Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ELEKTRONIKA

DECODER & ENCODER

Disusun Oleh :
KELOMPOK 4

Febryn Pradana Rifanda Putra

2413 100 040

Maya Aulya

2413 100 054

Elox Suraya

2413 100 057

JURUSAN TEKNIK FISIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015
Kata Pengantar

Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya,
sehingga makalah yang berjudul Decoder dan Encoder ini dapat diselesikan. Kami
kelompok 4 selaku penyusun makalah ini tentunya tidak lupa atas bantuan-bantuan semua
pihak yang telah menyukseskan penyelesaian penyelesaian makalah ini.
Harapannya dengan selesainya makalah ini, kami dapat memahami materi mengenai
Decoder dan Encoder. Tidak terbatas pada kami semoga pembaca dari makalah ini dapat
memahaminya juga.
Penulis mengakui masih banyak kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Maka dari
itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk membuat makalah yang
lebih baik dari ini.

Surabaya 25 April 2015

Penulis

DAFTAR ISI
ii

Halaman Judul. i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah.. 1
1.3 Tujuan 1
1.4 Sistematika Makalah.. 1
BAB II DASAR TEORI
2.1 Decoder. 3
2.2 Encoder..6
BAB III CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
3.1 Contoh Soal Decoder........8
3.2 Contoh Soal Encoder.9
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan.. 12
4.2 Saran.. 12
DAFTAR PUSTAKA

iv

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada era modern ini, dunia sains dan teknologi sangat berkembang pesat. Hal ini
diikuti pula oleh berkembangnya dunia elektronika di dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu bentuk perkembangan dunia elektronika adalah adanya rangkaian
Decoder dan Encoder. Decoder adalah rangkaian logika yang menerima input biner
dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut. Salah
satu jenis decoder adalah Seven-Segment LED yang dimanfaatkan pada kalkulator,
penghitung traffight light, dan sebagainya. Sedangkan Encoder adalah kebalikan dari
decoder.
Rangkaian decoder dan encoder sangat diperlukan di dunia elektronika karena
manfaatnya yang begitu besar dalam pengaplikasian kehidupan sehari-hari.
Sehingga sebagai mahasiswa yang bergerak di bidang teknik fisika harus lebih
memahami dan menguasai rangkaian ini.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang terdapat didalam makalah ini diantaranya
adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan rangkaian Decoder dan Encoder ?
2. Bagaimana cara kerja dari rangkaian Decoder dan Encoder tersebut ?
3. Apa saja aplikasi dari Decoder dan Encoder dalam kehidupan sehari-hari ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang dalam penyusunan makalah ini antara lain :
1. Memahami secara rinci tentang rangkaian Decoder dan Encoder.
2. Memahami prinsip kerja dari rangkaian Decoder dan Encoder.
3. Memahami wujud aplikasi dari rangkaian Decoder dan Encoder didalam dunia
elektronika kehidupan sehari-hari.
1.4 Sistematika Makalah
Sistematika makalah ini terdiri dari 4 Bab. Bab 1 Pendahuluan, berisi tentang

Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Sistematika Mkalah. Bab 2


1

berisi
teori penunjang makalah. Bab 3 berisi tentang contoh soal dan pembahasan. Bab 4
Penutup, berisi tentang Kesimpulan dan saran.

BAB II
DASAR2TEORI
2.1 DECODER
Decoder adalah rangkaian logika yang berguna untuk menerima input dalam
bentuk biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner
tersebut.

Gambar 2.1 Rangkaian Decoder


Jenis Decoder yang sering digunakan adalah decoder biner n-to-2 n (mempunyai n
input dan maksimum 2n output line), Decoder BCD to Decimal (4-to-10) dan decoder
seven-segment (4 bit inout dan 8 output line). Prinsip kerja pada decoder BCD to
seven segmen adalah di mana kombinasi setiap inputnya dapat mengaktifkan
beberapa output linenya.
2.1.1 Decoder Biner n-to-2n
Salah satu jenis IC decoder yang umum di pakai adalah 74139, yaiutu
decoder biner 2-to-4 line, di mana nilai output adalah 4 line untuk salah satu dari
ke 2 jenis kombinasi inputnya.
Tabel Kebenaran & rangkaian lgika: Decoder 2-to-4 line

Gambar 2.2 : (a) Logic Diagram 2-to-4 , (b) Tbel kebenaran 2-to-4

Pada decoder 2-to-8 line rangkaian logika terdiri dari gerbang logika NAND dan
inverter. Ketika variabel E bernilai 0 maka rangkaian decoder akan Enable
(rangkaian bkerja), sedangkan jika variabel E bernilai 1 maka decoder akan
disable.
2.1.2 Decoder Seven-Segmen
Decoder Seven Segmen menggunakan tampilan LED Seven Segmen
untuk mengubah kode BCD kedalam bentuk kode desimal. Terdapat dua tipe
Seven-Segment, diantaranya adalah :
Common Anode (CA)
Pada tipe ini, Anoda dari semua LED bersama-sama bersumber dari VCC.

Gambar 2.3 Common Anode 7 Segment


Common Cathode (CC)
Pada tipe ini, katode dari semua segment bergabung menuju single node
(Ground).

