Anda di halaman 1dari 13

TEORI DAN PASAR VALUTA ASING

Makalah
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan
dengan dosen Tetty Lasniroha S, S.E., M. Ak., CA.

Disusun Oleh :
KELOMPOK 1
151502054 YUDI KRISTIANTO
151502058 YUNI TRISNAENI SUDIANTI
151502067 WULAN PRYMARANTI

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan perdagangan dunia yang semakin pesat di berbagai bidang menyebabkan
terbukanya kesempatan hubungan dagang antar negara sehingga kegiatan usaha tidak lagi
berorientasi di dalam negeri saja. Transaksi Perdagangan dunia pada era globalisasi ini
berhubungan erat dengan perdagangan valuta asing. Setiap transaksi, sekecil apapun transaksi
tersebut, apabila melibatkan dua negara atau lebih, pasti melibatkan pertukaran atau perdagangan
valuta asing. Transaksi perdagangan, seperti impor atau ekspor barang, jasa, dan bahan mentah,
tidak dapat dipisahkan dari transaksi valuta asing.
1.2 Pembatasan Masalah
Pasar valuta asing adalah suatu pasar atau tempat di mana individu-individu, berbagai
perusahaan multinasional dan kalangan perbankan mengadakan jual beli atas berbagai jenis mata
uang dari berbagai negara atau valuta asing. Fungsi utama pasar valuta asing adalah sebagai
tempat transfer daya beli dari suatu negara dan mata uang, ke negara dan mata uang lainnya.
Transaksi valuta asing dilakukan untuk mengurangi resiko dan juga mencari keuntungan jangka
pendek dari selisih kurs. Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang luar negeri
dalam satuan harga mata uang domestic.
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah agar mahasiswa lebih memahami dan
mendalami pokok bahasan mengenai pasar valuta asing, suku bunga, nilai tukar dan forward rate
sebagai predictor tidak bias dari future spot rate.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perluasan Geografis Pasar Valuta Asing


Setelah perang dunia I dan setelah despresi ekonomi dunia pada tahun 1930-an, dunia
menginginkan tercapainya suatu stabilitas ekonomi yang lebih baik. Pada tahun 1944 lahirlah
suatu sistem moneter internasional yang dikenal dengan nilai tukar tetap (fixed exchange rate)
hasil persetujuan Bretton Woods.
Setiap negara memberlakukan kurs yang tetap darimata uangnya terhadap US. Sejak saat
itu ekonomi negara-negara Eropa serta Amerika mulai bertumbuh pesat. Lebih dari itu lahirnya
pasar Euro Dollar dan Asia Currency Unit adalah untuk mengimbangu peredaran US Dollar yang
semakin banyak jumlahnya.
Pentingnya aktivitas dalam foreign exchange timbul sehubungan dengan berkembangnya
perdagangan internasional serta semakin meningkatnya perpindahan uang dan capital
internasional. Dari sini bisa dilihat bahwa foreign exchange bukan sebatas money change tetapi
lebih luas dari itu. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pasar valuta asing adalah suatu pasar
dimana surat-surat berharga jangka pendek diperdagangkan.
Dalam perkembangannya, uang berkembang menjadi komoditas yang bisa di perdagangkan.
Pasar valuta asing sendiri mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal decade 70-an. Adapun
yang menyebabkan pasar valuta asing bertumbuh pesar antara lain adalah:
1. Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga
menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing
2. Bisnis yang semakin mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan bisnis membuat
perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh
dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu

3. Perkembangan telekomuniksi yang begitu cepat dengan adanya sarana telepon, telex,
faximile, internet maka memudahkan para pelaku pasar untuk berkomunikasi sehingga
transaksi lebih mudah dilakukan.
4. Keuntungan yang di peroleh di pasar valuta yang cenderung besar meningkatkan
keinginan berbagai pisak berusaha memperoleh gain dari pergerakan valuta asing.
2.2 Fungsi Pasar Valuta Asing
Beberapa fungsi pasar valuta asing dalam membantu lalu-lintas pembayaran internasional, yaitu:
1. Transfer Daya Beli (Transfer of purchasing power)
Sangat diperlukan terutama dalam perdagangan internasional dan yang memiliki mata
uang yang berbeda
2. Penyediaan Kredit
Pengiriman barang antar negara dalam perdagangan internasional membutuhkan waktu,
oleh karena itu harus ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan
pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya
memerlukan waktu untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman
tersebut termasuk setelah barang sampai ke tujuan yang biasanya memerlukan beberapa
waktu untuk kemudian di jual kepada pembeli.
3. Mengurangi Risiko Valas
Importir mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagangan. Dalam
kondisi normal dari kemungkinan risiko yang tidak diperkirakan misalnya terjadi
perubahan kurs yang tiba-tiba sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan yang telah
diperkirakan.
Fungsi Pokok Pasar valuta asing
Beberapa fungsi pokok pasar valuta asing dalam membantu lalu-lintas pembayaran
internasional, yaitu:
1. Mempermudah pertukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara
lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan system clearing
seperti halnya yang dilakukan oleh ban-bank serta pedagang

2. Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan
pembayaran atau penyerahan barangnya, maka pasar valuta asing memberikan
kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli dengan kredit
3. Memungkinkan dilakukannya hedging. Seorang pedagang melakukan hedging apabila
dia pada saat yang sama melakukan transaksi jual beli valuta asing yang berbeda, untuk
menghilangkan/mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kurs.
2.3 Pelaku Pasar Valuta Asing
Pelaku utama dalam pasar valas amat beragam, tidak hanya dalam skala operasi namun juga
tujuan dan metode memanfaatkan pasar ini. Pelaku ekonomi yang utama dalam pasar valas dapat
digolongkan menjadi:
a. Masyarakat dan perorangan
Perorangan yang bermain di pasar valas terdorong oleh kebutuhan bisnis dan pribadinya.
Kebutuhan pribadi misalnya seseorang ingin mengirim sejunlah uang kepada familynya
di luar negeri. Kebutuhan bisnis muncul apabila seseorang terlibat dalam bisnis
internasional, contohnya importer individu.
Masyarakat dapat melakukan transaksi valuta asing disebabkan oleh factor-faktor sebagai
berikut:
1. Kegiatan spekulasi yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta
asing untuk memperoleh keuntungan.
2. Factor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat di luar negeri.
b. Institusi
Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-intitusi keuangan yang mempunyai
investasi internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan asuransi, mutual fund, dan
bank investasi.
c. Perbankan
Bank umum melakukan transaksi jual beli valuta asing untuk berbagai keperluan
antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya ke dalam bentuk mata
uang lain untuk memenuhi kewajibannya dalam bentuk valuta asing.
Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan
beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya. Istilah teknis untuk menyebut para
pedagang ini adalah exchange dealer atau exchange trader.
Pasar uang antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari perputaran
uang di dunia usaha serta kebutuhan dari transaksi para spekulan setiap harinya yang

dapat mencapai nilai trilinan dollar. Beberapa transaksi dilaksanakan untuk dan atas nama
nasabahnya, tetapi sebgian besar adalah untuk kepentingan pemilik bank ataupun untuk
kepentingan bank itu sendiri.
d. Bank Central
Dibanyak negara bank sentral adalah lembaga independen yang bertugas
menstabilkan mata uangnya. Biasanya bank central melakukan jual beli valuta asing
dalam rangka menstabilkan mata uangnya yang biasa disebut dengan kegiatan investasi.
Bank sentral memasuki pasar valas dengan tujuan utama bukan untuk
memperoleh laba atau menghindari risiko dari operasi valas yang dilakukannya. Tujuan
utama Bank Central adalah mempengaruhi nilai mata uangnya dan nilai mata uang
penting lain agar bergerak sesuai dengan nilai yang menurut Bank Sentral tersebut sesuai
dengan kepentingan ekonomi negaranya.
Bank Central suatu negara memegang peran yang amat penting dalam pasar
valuta asing. Bank centrl ini senantiasa berupaya untuk mengendalikan supply uang,
inflasim dan ataupun suku bunga bahkan seringkali mereka memiliki suatu target baik
resmi maupun tidak resmi terhadap nilai tukar mata uang negaranya. Seringkali bank
sentral ini menggunakan cadangan devisanya untuk menstabilkan pasar.
Dengan ekspektasi pasar ataupun isu tentang intervensu yang dilakukan oleh bank
central belaka telah cukup untuk menstabilkan mata kurs uang setempat, tetapi investasi
yang sgresif dilakukan beberapa kali dalam setiap tahunnya pada suatu negara yang kurs
mata uangnya bergejolak.
Berbagai sumber dan ayang ada di pasaran valuta asing apabila disatukan dapat
dengan mudah mempermainkan bank central (menarik atau menjual mata uang dalam
jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank central tidak mampu lahi melakukan
intervensi).
e. Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran
serta spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata di dorong oleh motif
mengejar keuntungan. Mereka justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di
pasar valas. Dengan kata lain, mereka tidak mempunya transaksi bisnis atau komersial
yang perlu dilindungi di pasar valas.
f. Pialang Pasar Valas
Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak yang
membutuhkan dan menawarkan valas di pasara valas. Untuk jasa perantara, pialang

