

Set Goals

Exacerbate situation

Write
Job
Descriptions
Fill
Positions
and Orient

Not identifying what can and


cannot be controlled
Not setting goals and establishing
priorities
Not establishing challenging yet
realistic performance standards
Little or poor planning
Not establishing effective time
management practices and policies
Not organizing effectively
Not staffing properly
Not guiding activities effectively
Managing only what can be seen

Doing tasks that someone else should


be doing
Failure to delegate
Upward delegation
Inability to say no
Interruptions
Literal open-door policy
Unproductive meetings
Unnecessary meetings
Poorly organized or conducted
meetings

Overcommitted time

Paperwork and written materials


Unproductive reading
Unnecessary paperwork
Mishandled paperwork
Disorganized desk

Unproductive long hours

Incomplete tasks
Emotional and
physical stress

Uncontrolled fire fighting


Overresponse to crises

Ineffective problem solving


Unanticipated problems
Unrecognized problems
Unsolved or poorly solved problems
Poor use of committed (waiting) time
Procrastination
Preoccupation
Others ineffectiveness and
inefficiency on the job

Doing only what one


likes to do or can do well
(primarily the implementation
functions in the bottom half of
the modelor ancillary responsibilities)

Underlying Causes

Direct Causes

Exacerbate situation
Ways Time Is Wasted

Symptoms

Gambar 7 : Wasting Time ; causes, ways, symptoms

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

30

DAFTAR PUSTAKA

1. Cecil, R., D., Rothwell, W., J. (2007). Next Generation Management Development.
United States of America. John Wiley & Sons Inc.
Alamat situs : (https://books.google.co.id/books?
id=w0Of7dSPPrYC&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v
=onepage&q&f=false)
2. Robbins, P., Coulter, M. (2003). Management (11th ed.). Pearson. Prentice Hall.
3. Robbins, S., Bergman, R., Stagg, I., Coulter, M. (2006). Management. Pearson. Prentice
Hall.
Alamat situs http://www.abebooks.com/servlet/BookDetailsPL?
bi=10754117575&searchurl=isbn%3D9780733970993
4. Lennon, F., S., Barry, F., (2014). Performance Management (Developing People and
Performance). ManagementBriefs an imprint of Vearsa Limited on May 27, 2014.
Alamat situs :
www.managementbriefs.com/_media/pdfs/perf_mngmnt_chapter4.pdf
5. Griffin. Management (7th .ed). Houghton Muffin Company.
Alamat situs :
http://www.slideshare.net/m5hafiq/griffin-chap05

Dessy Seri Wahyuni


#14702269001#

31