Anda di halaman 1dari 43

PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT MODERN DAN SEDERHANA

A.

Karakteristik Umum pendidikan dalam kebudayaan

Hampir semua kegiatan belajar yang sadar dari manusia mengandung tiga proses yaitu
mendengarkan, memperhatikan dan melakukan. Setiap kebudayaan-kebudayaan tertentu
memberikan penekanan yang berlainan terhadap satu atau terhadap yang lain dari ketiga
proses ini dan memberikan tekanan yang begitu besar pada salah satu ketiga proses ini dalam
mempelajari hal-hal tertentu.sebagai contoh pendidikan dibarat masa kini,anak-anak disana
lebih banyak membaca daripada memperhatikan dan mendengar meskipun kita ketahui
keseimbangan bergeser sedikit karena pemakaian media dan banyaknya pendidikan yang
terdiri dari belajar melalui bekerja.
Semua kebudayaan menggunakan upah dan hukuman untuk mendorong belajar dan
membetulkan perilaku yang salah. Upah itu bermacam mulai dari memuji dan menghargai
sampai pada pemberian hadiah,hukuman mulai dari tidak membenarkan dan menawarkan
sampai pada pengurungan dan pemukulan.
B.

Masyarakat Modern dan sederhana

Menurut Robert Redflied bahwa masyarakat sederhana adalah kecil,terasing, sangat


terintegrasi,bersifat konsensus dengan solodaritas kelompok yang tinggi dan pembagian
kerja yang sederhana.
Menurut Philosof zaman pencerahan mengatakan bahwa masyarakat sederhana meruapakan
cermin dalam keadaan alamiah sebelum terbentuknya pemerintah tipe awal dari institusi
masa kini.
Masyarakat modern adalah masyarakat yang menempatkan mesin dan teknologi pada posisi
yang sangat penting dalam kehidupannya sehingga mempengaruhi ritme kehidupan dan
norma-norma.

Perbandingan masyarakat modern dan sederhana


Masyarakat sederhana sangat homogen; sebagian besar anggota-anggotanya memliki
pengetahuan dan perhatian yang sama dan biasa dengan pemikiran,sikap-sikap dan aktivitas
dari

seluruh

anggota

masyarakat

sedangkan

masyarakat

modern

industri

kompleks,terspesialisasi dan rapat penduduknya dan banyak inforamsi yang terkumpul.


Dalam masyarakat modern unit keluarga yang tipikal adalah keluarga batin, yang terdiri dari
suami, istri dan anak-anak sedangkan dalam masyarakat sederhana unit keluargnya adalah

keluarga luas,atau kelompok kekerabatan yang terdiri dari generasi yang diikat bersama
melalui garis laki-laki
Dalam masyarakat modern meyakini akan kemajuan dan bersifat terbuka,ia berpendapat
bahwa kondisi kemanusiaan,fisik dan spritual dapat diperbaiki sedangkan pada masyarkat
sederhana semuanya itu tidak bisa dirobah,manusia dan lingkungannya membentuk satu
kesatuan yang tidak bisa dibagi.
Masyarakat sederhana dalam memenuhi kebutuhannya relatif tetap dan dikenal semua
sedangkan masyarakat modern mesti harus terus menerus menciptakan kebutuhan-kebutuhan
baru untuk mengerakkan roda ekonomi.
C.

Pendidikan Modern dan Sederhana

Secara umum Dalam kebudayaan masyarakat sederhana agenda pendidikan formalnya adalah
termasuk kelurga,kerabat dan upacara inisiasi.
Beberapa faktor sehingga munculnya sekolah
Perkembangan agama yamg melembaga
Pertumbuhan dari dalam maupun luar
Pembagian kerja
Konflik dalam masyarakat
Perbedaan yang sangat besar antara pendidikan dalam masyarakat sederhana dan masyarakat
modern adalah pergeseran dari kebutuhan individu untuk mempelajari sesuatu yang disetujui
oleh setiap orang yang mereka setujui untuk mereka ketahui ke arah apa yang dikatakan
Margaret Mead kemauan beberapa indivdu unutk mengajarkan sesuatu yang tidak sepakati
bahwa siapapun mempunyai keinginan untuk tahu.
Anak anak dalam masyarakat modern terhadap pendidikan mempunyai sebab sebab
berlawanan,ketidak mampuannya menghubungkan informasi yang diperolehnya disekolah
dengan apa yang mesti dia ketahui supaya bekerja produktif dan menikmatinya dalam
kehidupannya. Sementara anak-anak masyarakat sederhana selalu dalam hubungan yang
intim dengan visi orang dewasa terhadap keterampilan yang sedang dipelajarinya,sebaliknya
anak-anak masyarakat modern pada umumnya terpisah secara fisik dan psikologi dari
pekerjaan-pekerjaan yang akan menggunakan pengetahuanya.
Perbandingan Pendidikan Masyarakat Modern dan sederhana
Dalam masyarakat sederhana guru-guru mempraktekkan apa yang mereka ajarkan sedangkan
dalam masyarakat modern guru guru tidak bisa sekalian menjadi eksekutif karena tidak
mempunyai lagi yang di ajarkan.

guru-guru dalam msayarakat sederhana sangat terikat pada murid-murudnya ,anggota


kerabatnya dan juga pada apa yang diajarkannya sedangkan pada masyarakat modern tidak
terlibat secara langsung dengan sukses atau gagal muridnya, kurang merasakan insentif hidup
atau mati untuk mengajar secara efektif.
Dalam masyarakat Sederhana mengajarkan dan belajar menjadi lebih mudah sebab objek
pengajaran selalu dapat diperoleh sedangkan masyarakat modern pada umumnya sulit
didapatkan.
Masyarakat modern mengajarkan anak-anak mereka lebih banyak pengetahuan daripada
masyarakat sederhana, masyarakat modern lebih banyak metode mengajar dan menggunakan
waktu lebih banyak dalam pengajaran formal.

D.

Hubungan Pendidikan Masyarakat Modern dan Sederhana dengan Bimbingan Konseling

Hubungan Pendidikan masyarakat modern dan sederhana dengan bimbingan Konseling


terletak pada proses pendidikan itu dilaksanakan ,baik dalam pendidikan masyarakat modern
dan sederhana, bimbingan konseling sebagai salah satu hal yang diajarkan dalam pendidikan
masyarakat ini, bimbingan konseling menekankan adanya perubahan pada masyarakat
modern dan sederhana baik itu mengenai mutu pendidikan terkhusus dari kepribadian dari
masyarakat tersebut. Jika dilihat dari seorang konselor pendidikan masyarakat ini sangat
penting untuk dipelajari karena seorang konselor dapat memahami dan menelaah secara
seksama mengenai perbedaan antara pendidikan masyarakat modern dan sederhana dan dapat
memberikan asumsi-asumsi positif dalam pendidikan terkhusus mengenai cara membantu
konseli dalam menyelesaikan masalahnya dengan perbedaan teknik yang digunakan pada
masyarakat modern dan sederhana.
http://bukunnq.wordpress.com/pendidikan-dalam-masyarakat-modern-dan-sederhana/
endidikan dalam Masyarakat Modern dan Sederhana
Thursday, 25 February 2010 07:32
PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT
MODERN DAN SEDERHANA

Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom


A. PENDAHULUAN
Setiap individu dalam masyarakat merupakan potensi yang harus dikembangkan untuk
mendukung dan melancarkan kegiatan pembangunan dalam masyarakat tersebut. Manusia
sebagai individu, sebagaimana kodratnya memiliki sifat baik maupun buruk. Sifat-sifat yang
kurang baik inilah perlu dibina dan dirubah sehingga melahirkan sifat-sifat yang baik lalu
dibina dan dikembangkan. Proses perubahan dan pembinaan tersebut disebut dengan
pendidikan.
Melalui pendidikan, manusia diharapkan menjadi individu yang mempunyai kemampuan dan
keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hiudupnya baik lahir maupun bathin
serta meningkatkan peranannya sebagai individu/pribadi, warga masyarakat, warga Negara
dan sebagai khalifah-Nya.
B. PENDIDIKAN
Berbicara mengenai pendidikan tidak terlepas dari sudut pandang serta pendekatan yang
digunakan. Untuk melihat pendidikan secara utuh maka diperlukan suatu pendekatan system,
sehingga pendidikan dilihat secara menyeluruh dan tidak lagi parsial atau pragmatis.
Pendidikan merupakan suatu proses, dimana proses tersebut dapat berlangsung dimana dan
kapan saja, tidak hanya dalam lingkungan yang formal seperti di sekolah atau kampus karena
pendidikan tidak hanya sekolah atau kuliah. Perkembangan seseorang mulai dari kecil,
remaja sampai dewasa, di sekolah, di masyarakat dan di rumah merupakan proses pendidikan
yang menyeluruh.
Menurut Pannen (2001 : 1) pendidikan digambarkan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari
subsistem-subsistem dan membentuk satu sistem yang utuh. Sistem pendidikan ini
memperoleh input dari masyarakat dan lingkungan serta akan memberikan output bagi
masyarakat dan lingkungan tersebut.
Sedangkan menurut UU SPN No. 20 Tahun 2003, Pendidikan merupakan usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara.
C. MASYARAKAT MODERN
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengakibatkan munculnya perubahan dalam
masyarakat. Semakin maju perkembangan dalam masyarakat maka semakin banyak pula
keperluan yang harus dipenuhi.
Masyarakat modern dalam lingkungan kebudayan ditandai dengan perkembangan kemajuan
ilmu dan teknologi untuk menghadapi keadaan sekitarnya. Menurut R. Tilaar (1979 : 17), ada
beberapa indicator masyarakat modern dan disimpulkan oleh penulis (kelompok) sebagai
berikut :
1. Saling mempengaruhi antara manusia dan lingkungan dengan tujuan menciptakan
perubahan secara timbal balik
2. Usaha untuk mengeksplorasi lingkungan dalam rangka untuk mengatasi tantangantantangan yang ditimbulkan dari lingkungan itu sendiri.
3. Dorongan rasa ingin tahu dan ingin mengatasi tantangan-tantangan menyebabkan manusia
ingin mengusasi lingkungan
4. Berpikir lebih objektif dan rasional
5. Selalu berusaha untuk memahami semua gejala yang dihadapi dan bagaimana
mengorganisasikannya sehingga kehidupannya lebih baik
Dalam masyarakat modern segala sesuatu diusahakan atau dikerjakan dengan sungguhsungguh serta rasional sehingga menyebabkan selalu timbul pertanyaan dalam masyarakat
apakah kegunaan sesuatu bagi usaha menguasai lingkungan sekitarnya. Akibat dari
kehidupan tersebut, maka akan timbul sikap dalam masyarakat modern, diantaranya :
1. Terlalu percaya dengan peralatan dan teknik yang berjalan secara mekanis sebagai satu
hasil pemikiran manusia (Ilmu pengetahuan). Dalam hal ini masyarakat tergolong dalam
paham positivisme
2. Berbuat dan bertindak sesuai dengan rencana yang terperinci sehingga tidak jarang
manusia dikendalikan oleh rencana yang disusunnya.
3. Timbol rasa kehilangan orientasi dan jati diri yang dapat melemahkan kehidupan bathin
dan keagamaan.
Tanpa disadari masyarakat modern semakin tergantung pada alat dan teknologi yang

diciptakan untuk menguasai dunia sekitarnya. Tidak jarang mereka kehilangan identitas
karena sudah dikuasai oleh mekanisme yang mereka ciptakan sehingga mereka hidup tanpa
jiwa dan tanpa kekuasaan.
Dalam masyarakat modern (komplek penduduk rapat) kompleksitas dan kerapatan
pendudukak yang tinggi membuat mereka kurang sensitive terhadap emosional
mereka apalagi masalah keagamaan mereka. Mereka cenderung ragu-ragu dalam memilih
kepercayaan (Imran Manan : 1989 : 53).
Yang paling fundamental dalam masyarakat modern adalah kepercayaan akan kemajuan ilmu
pengetahuan. Bagi mereka, masa depan bersifat terbuka. Mereka percaya bahwa kondisi
kemanusiaan, fisik, spiritual dapat diperbaiki dengan penggunaan sain dan teknologi.
Beberapa akibat dari kehidupan masyarakat modern adalah mereka terasing secara kehidupan
social yang disebabkan oleh pertumbuhan urbanisme yang mendorong mobilitas dan
melemahkan ikatan-ikatan kekeluargaan.
D. MASYARAKAT SEDERHANA (TRADISIONAL)
Sikap berpikir subjektif yang menyatukan dirinya dalam memahami gejala yang timbul
merupakan salah satu ciri masyarakat yang hidup dalam lingkungan yang sederhana.
Masyarakat sederhana (tradisional) masih bersikap untuk berpikir secara massif (pola pikir
yang tidak objektif dan rasional) untuk menganalisis, menilai dan menghubungkan suatu
gejala dengan gejala yang lain.
Manusia yang hidup tradisional (sederhana) biasanya masih ditandai dengan sikap berpikir
analogis dengan mengadakan generalisasi, penggunaan waktu secara subjektif serta kurang
mengenal waktu secara fisik.
Masyarakat sederhana menurut Robert Redfield dalam Imran Manan (1983 : 52)
mengistilahkannya denganFolk Sociaty yaitu masyarakat yang kecil, homogen, sangat
terintegrasi, terasing, solidaritas kelompok yang tinggi, pembagian kerja yang sederhana,
sebagian anggota masyarakat memiliki pengetahuan dan perhatian yang sama dan biasa
dengan pemikiran, sikap-sikap dan aktivitas dari seluruh anggota masyarakat.
Komuniktas masyarakat sederhana menimbang segala-galanya dengan prinsip-prinsip yang
telah baku, mereka cendrung untuk berubah sangat lambat.
E. PENDIDIKAN DALAM MAYARAKAT SEDERHANA DAN MODERN
Sangat berbeda dengan masyarakat modern, anak-anak masyarakat sederhana turut serta
secara aktif dalam kehidupan masyarakat. Dari umur muda mereka diharapka mempunyai

tanggung jawab sesuai dengan kekuatan dan pengalamannya.