mengenakan biaya yang telah disepakati, yang disebut brokerage. Salah satu modal dasar
pialang adalah penguasaanya atas informasi pasar. Informasi sempurna karena dapat
mempertemukan berbagai pelaku pasar valas inilah yang membuat pasar valas menjadi
pasar yang efisien.
Pialang valuta asing adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan
kegiatan jasa perantara bagi kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang dengan
memperoleh imbalan atas jasanya. Menurut CNN, sebuah pialang valuta asing memiliki
volume transaksi antara 25 hingga 50 trilius US dollar perharinya atau sekitar 2% dari
keseluruhan nilai transaksi pasar valuta asing dan sebagaimana dilaporkan oleh situs
Komisi Perdagangan Berjangka (Commodity Futures Trading Commission) bahwa
investor pemula dengan mudah dapat menjadi sasaran penipuan dalam perdagangan
valuta asing.
g. Hedge Funds
Hedge funds (sebuah perusahaan investasi yang menjalankan kegiatan usahsa
transaksi spekulatif untuk mendapatkan keuntungan) seperti misalnya George Soros yang
reputasinya naik disebabkan oleh kegiatan spekulasi mata uang yang dilakukannya secara
agresif sejak tahun 1990. Ia mengelola dana triliunan US dollar dan masih bisa
meminjam lagi triliunan US dollar dan oleh karenanya mampu membuat intervensi yang
dilakukan oleh bank sentral suatu negara untuk menjaga nilai tukar mata uangnya
menjadi tidak berdaya apabila fundamental ekonomi tergantung pada belas kasihan
hedge funds.
h. Perusahaan Manajemen Investasi
Peusahaan manajemen investasi (yang mana biasanya merupakan pengelola
banyak akun atas nama nasabah seperti misalnya dana pensiun dan dana sumbangan
yayasan) yang bertransaksi di pasar valuta asing untuk kebutuhan mata uang asing guna
melakukan transaksi pembelian saham di luar negeri. Transaksi valuta asing bagi mereka
adalah bukan merupakan tujuan investasi utamanya sehingga transaksi yang dilakukan
bukan dengan tujuan spekulasi ataupun dengan tujuan memperoleh keuntungan sebesarbesarnya.
i. Dunia Usaha (Perusahaan)
Salah satu pemeran pasar valuta asing adalah adanya kebutuhan dari aktivitas
perusahaan dalam melakukan permbayaran harga barang ataupun jasa dalam mata valuta
asing. Kebutuhan mata valuta asing dari suatu perusahaan seringkali kecil nilainya

dibandingkan dengan kebutuhan dari bank dan spekulan dan perdagangan baluta asing
yang dilakukannya seringkali hanya membawa dampak yang kecil sekali bagi nilai
pasaran kurs mata uang. Meskipun demikian arus perdagangan valuta asing dari
perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya merupakan factor yang penting bagi
arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi beberapa perusahaan multinasional dapat
membawa akibat yang tidak terduga sewaktu perusahaan menutup posisi (posisi jual
ataupun beli) yang amat besar sekali dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh
para pemain pasar.
Selain itu perusahaan menjadi pelaku pasar valuta asing karena untuk
meningkatkan daya saing dan menekan biaya prosuksi perusahaan selalu melakukan
eksplorasi terhadap berbagai sumber daya yang baru dan yang lebih murah yaitu ekspor
dan impor.
j. Broker
Broker adalah perusahana yang menjadi perantara terjadinya transaksi valuta
asing. Broker membantu dalam mencarikan pembeli atau penjual.
2.4 Transaksi Pasar Valuta Asing Antarbank
Substansi yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang transaksi valuta asing
terhadap rupiah antar bank dengan pihak domestic antara lain:
1. Bank wajib memiliki pedoman internal tertulis dalam melakukan transaksi valuta asing
terhadap rupiah
2. Transaksi valuta asing terhadap rupiah yang dilakukan bank dengan nasabah diatas
jumlah tertentu (threshold) wajib memiliki underlying transaksi.
3. Underlying transaksi untuk transaksi valuta asing terhadap rupiah antara bank dengan
pihak domestic meliputi seluruh kegiatan:
a. Perdagangan barang dan jasa, baik di dalam maupun di luar negeri; dan/atau
b. Investasi berupa direct investment, portofolio investment, pinjaman, modal, dan
investasi lainnya di dalam dan di luar negeri.
4. Tidak termasuk sebagai Underlying transaksi untuk transaksi valuta asing terhadap rupiah
antara Bank dengan pihak domestic:
a. Penempatan dana pada bank antara lain berupa tabungan, giro, deposito, dan
Negotiable Certificate of Deposit (NCD)
b. Kegiatan pengiriman uang oleh perusahaan transfer dana

