Anda di halaman 1dari 222

KK EE MM EE NN TT EE RR II AA NN

JJ AA AA NN

PEKER

UU MM UU
MM

D J
JEN
R
DER
K
KA L
O
SUM
A

AB E R
DAY
A
A A
I R
I R

B
AL
AI
B
E
S
A
R
WI
L
A
Y
A
H
S
U
N
G
AI
S
E
R
A
Y
U
O
P
A
KB
A
L
A I
B
E
S
A
R
W
I L
A
Y
A
H
S
U
N
G
A I
S
E
R
A
Y
U
O
P
A
K

SJ
lA.
TS
oUl
oAK
Nm .
6K Y
Eo
Rg
yJa
Ak a

r tOa

P5 5E2 R8 1ATSe lIp . D( 0A2 N7 4 ) P4 E8 9M1 7E2 ;LFI aHxA. (R0 2A7 A4 )
N4 8 9S5D5 2A; h St t pE: / R/ wAw wY. bUb w Os s Po . nAeKt /
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274)
489552 http : //bbwsso.net/

DOKUMEN
SELEKSI
Nomor : 02/B.9/DPOP.SDAI/SOPSDA.SO/2015
Tangga
l:2
April
2015

u
n
t
u
k
Pengad
aan
Pekerja
an :
INSPEKSI BESAR
BENDUNGAN SEMPOR

Pokja PPK Operasi dan


Pemeliharaan SDA I(B) ULP
Jawa Tengah

S
a
t
u
a
n
K
e
r
j
a
O
p
e
r
a
s
i
d
a
n
P
e
m
e
l
i
h
a
r
a
a
n
S
D
A
S
e
r
a

yu Opak Direktorat Jenderal Sumber


Daya Air Kementerian Pekerjaan
Umum

Tahun
Anggar
an
2015

BAB I. UNDANGAN PENGAMBILAN DOKUMEN SELEKSI


KK EE MM EE NN TT EE RR II AA NN

JJ AA AA NN

PEKER

UU MM UU
MM

D I R E K T O
J
A I
D I R E K T O JENDERAL SUMBER DAYA A I
R A T
R
R A T
R
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
B A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SJ lA. TS oUl oAKNm . 6KYEoRg yJaAk a r tOa P5 5E2 R8 1ATSe lIp . D( 0A2 N7 4 ) P4 E8 9M1 7E2
;LFI aHxA. (R0 2A7 A4 ) N4 8 9S5D5 2A; h St t pE: / R/ wAw wY. bUb w Os s Po . nAeKt /
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

Nomor
Lampiran

: 02/Und/B.9/PPK.OPSDAI-SOPSDA.SO/2015
:-

Yogyakarta, 2 April

Kepada Yth.
Pimpinan Perusahaan :
1. PT. Dehas Inframedia Karsa
2. PT. Mettana
3. PT. Kwarsa Hexagon
4. PT. Ika Adya Perkasa
5. PT. Indra Karya Cab. Semarang
6. PT. Multimera Harapan
7. PT. Aditya Engineering
Consultant ditempat
Perihal

Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi untuk paket pekerjaan INSPEKSI


BESAR BENDUNGAN SEMPOR pada Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan
SDA I(B) ULP Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015

Dengan ini kami beritahukan bahwa perusahaan Saudara telah masuk dalam Daftar
Pendek untuk paket pekerjaan tersebut di atas. Sebagai kelanjutan proses pemilihan
kami mengundang Saudara untuk mengambil Dokumen Seleksi dengan ketentuan
sebagai berikut :
1. Saudara dianjurkan untuk menghadiri pemberian penjelasan (aanwijzing) pada
tempat dan waktu yang ditentukan dalam Lembar Data Pemilihan (LDP), agar
Saudara lebih memahami lingkup pekerjaan;
2. Penawaran meliputi Kelengkapan Persyaratan Administrasi, Teknis, dan Biaya
dengan masa berlaku penawaran paling kurang 90 (sembilan puluh) hari kalender
terhitung sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran;
3.
Pelaksanaan
pengadaan
Tempat dan alamat

: Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak

No. Kegiatan
Waktu
Jl. Solo Km.6 Yogyakarta Hari/Tanggal
a. Website
Pengambilan Dokumen Pemilihan : www.pu.go.id. bagian
02/04/2015
s.d.
15/04/2015
24
jam
(online)
full e-procurement
b.
Pemberian Penjelasan
08/04/2015
10.00 WIB s.d.
selesai
4.
Gambaran singkat jadwal pelaksanaan
.c.
Pemasukan
Dokumen
Penawaran
09/04/2015
s.d.
16/04/2015
24
jam
(online)
pengadaan pemilihan:
kecuali hari
terakhir
pemasukan
d.
Batas Akhir Pemasukan Pembukaan
16/04/2015
10.00 WIB
Penawaran
e.
Pembukaan Dokumen Sampul I
16/04/2015
10.15 WIB s.d.
selesai
f.
Pemberitahuan dan Pengumuman Peringkat
27/04/2015
Teknis
g.
Undangan Pembukaan Dokumen Sampul II
27/04/2015

h.

Pembukaan dan Evaluasi Dokumen Sampul II

i.
J
k.

Penetapan Pemenang
Masa Sanggah
Penerbitan SPPBJ

28/04/2015

10.00 WIB s.d.


selesai

29/04/2015
30/04/2015 s.d 07/05/2015
13/05/2015

5. Pengambilan Dokumen Seleksi dapat diwakilkan dengan membawa tanda


pengenal dan surat tugas dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala
cabang/pengurus koperasi/pejabat yang menurut Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi berhak mewakili kemitraan/KSO.
6. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) penyedia jasa dalam mengambil
Dokumen Seleksi.
7. Dokumen Seleksi dapat diambil dalam bentuk cetakan dan/atau diunduh
melalui website
www.pu.go.id bagian full e-procurement.
8.

Dokumen Penawaran dikirim ke : website www.pu.go.id bagian full e-

procurement. Demikian disampaikan untuk diketahui.

Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan


SDA I(B) ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA
Serayu Opak

Sudarto, ST,
MT
NIP. 19590403 198301 1
003

BAB II. UMUM


A. Dalam hal mengevaluasi apabila ada pertentangan ketentuan yang
tertulis pada Instruksi Kepada Peserta (IKP) dengan Lembar Data Pemilihan
(LDP),
maka yang digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data
Pemilihan (LDP).
B. Dokumen Seleksi ini disusun
menyiapkan dokumen penawaran.

untuk

membantu

peserta

dalam

C. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai


berikut :
- Jasa Konsultansi
: jasa layanan profesional yang membutuhkan
keahlian
tertentu diberbagai bidang keilmuan yang
mengutamakan adanya olah pikir (brainware);
- Kontrak

- Nilai Kontrak

: Kontrak
Pengadaan
Barang/Jasa
yang
selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis
antara PPK dengan penyedia yang mencakup
SyaratSyarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat- Syarat
Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang
merupakan bagian dari kontrak;
:

total harga pelaksanaan


tercantum dalam
Kontra
k;

pekerjaan

yang

- Kontrak Lump Sum : adalah kontrak pengadaan Jasa Konsultansi


didasarkan
atas produk/keluaran (Output based)
yang
harus dihasilkan konsultan sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja/TOR untuk menyelesaikan
seluruh pekerjaan dalam
batas
waktu
tertentu,
dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua
resiko yang mungkin terjadi dalam
proses
penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh
penyedia jasa, sedangkan pembayaran berbasis
output; seperti pekerjaan :
a.
Studi : Pra Studi Kelayakan, Studi Kelayakan,
Baseline Study,
Sistem
Informasi,
Studi Lingkungan/Kawasan,
AMDAL,
Identifikasi Program, Studi/Kajian/Telaah, Evaluasi,
Produk
Hukum, Pedoman, Petunjuk, Sertifikasi, dan lainnya.
b.
Perencanaan Umum dan Perencanaan Teknis:
Master Plan, Pra Design, Basic Design, Concept
Design, Design Development, Detail Engineering
Design, Final Engineering Design, Review Design,
Quantity Surveyor.
c. Survei:
Pemetaan/Foto
Udara,
Pengukuran
Topografi, Bathymetri,
Hydrologi,
Soil
Investigation/Geoteknik,
Sosial Ekonomi, Survei
Lalu Lintas dan O-D, Survei Kondisi Jalan/Jembatan,
Leger Jalan, Survei lainnya.

7
Kontrak
Lumpsum Pengadaan
Jasa
Konsultansi
tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak,
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak
dimungkinkan
penyesuaian
harga
(Price
Adjustment);
b.
semua
risiko
sepenuhnya
ditanggung
oleh
Penyedia
Barang/Jas
a;
c.
pembayaran didasarkan pada tahapan produk/
keluaran yang
dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;
d.
sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran
(output based);
e.
total harga penawaran bersifat
mengikat; dan
f.
tidak diperbolehkan adanya pekerjaan
tambah/kurang.

KAK

:
Kerangka Acuan Kerja adalah uraian
kegiatan
yang
akan dilaksanakan antara lain
meliputi latar belakang, maksud dan tujuan, sumber
pendanaan, serta jumlah tenaga yang diperlukan;

- HPS

- Kemitraan/
Kerja Sama
Operasi
(KSO)

: Harga Perkiraan Sendiri adalah hasil perhitungan


seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga
Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan
keuntungan;
: Kerjasama usaha antar penyedia yang masingmasing
pihak mempunyai hak, kewajiban dan
tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian
tertulis

- PA

:
Pengguna
Anggaran
adalah
Pejabat
pemegang
kewenangan penggunaan anggaran
Kementerian/Lembaga/Satuan
Kerja Perangkat
Daerah
atau Pejabat
yang
disamakan
pada
Institusi Pengguna APBN/APBD;

- KPA

:
Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat
yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN
atau ditetapkan
oleh
Kepala Daerah untuk
menggunakan APBD;

- ULP

: Unit Layanan Pengadaan adalah


unit
organisasi
Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/Institusi
yang berfungsi melaksanakan
Pengadaan Barang/Jasa yang
bersifat permanen,
dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit yang
sudah ada;

- LDP

:
Lembar Data Pemilihan adalah data yang
memuat ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai
dengan jenis
pekerjaan
antara lain
meliputi
penyusunan, penyampaian, pembukaan, kriteria dan
tata cara penilaian dokumen penawaran, pengumuman
pemenang, sanggahan.

- Pokja ULP
Layanan Pengadaan

Kelompok Kerja ULP adalah perangkat dari Unit

(ULP) yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan


Barang/Jasa;
Panitia/Peja
bat
Penerima
Hasil
Pekerjaan
- APIP

: Panitia/pejabat
yang ditetapkan oleh KPA
yang bertugas memeriksa dan menerima hasil
pekerjaan;

:
Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau
pengawas intern pada Institusi lain yang selanjutnya
disebut APIP adalah aparat yang melakukan

pengawasan
melalui
audit,
reviu,
evaluasi,
pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi;
- Penyedia
Pekerjaan Jasa

Badan usaha yang menyediakan/melaksanakan

Konsultansi;

- PPK

: Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat


yang
bertanggung jawab atas pelaksanaan
pekerjaan;

- SPPJ

: Surat Penunjukan Penyedia Jasa adalah surat


yang diterbitkan oleh PPK kepada penyedia jasa
konsultansi untuk melaksanakan pekerjaan;

D.

- SPMK

: Surat Perintah Mulai Kerja adalah surat yang


diterbitkan oleh PPK kepada penyedia barang/jasa
untuk memulai melaksanakan pekerjaan, jangka
waktu penyelesaian, dan serah terima pekerjaan;

- RK3K

: Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Kontrak adalah dokumen rencana penyelenggaraan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi bidang
penyelenggaraan
konstruksi
yang
dibuat oleh
Penyedia Jasa dalam mengajukan penawaran;

Seleksi Umum dengan prakualifikasi ini dibiayai dari sumber


pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.

E. Seleksi Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta
badan usaha tunggal
( s e n d i r i ) atau kemitraan (KSO).

BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)


UMUM
1.

Lingkup
Pekerjaa
n

1.1 Pokja
ULP
mengundang
para
peserta
untuk
menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan jasa
kosultansi sebagaimana tercantum dalam LDP.
1.2 Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana
tercantum dalam
LDP.

2. Sumber
Dana
3.

Peserta
Pemiliha
n

1.3 Peserta
yang
ditunjuk
berkewajiban
untuk
menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang
tercantum dalam LDP, berdasarkan syarat umum dan
syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai Kerangka
Acuan Kerja dan biaya sesuai kontrak.
Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan
yang tercantum dalam LDP.
3.1 Pemilihan jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh
semua penyedia yang tercantum dalam Daftar Pendek.
3.2 Peserta
Kemitraan
Perjanjian
Kemitraan/KSO.

4. Larangan
Korupsi,
Kolusi, dan
Nepotisme
(KKN),
Penyalahgun
aan
Wewenang
serta
Penipuan

dilarang

untuk

mengubah

4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini


berkewajiban untuk
mematuhi
etika
pengadaan
dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut:
a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam
bentuk dan cara apapun, untuk memenuhi
keinginan peserta yang bertentangan dengan
Dokumen Seleksi, dan/atau peraturan perundangundangan;
b.

melakuka persekongkol dengan


mengatur
hasil
seleksi,
mengurangi/menghambat/memperkecil/me
niadakan
persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak
lain
sebagaimana
diatur
dalam
peraturan
perundang-undangan.
Indikasi
persekongkolan
antar Penyedia
Barang/Jasa
harus
dipenuhi
sekurang-kurangnya 2 (dua) indikasi di bawah ini :
1)
terdapat
kesamaan
dalam
Dokumen
Penawaran, antara lain pada: pengalaman
perusahaan, pendekatan dan metodologi,
dan/atau analisa pendekatan teknis;
2)
seluruh penawaran dari Penyedia

mendekati HPS;
3)
adanya keikutsertaan beberapa Penyedia
Barang/Jasa yang berada dalam 1 (satu)
kendali;
4) adanya kesamaan/kesalahan isi dokumen
penawaran,
antara lain kesamaan/kesalahan pengetikan,
susunan, dan format penulisan; atau
5) terdapat kesamaan kepemilikan Tenaga
Ahli tetap.
c. membuat dan/atau menyampaikan dokumen
dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk
memenuhi persyaratan

dalam Dokumen
Seleksi.
4.2 Peserta yang terbukti melakukan tindakan
sebagaimana dimaksud dalam angka 4.1 di atas
dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. sanksi administratif, seperti digugurkan dari proses
seleksi, atau pembatalan penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.
5. Larangan
Pertentang
an
Kepenting
an

5.1 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi,


dan
perannya, dilarang memiliki/melakukan peran
ganda atau terafiliasi.
5.2 Peran ganda sebagaimana dimaksud pasal 5.1 antara
lain meliputi: a. Seorang anggota Direksi atau
Dewan Komisaris suatu Badan Usaha tidak boleh
merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan
Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi
peserta pada Pelelangan pekerjaan
yang sama;
b. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan
manajemen konstruksi berperan sebagai konsultan
perencana/konsultan pengawas untuk pekerjaan
fisik yang direncanakan/diawasi;
c. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan
perencana/
pengawas bertindak sebagai pelaksana Pekerjaan
Konstruksi yang direncanakannya/ diawasinya,
kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Pengadaan
Pekerjaan Terintegrasi;
d. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau
anak
perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti
Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan
lainnya, merangkap sebagai anggota Pokja
ULP
atau
pejabat
yang
berwenang menetapkan
pemenang Pelelangan.
5.3 Afiliasi
sebagaimana
dimaksud
pada
5.1
adalah keterkaitan hubungan, baik antar peserta,
maupun antara
peserta
dengan PPK dan/atau
anggota Pokja ULP yang antara lain meliputi:
a. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik langsung
maupun tidak langsung
mengendalikan
atau
menjalankan perusahaan peserta;
b. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang
dikendalikan, baik
langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang
sama, yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus)
pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya
sama.
5.4 Pegawai

Kementerian/Lembaga/Pemerintah

Daerah/
Institusi
dilarang
6.
Pendayagun
aan Produksi
Dalam
Negeri

menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan


Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah /Institusi.
6.1 Peserta
berkewajiban
untuk
menyampaikan
penawaran
yang mengutamakan lokasi pekerjaan
jasa konsultansi
yang dilaksanakan di Indonesia
oleh tenaga Indonesia (mengutamakan tenaga ahli
dalam negeri).
6.2 Dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi
dimungkinkan menggunakan
komponen
berupa
tenaga ahli dan perangkat lunak
yang
tidak
berasal
dari
dalam
negeri
(impor) dengan
ketentuan:
a. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan sematamata untuk
mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang
belum dapat

diperoleh di Indonesia, disusun berdasarkan


keperluan yang nyata, dan diusahakan secara
terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya
alih pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing
tersebut ke tenaga Indonesia.
b. Komponen berupa perangkat lunak yang
diproduksi di dalam negeri belum memenuhi
persyaratan
7. Satu
Penawaran
Tiap
Peserta

7.1 Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun


sebagai anggota kemitraan hanya boleh memasukkan
satu penawaran untuk satu paket pekerjaan.
7.2 Setiap
peserta
yang
termasuk
dalam
kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik secara
sendiri/tunggal
maupun
sebagai
anggota
kemitraan/KSO
yang
lain pada paket pekerjaan
yang sama.
7.3 Setiap
peserta
atas
nama
sendiri
atau
kemitraan/KSO apabila menawarkan tenaga ahli
lebih dari 1 (satu) paket
pekerjaan yang
sama
dalam
waktu
yang bersamaan, maka hanya
mendapat memenangkan satu paket
pekerjaan
berdasarkan
hasil klarifikasi
tenaga ahli pilihan
peserta.
7.4 Dalam hal tenaga ahli yang ditawarkan oleh lebih
dari 1 (satu) peserta dalam satu paket pekerjaan
maka tenaga ahli yang diklarifikasi dan harus
memilih
1 (satu) peserta dan peserta yang lain
gugur.

Dokumen Seleksi
8. Isi
Dokumen
Selek
si

8.1

Dokumen Seleksi
terdiri atas:
a. Undangan Pengambilan Dokumen Seleksi;
b.Instruksi Kepada Peserta;
c. Lembar Data Pemilihan
(LDP); d.Kerangka Acuan
Kerja (KAK); e. Bentuk
Dokumen Penawaran:
1) Sampul I
a) Dokumen Penawaran Administrasi, dan
b) Dokumen Penawaran
Teknis.
2) Sampul II
a) Dokumen Penawaran
Biaya. f. Bentuk Rancangan
Kontrak:
1) Syarat Perjanjian/Pokok Perjanjian;
2) Syarat-Syarat Umum Kontrak; dan

3
)
S
y
a
r
a
t
S

yarat Khusus Kontrak.


g.Bentuk Dokumen Lain:
1) SPPBJ;
2) Jaminan Uang Muka;
3) Surat SPMK;
8.2 Peserta
berkewajiban
memeriksa
keseluruhan
isi
Dokumen Seleksi. Kelalaian menyampaikan
Dokumen Penawaran yang mengakibatkan
tidak
memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam
Dokumen Seleksi sepenuhnya merupakan risiko
peserta.

9
Pemberian
Penjelas
an

9.1 Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan


pada waktu yang tercantum dalam LDP, serta
dihadiri oleh para peserta yang diundang.
9.2

Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian


penjelasan tidak dapat dijadikan
dasar
untuk
menolak/ menggugurkan penawaran.

9.3 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian


penjelasan menunjukkan tanda
pengenal
dan
surat tugas kepada Pokja ULP.
9.4 Dalam pemberian penjelasan, Pokja ULP menjelaskan
kepada peserta mengenai :
a. Kerangka Acuan Kerja;
b. Metode pemilihan;
c. Cara penyampaian Dokumen Penawaran;
d. Kelengkapan
yang
harus
dilampirkan
bersama
Dokumen Penawaran;
e. Jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen
Penawaran;
f. Metode dan tata cara evaluasi;
g. Hal-hal yang menggugurkan penawaran;
h. Jenis kontrak yang akan digunakan;
i. Ketentuan tentang penyesuaian harga;
j. Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian
pekerjaan kepada usaha kecil;
k. Risiko K3 yang mungkin timbul akibat pekerjaan
termasuk kondisi dan bahaya (apabila diperlukan);
l. Perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila
bermitra);
dan
m. Ketentuan tentang asuransi dan ketentuan
lain yang
dipersyaratkan.
9.5 Apabila diperlukan, Pokja ULP dapat memberikan
penjelasan lanjutan
dengan
cara
melakukan
peninjauan lapangan. Biaya peninjauan keperluan
peserta lapangan ditanggung oleh peserta masingmasing.
9.6

Pemberian penjelasan isi Dokumen Seleksi,


pertanyaan dari peserta, jawaban dari Pokja ULP,
perubahan substansi dokumen, hasil peninjauan
lapangan, serta keterangan lain dituangkan dalam
Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang
ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan
minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Dokumen Seleksi dengan memperhatikan ketentuan
9.9.

9.7

Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau


yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP

cukup
ditanda
tangani
oleh
anggot
a
pokja

ULP yang hadir.


9.8

Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada


angka 9.6 di atas terdapat hal-hal/ketentuan baru
atau
perubahan
penting yang
perlu
ditampung, maka Pokja ULP menuangkan
ke
dalam Adendum Dokumen Pemilihan yang menjadi
bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Seleksi.

9.9

Apabila ketentuan baru


atau perubahan penting
tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen
Pemilihan
maka ketentuan baru atau perubahan
tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang
berlaku adalah yang
tercantum
dalam
Dokumen Seleksi yang awal.

9.10 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk


mengambil salinan
BAPP dan/atau Adendum Dokumen Seleksi.

10 Perubahan
Dokumen
Seleksi

9.11 Peserta
dapat
mengambil
salinan
BAPP
dan/atau Adendum Dokumen
Pemilihan
yang
disediakan oleh Pokja ULP atau mengunduhnya
melalui
alamat
website
Kementerian/
Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi.
10.1 Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum
batas akhir waktu pemasukan penawaran, Pokja
ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Seleksi,
berdasarkan informasi baru
yang mempengaruhi
substansi pekerjaan.
10.2 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen
Seleksi.
10.3 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk
mengambil salinan
Adendum Dokumen Seleksi.
10.4 Peserta dapat mengambil
salinan
Adendum
Dokumen Seleksi yang disediakan oleh Pokja ULP
atau mengunduhnya
melalui alamat website
Kementerian / Lembaga / Pemerintah Daerah /
Institusi.

11

Tambaha
n Waktu
Pemasuk
an
Dokume
n
Penawar
an

12 Biaya
dalam
Penyiapa
n
Penawara
n
13 Bahasa
Penawar

Dalam Adendum Dokumen Pengadaan, Pokja ULP dapat


memberikan tambahan waktu untuk memasukkan
Dokumen Penawaran.

Penyiapan Penawaran
12.1 Peserta menanggung semua biaya dalam
penyiapan dan penyampaian penawaran.
12.2 Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas
kerugian apapun yang ditanggung oleh peserta.
an

13.1 Semua
Dokumen
Penawaran
harus
menggunaka
n Bahasa
Indonesi
a.
14 Bentuk Dokumen
terdiri dari 2 (dua)

13.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen


Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia
atau bahasa asing.
13.3 Dokumen
penunjang
yang
berbahasa
asing
perlu
disertai penjelasan
dalam
Bahasa
Indonesia.
Dalam
hal
terjadi perbedaan
penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan
dalam Bahasa Indonesia.
14.1Penawaran yang disampaikan oleh peserta

Kualifikasi
Administrasi dan

15 Harga
Penawar
an

sampul yang memuat Penawaran


Teknis
(Sampul I) dan Penawaran Biaya (Sampul II).
14.2 Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul
I) meliputi:
a. Surat Penawaran, yang didalamnya
mencantumkan:
1) Tanggal;
2) Masa berlaku penawaran; dan
3) Tanda tangan:
a) Direktur utama / pimpinan perusahaan
b) Penerima
kuasa
dari
direktur
utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akte pendirian/anggaran
dasar.
c) Kepala cabang perusahaan yang diangkat
oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan dokumen
otentik; atau
d) Pejabat yang menurut perjanjian kerja
sama berhak
mewakili perusahaan yang
bekerja sama. b. Surat Kuasa (apabila
dikuasakan);
c. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi;
d. Dokumen Penawaran Teknis:
1) Data pengalaman perusahaan, terdiri atas:
a) data organisasi perusahaan;
b) daftar pengalaman kerja sejenis selama 10
(sepuluh)
tahun
terakhir;
c) Referensi dari pengguna jasa;
d) Uraian pengalaman kerja sejenis selama 10
(sepuluh) tahun terakhir, diuraikan secara
jelas dengan mencantumkan informasi: nama
pekerjaan yang dilaksanakan, lingkup dan
data pekerjaan yang dilaksanakan secara
singkat, lokasi, pemberi tugas, nilai, dan
waktu
pelaksanaan
(menyebutkan
bulan dan tahun).
2) Pendekatan dan metodologi, terdiri atas:
a) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka
Acuan Kerja;
b) uraian
pendekatan,
metodologi
dan
program kerja, dan program kerja lain
(apabila dipersyaratkan);
c) jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d) komposisi tim dan
penugasan; dan e) jadwal
penugasan tenaga ahli.
3) Kualifikasi tenaga ahli, terdiri atas:
a) Daftar Riwayat Hidup personil yang

di
us
ulk
an
;
b)
Re
fer
en
si
da
ri
pe
ng
gu
na
jas
a;
da
n

c) Surat pernyataan kesediaan untuk


ditugaskan. e. RK3K (bila disyaratkan); dan
f. Dokumen lain yang disyaratkan. Draft
Rencana Mutu
Kontrak (RMK)
14.3 Penawaran Biaya (Sampul II)
meliputi:
a. Rekapitulasi penawaran biaya;
b. Rincian penawaran biaya yang terdiri:
1) Rincian biaya langsung personil (remuneration);
2) Rincian biaya langsung non-personil (direct
reimbursable
cost);
c. Dokumen lain yang dipersyaratkan, seperti
daftar kuantitas
dan harga.
15.1 Peserta mencantumkan harga satuan dan
biaya total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan
dalam Rincian Biaya Langsung

Personil dan Non-Personil.

16 Mata Uang
Penawaran
dan Cara
Pembayaran

15.2 Biaya overhead termasuk untuk penyelenggaraan


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), asuransi, dan
keuntungan, serta semua pajak, bea, retribusi, dan
pungutan
lain
yang
harus
dibayar oleh
penyedia untuk
pelaksanaan
paket
pekerjaan
jasa konsultansi ini diperhitungkan dalam total biaya
penawaran.
16.1

Semua biaya dalam penawaran harus dalam


bentuk mata uang yang ditetapkan dalam LDP.

16.2 Pembayaran
atas
prestasi
pekerjaan
jasa
konsultansi ini dilakukan sesuai dengan cara yang
ditetapkan dalam LDP
dan diuraikan
dalam
Syarat-Syarat Umum/ Khusus Kontrak.
17 Masa
Berlaku
Penawaran
dan Jangka
Waktu
Pelaksanaan

17.1 Masa berlakunya penawaran sesuai ketentuan dalam


LDP.
17.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum
akhir masa berlakunya penawaran, Pokja ULP dapat
meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk
memperpanjang
masa
berlakunya
penawaran
tersebut dalam jangka waktu tertentu.
17.3 Berkaitan dengan 17.2, maka peserta dapat:
a. Menyetujui
permintaan
tersebut
tanpa
mengubah
penawaran;
b. Menolak permintaan tersebut dan dapat
mengundurkan
diri secara tertulis tanpa sanksi.
17.4 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan dalam
LDP.
Pemasukan Dokumen Penawaran

18
Penyampula
n dan
Penandaan
Sampul
Penawaran

19

Batas
Akhir

18.1 Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis


dimasukkan dalam Sampul
I,
sedangkan
Dokumen
Penawaran
Biaya dimasukkan dalam
Sampul II.
18.2 Peserta
menyampaikan
dengan cara mengunggah
secara elektronik melalui
Lembaga/Daerah/Institusi
ketentuan dalam LDP.
Pemasukan Penawaran

dokumen
penawaran
pada sistem pengadaan
website Kementerian /
bersangkutan
sesuai

Penawaran
harus
disampaikan
kepada Pokja
20

Penawar
an
terlamba
t

ULP melalui sistem pengadaan secara elektronik melalui


website
Kementerian/Lembaga/Daerah/Institusi
bersangkutan paling lambat pada waktu yang ditentukan
dalam LDP.
Setiap Dokumen Penawaran dan/atau sebagian tambahan
Dokumen Penawaran yang diterima oleh Pokja ULP
setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran akan
ditolak.