Masyarakat sederhana mempunyai pengetahuan yang kurang terspesialisasi dan sedikit
keterampilan yang diajarkan membuat mereka tiada keperluan rasanya untuk menciptakan
institusi yang terpisah bagi pendidikan sepeti sekolah. Sebagai gantinya anak-anak
memperoleh warisan budaya dengan mengamati dan meniru orang dewasa dalam berbagai
kegiatan seperti upacara, berburu, pertanian dan panen.
Dalam kebudayaan masyarakat sederhana agen pendidikan yang formal termasuk di
dalamnya kelauarga dan kerabat. Sedangkan sekolah muncul relative terlambat dalam
lingkungan masyarakat sederhana. Adapun beberapa kondisi menurut Imran Manan (1989 :
57) yang mendorong timbulnya lembaga pendidikan (sekolah) dalam masyarakat sederhana
adalah :
1. Perkembangan agama dan kebutuhan untuk mendidik para calon ulama, pendeta, dll.
2. Pertumbuhan dari dalam (lingkungan masyarakat itu sendiri) atau pengaruh dari luar.
3. Pembagian kerja dalam masyarakat yang menuntut keterampilan dan dan teknik khusus.
4. Konflik dalam masyarakat yang mengancam nilai-nilai tradisional dan akhirnya menuntut
pendidikan untuk menguatkan penerimaan nilai-nilai warisan budaya.
Untuk mempelajari sesuatu biasanya anak-anak dalam masyarakat sederhana akan pergi
kepada orang yang mereka anggap ahlinya. Mereka pempelajrinya tidak hanya hal tersebut
secara universal disetujui bahwa ada hal-hal tertentu yang harus diketahui untuk
perkembangan mereka dan hubungannya dengan kehidupan mereka masa sekarang dan akan
dating. Artinya mereka belajar untuk kelangsungan hidupnya.
Dalam mempelajari keterampilan anak-anak masyarakat sederhana selalu memiliki hubungan
yang intim dengan visi orang dewasa, sehingga menimbulkan nilai-nilai kekeluargaan yang
erat di antara mereka. Begitu juga dengan guru-guru, sangat terikat tidak hanya dengan murdmurudnya, yang mungkin anggota kerabatnya, tetapi juga kepada hasil dari apa yang
diajarkannya. Jika ia gagal mengkomunikasikan keterampilannya secara efektif, dia akan
dapat merasakan langsung akibatnya dengan segera.
Dalam suatu masyarakat sederhana tidak mempunyai orang yang khusus berfungsi mengajar.
Anggota-anggota masyarakat yang lebih tua mengajar kelaurga yang muda, walupun untuk
tujuan-tujuan tertentu, seperti untuk menjadi guru mengaji, sebagai penceramah, dll. Sebagai
hasilnya mereka yang mengajar turut serta secara penuh dalam kehidupan masyarakat di
sekitarnya, karena guru-guru dalam masyarakat langsung mempraktekkan apa yang mereka
ajarkan, seperti seorang guru mengaji langsung mempraktekkan apa yang mereka ajarkan,
seorang ahli bertani langsung mempraktekkan apa yang akan mereka wariskan (ajarkan)

kepada pewarisnya, dll.


Dalam masyarakat sederhana pembelajaran menjadi lebih mudah sebab objek pembelajaran
selalu dapat diperoleh. Walaupun begitu di sejumlah masyarakat sederhana ada juga sejumlah
pengetahuan khusus yang mesti diajarkan dengan jelas, karena pengetahuan ini dipercayai
menjamin kelangsungan dan kesuburan masyarakat.
Sedangkan dalam masyarakat modern pendidikan memisahkan anak dari orang tuanya untuk
memperoleh ketampilan (ilmu pengetahuan dan teknologi) serta akan membutuhkan waktu
yang lebih panjang dari pada masyarakat sederhana. Dengan didirikannya lemabaga-lembaga
formal (sekolah) membuat mereka lebih banyak terpisah dengan lingkungan masyarakat
nmereka sedniri. Hal ini mengakibatkan anak-anak dalam masyarakat meodern akan terasing
dengan lingkungan masyarakatnya yang pada akhirnya akan mengurangi kepedulian diantara
mereka.
Dalam masyarakat modern pengetahuan yang akan diajarkan akan membutuhkan seorang
tenaga pengajar yang professional. Hal ini berimplikasi dengan cara pandang mereka bawah
mereka akan dapat memetik keuntungan ataupun kerugian dari spesialisasi, pengetahuan dan
keahlian yang telah mereka kuasai.
Dengan adanya tenaga-tenega professional, lembaga formal, serta sarana-dan parsaran yang
memadai akan melahirkan masyarakat modern yang juga akan memiliki kaulifikasi atau
kompetensi sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam perencanaan pembelajaran.
Akan tetapi kebanyakan tenaga pengejar (guru) dalam masyarakat modern cenderung
mangajarkan sesuatu kepada muridnya jauh dengan realita yang ada. Sebagai contoh seorang
guru bidang ekonomi yang mengajarkan cara menjadi manager keuangan, tidak akan terlibat
langsung menjadi manager keuangan. Hal ini berimplikasi kepada jauhnya sesuatu apa yang
mereka pelajari dari diri dan lingkungan mereka sendiri.
Anak-anak dalam masyarakat modern cenderung berada dibawah tekanan yang besar dari
orang tua dan guru-gurunya untuk menguasai pelajaran yang ditentukan dan dalam waktu
yang telah ditentukan. Gejala ini akan berpotensi menimbulkan gejala kelainan mental jika
hasil yang akan dicapai terlalau berat dibandingkan dengan kemampuan anak.
F. PENUTUP
Satu perbedaan yang sangat mendasar antara pendidikan dalam masyarakat sederhana dengan
masyarakat modern adalah pergeseran dari kebutuhan individu untuk mempelajari sesuatu
yang disetujui oleh setiap orang untuk kelangsungan hidupnya baik masa sekarang maupun
masa akan datang.

Semakin besar pengetahuan dan kompleks keterampilan yang akan dipelajari maka semakin
lama waktu diperlukan untuk kelangsungan kehidupan bermasyarakat.
Tugas pendidikan dalam masyarakat adalah membangkitkan rasa ingin tahu intelektual, yaitu
perhatian terhadap pengetahuan yang terpisah dari aplikasi praktisnya. Hal ini sangatlah tidah
mudah, karena diperlukan sikap, disiplin dan intelektual yang tidak bersifat pragmatis, instant
dan serba cepat.
Dengan adanya perbandingan pendidikan dalam masyarakat ini dieperolah perbandingan
yang lebih seimbang kritis mengenai sisstem pendidikan kita. Jelas, bahwa dalam pendidikan
tidak bias memindahkan praktek-praktek yang komplek kedalam kebudayaan yang lebih
komplek dan besar dan mengharapkan akan hasil. Sebaliknya sukses masyarakat sederhana
dalam mengurus aspek-aspek tertentu dalam mendorong pendidikannya, akan mendorong
kita untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan kita seperti masalah mengintegrasikan
anak-anak kedalam komunitas kedalam lingkungannya dan membangkitkan minat, motivasi
serta perhatian siswa selama masa pendidikan merupakan permasalahan-permasalahan yang
perlu dicarai solusinya dengan prespektif dan optimisme yang lebih besar.
Refernsi :
Azra, Azyumardi, (2002), Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan
Demokratisasi), Buku Kompas, Jakarta
Manan, Imran (1989), Anthropologi Pendidikan (Suatu pengantar), Departemen P & K, PPLPTK, Jakarta.
_____, (1989), Dasar-dasar Sosial Budaya Pendidikan, Departemen P & K, PP-LPTK,
Jakarta.
Tillar. R, (1979), Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat, Departemen Pendidikan &
Kebudayaan, Jakarta
http://ptik.stainbukittinggi.ac.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=56:pendidikan-dalam-masyarakat-modern-dansederhana&catid=37:ka-prodi&Itemid=49
PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT MODERN DAN SEDERHANA
Diposkan oleh faisaledutech di 07:05
Kebudayaan jauh lebih luas dari pengetahuan individu, sehingga tak seorangpun
dapat mengetahui lebih dari sebagian kecil dari padanya, namun kebudayaan demikian
goyahnya sehingga kebudayaan tersebut hampir dapat dirobah seluruhnya dalam beberapa

generasi. Jika karena beberapa alasan, seperti penaklukan oleh kekuasaan asing, orang muda
gagal menerima warisan budayanya, maka budaya dari orang tuanya akan punah.
A.

Beberapa Karakteristik Universal Dari Pendidikan


Hampir semua kegiatan belajar yang sadar dari manusia mengandung tiga proses

yaitu mendengarkan, memperhatikan, dan melakukan. Kebudayaan-kebudayaan tertentu


memberikan penekanan yang berlainan terhadap sati atau terhadap yang lain dari prosesproses ini dan besarnya tekanan yang mereka berikan pada salah satu atau yang lainnya
dalam mempelajari hal-hal tertentu. Dalam pendidikan Barat masa kini anak-anak membaca
lebih banyak dari pada memperhatikan dan mendengar, meskipun keseimbangan bergesar
sedikit karena pemakaian televise sebagai media dan karena banyak pendidikan terdiri dari
belajar melalui bekerja.
Lagi pula, sekolah-sekolah amerika sangat menekankan belajar melalui Tanya jawab, suatu
metode yang mendorong anak-anak untuk berfikir bagi dirinya. Asal saja hal tersebut tidak
hanya digunakan semata-semata untuk latihan sementara orang cina diharapkan untuk belajar
umumnya melalui memperhatikan, anak-anak Pilaga, pada pihak lain belajar lebih banyak
melalui kesalahan-kesalahan yang diperbaiki orang dewasa. Jika seorang anak menunjuk ke
sebuah objek, umpamanya, dan salah menamainya, orang dewasa akan membetulkannya.
Semua kebudayaan menggunakan upah dari hukuman untuk mendorong belajar dan
membetulkan perilaku yang salah. Upah itu bermacam-macam mulai dari memuji dan
menghargai sampai pada pemberian hadiah, hukuman mulai dari tidak mebenarkan dan
menertawakan sampai pada pengurungan dan pemukulan.
Semua masyarakat menyembunyikan pengetahuan penting tertentu dari anak-anak.
Orang changga mempertahankan superioritas orang laki-laki dengan menyatakan kepada
anak perempuan bahwa orang laki-laki tidak berak, sementara orang Hopi mengatakan
kepada anak-anak bahwa penari Kachina bukanlah manusia tetapi dewa-dewa. Masyarakat
modern cenderung untuk memelihara anak-anak agar awam mengenai sex, meskipun mereka
sering memperoleh fikiran-fikiran sembrono, biasanya dari anak yang lebih tua, dan mungkin
bereksperimen sendiri dengan pengetahuan tersebut.
Diseluruh dunia para remaja kelompok sebaya cenderung memperkuat konformitas
budaya. Dalam masyarakat sederhana dan juga dalam masyarakat industri modern kelompok
sebaya juga angota-anggotanya menjalankan standar moral orang tua mereka. Mereka dapat
berbuat demikian sebab dalam kebudayaan ini anak-anak tidak lagi memperoleh kehidupan
ekonomi mereka dari orang tua mereka, sebagai biasanya, mereka harus mencari sendiri.

Kedudukan sosial guru-guru berbeda-beda sesuai dengan penghargaan masyarakat


terhadap pengetahuan. Masyarakat-masyarakat seperti jepang dan cina yang memuja-muja
pengetahuan, menghargai guru-guru mereka lebih tinggi dari pada masyarakat Amerika dan
Eropa, yang kurang menghormati ilmu pengetahuan seperti adanya betapa besarpun mereka
menilai aplikasi materialnya. Dalam bukunya The School Master, ilmuwan inggris abad 16
Roger Ancham, mengeluh Karena golongan aristokrasi membayar pembantunya lebih tinggi
dari tutor anak-anak mereka. Sekarang, atlit professional dan pemain film menerima uang
lebih banyak dari pada seseorang professor.
B.

