Anda di halaman 1dari 10

Bab 1

Pendahuluan
1.1.

Latar Belakang
Indonesia adalah Negara yang kaya akan berbagai kebudayaan dan tentu saja
memiliki banyak sekali jenis makanan yang berbeda-beda. Sebagai seorang
kewiraushaan atau orang yang mempunyai jiwa entrepreneurship kita tentu saja harus
memanfaatkan apa yang ada di kebudayaan kita ini, sebagai contoh saat negara Indonesia
sedang gemar terhadap makanan-makanan pedas kita dapat memulai memikirkan
makanan apa yang bisa kita buat dan tentu saja dapat menghasilkan sebuah keuntungan.
Ide dan peluang dapat kita peroleh dengan hal hal kecil yang berada di sekitar
kita. Kita tidak dapat memungkiri dalam mamanfaatkan ide dan peluang tentu saja ada
masalah yang tentu akan terjadi, namun jika kita tidak mencoba kita tidak akan
mempunyai pengalaman dalam berbagai hal. Kita harus berani untuk mencoba terlebih
dahulu jangan sampai ketakutan, ketakutan tersebut menghalangi kita untuk memperoleh
ide dan peluang yang akan kita jalankan.
Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang menafsirkan dan
memandang bahwa kewirusahaan adalah identik dengan apa yang dimiliki dan dilakukan
oleh usahawan atau wiraswasta. Pandangan tersebut kurang tepat karena jiwa dan sikap
kewirausahaan tidak hanya oleh usahawan, namun juga oleh setiap orang yang berpikir
kreatif dan bertindak inovatif, misalnya petani, karyawan, pegawai pemerintah,
mahasiswa, guru, pimpinan proyek, dan lain sebagainya.
Berpikir kreatif dan inovatif dapat menciptakan ide kreatif dan inovatif. Dan ide
tersebut dapat membuat sebuah peluang usaha yang besar. Tetapi kita harus berpikir
kreatif dan inovatif yang sungguh-sungguh dan mendalam agar dapat menciptakan suatu
ide yang dapat menghasilkan peluang. Dengan kreatifitas dan inovatif kita bisa
menciptakan suatu nilai lebih terhadap suatu barang dan jasa yang memiliki nilai guna
bagi konsumen yang membutuhkan. Dengan ide kreatif dan inovatif membuat peluang
usaha kita menjadi lebih kuat daripada pesaing usaha kita. Dikarenakan hasil produkproduk usaha kita mempunyai nilai lebih yang pastinya akan menarik minat konsumen.
Kewirausahaan 1

1.2.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana analisis lingkungan untuk menemukan peluang usaha ?


2. Apa saja sumber-sumber peluang usaha ?
3. Bagaimana cara mengubah ancaman menjadi peluang ?

1.3.

Tujuan
Mahasiswa dapat mengidentifikasikan berbagai peluang usaha berdasarkan analisis
terhadap kondisi lingkungan

Kewirausahaan

Bab 2
Pembahasan
2.1.

Analisis Lingkungan Untuk Menemukan Peluang Usaha


Setiap maupun seluruh ide inovatif dan peluang harus dinilai secara seksama oleh
pengusaha global. Salah satu cara yang bagus untuk melakukan hal ini adalah dengan
mengembangkan rencana analisis peluang bukanlah rencana bisnis, karena rencana ini
berfokus pada ide dan pasar (peluang). Rencana analisis peluang dikembangkan agar
dapat berfungsi sebagai dasar keputusan untuk bertindak dalam peluang.
Pada umumnya, rencana analisis peluang terdiri atas empat bagian: (1) ide dan
kompetesinya, (2) penilaian pasar domestik, (3) penilaian pengusaha dan tim (4) diskusi
mengenai langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjadikan ide tersebut dasar agar
perusahaan bisnis dapat bertahan.
1. Ide dan kompetensinya
Ide dan kompetensi salah satu bagian utama dari rencana analisis peluang
berfokus pad aide itu sendiri dan kompetensi. Produk dan jasa harus di diskripsikan
secara mendetail. Semua produk kompetitif serta perusahaan yang kompetitif dalam
lingkup pasar produk (jasa) harus diidentifikasikan dan di daftar ide produk/jasa yang
baru harus dibandingkan dengan setidaknya tiga produk/jasa kompetitif yang paling
mirip dalam memenuhi kebutuhan pasar yang diidentifikasikan. Analisis ini akan
menghasilkan deskripsi mengenai bagaimana produk/jasa tersebut berbeda dan unik
serta menunjukkan rencana penjualan uniknya.
2. Pasar dan peluang
3. Penilaian pengusaha dan penilaian tim
4. Langkah-langkah berikutnya

Kewirausahaan

A. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan pelaung usaha


Sebelum kita memulai usaha, kita juga harus mempertimbangkan hal penting dalam
memulai usaha, Seperti :
1.

