Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan

Asam urat (uric acid) adalah produk akhir metabolisme purin (adenine dan guanine)
yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara
alamiah,purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel
hidup,yakni makanan dari tanaman (sayur,buah,kacang-kacangan) atau pun hewan
(danging,jeroan,ikan sarden). Jeroan merupakan sumber senyawa sangat potensial
menyebabkan asam urat, yang tergolong jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain
yang terdapat dalam perut hewan, seperti hati,jantung,babat dan limfa.
Asam urat terutama disintesis dalam hati yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase.
Asam urat diangkut ke ginjal oleh darah untuk difiltrasi, direabsorbsi sebagain, dan dieksresi
sebagian sebelum akhirnya diekskresikan melalui urin. Peningkatan kadar asam urat dalam
urin dan serum (hiperuresemia) bergantung kepada fungsi ginjal, kecepatan metabolisme
purin, dan asupan diet makanan yang mengandung purin.
Bila senyawa purin pada asam urat dalam jumlah besar di dalam darah, maka akan
memicu pembentukan yang berbentuk jarum. Ini biasanya terkonsentrasi pada sendi sendi
( kaki, lutut, siku atau tangan ) sedemikian rupa sehingga mengakibatkan radang sendi
( artritis ). Sendi sendi tempat asam urat dalam darah secara kronis melebihi batas normal.
Umumnya gejala ini ditemui pada pria berumur lebih 30 tahun dan wanita setelah menopause
peningkatan asam urat dalam darah terjadi akibat percepatan biosentesis purine dari asam
amino atau degradasi purin berlebihan, akibat adanya kematian sel dan melalui makanan atau
eksresi asam urat melalui ginjal yang tidak sempurna.
Pemeriksaan asam urat dilaboratorium dilakukan dengan dua cara yaitu enzimatik dan
teknik bias. Kadar asam urat dalam darah tergantung usia dan jenis kelamin. Umumnya yang
terserang asam urat paling banyak adalah pada pria,sedangkan pada perempuan
persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria
cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai
sejak masa menopause. Asam urat cenderung lebih sering dialami oleh pria hal ini karena
perempuan mempunyai hormone estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat
urine, sementara pada pria,asam uratnya cenderung lebih tinggi daripada perempuan karena
tidak memiliki hormon ekstrogen tersebut.Jadi selama seorang perempuan mempunyai
hormone ekstrogen,maka pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak
mempunyai ekstrogen,seperti saat menopause,barulah perempuan terkena asam urat.

Pemeriksaan kadar asam urat sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
jumlah asam urat dalam tubuh kita dan tentunya untuk menilai fungsi ginjal,selain itu juga
merupakan parameter pemeriksaan untuk indikasi penyakit gout(penykit persendian).
Pada praktikum kali ini dilakukan pemeriksaan kadar asam urat dengan metode
enzimatik menggunakan spektrofotometer dan sampel yang digunakan adalah serum. Pada
metode ini jika serum yang mengandung asam urat ketika ditambahkan dengan larutan kerja
asam urat maka akan membentuk senyawa kompleks berwarna merah muda (pink). Pada
praktikum digunakan sampel dengan kode C ( laki-laki/....).
Pada praktikum pemeriksaan asam urat ini reagen yang digunakan adalah
monoreagen. Pertama disiapkan 3 tabung serologi yaitu blanko, standar dan sampel.
Kemudian pada masing-masing tabung ditambahkan monoreagen sebanyak 500l. Pada
tabung blanko ditambahkan 10 l aquades, pada tabung standar ditambahkan 10 l standar
dan pada tabung sampel ditambahkan 10 l sampel, kemudian ketiga larutan tersebut
diinkubasi selama 10 menit.
Kemudian dilakukan pengukuran pada spektrofotometer, dari hasil pengukuran
diperoleh absorbansi standar........., absorbansi sampel.......dan kadar asam urat pada Sampel
C ( laki-laki/...) adalah......kadar yang didapat masih berada dalam batas normal yaitu......
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium :

Sampel serum/plasma hemolisis,

Stress dan puasa berlebih dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat serum,

Diet tinggi purin, Pengaruh obat (lihat pengaruh obat)


Kadar asam urat meningkat dijumpai pada : gout, leukemia (limfositik, mielositik,

monositik),

kanker

metastatik,

mieloma

multipel,

eklampsia

berat,

alkoholisme,

hiperlipoproteinemia, diabetes mellitus (berat), gagal ginjal, glomerulonefritis, gagal jantung


kongestif, anemia hemolitik, limfoma, polisitemia, stress, keracunan timbale, pajanan sinar-X
(berlebih), latihan fisik berlebihan, diet penurunan berat badan-tinggi protein.
Penurunan kadar asam urat dapat dijumpai pada : penyakit Wilson, asidosis tubulus
ginjal proksimal, anemia defisiensi asam folat, luka bakar, kehamilan. Pengaruh obat :
alopurinol,

azatioprin,

koumadin,

probenesid,

sulfinpirazon.