PERBANDINGAN ANTARA MASYARAKAT MODERN DAN MASYARAKAT

SEDERHANA
Sebelum memperbandingan sistem pendidikan masyarakat modern dan masyarakat
sederhana, terlebih dahulu akan diperbandingkan masyarakatnya sendiri. Konsep klasik
tentang masyarakat sederhana adalah pandangan Robert Redfield tentang folk society
sebagai suatu bentuk ideal yang kira-kira mendekati berbagai bentuk masyarakat non urban
(termasuk orang eksimo dan petani Mexico). Masyarakat yang demikian adalah kecil,
terasing, tidak atau setengah melek huruf, homogen, sangat terintegrasi, bersifat konsensus,
dengan solidaritas kelompok yang tinggi dan pembagian keja yang sederhana. Banyak dari
perilakunya bersifat kekeluargaan, tradisional, dan relatif statis. Anggota-anggotanya
cenderung bersifat inward looking.
Bagib philosof zaman pencerahan, masyarakat sederhana merupakan cermin orang dalam
keadaan alamiah sebelum terbentuknya pemerintahan tipe awal dari institusi-institusi masa
kini. Apa yang menjadi pegangan antropolog sekarang? Pertama semakin beragam
masyarakat yang dipelajari semakin kita temui elemen yang sama dari semua masyarakat,
yang memungkinkan kita untuk membuat plot dan barangkali mengawasi jalannya
perkembangan sosial budaya di masa depan. Berikutnya, karena lebih sederhana dan lebih
terintegrasi dari masyarakat modern, lebih mudah memahami secara keseluruhan; pengkajian
tentang mereka membentuk prolog yang cocok untuk mepertimbangkan kebudayaan yang
lebih kompleks. Masyarakat modern sangat homogen; sebagian besar anggota-anggotanya
memiliki pengetahuan dan perhatian yang sama dan biasa dengan pemikiran, sikap-sikap, dan
aktifitas dari seluruh anggota masyarakat.
Dalam masyarakat industry modern kompleks, terspesialisasi, dan rapat penduduknya
demikian banyak informasi telah terkumpul sehingga banyak orang tidak tahu lagi adanya
pengetahuan, umpamanya, neurophysiology, atau cybernetics. Dalam kata-kata Jule Henry,
ketika pengetahuan berkembang dalam suatu masyarakat, ketidaktahuan cenderung untuk

meningkat pada individu-individu, karena mereka cenderung untuk mengetahui semakin


sedikit dari jumlah informasi yang ada,. Dilemma ini terutama terliihat pada guru-guru
sekolah yang diharapkan akan mengajar berbagai mata pelajaran.
Kompleksitas yang tinggi dari kebudayaan modern cenderung membuat mereka kurang
sensitive terhadap dampak dari emosi massa dibandingkan dengan masyarakat sederhana.
Bagi kebanyakan orang barat suku sederhana kelihatan seperti kekanak-kanakan dalam hal
perobahan perasaan yang cepat. Satu alasan bagi perbandingan yang tidak tepat ini adalah
karena anggota-anggota masyarakat sederhana kurang biasa dibandingkan dengan orang barat
dalam berfikir reflektif. Yang lain ialah kesegaman latar belakang dan pandangan dalam
suku-suku sederhana mendorong munculnya reaksi yang sama terhadap stimuli yang sama.
Dalam kebudayaan yang terdiversifikasi, dan dalam kebudayaan yang jamak seperti
kebudayaan kita (Amerika), rata-rata anak dihadapkan kepada serangkaian pengaruh yang
saling bersaing, seperti orang tua, guru, teman sebaya, dan televisi.
Dalam masyarakat modern unit keluarga yang tipikal ialah keluarga batin , yang terdiri dari
suami-istri dan anak-anak. Dalam umumnya masyarakat sederhana unit keluarga adalah
keluarga luas, atau kelompok kekerabatan, yang terdiri dari beberapa generasi yang diikat
bersama melalui garis laki-laki, seperti dalam masyarakat Navaho. Kelompok kekerabatan
biasanya mendiami tinggal bersama, masing-masing keluarga yang lebih kecil diam di
pondok atau bahagian bangunan untuk dia sekeluarga.
Diantara kepercayaan modern ialah satu yang paling fundamental dan yang punya efek paling
jauh adalah kepercayaan akan kemajuan (progress). Bagi orang modern masa depan, dengan
sedikit pembatasan, bersifat terbuka. Dia percaya bahwa kondisi kemanusiaan, fisik dan
spiritual, melalui penggunaan sain terhadap alam dan hubungan kemanusiaan, dapat
diperbaiki hamper-hampir secara tidak terbatas. Bagi orang sederhana sebaliknya, skema
benda-benda tidak bisa dirobah. Manusia dan lingkungannya membentuk satu kesatuan yang
tidak bisa dibagi. Alam harus dilayani, tidak untuk dieksploitasi. Orang Indian amerika
mempercayai bahwa dalam berburu binatang-binatang tertentu sipemburu dan binatang
buruannya bekerja sama dengan alam dalam aktifitas suci, manusia menyediakan upacara,
dan binatang menyediakan daging.
Dalam suku-suku sederhana individu ada hanya sebagai anggota dari komunitinya yang
disesuaikan dengan susunan benda-benda yang tidak berubah-ubah. Dengan mengikuti tata
cara masyarakat individu-individu akan selamat dan makmur. Beberapa suku, seperti Indian
Wintu, tidak memliki wawasan tentang diri sendiri sebagai entity yang terpisah. Orang
modern secara sosial lebih terasing. Dengan pertumbuhan urbanisme yang mendorong

mobilitas dan spesialisasi dan melemahkan ikatan-ikatan kekeluargaan, rata-rata orang benarbenar berhubungan hanya dengan sebagian kecil dari kelompok-kelompok yang ada dalam
masyarakatnya dan dia memiliki sebagian saja pengertian dari hanya beberapa aktifitas
kebudayaannya. Fakta ini memunculkan suatu tanggung jawab besar sistem pendidikan
modern yaitu, memperkenalkan kepada generasi muda, betapa seingkatnya, lapangan luas
kebudayaan yang biasanya tidak akan [ernah mereka hadapi sebagai pengalaman pertama.
Bila hampir semua anggota komunitas masyarakat sederhana menghayati asumsi-asumsi
dasar yang sama, sedangkan sebaliknya dalam masyrakat maju orang cepat beedar dalam isuisu yang besar tanpa menghancurkan kesatuan seluruh kebudayaan. Umpamanya, perang
saudara di amerika, mungkin telah memecah masyarakata amerika tetapi perang tersebut
tidak memecah kebudayaan amerika. Sementara sebuah masyarakat sederhana memenuhi
kebutuhab yang relatif tetap dan dikenal semua masyarakat industry modern mesti terus
menggerakkan roda eknomi. Karena ekonomi biasanya membaharui produk-produk lama dan
membuat prodeuk-produk baru lebih cepat dari permintaan konsumen, ekonomi tersebut
menciptakan sistem iklan untuk menjaga supaya permintaan meningkat sesuai dengan
produksi. Pengrajin masyarakat sederhana sebaliknya menghasilkan barang-barang yang
dibutuhkan bilka barang tersebut diperlukan. Karena permintaan terhadap barangnya relatif
mantap, dia tidak perlu mengiklankan atau juga tidak perlu para penjual. Demikianlah
masyarakat sederhana stabil sebab kebutuhan anggota-anggotanya relatif terbatas, tetapi
masyarakat modern resah dan dinamis, karena diasumsikan bahwa kebutuhan anggotaanggotanya tidak terbatas.
Masyarakat-masyarakat Barat modern secara teoritis tidak meletakkan batas terhadap
pemilikan/harta yang mungkin ditumpuk orang karena itu kita punya permintaan yang hentihentinya terhadap kekayaan, sebaliknya umumnya masyarakat sederhana mebatasi jumlah
harta yang boleh dikumpulkan oleh seseorang, dan masyarakat menggunakan berbagai cara
untuk membebaskan dirinya dari surplus yang secara budaya tidak disetujui,seperti
pertukaran secara ritual, membagikan kepada saudara, membakarnya waktu upacara
kematian, dan menggunakannya untuk membayar upacara. Kerja merusak lebih dalam ke
dalam kehidupan masyarakat sederhana dibandingkan dengan dalam kehidupan pekerja
modern. Karena suatu masyarakat sederhana menimbang segala-galanya dengan prinsipprinsip yang telah baku, mereka cenderung untuk berubah sangat lambat. Karena itu beberapa
perubahan dalam tradisi dalam langkah tarian atau gaya hiasan yang bagi seorang Barat
hamir-hampir tidak terlihat, mungkin terlihat revolusioner oleh orang-orang masyarakar

sederhana. Perobahan tiba-tiba dan hebat, sebagai akibat bencana atau intervensi
Barat,mungkin akan menggoncangkan kebudayaan secara keseluruhan.
C.

PERBANDINGAN PENDIDIKAN MODERN DAN SEDERHANA

Berbeda dengan anak modern, anak-anak masyarakat sederhana turut serta secara aktif dalam
kehidupan masyarakat. Dari umur muda sekali dia diharapkan mempunyai tanggung jawab
sesuai dengan kekuatannya dan pengalamannya, terutama dengan menolong keluarganya
untuk memperoleh penghidupan. Anak laki-laki berburu dan menggiring binatang-binatang
kecil dan anak-anak perempuan menolong di lading atau mengasuh adik-adik. Karena
masyarakat sederhana mempunyai pengetahuan yang kurang terspesialisasi dan sedikit
keterampilan yang akan diajarkan, dank arena cara hidup dikerjakan di muka semua orang
tidak ada keperluan untuk menciptakan institusi yang terpisah bagi pendidikan seperti di
sekola. Sebagai gantinya anak-anak memperoleh warisan budaya dengan mengamati dan
meniru orang dewasa dalam berbagai kegiatan upacara-upacara berburu, festival pertanian
dan panen. Konsep tentang realita orang modern, menerimanya kurang dalam konsepnya
tentang realita orang modern menerimanya kurang dari pengalaman langsung dan lebih
banyak menerima dari pengalaman kebudayaannya dibandingkan dengan orang-orang di
masyarakat.
Dalam kebudayaan masyarakat sederhana agen pendidikan formal termasuk keluarga, kerabat
dan upacara inistasi. Sekolah muncul relatif terlambat dalam sejarah sebuah kebudayaan, dan
dalam beberapa kebudayaan tidak sama sekali. Berbagai kondisi yang meminta supaya
sekolah muncul adalah :
1.

Perkembangan agama yang melembaga dan kebutuhan untuk mendidik pendeta,

2.

Pertumbuhan dari dalam atau penaklukan dari luar, yang memerlukan persiapan

administrasi sipil dan militer.


3.

Pembagian kerja yang menuntut pendidikan dalam teknik khusus dan dalam

masyarakat industri, kebutuhan akan melek huruf sebagai prasyarat keterampilan vokasional;
4.

Konflik dalam masyarakat, yang mengancam nilai-nilai tradisional dan kepercayaan-

kepercayaan dan yang akhirnya menjurus kepada penggunaan pendidikan untuk menguatkan
penerimaan warisan budaya.
Transmisi budaya tidak pernah diserahkan kepada sekolah semata. Satu perbedaan yang
sangat besar antara pendidikan dalam masyarakat sederhana dan masyarakat modern adalah
pergeseran dari kebutuhan seorang individu untuk mempelajari sesuatu yang disetujui oleh
setiap orang yang mereka setujui untuk mereka ketahui kearah apa yang dikatakan Margaret
Mead kemauan beberapa individu untuk mengajarkan sesuatu yang tidak disepakati bahwa