5. Pembelian valuta asing terhadap Rupiah oleh nasabah kepada bank dapat dilakukan tanpa
underlying transaksi melalui transaksi spot dan/atau transaksi derivative sampai dengan
jumlah tertentu (threshold) pembelian USD 100,000.00
6. Penjualan valuta asing terhadap rupiah oleh nasabah kepada bank dapat dilakukan tanpa
underlying transaksi melalui transaksi forward atau option sampai dengan jumlah tertentu
(threshold) penjualan sebesar USD 1,000,000.00
7. Transaksi valuta asing terhadap rupiah antar bank tidak wajib memiliki underlying
transaksi
8. Dokumen underlying transaksi adalah dokumen yang bersifat final dan berdifat
perkiraan. Dokumen underlying transaksi yang bersifat perkiraan dipersyaratkan adanya
dokumen pendukung tambahan, berupa:
a. Surat pernyataan nasabah yang ditandatangani oleh pihak yang berwenang dari
nasabah, berisi informasi tentang jumlah kebutuhan, tujuan penggunaan dan tanggal
dibutuhkan valuta asing, serta jenis transaksi yang dilakukan
b. Surat kuasa (letter of authorization) dan high level management dan diketahui oleh
dewan komisaris, bagi nasabah badan hokum, apabila pihak yang berwenang tersebut
belum tercantum dalam anggaran dasar.
9. Penyampaian dokumen Underlying transaksi diatur sebagai berikut:
a. Dokumen underlying transaksi dan/atau dokumen pendukung disampaikan untuk
setiap transaksi berdasarkan tanggal transaksi.
b. Dalam hal bank telah mengetahui track record nasabah dengan baik dan nasabah
menyampaikan

dokumen

underlying

yang

bersifat

final,

nasabah

dapat

menyampaikan dokumen pendukung transaksi valuta asing secara berkala


c. Dokumen underlying transaksi dan/atau dokumen pendukung untuk transaksi spot
wajib diterima bank paling lambat pada tanggal valuta
d. Dokumen underlying transaksi dan/atau dokumen pendukung untuk transaksi
derivative wajib diterima bank paling lambat 5 hari kerja setelah tanggal transaksi
e. Dalam hal transaksi derivative memiliki jatuh waktu kurang dari 5 hari kerja setelah
tanggal transaksi, maka dokumen underlying transaksi dan/atau dokumen pendukung
wajib diterima bank paling lambat pada tanggal jatuh tempo.
10. Bank wajib menatausahakan dokumen Underlying Transaksi Valuta Asing Terhadap
Rupiah.
11. Penyelesaian transaksi valuta asing terhadap rupiah diatur sebagai berikut:
a. Penyelesaian Transaksi Spot antara Bank dengan Nasabah dan antar Bank wajib
dilakukan dengan pemindahan dana pokok secara penuh.

