Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIKUM RANGKAIAN SERI


MODUL : 2

NAMA MODUL
NAMA

: RIZAL SAEPUL BAHRI, YUGA SETYA N

NIM

: 1147070065, 1147070083

KELAS

:B

KELOMPOK

: 09

HARI, TANGGAL

: SELASA, 29 SEPTEMBER 2015

WAKTU

: 15.30-17.30

DOSEN/ASISTEN

: SLAMET INDRIYANTO, ST

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2015
0

Modul 2

RANGKAIAN SERI
Rizal Saepul Bahri (1147070065), Yuga Setya N (1147070083) / Kelompok 09 / Selasa, 29 September 2015
Email : izall_cebrekk@yahoo.co.id, yuga.sadhega@gmail.com
Dosen/Asisten : Slamet Indriyanto, ST
Abstract
Telah dilakukan percobaan tentang rangkaian seri yang
bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan rangkaian
seri dari beberapa buah resistor. Digunakan dua macam
percobaan. Percobaan 1 yaitu rangkaian seri dengan 2 variasi
hambatan. Pada rangkaian seri V1 selalu tetap bernilai 1K
dan nilai V2 pada awalnya bernilai 1K dan di ubah menjadi
2K2. Pada percobaan 2, hambatan V1, V2, dan V3 bernilai
1K. Kemudian V2 diubah menjadi 2K2 dan V3 diubah
menjadi 4K7. Dimana dari percobaan ini hasil dari V
perhitungan dan V pengukuran sebanding dan selisih sedikit.
Index Terms Rangkaian Seri, Resistor, Tegangan

PENDAHULUAN

uatan yang bergerak disebut sebagai


arus listrik. Arus listrik juga merupakan
laju muatan aliran listrik yang melalui
suatu luasan penampang lintang. Dimana
muatan-muatan pada kawat mengalir pada
kawat tertentu.
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang
digunakan untuk mengatur jumlah arus yang mengalir dalam
suatu rangkaian. Resistor bersifat resistif dan umumnya
terbuat dari karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor
disebut ohm atau dilambangkan dengan symbol .
Dalam kelajuan muatan pada kawat, dikenal adanya
resistor. Dimana resistor adalah penghambat dari kelajuan
muatan tersebut. Resistansi dari suatu material bergantung
pada panjang, luas penampang lintang, tipe material, dan
temperatur. Untuk kawat-kawat tertentu yang mematuhi
hukum Ohm, resistansinya tidak bergantung pada tegangan
dan arus yang mengalir.
Pada rangkaian seri, kedua resistor haruslah
membawa arus yang sama. Sehingga dalam hukum Ohm, jika
resistor membawa arus yang sama tegangan pada setiap
resistor harus dijumlahkan untuk mendapatkan tegangan total
pada rangkaian. Selain itu hambatan total pada rangkaian
juga merupakan jumlah-jumlah dari hambatan yang dipasang
secara seri. Pemasangan resistor secara seri juga dikenal
sebagai pembagi tegangan.

II

TEORI DASAR

Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban


listrik yang dihubungkan ke satu daya lewat satu rangkaian.
Rangkaian seri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu
rangkaian. Sifat-sifat Rangkaian Seri adalah sebagai berikut:
1. Arus yang mengalir pada masing beban adalah
sama.

2.

3.

4.

Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah


tahanan seri jika besar tahanan sama. Jumlah
penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari
masing-masing tahanan seri adalah sama dengan
tegangan total sumber tegangan.
Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam
rangkaian
seri,
tahanan
total
rangkaian
menyebabkan naiknya penurunan arus yang
mengalir dalam rangkaian. Arus yang mengalir
tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam
rangkaian.
Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian
tidak terhubung atau putus, aliran arus terhenti.

Prinsip dalam Rangkaian Seri adalah sebagai berikut:


1. Hambatan total merupakan hasil penjumlahan tiaptiap hambatan serinya.
2. Kuat arus dalam tiap-tiap hambatannya
tetap dan besar kuat arus setiap
hambatan sama dengan kuat arus
totalnya,
3. Beda
potensial/tegangan
tiap-tiap
hambatannya berbeda-beda dan hasil
penjumlahan
tegangan
tiap-tiap
hambatannya sama dengan tegangan
totalnya.
V total = V1 + V2 +.. Vn
I total = I1 = I2 =. I n
R total = R1 + R2 + ... Rn
AVO meter adalah suatu peukur yang
dapat digunakan untuk mengukur resistansi
(sebagai
ohm
meter),tegangan
(sebagai
voltmeter),dan
arus
(sebagai
ampere
meter),baik gelombang bolak-balik (AC) atau
searah (DC).
Tahanan adalah salah satu parameter
dasar dari suatu rangkaian listrik maupun
elektronika.Dalam
setiap
pemakaian
atau
perencanaan
rangkaian
tahanan
selalu
dikutsertakan untuk maksud tertetu.
Pengukuran resistansi suatu resisor bisa
diukur pada pembacaan skala meter. Perhatikan
untuk pengukuran perkalian x1k,x1,x10,dan
sebagainya.pengukuran ini disebut pengukuran
secara langsung.demikian juga ntuk pengukuran
tegangan/voltmeter, posisi skalar multimeter
diletakkan pada posisi volt dan perhatkan skala
volt meter serta baca jarum penunjukan harga
tegangan yang didapat.