siapapun mempunyai keinginan untuk tahu. Anak-anak masyarakat sederhana pergi ke


seorang ahli dalam sukunya untuk mempelajari apa yang dapat dipelajari tentang aktivitas
tertentu, seperti menagnkap ikan, berburu, memasang perangkap dan maknanyadalam adat
dan pengetahuan dari sukunya. Dia mempelajarinya tidak hanya karena hal tersebut secara
universal disetujui bahwa ada hal-hal tertentu yang harus diketahuinya dengan
meperkembangkan hubungan langsung bagi kehidupan sekarang dan masa depan, tetapi juga
karena dia sendiri ingin mengetahuinya. Dengan ringkas dia belajar untuk kelanjutan
hidupnya, umpamanya, jalan mana yang harus dia ikuti dan jalan mana yang harus dihindari,
buah-buahan mana yang bisa dimakan dan yang mana yang beracun. Dengan menemani
ayahnya, anaknya belajar berburu dengan benar-benar mebunuh binatang, dan saudara
perempuannya belajar begaimana mengurus keluarga dan mengerjakan bersama kerja-kerja
rumah tangga.
Kelesuan anak-anak modern terhadap pendidikan mempunyai sebab-sebab yang berlawanan,
ketidakmampuannya menghubungkan informasi yang diperolehnya di sekolah dengan apa
yang mesti dia ketahui supaya bekerja produktif dan menikmatinya dalam kehidupannya.
Sementara anak-anak masyarakat sederhana selalu dalam hubungan yang intim dengan visi
orang dewasa terhadap keteranpilan yang sedang dipelajarinya, sebaliknya anak-anak
masyarakat modern pada umumnya terpisah secara fisik dan psikologi dari pekerjaanpekerjaan dan pabrik-pabrik yang akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang
diajarkan kepadanya.
Kelihatannya banyak persoalan tergantung pada consep of interest. Perhatian anak-anak
suku sederhana terhadap apa yang begitu jelas dan dekat berhubungan dengan dirinya
tidaklah mungkin lagi pada siswa-siswi sekolah modern. Sekarang tugas pendidikan adalah
membangkitkan rasa ingin tahu intelektual, yaitu perhatian terhadap pengetahuan terpisah
dari aplikasi praktisnya. Hal ini tidak mudah, karena hal tersebut menuntut dari anak-anak
suatu sikap yang tidak terpengaruh, disiplin, dan permainan inetelek yang tidak dating
kepadanya dengan cepat tetapi itulah tanda dari orang berperadaban. Suatu masyarakat
sederhana tidak mempunyai orang yang hanya berfungsi mengajar. Anggota-anggota suku
yang lebih tua mengajar keluarganya yang lebih muda, walaupun untuk tujuan-tujuan tertentu
seperti latihan untuk jadi pendeta, orang dewasa tertentu bisa dipilih. Sebagai hasilnya,
mereka-mereka yang mengajar turut serta secara penuh dalam kehidupan masyarakat.
Diantara kebudayaan-kebudayaan yang lebih maju beban pengetahuan yang akan diajarkan
memerlukan seorang guru profesional yang dalam masyarakat Barat dewasa ini cenderung

untuk dijauhkan dari kehidupan industry dan pengetahuan dan perdagangan dalam
masyarakatnya.
Guru-guru dalam masyarakat sederhana mempraktekkan apa yang mereka ajarkan; pemburu
mengajarkan memanah dan melempar peluru, petani mengajarkan bertani, an seterusnya.
Dalam masyarakat modern, seorang guru ekonomi sekolah lanjutan tidak bisa sekalian
menjadi eksekutif sebuah perusahaan atau agen iklan. Karena tidak mempunyai yang lain lagi
yang akan diajarkan, selain dari yang dipraktekkan sehari-hari guru-guru dalam masyarakat
sederhana mengawinkan mengajarkan dengan mengerjakan. Tambahan lagi, guru-guru dalam
masyarakat sederhana sangat terikat tidak hanya kepada murid-muridnya, yang mungkin
anggota kerabatnya, tetapi juga kepada hasil dari apa yang diajarkannya. Jika ia gagal
mengkomunikasikan keterampilannya secara efektif, dia akan merasakan langsung akibatnya
dengan sengera. Jika seorang anak tidak diajarkan secara tepat bagaimana berburu, gurunya
mungkin akan kelapara. Guru di Barat tidak terlibat secaa langsung dengan sukses atau gagal
muridnya, kurang merasakan insentif hidup atau mati untuk mengajar efektif. Dalam
masyarakat sederhana mengajarkan dan belajar menjadi lebih muda sebab objek pengajaran
selalu dapat diperoleh, apakah itu namanya tombak, bajak, atau topeng upacara. Walaupun
begitu disejumlah masyarakat sederhana ada juga sejumlah pengetahuan khusu yang mesti
diajarkan dengan jelas, karena pengetahuan ini dipercayai menjamin kelangsungan dan
kesuburan masyarakat. Guru-guru amerika pada pihak lain, musti menjelaskan hal-hal yang
sangat jauh terpisah dalam ruang dan waktu bagi dia dan murid-muridnya seperti hamlet,
pemecahan nuklir, dan perdagangan budak. Jika dia mengajarkan pengetahuan tentang
sejarah kuno, dia mesti mencoba menjelaskan relevansinya dengan kehidupan modern.
Makin besar jumlah pengetahuan dan makin kompleks keterampilan yang diperlukan untuk
kehidupan kebudayaan maka akan lama pendidikan berlangsung. Masyarakat modern
mengajarkan anak-anak mereka lebih banyak pengetahuan dari pada masyarakat sederhana,
menggunakan lebih banyak dalam pengajaran formal, meskipun waktunya makin kurang bagi
masing-masing mata pelajaran yang diajarkan. Dengan demikian banyak yang akan diajarkan
dari pada yang diajarkan dalam masyarakat sederhana, anak-anak dalam masyarakat modern
berada dibawah tekanan lebih besar dari orang tua dan guru-guru untuk menguasai pelajaran
yang ditentukan bagi orang seumurnya dalam waktu yang telah ditentukan. Peraturan
resminya adalah bahwa masing-masing anak amerika harus mempelajari mata pelajaran baru
hanya hanya bila ia telah siap untuk itu; walaupun begitu, ia terus didorong kearah standar
yang ditentukan oleh temperamen dan bakatnya sendiri. Gejala yang biasa tentang rintangan
mental mungkin adalah hasil dari terlalu beratnya beban dibandingkan dengan kemampuan

anak. Suatu alasan mengapa kita mempelajari metode pendidikan masyarakat sederhana ialah
untuk memperoleh metode pendidikan masytarakat sederhana ialah memperoleh pandangan
yang lebih seimbang dan kritis mengenai sistem pendidikan kita. Jelas kita tidak bisa
memindahkan praktek-praktek mereka ke dalam kebudayaan yang lebih kompleks dan besar
dan mengharapkan berhasil, karena hal tersebut berarti kita memindahkannyadari konteks
dimana ia berlaku, mengurus aspek-aspek tertentu dari kehidupan pendidikannya harus
mendorong kita untuk mengatasi masalah-masalah kita sendiri dengan perspektif dan
optimisme yang lebih besar.
http://ichaledutech.blogspot.com/2011/10/pendidikan-dalam-masyarakat-modern-dan.html
Masyarakat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri
berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah
suatu

jaringan

hubungan-hubungan

antar entitas-entitas.

Masyarakat

adalah

sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu
komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai
sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.
Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.
Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral
nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut
masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri
sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan
kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan
yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society
berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa

setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan
bersama
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
Berikut ini adalah pengertian dan definisi tentang masyarakat menurut beberapa ahli :
#

PETER

L.

BERGER

Definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas
sifatnya. Keseluruhan yang kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas
bagian-bagian

yang

membentuk

suatu

kesatuan.

MARX

Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun


konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya

GILLIn

&

GILLIN

Masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan
perasaan

persatuan

yang

HAROLD

diikat

oleh

J.

kesamaan.

LASKI

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai
terkabulnya

keinginan-keinginan

mereka

ROBERT

bersama

MACIVER

Masyarakat adalah suatu sistim hubungan-hubungan yang ditertibkan (society means a


system

of

ordered

SELO

relations)

SOEMARDJAN

Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan

#
Masyarakat

HORTON
adalah

suatu

&

organisasi

manusai

HUNT

yang

saling

berhubungan

MANSUR

FAKIH

Masyarakat adalah sesuah sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan
masing-masing bagian secara terus menerus mencari keseimbangan (equilibrium) dan
harmoni
http://carapedia.com/pengertian_definisi_masyarakat_menurut_para_ahli_info488.html
A.Pengertian
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang
berhubungan

tetap

dan

mempunyai

kepentingan

yang

sama.Seperti;

sekolah,

keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat


Dalam ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat
paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi
antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka.Kalau pada
masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
Unsur-unsur suatu masyarakat
a.Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
b.Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
c.adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada
kepentingan dan tujuan bersama.
Bila dipandang cara terbentuk nya masyaraka:
1.Masyarakat paksaan,misalnya negara, masyarakat tawanan
2.Masyarakat mardeka
a).Masyarakat natur,yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendiri nya, seperti:geromboklan
(harde), suku (stam), yang bertalian karena hubungan darah atau keturunan.
b).Masyarakat

kultur,yaitu

masyarakat

yang

terjadi

karena

kapantingn

kedunian

ataukepercayaan.
Masyarakat dipandang dari sudut Antropologi terdapat dua type masyarakat:
1)Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, belum mengenal pembagian kerja, belum
mengenal tulisan, dan tehknologi nya sederhana.
2).Masyarakat sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala

barmasyarakat bidang, kerena pengetahuan modern sudah maju,tehknologi pun sudah


berkembang,dan
sudah mengenaltulisan.
Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup
a). Hasrat sosial
Adalah merupakan hasrat yang ada pada setiap individu untuk menghubungkan
dirinya kepada individu lain atau kelompok
b).Hasrat untuk mempertahankan diri Adalah hasrat untuk mempertahan kan diri dari
berbagai pengaruh luar yang mungkin datang kepada nya, sehingga individu tersebut Faktorfaktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat perlu bergabung dangan individu
lain atau kelompok. c).Hasrat berjuang Hasrat ini dapat kita lihat pada adanya persaingan,
keingina membantah pendapat orang lain. Sehingga mereka mengadakan persatuan untuk
mencapai tajuan, yaitu tujuan bersama.
d).Hasrat harga diri
Rasa harga diri merupakan hasrat pada seseorang untuk menganggap atau bertindak atas diri
nya lebih tinggi dari pada orang lain, karena mereka ingin mendapat penghargaan yang
selayaknya.
e).Hasrat meniru Adalah hasrat untuk menyatakan secara diam-diam atau terang-terangan
sebagian dari salah satu gajala atau tindakan.
f).Hasrat bergaul Hasrat untuk bergabung dengan orang-orang tertentu, kelompok tertentu,
atau masyarakat tertentu dalam suatu masyarakat.
g). Hasrat untuk mendapat kan kebebasan
Hasrat ini tampak jelas pada tindakan-tindakan manusia bila mendapat kekangan-kekagan
atau pembatasan-pembatasan.
h)Hasrat untuk memberitahukan
Hasrat untuk menyampaikan perasaan-perasaan kepada orang lain biasanya disampaikan
dengan suara atau isyarat
i).Hasrat simpati
Kesanggupan untuk dengan langsung turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain
B. bagaimana mastarakat masa depan yang baik?
Masyarakat merupakan gabungan dari individu-individu, oleh karena itu setiap idividu harus
bisa menjadi masyarakat yang modern, dalam arti tanggap akan perubahan-perubahan zaman,
untuk itu masyarakat harus bisa menguasai IPTEK yang semangkin hari semakin
berkembang pesat.

Untuk lebih jelas modernisasi adalah peroses perubahan masyarakat dan kebudayaan dalam
seluruh aspeknya, dari sitem tradisional menuju ke sistem yang modern.
Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain :
perkembangan ilmu
perkembangan teknologi
perkembangan industri
perkembangan ekonomi
social change saat ini adalah gejala sosial yang dijumpai diseluruh dunia da tidak terbatas
pada negara-negara berkembag saja, social change adalah perubahan sosial dalam pergaulan
hidup manusia dan akibat-akibatnya terhadap pergaula hidup manusia itu sendiri. Perubahan
tersebut telah menjadi fakta kehidupan manusia sejak dahulu kala, serta merupakan reaksi
atas ransangan dari luar, perubahan tersebut dapat menimbulkan efek yang positif dan
negatif.
Kalua berbicara social change maka yang terpikirkan adalah social change abad ke 20 ini,
yaitu akibat kelanjutan perubahan kemajuan ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi serta
pengunaannya oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pengunaanya telah mengakibatkan
serta pengaruhnya terhadap sosial politik, eknomi, tetapi juga pada fsikis san susila terhadap
masyarakat. Inti dari social change adalah demi kemajuan anggota-anggota masyarakat yang
bersangkutan dan realisasi perubahan-perubahan tersebut memerlukan penyesuaian dan
penguasaan angota dalam pergaulan hidup, terhadap keadaan yang baru itu.
Proses perubahan masyarakat dan kebudayaan yang dikehendaki dandirencanakan, biasanya
dinamakan modernisasi. Proses ini pada intinya berarti meningkatkan kemampuan dari
masyarkat yang bersangkutan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup :
kenutuhan akan sandang
keselamatan terhadap harta benda dan jiwa
kesempatan yang wajar untuk dihargai
mendapat kasih sayang dari sesamanya
kesempatan untuk dapat mengembangkan kemampuan atau potens
http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-masyarakat/
Definisi masyarakat modern dapat diartikan sebagai masyarakat yang sebagian besar
warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban
dunia masa kini. Masyarakat modern relative bebas dari kekuasaan adat istiadat lama, karena
mengalami

perubahan

dalam

perkembangan

zaman

dewasa

ini.

Ciri-ciri

masyarakat

modern:

1. hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.


2. hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain dilakukan secara terbuka dalam suasana
saling mempengaruhi, kecuali (mungkin) dalam penjagaan rahasia penemuan-penemuan
baru.
3. kepercayaan yang kuat pada manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk
senantiasa

meningkatkan

kesejahteraan

masyarakat.

