Anda di halaman 1dari 7

Laboratorium Sipil

Universitas Musi Rawas

BAV III
PENGUJIAN TES PIT
(SUMUR UJI)
A. JADWAL PELAKSANAAN
Hari / Tanggal

Rabu / Desember 2006

Waktu

08 : 00 selesai

Tempat

Laboratorium Pengujian TanahTeknik Sipil

B. TUJUAN
Setelah melakukan pratikum, mahasiswa di harapkan dapat :
1. Melakukan persmaan secara visual dengan benar.
2. Melakukan pengambilan sampel tanah pada kedalaman tertentu, yakni tanah

terganggu

(disturbsampel) dan tanah yang tidak terganggu (undistrub sampel) untuk penelitian
lebih lanjut laboratorium.
3. Melakukan pengujian tanah dengan menggali tanah dengan benar.

C. REFERENSI
1. Job Sheet pengujian tanah.
2. Sifat sifat Fisis dan Geoteknis Tanah, Josep E. Bowles.
3. Mekanika tanah I, Harry Christady Hardianto.

D. DASAR TEORI
Sumur sumur uji adalah lubang lubang hasil pengalian dengan diameter 1
1,5 meter, hingga mencapai kedalaman tertentu selama kohesi tanah yang digali masih
memungkinkan dan permukaan air tanah di tempat tersebut lebih dari.

Sumur uji paling sesuai dilakukan untuk tempat sumber material bagi
pembangunan oleh karena contoh yang banyak dapat terlihat secara lansung. Sumur uji
dapat digunakan untuk mendapatkan contoh contoh tidak terganggu (undisturbed
sampels) yang diambil dengan rapi dan teliti untuk pengujian di laboratorium. Selain itu
sumur uji dapat dipakai sebagai tempat pengujian lapangan , biasanya uji pembebanan
secara berangsur angsur untuk dapat mensimulasikan suatu pondasi. Ini disebut Uji Pelat
Beban (plate load test), dan kapasitas beban pelat yang terbesar di kaitkan dengan tekanan
tanah izin yang direkomendasikan kapada para perencana untuk desain pondasi.

Laboratorium Sipil
Universitas Musi Rawas

Test Pit digali dengan menggunakan

Bachoe atau Frontend Loader, tetapi

mempunyai kedalaman yang terbatas, melakukan tempat yang cukup luas dan biaya
pelaksanaannya cukup mahal. Test Pit jarang digali dengan tangan karna banyaknya waktu
dan tenaga yang dibutuhkan. Test Pit paling sesuai dilakukan untuk sumber material bagi
pembangunan, oleh karena sampel/contoh yang banyak dapat terlihat secara lansung. Test
Pit juga digunakan untuk mendapatkan sampel tidak terganggu (undisturbed sampel)
yang diambil dengan rapi dan teliti untuk pengujian dilaboratorium. Selain itu, Test Pit
dapat dipakai sebagai tempat pengujian lapangan, biasanya uji penbebanan dengan
menggunakan pelat logam dasar. Untuk pekerjaan pekerjaan penimbunan tanah, Test Pit
sangat berguna untuk mengetahui angka pori dan kondisi lapisan tanah jelek mungkin dapat
ditemui pada lokasi tempat pengambilan tanah urungan (borrow area). Selain itu cara ini
sangat berguna dalam penyelidikan tanah untuk pondasi bangunan yang ringan seperti :
Bangunan gedung, tangki, dinding penahan tanah, dan jalan raya.

Perlu diperhatikan bahwa, Test Pit tidak perlu dibuat pada tempat tempat
dinding atau koom akan diletakan. Karna, jika kedalaman Test Pit lebih dalam dari
kedalaman pondasi, maka tanah urug akan di timbun untuk mencapai elevasi kedalaman
dasar pondasi yang dibutuhkan, dapat mengurangi kekuatan tanah dasar galiannya. Karena
itu, Test Pit sebaiknya dilakukan pada titik titik yang di anggap atau dipartimbangkan
penting.

E. PERALATAN DAN BAHAN


a. Peralatan
Cangkul
Sekop
Linggis
Meteran
Keranjang
b. Bahan

Tanah lapangan dalam kondisi asli.

F. LANGKAH KERJA
a. Pembentukan lokasi tempat pembuatan sumur uji.
b. Si apkan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan sumur uji.
c. Bersihkan tempat / titik yang akan digunakan sebagai pembuatan sumur uji dari
berbagai material yang dapat menghambat dalam melakukan pengujian.
d. Lakukan penggalian pada titik yang telah di tentukan denagan ukuran kedalaman 1
meter.
e. Tanah hasil galian diangkut ke suatu tempat untuk dijadikan sebagai sampel pada
pengujian laboratorium.

Laboratorium Sipil
Universitas Musi Rawas

f. Amati kondisi tanah pada lubang galian yaitu jenis tanah, warna, serta tebal lapisan
tanah tersebut.

1,00 m

0.5 2,00 m

Gambar Dimensi Galian Sumur Uji

Gambar Perspeksif Galian Sumur

Laboratorium Sipil
Universitas Musi Rawas

G. Data Dan Analisa Data


Pada pengujian ini data dan pengolahanberbentuk deskripsi dan klasifikasi, dapat
dilihat pada lampiran.

H. Kesimpulan
Dari hasil kesimpulan dilapangan yang didapat, maka bisa di ambil kesimpulan
sebagai berikut :
a. Pada kedalaman sampai dengan 0 40 cm terdapat tanah lempung dengan
warna kuning kehitaman.
b. Pada kedalaman sampai dengan 40 80 cm terdapat tanah lempung dengan
warna hitam ke kuning kuningan.
c. Pada kedalaman sampai dengan 40 50 cm terdapat muka air tanah.

I. Lampiran.

Data Kelompok

Animasi

Gambaar alat

Laboratorium Sipil
Universitas Musi Rawas

SUMUR UJI (TEST PIT)


(ASTM D)
Kelompok

:1

Tanggal

: 4-12-2010

Kelas

:A

Instruktur

:H.AIDIL AZHAR,MT

Jurusan

: Teknik Sipil

Universitas

: Musi Rawas

Sisi

Kedalaman (m)

0.00

Kuning kehitaman

0,40

Hitam kekuning-kuningan

0,80

Kuning Kehitaman

II

III

IV

Catatan

Profil Bor

Deskripsi

0.00

Kuning kemerah-merahan

0,40

Kuning kemerah-merahan

0,80

Hitam kekuning-kuningan

0.00

Kuning kemerah-merahan

0,40

Kuning Kehitam-hitaman

0,80

Hitam Kekuning-kuningan

0.00

Kuning Kehitam-hitaman

0,40

Hitam Kekuning-kuningan

0,80

Hitam Kemerah-merahan

Keterangan

: Muka air tanah didapat 60 cm dibawah permukaan tanah

Persetujuan Instruktur

Laboratorium Sipil
Universitas Musi Rawas

GAMBAR PROSEDUR PELAKSANAAN


PENGUJIAN TEST PIT
1m

1m

Persiapan
peralatan

Tentukan
lokasi
pengujian

Gali lobang sesuai


dengan ukuran yang
telah direncanakan

1m

Tanah

Ambil contoh tanah 1200 gr


untuk pengujian berikutnya

1m

Amati setiap lapisan


Jenis, nama tanah

Laboratorium Sipil
Universitas Musi Rawas

GAMBAR PERALATAN PENGUJIAN TEST PIT

Kedalaman 40 cm

Kedalaman 80 cm