Jenis Usaha.
Sebagai wirausahawan kita harus mempunyai Visi dan Misi. Jika usaha
bersifat tren, usaha itu tidak akan berlangsung lama setelah bergantinya tren jaman,
namun usaha itu akan mempunyai prospek saat tren itu menjadi top topik jaman itu.
Jika usaha bersifat intuisi, atau dengan kata lain adalah obsesi, cita-cita, sebaiknya
pikirkan ulang dan buat suatu hal yang unik dan berbeda, juga kembangkan bisnis
panggilan jiwa (intuisi) tersebut.

2. Produk
Teliti dan kaji baik-baik, karena itu akan mendapatkan keuntungan hanya dari
produk yang terjual. Apakah produk tersebut

cepat habis, sehingga pelanggan

mempunyai traffic atau perputaran omzet yang banyak? Apakah produk tersebut lama
habisnya tetapi keuntungan besar ketika produk terjual?
3. Target Pasar
Produk bisa terjual jika terdapat pasar yang mana produk tersebut akan terjual
di dalamnya. Tentukan pasar, atau tempat entah itu kota lain, pulau lain, bahkan
ekspor ke negara lain jika perlu agar produk tersebut terjual.
4. Usaha Di Sekitar kita
Jika kita sudah menemukan jenis usaha, kita harus melihat satu aspek lagi,
yaitu melihat usaha di sekitar. Banyaknya pesaing mengakibatkan produk kurang
terjual, bahkan yang mengerikan adalah tidak terjualnya produk kita. Kita harus
melihat para pesaing dan kita harus yakin kita akan berhasil, terlebih kita harus
mencobanya! Jangan takut mencoba, karena kita tahu bahwa langkah yang jauh
dimulai dari langkah pertama.
Peluang bisnis dapat muncul dari hobi kita sendiri, yang sebelumnya mungkin
Anda tidak sadar bahwa hobi Anda bisa dijadikan sebagai usaha. Kalau hobi atau
bidang yang Anda kuasai saat ini belum layak untuk dijadikan peluang bisnis, Anda
membutuhkan ide-ide yang menimbulkan peluang bisnis

Kewirausahaan

2.2.

Sumber-Sumber Peluang Usaha


Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk
menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam
penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara menciptakan produk baru dan
berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam,
menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.
Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu wirausaha harus
benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar.
Ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:

Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan

Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa

Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha


untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:

Analisis demografi pasar

Analisis serta tingkah laku pesaing

Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap
dapat menciptakan peluang

Mengamati Pintu Peluang


Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:

Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru

Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru

Dukungan keuangan
Kewirausahaan

Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar

Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati
kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.
Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):

Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat

Kerugian teknik harus rendah

Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya

Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih

Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya

Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan


produk barunya

Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi


Resiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya:

Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing

Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya

Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru

Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko
finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.
Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan
Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah
memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi
oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Komptensi itu sendiri ditentukan oleh
pengetahuan dan pengalaman.
Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam
berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda.
Kewirausahaan

Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut tercermin dalam:

Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)

Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)

Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)

Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)

Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya

Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:

Menghasilkan produk atau jasa baru

Menghasilkan nilai tambah baru

Merintis usaha baru

Melakukan proses/teknik baru

Mengembangkan organisasi baru

B. Cara memanfaatkan dan mengembangkan ide dan peluang usaha yang kreatif dan
inovatif.
"Peluang Adalah EMAS", istilah itu memang bukan mengada-ngada, peluang
memang di ibaratkan sebagai emas yang bernilai yang sayang jika harus dilewatkan. Jika
anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses,maka jangan sekali-sekali mengabaikan
peluang usaha yang ada yang sebenarnya banyak disekitar kita. Peluang itu banyak
sekali, menarik, dan indah. Tetapi dalam kenyataan hidup tidak banyak orang yang bisa
memanfaatkan peluang yang ada. Bahkan banyak yang meninggalkan peluang, meskipun
peluang-peluang itu sudah di depan mata atau di samping dirinya. karena kita serasa
bingung untuk memanfaatkannya,serta harus dimulai dari mana padahal peluang itu
hanya datang satu kali saja.bisa saja jika kita melewatkan peluang tersebut yang menurut
kita itu peluang usaha yang bagus lantas keburu diambil oleh orang lain.
Peluang berarti juga pasar. Jika seseorang ingin berhasil, apalagi berhasil sebagai
entrepreneur, dia harus bisa secara cerdik menangkap dan memanfaatkan peluang,
Kewirausahaan

kemudian mengambil keputusan yang tepat agar memenangkan persaingan di pasar.