4. masyarakat tergolong-golong menurut bermacam-macam profesi serta keahlian yang


masing-masing dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga-lembaga pendidikan
keterampilan
5.

tingkat

dan
pendidikan

formal,

pada

kejujuran.
umumnya

tinggi

dan

merata.

6. hukum yang berlaku pada pokoknya adalah hukum tertulis yang sangat kompleks.
7. ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan
uang

dan

alat-alat

pembayaran

lain.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2134661-masyarakatmodern/#ixzz2AZgNLMnF
A. Pengertian Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi
nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini. Pada umumnya
masyarakat modern tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat kota. Namun
tidak semua masyarakat kota tidak dapat disebut masyarakat modern,sebab orang kota tidak
memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan.
B. Ciri-ciri Masyarakat Modern
1. Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
2. Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling
memepengaruhi
3. Keprcayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4. Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesiyang dapat dipelajari dan
ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
5. Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
6. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks

7. Ekonomi hamper seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkanatas penggunaan


uangdan alat-alat pembayaran lain.
C. Masyarakat Modern dilihat dari berbagai Aspek
Aspek Mental Manusia :
1. Cenderung didasarkan pada pola pikirserta pola perilaku rasionalatau logis, dengan cirricirimenghargai karya orang lain, menghargai waktu, menghargai mutu, berpikir kreatif,
efisien, produktif percaya pada diri sendiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
2. Memiliki sifat keterbukaan, yaitu dapat menerima pandangan dan gagasan orang lain.
Aspek Teknologi :
1. Teknologi merupakan factor utama untuk menunjang kehidupan kearah kemajuan atau
modernisasi.
2. Sebagai hasil ilmu pengetahuan dengan kemampuan produksi dan efisiensi yang tinggi.
Aspek Pranata Sosial :
I. Pranata Agama :
Relatif kurang terasa dan tampak dalam kehidupan sehari-hari, diaibatkan karena sekularisme
II. Pranata Ekonomi :
1. Bertumpu pada sektor Indusri Pembagian kerja yang lebih tegas dan memiliki batas-batas
yang nyata.
2. Pembagian kerja berdasarkan usia dan jenis kelamin kurang terlihat.
3. Kesamaan kesempatan kerja antar priadan wanita sangat tinggi.
4. Kurang mengenal gotong-royong.
5. Diobedakan menjadi tiga fungsi, yaitu: produksi distribusi, dan konsumsi.
6. Hampir semua kebutuhan hidupmasyarakat diperoleh melalui pasar dengan menggunakan
uang sebagai alat tukar yang sah.
III. Pranata Keluarga :
1. Ikatan kekeluargaan sudah mulai lemahdan longgar, karena cara hidup yang cenderung
inidividualis.
2. Rasa solidaritas berdasarkan kekerabatan umumnya sudah mulai menipis.
IV. Pranata Pendidikan :
Tersedianya fasilitas pendidikan formal mulai dari tingkat rendah hingga tinggi, disamping
pendidikan keterampilan khusus lainnya.
V. Pranata Politik :
Adanya pertumbuhan dan berkembangnya kesadaran berpolitik sebagai wujud demokratisasi
masyarakat.

D. Gambaran Umum Kehidupan Masyarakat Modern


Pada kehidupan masyarakat modern, kerja merupakan bentuk eksploitasi kepada diri,
sehingga mempengaruhi pola ibadah, makan, dan pola hubungan pribadi dengan keluarga.
Sehingga dalam kebudayaan industri dan birokrasi modern pada umumnya, dipersonalisasi
menjadi pemandangan sehari-hari. Masyarakat modern mudah stres dan muncul penyakitpenyakit baru yang berkaitan dengan perubahan pola makanan dan pola kerja.
Yang terjadi kemudian adalah dehumanisasi dan alienasi atau keterasingan, karena dipacu
oleh semangat kerja yang tinggi untuk menumpuk modal. Berger menyebutnya
sebagai lonely crowd karena pribadi menemukan dirinya amat kuat dalam kehidupan
bermasyarakat. Dalam kebudayaan industrialisasi, terus terjadi krisis. Pertama, kosmos yang
nyaman berubah makna karena otonomisasi dan sekularisasi sehingga rasa aman lenyap.
Kedua masyarakat yang nyaman dirobek-robek karena individu mendesakkan diri kepada
pusat semesta, ketiga nilai kebersamaan goyah, keempat birokrasi dan waktu menggantikan
tokoh mistis dan waktu mitologi.
Para penganut paham pascamodern seperti Lyotard pernah mengemukakan perlunya suatu
jaminan meta-sosial, yang dengannya hidup kita dijamin lebih merdeka, bahagia, dan
sebagainya.

Khotbah

agung-nya

(metanarasi)

ini

mengutamakan

perlunya new

sensibility bagi masyarakat yang terjebak dalam gejala dehumanisasi budaya modern.
Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan
nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi.
Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan
penampilan mutu yang amat rendah.
E. Kebudayaan Modern
Proses akulturasi di Negara-negara berkembang tampaknya beralir secara simpang siur,
dipercepat oleh usul-usul radikal, dihambat oleh aliran kolot, tersesat dalam ideologiideologi, tetapi pada dasarnya dilihat arah induk yang lurus: the things of humanity all
humanity enjoys. Terdapatlah arus pokok yang dengan spontan menerima unsur-unsur
kebudayaan internasional yang jelas menguntungkan secara positif.
Akan tetapi pada refleksi dan dalam usaha merumuskannya kerap kali timbul reaksi, karena
kategori berpikir belum mendamaikan diri dengan suasana baru atau penataran asing. Taraftaraf akulturasi dengan kebudayaan Barat pada permulaan masih dapat diperbedakan,
kemudian menjadi overlapping satu kepada yang lain sampai pluralitas, taraf, tingkat dan
aliran timbul yang serentak. Kebudayaan Barat mempengaruhi masyarakat Indonesia, lapis
demi lapis, makin lama makin luas lagi dalam (Bakker; 1984).

Apakah kebudayaan Barat modern semua buruk dan akan mengerogoti Kebudayaan Nasional
yang telah ada? Oleh karena itu, kita perlu merumuskan definisi yang jelas tentang
Kebudayaan Barat Modern. Menurut para ahli kebudayaan modern dibedakan menjadi tiga
macam yaitu:
a. Kebudayaan Teknologi Modern
Pertama kita harus membedakan antara Kebudayan Barat Modern dan Kebudayaan
Teknologis Modern. Kebudayaan Teknologis Modern merupakan anak Kebudayaan Barat.
Akan tetapi, meskipun Kebudayaan Teknologis Modern jelas sekali ikut menentukan wujud
Kebudayaan Barat, anak itu sudah menjadi dewasa dan sekarang memperoleh semakin
banyak masukan non-Barat, misalnya dari Jepang.
Kebudayaan Tekonologis Modern merupakan sesuatu yang kompleks. Penyataan-penyataan
simplistik, begitu pula penilaian-penilaian hitam putih hanya akan menunjukkan
kekurangcanggihan pikiran. Kebudayaan itu kelihatan bukan hanya dalam sains dan
teknologi, melainkan dalam kedudukan dominan yang diambil oleh hasil-hasil sains dan
teknologi dalam hidup masyarakat: media komunikasi, sarana mobilitas fisik dan angkutan,
segala macam peralatan rumah tangga serta persenjataan modern. Hampir semua produk
kebutuhan hidup sehari-hari sudah melibatkan teknologi modern dalam pembuatannya.
Kebudayaan Teknologis Modern itu kontradiktif. Dalam arti tertentu dia bebas nilai, netral.
Bisa dipakai atau tidak. Pemakaiannya tidak mempunyai implikasi ideologis atau keagamaan.
Seorang Sekularis dan Ateis, Kristen Liberal, Budhis, Islam Modernis atau Islam
Fundamentalis, bahkan segala macam aliran New Age dan para normal dapat dan mau
memakainya, tanpa mengkompromikan keyakinan atau kepercayaan mereka masing-masing.
Kebudayaan Teknologis Modern secara mencolok bersifat instumental.
b. Kebudayaan Modern Tiruan
Dari kebudayaan Teknologis Modern perlu dibedakan sesuatu yang mau saya sebut sebagai
Kebudayaan Modern Tiruan. Kebudayaan Modern Tiruan itu terwujud dalam lingkungan
yang tampaknya mencerminkan kegemerlapan teknologi tinggi dan kemodernan, tetapi
sebenarnya hanya mencakup pemilikan simbol-simbol lahiriah saja, misalnya kebudayaan
lapangan terbang internasional, kebudayaan supermarket (mall), dan kebudayaan Kentucky
Fried Chicken (KFC).
Di lapangan terbang internasional orang dikelilingi oleh hasil teknologi tinggi, ia bergerak
dalam dunia buatan: tangga berjalan, duty free shop dengan tawaran hal-hal yang kelihatan
mentereng dan modern, meskipun sebenarnya tidak dibutuhkan, suasana non-real kabin

pesawat terbang; semuanya artifisial, semuanya di seluruh dunia sama, tak ada hubungan
batin.
Kebudayaan Modern Tiruan hidup dari ilusi, bahwa asal orang bersentuhan dengan hasil-hasil
teknologi modern, ia menjadi manusia modern. Padahal dunia artifisial itu tidak
menyumbangkan sesuatu apapun terhadap identitas kita. Identitas kita malahan semakin
kosong karena kita semakin membiarkan diri dikemudikan. Selera kita, kelakuan kita, pilihan
pakaian, rasa kagum dan penilaian kita semakin dimanipulasi, semakin kita tidak memiliki
diri sendiri. Itulah sebabnya kebudayaan ini tidak nyata, melainkan tiruan, blasteran.
Anak Kebudayaan Modern Tiruan ini adalah Konsumerisme: orang ketagihan membeli,
bukan karena ia membutuhkan, atau ingin menikmati apa yang dibeli, melainkan demi
membelinya sendiri. Kebudayaan Modern Blateran ini, bahkan membuat kita kehilangan
kemampuan untuk menikmati sesuatu dengan sungguh-sungguh. Konsumerisme berarti kita
ingin memiliki sesuatu, akan tetapi kita semakin tidak mampu lagi menikmatinya. Orang
makan di KFC bukan karena ayam di situ lebih enak rasanya, melainkan karena fast food
dianggap gayanya manusia yang trendy, dan trendy adalah modern.
c. Kebudayaan-Kebudayaan Barat
Kita keliru apabila budaya blastern kita samakan dengan Kebudayaan Barat Modern.
Kebudayaan Blastern itu memang produk Kebudayaan Barat, tetapi bukan hatinya, bukan
pusatnya dan bukan kunci vitalitasnya. Ia mengancam Kebudayaan Barat, seperti ia
mengancam identitas kebudayaan lain, akan tetapi ia belum mencaploknya. Italia, Perancis,
spayol, Jerman, bahkan barangkali juga Amerika Serikat masih mempertahankan kebudayaan
khas mereka masing-masing. Meskipun di mana-mana orang minum Coca Cola, kebudayaan
itu belum menjadi Kebudayaan Coca Cola.
Orang yang sekadar tersenggol sedikit dengan kebudayaan Barat palsu itu, dengan demikian
belum mesti menjadi orang modern. Ia juga belum akan mengerti bagaimana orang Barat
menilai, apa cita-citanya tentang pergaulan, apa selera estetik dan cita rasanya, apakah
keyakinan-keyakinan moral dan religiusnya, apakah paham tanggung jawabnya (Suseno;
1992).
F. Tantangan Kebudayaan Masyarakat Modern
1. Kebudayaan Modern Tiruan
Tantangan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah Kebudayaan Modern Tiruan. Dia
mengancam justru karena tidak sejati, tidak substansial. Yang ditawarkan adalah semu.
Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastik, manusia tanpa kepribadian, manusia
terasing, manusia kosong, manusia latah.

