Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI

TUMBUHAN
( Rhodophyta , Chlorophyta , Chrysophyta )

Kelompok VI ( Enam ) :
Dewi
079

2012-76-

Pricindy Saimima 2012-76082


Sunaryo
088

2012-76-

Herice Elsye Elias 2012-76094


Sahlan Hamid
2012-76-086
Gesca Tapilaha
101

2012-76-

Risna Saman

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2015

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil praktikum pada kedua pantai , maka dapat disimpilkan


bahwa masing-masing pantai memiliki jenis ganggang yang berbedabeda dengan substrat yang berbeda pula. Pada pantai Sopapey hanya
ditemukan ganggang keemasan dengan substrat pasir, sedangkan di
pantai Desa Tenga-tengah ditemukan ganggang hijau dengan subtrat
di pasir dan batu dan ganggang merah dengan substrat di pasir dan
batu.

Ganggang Merah (Rhodophyta) :


Berklorofil a dan b, karatenoid, fikosianin, fikoeritrin.
Habitat air tawar dan air laut.
Benang atau seperti tumbuhan tingkat tinggi.
Spora haploid, manan dan xilan
Persatuan sel spermatium dan karpogonium.
Bahan agar-agar dan sup.
Contoh : Turbinaria lamour
Ganggang Hijau (Chlorophyta) :
Klorofil a, b, B-karoten, santofil
90% di air tawar dan 10% di laut
Benang , lembaran, bola, Zoospora, Konjugasi, Selulosa
Fitoplankton dalam ekosistem air, bahan makanan
Contoh : Codium fragile

Ganggang keemasan (Chrysophyta) :


Klorofil a dan c, B-karoten, santofil
Air tawar dan air laut
Batang atau seperti telapak tangan
Zoospora berflagela banyak
Persatuan sel sperma dan ovum, Kersik /silika
Plankton , produsen di perairan laut
Contoh :

15

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Gambar ganggang di daerah Pantai Sopapey , Desa Suli
Ganggang Keemasan : Hijau Keemasan dengan subtrat di
pasir .

Chrysoph
yta

Gambar ganggang di daerah Pantai Tengah-Tengah


Ganggang Hijau dengan subtrat di pasir dan batu, dan
Ganggang Merah dengan subtrat di pasir dan batu .

Chlorophyta Rhodophyta

5 Klasifikasi dari ketiga spesies yang ditemukan di kedua pantai :

Ganggang Hijau Keemasan pada Pantai Sopapey ( Desa Suli )


Regnum : plantai
Divisi
:
Chrysophyta
Class :
Xanthophyceae
Ordo :
Tribonematales
Family :
Tribonemataceae
Genus :
Tribonema
Species : Tribonema
marinum

Tribonema marinum Memiliki pigmen kuning dengan thallus berupa


buluh tak bersekat, tetapi bercabang-cabang, Sudah memiliki anteridium
dan oogonium. Berinti banyak.Pembiakan secara generatif dengan
pembentukan zigospora dan pembiakan vegetatif dengan pembentukan
akinet dan zoospore serta aplanospora.

Ganggang Hijau dengan spesies Codium fragile pada Pantai Desa


Tengaj-tengah (Kecamatan Salahutu) :
Regnum
:
Plantae
Divisio
: Chlorophyta
Classis
: Chlorophyceae
Ordo
: Caulerpales
Famili
:
Codiaceae
Genus
: Codium
Spesies
:
fragile

Codium

Codium fragile mempunyai satu inti dan kloroplas. Alga ini


tumbuh mendatar pada substratnya dan bagian atasnya yang
bercabang merupakan alat reproduksinya. Sebagian besar epifit pada
alga yang lain atau air. Pada bagian tubuhnya yang lunak bebentuk
lembaran yang tidak berpori.

Ganggang Merah dengan spesies Turbinaria lamour pada Pantai Desa


Tengah-tengah (Kecamatan Salahutu) :
Regnum
:
Plantae
Divisio
:
Rhodopyta
Classis
:
Rhodophyceae
Ordo :
Fucales
Famili:
Sargassaceae
Genus
:
Spesies
lamour

Turbinaria
:
Turbinaria

Turbinaria lamour biasanya ditemukan dalam kelompok kecil


yang menempel pada celah-celah batu basalt di daerah gerakan
gelombang tinggi serta di celah-celah karang pada saat 20-30 meter.
Karakteristik morfologi dari alga ini memungkinkannya untuk bertahan
hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim. Talus mampu menahan
hidrodinamika energi tinggi dari lingkungan pasang surut.
Bentuknya kerucut, keras, tebal, dengan 2 baris duri kaku
disekitar dan tidak teratur berbentuk segitiga. Tersebar di daerah tropis
dan subtropis. Tinggi dari 2-20 cm. Tubuh berupa talus,mengandung
pigmen coklat atau pirang,dinding sebelah dalam terdiri dari
selulosa,sebelah luar terdiri dari pectin dan dibawah pectin terdapat
algin, perkembangbiakan vegetatif dengan zoospore,
perkembangbiakan generatif dengan isogami, mengalami pergiliran
keturunan.