Dengan kreativitas berarti seseorang bisa secara bersama-sama menciptakan atau
menangkap peluang dan memaksimalkan resources lain yang bisa mendukung agar
peluang-peluang dan kreativitas itu menjadi berhasil.Dan agar peluang-peluang dan
kreativitas itu berhasil dibutuhkan komunikasi yang baik. Bagi seorang entrepreneur,
keterampilan berkomunikasi itu sangat penting. Segala ide dan kreativitas yang ada pada
diri seorang entrepreneur harus bisa dikomunikasikan dengan baik ke pasar.
Seorang entrepreneur harus rajin pergi ke mana saja, untuk mengkomunikasikan
ide dan kreativitasnya. Dengan komunikasi yang baik, seorang entrepreneur harus punya
keyakinan bahwa ide dan kreativitasnya itu bisa diterima pasar, Memang tidak lah mudah
bagi seseorang untuk bisa memanfaatkan peluang usaha dengan cara memanfaatkannya
atau mempraktekannya dalam dunia wirausaha yang sesungguhnya. Ini akan terasa berat
karena selain membutuhkan ketekunan, tenaga juga modal yang jumlahnya relatif.
Berikut cara memanfaatkan peluang usaha :
1. Melakukan Riset Pasar
2. Mempersiapkan dan menyusun rencana
3. Patuh terhadap aturan
4. Strategi Pemasaran yang tepat sasaran
Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting
adalah mempraktekannya. kita harus berani memulai wirausaha atas ide-ide anda
sehingga anda akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang usaha
yang benar-benar bagus. Mengembangkan ide dan peluang usaha Menurut zimmerer
ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memnui kebutuhan
riil dimasyarakat. Ide ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi
peluang usaha.
Ada beberapa langkah mengembangkan ide usaha:
1. Tetapkan dengan jelas pengembangan ide usaha tersebut.
2. Tentukan tujuan khusus dalam pengembangan ide usaha tersebut.
3. Upayakan agar setiap karyawan dalam perusahaan memahami pengembangan usaha
ide tersebut.
4. Buat dan laksanakan system pencatatan prestasi pengembangan ide usaha.
5. Berikan penghargaan pada karyawan agar prestasi pengembangan ide menjadi obsesi
dan upayakan agar para karyawan memahami peranannya dan berikan kesempatan
untuk teribat untuk pengembangan usaha dalam prestasi perusahaan.
Kewirausahaan

2.3.

Cara Mengubah Ancaman Menjadi Peluang

Langkah yang perlu dilakukan adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi
yang mungkin mempengaruhi usaha kita. Analisa eksternal ini akan membantu kita
mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terkait dengan usaha. Segera setelah
menentukan ancaman-ancaman atas usaha kita, kita bisa menaksir ulang situasi dan
menganalisa bagaimana cara mengubah ancaman itu menjadi peluang.
Penting sekali memusatkan perhatian pada masing-masing ancaman atas sebuah usaha
saat kita menjalankan perencanaan, untuk memastikan keberhasilan usaha tersebut.
Pengkategorian suatu ancaman akan menentukan cara kita merespon ancaman untuk
meminimalkan efeknya.

Kewirausahaan

Bab 3
Penutup
3.1.

Simpulan
Pada umumnya, rencana analisis peluang terdiri atas empat bagian: (1) ide dan

kompetesinya, (2) penilaian pasar domestik, (3) penilaian pengusaha dan tim (4) diskusi
mengenai langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjadikan ide tersebut dasar agar
perusahaan bisnis dapat bertahan.
Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk
menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam
penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara menciptakan produk baru dan
berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam,
menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.
Langkah yang perlu dilakukan adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi
yang mungkin mempengaruhi usaha kita. Analisa eksternal ini akan membantu kita
mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terkait dengan usaha. Segera setelah
menentukan ancaman-ancaman atas usaha kita, kita bisa menaksir ulang situasi dan
menganalisa bagaimana cara mengubah ancaman itu menjadi peluang.

Kewirausahaan

10