10
b. Penyelesaian Transaksi Derivatif antara Bank dengan Nasabah dan antar Bank dapat

dilakukan secara netting untuk perpanjangan transaksi (roll over), percepatan


penyelesaian transaksi (early termination), dan pengakhiran transaksi (unwind).
c. Penyelesaian Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah yang dilakukan Pedagang

Valuta Asing (PVA) dan travel agent untuk kepentingan nasabahnya wajib
diselesaikan dengan pemindahan dana pokok secara penuh.
12. Bank dilarang melakukan transaksi-transaksi antara lain:
a. Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah apabila transaksi atau potensi transaksi
tersebut terkait dengan structured product;
b. Pemberian kredit atau pembiayaan dalam valuta asing dan/atau dalam Rupiah untuk

kepentingan Transaksi Derivatif.


c. Pemberian cerukan kepada Nasabah dalam rangka Transaksi Valuta Asing Terhadap

Rupiah.
13. Bank yang melanggar ketentuan dalam PBI ini dikenai sanksi sebagai berikut:
a. Sanksi administratif berupa teguran tertulis.
b. Sanksi kewajiban membayar sebesar 1% dari nilai nominal transaksi yang dilanggar
untuk setiap pelanggaran, dengan jumlah sanksi paling sedikit sebesar
Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak sebesar
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
14. Penghitungan sanksi kewajiban membayar menggunakan kurs Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (JISDOR) pada tanggal terjadinya pelanggaran.

2.5 Nilai Tukar Valuta Asing


Nilai tukar yaitu jumlah satu mata uang yang dapat ditukar dengan mata uang lainnya dan
dapat dinyatakan keduanya sebagai kutipan langsung atau tidak langsung. Dimana masingmasing mata uang memiliki nilai yang tidak sama satu dengan lainnya.
Bentuk nilai tukar dalam jual beli valas:
1. Direct and indirect quotation
Direct quotation adalah sejumlah US Dollar yang diperlukan untuk membeli satu mata
uang asing. Sedangkan indirect quotation adalah sejumlah unit valuta asing yang
diperlukan untuk membeli satu unir US dollar atau dengan kata lain indirect quotation
merupakan kebalikan dari pada direct quotation.

11

2. Bid and ask rate


Bid rate atau buying rate dalam spot transaction adalah selisih harga dimana pemberian
quotation atau price maker bersedia mebeli suatu mata uang. Ask rate atau selling rate
dalam spot transaction adalah sisi harga dimana si pemberi quotation atau market price
taker bersedia menjual atau melepas suatu mata uang.
3. Cross rate
Dalam perdagangan sehari-hari, dealer tidak hanya memoerdagangkan valuta non US
dollar terhadap non US dollar lainnya. Ada sejumlah situasi dimana sebuah perusahaan
ingin mengetahui kurs antara dua valuta non dollar
2.6 Suku Bunga dan Nilai Tukar
Tingkat suku bunga menentukan nilai tambah mata uang suatu negara. Semakin tinggi
suku bunga suatu mata uang, akan semakin tinggi pula permintaan akan mata uang negara
tersebut. Tingkat suku bunga diatur oleh bank sentral, dan jika dalam jangka panjang bank
sentral selalu menaikkan suku bunga maka trend nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap
negara lain akan cenderung naik. Hal ini akan terus berlangsung sampai ada faktor lain yang
mempengaruhi atau bank sentral kembali menurunkan suku bunganya.
2.6.1 Pengaruh kenaikan tingkat suku bunga
Sebagai illustrasi ambillah contoh EUR/AUD. Saat ini suku bunga mata uang Euro
adalah 0.50% dan dollar Australia 2.75%. Jika bank sentral kawasan Euro (ECB) menaikkan
tingkat suku bunga sebesar 0.25% maka suku bunga EUR akan menjadi 0.75%. Asumsikan suku
bunga AUD tidak berubah sehingga permintaan akan AUD juga relatif tetap. Kenaikan tingkat
suku bunga Euro akan menarik investor untuk memindahkan asset investasinya (misalnya saham,
properti atau mata uang lain) ke mata uang Euro karena mereka ingin mendapatkan keuntungan
dari perubahan tingkat suku bunga tersebut.
Walaupun pada contoh di atas suku bunga EUR masih lebih rendah dari suku bunga
AUD, namun perubahan tingkat suku bunga tersebut menyebabkan permintaan akan mata uang
EUR di level konsumen meningkat sehingga nilai tukar Euro terhadap dollar Australia atau
EUR/AUD juga naik. Jika suku bunga mata uang negara lain tidak berubah, maka kenaikan suku
bunga EUR tersebut tidak hanya berpengaruh pada nilai EUR/AUD saja, namun juga terhadap