Pembukaan dan Evaluasi Penawaran


21
Pembuka
an
Penawara
n Sampul
I

21.1 Dokumen Penawaran dibuka di hadapan


peserta
pada waktu dan tempat sesuai ketentuan
dalam
LDP, yang dihadiri paling kurang 2 (dua) peserta
sebagai saksi.
21.2 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan
Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal
dan surat penugasan kepada Pokja ULP.
21.3

Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu)


peserta sebagai saksi, maka Pokja ULP menunda
pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua)
jam.

21.4 Apabila setelah ditunda selama 2 (dua) jam, hanya


ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi,
maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap
dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di
luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP.
21.5 Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga)
peserta ke pemilihan penyedia dilanjutkan dengan
negosiasi teknis dan harga/biaya
21.6 Dinyatakan sebagai penawaran yang masuk
apabila dokumen
penawaran pokok/utama sebagaimana dimaksud
pada 14.1 terpenuhi. Surat pengunduran diri
(misalnya) tidak termasuk sebagai penawaran.
21.7 Dokumen Penawaran yang telah masuk tidak dibuka,
apabila dokumen dimaksud telah disusuli dokumen
dengan sampul bertanda PENARIKAN.
21.8 Pokja ULP membuka Sampul I (dokumen administrasi
dan teknis) di hadapan peserta kemudian dijadikan
lampiran Berita Acara Pembukaan Dokumen
Penawaran Administrasi dan Teknis. Sampul II yang
berisi data harga tidak boleh dibuka.
21.9

Pokja ULP memeriksa dihadapan peserta yang


hadir mengenai kelengkapan Sampul I, yang
meliputi :
a. Surat Penawaran, yang didalamnya
mencantumkan:
1) Tanggal;
2) Masa berlaku penawaran; dan
3) Tanda tangan:
a) Direktur utama / pimpinan
perusahaan
b) Penerima kuasa dari direktur
utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akte pendirian/anggaran
dasar;

c)

K
e
p
a
l
a
c
a
b
a
n
g
p
e
r
u
s

ahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang


dibuktikan dengan dokumen otentik; atau
d) Pejabat yang menurut perjanjian kerja
sama berhak mewakili perusahaan yang
bekerja sama.
b. Surat Kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan kepada penerima kuasa (apabila
dikuasakan);
c. Surat
Perjanjian
Kemitraan/Kerja
Sama
Operasi (apabila
bermitra);
d.
RK3K
(apabila
disyaratkan);
e. Dokumen penawaran
teknis;
f.
Dokumen
lain
yang
disyaratkan; dan
g. Sampul II (tidak
dibuka).

21.10 Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran


pada waktu pembukaan penawaran.
21.11 Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan
penawaran, maka penyebab penundaan tersebut
harus dimuat dengan jelas di dalam Berita Acara.
21.12

Pokja ULP segera membuat Berita Acara


Pembukaan Penawaran yang sekurang-kurangnya
memuat :
a. Jumlah Dokumen Penawaran yang masuk;
b. Jumlah Dokumen Penawaran yang lengkap
dan tidak
lengka
p;
c. Kelainan-kelainan
yang
dijumpai
dalam
Dokumen
Penawaran (apabila
ada);
d. Keterangan lain yang dianggap
perlu; dan e. Tanggal pembuatan
berita acara.

21.13 Berita Acara ditandatangani oleh anggota Pokja ULP


yang hadir dan 2 (dua) orang saksi.
21.14 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta
yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran
dan Pokja ULP
dapat mengunggah
salinan
tersebut melalui website K/L/D/I yang bersangkutan.
22 Klarifikasi
dan
Konfirmasi
Penawaran

23 Evaluasi
Penawar
an
Sampul I

22.1 Dalam mengevaluasi dokumen penawaran, Pokja ULP


dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang
tidak jelas dalam dokumen penawaran. Peserta
harus memberikan tanggapan atas klarifikasi.
Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan
harga penawaran. Klarifikasi dan tanggapan atas
klarifikasi harus dilakukan secara tertulis.
22.2

Terhadap hal-hal yang diragukan berkaitan dengan


dokumen penawaran, pokja ULP dapat melakukan
konfirmasi kebenarannya
termasuk
peninjauan
lapangan kepada pihak- pihak/ instansi terkait.

23.1

Data yang digunakan Pokja ULP dalam evaluasi


dokumen penawaran adalah data yang diunggah
(upload) pada sistem pengadaan secara elektronik,
sesuai dengan data syarat-syarat yang tertulis dalam
dokumen pengadaan.

23.2

Dalam hal terdapat lebih dari satu data


dokumen elektronik berbeda isi dan tidak saling
melengkapi
serta
tidak
ada keterangan
penarikan,
penggantian,
pengubahan,
atau
penambahan dokumen, maka dokumen yang

digun
akan
untuk
evalu
asi
adala
h
doku
men
yang
di
uploa
d

paling akhir. Tetapi jika waktu uploadnya sama maka


yang digunakan adalah dokumen yang modifikasinya
paling akhir.
23.3

Data dokumen elektronik yang rusak (sesudah


mendapat klarifikasi dari LPSE) akibat kesalahan
pengiriman dokumen oleh Penyedia Jasa, yang
mengakibatkan dokumen tersebut tidak dapat
dilakukan evaluasi oleh Pokja ULP, maka dokumen
elektronik tersebut dinyatakan tidak memenuhi
syarat.

23.4 Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap sampul I


yang meliputi :

a. Evaluasi
administrasi; dan b.
Evaluasi teknik.
23.5 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai
berikut :
a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi,
mengganti, dan/atau mengubah kriteria dan
persyaratan
yang
telah ditetapkan dalam
Dokumen Seleksi;
b. Pokja
ULP
dan/atau
peserta
dilarang
menambah,mengurangi, mengganti dan/atau
mengubah isi sampul I;
c.
Penawaran yang memenuhi syarat adalah
penawaran yang sesuai dengan ketentuan,
syarat- syarat, dan ruang lingkup serta kualifikasi
tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen
Pemilihan, tanpa ada penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat;
d. Penyimpangan
yang
bersifat
penting/pokok
atau penawaran bersyarat adalah:
1) Penyimpangan
dari
Dokumen
Pemilihan
yang mempengaruhi
lingkup,
kualitas,
dan hasil/kinerja pekerjaan; dan/atau
2) Penawaran dengan persyaratan
tambahan
di luar ketentuan Dokumen Seleksi yang akan
menimbulkan persaingan usaha tidak sehat
dan/atau tidak adil diantara peserta yang
memenuhi syarat.
e. Para
pihak
dilarang
mempengaruhi
atau
melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama
proses evaluasi;
f. Apabila
dalam
evaluasi
ditemukan
bukti
adanya persaingan
usaha
yang
tidak
sehat
dan/atau terjadi pengaturan
bersama (kolusi/ persekongkolan)
antara
peserta, Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan
untuk memenangkan salah satu peserta, maka:
1) Peserta
yang
ditunjuk
sebagai
calon
pemenang dan peserta lain yang terlibat
dimasukkan dalam Daftar Hitam baik badan
usahanya maupun pengurusnya;
2)
Pokja ULP dan/atau PPK yang terlibat
persengkongkolan diganti dan dikenakan
sanksi administrasi dan/atau pidana;
3) Proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan
menetapkan
peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada);
4) Apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana
dimaksud
pada angka 3), maka seleksi dinyatakan gagal.
23.6

Evaluasi administrasi:
a. Evaluasi terhadap

data

administrasi

hanya

dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada


saat penilaian kualifikasi.
b. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan
administrasi,
apabila :
1) syarat-syarat substansial yang diminta
berdasarkan
Dokumen Seleksi dipenuhi/ dilengkapi;
2) surat penawaran :
a) ditandatangani
oleh:
(1) Direktur utama / pimpinan
perusahaan;
(2) Penerima kuasa dari direktur
utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima
kuasanya
tercantum
dalam
akte
pendirian/anggaran dasar;

(3)

Kepala cabang perusahaan yang


diangkat oleh kantor pusat yang
dibuktikan dengan dokumen otentik;
atau
(4) Pejabat yang menurut perjanjian kerja
sama berhak mewakili perusahaan
yang bekerja sama.
b) jangka
waktu
berlakunya
surat
penawaran tidak kurang dari waktu yang
ditetapkan LDP, dengan ketentuan:
(1) apabila ada perbedaan nilai
penulisan antara
angka dan huruf maka yang diakui
adalah tulisan huruf;
(2) apabila nilai yang tertulis dalam
angka jelas
sedangkan nilai dalam huruf tidak
jelas, maka nilai yang diakui adalah
nilai yang tertulis dalam angka; atau
(3) apabila nilai dalam angka dan
nilai yang
tertulis dalam huruf tidak jelas, maka
penawaran dinyatakan gugur.
c)
bertanggal.
3) surat kuasa (apabila dikuasakan), dengan
ketentuan:
a) Dilampirkan apabila dikuasakan kepada
pihak yang
berbeda pada saat prakualifikasi/surat
kuasa sudah tidak berlaku;
b) Harus ditandatangani direktur
utama/
pimpinan perusahaan;
c) Nama penerima kuasa tercantum dalam
akte pendirian/anggaran dasar; dan
d) Dalam hal kemitraan, surat kuasa
ditandatangani oleh
anggota kemitraan yang diwakili menurut
perjanjian kerja sama.
c. Untuk
menghindari
kesalahan-kesalahan
kecil
yang dapat menggugurkan penawaran,
maka syarat-syarat lainnya
yang
diperlukan
agar diminta dan
dievaluasi
pada saat
prakualifikasi
dan
tidak
perlu
dievaluasi
pada Dokumen Penawaran;
d. Pokja
ULP
dapat
melakukan
klarifikasi
secara
tertulis terhadap hal-hal yang kurang
jelas dan meragukan namun tidak boleh
mengubah substansi;
e. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi
dilanjutkan
dengan evaluasi teknis;
f. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua)
peserta
yang
memenuhi
persyaratan
administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan
dengan evaluasi teknis;

g. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi


persyaratan
administrasi, maka seleksi dinyatakan gagal.
23.7

Evaluasi teknis:
a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi.
b. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan
yang ditetapkan dalam Dokumen Seleksi.
c. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan
cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap
kriteria yang dinilai dan bobot yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, kemudian
membandingkan jumlah perolehan nilai dari para
peserta, dengan ketentuan :

1) unsur-unsur pokok yang dinilai adalah:


a) pengalaman
perusahaan
(bobot
nilai
antara 10%
s.d
20%),
b) pendekatan dan metodologi (bobot nilai
antara 20%
s.d
40%),
c) kualifikasi tenaga ahli (bobot nilai antara
50% s.d
70%)
,
d) jumlah pembobotan a)+b)+c)=
(100%);
2) penilaian
dilakukan
sesuai
pembobotan
dari
masing- masing unsur yang telah
tercantum dalam LDP;
3) bobot masing-masing unsur ditetapkan oleh
Pokja ULP
berdasarkan jenis pekerjaan yang akan
dilaksanakan. d. Penilaian terhadap Pengalaman
Perusahaan dilakukan atas:
1) pengalaman
perusahaan
peserta
dalam
melaksanakan
pekerjaan
sejenis
dengan
pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK
untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir;
2) pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di
lokasi kegiatan
mendapat tambahan
nilai;
3) pengalaman
tersebut
diuraikan
secara
jelas dengan mencantumkan informasi: nama
pekerjaan yang dilaksanakan,
lingkup dan
data pekerjaan yang dilaksanakan secara
singkat,
lokasi,
pemberi tugas, nilai, dan
waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan
tahun);
4) penilaian juga dilakukan terhadap jumlah
pekerjaan yang
sedang dilaksanakan oleh peserta, disamping
untuk mengukur pengalaman juga dapat
dipergunakan untuk mengukur
kemampuan/
kapasitas peserta yang bersangkutan dalam
melaksanakan tugasnya;
5) pengalaman perusahaan peserta harus
dilengkapi dengan
referensi
dari
pengguna
jasa,
yang
menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang
bersangkutan selama 10 (sepuluh)
tahun
terakhir.
Pengalaman
perusahaan peserta
yang tidak memiliki referensi, tidak diberi nilai.
Sub unsur Pengalaman Perusahaan yang
dinilai adalah:
a)
pengalaman
melaksanakan
kegiatan sejenis;

b) pengalaman melaksanakan di lokasi


kegiatan;
c) pengalaman manajerial dan fasilitas
utama; dan
d)
kapasitas
perusahaan
dengan
memperhatikan jumlah
tenaga ahli
tetap.
Bobot masing-masing sub unsur ditetapkan
oleh Pokja
ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan
dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum
dalam LDP.
6) Terhadap perusahaan baru yang berdiri
dari 3 tahun
mendapat
nilai
minimum
dari
yang
ditetapkan dalam
LDP.
e.

Penilaian terhadap Pendekatan dan


Metodologi dilakukan atas:
1) pemahaman
perusahaan
peserta
atas
lingkup pekerjaan/jasa layanan yang
diminta
dalam
KAK,
pemahaman
atas
sasaran/tujuan, kualitas
metodologi, dan
hasil kerja, sub unsur yang dinilai antara lain:
a)
pemahaman atas jasa layanan yang
tercantum dalam
KAK, penilaian terutama
meliputi:
pengertian
terhadap
tujuan
kegiatan,
lingkup serta jasa konsultansi
yang
diperlukan
(aspek-aspek
utama
yang
diindikasikan dalam
KAK),
dan
pengenalan lapangan;

b)

kualitas,
metodologi,
penilaian
terutama meliputi: ketepatan
menganalisa
masalah dan langkah
pemecahan
yang
diusulkan
dengan
tetap mengacu
kepada
persyaratan
KAK, konsistensi antara metodologi dengan
rencana kerja,
apresiasi terhadap
inovasi, tanggapan terhadap KAK khususnya
mengenai data yang tersedia, orang bulan
(person- month) tenaga ahli, uraian tugas
termasuk potensi bahaya, jenis bahaya,
identifikasi
bahaya
dari
pekerjaan
konstruksi yang di desain,
jangka
waktu pelaksanaan, laporan-laporan yang
disyaratkan, jenis keahlian serta jumlah
tenaga ahli yang diperlukan, program
kerja,jadwal
pekerjaan,
jadwal
penugasan,
organisasi, kebutuhan jumlah
orang
bulan,dan
kebutuhan
fasilitas
penunjang;
c) hasil
kerja
(deliverable), penilaian
meliputi antara lain:
analisis,
gambargambar
kerja,
spesifikasi teknis,
perhitungan teknis, dan laporan laporan;
d) fasilitas pendukung dalam melaksanakan
pekerjaan yang diminta dalam KAK;
Bobot masing-masing sub unsur ditetapkan
oleh Pokja ULP
berdasarkan jenis pekerjaan
yang
akan dilaksanakan sesuai dengan
yang tercantum dalam LDP.
2) gagasan baru yang diajukan oleh
peserta untuk
meningkatkan
kualitas
keluaran
yang
diinginkan dalam
KAK diberikan nilai
lebih.
f. Kualifikasi Tenaga Ahli yang dinilai adalah:
1)
tenaga
ahli
yang
diusulkan
untuk
melaksanakan
pekerjaan
dengan
memperhatikan jenis keahlian, persyaratan,
serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di
dalam KAK. Seorang tenaga ahli yang
diusulkan hanya untuk satu paket tertentu
dalam periode waktu yang sama.
2) sub unsur Kualifikasi Tenaga Ahli yang dinilai
adalah :
a) tingkat pendidikan, yaitu lulusan perguruan
tinggi negeri
atau perguruan
tinggi
swasta yang telah lulus ujian negara atau
yang telah diakreditasi,
atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi,
dibuktikan dengan salinan ijazah;
b) pengalaman
kerja
profesional
seperti
yang disyaratkan dalam KAK, didukung
dengan referensi dari pengguna
jasa.

Bagi
tenaga
ahli yang diusulkan
sebagai
pemimpin/wakil
pemimpin
pelaksana pekerjaan (team leader/co team
leader) dinilai
pula pengalaman sebagai
pemimpin/ wakil pemimpin tim. Ketentuan
penghitungan pengalaman kerja profesional
dilakukan sebagai berikut :
(1) tidak boleh terjadi tumpang tindih
(overlap)
yang dihitung hanya salah satu,
(2) apabila terdapat perhitungan bulan
menurut Pokja ULP lebih kecil dari
yang tertulis dalam penawaran, maka
yang diambil adalah perhitungan Pokja
ULP. Apabila perhitungan Pokja ULP lebih
besar
dibandingkan
dengan
yang
tertulis dalam penawaran, maka yang
diambil adalah yang tertulis dalam
penawaran,
(3) apabila jangka waktu
pengalaman kerja
profesional ditulis secara lengkap
tanggal, bulan,

dan tahunnya, maka pengalaman kerja


akan dihitung secara penuh (kecuali bila
terjadi overlap,
maka
bulan
yang
overlap dihitung satu kali),
(4) apabila
jangka
waktu
pengalaman kerja profesional ditulis
bulan dan tahunnya saja (tanpa
tanggal), maka pengalaman kerja yang
dihitung
adalah
total
bulannya
dikurangi 1 (satu) bulan,
(5) apabila
jangka
waktu
pengalaman
kerja profesional ditulis tahunnya saja
(tanpa tanggal
dan
bulan),
maka
pengalaman kerja yang dihitung hanya
25% dari total bulannya,
(6) kesesuaian
lingkup
pekerjaan
dan posisi pengalaman kerja profesional
dibandingkan
dengan
yang
dipersyaratkan
dalam
KAK,
dinilai
dengan kriteria sebagai berikut:
a. Lingkup
pekerjaan: (i)
sesuai
(ii)
menunjang
(iii)
terkait b.
Posisi:
(i)
sesuai
(ii) tidak sesuai
c.
Nilai masing-masing kriteria
ditetapkan
oleh
Pokja
ULP
berdasarkan jenis pekerjaan yang
akan dilaksanakan sesuai dengan
yang tercantum dalam LDP.
(7) bulan
kerja
profesional
yang
didapatkan
dari angka (3), (4), dan (5) dikalikan
dengan nilai kesesuaian
lingkup
pekerjaan dan posisi yang didapatkan
dari angka (6),
(8) total seluruh bulan kerja profesional
dibagi
dengan angka 12 sehingga didapatkan
jangka
waktu
pengalaman
kerja
profesional seorang tenaga ahli,
(9) Nilai jangka waktu pengalaman kerja
profesional tenaga ahli dicantumkan
dalam LDP
c)
sertifikat
keahlian/profesi
yang
dikeluarkan
oleh pihak yang berwenang
mengeluarkan,
sesuai
dengan
keahlian/profesi yang disyaratkan dalam
KAK;

d) lain-lain:
penguasaan
bahasa
Inggris,
bahasa Indonesia (bagi konsultan asing),
bahasa
setempat,
aspek
pengenalan
(familiarity) atas tata cara, aturan, situasi,
dan kondisi (custom) setempat. Personil
yang menguasai/memahami aspek-aspek
tersebut diatas diberikan nilai lebih tinggi;
Bobot masing-masing sub unsur ditetapkan
oleh Pokja ULP
berdasarkan jenis pekerjaan
yang
akan dilaksanakan sesuai dengan
yang tercantum dalam LDP.
3) Tingkat pendidikan tenaga ahli yang kurang
dari tingkat pendidikan yang dipersyaratkan
dalam KAK tidak diberi nilai.
4) Kualifikasi
dari
tenaga
ahli
yang
melebihi dari
kualifikasi yang dipersyaratkan dalam KAK
tidak mendapat tambahan nilai.

23.8

Ambang batas (passing grade)


a. Hasil evaluasi teknis harus ambang batas total
nilai teknis (passing grade)
dan ambang
batas masing-masing nilai unsure teknis seperti
yang tercantum dalam LDP.
b. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi
teknis maka seleksi dinyatakan gagal.
c.
Peserta
yang
lulus
evaluasi
teknis
dilanjutkan evaluasi harga.

23.9 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita


Acara Hasil
Evaluasi Sampul I yang paling sedikit memuat :
a. nama seluruh
peserta;
b. hasil evaluasi penawaran administrasi
dan teknis
termasuk alasan ketidaklulusan peserta;
c. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai
tertinggi;
d. ambang batas nilai
teknis;
e. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus
pada setiap tahapan evaluasi;
f. tanggal dibuatnya Berita Acara;
g. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu
mengenai
pelaksanaan
seleksi; dan
h. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila
tidak ada
penawaran yang memenuhi syarat.
24 Penetapan
Peringkat
Teknis
25
Pengumuman
Peringkat
Teknis

26 Undangan/

Pemberitahuan Pembukaan Penawaran Sampul II

27 Pembukaan Penawaran Sampul II dan Evaluasi


Penawaran

Pokja
ULP
membuat Surat
Penetapan
Urutan
Peringkat
Teknis
berdasarkan
Berita
Acara
Evaluasi
Penawaran
Administrasi
dan Teknis.
25.1.

Pokja ULP
memberit
ahukan
penetapan
peringkat
teknis
kepada
seluruh
peserta,
serta
diumumka
n
di
alamat
website
K/L/D/I

yang bersangkutan yang tercantum dalam LDP dan


ditempel di papan pengumuman resmi untuk
masyarakat, yang sekurang- kurangnya memuat:
a. nama paket pekerjaan;
b. nama dan alamat peserta;
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. hasil evaluasi persyaratan administrasi;
e. nilai teknis seluruh peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi; dan
f. ambang batas nilai teknis.
25.2.
Tidak
ada
masa
sanggahan
dalam
pengumuman penetapan
peringkat teknis.
26.1. Pokja ULP menyampaikan undangan/pemberitahuan
kepada seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis
untuk menghadiri acara
pembukaan Dokumen
Sampul II segera setelah Pengumuman Peringkat
Teknis diumumkan.
26.2.

Undangan/pemberitahuan
tempat,
hari, tanggal, dan
Dokumen Sampul II.

mencantumkan
waktu pembukaan

27.1 Penawaran Sampul II dibuka di hadapan


peserta
yang diundang/hadir pada waktu dan tempat sesuai
undangan
yang dihadiri
paling kurang 2 (dua)
peserta sebagai saksi.

Sampul II

27.2
Perwakilan peserta yang hadir pada saat
pembukaan Dokumen Penawaran
menunjukkan
tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja
ULP.
27.3

Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu)


peserta sebagai saksi, maka Pokja ULP menunda
pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua)
jam.

27.4

Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan


sampul II, maka penyebab penundaan tersebut harus
dimuat dengan jelas dalam Berita Acara.

27.5

Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan


Penawaran Sampul II menunjukkan tanda pengenal
dan surat tugas kepada Pokja ULP.

27.6

Pokja ULP membuka Dokumen


dihadapan peserta yang diundang.

Penawaran

27.7 Pokja ULP menyebutkan ketentuan pembobotan nilai


evaluasi penawaran
teknis
dan
nilai
evaluasi
penawaran biaya sebagaimana tercantum dalam LDP.
27.8

Pokja ULP menyebutkan peserta yang lulus evaluasi


sampul I dan masing-masing nilai hasil evaluasinya.

27.9 Pokja ULP membuka, kelengkapan sampul II yang


meliputi:
a. Surat penawaran biaya yang di dalamnya
tercantum masa berlaku penawaran dan biaya
penawaran;
b. rekapitulasi penawaran biaya;
c. rincian penawaran biaya yang terdiri dari :
1) rincian Biaya Langsung Personil (remuneration);
dan
2) rincian
Biaya
Langsung
Non
Personil
(direct
reimbursable
cost).
d. dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam
Dokumen
Seleksi (apabila ada)
27.10 Pokja ULP membacakan dan menulis
penawaran biaya masing-masing peserta

besaran

27.11 Pokja
ULP
membuat
dan
menandatangani
Berita
Acara Pembukaan Penawaran Biaya yang
sekurang-kurangnya memuat:
a. nama dan alamat peserta;
b. besaran usulan biaya;
c. keterangan lain yang dianggap perlu;
d. tanggal pembuatan berita acara; dan
e. tanda tangan anggota Kelompok Kerja ULP dan

wakil peserta.
27.12 Berita Acara Pembukaan Penawaran Biaya
dilampiri Dokumen
Penawaran Biaya.
27.13 Berita
Acara
Pembukaan
Penawaran
Biaya
ditandatangani oleh Pokja ULP yang hadir dan 2
(dua) peserta yang ditunjuk oleh para peserta yang
hadir.
27.14 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta
yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran
Biaya dan Pokja ULP dapat

mengunggah salinan tersebut melalui alamat


website yang tercantum dalam LDP.
27.15 Pokja ULP melakukan koreksi aritmatik terhadap
penawaran biaya, dengan ketentuan:
a. Kesalahan hasil pengalian antara volume
dengan harga
satuan, harus dilakukan pembetulan, dengan
ketentuan harga satuan pekerjaan
yang
ditawarkan tidak boleh diubah; dan
b. jenis
pekerjaan
yang
tidak
diberi
harga
satuan
dianggap sudah termasuk dalam harga satuan
pekerjaan yang lain, dan harga satuan pada surat
penawaran tetap dibiarkan kosong.
27.16 Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi
pagu anggaran mengugurkan penawaran.
27.17 Total
penawaran
biaya
terkoreksi
yang
melebihi HPS tidak menggugurkan
penawaran
sepanjang penawaran biaya tersebut masih di bawah
atau sama dengan pagu anggaran. Jika nilai total
HPS sama dengan nilai pagu anggaran maka nilai
total
HPS
tersebut
dijadikan
patokan
untuk
menggugurkan penawaran biaya terkoreksi apabila
melebihi nilai total HPS.
27.18 Unsur-unsur yang perlu diteliti dan
dinilai
dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap
:
a. kewajaran biaya pada Rincian Biaya
Langsug Personil
(remuneratio
n);
b. kewajaran penugasan tenaga ahli;
c. kewajaran penugasan tenaga pendukung; dan
d. kewajaran biaya pada Rincian Biaya
Langsung Non- Personil (direct reimbursable cost).
27.19 Pokja ULP melakukan perhitungan kombinasi teknis
dan biaya, dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Menghitung nilai kombinasi antara nilai
penawaran
teknis
dan nilai penawaran
biaya terkoreksi
dengan
cara perhitungan sebagai berikut :
NILAI AKHIR = {Nilai/skor
Penawaran Teknis
x Bobot penawaran teknis
+
{Nilai/skor
Penawaran
Biaya
Terkoreksi x Bobot Penawaran
Biaya}.
b. bobot masing-masing unsur ditetapkan oleh
Pokja ULP
berdasarkan
jenis
pekerjaan
yang
akan
dilaksanakan sesuai
dengan
yang
tercantum
dalam LDP.
c. Nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor

tertinggi,
sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang
lain secara proporsional. Rumus yang digunakan
adalah sebagai berikut: NBt
= (PBt / PBt) x
100
NBn
= (PBt / PBn) x
100 dimana
NBt
=
nilai/skor untuk peserta dengan
penawaran biaya
terendah
NBn
= nilai/skor untuk peserta den
penawaran
biaya
yang diatasnya
PBt
= penawaran biaya terendah
PBn
= penawaran biaya di atasnya
27.20 Dalam
lebih peserta

hal

terdapat

(dua)

atau

mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan


penawaran biaya
yang
sama,
maka
penentuan peringkat
peserta didasarkan pada
perolehan nilai teknis yang lebih tinggi, dan hal ini
dicatat dalam Berita Acara.
27.21 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita
Acara
Hasil Evaluasi Penawaran Biaya dan
Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang
sekurang- kurangnya memuat :
a.
nama dan alamat
peserta;
b.
besaran usulan biaya dan biaya
terkoreksi;
c.
nilai/skor
penawaran :
1) teknis;
dan
2)
biaya
d. nilai/skor gabungan penawaran
teknis dan penawaran biaya;
e.
kesimpulan tentang
kewajaran :
1) biaya
pada
Rincian
Biaya
Langsung
Personil
(remuneratio
n);
2) penugasan tenaga
ahli;
3) penugasan tenaga pendukung; dan
4) biaya pada Rincian Biaya Langsung
Non Personil
(direct reimbursable
cost).
f.
keterangan lain yang
dianggap perlu;
g.
tanggal pembuatan berita
acara; dan
h.
tanda tangan anggota Pokja ULP dan
wakil peserta.
27.22 Berita Acara dilampiri Dokumen
Penawaran Biaya.
27.23 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta
yang diundang tanpa
dilampiri
Dokumen
Penawaran
Biaya
dan
Pokja
ULP dapat
mengunggah salinan
tersebut melalui alamat
website yang tercantum dalam LDP.
Penetapan
Pemenang
28 Penetapan

Pemenang

28.1 Pokja ULP membuat Surat Penetapan Pemenang


Seleksi
berdasarkan
Berita
Acara
Evaluasi
Penawaran,
untuk
nilai
sampai
dengan
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah).