Kebudayaan Blasteran Modern bagaikan drakula: ia mentereng, mempunyai daya tarik luar
biasa, ia lama kelamaan meyedot pandangan asli kita tentang nilai, tentang dasar harga diri,
tentang status. Ia menawarkan kemewahan-kemewahan yang dulu bahkan tidak dapat kita
impikan. Ia menjanjikan kepenuhan hidup, kemantapan diri, asal kita mau berhenti berpikir
sendiri, berhenti membuat kita kehilangan penilaian kita sendiri. Akhirnya kita kehabisan
darah , kehabisan identitas. Kebudayaan modern tiruan membuat kita lepas dari kebudayaan
tradisional kita sendiri, sekaligus juga tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern
sungguhan (Suseno;1992)
2. Bagaimana Memberi Makan, Sandang, dan Rumah
Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa, budaya adalah perjuangan manusia dalam mengatasi
masalah alam dan zaman. Permasalahan yang paling mendasar bagi manusia adalah masalah
makan, pakaian dan perumahan. Ketika orang kekurangan gizi bagaimana ia akan mendapat
orang yang cerdas. Ketika kebutuhan pokok saja tidak terpenuhi bagaimana orang akan
berpikir maju dan menciptakan teknologi yang hebat. Jangankan untuk itu, permasalahan
pemenuhan kebutuhan kita sangat mempengaruhi pola hubungan di antara manusia. Orang
rela mencuri bahkan membunuh agar ia bisa makan sesuap nasi. Sehingga, kelalaian dalam
hal ini bukan hanya berdampak pada kemiskinan, kelaparan, kematian, akan tetapi akan
berpengaruh dalam tatanan budaya-sosial masyarakat.
3. Masalah Pendidikan yang Tepat
Pendidikan masih menjadi permasalahan yang menjadi perhatian serius jika bangsa ini ingin
dipandang dalam percaturan dunia. Ada fenomena yang menarik terkait dengan hal ini, yaitu
mengenai kolaborasi kebudayaan dengan pendidikan, dalam artian bagaimana sistem
pendidikan yang ada mengintrinsikkan kebudayaan di dalamnya. Dimana ada suatu
kebudayaan yang menjadi spirit dari sistem pendidikan yang kita terapkan.
4. Mengejar Kemajuan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Problem ini beranjak ketika kita sampai saat ini masih menjadi konsumen atas produk-produk
teknologi dari negara luar. Situasi keilmiahan kita belum berkembang dengan baik dan belum
didukung oleh iklim yang kondusif bagi para ilmuan untuk melakukan penelitian dan
penciptaan produk-produk, teknologi baru. Jika kita tetap mengandalkan impor produk dari
luar negeri, maka kita akan terus terbelakang. Oleh karena itu, hal ini tantangan bagi kita
untuk mengejar ketertinggalan iptek dari negara-negara maju.
5. Kondisi Alam Global
Beberapa waktu yang lalu di halaman depan harian Kompas tanggal 12 April 2007, ada berita
menarik mengenai keadaan bumi hari ini, Pemanasan Global, Jutaan Orang akan Teracam.

Pemanasan global akan memberi dampak negatif yang nyata bagi kehidupan ratusan juta
warga di dunia. Demikianlah antara lain isi laporan kedua PBB yang sudah dipublikasikan
tahun 2007. Laporan pertama berisikan bukti ilmiah perubahan iklim, sedangkan laporan
ketiga akan membeberkan tindakan untuk menanganinya.
Laporan para pakar yang tergabung dalam Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC)
dibeberkan dalam jumpa pers secara serentak di berbagai belahan dunia, Selasa (10/04/2007).
Laporan setebal 1.572 halaman itu ditulis dan dikaji 441 anggota IPCC.
Salah satu dampak pemanasan global adalah meningkatnya suhu permukaan bumi sepanjang
lima tahun mendatang. Hal itu akan mengakibatkan gunung es di Amerika Latin mencair.
Dampak lanjutannya adalah kegagalan panen, yang hingga tahun 2050 mengakibatkan 130
juta penduduk dunia, terutama di Asia, kelaparan. Pertanian gandum di Afrika juga akan
mengalami hal yang sama.
Laporan itu menggarisbawahi dampak pemanasan global berupa meningkatnya permukaan
laut, lenyapnya beberapa spesies dan bencana nasional yang makin meningkat. Disebutkan,
30% garis pantai di dunia akan lenyap pada 2080. Lapisan es di kutub mencair hingga terjadi
aliran air di kutub utara. Hal itu akan mengakibatkan terusan Panama terbenam.
Naiknya suhu memicu topan yang lebih dasyat hingga mempengaruhi wilayah pantai yang
selama ini aman dari gangguan badai. Banyak tempat yang kini kering makin kering,
sebaliknya berbagai tempat basah akan semakin basah. Kesenjangan distribusi air secara
alami ini akan berpotensi meningkatkan ketegangan dalam pemanfaaatan air untuk
kepentingan industri, pertanian dan penduduk.
Asia menjadi bagian dari bumi yang akan paling parah. Perubahan iklim yang tak terdeteksi
akan menjadi bencana lingkungan dan ekonomi, dan buntutnya adalah tragedi kemanusiaan.
Laporan itu mengingatkan, setiap kenaikan suhu udara 2 derajat celsius, antara lain akan
menurunkan produksi pertanian di Cina dan Bangladesh hingga 30 persen hingga 2050.
Kelangkaan air meningkat di India seiring dengan menurunya lapisan es di Pegunungan
Himalaya. Sekitar 100 juta warga pesisir di Asia pemukimannya tergenang karena
peningkatan permukaan laut setinggi antara 1 milimeter hingga 3 milimeter setiap tahun. Saat
ini, pemanasan global sudah terasa dengan terjadinya kematian dan punahnya spesies di
Afrika dan Asia
G. Dampak Negatif dari budaya Masyarakat Modern
1. Penyalahgunaan media teknologi sebagai sarana pencarian hal-hal yang tidak ada
hubungannya dengan ilmu pengetahuan.

2. Timbulnya praktek-peraktek curang dalam dunia kerja seperti korupsi, kolusi dan
nepotisme.
3. Sekularisasi adalah sebuah proses pemisahan institusi-institusi dan simbol-simbol politis
dari initusi-institusi dan simbol-simbol religius. Kebijakan-kebijakan Negara yang mengatur
sebuah masyarakat tidak lagi didasarkan pada norma-norma agama, melainkan pada asas-asas
non-religius, seperti: etika dan pragmatisme politik. Kelahiran Negara nasional dan Negara
konstitusional di zaman modern menandai proses ini. Konstitusi Negara modern tidak lagi
didasarkan pada doktrin-doktrin religius, seperti pada Negara-negara tradisional di Eropa
abad pertengahan, melainkan pada prosedur-prosedur birokratis rasional yang mengakui
kesamaan hak dan kebebasan setiap warganegara. Mengapa masyarakat modern menempuh
jalan sekularisasi? Karena (1) Otoritas politis tidak merasa cukup dengan wewenangnya atas
wilayah publik dan ingin juga memberikan regulasi dalam ruang privat seperti yang
dilakukan oleh otoritas religius; dan (2) pikiran kritis dicurigai sebagai unsur subversif yang
melemahkan kepatuhan kepada otoritas. Sekularisasi adalah upaya memberi batas-batas di
antara kedua bidang itu dengan memandang keduanya otonom, yakni yang satu tidak dapat
direduksi kepada yang lain. Dengan sekularisasi, urusan-urusan religius dianggap beroperasi
di dalam ruang privat, tercakup dalam kebebasan subjektif individu untuk menemukan jalan
hidupnya. Efek positif sekularisasi adalah toleransi agama, sebab doktrin-doktrin dan nilainilai

religius

tidak

lagi

dikalkulasi

di

dalam

politik.

Kita berbicara tentang sekularisme jika kita memusatkan perhatian kita pada efek negatif
sekularisasi. Sekularisasi dapat mendorong pada ekstrem atau ekses, yakni suatu sikap
berlebih-lebihan untuk menyingkirkan segala alasan, motif atau dimensi religius sebagai
omong kosong. Pandangan-pandangan seperti ateisme, materialisme dan saintisme
merupakan berbagai aspek dalam sekularisme. Sekularisme dalam arti ini bukanlah sebuah
proses sosial-epistemologis, melainkan sebuah ideologi dengan kesempitan berpikir yang
tidak dapat mentoleransi eksistensi agama di dalam masyarakat majemuk. Jika agama
menghasilkan fundamentalisme religius, proses sekularisasi juga dapat menghasilkan suatu
fundamentalisme

tertentu,

yakni

fundamentalisme

profane.

Itulah

sekularisme.

Jadi, di sini kita dapat mengatakan bahwa sekularisasi adalah proses yang wajar di dalam
modernisasi, karena pemisahan antara agama dan Negara memang diperlukan untuk
memungkinkan kebebasan dan keadilan dalam masyarakat majemuk, namun sekularisme
harus diwaspadai. Untuk masyarakat kita yang cenderung religius, sekularisme bukanlah
ancaman real; fundamentalisme agamalah yang merupakan ancaman real bagi kemajemukan.
Yang sebaliknya juga harus dikatakan: Sekularisme bukanlah solusi untuk masalah

kemajemukan, sebab sekularisme adalah bentuk intoleransi terhadap agama manaupun yang
merupakan anggota masyarakat majemuk. Yang dibutuhkan masyarakat kita adalah tingkat
sekularisasi tertentu (baik secara structural maupun kultural) agar dapat bersikap fair
terhadap kemajemukan orientasi nilai di dalam masyarakat kita. Kebijakan-kebijakan politis
yang berorientasi agama tertentu, misalnya, tidak dapat begitu saja dijadikan norma publik
untuk mengatur keseluruhan masyarakat, karena akan bersikap tidak fair terhadap kelompokkelompok lain bahkan dalam agama yang sama.
4. Liberalisme adalah ideologi modern, karena ia muncul bersamaan dengan modernisasi dan
segala pertentangan ideologis dalam masyarakat modern tak lain daripada pertentangan
dengan liberalisme, sehingga cerita tentang modernitas tak kurang daripada cerita tentang
liberalisme dan para lawannya. Dalam arti ini, liberalisme sangat sensitif terhadap
kolektivisme dan absolutisme kekuasaan. Ekonomi tidak dapat tumbuh jika terus diintervensi
Negara, maka liberalisme sejak awal mendukung ekonomi pasar bebas. Di dalam pasar orang
tidak bertransaksi dengan membeda-bedakan latar-belakang agama dan kebudayaan. Yang
penting transaksi itu fair. Dengan kata lain, di dalam transaksi orang melihat agama partner
transaksinya sebagai urusan privatnya yang tidak relevan untuk proses pertukaran dalam
pasar. Pola transaksi yang melihat agama sebagai persoalan privat yang tidak relevan untuk
proses pertukaran itu oleh liberalisme diaplikasikan di dalam hubungan yang lebih luas, yaitu
di dalam Negara modern. Liberalisme ekonomi mengandung bahaya tertentu, yaitu
intoleransi terhadap mereka yang dimarginalisasikan secara ekonomis oleh mekanisme pasar
bebas itu. Namun liberalisme yang berkaitan dengan pendirian intelektual dan sikap-sikap
politis justru membantu sebuah masyarakat untuk toleran terhadap kemajemukan. Jika
Negara berkonsentrasi pada the problem of justice dan tidak mengintervensi the problem of
good life yang adalah kewenangan kelompok-kelompok dalam masyarakat itu, Negara akan
menjadi milik bersama kelompok-kelompok sosial itu dan tidak bersikap diskriminatif.
Negara liberal berupaya bersikap netral terhadap agama-agama di dalamnya, dan ini justru
mendukung kebebasan individu. Di sini liberalisme dapat juga dilihat sebagai hasil dari
sekularisasi yang tidak secara mutlak perlu bermuara pada sekularisme. Artinya, suatu
Negara liberal tidak harus sekularistis, yakni ingin menyingkirkan agama di dalamnya.
Negara liberal juga bisa memiliki respek terhadap agama, namun regulasi-regulasinya tetap
sekular. Ia bersikap netral dari agama, namun memberi infrastruktur yang adil bagi agamaagama untuk berkembang, sebab para anggota agama-agama itu adalah juga warganegaranya.
5. Pluralisme adalah sebuah pandangan yang beroperasi di dalam kebudayaan dalam bentuk
sikap-sikap yang menerima kemajemukan orientasi-orientasi nilai di dalam masyarakat

modern. Dasar pluralisme adalah the fact of plurality, yakni suatu kenyataan bahwa jika
sebuah masyarakat mengalami modernisasi, masyarakat itu mengalami pluralisasi nilai di
dalam dirinya. Pluralitas tidak serta merta memunculkan pluralisme, karena tidak semua
orang setuju pluralitas. Kaum konservatif dan rmonatis, misalnya, akan meratapi pluralitas
sebagai sindrom disintegrasi sosial dan moral. Namun ada kelompok-kelompok yang
menerima pluralitas sebagai kenyataan hidup bersama dan mencoba hidup bersama secara
toleran. Kelompok-kelompok ini bisa berasal dari kalangan agama, cendikia, politikus atau
budayawan. Pandangan yang menerima pluralitas sebagai realitas hidup bersama dan
mencoba mengembangkan sarana-sarana moral dan intelektual untuk membuka ruang
kebebasan dan toleransi bagi aneka orientasi nilai etnis, religius ataupun poltis di dalam
mayarakat

modern

itu

kita

sebut

pluralisme.