Gambar 2.4 Common Cathode 7 Segment


Sedangkan prinsip kerja dari Seven-Segmen LED sendiri adalah sebagai
berikut :

Gambar 2.5 Prinsip Kerja Seven-Segmet

Gambar 2.6 Output 4 Desimal Pada Seven-Segment


Input yang diberikan kedalam IC dalam bentuk kode biner, diubah kedalam bentuk
decimal dimana output desimal yang terdisplay sesuai dengan fungsi kod biner yang
diterima IC.
2.2 ENCODER
Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang
memiliki nilai maksimum input 2n dan n output. Encoder akan mengkodekan setiap
jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner. Diagram Blok dari rangkaian
Encoder

adalah

sebagai

berikut :

Gambar 2.7 Diagram Blok Encoder

Gambar 2.8 Decimal to BCD Encoder

Pada encoder desimal ke BCD (Binary Coded Decimal) ini, menggunakan input 10
6
line dan output 4 bit data BCD. Dimana
tabel kebenaran untuk 10-to-4, sebagai

berikut.
Tabel kebenaran encoder Desimal (10 Line) ke BCD

Ketika Ax bernilai low (0), maka dapat ditentukan harga BCD nya dalam bentuk biner.
Contoh, ketika A9 bernilai 0, maka harga outputan adalah 0110, jika diinvers menjadi
1001 (BCD 9).
Sedangkan untuk penyelesaian Encoder dengan input 10 line dan 4 output, adalah
sebagai berikut:
Tabel Kebenaran Encoder 10 line input dan 4 output

Dimana :
Y3 = X8 + X9
Y2 = X4 + X5 + X6 + X7
Y1 = X2 + X3 + X6 + X7
Y0 = X1 + X3 + X5 + X7
+ X9

Sehingga menghasilkan Rangkaian Gerbang Logika encoder Desimal (10 Line) ke


BCD adalah sebagai berikut :

Gambar :

Rangkaian

Logika

Encoder

Desimal

(10line) ke

BCD
jalur

input

X0

tidak

dihubung

ke

rangkaian

karena

alasan

efisiensi

komponen, hal ini karena apabila input X0 ditekan maka tidak akan mengubah nilai
output yaitu output tetap bernilai BCD 0 (0000). Rangkaian encoder diatas hanya
akan bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input saja yang mendapat input, hal
ini karena rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai priority encoder.

BAB III
7 & PEMBAHASAN
CONTOH SOAL

1.1 DECODER
Salah satu jenis IC decoder yang umum di pakai adalah 74138, yaitu decoder
biner 3-to-8 line dimana mempunyai jumlah output 8 line untuk salah satu dari ke
3 jenis kombinasi inputnya. Buatlah tabel kebenaran dan bentuk rangkaian
gerbang logika!
Tabel Kebenaran : Decoder 3-to-8 line

Dimana H = high
L = low

X = disable

Jika dibentuk dalam rangkaian logika adalah sebagai berikut :


8

Jika diplotkan dalam IC 74138, adalah sebagai berikut :

Gambar : Port pada IC 74138


3.2 ENCODER
Buatlah rangkaian Encoder pada 4 input 2 output!

Langkah kerja membuat rangkaian encoder pada 4 Input 2 output, diantarana


adalah :
a) Menuliskan Tabel Kebenaran Encoder 4 Input 2 Output
9

Inputs
D0
0
1
X
X
X

D1
0
0
1
X
X

D2
0
0
0
1
X

D3
0
0
0
0
1

Outputs
x
X
0
0
1
1

y
X
0
1
0
1

V
0
1
1
1
1

V merupakan nilai indikator, dimana bernilai V=1 (Valid bit) ketika salah satu input
bernilai 1 dan bernilai V=0(invalid bit) ketika semua inputan bernilai 0.
b) Selanjutnya, dari tabel kebenaran tersebut disusun menggunakan K-Map.

V = D0 + D1 + D2 + D3
c) Terakhir, dibuat rangkaian logika sesuai dengan K-map diatas.

10

BAB IV

11

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini diantaranya adalah :

Decoder adalah rangkaian logika yang berguna untuk menerima input input
biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner
tersebut dengan jenis decoder n-to-2n.
Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang
digital yang memiliki nilai maksimum input 2 n dan n output. Encoder akan
mengkodekan setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner.
4.2 Saran
Saran yang bisa diberikan penulis adalah adanya masukan dan khritik yang
membangun demi tersempurnanya makalah ini serta sebaiknya diadakan
percobaan mengenai Decoder dan Encoder untuk mempermudah dalam
pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA
http://repository.maranatha.edu/3839/3/0422138_Chapter1 diakses pada tanggal 19-4-2015
pada jam 19.00 WIB
http://abahlasut.blogspot.com/2009/05/gerbang-logika-dasar-rangkaian-logika.html ,diakses
pada tanggal 19-04-2015 pada jam 19.15 WIB
http://baskarapunya.blogspot.com/2011/12/multiplexer-dan-demultiplexer.html diakses pada
tanggal 19-04-2015 pada jam 20.00 WIB
12

Anda mungkin juga menyukai