29
Pengumuman
Pemena
ng

28.2

PA membuat Surat penetapan Pemenang Seleksi


untuk nilai diatas Rp 10.000.000.000,00
(sepuluh
milyar rupiah) setelah mendapat usulan dari Pokja
ULP, dengan ketentuan :
a. usulan penetapan Pemenang Seleksi ditembuskan
kepada PPK dan
APIP
Kementerian/
Lembaga/Pemerintah Daerah / Institusi; dan
b. apabila PA tidak setuju dengan usulan Pokja
ULP dengan
alasan yang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan, maka PA secara tertulis
memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan
seleksi gagal.

28.3

Penetapan Pemenang Seleksi terdiri dari 1 (satu)


pemenang dan paling banyak 2 (dua) pemenang
cadangan yaitu peserta lain yang mendapatkan nilai
kombinasi tertinggi berikutnya.

Pokja ULP memberitahukan penetapan pemenang


kepada seluruh peserta, serta diumumkan di alamat
website Kementerian/ Lembaga/

30
Sanggahan

Pemerintah Daerah/
Institusi yang tercantum dalam
LDP dan ditempel di papan pengumuman resmi untuk
masyarakat umum, yang sekurang-kurangnya memuat:
a. nama paket pekerjaan dan nilai
total HPS;
b. nama, NPWP, dan alamat Penyedia serta harga
penawaran atau harga terkoreksi; dan
c. hasil evaluasi penawaran administrasi, teknis, dan
biaya untuk seluruh peserta yang dievaluasi.
30.1

Peserta yang memasukkan penawaran dapat


menyampaikan sanggahan secara elektronik atas
urutan penetapan peringkat teknis kepada Pokja ULP
dalam waktu 5 (lima) hari kalender setelah
pengumuman urutan peringkat teknis, disertai bukti
terjadinya penyimpangan melalui website, dengan
tembusan kepada PPK, PA/KPA dan APIP Kementerian /
Lembaga / Pemerintah Daerah/ Institusi sebagaimana
tercantum dalam LDP.

30.2

Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara


sendiri- sendiri maupun bersama-sama dengan
peserta lain, ditanda tangani oleh: a. direktur utama/
pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan
perusahaan yang
nama penerima kuasanya
tercantum
dalam
akte pendirian
atau
perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan
yang diangkat
oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti
otentik; atau
d. pejabat
yang
menurut
perjanjian
kerja
sama berhak mewakili
perusahaan
yang
bekerja sama. Pokja ULP wajib memberikan
jawaban tertulis atas semua sanggahan paling
lambat
5
(lima)
hari
kerja
setelah
menerima surat sanggahan.

30.3 Sanggahan diajukan apabila terjadi


penyimpangan
prosedur meliputi :
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan
prosedur yang
telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
b. rekayasa
tertentu
sehingga
menghalangi
terjadinya
persaingan usaha yang sehat; dan/atau
c. penyalahgunaan
wewenang
oleh
Pokja
ULP
dan/atau pejabat yang berwenang lainnya.

31
Sanggahan
Bndin
g

30.4 Apabila
sanggahan
dinyatakan
Pokja ULP
menyatakan seleksi gagal.
30.5

benar

maka

Sanggahan yang disampaikan bukan dari peserta


atau tidak ditandatangani sebagaimana dimaksud

pada
31.2.
diangg
ap
sebaga
i
penga
duan
dan
tetap
harus

ditindaklanjuti
seleksi.

serta

tidak

menghentikan

proses

30.6 Sanggahan yang disampaikan kepada PA/KPA, PPK


atau disampaikan dan diterima diluar masa
sanggahan, dianggap sebagai pengaduan dan tetap
harus ditindaklanjuti serta tidak menghentikan proses
seleksi.
31.1
Tidak diperlukan sanggahan
banding

32 Undangan
Klarifikasi
dan
Negosiasi
Teknis dan
Biaya

32.1

Pokja ULP segera mengundang peserta yang


ditetapkan sebagai pemenang untuk menghadiri
acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya,
dengan ketentuan:
a. tidak ada sanggahan dari peserta;
b. sanggahan terbukti tidak
benar; atau c. masa sanggah
berakhir

32.2 Undangan mencantumkan tempat, hari, tanggal, dan


waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya.
33

Klarifika
si
dan/ata
u
Negosia
si

33.1 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan


oleh Pokja
ULP, dengan memberi waktu yang cukup kepada:
a. direktur utama/ pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan
perusahaan yang
nama
penerima kuasanya
tercantum
dalam
akte pendirian
atau
perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh
kantor pusat
yang dibuktikan dengan bukti
otentik; atau
d.
pejabat yang menurut perjanjian kerja sama
berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama.
33.2 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya
dilakukan untuk:
a. meyakinkan
kejelasan
teknis
dan
biaya
dengan
memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan
dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung
yang
ditugaskan,
serta
mempertimbangkan
kebutuhan perangkat/ fasilitas pendukung yang
proporsional guna pencapaian hasil kerja yang
optimal; dan
b. memperoleh kesepakatan biaya yang efisien
dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil
yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran
teknis yang diajukan peserta.
33.3

Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan


dinegosiasi terutama:
a. lingkup dan sasaran jasa konsultansi;
b. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja;
c. kualifikasi tenaga ahli;
d. organisasi pelaksanaan;
e. program alih pengetahuan;
f. jadwal pelaksanaan
pekerjaan; g. jadwal
penugasan personil; dan h.
fasilitas penunjang.

33.4

Aspek-aspek biaya yang


dinegosiasi terutama:

perlu

diklarifikasi

dan

a.
kesesuaian
rencana
kerja
dengan
jenis
pengeluara
n biaya;
b. volume
kegiatan
dan jenis
pengeluara
n; dan
c. biaya

satuan dibandingkan
di
pasaran.
33.5

dengan

biaya

yang berlaku

Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya


personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah
diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga
ahli konsultan yang bersangkutan, dengan ketentuan:
a. biaya
satuan
dari
biaya
langsung
personil,
maksimum 4,0 (empat koma nol) kali gaji
dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap
dan/atau maksimum 2,5 (dua koma lima) kali
penghasilan yang diterima oleh tenaga

ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari


daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti
setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan
yang bersangkutan;
b. unit
biaya
personil
dihitung
berdasarkan
satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat
kehadiran sebagaimana tercantum dalam LDP
dengan ketentuan sebagai berikut:
1) 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (dua
puluh dua)
hari kerja;
dan
2) 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8
(delapan)
jam
kerja.
33.6

Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga


pendukung (tenaga
teknik
dan
penunjang/
administrasi), seperti: tenaga survey, sekretaris,
atau manajer kantor, dilakukan berdasarkan harga
pasar tenaga pendukung tersebut.

33.7

Negosiasi
biaya
dilakukan
terhadap
total
penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu
anggaran, agar didapatkan total penawaran biaya
hasil
negosiasi
yang
memenuhi
HPS,
tanpa
mengurangi kualitas penawaran teknis.

33.8

Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu


Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti
(direct
reimbursable
cost)
dan/atau
Biaya
Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak
wajar berdasarkan ketentuan pada 34.5.

33.9

Apabila hasil evaluasi biaya serta klarifikasi


dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan
hal- hal yang tidak wajar, maka total penawaran
biaya
dapat diterima
sepanjang
tidak melebihi
pagu anggaran.

33.10 Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan pemenang


seleksi tidak menghasilkan
kesepakatan,
maka
Pokja
ULP
melanjutkan dengan mengundang
pemenang cadangan
pertama
(apabila ada)
untuk
melakukan proses
klarifikasi
dan
negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 34.1
dan seterusnya.
33.11 Apabila
dalam
klarifikasi
dan
negosiasi
dengan
pemenang
cadangan
pertama
tidak
menghasilkan kesepakatan, maka
Pokja ULP
melanjutkan dengan
mengundang
pemenang
cadangan pertama
(apabila ada), yang selanjutnya
dilakukan
proses
klarifikasi
dan
negosiasi

sebagaimana di atur dalam angka


34.1 dan seterusnya.
33.12 Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan
biaya dengan 1 (satu) pemenang dan 2 (dua)
pemenang cadangan tidak menghasilkan kesepakatan
maka seleksi dinyatakan gagal.
33.13 Pokja ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi
dan Negosiasi.
Penunjukan Pemenang
Seleksi
34
Kerahasiaan
Prose
s

34.1

Proses evaluasi Dokumen Penawaran bersifat


rahasia dan dilaksanakan oleh pokja ULP secara
independen.

34.2

Informasi yang berhubungan dengan


penelitian, evaluasi, klarifikasi, konfirmasi; dan
usulan calon pemenang tidak boleh

diberitahukan
kepada
peserta, atau orang lain
yang tidak berkepentingan sampai keputusan
pemenang diumumkan.
34.3

Setiap usaha peserta lelang mencampuri proses


evaluasi dokumen penawaran atau keputusan
pemenang
akan
mengakibatkan
ditolaknya
penawaran yang bersangkutan.

34.4

Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam


Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP
bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman
pemenang.
Seleksi Gagal

35 Seleksi
Gagal

35.1

Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila:


(terkait dengan kualifikasi dimasukkan dalam
dokumen kualifikasi):
a. Tidak ada peserta yang memasukkan Dokumen
Penawaran
b. Apabila dalam evaluasi penawaran ditemukan
bukti/indikasi
terjadi persaingan usaha yang
tidak sehat;
c. Tidak ada penawaran yang lulus evaluasi
penawaran;
d. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan
seleksi ternyata
benar
terhadap:
1) penyimpangan
ketentuan
dan
prosedur
yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Seleksi;
2) rekayasa
tertentu
sehingga
menghalangi terjadinya
persaingan usaha yang tidak sehat; dan/atau
3) penyalahgunaan
wewenang
oleh
Pokja
ULP dan/atau
pejabat yang berwenang lainnya.
e.
calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi
teknis dan negosiasi biaya dengan alasan yang
tidak dapat diterima;
f. Apabila pemenang dan pemenang cadangan
akan ditunjuk
sebagai penyedia
mengundurkan diri, maka
seleksi dinyatakan gagal oleh PA/KPA setelah
mendapat laporan dari PPK.
g. Bagi calon penyedia yang mengundurkan
diri dengan alasan yang tidak dapat diterima,
dikenakan sanksi
berupa dimasukkan dalam
Daftar Hitam.
h. klarifikasi teknis dan negosiasi biaya
dengan calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2

tidak
men
ghasi
lkan
kese
paka
tan.
35.2 PA/KPA
menyatakan
seleksi gagal,
apabila:
a.
PA/KPA
sependa
pat
dengan
PPK
yang
tidak
bersedia

menandatangani
SPPBJ
karena
pelaksanaan
seleksi
tidak sesuai Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010, Peraturan Presiden No. 70 Tahun
2012
beserta
petunjuk
teknisnya
tentang
pengadaan barang/jasa Pemerintah yang terakhir
diubah dengan Perpres 04 tahun 2015;
b. pengaduan masyarakat
adanya
dugaan KKN
yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata
benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan
sehat dalam pelaksanaan Seleksi dinyatakan benar
oleh pihak berwenang;
d.
sanggahan dari peserta yang memasukkan
penawaran
atas kesalahan prosedur yang
tercantum dalam Dokumen Seleksi Penyedia
Barang/Jasa ternyata benar;
e. calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2
mengundurkan diri dari penunjukan
pemenang;

f. Dokumen Seleksi tidak sesuai dengan peraturan


perundang- undangan;
g. pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau
menyimpang dari
Dokumen
Seleksi.
35.3

Menteri/
Pimpinan
Lembaga/
Institusi
menyatakan Seleksi gagal, apabila: pengaduan
masyarakat adanya dugaan KKN dan/atau terjadinya
penyimpangan
ketentuan
dan
prosedur dalam
pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata
benar.

35.4

Kepala Daerah menyatakan Seleksi gagal, apabila:


pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang
melibatkan PA dan/atau KPA ternyata benar.

35.5 Setelah
seleksi
dinyatakan
gagal,
Pokja
ULP
memberitahukan kepada seluruh peserta.
35.6

36

Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka


Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab
terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah
selanjutnya.

37 Penandatangana n Kontrak
Penunjuka
n Penyedia
Jasa
Konsultans
i

maka

36.1

36.2

Pokja ULP
menyampa
ikan Berita
Acara
Hasil
Seleksi
(BAHS)
kepada
PPK
sebagai
dasar
untuk
menerbitk
an
Surat
Penunjuka
n Penyedia
Barang/Jas
a (SPPBJ).
PPK
menerbitka
n
SPPBJ,
apabila
sependapa
t
dengan
Pokja ULP,
kepada
peserta
seleksi
dengan
peringkat
teknis
terbaik
yang telah
mencapai

kesepakatan dengan Pokja ULP dalam acara


klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya untuk
melaksanakan pekerjaan.
36.3 SPPBJ diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari
kerja setelah
Pokja ULP menyampaikan BAHS
kepada PPK.
36.4

Salah satu tembusan dari SPPBJ disampaikan


(tanpa
lampiran surat
perjanjian)
sekurangkurangnya kepada unit pengawasan internal.

36.5 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri,


maka dilakukan proses klarifikasi dan
negosiasi
teknis dan biaya kepada peringkat
teknis
kedua
atau
ketiga
sesuai
dengan urutan
peringkatnya, selama masa surat penawarannya
masih berlaku atau sudah diperpanjang masa
berlakunya.
Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi
terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani
Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila dananya
telah
cukup
tersedia
dalam dokumen
anggaran, dengan ketentuan sebagai berikut :
37.1

Penandatanganan Kontrak paling lambat 14


(empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ.

37.2 PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah


substansi Dokumen Pemilihan sampai dengan
penandatanganan Kontrak, kecuali
mempersingkat
waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan jadwal
pelaksanaan
pekerjaan
yang
ditetapkan
sebelumnya akan melewati batas tahun anggaran.

37.3

Dalam
hal
perubahan
waktu
pelaksanaan
pekerjaan
melewati batas tahun anggaran,
penandatangan kontrak dilakukan setelah mendapat
persetujuan kontrak tahun jamak.

37.4

PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak


meliputi substansi, bahasa, redaksional,
angka
dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap
lembar Dokumen Kontrak.

37.5

Menetapkan
urutan
hirarki
bagian-bagian
Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian dengan
maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan
antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka
berlaku urutan sebagai berikut :
a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran, beserta rincian
penawaran
biaya;
d. syarat-syarat khusus Kontrak;
e. syarat-syarat Umum Kontrak;
f. Kerangka Acuan Kerja;
g. Gambar-gambar; dan
h. dokumen lainnya, seperti : SPPBJ, BAHS, BAPP.

37.6 Banyaknya rangkap Kontrak dibuat sesuai


kebutuhan, yaitu :
a. paling kurang 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari :
1) Kontrak asli pertama untuk PPK
dibubuhi materai pada bagian yang
ditandatangani oleh penyedia; dan
2) Kontrak asli kedua untuk penyedia
dibubuhi materai pada bagian yang
ditandatangani oleh PPK.
b. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi
materai, apabila
diperlukan.
37.7

Penandatanganan
Kontrak
yang
kompleks
dan/atau bernilai diatas Rp 100.000.000.000 (seratus
miliar
rupiah)
dilakukan
setelah
memperoleh
pendapat ahli hukum kontrak.

37.8

Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak


atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan
namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar,
yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan
perundang- undangan.

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP

A. Penerapan IKP
dan
LDP

Apabila ada pertentangan ketentuan yang tertulis pada


Lembar Data Pemilihan (LDP) dengan Instruksi Kepada
Peserta (IKP) maka yang digunakan adalah ketentuan
pada Lembar Data Pemilihan (LDP).

B. Lingkup
Pekerjaan

1.
Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I(B) ULP
Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
2.
Alamat Pokja ULP : Jl. Solo Km 6
Yogyakarta
3.
Alamat
www.pu.go.id

website:

4. Nama paket pekerjaan: Inspeksi Besar Bendungan


Sempor
Uraian singkat
pekerjaan:
a. Pekerjaan persiapan meliputi
- pekerjaan
sosialisasi
- pengumpulan data (data hidrologi,
sedimentasi dan data data lain terkait
Bendungan Sempor)
- daftar
simak
- perlengkapan
inspeksi
b. pemeriksaan Bendungan secara menyeluruh baik
aspek teknis maupun non teknis
c. pemeriksaan visual
bendungan d. pemeriksaan
bawah air
e. pemeriksaan khusus
f. identifikasi dan pencatatan masalah
g. pemeriksaan dan uji peralatan hidromekanik
h. pemeriksaan kondisi dan fungsi instrumentasi
yang terpasang i. mengkaji laporan analisis hujan
dan banjir rencana dan
pemutakhiran data
analisis j. sistem OP
dan RTD
k. membuat kesimpulan status tingkat keamanan
bendungan dan
tindak
lanjut
l. Penyusunan Laporan
- Laporan Rencana Mutu Kontrak
- Laporan
Pendahuluan
- Laporan

5.

Bulanan
- Laporan
Penunjang
- Laporan
Antara
- Laporan
Perencanaan
- Laporan Akhir
Sementara
- Laporan
Akhir
- Laporan
Ringkas
6. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 7 (tujuh)
bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender.
C. Sumber Dana

Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN


yang tercantum dalam DIPA Satker Operasi dan
Pemeliharaan SDA Serayu Opak Tahun Anggaran 2015

D.
Pemberian
Penjelasan
Dokumen
Seleksi

Pemberian Penjelasan pada:


Hari
Tangg
al

: Rabu
: 08 April 2015

Pukul
Tempat
E. Mata Uang
Penawaran
dan Cara
Pembayaran
F. Masa
Berlaku
Penawaran
dan Jangka
Waktu
Pelaksanaan

G. Jadwal
Pemasukan
Dokumen
Penawaran

1. Bentuk mata uang penawaran : Rupiah


2. Pembayaran
dilakukan
berdasarkan
penyelesaian pekerjaan (termin)

Batas
Akhir
Pemasuk
an
Penawar
an

I. Pembukaan
Penawaran
Sampul I

J. Evaluasi
Penawaran
Sampul I
K. Evaluasi Teknis

tahapan

1. Masa berlaku penawaran selama 90 (sembilan


puluh) hari kalender sejak batas akhir pemasukan
penawaran.
2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 7 (tujuh)
bulan atau
210 (dua ratus sepuluh) hari kalender sejak
tanggal SPMK
ditetapkan.
Hari
Tangg
al
Pukul
Tempa
t

H.

: 10:00 WIB
: Ruang Rapat PPK PKSDA II, BBWS Serayu Opak
Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta

Hari
Tangg
al
Pukul
Tempa
t
Hari
Tangg
al
Pukul
Tempa
t

: Kamis s.d Kamis


: 09 April 2015 s.d. 16 April 2015
: 00.00 s.d.23.59 (online) kecuali hari terakhir
pemasukan
penawaran jam 10:00 wib.
: website www.pu.go.id
bagian Full e-procurement
:
:
:
:

Kamis
16 April 2015
10.00 WIB

:
:
:
:

Kamis
16 April 2015
10.15 WIB
Ruang Rapat PPK PKSDA II, BBWS Serayu Opak
Jl. Solo Km. 6
Yogyakarta

www.pu.go.id

bagian Full e-procurement

Bobot kombinasi teknis dan biaya ditetapkan :


- bobot penawaran teknis sebesar 0,80
- bobot penawaran biaya sebesar 0,20
Bobot unsur-unsur yang dinilai :
1. Unsur Pengalaman Perusahaan : 10%
a. Pengalaman perusahaan peserta dalam
melaksanakan pekerjaan
sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam
KAK untuk
10 (sepuluh) tahun terakhir.
b. Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai.
c. Sub
unsur
pengalaman
melaksanakan
kegiatan sejenis, dengan bobot sub unsur 40%,

dan
ketentuan
penilaian
sub unsur :
1) Kegiatan
yang sejenis
adalah:
Inspeksi Besar
Bendungan
2) Memiliki
5 (lima) Paket
pekerjaan

sejenis dalam waktu


10 (sepuluh) tahun diberi nilai 100
(seratus)
3) Memiliki 1 (satu) s.d. 4 (empat). paket
pekerjaan
sejenis dalam waktu 10 (sepuluh)
tahun diberi nilai 50 (lima puluh)
4) Memiliki < 1 ( s a t u ) paket pekerjaan
sejenis
dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi
nilai 0 (nol)
5) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
pengalaman melaksanakan kegiatan sub unsur
pengalaman melaksanakan kegiatan sejenis.

d. Sub
unsur
pengalaman
melaksanakan
di
lokasi kegiatan, dengan bobot sub unsur 20%,
dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) Memiliki
5 (lima)
Paket
pekerjaan
di
lokasi proyek/kegiatan dalam waktu 10
(sepuluh) tahun diberi nilai 100 (seratus)
2)
Memiliki
1 (satu) s.d. 4 (empat)
Paket
pekerjaan
di
lokasi proyek/kegiatan
dalam
waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai 50 (lima
puluh)
3) Memiliki
<
1 (satu)
Paket
pekerjaan
di
lokasi proyek/kegiatan dalam waktu 10
(sepuluh) tahun diberi nilai 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
pengalaman melaksanakan
di
lokasi
proyek/kegiatan
=
NILAI BOBOT sub unsur
pengalaman
melaksanakan
di
lokasi
proyek/kegiatan
e. Sub
unsur
pengalaman
manajerial
dan
fasilitas
utama, dengan bobot sub unsur 20%,
dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) Memiliki 5 ( l i m a ) Pengalaman manajerial
dan fasilitas utama
dalam
waktu
10
(sepuluh) tahun diberi nilai
100 (seratus)
2) Memiliki 1 (satu) s.d. 4 (empat) Pengalaman
manajerial dan
fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun
diberi nilai
50 (lima puluh)
3)

Memiliki < 1 (satu) Pengalaman manajerial


dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh)
tahun diberi nilai 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
pengalaman manajerial dan fasilitas utama
=
NILAI
BOBOT
sub unsur pengalaman
manajerial dan fasilitas utama.
f. Sub unsur kapasitas perusahaan dengan
memperhatikan jumlah
tenaga ahli tetap, dengan bobot sub unsur 20%,
dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) Memiliki
3 (tiga)
Orang
tenaga
ahli
tetap
yang digunakan untuk melakukan
pekerjaan sejenis dalam waktu
10 (sepuluh) tahun diberi nilai 100 (seratus)
2) Memiliki 1 ( s a t u ) s . d 3 ( t i g a ) Orang
tenaga ahli
tetap yang digunakan untuk
melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10
(sepuluh) tahun diberi nilai 50 (lima puluh)
3) Memiliki < 1 (satu) Orang tenaga ahli
tetap yang
digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis
dalam waktu
10 (sepuluh) tahun diberi nilai 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur

kapasitas
perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga
ahli tetap
= NILAI BOBOT sub unsur kapasitas perusahaan.
g. Total bobot seluruh sub unsur = 100%
h. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur x
bobot unsur
Pengalaman Perusahaan = NILAI PENGALAMAN
PERUSAHAAN.
i. Dalam hal nilai unsur pengalaman perusahaan <
nilai ambang
batas/passing grade pengalaman maka peserta
tidak memenuhi syarat teknis/gugur.
2. Unsur Pendekatan dan Metodologi : 40%
a. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang
tercantum
dalam KAK, dengan bobot sub unsur 40% dan
ketentuan penilaian sub unsur:

1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan


tujuan yang akan dicapai, diberi nilai: 100
(seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur
pemahaman atas jasa layanan yang tercantum
dalam KAK = NILAI BOBOT
sub
unsur
pemahaman
atas
jasa
layanan yang
tercantum dalam KAK
b. Sub unsur kualitas metodologi, dengan bobot
sub unsur
20 % dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
kualitas metodologi = NILAI BOBOT sub unsur
kualitas metodologi.
c. Sub unsur hasil kerja (deliverable), dengan bobot
sub unsur
20% dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur hasil
kerja (deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur
hasil kerja (deliverable).
d. Sub
unsur
fasilitas
pendukung
dalam
melaksanakan
pekerjaan yang diminta dalam KAK, dengan
bobot sub unsur 5% dan ketentuan penilaian sub
unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur fasilitas
pendukung dalam
melaksanakan
pekerjaan
yang diminta dalam KAK

= NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung


dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta
dalam KAK.
e. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh
peserta untuk meningkatkan
kualitas
keluaran
yang diinginkan dalam KAK, dengan bobot sub
unsur 5 % dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
4) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur gagasan
baru yang
diajukan oleh peserta
untuk
meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan
dalam KAK = NILAI BOBOT sub

unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta


untuk meningkatkan kualitas keluaran yang
diinginkan dalam KAK.
f.
Menyampaikan dokumen Rencana Mutu Kontrak
(RMK) dengan bobot sub unsur 5 % dengan
ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100
(seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
g. Menyampaikan dokumen Rencana Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) dengan bobot sub
unsur 5 % dengan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai: 100
(seratus)
2) Apabila
menyajikan
namun
dinilai
kurang
sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai:
50 (lima puluh)
3) Apabila tidak menyajikan, diberi nilai: 0 (nol)
h. Total bobot seluruh sub unsur =
100%
i. Total
NILAI
BOBOT
seluruh
sub unsur
x
bobot
unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI
PENDEKATAN DAN METODOLOGI.
j.
Dalam
hal
nilai
unsur
pendekatan
dan
metodologi < nilai ambang batas/passing grade
pendekatan dan metodologi maka peserta tidak
memenuhi syarat teknis/gugur.
3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli
: 50%
a. Sub unsur tingkat pendidikan, dengan bobot
sub unsur
20% dan ketentuan penilaian sub unsur :
1) tingkat pendidikan yang disyaratkan
dalam KAK
diberi
nilai
100
(seratus)
2) < tingkat pendidikan yang disyaratkan
dalam KAK
diberi nilai 0
(nol)
3) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
tingkat pendidikan
=
NILAI
BOBOT
sub
unsur
tingkat pendidikan.
b. Sub unsur pengalaman kerja professional
seperti yang

disyaratkan dalam KAK, dengan bobot sub


unsur 60% dan ketentuan penilaian sub unsur:
1) Dukungan referensi:
a) Apabila melampirkan referensi dan dapat
dibuktikan
kebenarannya
dengan
menghubungi
penerbit
referensi,
maka
pengalaman kerja diberikan penilaian.
b) Apabila
tidak
dilengkapi
referensi
maka
tidak
diberikan
penilaian.
2) Perhitungan bulan kerja tenaga ahli yang
dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum
dalam IKP.
3) Lingkup pekerjaan:
a) Sesuai, diberi nilai 1
(satu)
b) Menunjang, diberi nilai 0,5 (nol
koma lima)
c) Terkait, diberi nilai 0,25 (nol koma dua
puluh lima)
d) Lingkup pekerjaan
yang:
(1) Sesuai adalah: pekerjaan Inspeksi Besar
Bendungan
(2) Menunjang
adalah:
Pekerjaan yang
berkaitan dengan DD/Rencana Tanggap
Darurat (RTD)

4)

5)
6)
7)
:

Bendung
an
(3) Terkait
adalah:
Pekerjaan
Pra
FS/Study
Kelayakan/LARAP/SID Bendungan/Waduk
Posisi:
a) Sesuai, diberi nilai 1
(satu)
b) Tidak sesuai, diberi nilai 0,5 (nol
koma lima)
c)
Posisi
yang:
(1) Sesuai adalah: posisi penugasan sama
dengan posisi
yang diusulkan untuk
pekerjaan ini
(2) Tidak sesuai adalah: posisi penugasan
tidak sama
dengan posisi yang diusulkan untuk
pekerjaan ini
Perhitungan bulan kerja x nilai lingkup
pekerjaan
x nilai posisi = jumlah bulan kerja
professional.
Nilai
total
seluruh
jumlah
bulan
kerja
professional dibagi angka 12 = jangka waktu
pengalaman kerja professional
Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional

a) Memiliki 2 ( d u a ) Tahun
pengalaman kerja profesional diberi nilai
100 (seratus)
b) Memiliki 0,25 (nol koma dua puluh lima) s.d
2 (dua)
Tahun pengalaman kerja profesional diberi
nilai 50 (lima puluh)
c) Memiliki
< 0,25 (nol koma dua puluh
lima) Tahun pengalaman
kerja profesiaonal
diberi nilai 0 (nol)
8) Nilai jangka waktu pengalaman kerja professional
yang didapatkan x bobot sub unsur pengalaman
kerja professional seperti
yang
disyaratkan
dalam
KAK
= NILAI BOBOT sub unsur
pengalaman
kerja professional sepertiyang
disyaratkan dalam KAK.
c. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi, dengan
bobot sub unsur 10% dan ketentuan penilaian sub
unsur :
1) Memiliki, diberi nilai: 100 (seratus)
2) Tidak memiliki, diberi nilai: 0 (nol)
3) Nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub
unsur sertfikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT
sub unsur sertifikat keahlian/profesi.
d. Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK,
dengan
bobot sub unsur 10% dan ketentuan penilaian sub

unsur:
1) Penguasaan bahasa setempat. M e n g u a s a i
diberi nilai
100 (seratus), tidak menguasai diberi nilai 0
(nol) dengan bobot 4%
2) Aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara,
aturan, situasi,
dan kondisi (custom) setempat, diberi
nilai 2%
3) Melampirkan Surat Pernyataan tenaga ahli
sesuai dengan
yang tertera pada dokumen pemilihan, diberi
nilai 100 (seratus), tidak melampirkan diberi nilai
0 (nol) dengan bobot 4%
4) Total nilai yang didapatkan x bobot sub unsur
lain-lain
=NILAI BOBOT sub unsur lain
lain.
e. Total bobot sluruh sub unsur = 100%
f. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur = NILAI 1
(SATU)
ORANG TENAGA
AHLI. g. Bobot
Tenaga Ahli :
1.
Ketua Tim/Ahli Bendungan : 17,07%
2.
Ahli Bendungan : 14,63%
3.
Ahli Geologi/Geoteknik : 9,76%
4.
Ahli Geodesi : 7,32%