Jika kita menilik ke belakang, ke dalam sejarah agama-agama itu, kita tidak dapat
memisahkan agama dari kebudayaan. Setiap agama tertanam dan tumbuh dalam konteks
kebudayaan dan juga sejarahnya, maka pluralitas juga menandai sejarah setiap agama. Tidak
ada hanya satu Kristen, satu Hindhu, satu Islam atau satu Budhisme, karena di tiap
kebudayaan berkembang cara-cara dan simbol-simbol spesifik dalam menghayati Tuhan.
Simbol-simbol itu bahkan dipinjam dari konteks kebudayaan tertentu, misalnya, Jawa,
Romawi, India atau Arab. Namun tak semua kelompok agama mau bersikap fair terhadap
fakta pluralitas di dalam agama-agama ini. Kelompok-kelompok macam ini di antara
mereka konservatif garis keras terobsesi pada sebuah fiksi bahwa agama mereka itu
homogen dan murni dari unsur-unsur kebudayaan. Fiksi itu sudah barang tentu berbahaya
sekali karena menjadi intoleran terhadap kemajemukan kebudayaan dan agama. Kelompokkelompok agama yang menerima fakta kemajemukan bahkan di dalam agama mereka sendiri
serta mencoba mengembangkan sebuah teologi pluralis sering dicurigai sebagai sesuatu yang
morongrong integritas iman, padahal mereka ini bisa saja justru mendorong cara-cara
beriman yang dewasa dan terbuka terhadap perubahan dan perbedaan di dalam masyarakat
modern.
http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/makalah-masyarakat-modern-dankebudayannya/
Masyarakat
1.

Tradisional
Pengertian

Masyarakat

Tradisional

Apakah yang dimaksud dengan masyarakat tradisional ? Masyarakat tradisional adalah


masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat
adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang

mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya. Jadi, masyarakat
tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau
kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka
belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan
sosialnya. Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan
alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh luar. Jadi, kebudayaan masyarakat
tradisional tidak mengalami perubahan mendasar. Karena peranan adat-istiadat sangat kuat
menguasai

kehidupan

mereka.

Masyarakat tradisional hidup di daerah pedesaan yang secara geografis terletak di pedalaman
yang jauh dari keramaian kota. Masyarakat ini dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau
masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja
sama, dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
Istilah desa dapat merujuk pada arti yang berbeda-beda, tergantung dari sudut pandangnya.
Secara

umum

desa

memiliki

unsur,

yaitu

1) Daerah dan letak, yang diartikan sebagai tanah yang meliputi luas, lokasi dan batasbatasnya

yang

merupakan

lingkungan

geografis;

2) Penduduk; meliputi jumlah, struktur umur, struktur mata pencaharian yang sebagian besar
bertani,

serta

pertumbuhannya.

3) Tata kehidupan; meliputi corak atau pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan warga desa.
Ketiga unsur dari desa tersebut tidak lepas satu sama lain, melainkan merupakan satu
kesatuan
Secara sosiologis pengertian desa memberikan penekanan pada kesatuan masyarakat
pertanian dalam suatu masyarakat yang jelas menurut susunan pemerintahannya. Bila kita
amati secara fisik, desa diwarnai dengan kehijauan alamnya, kadang-kadang dilingkungi
gunung-gunung, lembah-lembah atau hutan, dan umumnya belum sepenuhnya digarap
manusia.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai sebagai kehidupan yang tenteram, damai,
selaras, jauh dari perubahan yang dapat menimbulkan konflik. Oleh karena itu, desa dianggap
sebagai tempat yang cocok untuk menenangkan pikiran atau melepaskan lelah dari kehidupan
kota. Akan tetapi, sebaliknya, adapula kesan yang menganggap masyarakat desa adalah
bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, sulit menerima pembaharuan, mudah ditipu dan
sebagainya. Kesan semacam ini timbul karena masyarakat kota hanya mengamati kehidupan

desa secara sepintas dan kurang mengetahui tentang kehidupan mereka sebenarnya.
Namun demikian, perlu kita pahami bahwa tidak semua masyarakat desa dapat kita sebut
sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang mengalami perubahan ke arah
kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi, masyarakat desa yang
dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam pembahasan ini adalah mereka yang berada
di pedalaman dan kurang mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.
2.

Ciri-Ciri

Masyarakat

Tradisional

Ciri yang paling pokok dalam kehidupan masyarakat tradisional adalah ketergantungan
mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya. Faktor ketergantungan masyarakat tradisional
terhadap alam ditandai dengan proses penyesuaian terhadap lingkungan alam itu.
Jadi, masyarakat tradisional, hubungan terhadap lingkungan alam secara khusus dapat
dibedakan

dalam

dua

1)

Hubungan

langsung

2)

Kehidupan

dalam

hal,

yaitu

dengan

alam,

konteks

yang

:
dan
agraris.

Dengan demikian pola kehidupan m masyarakat tradisional tersebut ditentukan oleh 3 faktor,
yaitu
1)

:
Ketergantungan

terhadap

alam,

2) Derajat kemajuan teknis dalam hal penguasaan dan penggunaan alam, dan
3) Struktur sosial yang berkaitan dengan dua faktor ini, yaitu struktur sosial geografis serta
struktur

pemilikan

dan

B.
1.

penggunaan

Masyarakat
Pengertian

tanah.
Transisi

Masyarakat

Transisi

Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke
masyarakat yang lainnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah
kebiasaan kota, yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor
industri.
2.
Ciri-ciri

Ciri-Ciri

Masyarakat

masyarakat

transisi

Transisi
:

a. Adanya pergeseran dalam bidang, misalnya pekerjaan, seperti pergeseran dari tenaga kerja
pertanian

ke

sektor

industri

b. Adanya pergeseran pada tingkat pendidikan. Di mana sebelumnya tingkat pendidikan

rendah,
c.
d.

tetapi menjadi

sekrang mempunya

Mengalami
Masyarakat

e.

sudah

tingkat pendidikan

perubahan
mulai

Tingkat

terbuka

dengan

ke

arah

perubahan

dan

mobilitas

yang

meningkat.
kemajuan

kemajuan

masyarakat

jaman.
tinggi.

f. Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.
C.

Masyarakat

1.

Pengertian

Modern
Masyarakat

Modern

Apakah yang dimaksud dengan masyarakat modern ? masyarakat modern adalah masyarakat
yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan
dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adatistiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini.
Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar
yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam
mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan
yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang
dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.
Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat
modern

ini

disebut

juga

masyarakat

perkotaan

atau

masyarakat

kota.

Pengertian kota secara sosiologi terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan
ditentukan oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Dari pengertian
di atas, dapat diartikan bahwa tidak semua warga masyarakat kota dapat disebut masyarakat
modern, sebab banyak orang kota yang tidak mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah
ke kehidupan peradaban dunia masa kini, misalnya gelandangan atau orang yang tidak jelas
pekerjaan

dan

2.

Ciri-Ciri

tempat

tinggal.

Masyarakat

Modern

Alam tidak lagi hal yang amat vital dalam menunjang kehidupan mereka seperti yang dialami
masyarakat tradisional. Sebaliknya alam dikendalikan dengan kemampuan pengetahuan
mereka

dalam

menunjang

kehidupan

yang

lebih

baik.

Masyarakat kota yang hidupnya mengalami gejala modernisasi umumnya hidup dari sektor
industri, selain itu mereka juga hidup dari sektor perdagangan kepariwisataan, dan jasa
lainnya. Jadi, kota yang sebagian besar warganya terlibat dalam kegiatan itu disebut kota

industri. Sistem mata pencaharian sektor industri mempengaruhi segi-segi kehidupan sosial
masyarakat modern antara lain mempengaruhi pembentukan sistem pelapisan sosial,
organisasi sosial, pola-pola perilaku, nilai dan norma sosial, kekuasaan dan wewenang dan
segi-segi

kehidupan

lainnya

yang

D.

merupakan

ciri-ciri

masyarakat

Masyarakat

1.

Pengertian

modern.
Pedesaan

Masyarakat

Pedesaan

Masyarakat pedesaan ialah masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu yang
ukurannya lebih kecil dari wilayah kota. Masyarakat desa adalah bentuk persekutuan abadi
antara manusia dan institusinya dalam wilayah setempat yaitu tempat mereka tinggal di
rumah-rumah pertanian yang tersebar dan di kampung yang biasanya menjadi pusat kegiatan
bersama.

Sering

disebut

2.

dengan

masyarakat

Ciri-Ciri

Desa
Warren

desa
Kelompok
Hubungan

adalah

primer

merupakan

antarwarga

bersfiat

Homogen

pedesaan.

Ciri-ciri
-

Masyarakat

Roucek
-

pertanian

lebih

dilihat

kelompok
akrab

dalam

dominan
dan

berbagi

Mobilitas
Keluarga

aspeknya

sosial

fungsinya

Proporsi

secara

ekonomis

anak

rendah
sebagai

unit

lebih

produksi
besar

Mayor

Polak

awet

Bersifat
Bersifat

koeltif

dalam

kekeluargaan
pembagian

dan

pengerjaan

tanah

- Bersifat kesatuan ekonomis, yaitu dapat memenuhi kebutuhan sendiri (subsistensi)


Bauchmant
-

Jumlah
Sebagian

penduduk
besar

penduduk
Dikuasai

dari

pertanian
alam
Homogen

Mobilitas

Hubungan

Talcott

kecil

rendah
intim
Parson

Afektifitas : Hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan, dan kemesraan.

Wujudnya
-

berupa

Bersifat

kolektif

sikap
dalam

tolong

pembagian

menolong.

dan

pengerjaan

tanah.

- Bersfiat kesatuan ekonomis , yaitu dapat memenuhi kebutuhan sendiri (subsistensi)


Bauchmant
-

Jumlah
Sebagian

besar

penduduk
penduduk

kecil

hidup

dari

pertanian

Dikuasai

alam

Homogen

Mobilitas

rendah

Hubungan

intim

Talcott

Parson

Afektifitas : hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan, dan kemesraan.
Wujudnya

berupa

sikap

tolong

menolong

terhadap

orang

lain.

Orientasi kolektif : meningkatkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak (enggan)
berbeda

pendapat

Partikularisme : semua hal yang berhubungan dengan apa yang khusus untuk tempat atau
daerah

tertentu

saja,

perasaan

subjektif,

rasa

kebersamaan

Askripsi : berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan
suatu usaha yang disengaja, tetapi lebih merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan
kebiasaan

atau

keharusan

Kekaburan (Diffusenses) : sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antarpribadi,
tanpa

ketegasan

yang

3.
Perkembangan

dinyatakan

secara

Tipologi
desa

1)

eksplisit

(tidak

to

the

point).

Perkembangan
mengikuti

Desa

pola

Desa

sebagai

berikut

Tradisional

(Pradesa)

Pada masyarakat suku terasing yang masih bergantung pada alam (cara bercocok tanam, cara
memasak makanan, cara pemeliharaan kesehatan) kondisi masyarakat relatif statis tradisional
masyarakat tergantung pada keterampilan dan kemampuan pemimpin (kepala suku).
2)

Desa

Swadaya

Sudah mampu mengolah alam untuk mencukup kebutuhan sendiri sudah mengenal sistem
iritasi
3)

sehingga
Desa

tidak
Swakarsa

tergantung

curah
(Desa

hujan.
peralihan)

Sudah menuju ke arah kemajuan benih-benih demokrasi sudah mulai tumbuh 9tidak lagi
tergantung pada pemimpin) mobilitas sosial sudah mulai ada baik vertikal maupun horizontal.

4)

Desa

Swasembada

Masyarakat sudah tergolong maju sudah mengenal mekanisasi dan teknologi ilmiah
partisipasi

masyarakat

dalam

E.

bidang

pembangunan

sudah

efektif.

Masyarakat

1.

Pengertian

Perkotaan
Masyarakat

Perkotaan

Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi
nilai

budaya

2.

yang

terarah

Ciri

a.

Ciri

ke

kehidupan

Ciri

Pembagian

dalam

peradaban

Ciri

Kehidupan
kerja

masa

Masyarakat

Masyarakat
sudah

dunia

Kota

Kota

Sebagai

terspesialisasi

kini.

berikut

dengan

:
jelas

- Organisasi sosial lebih berdasar pada pekerjaan dan kelas sosial daripada kekeluargaan
- Lembaga pemerintahan lebih maju berdasar teritoritum daripada kekeluargaan t
-

Terdapat
Mempunyai

sarana

b.

sistem

perdagangan

komunikasi

dan

telekomunikasi

Berteknologi
Ciri-ciri

masyarakat

kota

dan

pertukaran
yang

yang
menurut

Talcott

lengkap
rasional.

Parson

antara

lain

- Netralitas efektif, memperhatikan sikap netral, mulai sikap acuh tak acuh sampai tidak
memperdulikan jika menurut pendapatnya tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan
pribadinya.
- Orientasi diri, menonjolkan kepentingan pribadi dan tidak segan-segan menentang jika
dirasa
-

tidak

Universalisme,

cocok
berpikir

atau
objektif,

diasakan
menerima

melanggar
segala

sesuatu

kepentingannya
secara

objektif

- Prestasi, suka mengejar prestasi, karena prestasi mendorong orang terus maju.
- Spesifitas, menujukkan sesuatu yang jelas dan tegas dalam hubungan antara pribadi,
maksudnya niat dinyatakan secara langsung (to the point).
http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seorang dewasa terhadap pihak lain
yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan (M.I. Soelaiman,1985). Artinya bahwa
pendidikan merupakan suatu cara dimana lebih menekankan terhadap keterkaitannya antara
peserta didik dan pendidik. Peserta didik dianalogikan sebagai orang yang belum dewasa,
sedangkan pendidik sendiri dianalogikan sebagai orang yang lebih dewasa. Dengan demikian
pendidikan tidak akan berdiri tanpa adanya dua aspek tersebut.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan manusia, pengertian pendidikan dapat diuraikan
dalam tiga bagian, yaitu: pengertian pendidikan berdasarkan ruang lingkup, pengertian
pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah, dan pengertian pendidikan berdasarkan
pendekatan sistem.
1.