12

nilai tukar EUR versus mata uang lainnya. Dalam hal ini nilai EUR/xxx (xxx adalah mata uang
lainnya) akan naik.
2.6.2 Pengaruh penurunan tingkat suku bunga
Sebaliknya dari contoh di atas, jika ECB menurunkan tingkat suku bunganya semisal
0.25% juga sehingga suku bunga EUR menjadi 0.25%. Investor akan segera melepas
kepemilikannya atas mata uang Euro dan beralih ke jenis asset lainnya seperti saham, properti
atau mata uang negara lain yang tingkat suku bunganya lebih tinggi. Jika ini terjadi maka nilai
tukar EUR terhadap mata uang lainnya akan turun, atau EUR/xxx akan melemah.
Perubahan arah pergerakan nilai tukar di atas terjadi hanya pada saat ada perubahan
tingkat suku bunga, atau isu dan juga rumor yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan
suku bunga seperti tingkat inflasi yang tinggi, defisit neraca perdagangan yang makin besar dan
sebagainya. Dalam pasar forex isu perubahan tingkat suku bunga sangat sensitif, oleh karenanya
komentar seorang gubernur atau kepala bank sentral akan sangat mempengaruhi fluktuasi nilai
tukar mata uang suatu negara. Di samping itu perbedaan tingkat suku bunga antara 2 mata uang
bisa menyebabkan terjadinya carry trade. Makin besar selisih suku bunga makin tinggi pula
potensi carry trading terhadap pasangan mata uang tersebut.
2.7 Forward Rate sebagai Prediktor tidak bias dari Future Spot Rate
2.7.1 Forward Rate
Kurs forward adalah kurs yang ditetapkan sekarang pada saat transaksi dilakukan untuk
diselesaikan / diserahkan kemudian hari. Karena pelaku-pelaku ekonomi tidak mengetahui
berapa nilai tukar spot dalam 1 minggu, bulan, tahunan atau masa yang akan datang lainnya.
Kurs forward untuk tanggal tertentu di masa depan biasanya digunakan sebagai perkiraan kurs
spot di masa depan. Kurs forward biasanya mudah diakses sehingga dapat digunakan sebagai
prediksi yang mudah dan bebas biaya. Tidak seorang pun selalu yakin bahwa kurs forward
memberikan ramalan nilai mata uang yang lebih akurat dibandingkan kurs spot.
Dengan adanya fluktuasi pada pasar valuta asing, sulit untuk meramalkan nilai mata
uang. Kurs forward digunakan sebagai standar perbandingan karena kurs forward disajikan pada
beberapa surat kabar dan majalah. Kurs forward umumnya lebih akurat untuk memprediksi kurs
dalam jangka pendek dibandingkan memprediksi kurs untuk jangka panjang.
Metode transaksi forward adalah kesepakatan antara pembeli dan penjual, antara bank
dengan konsumen atau antara bank dengan bank untuk jumlah mata uang tertentu dengan jangka

13

waktu penyerahan tertentu dan dengan nilai tukar yang telah ditentukan dimuka. Transaksi
forward dalam valuta asing merupakan transaksi dengan penyerahan pada beberapa waktu
mendatang sejumlah mata uang tertentu berdasarkan jumlah sejumlah mata uang tertentu yang
lain. Transaksi forward biasanya terjadi bila eksportir, importir atau pelaku ekonomi lain yang
terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu
tanggal tertentu di masa mendatang.
2.7.2 Future Spot
Future Spot adalah nilai kurs spot yang akan berlaku di masa yang akan datang, dengan
kata lain nilai tukar kurs valas terhadap kurs domestik pada periode berikutnya. Tujuan dari
memprediksi future spot adalah memudahkan antisipasi terhadap resiko perubahan kurs valas
(Salvatore, 1997). Future Spot merupakan cerminan dari efisiensi pasar valas. Efisiensi pasar
(market efficiency) adalah pasar dimana informasi baru telah direfleksikan dalam harga
sekuritas-sekuritas yang diperdagangkan. Efisiensi pasar valuta asing juga berpengaruh terhadap
peramalan. Pada efisiensi pasar, harga saat ini merefleksikan secara penuh seluruh informasi
yang tersedia termasuk sejarah lengkap harga. Dengan demikian, mengetahui harga hari ini
merupakan hal yang lebih informatif dari sudut pandang peramalan (forcasting) sebagaimana
mengetahui seluruh harga masa lalu