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Ahli Hidrologi/Hydrologist : 9,76%


Ahli Hidromekanikal/Elektrikal : 9,76%
Ahli Lingkungan : 7,32%
Ahli Instrumentasi Bendungan : 9,76%
Ahli Estimasi Biaya : 7,32%
Ahli Operasi dan Pemeliharaan : 7,32%

h. Nilai 1 (satu) Orang Tenaga Ahli x bobot


tenaga ahli = NILAI BOBOT tenaga ahli
i. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli x bobot unsur
Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI
TENAGA AHLI. j. Dalam hal nilai unsur kualifikasi
tenaga ahli < nilai ambang batas/passing grade
kualifikasi tenaga ahli maka peserta
tidak memenuhi syarat teknis/gugur.
4. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN +
NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI
KUALIFIKASI TENAGA AHLI
5. Ambang batas nilai teknis (passing grade) = 70
L. Evaluasi Biaya
M. Unit Biaya
Personil
Beradasarkan
Satuan Waktu

N. Penetapan
Pemena
ng
O.

Sanggahan

1. Bobot Penawaran Teknis


= 0,80
2. Bobot Penawaran Biaya
= 0,20
Unit biaya personil berdasarkan satuan waktu
dihitung sebagai berikut :
1 (satu) bulan : 22 (dua puluh dua)
hari kerja
1 (satu) hari kerja : 8 (delapan)
jam kerja
Untuk
penetapan
pemenang
dalam
hal
ULP
permanen belum terbentuk maka pengaturan dan
kewenangan
penetapan
diatur oleh masing-masing
K/L/D/I].
1. Sanggahan ditujukan kepada Pokja PPK Operasi dan
Pemeliharaan SDA I(B) ULP Jawa Tengah Satker Operasi
dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak Tahun Anggaran
2015
2. Tembusan sanggahan ditujukan
kepada:
a. PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I, Satker Operasi
dan
Pemeliharaan SDA Serayu
Opak
b. APIP Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat, Inspektur Jenderal
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
c. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

BAB V. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


INSPEKSI BESAR BENDUNGAN SEMPOR
URAIAN PENDAHULUAN
1. LATAR
BELAKANG

1.1. Umum
Secara umum bendungan dibangun untuk menampung air
di dalam waduk yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
berbagai keperluan antara lain kebutuhan irigasi, air baku, air
minum, pembangkit tenaga listrik, pengendali banjir, objek
pariwisata dan lain sebagainya.
Bendungan disamping memiliki manfaat yang besar, juga
menyimpan potensi bahaya yang besar pula. Bendungan yang
runtuh akan menimbulkan banjir bandang yang dahsyat sampai
jauh ke hilir yang akan mengakibatkan timbulnya banyak korban
jiwa, harta benda, fasilitas umum dan kerusakan lingkungan
yang sangat parah di daerah hilir.
Terkait maksud tersebut Pemerintah Indonesia dalam hal ini
Kementerian Pekerjaan Umum dengan dana APBN Tahun
Anggaran 2015 akan melaksanakan program Pengelolaan dan
Konservasi Waduk, Embung, Situ serta Bangunan Penampung
Air Lainnya yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan
keamanan dan fungsi bendungan besar milik Kementerian
Pekerjaan Umum (PU).
Salah satu kegiatan program Pengelolaan dan Konservasi
Waduk, Embung, Situ serta Bangunan Penampung Air Lainnya
adalah

melakukan

pekerjaan

Inspeksi

Besar

Bendungan

Sempor, sesuai dengan hasil inspeksi lapangan dan berdasar


data sebelumnya.
Inspeksi besar, pada dasarnya adalah merupakan kegiatan
inspeksi bendungan secara menyeluruh terhadap aspek teknis
dan non teknis dalam rangka evaluasi keamanan struktural dan
operasi hidrolis serta rembesan suatu bendungan (safety
evaluations of existing dam) dari kegiatan ini diharapkan akan

teridentifikasi

problem-problem

yang

sedang berkembang,

kemudian diketahui kondisi keamanan/kekokohan struktur dan


keamanan operasional bendungan, kekurangan pada sistem
keamanan bendungan serta membuat kesimpulan status/tingkat
keamanan bendungan tindak lanjut yang diperlukan untuk
mernpertahankan dan meningkatkan keamanannya.
Selain itu akan dilakukan pengumpulan data hidrologi, data
sedimentasi di dalam waduk dan data penting lainnya. Data
tersebut akan dipakai sebagai dasar pembuatan desain rinci
(detail engineering design).
1.2. Uraian Singkat Bendungan Sempor

Pada tahun 1916 Pemerintah Belanda telah mengidentifikasikan bahwa di


sempor terdapat lokasi yang ideal untuk suatu waduk yang mampu
mensupply beberapa Daerah Irigasi yang telah ada, pada tahun 1950
Pemerintah Republik Indonesia dilanjutkan penelitian oleh ahli-ahli Indonesia
dan dilanjutkan dengan pembuatan desainnya. Dan pembangunan fisik
Bendungan Serbaguna Sempor dimulai pada tahun 1958 oleh Proyek
Sempor.
Sungai Cincingguling/Sungai Sempor mengalir dari utara di kaki Gunung
Serayu Selatan dan bermuara di Samudra Indonesia. Secara geografis
catchment area bagian utara dan timur merupakan perbukitan, bagian tengah
adalah dataran rendah dengan topografi rata-rata datar yang merupakan
persawahan dan pemukiman penduduk. Sebelah selatan adalah bukit
Karangbolong. Tipe iklim di wilayah Sempor termasuk tipe sedang dengan
curah hujan tertinggi 4492 mm/tahun dan rata-rata tahunan adalah 3495
mm/tahun.
Bendungan Sempor terletak di Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah
dengan volume tampungan efektif sebesar 46.000.000 M3 dibangun pada
tahun 1975 s/d 1978. Bendungan ini berada pada daerah aliran Sungai
Telomoyo Wilayah Sungai Serayu - Bogowonto, dengan sumber airnya
adalah Sungai Cincingguling.
Manfaat utama dibangunnya Bendungan Sempor adalah:

73
-

Memberikan suplesi irigasi seluas 6.485 ha

Saluran Induk Sempor Barat 500 ha

Manfaat lainnya adalah:


-

Tenaga listrik dengan produksi minimal 6.000.000 KWH (pada saat


pengaliran irigasi saja)

Pengendalia banjir di Sungai Jatinegara


Penyediaan air minum untuk Gombong, Karanganyar, Kebumen
sebanyak 50 lt/detik
-

c.

Perikanan darat bebas dan dengan


keramba
Pariwisata dan olah raga air

Data Teknis Bendungan Sempor.


1)

Waduk

Luas tangkapan air

: 43 Km2

Debit rata-rata

: 2,8 m3/dt

Kapasitas waduk maksimal

: 52.000.000 m3

Kapasitas waduk efektif

: 46.500 m3

Volume air yang diatur waduk : 90.000.000 m3


Muka air banjir

: 73,70 m

Permukaan air tinggi (HWL)

: 72,00 m

Permukaan air rendah (LWL) : 43,00 m


Daerah terendah pada HWL : 2,7 Km2
2.

Bendungan utama

Tipe

: Timbunan batu (rock fill) dengan inti kedap


air di tengah (campuran tanah dan
batu/sand gravel)

Volume

: 1.600.000.000 m3

Tinggi

: 54 m

Mercu

Elevasi

: +77.00 m

Lebar

: 10 m

Panjang

: 220 m

3.

Bendungan pengelak

Tipe

: Timbunan batu dengan selimut tanah di


bagian hulu

Tinggi

: 15 m

Elevasi

: + 42,65 m

4.

Bendungan beton (bridge wall)

Volume

: 14.000 m3

Tinggi

: 17 m

Panjang

: 137 m

Bendungan pembantu

5.
Tipe

: Timbunan batu (earth fill) dipadatkan

Volume

: 100.000 m3

Tinggi

: 12 m

Mercu

Lebar

: 12 m

Panjang

: 227 m

6.

Bangunan pelimpah

Tipe

: Saluran meluncur (chute type) dengan


mercu pelimpah bebas tanpa pintu

Mercu pelimpah

Elevasi

: + 72.00 m

Panjang

: 105 m

Saluran peluncur

Lebar

: 12 m

Panjang

: 166 m

Debit rencana (inflow design flood) : 1.200 m3/dt


Kapasitas

: 500 m3/dt, pada debit rencana 910


m3/dt. Pada banjir maksimal 2.140
m3/dt

7.

Terowongan pengelak

Yang ada (lama)

Diameter

: 3,5 m

Panjang

: 126 m

Kapasitas

: 80 m3/dt

Elevasi

: + 40 m

Tambahan

Bentuk

: Tapal kuda

Lebar

:7m

Panjang

: 180 m

Kapasitas

: 320 m3/dt

Elevasi

: + 40 m

Debit banjir rencana


8.

: 740 m3/dt (frekuensi 30 tahun)

Bangunan pengambilan dan pengaturan air (Intake and Irrigation


Outlet)

Konstruksi

: pipa baja

Diameter

: 1,60 m

Panjang

: 168 m

Kapasitas

: 11,00 m3/dt

Pengatur air

: Hollowjet valves

: 2 x 0,90 m

9.

Diameter
PLTA

Jenis turbin

: Francis, horizontal shaft, single runner

Daya terpasang

: 1,10 MW

Produksi tahunan

: 6.000.000 KWH

Tinggi terjun

: 30,00 m

Debit

: 3,00 m3/dt

10.

Bangunan pembagi

Lokasi

2. MAKSUD DAN
TUJUAN

: Bojong

Lebar

: 44,15 m

Tinggi

: 1,80 m

Kapasitas pintu barat

: 0,55 m3/dt

Kapasitas pintu timur

: 12,00 m3/dt

a. Maksud :
Maksud dari pengadaan jasa konsultansi ini adalah :
a. Melakukan pemeriksaan umum dan menyeluruh mengenai status/tingkat

keamanan bendungan ditinjau dari aspek struktur, hidrolik, rembesan serta


operasionalnya, mengindentifikasi masalah yang ada, menetapkan
rencana perbaikan dan atau penyempurnaan yang diperlukan.
b. Melakukan pemeriksaan khusus bawah air lapis lereng hulu dan

pemeriksaan lereng hilir (Dam RipRap )


c. Mengetahui penyebaran pengendapan sedimen di waduk, laju sedimentasi

76
waduk, kapasitas tampungan dan umur waduk yang tersisa, hubungan
antara elevasi dan volume waduk, sehingga dapat meningkatkan
kehandalan operasi waduk.
d. Pemuktahiran Manual Operasi dan Pemeliharaan Bendungan mengacu

pada NSPM (Norma Standar Pedoman dan Manual) yang berlaku.


b. Tujuan :
Adapun tujuan dari pengadaan jasa konsultansi ini adalah :
a. Mengetahui tingkat kestabilan lereng hulu , khususnya lapis pelindung
(Rip-Rap), melalui pemeriksaan terhadap struktur yang berada diatas
maupun dibawah permukaan air waduk.
b. Mengetahui

tingkat

kestabilan

lereng

hilir,

dengan

melakukanpemeriksaan secara khusus pada lereng hilir (Dam Rip-Rap)


terhadap kemungkinan adanya gejala kerusakan dan atau perubahan
perubahan lainnya.
c. Mengetahui status/tingkat keamanan bendungan ditinjau dari aspek
struktur, hidrolik, rembesan serta operasionalnya; mengidentifikasi
masalah yang ada; menetapkan rencana perbaikan dan atau
penyempurnaan yang diperlukan.
d. Mendapatkan detail desain perbaikan secara menyeluruh bendungan dan
bangunan pelengkapnya, termasuk alat-alat pengamatan (instrumentasi)
dan hidromekanikal/ elektrikal.
e. Mendapatkan Peta/ Grafik Sedimentasi Waduk.
f.

Mendapatkan Manual Operasi dan Pemeliharaan Bendungan.


RUANG LINGKUP

3. LINGKUP
KEGIATAN

Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang tertuang dalam lingkup


pekerjaan, konsultan harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Spesifikasi Pekerjaan
1. Persiapan dan Orientasi Lapangan
Sebelum memulai pekerjaan konsultan harus melalukan persiapan
seperlunya, diantaranya adalah mobilisasi peralatan, personil, bahan dan
perlengkapan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini yang
semuanya harus dalam kondisi baik. Disamping itu juga harus melakukan

77
orientasi lapangan untuk mengetahui kondisi umum lapangan secara
menyeluruh, mengidentifikasi kendala yang ada, kemudian menjabarkan
program pelaksanaan dan Rencana Mutu Kontrak.
Guna menunjang kegiatan dan memudahkan koordinasi serta komunikasi
konsultan diwajibkan memiliki kantor lapangan disekitar lokasi kegiatan
selarna pelaksanaan pekerjaan.
Setelah pekerjaan selesai, lokasi yang ditinggalkan harus dalam keadaan
bersih dan dirapihkan kembali.
2) Pengumpulan data dan Analisa Data

Konsultan berkewajiban mengumpulkan dan menganalisa data yang


diperlukan baik yang tersedia di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu
Opak maupun yang tidak tersedia, untuk masing-masing pekerjaan.
Kekurangan atau keterbatasan data yang ada di Balai Besar Wilayah
Sungai Serayu Opak tidak menjadi alasan untuk terhambatnya
pelaksanaan pekerjaan
Konsultan harus memeriksa ketelitian data yang dipakai dan bertanggung
jawab terhadap mutu data yang dipakai. Data yang harus dikumpulkan
antara lain:
a) Semua laporan studi yang pernah dilakukan,
b) Laporan desain termasuk review/revisi/modifikasi desain,
c) Laporan
(quality

pelaksanaan

konstruksi,

meliputi:

kendali

mutu

control), laporan akhir proyek (completion report), dll.


d) Laporan yang berkaitan dengan pengelolaan/OP bendungan, antara
lain laporan pemantauan, laporan pelaksanaan OP, laporan inspeksi,
dan lain-lain
e) Data hidrologi terbaru, peta geologi regional, dan lain sebagainya.
3) Data dan Gambar-gambar

Konsultan harus menyerahkan foto dan gambar serta soft copy dalam CD
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
4) Peralatan Kerja

Konsultan harus menyiapkan semua peralatan yang diperlukan dalam


rangka pelaksanaan pekerjaan
5)

Evaluasi, Analisis dan Penggambaran


Evaluasi, Analisis dan Penggambaran dari seluruh pekerjaan ini harus
mengikuti Norma Standar Pedoman dan Manual (NSPM) terkait

78
utamanya yang disebutkan pada butir 11 dan 13 di bawah. Konsultan
wajib memiliki (copy) dan memahami NSPM tersebut.
6)

Asistensi dan Diskusi


Guna menghindari kesalahan pemahaman dan penafsiran atas
pelaksanaan kegiatan dan kemajuannya maka :
a) Konsultan wajib melakukan asistensi dan diskusi dengan pemberi
tugas atau yang dikuasakan (Direksi), pada setiap akan memulai dan
akhir dari suatu kegiatan.
b) Konsultan wajib melakukan diskusi untuk setiap tahapan laporan
yang dipimpin oleh Team Leader dengan Bidang OP Balai Besar
Wilayah Sungai Serayu Opak, dan untuk laporan tertentu dengan
melibatkan Subdit OP Bendungan dan Balai Bendungan dalam
rangka mendapatkan masukan sesuai NSPM terkait.

7)

Presentasi Dalam Sidang Komisi Keamanan Bendungan (KKB)


Konsultan wajib menyiapkan laporan dan bahan presentasi untuk
kemudian di presentasi dalam Sidang Komisi Keamanan Bendungan,
serta melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan saran sidang KKB.
Konsultan berkewajiban memperbaiki laporan inspeksinya sesuai dengan
saran sidang KKB. Konsultan wajib melakukan asistensi dan diskusi
dengan pemberi tugas.

b.

Inspeksi Besar

Yang dimaksud inspeksi besar pada studi ini, adalah inspeksi/pemeriksaan


yang dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek teknis maupun non teknis,
dalam rangka evaluasi keamanan bendungan bagi suatu bendungan yang
telah ada (Safety Evaluation of Existing Dams/ SEED).
Cakupan inspeksi antara lain meliputi : Pemeriksaan komponen-komponen
bendungan diatas air dan bawah air termasuk peralatan mekanik-listrik,
pondasi, bukit tumpuan bendungan, waduk dan daerah sekitarnya;
pemeriksaan dan uji peralatan hidromekanik-elektrik dan gawar banjir
(peringatan dini akan adanya banjir); pemeriksaan instrumen dan evaluasi
data pembacaannya; tinjauan terhadap sistem OP dan RTD (Rencana Tindak
Darurat), Berita evaluasi keamanan bendungan tahap pertama dan tahap
kedua/lanjutan.
Kegiatan tersebut diatas perlu ditunjang dan dilengkapi dengan kegiatan-

kegiatan diantaranya dan tidak terbatas hal-hal sbb :


a. Pekerjaan persiapan
Sebelum pelaksanaan inspeksi, konsultan harus melakukan pekerjaan
persiapan yang mencakup antara lain :
1) Sosialisasi tentang Inspeksi Besar Bendungan Sempor kepada
masyarakat di sekitar Waduk Sempor.
2) Pengumpulan data, yang mencakup antara lain: data hidrologi
terbaru, dokumen desain, dokumen pelaksanaan konstruksi,
dokumen OP termasuk data pemantauan, laporan inspeksi
sebelumnya, sistem OP, RTD, dll. Dokumen atau data desain dan
konstruksi yang ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak
kemungkinan sangat terbatas, dalam kondisi demikian konsultan
harus mengumpulkan data dari berbagai sumber lain yang dapat
dipercaya.
3) Kajian data: setiap inspeksi harus didahului dengan mempelajari data
yang ada, laporan-laporan inspeksi/kajian sebelumnya. Bila belum
pernah dilakukan inspeksi, pelajari dokumen desain, konstruksi dan
riwayat OP.
4) Daftar simak inspeksi: harus disiapkan secara rinci sesuai bendungan
yang diinspeksi dan dipahami setiap anggota tim.
5) Perlengkapan inspeksi yang harus dibawa saat inspeksi antara lain:
ringkasan data bendungan, ringkasan laporan inspeksi sebelumnya,
gambar-gambar, daftar simak, kamera, alat bantu inspeksi seperti:
GPS, pica AM, teropong, lampu senter, waterpass, peta geologi,
kompas, alat baca instrumen, video kamera, dll.
b. Pemeriksaan bendungan
Pemeriksaan yang harus dilakukan oleh konsultan dalam pekerjaan
inspeksi besar ini adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen
bendungan dan bangunan pelengkapnya dan pemeriksaan secara
khusus terhadap komponen bendungan yang mengalami perubahan dan
atau gejala kerusakan.
c. Pemeriksaan visual pada obyek inspeksi yang berada diatas permukaan
tanah dan air seperti: permukaan tubuh bendungan, bangunan
pelengkap, bukit tumpuan, peralatan hidromekanik, dll., bangunan
pelengkap, waduk dan sekitarnya.

80
d. Pemeriksaan bawah air harus dilakukan terhadap obyek inspeksi
dibawah air antara lain :
1). Permukaan lereng hulu bendungan; periksa kemungkinan adanya
lubang benain, longsoran, gerusan, kemerosotan mutu lapisan lereng,
dll.
2). Kolam peredam energi dan kolam olak; periksa kemungkian adanya
erosi dan gerusan
3). Muka hulu bendungan; periksa kemungkinan adanya: retakan,
kemerosotan mutu, yang berakibat peningkatan rembesan/ bocoran,
dll.
4). Buka tutup pintu intake bendungan.
5) Pemeriksaan bawah air dilakukan dengan cara :

1). Pemeruman/ Echosounding, untuk pemeriksaan kedalaman pada


daerah konstruksi dan daerah genangan waduk
2). Penyelaman dengan kamera televisi bawah air.
3). Pemeriksaan secara langsung saat air surut.
4). Pemeriksaan dilengkapi dengan test uji baik di lapangan rnaupun di
laboratorium yang bersertifikasi.
6) Pemeriksaan khusus

Melaksanakan pemeriksaan detail (investigasi) terhadap komponen


bendungan batu lapis lindung lereng hilir (Dam RipRap) yang
menunjukkan adanya perubahan geometric lereng dan atau gejala
kerusakan.
7) Identifikasi dan pencatatan masalah

Semua informasi, laporan dan catatan yang berkaitan dengan masalah


yang timbul harus dikumpulkan dan dipelajari, dan bendungan perlu
diperiksa atas :
1) Unjuk kerja/

performance

yang tidak sesuai dengan yang

direncanakan,
2) Terjadinya kerusakan konstruksi,
3) Penyimpangan yang terkait dengan deformasi, tekanan pori,
rembesan,
4) Timbulnya bahaya dari kondisi geologi,
5) Tidak berfungsinya peralatan hidromekanik-elektrik,
6) Indikasi terjadinya kemerosotan mutu, melemahnya bangunan dan

atau fondasi,
7) Penyimpangan terhadap NSPM (norma, standar, pedoman, dan
manual),
8) Dan lain sebagainya yang dampaknya berpotensi mengganggu fungsi
dan keamanan bendungan.
8) Pemeriksaan dan Uji operasi; harus dilakukan terhadap peralatan yang

terkait dengan keamanan bendungan seperti: 'peralatan hidromekanik,


tenaga listrik utama dan cadangan untuk operasi pintu dan katup, sistem
dan prosedur peringatan banjir termasuk kehandalan peralatan yang
digunakan, dll.
9) Instrumentasi; periksa

kondisi dan fungsi instrumentasi dengan

melakukan pembacaan secara langsung dan/ atau lakukan kajian/


evaluasi atas data pemantauan yang ada.
Periksa dan pastikan alat-alat hidrologi, alat pencatat gempa, sistem
pemantau deformasi, peralatan lain berfungsi baik, serta periksa
dokumentasi dan evaluasi terhadap data hasil pemantauannya
10) Hidrologi dan banjir rencana; kaji laporan analisis hujan dan banjir

rencana yang ada dan kriteria desain yang digunakan, lakukan analisis
hujan dan banjir rencana dan penelusuran banjir berdasar data mutakhir,
periksa kecukupan pelimpah, tinggi jagaan, pola operasi, potensi
bencana didaerah hilir bila terjadi keruntuhan bendungan, dll.
11) Sistem OP dan Rencana Tindak Darurat (RTD)

Pemeriksaan harus dilakukan pula terhadap pelaksanaan kegiatan


pengelolaan operasi dan pemeliharaan bendungan, meliputi :
1) Sistem OP mencakup: periksa ketersediaan panduan OP dilapangan,
waktu

penyusunan; kecukupan instruksi/petunjuk dalam panduan

ketersediaan dokumen penting, gambar-gambar, grafik, format


laporan; dipahamikah panduan oleh petugas; kecukupan tenaga dari
aspek jumlah dan kemampuan, perlukah penyempurnaan, dll.
2) RTD dan kesiapannya: periksa keandalan sistem komunikasi,
prosedur operasi RTD, jalur evakuasi, tenaga listrik cadangan,
telemetri, sistem gawar banjir (peringatan dini akan adanya banjir),
sirine, kekurangan peralatan RTD, panduan RTD, papan peringatan,
instrumentasi telemetering hidrologi, perlukah penyempurnaan.

c.

Evaluasi Keamanan Bendungan

Evaluasi keamanan bendungan berdasarkan hasil pemeriksaan/inspeksi


pada masing-masing bidang aspek kajian sesuai obyek inspeksi, dilakukan
dalam 2 tahap sebagai berikut :
a. Evaluasi tahap pertama;
1) Kaji semua data yang ada yang terkait dengan desain, konstruksi, OP
bendungan dan bangunan pelengkapnya, sehingga benar-benar
memahami bendungan dan riwayat operasi serta pemeliharaannya.
2) Identifikasi semua potensi masalah yang dampaknya merugikan
terhadap keamanan hulu dan hilir bendungan serta periksa
kecukupan bendungan dan bangunan pelengkapnya untuk memenuhi
fungsinya, dengan didukung: data yang relevan, pertimbangan dan
analisis teknis diantaranya dengan membandingkan perilaku
bendungan dengan perilaku yang direncanakan dalam desain.
b. Evaluasi tahap kedua;
Melakukan analisis teknik untuk menilai status/ tingkat keamanan
bendungan ditinjau dari :
1) Aspek struktur; periksa stabilitas tubuh bendungan termasuk stabilitas
terhadap gempa pada kondisi normal dan luar biasa, minimal pada
potongan: bagian tertinggi, bagian yang perilakunya menyimpang dan
bagian yang geometrinya berubah cukup besar dan bagian kritis
lainnya.
2) Aspek hidrolik (kecukupan pelimpah, tinggi jagaan, erosi eksternal, dll)
3) Aspek rembesan (erosi internal, piping, boiling, uplift, pelarutan materil
bendungan dan pondasi, dll), berdasar data-data yang tersedia,
kemudian membuat kesimpulan dan saran.
Buat laporan, termasuk kesimpulan, status keamanan bendungan dan
saran
tindak lanjut yang diperlukan.
4. KELUARAN DAN
MANFAAT

Rekomendasi dari hasil Inspeksi Besar dilengkapi dengan Dokumen Teknis,


Gambar Detail Desain, dan Foto untuk keperluan Rehabilitasi Bendungan
Sempor yang dilengkapi dengan Dokumen Lingkungan Hidup sebagai
justifikasi tahapan pekerjaan konstruksi.
Manfaat yang dihasilkan adalah mengetahui kondisi terkini dari Bendungan
Sempor sehingga
pemeliharaan

dapat

untuk

perencanaan

serta

operasi

dan

83
kedepannya
5. SUMBER
PENDANAAN

Untuk
Rp.

pelaksanaan

kegiatan

ini

diperlukan

biaya

kurang

lebih

1.490.020.000,- (Satu Milyar Empat Ratus Sembilan Puluh Juta Dua Puluh
Ribu Rupiah) termasuk PPN yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) yang tercantum dalam DIPA Satker Operasi dan
Pemeliharaan SDA Serayu Opak Tahun Anggaran 2015.
6. SASARAN

Sasaran yang diharapkan dari dilaksanakannya pekerjaan ini adalah untuk


meningkatkan keamanan, dan menjamin fungsi Bendungan Sempor, sehingga
kemungkinan terjadinya kegagalan bendungan dapat dicegah yang berakibat
kondisi penduduk dan infrastruktur dihilir bendungan lebih terjamin
keberadaan dan keamanannya.

7. LOKASI
KEGIATAN

Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan


Republik Indonesia, dengan lokasi pekerjaan berada di Kecamatan
Gombong, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

8. NAMA DAN

Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan SDA I, Satuan

ORGANISASI

Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak, Balai Besar Wilayah

PEJABAT

Sungai Serayu Opak, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian

PEMBUAT

Pekerjaan Umum.

KOMITMEN

9. PENDEKATAN

Pendekatan dan Metodologi yang disampaikan oleh Penyedia Jasa kepada

DAN

Pengguna Jasa harus mencakup aspek-aspek penilaian sebagai berikut:

METODOLOGI

a. Untuk menilai pemahaman penyedia atas lingkup pekerjaan jasa layanan


yang diminta dalam KAK, pemahaman atas sasaran/tujuan, kualitas
metodologi, dan hasil kerja, sub unsur yang dinilai antara lain:
1) Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK, penilaian
terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan kegiatan/pekerjaan,
lingkup serta jasa konsultasi yang diperlukan (aspek-aspek utama
yang diindikasikan dalam KAK), dan pengenalan lapangan;
2) Kualitas

metodologi,

penilaian

terutama

meliputi:

ketepatan

menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan


dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK, konsisten antara
metodologi dengan rencana kerja, apresiasi terhadap inovasi,
tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia,
orang bulan (person-month) tenaga ahli, uraian tugas, jangka waktu
pelaksanaan laporan-laporan yang disyaratkan, jenis keahlian serta
jumlah tenaga ahli yang diperlikan, program kerja, jadwal pekerjaan,
jadwal penugasan, organisasi, kebutuhan jumlah orang bulan, dan
kebutuhan fasilitas penunjang;
3) Hasil kerja (deliverable), penilaian meliputi antara lain: analisa
gambar-gambar kerja, spesifikasi teknis, perhitungan teknis, dan
laporan-laporan;
4) Fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta
dalam KAK.
b. Penyedia yang mengajukan gagasan baru yang meningkatkan kualitas
keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih.
DATA PENUNJANG
10. DATA DASAR

Data dasar yang dibutuhkan, antara lain :


a.