Pengertian Pendidikan Berdasarkan Ruang Lingkup

Pengertian pendidikan berdasarkan ruang lingkupnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
pengertian mahaluas, luas terbatas, dan secara sempit.
a.

Mahaluas

Dalam ruang lingkup maha luas, pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang
berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
b.

Luas terbatas

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan keluarga, masyarakat dan pemerintah
melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan
luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan
peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan dating ( Redja
Mudyahardjo, 2001:11).
c.

Secara sempit

Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan


formal. Artinya bahwa pendidikan lebih menekankan pengaruh sekolah terhadap peserta
didiknya sehingga dengan kemampuan dan kecakapan yang diperolehnya dapat
melaksanakan tugas-tugas sosialnya dalam masyarakat kelak.
2.

Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Ilmiah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan


ilmiah, kita cari tahu terlebih dahulu apa pendekatan ilmiah dalam pendidikan itu sendiri?
Pendekatan ilmiah dalam pendidikan lebih diarahkan pada pendidikan sebagai empiris,
artinya didasarkan apa adanya yang terjadi.

Pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah artinya berdasarkan pada kajian setiap
karakteristik keilmuan dari setiap disiplin ilmu yang dipersembahkan terhadap pendidikan.
Dalam ruang lingkup ini, pengertian pendidikan itu sendiri dapat dilihat dari berbagai aspek
disiplin ilmu yang lain, diantaranya: psikologi, sosiologi, antropologi, politik dan ekonomi.
3.

Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Sistem

Pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan sistem dikatakan bahwa proses pendidikan itu
sama dengan sebuah sistem. Sistem yang mengatur keseluruhan dalam pendidikan, dimana
dalam sistem tersebut diperlukan input yang dapat diproses sehingga mengahsilkan output
yang baik. Proses disini adalah pendidikan yang dilakukan di suatu lembaga baik formal,
informal maupun nonformal.
Menurut Redja Mudyahardjo, pendidikan adalah keseluruhan yang terintegrasi dari setiap
aspek pendidikan, mulai dari input yang diproses atau ditransformasikan oleh komponenkomponen pendidikan yang berhubungan satu sama lain yang sesuai dengan fungsinya
masing-masing berjalan seiring seirama dalam mencapai tujuan pendidikan (output
pendidikan ), yaitu manusia terdidik yang mempunyai kemampuan kognitif, afektif dan
psikomotor.
B. Lembaga Penyelenggara Pendidikan
1.

Sekolah

Sekolah merupakan lembaga formal yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dimana semua
peraturan dan semua aspek di tentukan oleh aturan berupa UU yang mengaturnya. Sekolah
diharapkan bisa menjadi sentral dalam pendidikan terhadap peserta didiknya, namun sekolah
juga berharap orang tua bisa membantu dalam pendidikan kepada anaknya agar bisa lebih
terkontrol dengan baik.
Banyak jenis sekolah yang ada pada saat ini, baik yang bersifat negeri sampai kepada sekolah
yang masih dibawah naungan suatu yayasan atau swasta. Dalam perkembangannya,
munculah sekolah-sekolah yang bersifat kejuruan.
2.

Langgar

Langgar merupakan sebuah lembaga pendidikan yang sangat sederhana. Pendidikan yang
dilaksanakan biasanya berupa pendidikan agama islam. Khusus di daerah perkampungan
banyak ditemukan langgar-langgar selain sebagai lembaga penyelenggara pendidikan,
digunakan juga sebagai sarana ibadah. Pembelajarannya pun masih tingkat dasarnya saja,
seperti: belajar membaca al-quran, rukun islam, dll.

Namun untuk di kota-kota besar tidak ditemukan lembaga sejenis ini. Karena sudah adanya
lembaga yang lebih besar yaitu pondok pesantren
3.

Pondok Pesantren
Pondok Pesantren merupakan pendidikan lanjutan setelah pendidikan yang

dilaksanakan di langgar. Sistem pendidikan semacam ini sudah berlangsung dari sejak zaman
Hindu/Budha termasuk di India. Pengajaran yang dilakukan di pesantren tidak beda jauh
dengan yang dilaksanakan di Langgar, namun yang membedakannya adalah tingkatan dalam
materi yang disampaikannya.
Baik di pesantren maupun di langgar untuk zaman dahulu tidak diajarkan
pengetahuan umum, namun berbeda dengan saat ini banyak pesantren yang mengajarkan pula
pengetahuan umum. Sebagai contoh kita ketahui bersama seperti pesantren Gontor di
Ponorogo, dan masih banyak pesantren-pesantren yang sama seperti yang dimaksud.
Adapun ciri-ciri pesantren adalah berpusat pada agama, guru tidak digaji, merupakan suatu
lingkungan khusus dimana guru dan murid tinggal bersama-sama. (Pendidikan, 2011)
C. Fungsi dan Peranan Pendidikandalam Masyarakat
Sebagian besar masyarakat modern memandang lembaga-lembaga pendidikan sebagai
peranan kunci dalam mencapai tujuan sosial. Pemerintah bersama orang tua telah
menyediakan anggaran pendidikan yang diperlukan secara besar-besaran untuk kemajuan
sosial dan pembangunan bangsa, untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional yang berupa
nilai-nilai luhur yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan diharapkan bisa memupuk rasa takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kemajuan-kemajuan dan pembangunan politik,
ekonomi, dan sosial demi tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Berbicara tentang fungsi dan peranan pendidikan dalam masyarakat ada bermacam-macam
pendapat. Wuradji (1988) menyatakan bahwa pendidikan sebagai lembaga konservatif
mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut: (1) Fungsi sosialisasi, (2) Fungsi kontrol sosial, (3)
Fungsi pelestarian budaya Masyarakat, (4) Fungsi latihan dan pengembangan tenaga kerja,
(5) Fungsi seleksi dan alokasi, (6) Fungsi pendidikan dan perubahan sosial, (7) Fungsi
reproduksi budaya, (8) Fungsi difusi kultural, (9) Fungsi peningkatan sosial, dan (10) Fungsi
modifikasi sosial.
Jeane H. Ballantine (1983) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu
sebagai berikut: (1) fungsi sosialisasi, (2) fungsi seleksi, latihan dan alokasi, (3) fungsi
inovasi danperubahan sosial, (4) fungsi pengembangan pribadi dan sosial.

Meta Spencer dan Alec Inkeles (1982) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam
masyarakat itu sebagai berikut: (1) memindahkan nilai-nilai budaya, (2) nilai-nilai
pengajaran, (3) peningkatan mobilitas sosial, (4) fungsi stratifikasi, (5) latihan jabatan, (6)
mengembangkan dan memantapkan hubungan hubungan sosial (7) membentuk semangat
kebangsaan, (8) pengasuh bayi.
Dari tiga pendapat tersebut di atas, tidak ada perbedaan tetapi saling melengkapi antara
pendapat yang satu dengan pendapat yang lain.
1)

Fungsi Sosialisasi.

Dengan adanya pendidikan diharapkan proses sosialisasi dalam masyarakat bisa berjalan
dengan baik. Sehingga proses sosialisasi bisa berjalan dengan wajar dan mulus. Oleh karena,
orang tua dan keluarga berharap sekolah dapat melaksanakan proses sosialisasi tersebut
dengan baik. Dalam lembaga-lembaga ini guru-guru di sekolah dipandang sebagai model dan
dianggap dapat mengemban amanat orang tua (keluarga dan masyarakat) agar anak-anakmemahami dan kemudian mengadopsi nilai-nilai budaya masyarakatnya.
Sekolah mengemban tugas untuk melaksanakan upaya-upaya mengalihkan nilai-nilai budaya
masyarakat dengan mengajarkan nilai-nilai yang menjadi way of life masyarakat dan
bangsanya. Untuk memenuhi fungsi dan tugasnya tersebut sekolah menetapkan program dan
kurikulum pendidikan, beserta metode dan tekniknya secara pedagogis, agar proses transmisi
nilai-nilai tersebut berjalan lancar dan mulus.
2) Fungsi kontrol sosial
Sekolah dalam menanamkan nilai-nilai dan loyalitas terhadap tatanan tradisional masyarakat
harus juga berfungsi sebagai lembaga pelayanan sekolah untuk melakukan kontrol sosial.
Melalui pendidikan semacam ini individu bisa mengambil nilai-nilai sosial dan melakukan
interaksi dalam kehidupannya sehari-hari.
Sekolah sebagai lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan proses
sosialisasi serta kontrol sosial diharapkan bisa mendidik peserta didiknya lebih berkualitas.
Sehingga tatanan masyarakat bisa terjalin dengan baik. Selain itu, sekolah juga berfungsi
sebagai alat pemersatu dan segala aliran dan pandangan hidup yang dianut oleh para siswa.
Sebagai contoh sekolah di Indonesia, sekolah harus menanamkan nilai-nilai Pancasila yang
dianut oleh bangsa dan negara Indonesia kepada anak-anak di sekolah.
3) Fungsi pelestarian budaya masyarakat.

Sekolah di samping mempunyai tugas untuk mempersatu budaya-budaya etnik yang beraneka
ragam juga harus melestanikan nilai-nilai budaya daerah yang masih layak dipertahankan
seperti bahasa daerah, kesenian daerah, budi pekerti dan suatu upaya mendayagunakan
sumber daya lokal bagi kepentingan sekolah dan sebagainya.
Sebagai contoh adalah adanya kurikulum pendidikan yang mengadakan pelajaran muatan
lokal. Khusus di daerah Jawa Barat untuk pelestarian budaya di setiap sekolah diwajibkan
adanya muatan lokal yaitu mata pelajaran bahasa Sunda serta kesenian setempat. Begitu juga
untuk daerah-daerah yang ada di Indonesia, dimaksudkan supaya siswa lebih cinta terhadap
daerahnya serta tanah air.
4) Fungsi seleksi, latihan dan pengembangan tenaga kerja
Jika kita amati apa yang terjadi dalam masyarakat dalam rangka menyiapkan tenaga kerja
untuk suatu jabatan tertentu, untuk seleksi masuk suaru Perguruan Tinggi selalu diadakan
seleksi. Sebagai contoh untuk proses seleksi masuk sekolah tertentu harus mengikuti ujian
tertentu, harus menyerahkan nilai UN (ujian nasional) atau NEM. Dan setelah penyerahan
nilai itu maka dicari yang tinggi dari nilai tertentu sampai nilai yang terendah. Namun jika
nilai yang digunakan dalam proses seleksi ini maka bagi yang mendapat nilai rendah harus
menerima perlakuan untuk masuk di sekolah dengan kualitas yang baik. Demikian pula untuk
mendapatkan jabatan pada pekerjaan tertentu, mereka yang diharuskan mengikuti seleksi
dengan berbagai cara yang tujuannya untuk memperoleh tenaga kerja yang cakap dan
terampil sesuai dengan jabatan yang akan dipangkunya.
5) Fungsi pendidikan dan perubahan sosial.
Fungsi pendidikan dalam perubahan sosial dalam rangka meningkatkan kemampuan peserta
didik yang analisis kritis berperan untuk menanamkan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai
baru tentang cara berpikir manusia. Pendidikan pada abad modern telah berhasil menciptakan
generasi baru dengan daya kreasi dan kemampuan berpikir kritis, sikap tidak mudah
menyerah pada situasi yang ada dan diganti dengan sikap yang tanggap terhadap perubahan.
Cara-cara berpikir dan sikap-sikap tersebut akan melepaskan diri dari ketergantungan
terhadap bantuan orang lain. Dengan demikian peserta didik selain sebagai memahami
perubahan dalam kehidupan sosial bisa juga sebagai agen perubahan itu sendiri.
6) Fungsi Sekolah dalam Masyarakat

Di awal telah disinggung mengenai adanya tiga bentuk pendidikan yaitu pendidikan formal,
pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal disebut juga sekolah.
Oleh karena itu sekolah bukan satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan pendidikan
tetapi masih ada lembaga-lembaga lain yang juga menyelenggarakan pendidikan. Sekolah
sebagai penyelenggara pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu sebagai partner masyarakat
dan sebagai penghasil tenaga kerja. Sekolah sebagai partner masyarakat akan dipengaruhi
oleh corak pengalaman seseorang di dalam lingkungan masyarakat.(NN, fungsi dan peranan
pendidikan, 2010)
http://scout1993.blogspot.com/2012/04/makalah-peranan-pendidikan-dalam.html
Pendidikan Dalam Masyarakat Dalam Perspektif Alquran Dan Hadits