Analisis Percobaan 1:
III
1.

2.

METODOLOGI

Alat yang digunakan:


- Project board
- Power Supply
- AVO meter
- 3 buah Resistor 1K
- 1 buah resistor 2K2
- 1 buah resistor 4K4
- Penjepit buaya
- Kabel

Tegangan power supply yang diukur


menggunakan AVOmeter bernilai 8,8 volt.
Tegangan V1 yang di ukur pada Resistor 1K
bernilai 4,4. Dan menurut perhitungan V

1=

Tegangan V2 yang di ukur pada Resistor 1K


bernilai 4,4. Dan menurut perhitungan V

1=

Prosedur percobaan:

Percobaan 1:
1. Susun rangkaian pada project board.
2. Nyalakan power supply.
3. Ukur besarnya tegangan sumber (VS)
4. Hitung besarnya tegangan V1 dan V2 dengan rumus
dan
.Kemudian
ukur V1 dan V2 dengan AVOmeter.
5. Bandingkan besar nilai hasil perhitungan dan hasil
pengukuran.
6. Ganti nilai resistor R2 dengan 2K2
7. Jika percobaan telah selesai matikan power supply.

1000
1000 + 1000 x8,8V = 4,4 volt

1000
1000 + 1000 x8,8V = 4,4 volt

Setelah hambatan pada R2 diganti menjadi

2,93 volt dan V

Susun rangkaian pada project board.


Nyalakan power supply.
Ukur besarnya tegangan sumber (VS)
Hitung besarnya tegangan V1 dan V2 dengan
rumus .Kemudian ukur V1 dan V2 dengan
V1

5.
6.
7.

V2

Dengan R1K Dengan R2K2 & 4K7


VS
V1
V1
[volt] [volt V2 V3 [volt V2
V3 [volt]
[volt] [volt]
[volt]
]
]
Hasil
Perhitunga
n
Hasil
Pengukura
n

2,93 2,93 2,93 1,25


2,51
3
3
3
7

5,02

8,8
2,9

2,9

1,2

2,4

5,1

Analisis Percobaan 2:

HASIL DAN ANALISIS

Tegangan power supply yang diukur


menggunakan AVOmeter bernilai 8,8 volt.
Tegangan V1 yang di ukur pada Resistor 1K
bernilai 2,9. Dan menurut perhitungan V

1=

an1

Hasil
Perhitung
an
Hasil
Pengukur
an

2000
1000 +2000 x8,8V

Percobaan
2

Percoba

VS
[vol
t]

2=

V3

AVOmeter.
Bandingkan besar nilai hasil perhitungan dan hasil
pengukuran.
Ganti nilai resistor R2 = 2K2 dan R3 = 4K4
Jika percobaan telah selesai matikan power supply.

IV

1000
1000 + 2000 x8,8V =

= 5,866 volt

Percobaan 2:
1.
2.
3.
4.

1=

2K2 maka V

Dengan
R1K
V1
V2
[vol [vol
t]
t]

Dengan
R2K2
V1
V2
[vol [vol
t]
t]

4,4

4,4

2,9
3

5,8
66

4,4

4,4

2,8

8,8

2,933 volt
Tegangan V2 yang di ukur pada Resistor 1K
bernilai 2,9. Dan menurut perhitungan V

2=

1000
1000 + 1000 + 1000 x8,8V =

1000
1000 +1000 + 1000 x8,8V =

2,933 volt
Tegangan V2 yang di ukur pada Resistor 1K
bernilai 3. Dan menurut perhitungan V

3=

1000
1000 +1000 +1000 x8,8V =

2,933 volt

Setelah hambatan pada R2 diganti menjadi


2K2 dan R3 menjadi 4K7 maka V

1=

1000
1000 + 2000 + 4000 x8,8V =

1,257 volt, V

2=

2000
1000 +2000 +4000

x8,8V = 2,514 volt, dan V

3=

4000
1000 +2000 +4000 x8,8V =

5,028 volt
V
1.
2.

KESIMPULAN

Rangkaian seri merupakan rangkaian yang membagi


tegangan.
Semakin besar nilai hambatan yang diberikan maka
nilai tegangan pada hambatan tersebut juga semakin
besar.

DAFTAR PUSTAKA
1
2

Richard Blocher. Dasar Elektronika. Andi. Yokyakarta


Tipler, Paul A. 2001. FISIKA untuk Sains dan Teknik.
Erlangga. Jakarta.

Nama saya Rizal Saepul Bahri lahir di


Garut sedang berkuliah di Jurusan
Teknik Elektro Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Sunan Gunung Djati
Bandung. Penulis ingin menjadi orang
yang sukses di segala hal dan juga
berguna bagi masyarakat bangsa dan
negara.

Nama saya Yuga Setya N lahir di Pasir


Pengarayan sedang berkuliah di Jurusan
Teknik Elektro Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Sunan Gunung Djati
Bandung. Penulis ingin melanjutkan
sekolah di Jepang untuk
mengembangkan teknologi Indonesia
sehingga Indonesia dapat menjadi
negara yang berkembang dan menjadi