Laporan Inspeksi Rutin/Berkala Bendungan Sempor.

b.

Laporan Desain Pembangunan dan Desain Rehabilitasi/Perbaikan terakhir


yang pernah dilaksanakan.

c.

Data/Laporan Hasil Pemantauan Bendungan Sempor.

d.

Laporan Identifikasi dan Inventarisasi Bendungan Sempor serta Bangunan


Pelengkapnya.

e.

11. STANDAR
TEKNIS

Tingkat Keamanan Bendungan di Jawa , Puslitbang Air, 2005

Standar Teknis yang harus digunakan antara lain:


a.

SNI 03-3432-1994, Tata Cara Penetapan Banjir Rencana dan Kapasitas


Pelimpah untuk Bendungan.

2. RSNI M-03-2002, Metode Analisis Stabilitas Lereng Static Bendungan


Urugan.
3. Pd T-14-2004- A, Pedoman Analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat
Gempa, Dept Kimpraswil 10 Mei 2004.
4. Pedoman Analisis Dinamik Bendungan Urugan, Kep Dirjen SDA No.

27/KPTS/D/2008, tanggal 31 Januari 2008.


5. Pedoman Inspeksi dan Evaluasi Keamanan Bendungan, Kep Dirjen SDA No.
05/KPTS/2003, tanggal 14 Maret 2003.
6. Pedoman Pembangunan Bendungan Urugan pada Pondasi Tanah Lunak,
Ditjen SDA, Nopember 2006.
7. Pedoman Operasi, Pemeliharaan dan Pengamatan Bendungan, kep Dirjen
SDA No. 199/KPTS/D/2003, Maret 2003.
8. Manual Inspeksi Visual Bendungan Urugan, Ditjen SDA 2004.
9. PT -02 Pengukuran Topografi, Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Air 1986.
10. SNI 19-6724, 2002 Tata Cara Pengukuran Kontrol Horizontal dan SNI 196988, 2004 Tata Cara Pengukuran Kontrol Vertikal.
11. SNI 19-6502.2, 2000 Tata Cara Pembuatan Peta Rupa Bumi Skala 1 : 25000.
12. Pedoman Inspeksi dan Evaluasi Keamanan Bendungan, Maret 2003, Kantor
Sekretariat Komisi Keamanan Bendungan, Departemen Pemukiman dan
Prasarana Wilayah, Direktorat Sumber Daya Air.
13. Pedoman Survey Dan Monitoring Sedimentasi Waduk.Departemen Pekerjaan
Umum, Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air,No.39/KPTS/D/2009,
Tanggal 26 Febuari 2009, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
14. Pedoman Pengelolaan Sedimentasi Waduk, Direktorat Bina Teknik.November
2004.Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum
15. Pedoman Klasifikasi Bahaya Bendungan Nomor: 257/KPTS/D/2011 tanggal
30 Mei 2011
16. Standar Pedoman lain yang terkait dan berlaku.

12. STUDI-STUDI
TERDAHULU

Studi-studi terdahulu yang telah dilakukan antara lain:


a. Inspeksi Besar Bendungan Wadaslintang dan Bendungan Sempor, 2007
b. Penyusunan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) Waduk Sempor,
2012
c. Studi-studi terkait lainnya.

13. DASAR HUKUM

Inspeksi Besar Bendungan Sempor ini dilandasi dengan peraturan


perundangan yang terkait :
Sektor
a.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

b.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 42 Tahun 2008


tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

c.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 43 Tahun 2008


tentang Air Tanah.

d.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 2008 tentang


Dewan Sumber Daya Air.

e.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 2005 tentang


Pengadaan Tanah.

f.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 32/PRT/M/2007 tentang


Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

g.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang


Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang
Merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan Sendiri.

h.

Peraturan Menteri Pekerjaan UmumNomor : 2/PRT/M/2010 tentang


Rencana Strategis Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010
2014.

i.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 293/KPTS/M/2014 tentang


Penetapan Status Daerah Irigasi Yang Pengelolaannya Menjadi
Wewenang dan Tanggungjawab Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan
Pemerintah Kabupaten/Kota.

j.

Peraturan Pemerintah RI No.38, Tahun 2011 tentang Sungai.

k.

Surat Edaran Dirjen SDA Nomor: 01/SE/D/2013 tentang Operasional dan


Pemeliharaan Sungai.

l.

Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor : 153/KPTS/D/2008


tentang Pembentukan Tim Pengelola Sistem Informasi Sumber Daya Air.

m. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 93/PMK.02/2011 tentang Petunjuk


Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2011.
n.

PMK No. 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran dalam


Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

o.

PMK No. 136/PMK.02/2014 tentang Petunjuk Penyusunan dan


Penelaahan

Rencana

Kerja

dan

Anggaran

Kementerian

Negara/Lembaga.
p.

Kepmen PU No. 73/PRT/M/2014 tentang Pengangkatan Atas Kepala


Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu di Lingkungan Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

q.

DIPA Satker O P SDA Serayu Opak Tahun Anggaran 2015.

87
Pelaksana Tugas
a.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 8/PRT/M/2010 tentang


Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum.

b.

Keputusan Presiden No. 12/ 2012 tentang Penetapan Satuan Wilayah


Sungai.

c.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/2010 tentang Organisasi


dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum.

d.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 26/PRT/M/2006 tentang


Perubahan atas Permen Nomor :

12/PRT/M/2006 dan Nomor :

13/PRT/M/2006.
e.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 73/KPTS/M/2014 tanggal


Perubahan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 421/KPTS/M/2011,
No. 422/KPTS/M/2011, No. 424/KPTS/M/2011, No. 461/KPTS/M/2011, No.
462/KPTS/M/2011, No. 463/KPTS/M/2011, No. 464/KPTS/M/2011, No.
464/KPTS/M/2011, No. 487/KPTS/M/2011, No. 498/KPTS/M/2011, No.
78/KPTS/M/2012, No.146/KPTS/M/202, No. 410/KPTS/M/2012.

14. PERALATAN,

Penyediaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen

MATERIAL,

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang

PERSONIL, DAN

dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:

FASILITAS DARI

a. Laporan dan Data

PEJABAT

Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta fotografi

PEMBUAT

(bila ada) dapat dipakai sebagai referensi oleh penyedia jasa.

KOMITMEN

b. Akomodasi dan Ruangan Kantor


Akomodasi dan ruangan kantor tidak disediakan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen dan harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan cara
sewa.
c. Direksi dan Pengawas Lapangan
Pengguna Jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak
sebagai Direksi atau Pengawas Lapangan dalam rangka pelaksanaan
jasa konsultansi.
d. Fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat
digunakan oleh penyedia jasa
1) Dukungan administrasi dan surat menyurat.
2) Dalam hal konsultasi rutin dengan pihak-pihak terkait atau direksi

pekerjaan, penyedia jasa dapat menggunakan ruang rapat yang ada


pada kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak apabila ruang
rapat tersebut sedang tidak dipergunakan.
15. PERALATAN

Penyediaan oleh penyedia jasa

DAN MATERIAL

Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan

DARI PENYEDIA

peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan,

JASA

antara lain :

KONSULTANSI

1). Base camp Lapangan beserta fasilitasnya (sewa).


2). Komputer, printer, plotter (sewa).
3). Kendaraan Operasional (sewa).
4). Peralatan survey dan investigasi (sewa).
5). Dsb.

16. LINGKUP
KEWENANGAN
PENYEDIA JASA

1). Penyedia berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun


mengadakan barang yang sesuai dengan kontrak.
2). Penyedia berwenang untuk tidak melakukan kegiatan yang akan
menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan
kegiatan yang merupakan tugas penyedia.
3). Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur
mengenai apabila penyedia adalah sebuah joint venture yang
beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture tersebut
memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak
dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap
PPK.

17. JANGKA WAKTU


PENYELESAIAN
KEGIATAN

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 7 (tujuh) bulan atau 210

18. PERSONIL

Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah 41

(dua ratus sepuluh) hari kalender.

(empat puluh satu) Orang Bulan, dengan persyaratan dalam dalam


melaksanakan kegiatan ini adalah lulusan universitas /perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian
negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan Perencanaan bidang Sumber

89
Daya Air. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi
bidang ke-PU-an dari LPJK.dengan kualifikasi sebagai berikut :
1) Kualifikasi Tenaga Ahli
Posisi

Perkiraa
Jumlah O
/Bulan

Kualifikasi

Tenaga Ahli

Pendidikan

Keahlian

Pengalaman

1. Ketua Tim
/Ahli
Bendungan

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan
Strata-2 (S2)

Bidang SDA
dan mempunyai
Sertifikat
Keahlian
Bendungan
Besar (minimal
tingkat Ahli
Madya) yang
dikeluarkan oleh
KNI-BB/SKA
lainnya yang
setara

Berpengalaman di
bidang Sumber Daya
Air dan
diutamakan/lebih
disukai 2 (dua) tahun
di bidang bendungan
dan pernah menjadi
ketua Tim untuk
pekerjaan sejenis
minimal 2 (dua) kali.
Menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis. Sebagai ketua
tim, tugas utamanya
adalah memimpin dan
mengkoordinir seluruh
kegiatan anggota tim
dalam pelaksanaan
pekerjaan sampai
pekerjaan dinyatakan
selesai

1 Orang
7 Bulan

2. Ahli
Bendungan

Sarjana
Teknik Sipil/
Teknik
Pengairan
Strata-1 (S1)

Bidang SDA
dan mempunyai
SKA Bidang
SDA

1 Orang
6 Bulan

3. Ahli
Geologi/Ge oteknik

Sarjana
Teknik
Geologi/Geolo
gi Teknik
Strata-1 (S1)

Bidang Geologi
/Geoteknik
/Mektan dan
mempunyai
SKA bidang
Geologi
/Geoteknik
/Mektan

Berpengalaman di
bidang perencanaan
konstruksi bangunan
air, diutamakan/lebih
disukai 2 (dua) tahun
di bidang rancang
bangun (desain)
bendungan. Mampu
mempelajari
studi/kajian terdahulu
termasuk laporan
past performance
yang ada dan laporan
inspeksi sebelumnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.
Berpengalaman di
bidang geologi
teknik/mektan, lebih
disukai/diutamakan 2
(dua) tahun
pengalaman di bidang
geologi teknik/mektan
untuk perencanaan
prasarana SDA.
Mampu mempelajari
studi/kajian terdahulu
termasuk laporan past
performance yang

1 Orang
4 Bulan

4. Ahli
Geodesi

Sarjana
Teknik
Geodesi/Geog
rafi Strata-1
(S1)

5. Ahli
Hidrologi
(Hydrologis t)

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan
Strata-1 (S1)

6. Ahli
Hidromeka nikal/Elektri kal
(Hydromec hanical/Ele ctrical
Spesialist)

Sarjana
Teknik
Mesin/Listrik
Strata-1 (S1)

ada dan laporan


inspeksi sebelumnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.
Bidang Geodesi Berpengalaman
/pengukuran
melakukan
/pemetaan /GIS pengukuran/pemetaa
dan mempunyai n di bidang sumber
SKA
bidang daya air, lebih
disukai/diutamakan 2
Geodesi
/pengukuran
(dua) tahun
/pemetaan /GIS pengalaman
pengukuran/pemetaa
n untuk perencanaan
bendungan. Mampu
mempelajari
studi/kajian terdahulu
termasuk laporan past
performance yang
ada dan laporan
inspeksi sebelumnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis
Bidang Hidrologi Berpengalaman di
/Hidrometri dan bidang sumber daya
mempunyai
air dan lebih
SKA bidang
diutamakan/disukai 2
Sumber Daya
(dua) tahun di bidang
analisis hidrologi
Air.
untuk keperluan
rancang bangunan
bendungan. Mampu
menganalisis data
hidrologi sampai
dengan tahun
terakhir. Diutamakan
yang menguasai
Bahasa Inggris, lisan
maupun tertulis.
Bidang
Berpengalaman di
Hidromekanikal/ bidang rancang
Elektrikal dan
bangun
mempunyai
hidromekanikal
SKA bidang
bangunan air dan
Sumber Daya
diutamakan/disukai 2
Air
(dua) tahun di bidang
hidromekanikal/elektri
kal bendungan.
Berpengalaman
melakukan
desain/konstruksi
pekerjaan
hidromekanikal
bendungan yang
digerakan dengan
sistem hidrolik dan
mekanik pemeriksaan
dan uji operasi
peralatan
hidromekanik, listrik

1 Orang
3 Bulan

1 Orang
4 Bulan

1 Orang
4 Bulan

dan sistem peringatan


dini. Mampu
melakukan
pemeriksaan dan uji
operasi peralatan
hidromekanik, listrik
dan sistem peringatan
dini. Mengusulkan
perbaikan (jika ada
kerusakan) dan atau
pemasangan sistem
mekanik/elektrik baru
(jika diperlukan),
lengkap dengan
rencana anggaran
biaya dan spesifikasi
teknisnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis
7. Ahli
Lingkungan

Sarjana
Teknik
Lingkungan
Strata-1 (S1)

Bidang Analisis
Lingkungan dan
Sosial Rancang
Bangun
Bangunan Sipil
dan mempunyai
Sertifikat Kursus
UKLUPL/AMDALA/AMDAL-B

8. Ahli
Instrumenta si Bendungan

Sarjana
Teknik
ElektronikaInstrument/Ge
oteknik Strata1 (S1)

Bidang
Rancang
Bangun
Peralatan/Instru
mentasi
Geoteknik dan
mempunyai
SKA bidang
Sumber Daya
Air

9. Ahli
Estimasi Biaya (Cost Estimate)

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan

Bidang Sumber
Daya Air dan
mempunyai
SKA bidang

Berpengalaman di
bidang analisis
lingkungan dan sosial
rancang bangun
bangunan sipil dan
diutamakan/lebih
disukai 2 (dua) tahun
di bidang analisis
lingkungan dan sosial
rancang bangun
bangunan SDA.
Mampu menganalisa
lingkungan dan sosial
dan mampu
menyusun dokumen
Lingkungan Hidup.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.
Berpengalaman di
bidang rancang
bangun peralatan/
Instrurnentasi
Geoteknik pengairan
diutamakan untuk
bendungan dan
bangunan bawah
tanah minimal 2 (dua)
tahun dan
diutamakan
mempunyai sertifikat
keahlian sesuai
bidangnya serta
menguasai Bahasa
inggris baik lisan
maupun tertulis.

1 Orang
3 Bulan

Berpengalaman
dalam penyusunan
spesifikasi teknis dan
dokumen pelelangan

1 Orang
3 Bulan

1 Orang
4 Bulan

dan
Dokumen
Lelang

10. Ahli
Operasi dan Pemelihara an

Strata-1 (S1)

Sumber Daya
Air.

Sarjana
Teknik
Sipil/Teknik
Pengairan
Strata-1 (S1)

Bidang Sumber
Daya Air dan
mempunyai
SKA bidang
Sumber Daya
Air.

serta estimasi biaya


bangunan sipil dan
lebih
diutamakan/disukai 2
(dua) tahun dalam
penyusunan
spesifikasi teknis dan
dokumen pelelangan
serta estimasi biaya
prasrana SDA.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis
Berpengalaman
dalam penyusunan
Operasi dan
Pemeliharaan
bangunan sipil dan
lebih
diutamakan/disukai 2
(dua) tahun dalam
penyusunan pedoman
Operasi dan
Pemeliharaan
bangunan SDA dan
bangunan
pelengkapnya.
Diutamakan yang
menguasai Bahasa
Inggris, lisan maupun
tertulis.

1 Orang
3 Bulan

2) Kualifikasi Tenaga Pendukung


Posisi
Tenaga
Pendukung

Kualifikasi
Pendidikan

1. Administrasi
/Keuangan
2. Operator
Komputer
3. Surveyor

4. CAD
Operator/Jur u Gambar (Digital)
5. Penyelam
(Diver)
6. Assisten
Penyelam
7. Tenaga Lokal

DIII
DIII
DIII T.
Geodesi/
Sipil atau
STM T.
Sipil/
Pengukuran
DIII T. Sipil
atau STM T.
Sipil/
Pengukuran

Keahlian
Administrasi
/Keuangan
Komputer
Pengukuran/
Survey

Pengalaman

Perkiraa
Jumlah
Org /Bula

1 Orang
7 Bulan
1 Orang
7 Bulan
2 Orang
3 Bulan

Autocad

1 Orang
3 Bulan

Penyelaman
Bawah Air

1 Orang
1 Bulan
2 Orang
1 Bulan
3 Orang
5 Bulan

19. JADWAL
TAHAPAN

a. Tanggal mulai berlaku kontrak dan jangka waktu penyelesaian pekerjaan


tercantum dalam SSKK.

PELAKSANAAN

b. Tanggal mulai dilaksanakannya pekerjaan tercantum dalam SPMK.

KEGIATAN

c. Tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK


tercantum dalam SPMK.
LAPORAN

20. LAPORAN

Konsultan harus membuat RMK dan disetujui oleh Pengguna Jasa berupa

RENCANA MUTU

laporan soft copy dan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy dan

KONTRAK (RMK)

diserahkan kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu


sesudah terbitnya SPMK dari Pengguna Jasa. Isi RMK harus mengikuti
standar yang ditetapkan oleh Unit Jaminan Mutu Direktorat Jenderal Sumber
Daya Air. Dokumen RMK ini dipakai pada setiap pembahasan kemajuan
pekerjaan.

21. LAPORAN
PENDAHULUAN

Konsultan harus menyerahkan Laporan Pendahuluan berupa soft copy dan


sebanyak 15 (lima belas) rangkap hard copy, setelah mengadakan persiapan
dan peninjauan lapangan atau paling lambat 1 (satu) bulan setelah SPMK
ditandatangani. Laporan tersebut mencantumkan tentang identifikasi masalah,
jadwal kegiatan dan jadwal penugasan personil, ketersediaan data, teknik dan
metode yang akan digunakan untuk mencapai sasaran studi, dan lain-lain hal
yang seharusnya dilakukan oleh Penyedia Jasa.
Laporan Pendahuluan ini akan/harus dijadikan panduan dalam melaksanakan
kegiatan studi dan mengikat untuk dipenuhi pada Laporan Akhir. Sebelum
laporan pendahuluan dijilid/digandakan maka terlebih dahulu didiskusikan
dengan direksi dan dipresentasikan. Tanggapan, saran dan masukan yang
relevan dari hasil pembahasan Laporan Pendahuluan segera diperbaiki dan
yang memerlukan tindaklanjut pada tahapan kegiatan selanjutnya agar
dimasukkan dalam Laporan Antara (Interim Report).

22. LAPORAN
BULANAN

Laporan Bulanan memuat :


a. Hasil kemajuan kerja yang telah dicapai selama 1 (satu) bulan (di plot

kan juga pada kurva-S).


b. Penjelasan program berikutnya baik teknis maupun administratif dan

permasalahannya.
c. Dokumentasi hasil pelaksanaan pekerjaan.

Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 1 (satu) minggu setiap awal


bulan berikutnya berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima) rangkap hard copy.
23. LAPORAN
PENUNJANG

Laporan Penunjang, terdiri dari :


a. Laporan Pemeriksaan Visual :

1) Laporan Inspeksi di atas Permukaan Air


2) Laporan Inspeksi di bawah Permukaan Air
b. Laporan Khusus Pemeriksaan Detail (Investigasi) Batu Lapis Lindung

Lereng Hilir (Dam Rip-Rap)


c. Laporan Evaluasi dan Analisis Hidrologi
d. Laporan Evaluasi dan Analisis Instrumentasi
e. Laporan Evaluasi Sistem OP dan Rencana Tindak Lanjut
f. Laporan Evaluasi Keamanan Bendungan

Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan masing-masing


sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy.
24. LAPORAN
ANTARA

Untuk mengetahui permasalahan yang kemungkinan akan timbul selama


kegiatan pengumpulan data, pelaksanaan analisis, konsultan diwajibkan
membuat Laporan Antara yang merupakan penghubung antara Laporan
Pendahuluan dan Konsep Laporan Akhir.
Tanggapan, saran dan masukan yang relevan dari hasil pembahasan
Laporan Antara segera diperbaiki dan yang memerlukan tindaklanjut pada
tahapan kegiatan selanjutnya agar dimasukkan dalam Laporan Akhir
Sementara (Draft Final Report).
Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 4 (empat) bulan sejak SPMK
diterbitkan berupa soft copy dan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy..

25. LAPORAN
PERENCANAAN

Laporan Perencanaan, terdiri dari :


a) Laporan Sistem Planning
Laporan Sistem Planning adalah laporan yang menguraikan mengenai
kriteria dasar perencanaan rehabilitasi bendungan yang akan diterapkan
pada lokasi yang akan dilakukan rehabilitasi.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)

95
rangkap hard copy.
b) Nota Desain (Design Note) dan Metode Pelaksanaan
Laporan ini berisi analisis dan perhitungan desain rehabilitasi bendungan
serta perhitungan struktur (stabilitas) yang diuraikan beserta konsep
dasar perencanaannya termasuk metode pelaksanaan konstruksi.
Dilengkapi pula referensi yang menunjukkan semua metoda, rumus
pedoman yang digunakan dalam perencanaan.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)
rangkap hard copy.
c) Gambar perencanaan
Gambar ini merupakan hasil dari perencanaan rehabilitasi bendungan
baik hard copy maupun soft copy dengan ukuran A1 dan A3 dengan
rincian :
-

Gambar cetakan A1 sebanyak 2 (dua) rangkap hard copy.

Gambar cetakan A3 sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy.

d) Perhitungan kuantitas pekerjaan/Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana


Anggaran Biaya (RAB)
Laporan ini berisi perhitungan kuantitas/quantity pekerjaan rehabilitasi
bendungan disertai sketsa gambar perhitungan. Sedangkan untuk
Rencana Anggaran Biaya (RAB) berisi analisa harga satuan pekerjaan
dan hasil perhitungan biaya pekerjaan konstruksi. RAB tersebut
merupakan Engineers Cost Estimate (EE) yang akan dipakai sebagai
referensi HPS pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi nantinya.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)
rangkap hard copy.
e) Dokumen Tender (termasuk spesifikasi teknik)
Dokumen Tender merupakan dokumen pengadaan untuk pelaksanaan
Konstruksi fisik nantinya. Adapun sistematika isi Dokumen Tender yang
harus dibuat oleh Konsultan mengacu kepada Perpres No. 54 tahun 2010
yang terakhir diubah dengan Perpres No. 70 tahun 2012. GambarGambar dalam Dokumen Pengadaan tersebut adalah merupakan
gambar-gambar desain hasil kegiatan Konsultan pada pekerjaan
perencanaan rehabilitasi ini yang merupakan jilidan tersendiri.
Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 5 (lima)
rangkap hard copy.

26. LAPORAN AKHIR


SEMENTARA

Laporan Akhir Sementara/Draft Final Report, berisi :


1). Rangkuman sementara (draft) hasil pekerjaan secara keseluruhan.
2). Pemilihan formulasi dan metode.
3). Kesimpulan sementara hasil pemilihan alternatif.
Tanggapan, saran, masukan dan perbaikan-perbaikan yang relevan dari hasil
pembahasan Laporan Akhir Sementara dimasukkan dalam Laporan Akhir
(Final Report).
Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 15 (lima belas) hari sebelum
kontrak berakhir berupa soft copy dan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap
hard
copy.

27. LAPORAN AKHIR

Laporan Akhir /Final Report, memuat:


1). Laporan Ringkas/ Summary Report
2). Laporan Utama
3). Laporan Penunjang
4). Laporan Perencanaan
5). Dokumentasi
Laporan Akhir ini merupakan penyempurnaan atau bentuk akhir dari Laporan
Akhir Sementara (Draft Final Report) yang telah dibahas dalam diskusi
bersama dengan memperbaiki isi laporan sesuai dengan masukan dan
rekomendasi dari hasil diskusi Laporan Akhir Sementara. Dalam Laporan
Akhir harus memuat kesimpulan yang berisi rekomendasi dari konsultan
sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan pengelolaan Bendungan
Sempor selanjutnya.
Laporan harus diserahkan pada akhir waktu kontrak berupa soft copy dan
sebanyak 10 (sepuluh) rangkap hard copy.

28. LAPORAN

Laporan ini merupakan ringkasan atau sari dari Laporan Akhir yang dibahas

RINGKAS

secara ringkas. Mengingat lingkup peruntukan laporan, maka penyajian


laporan harus dapat menjelaskan pokok-pokok kesimpulan dan saran dari
penanganan masalah yang terjadi, dilengkapi dengan gambar dan tabel yang
relevan. Jumlah laporan yang diserahkan berupa soft copy dan sebanyak 10
(sepuluh) rangkap hard copy pada akhir waktu kontrak.

29. DOKUMENTASI

Foto Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicetak pada kertas foto
(photo paper) dan gambar skema teknis diserahkan sebanyak 2 (dua) album
dokumentasi dan soft copy dalam Flashdisk pada saat survey dan selama
pelaksanaan pekerjaan.

30. BENTUK FORMAT

Seluruh Laporan dan gambar disajikan dalam Bahasa Indonesia sesuai

LAPORAN DAN

format (bentuk) laporan yang berlaku di lingkungan Balai Besar Wilayah

BACKUP DATA

Sungai Serayu Opak Yogyakarta dan Standar/Kriteria Perencanaan (KP)


yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Untuk istilahistilah dalam bahasa asing, agar ditulis dalam format huruf miring.
Disamping itu seluruh hasil pekerjaan di simpan (backup) dalam bentuk
Flashdisk sebanyak 5 (lima) buah serta Hard Disk External 1 (satu) buah
untuk diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dengan format data
sebagai berikut:
-

File Peta berformat GIS (*.SHP).

File original Laporan berformat (*.doc dan *.xls) atau format lain yang
sejenis.

File Gambar berformat Cad Drawing (*.DWG)

Seluruh file dokumen, gambar dan peta hasil pekerjaan juga di-backup dalam
format *.PDF
HAL-HAL LAIN
31. PRODUKSI
DALAM NEGERI

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di


dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam butir
7 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

32. PERSYARATAN

Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultasi lain diperlukan untuk

KERJASAMA

pelaksanaan kegiatan jasa konsultasi ini maka persyaratan berikut harus


dipatuhi.
a. Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub penyedia harus diatur dalam
kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
b. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang dikerjakan
oleh sub penyedia.
c. Masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan penuh
terhadap semua aspek pelaksanaan.

98
d. Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan sub penyedia harus
mengacu kepada harga yang tercantum dalam Kontrak serta menganut
prinsip kesetaraan.
33. PEDOMAN
PENGUMPULAN

Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan Standar Nasional


Indonesia (SNI) atau standar pedoman lain yang berlaku.

DATA LAPANGAN
34. ALIH
PENGETAHUAN

Jika

diperlukan,

Penyedia

Jasa

Konsultansi

berkewajiban

untuk

menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih


pengetahuan kepada personil proyek/ satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen berikut :
1. Staf Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan SDA I
2. Staf Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
3. Staf Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak yang berkompeten di

bidang yang dimaksud.


35. KESELAMATAN

1. Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib

DAN KESEHATAN

menerapkan sistem manajemen K3 dengan menyusun Rencana

KERJA

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K).


2. Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus
mencakup aspek-aspek K3.

BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN


LAMPIRAN 1 A (SAMPUL I) : SURAT PENAWARAN
A. BENTUK SURAT PENAWARAN ADMINISTRASI DAN
TEKNIS

CONTOH

[KOP SURAT
PERUSAHAAN]

Nomor
:
Lampiran :

,
20

Kepada Yth.:
Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan
SDA I(B) ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA
Serayu Opak di
Yogyakarta
Perihal :
Penawaran Administrasi dan Teknis Pekerjaan Inspeksi Besar
Bendungan Sempor
Sehubungan
dengan
Undangan
Pengambilan
Dokumen
Seleksi
Nomor
02/Und/B.9/PPK.OPSDAI-SOPSDA.SO/2015 tanggal 02 April 2015 dan setelah
kami pelajari Dokumen Seleksi, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan
Adendum Dokumen Seleksi], dengan ini kami mengajukan penawaran
Administrasi dan Teknis untuk pekerjaan Inspeksi Besar Bendungan Sempor.
Penawaran Administrasi dan Teknis ini sudah memperhatikan ketentuan dan
persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Seleksi untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut di atas.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama7 (tujuh ) bulan atau 210 (dua
ratus sepuluh) hari kalender.
Penawaran ini berlaku selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas
akhir pemasukan
Penawaran
Sampul I.
Sesuai dengan persyaratan Dokumen Seleksi, bersama Surat Penawaran
Administrasi dan Teknis ini kami lampirkan :
1.
[Surat
1)
Kuasa]
2. [Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi,
apabila ada]
3.
Dokumen penawaran teknis,
terdiri dari :
a. Data Pengalaman Perusahaan, terdiri dari :
1) Data Organisasi Perusahaan;
2) Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir;
3) Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir disertai
referensi dari

pengguna jasa;
b. Pendekatan dan Metodologi, terdiri dari:
1) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja;
2) Uraian pendekatan, metodologi, dan program kerja;
3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan;
4) Komposisi tim dan penugasan;
5) Jadwal penugasan tenaga ahli;
c. Kualifikasi Tenaga Ahli,
terdiri dari:
1) Daftar Riwayat Hidup Tenaga Ahli yang diusulkan;
2) Pengalaman Tenaga Ahli disertai referensi dari pengguna jasa;
3) Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari Tenaga Ahli yang
diusulkan;
d. [Dokumen lain yang
dipersyaratkan]

1) RK3K ;
2) Draft Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup
dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen
Seleksi. Apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah disahkan tidak
tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA/DPA Tahun Anggaran, maka
Pengadaan Jasa Konsultansi dapat dibatalkan dan kami tidak akan menuntut
ganti rugi dalam bentuk apapun.
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) /Koperasi
[pilih yang sesuai dan
cantumkan nama]

Jabatan
Keterangan :
1) Harus dilampirkan surat kuasa, apabila dikuasakan.

10
2
B. BENTUK SURAT
KUASA

CONTOH-1

[kop surat badan


usaha]
SURAT KUASA
Nomor :

Pada hari ini ..........., tanggal ................ bulan ...........


tahun....................., yang bertandatangan di bawah ini :
Nama
:
Alamat Perusahaan :
Jabatan
:
[Direktur
Utama/Pimpinan
perusahaan]
[nama
PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan
berdasarkan Akta
[no.
akta
notaris]
Pendirian
No.
tanggal
[tanggal penerbitan akta notaris], Notaris
[nama notaris penerbit akta notaris] beserta perubahannya,
yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
Memberi kuasa kepada :
Nama
:
Alamat
:
Jabatan
:
berdasarkan Akta Pendirian No. [no. akta notaris]
[nama
tanggal [tanggal penerbitan akta notaris],
notaris
Notaris
penerbit akta notaris] beserta perubahannya,
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
KHUSUS
Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili
untuk :
1. [Menandatangani Surat Penawaran],
2. [Menandatangani Pakta Integritas],
3. [Menandatangani Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Teknis
dan Biaya],
4. [Menandatangani Surat Sanggahan],
5.
), dst
(
Surat Kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
,
Penerima Kuasa
Kuasa

20
Pemberi

[nama dan jabatan]


dan jabatan]

10
[nama 3

CONTOH-2

[kop surat badan


usaha]
SURAT
KUASA
Nomor :

Pada
hari ini
...........,
tanggal .
...............
bulan ....
.......
tahun.....
...............
., yang
bertanda
tangan di
bawah
ini :
Nama
:
Alamat
Perusaha
an :
Jabatan
:
[Direktur
Utama/Pi
mpinan

perusaha
an/Kepal
a
Cabang/
Wakil
Kemitraa
n (KSO)]

[nama
PT/CV/Fir
ma]
dalam hal
ini
bertindak
untuk
dan atas
nama_
[perusah
aan/kemi
traan
(KSO)]
berdasark
an Akta
Pendirian
No.
[no. akta
notaris]
t
l
a
n
g
g
a

[tanggal
penerbitan

akta

notaris],

Notaris

[nama notaris penerbit


akta notaris] beserta perubahannya atau
Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi
No.....Tanggal...........,
yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi
Kuasa,
Memberi kuasa kepada :
Nama
:
Alamat
:
Jabatan
:
berdasarkan Akta Pendirian No.
[nama
[no. akta notaris] tanggal
notaris
[tanggal penerbitan akta
notaris], Notaris
penerbit akta notaris] beserta
perubahannya,
yang selanjutnya disebut sebagai
Penerima Kuasa.
KH
US
US
Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa,
Penerima Kuasa mewakili untuk :
1. [Menandatangani Surat Penawaran],
2. [Menandatangani Pakta Integritas],
3. [Menandatangani Berita Acara Klarifikasi
dan Negosiasi Teknis dan Biaya],
4. [Menandatangani Surat Sanggahan],
5.(
),dst
Surat Kuasa ini
) hari
berlaku selama
kalender
(
sejak
dikeluarkan dan tidak dapat dilimpahkan
lagi kepada orang lain.
,
20
Penerima Kuasa
Pemberi Kuasa

[nama dan jabatan]


[nama dan jabatan]

10
6
C. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO)
CONTOH
SURAT PERJANJIAN
KEMITRAAN/ KERJA SAMA
OPERASI (KSO)

Sehubungan
dengan
pengumuman
pelelangan
pekerjaan
..................................
yang
pembukaan
penawarannya
akan dilakukan di
.................................. pada tanggal ....................
20....., maka kami:
....................................................................

[nama peserta 1]

....................................................................

[nama peserta 2]

....................................................................

[nama peserta 3]

.......................................................................

[dan seterusnya]
Bermaksud untuk mengikuti pelelangan
dan
pelaksanaan
kontrak
secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja
Sama Operasi (KSO). Kami menyetujui dan memutuskan bahwa:
1. Secara bersamasama:
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama
kemitraan/KSO adalah
......................
b.
Menunjuk
..................................
[nama peserta 1]
sebagai
perusahaan utama
(leading firm) untuk
kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan
atas nama kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib
bertanggung
jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing
atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak.
2. Keikutsertaan

modal

(sharing) setiap

perusahaan

kemitraan/KSO
adalah:
.................................[nama peserta 1] sebesar
(................... persen)
.................................[nama peserta 2] sebesar
(................... persen)
.................................[nama peserta 3] sebesar
(................... persen)
.................................[nama peserta 4] sebesar
(................... persen)

dalam

..........%
..........%
..........%
..........%

3. Masing-masing

peserta anggota kemitraan/KSO, akan


mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2.
dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari
kemitraan/KSO.

4. Pembagian

sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan

10
7
diubah
baik selama masa penawaran maupun sepanjang
masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih
dahulu
dari Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) dan
persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing
anggota kemitraan/KSO.
5. Terlepas

dari sharing yang ditetapkan di atas, masingmasing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan
penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini,
termasuk
hak untuk memeriksa
keuangan, perintah
pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja,
perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.

6. Wewenang

menandatangani
penawaran
untuk
dan
atas
nama kemitraan/KSO
diberikan
kepada
..................................
[nama
wakil peserta]
dalam
kedudukannya
sebagai
direktur
utama/direktur

[nama
peserta
1]
pelaksana..................................
berdasarkan
persetujuan tertulis (surat
kuasa
untuk
menandatangani
penawaran)
dari
seluruh anggota
kemitraan/KSO.
7. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.
8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak

berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh


perusahaan kemitraan/KSO.
9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap () yang

masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.


Dengan kesepakatan ini, semua anggota kemitraan/KSO
membubuhkan tanda tangan
di
..
pada
hari
..
tanggal
..
bulan ..,
tahun
..
[Peserta 1]
[Peserta 2]
(....)
(....)

[Peserta 3]

[dst]

(....)
(....)

LAMPIRAN 1 B (SAMPUL I) : DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS


A. BENTUK DATA ORGANISASI PERUSAHAAN
CONTOH

DATA ORGANISASI
(KSO)]

_[ PT/CV/Firma/Kemitraan

[cantumkan uraian kegiatan mengenai latar belakang dan


organisasi peserta dan penanggung jawab yang ditugaskan
untuk mengelola pekerjaan jasa konsultansi ini].

76

B. BENTUK DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10


(SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
CONTOH

DAFTAR PENGALAMAN KERJA


SEJENIS
10 (SEPULUH) TAHUN
TERKAHIR

No.
1

Penggun
a
Jasa/
Sumb
2

Nama
Lingkup
Orang
Periode
Paket
Layanan
Bulan
Pekerjaan
3
4
5
6

Nilai
Kontra
k
7

Keterangan isi kolom :


1. Nomor urut
2. Nama instansi pengguna jasa dan sumber dana
3. Nama paket pekerjaan
4. Jenis lingkup layanan jasa konsultansi
5. Jangka waktu layanan
6. Jumlah orang bulan yang digunakan
7. Nilai kontrak pekerjaan
8. Mitra kerja dan posisinya dalam kemitraan (apabila ada)

Mitra
Kerja
8

11
1
C. BENTUK URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10
(SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CONTOH

URAIAN PENGALAMAN KERJA


SEJENIS
10 (SEPULUH) TAHUN
TERKAHIR
1. Pengguna Jasa

2. Nama Paket Pekerjaan

3. Lingkup Produk Utama

4. Lokasi Kegiatan

5. Nilai Kontrak

6. No. Kontrak

7. Waktu Pelaksanaan

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada) :


Alamat
:
Negara
Asal
9. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia

Orang Bulan
Orang Bulan

10. Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah tenaga ahli


Indonesia
a. (nama perusahaan)
Orang Bulan
Orang Bulan b. (nama perusahaan)
Orang Bulan
Orang Bulan c. (nama perusahaan)
Orang Bulan
Orang Bulan d. (nama perusahaan)
Orang Bulan
Orang Bulan dst.
Asing

Tenaga ahli tetap yang terlibat:


Posisi
Keahlian
Orang Bulan a.
b.
c.
d.
e.
dst.

Jumlah

D. BENTUK TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP


KERANGKA ACUAN KERJA DAN PERSONIL/FASILITAS
PENDUKUNG DARI PPK
CONTOH

1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN


KERJA

[cantumkan dan jelaskan modifikasi atau inovasi yang


peserta usulkan terhadap Kerangka Acuan Kerja untuk
meningkatkan kinerja dalam melaksanakan pekerjaan
jasa konsultansi ini, misalnya meniadakan kegiatan
yang dianggap tidak perlu, atau menambahkan
kegiatan lain, atau mengusulkan pentahapan kegiatan
yang berbeda. Saran tersebut di atas harus disampaikan
secara singkat dan padat.]
2. TANGGAPAN
DAN
SARAN
TERHADAP
PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK

[tanggapi
perihal
penyediaan
peralatan/material/personil/fasilitas
pendukung
oleh
Pejabat Pembuat Komitmen sesuai dengan Dokumen
Seleksi ini meliputi antara lain (jika ada): dukungan
administrasi, ruang kerja, transportasi lokal, peralatan,
data, dan lain-lain]

E. BENTUK URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN


PROGRAM KERJA
CONTOH

[Pendekatan teknis, metodologi dan program kerja adalah


kriteria pokok dari Penawaran Teknis. Peserta disarankan
untuk menyajikan detil penawaran teknis (misalnya 50
(lima puluh) halaman, termasuk gambar kerja dan diagram)
yang dibagi menjadi tiga bab berikut:
a) Pendekatan Teknis dan
Metodologi
Dalam bab ini jelaskan pemahaman peserta terhadap
tujuan kegiatan, lingkup serta jasa konsultansi yang
diperlukan, metodologi kerja dan
uraian detil mengenai keluaran. Peserta harus menyoroti
permasalahan yang sedang dicarikan jalan keluarnya,
dan menjelaskan pendekatan teknis yang akan diadopsi
untuk menyelesaikan permasalahan. Peserta juga harus
menjelaskan
metodologi
yang
diusulkan
dan
kesesuaian metodologi tersebut dengan pendekatan yang
digunakan.
b)
Program
Kerja
Dalam bab ini usulkan Rencana Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Kontrak
(RK3K),
kegiatan
utama
dari
pelaksanaan pekerjaan,
substansinya dan jangka waktu, pentahapan dan
keterkaitannya, target dan tanggal jatuh tempo
penyerahan laporan-laporan. Program kerja
yang diusulkan harus konsisten dengan pendekatan
teknis dan metodologi, dan menunjukkan pemahaman
terhadap Kerangka Acuan Kerja dan kemampuan untuk
menerjemahkannya ke
dalam rencana kerja. Daftar
hasil kerja, termasuk laporan, gambar kerja, tabel, harus
dicantumkan. Program kerja ini harus konsisten dengan
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan.
c) Organisasi dan
Personil
Dalam bab ini usulkan struktur dan komposisi tim.
Peserta harus menyusun bidang-bidang pokok dari
pekerjaan, tenaga ahli inti sebagai
penanggung jawab, dan tenaga
pendukung.

F. BENTUK JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

CONTOH

JADWAL PELAKSANAAN
PEKERJAAN

No.
1

Kegiatan1
2

Bulan ke-2
I II III IV V dst.
3 4 5 6 7 8

Keterang
9

Cantumkan semua kegiatan, termasuk penyerahan laporan (misalnya laporan


pendahuluan, laporan antara, dan laporan akhir), dan kegiatan lain yang
memerlukan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Untuk paket pekerjaan yang
ditahapkan maka kegiatan seperti penyerahan laporan, dan kegiatan lain yang
memerlukan persetujuan dicantumkan secara terpisah berdasarkan tahapannya
Jangka waktu kegiatan dicantumkan dalam bentuk diagram balok.

G. BENTUK KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN

CONTOH

KOMPOSISI TIM DAN


PENUGASAN (DAFTAR
PERSONIL)

Tenaga Ahli
(Personil Inti)
Nama
Personil

Tenaga
Perusahaa
Ahli
n
Lokal/Asin

Lingkup
Keahlian

Posis
i
Diusulka

Uraia
n
Pekerjaa

Lingkup
Keahlian

Posis
i
Diusulka

Uraia
n
Pekerjaa

Jumlah
Orang
Bulan

Tenaga Pendukung
(Personil lainnya)
Nama
Personil

Tenaga
Perusahaa
Ahli
n
Lokal/Asin

Jumlah
Orang
Bulan

11
6
H. BENTUK JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI1

CONTOH

JADWAL PENUGASAN TENAGA


AHLI

No.

Nama
Personil

Masukan Personil (dalam bentuk diagram


balok)2
2
3
4 5 6 7 8 9 10 11 12 n

Orang

Nasional
1
2
n
Subtotal
Asing
1
2
n

Masukan
PenuhWaktu

1
2

Subtotal
Total
Masukan Paruh-Waktu

Untuk Tenaga Ahli pengisian masukan harus mencantumkan nama personil, untuk Tenaga
Pendukung cukup dicantumkan posisi, misalnya juru gambar, staf administrasi, dan sebagainya.
Masukan personil dihitung dalam bulan dimulai sejak penugasan.

I. BENTUK DAFTAR RIWAYAT HIDUP PERSONIL YANG DIUSULKAN


CONTOH

Daftar Riwayat
Hidup

1. Posisi yang diusulkan

2. Nama Perusahaan

3. Nama Personil

4. Tempat/Tanggal Lahir

5. Pendidikan (Lembaga
pendidikan, tempat dan
tahun tamat belajar,
dilampirkan rekaman ijazah )

6. Pendidikan Non Formal

7. Penguasaan Bahasa Inggris


dan bahasa Indonesia

8. Pengalaman Kerja1
Tahun ini
a. Nama Kegiatan
b. Lokasi Kegiatan
c. Pengguna Jasa

:
:
:

d.
e.
f.
g.
h.
i.

:
:
:
:
:
:

Nama Perusahaan
Uraian Tugas
Waktu Pelaksanaan
Posisi Penugasan
Status Kepegawaian pada Perusahaan
Surat Referensi dari Pengguna Jasa

Tahun
sebelumnya
a. Nama Kegiatan
b. Lokasi Kegiatan
c. Pengguna Jasa

:
:
:

d. Nama Perusahaan
e. Uraian Tugas
f. Waktu Pelaksanaan
g. Posisi Penugasan
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa
dst.

:
:
:
:
:
:

9. Status kepegawaian pada perusahaan ini

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya


dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan

keterangan yang tidak benar

Setiap pengalaman kerja yang dicantumkan harus disertai dengan referensi dari
pengguna jasa yang bersangkutan.

secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk


digugurkan dari proses seleksi atau dikeluarkan jika sudah
dipekerjakan.
,

20

Yang
membuat
pernyataan,

Mengetahui:

[nama Penyedia Jasa Konsultansi]

(
)
[nama jelas wakil sah]

)
[nama jelas]

12
0

J. BENTUK SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN


CONTOH

PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN


Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
Alamat

:
:

Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia untuk melaksanakan


paket pekerjaan jasa
konsultan
untuk Penyedia Jasa
sesua
si
Konsultansi
i
dengan usulan jadwal penugasan saya dari bulan
tahun
sampai dengan bulan
tahun
.

dengan posisi sebagai


tenaga ahli

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan


penuh rasa tanggung jawab.
,

20

Yang membuat
pernyataan,

Menyetujui:

[nama Penyedia Jasa Konsultansi]

(
)
[nama jelas wakil sah]

)
[nama jelas]

K. BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)
I.
BENTUK RK3K USULAN
PENAWARAN

CONTOH

.....................
......

RENCANA KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA KONTRAK (RK3K)

[Logo &
Nama
Perusahaa
n]

[digunakan untuk usulan


penawaran]

DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Perencanaan
K3
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek,
Pengendalian Risiko K3, Program K3, dan Biaya K3
B.2.
Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan
Persyaratan Lainnya
C. Pengendalian Operasional K3
A. KEBIJAKAN K3
......................................................................................................
.................................
......... [diisi oleh penyedia jasa berupa pernyataan tertulis yang
berisi komitmen untuk menerapkan K3 berdasarkan skala risiko
dan peraturan perundang- undangan K3 yang dilaksanakan
secara konsisten]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan
Kebijakan K3 pada kegiatan konstruksi yang
dilaksanakan.
A.2. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut :
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja serta peningkatan
berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan
perundang- undangan dan persyaratan lain yang terkait
dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.

B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi
awal dan penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian
risiko pada saat penawaran berdasarkan identifikasi awal
tersebut.
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek,
Pengendalian Risiko K3, Program K3, dan Biaya
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek,
Pengendalian Risiko
K3, Program K3, dan Biaya K3 sesuai dengan format pada
Tabel 1.

87

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENGENDALIAN RISIKO K3, PROGRAM


K3, DAN BIAYA
[digunakan untuk usulan
penawaran]
Nama Perusahaan
.................. Kegiatan
: ..................

NO
(1)

URAIAN PEKERJAAN
(2)

halaman : .. /
..

IDENTIFIKASI
BAHAYA
(3)

SASARAN K3
PROYEK
(4)

PENGENDALIAN RISIKO
K3
(5)

PROGRAM SUMBER
DAYA
(6)

BIAY
A
(Rp)
(7)

12
4

B.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3
yang digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan
SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa
Konstruksi;
2. Peraturan
Pemerintah
Nomor
50
tahun
2012
tentang Penerapan
SMK3;
3. Peraturan Menteri PU Nomor 05/PRT/M/2014 tentang
Pedoman
Sistem
Manajemen
Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.

PT/CV/Firma/Kemitraan
(KSO) ......................... [pilih yang
sesuai dan cantumkan nama]

....................
......
Jabata
n

II.

FORMAT RK3K PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSULTANSI


RK3K Pelaksanaan Pekerjaan Konsultansi dibuat oleh penyedia
jasa untuk pelaksanaan kontrak, dibahas dan ditetapkan oleh PPK
pada saat rapat persiapan pelaksanaan.
...........................
[Logo &
Nama
Perusahaa
n]

RENCANA KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA KONTRAK (RK3K)
[digunakan untuk usulan
penawaran]
DAFTAR ISI

A. Kebijakan
K3
B. Organisasi
K3
C. Perencanaan
K3
C.1.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas,
Pengendalian Risiko
K3, Penanggung Jawab
C.2.
Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan
Persyaratan Lainnya
C.3.
Sasaran
dan
program K3
D. Pengendalian Operasional K3
E. Pemeriksaaan dan Evaluasi Kinerja K3
F. Tinjauan Ulang Kinerja K3
A. KEBIJAKAN K3
[Berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk
menerapkan K3 berdasarkan skala risiko dan peraturan
perundang-undangan K3 yang dilaksanakan secara konsisten
dan harus ditandatangani oleh manajer proyek/kepala proyek]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan
Kebijakan K3 pada kegiatan konstruksi yang
dilaksanakan.
A.2. Kepala Proyek/Project Manager harus mengesahkan
Kebijakan K3
A.3. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja serta peningkatan
berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan

perundang- undangan dan persyaratan lain yang terkait


dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
B. ORGANISASI K3
Organisasi K3 terdiri dari personil yang memiliki kompetensi
bidang K3 berasal dari pihak terkait dalam pelaksanaan proyek
yang bertanggung jawab K3, engineering, pelaksana konstruksi
dan unit pendukung seperti SDM, keuangan, dan tim pengelola
K3 (kedaruratan, P3K, kebakaran). Organisasi ini dibentuk sesuai
kebutuhan dan tingkat kemampuan proyek.

Contoh:
Penanggung Jawab K3

Emergency/
kedaruratan

P3K

Kebakaran

C. PERENCANAAN K3
Penyedia jasa wajib membuat
Identifikasi Bahaya, Penilaian
Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung
Jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada
saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak sesuai lingkup
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
C.1.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas,
Pengendalian Risiko
K3, dan Penanggung
Jawab
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab
sesuai dengan format pada Tabel 1.

91

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3, DAN
PENANGGUNG JAWAB Nama Perusahaan
Kegiatan
: ....
.............. Lokasi
: ..................
Tanggal dibuat
: ..................
halaman : .. / ..
NO
(1)
1

Dst.

URAIAN
PEKERJAAN
(2)

..................

PENILAIAN RISIKO
IDENTIFIKA
TINGKA
SI
KEKERAPA KEPARAHA
T
BAHAYA N
N
RISIKO
(3)
(4)
(5)
(6)

SKALA
PRIORITA
S
(7)

PENGENDALI
AN RISIKO
K3
(8)

PENANGGUN
G JAWAB
(Nama
Petugas)
(9)

12
9

Ketentuan Pengisian Tabel 1 :


Kolom (1) : Nomor urut uraian pekerjaan.
Kolom (2)
:
Diisi seluruh item
pekerjaan
yang
mempunyai risiko K3 yang tertuang di dalam
dokumen pelelangan.
Kolom (3) : Diisi dengan identifikasi bahaya yang akan
timbul dari
seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko
K3.
Kolom (4) : Diisi dengan nilai
(angka)
kekerapan
terjadinya kecelakaan.
Kolom (5) : Diisi dengan nilai (angka) keparahan.
Kolom (6) : Perhitungan tingkat risiko K3 adalah nilai
kekerapan x keparahan.
Kolom (7) :
Penetapan
skala
prioritas
ditetapkan
berdasarkan
item pekerjaan
yang
mempunyai tingkat risiko K3 tinggi, sedang
dan kecil, dengan penjelasan: prioritas 1 (risiko
tinggi), prioritas 2 (risiko sedang), dan prioritas 3
(risiko kecil). Apabila tingkat risiko dinyatakan
tinggi, maka item pekerjaan tersebut menjadi
prioritas utama
(peringkat 1) dalam upaya
pengendalian.
Kolom (8) : Diisi bentuk pengendalian risiko K3. Bentuk
pengendalian
risiko
menggunakan
hirarki
pengendalian
risiko (Eliminasi, Substitusi,
Rekayasa, Administrasi, APD), diisi oleh
Penyedia Jasa pada saat penawaran
(belum memperhitungkan penilaian risiko dan
skala prioritas. Keterangan :
1. Eliminasi adalah mendesain ulang
pekerjaan atau
mengganti material/ bahan sehingga
bahaya dapat dihilangkan atau dieliminasi.
Contoh :
seorang
pekerja
harus
menghindari bekerja di
ketinggian
namun pekerjaan tetap dilakukan
dengan menggunakan alat bantu.
2. Substitusi
adalah
mengganti
dengan
metode yang lebih aman dan/atau material
yang tingkat bahayanya lebih rendah.
Contoh :
penggunaan
tangga
diganti
dengan alat angkat
mekanik
kecil
untuk
bekerja
di
ketinggian.
3. Rekayasa
teknik
adalah
melakukan
modifikasi teknologi atau peralatan guna
menghindari terjadinya kecelakaan.
Contoh : menggunakan perlengkapan kerja
atau peralatan
lainnya
untuk

13
0
menghindari terjatuh
pada saat
bekerja di ketinggian .
4. Administrasi adalah pengendalian melalui
pelaksanaan prosedur untuk bekerja secara
aman.
Contoh :
pengaturan waktu kerja (rotasi
tempat kerja) untuk
mengurangi
terpaparnya/ tereksposnya pekerja
terhadap sumber bahaya, larangan
menggunakan telepon seluler di
tempat
tertentu,
pemasangan
rambu-rambu keselamatan.
5. APD adalah alat pelindung diri yang
memenuhi standard dan harus dipakai oleh
pekerja pada semua

pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaannya.


Contoh : Pemakaian
kacamata
las
dan sarung tangan kulit pada
pekerjaan pengelasan.
Kolom (9) :
Diisi penanggung jawab (nama petugas)
pengendali risiko
K3.

C.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3
yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3
Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa
Konstruksi;
2. Peraturan
Pemerintah
Nomor
50
tahun
2012
tentang Penerapan
SMK3;
3. ............. [diisi Peraturan Perundang-undangan dan
Persyaratan K3 lainnya yang digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan SMK3
Konstruksi Bidang PU]
C.3. Sasaran dan Program K3
C.3.1.
Sasaran
1.
Sasaran
Umum:
Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal (Zero Fatal
Accidents) pada pekerjaan konstruksi.
2.
Sasaran
Khusus:
Sasaran khusus adalah sasaran rinci dari setiap
pengendalian risiko yang disusun guna tercapainya
Sasaran Umum, contoh sebagaimana Tabel 2.
Penyusunan Sasaran dan Program K3.
C.3.2. Program
K3
Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu,
indikator pencapaian, monitoring, dan penanggung
jawab, contoh sebagaimana Tabel 2. Penyusunan
Sasaran dan Program K3.

94

TABEL 2. TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3


Nama Perusahaan
:
..................
Kegiatan
:
.................. Lokasi
: .................. Tanggal dibuat
: ..................
NO
(1)
1

SASARAN KHUSUS

URAIAN
PEKERJAAN

PENGENDALIAN
RISIKO

URAIAN

TOLOK UKUR

SUMBER DAYA

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)
-

JANGKA
WAKTU
(7)

PROGRAM
BIAYA
INDIKATOR
PENANGGUN
MONITORING
PENCAPAIA
G JAWAB
(11)
(8)
(9)
(10)

13
3

Ketentuan Pengisian
Tabel 2 :
Kolom (1)
: Nomor urut kegiatan.
Kolom (2)
:
Diisi seluruh item pekerjaan yang
mempunyai risiko K3 yang tertuang di dalam
dokumen pelelangan.
Kolom (3)
: Diisi pengendalian risiko merujuk pada
Tabel 1. kolom
(8).
Kolom (4)
: Diisi uraian dari sasaran khusus yang
ingin dicapai
terhadap pengendalian risiko pada
kolom (3).
Kolom (5)
:
Tolok ukur merupakan ukuran yang
bersifat kualitatif ataupun kuantitatif terhadap
pencapaian sasaran pada kolom (4)
Kolom (6)
: Diisi sumber daya yang diperlukan untuk
melaksanakan program kerja atas sasaran
yang hendak dicapai dari kolom (5)
Kolom (7)
: Diisi jangka waktu yang ditetapkan untuk
melaksanakan program kerja atas sasaran
khusus yang hendak dicapai.
Kolom (8)
: Indikator
pencapaian
adalah
ukuran
keberhasilan pelaksanaan program.
Kolom (9)
:
Diisi bentuk-bentuk monitoring yang
dilaksanakan dalam rangka memastikan bahwa
pencapaian sasaran dipenuhi sepanjang waktu
pelaksanaan
Kolom (10)
: Penanggung jawab pelaksana program
Kolom (11)
: Diisi biaya kebutuhan pelaksanaan program
D. PENGENDALIAN OPERASIONAL
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja,
yang harus mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel
2., diantaranya :
1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 yang
dituangkan dalam
Struktur Organisasi K3 beserta Uraian Tugas.
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan
sesuai pada contoh
Tabel 2.;
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat
tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian
risiko pada contoh Tabel 2.;
5. Sistem pertolongan pertama pada
kecelakaan;
6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3
seperti yang
tertera pada contoh Tabel 1. Identifikasi Bahaya, Penilaian

13
4
Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab.
E. PEMERIKSAAN DAN EVALUASI KINERJA K3
Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan
mengacu pada kegiatan yang dilaksanakan pada bagian D.
(Pengendalian Operasional) berdasarkan upaya pengendalian
pada bagian C (Perencanaan K3) sesuai dengan uraian Tabel 2.
(sasaran dan program K3).

F. TINJAUAN ULANG K3
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E.
diklasifikasikan dengan kategori sesuai dan tidak sesuai tolok
ukur sebagaimana ditetapkan pada tabel 2. Sasaran dan
Program K3.
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan
kerja dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan
perbaikan.
Dibuat
oleh,
[Penanggung Jawab Lapangan/Team
Leader]
( )
Penyedia
Jasa

13
6

LAMPIRAN 2 (SAMPUL II) : DOKUMEN PENAWARAN


BIAYA
A.

CONTOH

BENTUK SURAT PENAWARAN BIAYA


[KOP
PERUSAHAAN]

Nomor
Lampiran

20

:
:

,_

Kepada Yth.
Pokja PPK Operasi dan Pemeliharaan
SDA I(B) ULP Jawa Tengah
Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
di
Yogyakarta
Perihal :

Penawaran Biaya untuk pekerjaan Inspeksi Besar

Bendungan Sempor
Sehubungan
dengan
Undangan
Pengambilan
Dokumen
Seleksi
Nomor
02/Und/B.9/PPK.OPSDAI-SOPSDA.SO/2015 tanggal 02 April 2015 dan
setelah kami pelajari Dokumen Seleksi, Berita Acara Pemberian
Penjelasan [dan Adendum Dokumen Seleksi], serta menunjuk Surat
Penawaran Administrasi dan Teknis kami nomor
tanggal
perihal Penawaran
Administrasi dan Teknis Inspeksi Besar Bendungan Sempor, dengan
ini kami mengajukan Penawaran Biaya untuk pekerjaan Inspeksi
Besar Bendungan Sempor sebesar Rp
(
) termasuk PPn.
Penawaran Biaya ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan
yang tercantum dalam Dokumen Seleksi untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut di atas.
Sesuai dengan persyaratan Dokumen Seleksi, bersama
Penawaran Biaya ini kami lampirkan :
1. Rekapitulasi Penawaran
Biaya
2.
Rincian Biaya Langsung Personil
(remuneration)
3.
Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct
reimburseable cost)
4.
[Dokumen lain yang
dipersyaratkan]

Surat

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan


sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum
dalam Dokumen Seleksi. Apabila dana dalam dokumen anggaran yang
telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia
dalam
DIPA/DPA Tahun Anggaran, maka Pengadaan Jasa Konsultansi
dapat dibatalkan dan kami tidak akan menuntut ganti rugi dalam
bentuk apapun.

13
7
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) /Koperasi
[pilih yang sesuai dan
cantumkan nama]

Jabatan

B. BENTUK REKAPITULASI PENAWARAN


BIAYA

CONTOH

REKAPITULASI BIAYA
PEKERJAAN
SATKER
PPK
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN

NO

: Inspeksi Besar Bendungan Sempor


: Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
: Operasi dan Pemeliharaan SDA 1
: APBN
: 2015

URAIAN

JUMLAH (Rp)

I.

BIAYA LANGSUNG PERSONIL

Rp

II.

BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

Rp

Terbilang :

JUMLAH

Rp.

PPN 10 %

Rp.

TOTAL

Rp.

DIBULATKAN

Rp.

99

SUB REKAPITULASI BIAYA


PEKERJAAN
SATKER
PPK
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN

URAIAN

NO
I.
I.1.
I.2.

JUMLAH HARGA (Rp)

BIAYA LANGSUNG PERSONIL


T enaga Ahli
T enaga Pendukung

II.
II.1
II.2
II.3
II.4
II.5
II.6
II.7
II.8
II.9
II.10

: Inspeksi Besar Bendungan Sempor


: Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak
: Operasi dan Pemeliharaan SDA 1
: APBN
: 2015

JUMLAH I

Rp
Rp
Rp

JUMLAH II

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

JUMLAH [I+II]

Rp

BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL


Biaya Mobilisasi /Demobilisasi Personil
Biaya Dokumentasi
Biaya Sewa Kantor dan Perlengkapan kantor
Biaya Komunikasi
Biaya T ransportasi
Biaya Survey dan Investigasi Lapangan
Biaya T es Laboratorium
Biaya Pelaporan dan Gambar
Biaya Konsultasi ke Jakarta
Biaya Lain-Lain

14
0
C. BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL
(REMUNERATION)
CONTOH
RINCIAN ANGGARAN BIAYA (RAB)

I.

PEKERJAAN
SATKER

: Inspeksi Besar Bendungan Sempor


: Operasi dan Pemeliharaan SDA Serayu Opak

PPK
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN

: Operasi dan Pemeliharaan SDA 1


: APBN
: 2015

BIAYA LANGSUNG PERSONIL

SATUAN

JUMLAH
ORANG

JUMLAH
BULAN

JUMLAH ORANG
BULAN

Tenaga Ahli
1 Ketua T im/Ahli Bendungan

OB

1,00

7,00

7,00

2 Ahli Bendungan
3 Ahli Geologi/Geoteknik

OB
OB

1,00
1,00

6,00
4,00

6,00
4,00

4 Ahli Geodesi
5 Ahli Hidrologi (Hydrologist )
6 Ahli Hidromekanikal/Elektrikal

OB
OB
OB

1,00
1,00
1,00

3,00
4,00
4,00

3,00
4,00
4,00

(Hydromechanical/Electrical Spesialist )
7 Ahli Lingkungan

OB

1,00

3,00

3,00

OB
OB

1,00
1,00

4,00
3,00

4,00
3,00

OB
OB

1,00

3,00

3,00
41,00

Tenaga Pendukung
1 Administrasi/Keuangan

OB

1,00

7,00

7,00

2 Operator Komputer
3 Surveyor
4 CAD Operator/Juru Gambar (Digital)

OB
OB
OB

1,00
2,00
1,00

7,00
3,00
3,00

7,00
6,00
3,00

5 Penyelam (Diver )
6 Assisten Penyelam

OB
OB

1,00
2,00

1,00
1,00

1,00
2,00

7 T enaga Lokal

OB
OB
OB

3,00

5,00

15,00
41,00
82,00

NO

POSISI

I.1.

8 Ahli Instrumentasi Bendungan


9 Ahli Estimasi Biaya (Cost Estimate ) dan
Dokumen Lelang
10

I.2.

Ahli Operasi dan Pemeliharaan

JUMLAH BIAYA PER


BULAN (Rp)

Jumlah I.1.

Jumlah I.2
Jumlah ( I.1+I.2 )

TOTAL BIAYA LANGSUNG PERSONIL

JUMLAH HARGA (Rp)

141

D.

BENTUK
RINCIAN
BIAYA
LANGSUNG
(DIRECT REIMBURSEABLE COST)6

NON-PERSONIL
CONTOH

II.
II.1

BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL


Biaya Mobilisasi /Demobilisasi Personil

NO

SATUAN

JUMLAH
ORANG

JUMLAH
TRIP
/JUMLAH
HARI

JUMLAH OT
/JUMLAH OH

Orang Hari
Orang Hari

10,00
2,00

30,00
12,00

300,00
24,00

URAIAN

1.

Perjalanan Dinas
a. T enaga Ahli
b. T enaga Pendukung

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.1
II.2

Biaya Dokumentasi

NO

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Unit Bulan
Unit Bulan

1,00
1,00

7,00
1,00

7,00
1,00

URAIAN

1 Sewa Camera Digital


2 Sewa Camera Bawah Air

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.2
II.3

Biaya Sewa Kantor dan Perlengkapan kantor


URAIAN

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

1 Sewa Base Camp Lapangan

Unit Bulan

1,00

7,00

7,00

2 Sewa Komputer
3 Sewa Printer
4 Sewa Plotter

Unit Bulan
Unit Bulan
Unit Bulan

4,00
2,00
1,00

7,00
7,00
7,00

28,00
14,00
7,00

NO

JUMLAH UNIT
BULAN

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.3
II.4
NO

Biaya Komunikasi
URAIAN

1 T elepon /Vouc her Pulsa

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Unit Bulan

1,00

7,00

7,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.4
II.5
NO

Biaya Transportasi
SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

1 Sewa Kendaraan Roda 2

Unit Bulan

2,00

7,00

14,00

2 Sewa Kendaraan Roda 4


3 Sewa Perahu Karet

Unit Bulan
Unit Bulan

1,00
2,00

7,00
1,00

7,00
2,00

URAIAN

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.5

Biaya langsung non-personil adalah biaya yang benar-benar diperlukan


dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan. Biaya keuntungan (profit) dan biaya
umum (overhead cost) tidak diperkenankan.

II.6

Biaya Survey dan Investigasi Lapangan

NO

URAIAN

A.

SATUAN

JUMLAH

JUMLAH
BULAN

JUMLAH UNIT
BULAN

Set

1,00

3,00

3,00

2 Meteran Rol
3 GPS
4 Patok Beton Benc h Mark (BM)

Unit Bulan
Unit Bulan
Buah

1,00
1,00
6,00

3,00
3,00

3,00
3,00

5 Patok Beton Control Point (CP)


6 Patok Kayu
7 Paku, Cat dan Kuas

Buah
Ls
Ls

12,00
1,00
1,00

Ls

1,00

Ls

1,00

Ls

1,00

Ls

1,00

Ls

1,00

Ls

1,00

Survey Topografi /Bathimetri


1 Sewa
Alat
ukur
topografi
perlengkapannya

dan

8 Pengukuran Bathimetri
B.

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Survey Hidrologi /Hidrometri


1 Survey Hidrologi /Hidrometri termasuk
pengamatan muka air waduk

C.

Investigasi Geologi Teknik /Mektan


1 Investigasi Geologi teknik /Mektan tubuh
bendungan

D.

Investigasi Bawah Air Bendungan


1 Investigasi bawah air tubuh bendungan dan
sistem pintu/gate
E.

F.

Investigasi hidromekanikal dan


pembacaan Instrumen
1 Pemeriksaan /uji operasi hidromekanikal
dan pembac aan Instrumen bendungan
Survey Lingkungan
1 Survey/ kajian Fisika dan Kimia terhadap
Ekologi Lingkungan

Jumlah II.6
II.7
NO

Biaya Tes Laboratorium


URAIAN

SATUAN

JUMLAH

1 T est Soil Properties (Mektan)


2 T est Sedimentasi

Sampel
Sampel

12,00
8,00

3 Uji Kualitas Air


4 Uji Kualitas Udara /Ambien

Sampel
Sampel

8,00
2,00

HARGA SATUAN (Rp)

Jumlah II.7

JUMLAH HARGA (Rp)

II.8
NO

Biaya Pelaporan dan Gambar


URAIAN

SATUAN

JUMLAH

1 Laporan Renc ana Mutu Kontrak (RMK)


2 Laporan Pendahuluan (Inception Report)

Ganda
Ganda

10,00
15,00

3 Laporan Bulanan
4 Laporan Penunjang (Supporting Report) :
a. Laporan Pemeriksaan Visual :
1. Laporan Inspeksi di atas Permukaan Air

Ganda

35,00

Ganda

10,00

2. Laporan Inspeksi di bawah Permukaan Air


b. Laporan Khusus Pemeriksaan Detail (Investigasi) Batu
Lapis Lindung Lereng Hilir (Dam Rip-Rap )

Ganda
Ganda

10,00
10,00

c . Laporan Evaluasi dan Analisis Hidrologi


d. Laporan Evaluasi dan Analisis Instrumentasi
e. Laporan Evaluasi Sistem OP dan Renc ana T indak Lanjut
f. Laporan Evaluasi Keamanan Bendungan

Ganda
Ganda
Ganda
Ganda

10,00
10,00
10,00
10,00

Ganda

10,00

Ganda
Ganda

5,00
5,00

Ganda
Ganda
Ganda

2,00
10,00
5,00

Ganda
Ganda
Ganda
Ganda

5,00
10,00
10,00
10,00

Ganda
Ganda
Album

10,00
10,00
2,00

5 Laporan Antara (Interim Report)


6 Laporan Perenc anaan :
a. Laporan Sistem Planning
b. Nota Desain (Design Note) & Metode Pelaksanaan
c . Gambar Perenc anaan :
* Gambar A1
* Gambar A3
d. BOQ dan RAB
e. Dokumen T ender (termasuk spesifikasi teknis)
7 Laporan Akhir Sementara (Draft Final Report)
8 Laporan Akhir (Final Report)
9 Laporan Ringkas (Summary Report)
10
11
12

Pedoman O&P
Dokumen Lingkungan Hidup
Foto Dokumentasi

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.8
II.9
NO

Biaya Konsultasi ke Jakarta


URAIAN
1 Biaya Konsultasi/Presentasi di Subdit OP Bendungan
a. Akomodasi

SATUAN

JUMLAH

Kali

1,00

b. Kelengkapan, Fasilitas dan T ransportasi Konsultasi/Presen


c . Biaya Konsultasi/Presentasi
2 Biaya Konsultasi/Presentasi di Komisi Keamanan Bendungan
a. Akomodasi

Kali
Kali

1,00
1,00

Kali

3,00

b. Kelengkapan, Fasilitas dan T ransportasi Konsultasi/Presen


c . Biaya Sidang Komisi

Kali
Kali

3,00
3,00

HARGA SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp)

Jumlah II.9
II.10
NO

Biaya Lain-Lain
URAIAN

SATUAN

JUMLAH

1 Pengumpulan dan Pengadaan Data


2 Diskusi Laporan
3 Sosialisasi /Konsultasi Publik /Asistensi
4 Bac kup Data Flashdisk

Ls
Kali
Ls
Bh

1,00
3,00
1,00
5,00

5 Bac kup Data Hardisk External

Bh

1,00

HARGA SATUAN (Rp)

Jumlah II.10

TOTAL BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

JUMLAH HARGA (Rp)

BAB VII. BENTUK RANCANGAN KONTRAK


[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen]
SURAT
PERJANJIAN
(Kontrak Lump

Sum) untuk
melaksanakan
Paket Pekerjaan Jasa
Konsultansi:

Inspeksi Besar Bendungan


Sempor
Nomor :
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya
(selanjutnya disebut
Kontrak) dibuat dan
pada hari
ditandatangani di
tanggal
bula
tahun
, berdasarkan Surat
n
Penetapan
Pemenang No
tanggal dan Surat Penunjukan
Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) No_
tanggal
,
antara :
Nama
:
NIP
:
Jabatan
:
pengangkatan]
Berkedudukan di :
yang bertindak untuk dan atas nama _
satuan kerja PPK]
selanjutnya disebut PPK, dengan:
Nama
:
wakil penyedia] Jabatan
:
[sesuai akta notaris] Berkedudukan di :
[alamat penyedia]
Akta notaris
Nomor
:
notaris]
Tanggal
:
penerbitan akta]
Notaris
:
penerbit akta]
yang bertindak untuk dan
atas nama selanjutnya disebut
Penyedia

[nama PPK]
[NIP PPK]
[sesuai SK
[alamat PPK]
[nama

[nama

[sesuai akta
[tanggal
[nama notaris
[nama Badan
Usaha]

Dan dengan memperhatikan :


1. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang J asa Konstruksi;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang
perikatan);
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
Sebagaimana
telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 2010;
4. Peraturan
Presiden
No.
54
Tahun
2010
Tentang
Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden
No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya ;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : ..............

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU


BAHWA:
(a)

telah diadakan proses seleksi penyedia yang telah sesuai


dengan Dokumen
Seleksi;

(b)

PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam


kontrak
ini melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan Inspeksi
Besar Bendungan Sempor sebagaimana diterangkan dalam
Syarat-Syarat Umum Kontrak
yang
merupakan
satu
kesatuan
dalam
Kontrak
ini
selanjutnya disebut
Pekerjaan Jasa Konsultansi;

(c)

Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian


profesional, personil, dan sumber daya teknis, serta telah
menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Jasa Konsultansi
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak
ini;

(d) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan


untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak
yang diwakili;
(e)

PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa


sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masingmasing pihak:
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk
didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara
patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan
Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk
memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak
ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat
dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:
Pasal
1
ISTILAH DAN
UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini
memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum
dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal
2
RUANG LINGKUP
PEKERJAAN

Ruang lingkup utama pekerjaan dalam kontrak ini terdiri dari :


1. ................
2. ................
3. Dst.
Pasal
3
NILAI KONTRAK DAN
PEMBAYARAN
(1) Total harga Kontrak atau nilai Kontrak setelah Pajak
Pertambahan
Nilai (PPN) sebagaimana tercantum dalam Berita Acara
Hasil Evaluasi

Seleksi adalah sebesar Rp...................... (.........dalam


huruf............. rupiah). (2) Pembayaran untuk kontrak ini
dilakukan ke rekening nomor: ............. atas
nama penyedia : ...............;
Pasal
4
DOKUMEN
KONTRAK
(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan
bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini:
a. Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. Pokok Perjanjian;
c. Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. Kerangka Acuan Kerja;
g. Data Teknis selain Kerangka Acuan Kerja;
h. Dokumen-dokumen kelengkapan seleksi, yaitu Surat
Jaminan, Surat
Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, dan Berita-Berita Acara
Seleksi.
(2)

Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu


sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan
dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen
yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam
dokumen
yang
lebih
tinggi
berdasarkan
urutan hierarki sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal
5
DOKUMEN
KONTRAK

(1) PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:


a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan
oleh Penyedia;
b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai
pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Penyedia;
c) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana
yang dibutuhkan
oleh pihak Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; dan
d) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang
tercantum dalam
Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia.
(2) Penyedia mempunyai hak dan
kewajiban untuk:
a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam Kontrak;

b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana

dan prasarana
dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik
kepada PPK;
d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam Kontrak;
e) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara
cermat, akurat, dan penuh tanggung jawab sesuai yang
telah ditetapkan dalam Kontrak; f)memberikan
keterangan-keterangan
yang
diperlukan
untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
g) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal
penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; dan

h) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti

menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan


Kesehatan Kerja untuk melindungi lingkungan tempat
kerja serta membatasi perusakan dan gangguan kepada
masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia;
Pasal
5
MASA
KONTRAK
Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal
yang
ditetapkan dengan tanggal mulai dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat
Umum/Khusus Kontrak.
Dengan demikian, PPK dan penyedia telah bersepakat untuk
menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan
melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2
(dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi
para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai
kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
Untuk dan atas nama
Penyedi
a

Untuk dan atas nama


PPK

[tanda tangan dan cap (jika


salinan asli
ini
untuk
proyek/satuan kerja Pejabat
Pembuat
Komitmen
maka
rekatkan materai Rp 6.000,-)]

[tanda tangan dan cap (jika


salinan asli ini untuk Penyedia
Jasa
Konsultansi
maka
rekatkan materai Rp
6.000,)]

[nama
lengkap]
[jabatan]

[nama
lengkap]
[jabatan]

SURAT
PERJANJIAN
(Lump Sum)
[Apabila Penyedia Berbentuk
Kemitraan/KSO]
Paket Pekerjaan Jasa
Konsultansi :
..........................
Nomor: .................
.......
Surat perjanjian ini berikut semua lampirannya selanjutnya
disebut Kontrak dibuat dan ditandatangani di ......................
pada hari ...................... tanggal . bulan ...................... tahun
...................... [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf]
antara :
Nama
: ...................... [nama Pejabat
Pembuat Komitmen] NIP
: ......................
[NIP Pejabat Pembuat Komitmen] Jabatan
:
PPK .............. [SK Pengangkatan]
Berkedudukan di
: ..................... [alamat Pejabat
Pembuat Komitmen]
yang bertindak untuk dan atas nama .......................
[nama proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen],
berdasarkan
Surat
.........
No.
.............tanggal ....................., yang selanjutnya disebut
PPK dengan:
Kemitraan/KSO
yang
beranggotakan
sebagai berikut:
1. Nama Penyedia Jasa: PT / CV
: ....................... [nama
penyedia jasa] Alamat
:
....................... [alamat Penyedia Jasa]
2. Nama Penyedia Jasa
: ..................... [jabatan
wakil penyedia] Alamat
:
................... [alamat Penyedia]
3. ........
dst
yang
masing-masing
anggotanya
bertanggung
jawab
secara
pribadi dan tanggung
renteng
atas
semua
kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini dan telah
menunjuk
......................
[nama anggota kemitraan yang
ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas
nama Kemitraan yang berkedudukan di ...................... [alamat
Penyedia wakil kemitraan], berdasarkan surat
Perjanjian
kemitraan/KSO
No.
................ tanggal
......................
(selanjutnya disebut Penyedia).
Dan
dengan
memperhatikan :

6.
Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang jasa
Konstruksi;
7. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang
perikatan);
8.
Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang
Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi. Sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah
No. 59 Tahun 2010;
9. Peraturan
Presiden
No.
54
Tahun
2010
Tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah
dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta
petunjuk teknisnya ;
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
: ..............

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU


BAHWA:
(a)

telah diadakan proses seleksi penyedia yang telah sesuai


dengan Dokumen
Seleksi;

(b)

PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam


kontrak
ini melalui suatu Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan Inspeksi
Besar Bendungan Sempor sebagaimana diterangkan dalam
Syarat-Syarat Umum Kontrak
yang
merupakan
satu
kesatuan
dalam
Kontrak
ini
selanjutnya disebut
Pekerjaan Jasa Konsultansi;

(c)

Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian


profesional, personil, dan sumber daya teknis, serta telah
menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Jasa Konsultansi
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak
ini;

(d) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan


untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak
yang diwakili;
(e)

PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa


sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masingmasing pihak:
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk
didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara
patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan
Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk
memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak
ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat
dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:
Pasal
1
ISTILAH DAN
UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini
memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum
dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal
2
RUANG LINGKUP
PEKERJAAN

Ruang lingkup utama pekerjaan dalam kontrak ini terdiri dari :


1. ................
2. ................
3. Dst.
Pasal
3
NILAI KONTRAK DAN
PEMBAYARAN
1.

Total harga Kontrak atau nilai Kontrak


Pertambahan

setelah Pajak

Nilai (PPN) sebagaimana tercantum dalam Berita Acara


Hasil Evaluasi
Seleksi adalah sebesar Rp...................... (.........dalam
huruf............. rupiah).
2. Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke rekening nomor:
............. atas nama penyedia : ...............;
Pasal
4
DOKUMEN
KONTRAK
(3) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan
bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini:
a. Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. Pokok Perjanjian;
c. Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. Kerangka Acuan Kerja;
g. Data Teknis selain Kerangka Acuan Kerja;
h. Dokumen-dokumen kelengkapan seleksi, yaitu Surat
Jaminan, Surat
Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, dan Berita-Berita Acara
Seleksi.
(4) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama
lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam
suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain
maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen
yang
lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki sebagaimana
dimaksud pada ayat (1).
Pasal
5
DOKUMEN
KONTRAK
(1) PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:
a) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan
oleh Penyedia;
b) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai
pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak
Penyedia;
c) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana
yang dibutuhkan
oleh pihak Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; dan
d) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang
tercantum dalam
Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia.
(2) Penyedia mempunyai hak dan
kewajiban untuk:
a) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan

sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam


Kontrak;
b) berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana
dan prasarana
dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
c) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada
PPK;
d) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak;
e) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara
cermat, akurat, dan penuh tanggung jawab sesuai yang
telah ditetapkan dalam Kontrak;

f)memberikan

keterangan-keterangan
yang
diperlukan
untuk pemeriksaan pelaksanaan yang
dilakukan PPK;
g) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal
penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak; dan
h) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti
menerapkan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
untuk melindungi lingkungan tempat kerja serta
membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat
maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia;
Pasal
5
MASA
KONTRAK
Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal
yang
ditetapkan dengan tanggal mulai dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat
Umum/Khusus Kontrak.
Dengan demikian, PPK dan penyedia telah bersepakat untuk
menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan
melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2
(dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi
para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai
kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
Untuk dan atas nama
Penyedi
a

Untuk dan atas nama


PPK

[tanda tangan dan cap (jika


salinan asli
ini
untuk
proyek/satuan kerja Pejabat
Pembuat
Komitmen
maka
rekatkan materai Rp 6.000,-)]

[tanda tangan dan cap (jika


salinan asli ini untuk Penyedia
Jasa
Konsultansi
maka
rekatkan materai Rp
6.000,-)
]

[nama
lengkap]
[jabatan]

[nama
lengkap]
[jabatan]

BAB VIII. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)


A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi

Istilah-istilah yang digunakan dalam


Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus
mempunyai arti atau tafsiran seperti yang
dimaksudkan sebagai berikut :
1.1 Jasa Konsultansi adalah jasa layanan
profesional yang membutuhkan keahlian
tertentu diberbagai bidang keilmuan yang
mengutamakan
adanya
olah
pikir
(brainware).
1.2 Kontrak
Lump
Sum
adalah
pengadaan Jasa Konsultansi didasarkan
atas produk/keluaran (Output
based)
yang harus dihasilkan konsultan sesuai
dengan
Kerangka
Acuan
Kerja/TOR
untuk menyelesaikan
seluruh
pekerjaan dalam batas waktu tertentu,
dengan jumlah harga yang pasti dan
tetap, dan semua resiko yang mungkin
terjadi
dalam
proses
penyelesaian
pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh
penyedia jasa.
1.3 Pengguna Anggaran yang selanjutnya
disebut PA adalah pemegang
kewenangan
penggunaan anggaran
Kementerian/Lembaga/Satuan
Kerja
Perangkat Daerah atau Pejabat yang
disamakan pada Institusi Pengguna
APBN/APBD.
1.4 Kuasa
Pengguna
Anggaran
yang
selanjutnya disebut KPA adalah pejabat
yang
ditetapkan
oleh
PA
untuk
menggunakan APBN atau ditetapkan oleh
Kepala Daerah untuk menggunakan
APBD.
1.5 Pejabat
Pembuat
Komitmen
yang
selanjutnya disebut PPK adalah pejabat
yang
bertanggung
jawab
atas
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.
1.6 Panitia/Pejabat
Penerima
Hasil
Pekerjaan
adalah panitia/pejabat yang
ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas
memeriksa
dan
menerima
hasil
pekerjaan.
1.7 Aparat

Pengawas

Intern

Pemerintah
atau pengawas intern
pada institusi lain yang selanjutnya
disebut
APIP
adalah
aparat
yang
melakukan pengawasan
melalui
audit,
reviu, evaluasi, pemantauan dan
kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan
tugas
dan
fungsi
organisasi.
1.8 Penyedia
adalah
adalah
badan
usaha
yang menyediakan Jasa
Konsultansi dan telah ditetapkan

sebagai pemenang oleh Pokja ULP.


1.9 Sub
penyedia
adalah
badan
usaha
yang mengadakan
perjanjian
kerja
sama
dengan penyedia, untuk
melaksanakan
sebagian
pekerjaan
(subkontrak).
1.10

Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO)


adalah kerja sama usaha antara penyedia
nasional maupun dengan penyedia asing
yang masing-masing pihak mempunyai
hak, kewajiban dan tanggung jawab yang
jelas berdasarkan kesepakatan bersama
yang dituangkan dalam perjanjian tertulis.

1.11 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut


Jaminan, adalah jaminan tertulis yang
bersifat mudah dicairkan
dan
tidak
bersyarat
(unconditional),
yang
dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang
diserahkan oleh
penyedia
kepada
PPK
untuk
menjamin terpenuhinya
kewajiban penyedia.
1.12 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang
selanjutnya disebut
Kontrak
adalah
perjanjian tertulis antara PPK dengan
penyedia yang mencakup Syarat- Syarat
Umum Kontrak (SSUK) ini dan SyaratSyarat Khusus Kontrak (SSKK) serta
dokumen lain yang ditetapkan dalam
Surat Perjanjian.
1.13 Nilai Kontrak adalah total harga yang
tercantum dalam Kontrak.
1.14 Hari adalah hari kalender.
1.15 Rincian
Biaya
Langsung
Personil
adalah remunerasi atau upah yang
diterima oleh personil inti, yang telah
memperhitungkan
biaya
umum
(overhead), biaya sosial
(social
charge), keuntungan (profit) maksimal
10%, tunjangan penugasan, dan biaya
biaya kompensasi lainnya, dihitung
menurut jumlah satuan waktu tertentu
(bulan, minggu, hari, atau jam).
1.16 Rincian Biaya Langsung Non Personil
adalah biaya yang sebenarnya
dikeluarkan
penyedia
untuk
pengeluaran-pengeluaran
yang

sesungguhnya (at cost), yang meliputi


antara lain biaya untuk pembelian ATK,
sewa peralatan, biaya perjalanan, biaya
pengiriman
dokumen,
biaya
pengurusan surat ijin, biaya komunikasi,
biaya
pencetakan
laporan,
biaya
penyelenggaraan
seminar/
workshop/lokakarya, dan lain-lain.

1.17 Jadwal Waktu Pelaksanaan


adalah
jadwal
yang menunjukkan kebutuhan
waktu
yang
diperlukan
untuk
menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas
tahap pelaksanaan yang disusun secara
logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
1.18 Personil Inti adalah tenaga ahli atau
tenaga teknis yang akan
ditempatkan
secara
penuh
sesuai dengan
persyaratan
yang
ditetapkan
dalam Dokumen Seleksi serta posisinya
dalam
manajemen
pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan organisasi
pelaksanaan
yang
diajukan
untuk
melaksanakan pekerjaan.
1.19 Masa Kontrak adalah jangka waktu
berlakunya kontrak ini terhitung sejak
tanggal penandatangan kontrak sampai
dengan tanggal penyelesaian pekerjaan.
1.20 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal
mulai kerja penyedia yang dinyatakan
pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK),
yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen.
1.21 Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah
tanggal penyelesaian pekerjaan Jasa
Konsultansi ini oleh penyedia yang
tercantum dalam SPMK.
1.22

Kerangka
Acuan
Kerja
yang
selanjutnya
disebut KAK adalah yang
disusun oleh PPK untuk menjelaskan
tujuan, lingkup jasa konsultansi serta
keahlian
yang
diperlukan
untuk
pelaksanaan
pekerjaan
berdasarkan
Kontrak ini.

1.23 Penawaran Biaya adalah rincian yang


memuat setiap komponen pekerjaan Jasa
Konsultansi yang harus dilaksanakan oleh
penyedia berikut harga satuannya (mata
pembayaran) dan merupakan bagian dari
Dokumen Penawaran penyedia.
1.24 Penawaran
Teknis
adalah
data
teknis yang memuat pendekatan teknis,
metodologi, dan program kerja penyedia
dalam pelaksanaan Jasa Konsultansi ini.
Penawaran Teknis merupakan bagian dari
penawaran penyedia.

1.25 Syarat-Syarat Khusus Kontrak yang


selanjutnya disebut SSKK adalah syarat
yang
berisikan
ketentuan-ketentuan
tambahan yang dapat mengubah atau
menambah SSUK.
1.26 Syarat-Syarat Umum Kontrak
selanjutnya disebut
SSUK
syarat yang berisikan

yang
adalah

ketentuan-ketentuan umum dalam


pelaksanaan kontrak.
1.27 Surat
Perintah
Pembayaran
yang
selanjutnya disebut SPP adalah surat
yang
diterbitkan
oleh
PPK
dan
merupakan salah satu tahapan
dalam
mekanisme
pelaksanaan
pembayaran
atas
beban
Anggaran
Pendapatan Belanja Negara/Daerah.
1.28

2. Penerapan

3. Bahasa
dan
Huku
m

Tenaga
Ahli
adalah
bagian dari
Personil dengan keahlian, kualifikasi, dan
pengalaman di bidang tertentu.

Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK)


diterapkan secara luas dalam pelaksanaan
pekerjaan Jasa Konsultansi ini tetapi tidak
dapat bertentangan dengan ketentuanketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang
lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki
dalam Surat Perjanjian.
3.1 Bahasa kontrak menggunakan Bahasa
Indonesia
[kecuali
dalam
rangka
pinjaman/hibah
luar
negeri
menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah
tersebut dan/atau bahasa Inggris].
3.2 Hukum
yang
digunakan
adalah
hukum
yang berlaku di Indonesia
[kecuali dalam rangka pinjaman/hibah
luar negeri menggunakan hukum yang
berlaku di Indonesia atau hukum yang
berlaku
di
negara
pemberi
pinjaman/hibah
(tergantung
kesepakatan antara pemerintah dan
negara pemberi hibah)].

4.
Keutuhan
Kontra
k

Kontrak ini memuat semua ketentuan dan


persyaratan yang telah disetujui oleh Para
Pihak. Para Pihak tidak diperbolehkan untuk
mengikatkan diri atau bertanggung jawab
atas pernyataan, janji, atau persetujuan yang
tidak tercantum dalam Kontrak ini.

5. Pemisahan

Jika salah satu atau beberapa ketentuan


dalam Kontrak ini berdasarkan
peraturan
perundang-undangan menjadi tidak sah, tidak
berlaku, atau tidak dapat dilaksanakan maka
ketentuan-ketentuan lain tetap berlaku secara
penuh.

6. Perpajakan

adalah

Ketentuan
mengenai
perpajakan
seluruh ketentuan perpajakan yang

berlaku di Indonesia.
7. Korespondensi

Semua pemberitahuan, permohonan,


atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini
harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa
Indonesia,
dan
dianggap
telah
diberitahukan jika telah disampaikan secara
langsung

kepada wakil sah Para Pihak, atau jika


disampaikan melalui surat, e-mail, dan/atau
faksimili yang ditujukan ke alamat yang
tercantum dalam SSKK.
8. Asal Jasa
Konsultan
si

8.1 Pekerjaan Jasa Konsultansi ini dikerjakan


terutama oleh tenaga Indonesia pada
lokasi-lokasi yang tercantum dalam KAK.
Jika lokasi untuk bagian pekerjaan
tertentu tidak tercantum maka lokasi
akan ditentukan oleh PPK.
8.2 Jika
dalam proses pekerjaan
Jasa
Konsultansi digunakan komponen berupa
barang, jasa, atau gabungan keduanya
yang tidak berasal dari dalam negeri
(impor) maka penggunaan komponen
impor harus sesuai dengan yang
dicantumkan
dalam
Dokumen
Penawaran.
8.3 Tindakan
pencantuman
komponen
impor
yang
tidak
dapat
dipertanggungjawabkan
dapat
dipersamakan dengan tindakan penipuan
dan dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

9.
Pengguna
an
Dokumen
Kontrak
dan
Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan


dokumen- dokumen kontrak atau dokumen
lainnya yang berhubungan dengan kontrak
oleh pihak lain, misalnya Kerangka Acuan
Kerja, gambar-gambar, pola, serta informasi
lain yang berkaitan dengan kontrak tanpa ijin
tertulis dari PPK.

10. Hak
Atas
Kekayaa
n
Intelektu
al

Penyedia wajib membebaskan PPK dari segala


tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang
disebabkan penggunaan HAKI oleh penyedia.

11.
Layanan
Tambaha
n

Penyedia
wajib
menyediakan
layanan
tambahan
lainnya
seperti
pembuatan
maket/model dari hasil desain sesuai dengan
lingkup pekerjaannya.

12. Surat
Perintah
Mulai Kerja
(SPMK)

13. Program
Mutu

12.1 PPK
menyerahkan
seluruh/sebagian
lokasi pekerjaan dan/atau dokumen
tertentu
yang
dibutuhkan
kepada
penyedia sebelum diterbitkannya SPMK.
12.2 PPK menerbitkan SPMK selambatlambatnya
14 (empat belas) hari kalender sejak
tanggal penandatanganan Kontrak.
12.3 Dalam
SPMK
dicantumkan
saat
paling lambat dimulainya pelaksanaan
kontrak oleh penyedia.
13.1

Program
mutu
disusun
oleh
penyedia, yang paling sedikit berisi:

a. informasi mengenai pekerjaan


yang akan dilaksanakan;
b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal penugasan tenaga ahli dan
tenaga
pendukun
g;
e. prosedur pelaksanaan pekerjaan;
f. prosedur instruksi
kerja; dan g. pelaksana
kerja.
13.2

Program mutu dapat direvisi


sesuai kondisi lokasi pekerjaan.

B. PELAKSANAAN,
PENYELESAIAN,
PEMUTUSAN KONTRAK
14 Jadwal
Pelaksana
an
Pekerjaan

PERUBAHAN,

DAN

14.1 tanggal mulai berlaku kontrak dan


jangka waktu penyelesaian pekerjaan
tercantum dalam SSKK;
14.2 tanggal
mulai
dilaksanakannya
pekerjaan tercantum dalam SPMK;
14.3 tanggal
penyerahan
hasil
pekerjaan
dari penyedia kepada PPK
tercantum dalam SPMK;

15 Rapat
Persiapan
Pelaksanaan
Kontrak

15.1

PPK
bersama
penyedia
dapat
menyelenggarakan
rapat
persiapan
pelaksanaan kontrak.

15.2 Dalam
rapat
persiapan,
dapat mengikutsertakan Tim
dan/atau Tim Pendukung.
15.3

PPK
Teknis

Beberapa hal yang dibahas dan


disepakati
dalam
rapat
persiapan
pelaksanaan kontrak adalah:
a.
program mutu;
b. organisasi kerja;
c.
tata cara pengaturan pelaksanaan
pekerjaan;
d. jadwal pengadaan bahan/material,
mobilisasi
peralatan dan personil (apabila
diperlukan);
dan
e. rencana pelaksanaan pemeriksaan
lapangan bersama.

15.4 Hasil rapat persiapan pelaksanaan


kontrak dituangkan dalam Berita Acara
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak

yang
ditandatangani
16 Mobilisasi

oleh seluruh peserta rapat.

16.1 Penyedia melakukan mobilisasi


setelah tanggal dimulainya pelaksanaan
pekerjaan.

16.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan


lingkup pekerjaan, yaitu:
a. mendatangkan tenaga ahli;
b. mendatangkan tenaga pendukung;
dan/atau c. menyiapkan peralatan
pendukung;
16.3 Mobilisasi peralatan dan personil dapat
dilakukan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan.
17

Pengawas
an dan
Pemeriksa
an

17.1 Pemeriksaan Bersama


a. Pada tahap awal pelaksanaan
kontrak dan
pelaksanaan pekerjaan, PPK atau
pihak lain yang ditunjuk oleh PPK
bersama-sama
dengan
penyedia
melakukan pemeriksaan bersama
yang
mencakup
antara
lain
pemeriksaan kesesuaian
personil
dan/atau
peralatan
dengan
persyaratan
kontrak.
Hasil
pemeriksaan akan dituangkan dalam
berita acara pemeriksaan.
b. Jika dalam pemeriksaan bersama
ditemukan hal-hal
yang
dapat
mengakibatkan perubahan isi kontrak
maka perubahan tersebut akan
dituangkan
dalam
amandemen
kontrak.
c. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan
bahwa
personil dan/atau peralatan ternyata
belum
memenuhi
persyaratan
kontrak maka penyedia tetap dapat
melanjutkan pekerjaan dengan syarat
personil dan/atau peralatan yang
belum memenuhi syarat harus segera
diganti dalam jangka waktu yang
disepakati
bersama
dengan
memperhatikan
Pasal
tentang
Personil Konsultan dan Subkonsultan.
17.2 Pemeriksaan Personil dan Peralatan
a. Pemeriksaan (inspeksi) personil dan
peralatan harus
dilaksanakan
setelah personil dan peralatan tiba
di lokasi pekerjaan serta dibuatkan
Berita
Acara
Hasil
Inspeksi/
Pemeriksaan yang ditandatangani
oleh PPK dan penyedia.
b. Dalam pemeriksaan personil dan
peralatan, PPK dapat dibantu Tim
Teknis dan/atau Tim Pendukung.
c. Bila
hasil
inspeksi/pemeriksaan

personil
dan
peralata
n
ternyata
belum
memenu
hi
persyara

tan,
maka
penyedia
dapat
melaksanakan
pekerjaan
dengan
syarat personil dan peralatan yang
belum memenuhi syarat harus diganti
sesuai dengan ketentuan dalam
Kontrak.
d. Apabila
dalam
pemeriksaan
personil
dan
peralatan
mengakibatkan perubahan isi

Kontrak maka harus dituangkan


dalam bentuk adendum Kontrak.
a.

b.

d.

18 Jaminan

17.3 Pemeriksaan Lapangan


Apabila diperlukan,
PPK bersama-sama
dengan
penyedia
melakukan
pemeriksaan
lapangan
untuk
melakukan
pengukuran
dan
pemeriksaan detail kondisi lapangan.
Untuk pemeriksaan lapangan, PPK dapat
dibantu Tim Teknis dan/atau Tim
Pendukung. c. Hasil pemeriksaan
lapangan dituangkan dalam Berita
Acara Pemeriksaan Lapangan
yang ditandatangani oleh PPK dan
penyedia.
Apabila
dalam
pemeriksaan
lapangan
mengakibatkan perubahan isi Kontrak
maka
harus
dituangkan
dalam
adendum Kontrak.
Jaminan Uang Muka:
18.1 Rp.750 juta maka Jaminan dapat
diterbitkan oleh Bank Umum, Perusahaan
Asuransi/ Perusahaan Penjamin.
18.2 Jaminan Uang Muka untuk pekerjaan
dengan nilai > Rp.750
juta
maka
Jaminan
harus diterbitkan oleh Bank
Umum.
18.3 Jaminan
Uang
Muka
diberikan
kepada PPK dalam rangka pengambilan
uang muka dengan nilai 100% (seratus
persen) dari besarnya uang muka.
18.4 Nilai
jaminan
Uang
Muka
dapat
dikurangi secara proporsional sesuai
dengan pengembalian uang muka.
18.5 Masa
berlakunya
jaminan
uang
muka sekurang- kurangnya sejak tanggal
persetujuan pemberian uang muka
sampai dengan tanggal penyerahan
pertama pekerjaan.
18.6 Jaminan
Uang
Muka
diterbitkan
oleh
Bank Umum, perusahaan
penjaminan atau perusahaan asuransi.
18.7

Bentuk surat jaminan Uang Muka:


memuat nama dan alamat
PPK,
penyedia yang ditunjuk, dan
hak
penjamin, nama paket kontrak, nilai
jaminan uang muka dalam angka dan
huruf, kewajiban pihak-pihak penjamin

untuk mencairkan
Surat
Jaminan
Uang Muka selambat-lambatnya 14
(empat belas) hari kerja tanpa syarat
kepada PPK, masa berlaku jaminan uang
muka dan tanda tangan penjamin.

19 Pembayaran

19.1 Uang Muka:


a. Uang Muka dapat diberikan kepada
penyedia untuk:
1) mobilisasi alat dan tenaga
kerja;
2) pembayaran
uang
tanda
jadi
kepada pemasok barang/material;
dan/atau
3) persiapan
teknis
lain
yang
diperlukan
bagi
pelaksanaan
pengadaan.
b. Uang Muka dapat diberikan kepada
penyedia dengan ketentuan sebagai
berikut:
1) untuk
usaha
kecil
paling
tinggi 30% (tiga puluh perseratus)
dari nilai Kontrak; atau
2) untuk usaha non kecil paling
tinggi 20% (dua puluh perseratus)
dari nilai Kontrak.
c. Besarnya Uang Muka untuk Kontrak
Tahun
Jamak,
yaitu:
1) 20%
(dua
puluh
perseratus)
dari
Kontrak tahun pertama;
atau
2) 15%
(lima
belas
perseratus)
dari total
nilai
Kontrak.
d. Ketentuan mengenai pemberian
uang muka
beserta
besarannya
ditetapkan
dalam SSKK.
e. Penyedia
dapat
mengajukan
permintaan
pembayaran
uang
muka
secara
tertulis kepada PPK disertai dengan
rencana
penggunaan uang
muka
untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
Kontrak.
f. PPK
mengajukan
surat
permintaan
pembayaran
untuk
permohonan
tersebut setelah Jaminan Uang Muka
diterima dari penyedia.
g.
Pengembalian
uang
muka
diperhitungkan
berangsur-angsur
secara
proporsional
pada
setiap
pembayaran prestasi pekerjaan dan
paling lambat harus lunas pada saat
pekerjaan mencapai prestasi 100 %

(seratus perseratus).
tahun jamak, nilai
Jaminan
Uang Muka secara bertahap dapat
dikurangi sesuai dengan pencapaian
prestasi pekerjaan.

h. Untuk kontrak

19.2 Pembayaran prestasi


pekerjaan:
a. Pembayaran
prestasi
pekerjaan
dapat
diberikan dalam bentuk: pembayaran
bulanan/pembayaran
berdasarkan
tahapan
penyelesaian
pekerjaan
(termin)/pembayaran
secara
sekaligus,
sesuai
dengan
yang
ditetapkan dalam SSKK.
b. Pembayaran prestasi kerja diberikan
kepada penyedia setelah dikurangi
angsuran pengembalian Uang Muka
dan denda apabila ada, serta pajak.

c. Permintaan pembayaran kepada PPK


untuk Kontrak yang menggunakan
subkontrak, harus dilengkapi bukti
pembayaran
kepada
seluruh
subkontrak
sesuai
dengan
perkembangan
(progress)
pekerjaannya.
d. Pembayaran
bulanan/termin,
dilakukan senilai pekerjaan yang telah
diselesaikan.
19.3 Cara-cara dan tahapan pembayaran
serta mata uang yang digunakan harus
disesuaikan dengan ketentuan dalam
SSKK.
19.4 Penangguhan Pembayaran
a. PPK
dapat
menangguhkan
pembayaran
setiap angsuran prestasi pekerjaan
penyedia jika penyedia gagal
atau
lalai
memenuhi
kewajiban
kontraktualnya.
b. Pembayaran
yang ditangguhkan
harus
disesuaikan
dengan
proporsi
kegagalan atau kelalaian penyedia.
c. Penangguhan
dilakukan
dengan
terlebih
dahulu
menyampaikan
pemberitahuan
tertulis
kepada
penyedia yang memuat:
1)
alasan
penangguhan
pembayaran; dan
2) persyaratan
kepada
penyedia
untuk
memenuhi
kewajibankewajibannya dalam jangka waktu
14 (empat
belas) hari kerja
setelah pemberitahuan diterima.
d. Jika dipandang perlu oleh PPK,
penangguhan pembayaran
dapat
dilakukan
bersamaan
dengan
pengenaan denda kepada penyedia.
20 Harga

20.1 PPK
membayar
pelaksanaan pekerjaan.
20.2

kepada

atas

Harga
kontrak
telah
memperhitungkan:
biaya umum
(overhead), biaya sosial (social charge),
keuntungan (profit) maksimal 10 %,
tunjangan penugasan, dan biayabiaya
kompensasi lainnya, yang
dihitung

menurut
tertentu.

jumlah

satuan

waktu

20.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan


rincian yang tercantum dalam Rincian
Biaya Personil dan Rincian Biaya Non
Personil sesuai dengan Berita Acara Hasil
Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan
Biaya.
20.4 Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini
dibiayai dari
sumber
pendanaan
yang disebut dalam SSKK.

21
Perubahan
Kontra
k

22

Perubah
an
Lingkup
Pekerjaa
n

21.1 Perubahan kontrak bisa


dilaksanakan apabila disetujui oleh para
pihak, yang meliputi :
a. perubahan
lingkup
pekerjaan
disebabkan oleh sesuatu hal yang
dilakukan
oleh
para pihak dalam
kontrak sehingga mengubah lingkup
pekerjaan dalam kontrak;
b. perubahan
jadwal
pelaksanaan
pekerjaan akibat adanya perubahan
lingkup pekerjaan; dan/atau
c. perubahan harga kontrak akibat
adanya
perubahan lingkup
pekerjaan
dan/atau perubahan pelaksanaan
pekerjaan.
22.1 Apabila
terdapat
perbedaan
yang
signifikan antara kondisi lapangan pada
saat pelaksanaan dengan Kerangka
Acuan Kerja yang telah ditentukan dalam
Kontrak,
maka
PPK
bersama
penyedia
dapat melakukan perubahan
Kontrak yang meliputi antara lain :
a. menambah
atau
mengurangi
volume pekerjaan yang tercantum
dalam Kontrak;
b. mengurangi atau menambah jenis
pekerjaan;
c. mengubah
spesifikasi
pekerjaan
sesuai
dengan kebutuhan lapangan; dan/atau
d. melaksanakan
pekerjaan
tambah/kurang yang belum tercantum
dalam Kontrak yang diperlukan untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan.
22.2

Pekerjaan
tambah
harus
mempertimbangkan
tersedianya
anggaran dan tidak boleh melebihi
10% (sepuluh perseratus) dari
biaya yang tercantum dari nilai Kontrak
awal.

22.3

Perintah
perubahan
lingkup
pekerjaan
dibuat oleh PPK secara
tertulis kepada penyedia, ditindaklanjuti
dengan negosiasi teknis dan biaya
dengan tetap mengacu
pada
ketentuan
yang tercantum
dalam
Kontrak awal.

22.4

Hasil
negosiasi
tersebut
dituangka
n
dalam
Berita
Acara
sebagai

dasar penyusunan adendum Kontrak.


22.5 Dalam
hal
penilaian
perubahan
lingkup
pekerjaan
sebagaimana
dimaksud pada 22.1 sampai dengan
22.4, PPK dapat dibantu oleh Tim
Pendukung
yaitu Panitia/Pejabat
Peneliti Pelaksanaan Kontrak.

23
Perpanjang
an Waktu
Pelaksanaa
n

23.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat


diberikan oleh PPK atas pertimbangan
yang layak dan wajar untuk hal-hal
sebagai berikut:
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan ruang lingkup pekerjaan;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh
PPK;
d. masalah yang timbul diluar kendali
penyedia;
dan/atau
e. keadaan kahar.
23.2 Waktu
penyelesaian
pekerjaan
dapat diperpanjang sekurang-kurangnya
sama dengan waktu terhentinya kontrak
akibat keadaan kahar.
23.3

PPK
dapat
menyetujui
perpanjangan
waktu pelaksanaan atas
kontrak setelah melakukan penelitian
terhadap usulan tertulis yang diajukan
oleh penyedia.

23.4

PPK
dapat
menugaskan
Tim
Pendukung yaitu Panitia/Pejabat Peneliti
Pelaksanaan
Kontrak untuk meneliti
kelayakan usulan perpanjangan waktu
pelaksanaan.

23.5 Persetujuan
perpanjangan
waktu
pelaksanaan dituangkan dalam adendum
Kontrak.
24
Perubaha
n
dan/atau
Penyesuai
an Biaya

24.1 Perubahan
Nilai
Kontrak
sebagai
akibat perubahan lingkup pekerjaan
dengan ketentuan perubahan Nilai
Kontrak hanya dapat dilakukan sampai
setinggi-tingginya
10%
(sepuluh
persen) dari Nilai Kontrak awal.
24.2 Penyesuaian
biaya
dapat
diberlakukan terhadap kontrak yang
lebih dari 12 (dua belas) bulan.

25 Kerjasama
antara
penyedia
dengan sub
penyedia

25.1 Bagian pekerjaan yang dikerjakan


oleh
sub penyedia
harus
diatur
dalam kontrak dan disetujui terlebih
dahulu oleh PPK.
25.2

Penyedia
tetap
bertanggungjawab
atas bagian
pekerjaan yang dikerjakan oleh sub
penyedia.

25.3

Ketentuanketentuan
dalam

kerjasama dengan sub penyedia harus


mengacu
kepada
harga yang
tercantum
dalam
Kontrak
serta
menganut prinsip kesetaraan.

26 Personil
Konsultan
dan
Subkonsult
an

26.1 Umum
a. Personil
inti
yang
dipekerjakan
harus
sesuai dengan
kualifikasi
dan
pengalaman yang ditawarkan dalam
Dokumen Penawaran.
b. Penggantian
personil
inti
dan/atau
peralatan (apabila ada) tidak boleh
dilakukan kecuali atas persetujuan
tertulis PPK.
c. Penggantian
personil
inti
dan/atau peralatan dilakukan oleh
penyedia
dengan
mengajukan
permohonan terlebih dahulu kepada
PPK
dengan melampirkan riwayat
hidup/ pengalaman kerja Personil
Inti dan/atau spesifikasi Peralatan yang
diusulkan beserta alasan perubahan.
d. PPK
dapat
menilai
dan
menyetujui penempatan/penggantian
personil inti menurut kualifikasi yang
dibutuhkan.
e. Jika PPK menilai bahwa Personil Inti :
1) tidak mampu atau tidak dapat
melakukan pekerjaan dengan baik;
2)
berkelakuan
tidak
baik; atau
3) mengabaikan pekerjaan yang
menjadi tugasnya
maka penyedia berkewajiban untuk
menyediakan
pengganti
dan
menjamin
personil
inti
tersebut
meninggalkan lokasi kerja dalam
waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak
diminta oleh PPK.
f. Jika
penggantian
personil
inti
dan/atau peralatan perlu
dilakukan,
maka
penyedia berkewajiban untuk
menyediakan
pengganti dengan
kualifikasi yang setara atau
lebih baik
dari
personil
inti
dan/atau peralatan yang digantikan,
tanpa biaya tambahan apapun.
g. Besarnya Uang Muka untuk Kontrak
Tahun Jamak
dapat
diberikan
diantara 2 (dua) pilihan, yaitu:
1) 20% (dua puluh perseratus) dari
Kontrak tahun pertama; atau
2)
15% (lima belas perseratus) dari
total nilai
Kontrak.
26.2 Personil Inti

a. nama
personil
dan
uraian
pekerjaan,
kualifikasi
minimum,

perkiraan
waktu pelaksanaan
dilampirkan dalam Lampiran SSKK;
b. penyesuaian
terhadap
perkiraan
waktu pekerjaan personil akan dibuat
oleh penyedia melalui pemberitahuan
secara tertulis kepada PPK;

c.

jika
terdapat
pekerjaan
tambah,
maka perkiraan waktu
pelaksanaan harus ditentukan secara
tertulis oleh para pihak.

26.3 Persetujuan Personil


Personil inti dan subkonsultan yang
telah disetujui oleh
PPK
harus
memberikan data dirinya dan surat
keterangan tidak mengidap penyakit
berbahaya/menular (medical certificate)
serta terdaftar
atau
tertera
dalam
daftar personalia penyedia.
26.4 Waktu kerja dan lembur
a. jam kerja dan waktu cuti untuk
personil inti
ditentukan dalam Lampiran
SSKK;
b. waktu
kerja
tenaga
kerja
asing
yang
dimobilisasi ke Indonesia
dihitung
sejak kedatangannya
di Indonesia
sesuai
dengan
surat
perintah
mobilisasi;
c. tenaga kerja tidak berhak untuk
dibayar atas pekerjaan lembur atau
sakit
atau
liburan, karena
perhitungan upah sudah mencakup hal
tersebut.
27
Perubahan
Person
il

27.1 Perubahan personil dan peralatan yang


diajukan oleh penyedia
a. Penyedia
dapat
mengajukan
penggantian
personil
dan/atau
peralatan kepada PPK.
b. Penyedia
tidak
dibenarkan
melakukan penggantian
personil
dan/atau peralatan tanpa persetujuan
PPK.
c. PPK
meneliti
permohonan
perubahan
personil
dan/atau
peralatan,
dengan ketentuan:
1) menyetujui
permohonan
perubahan
personil dan/atau peralatan bila
alasan yang diajukan dianggap
sesuai;
2) tidak
mengurangi
kualifikasi
tenaga ahli yang ditawarkan, dan
tidak
menambah nilai kontrak.
Untuk kontrak biaya satuan (time
based), biaya langsung personil
harus disesuaikan dengan gaji dasar

tenag
a ahli
yang
meng
gantik
an.

3)
menolak
permoho
nan
perubaha

n personil
dan/atau peralatan bila alasan
yang diajukan dianggap tidak
sesuai.
d. untuk
mengajukan
permohonan penggantian personil,
penyedia
diwajibkan melampirkan
riwayat
hidup/pengalaman
kerja
personil yang diusulkan dan disertai
alasan penggantian personil yang
bersangkutan.

e.

Dalam
penggantian
rangka
personil

penila
dan/a
n

PPK
dapat
Peneliti
Pelaksanaan
Kontrak.

dibantu Panitia/Pejabat

27.2 Penggantian personil penyedia atas


perintah PPK
a. Personil dari penyedia yang
dianggap tidak
mampu atau tidak dapat melakukan
pekerjaan
dengan
baik
atau
berkelakuan
tidak
baik, harus
segera
dilakukan
perintah
penggantian personil kepada penyedia
dengan kualifikasi keahlian personil
yang sama atau lebih tinggi.
b. Dalam waktu maksimal 15 (lima
belas) hari
sejak perintah penggantian personil,
harus
sudah
menerima
personil
pengganti dari penyedia.
28

Keterlamba
tan
Pelaksanaa
n Pekerjaan

28.1 Jika pekerjaan tidak selesai pada


Tanggal Penyelesaian bukan akibat
Keadaan Kahar atau karena kesalahan
atau kelalaian
penyedia
maka PPK
dapat
menghentikan
Kontrak
dan menangguhkan
pemenuhan hak-hak penyedia atau
menangguhkan pembayaran.
28.2 Jika
keterlambatan
tersebut
semata-mata
disebabkan
oleh
kesalahan atau kelalaian PPK maka PPK
dikenakan Ganti Rugi atau memberikan
Kompensasi.
28.3 Penghentian
Kontrak
atau
Ganti
Rugi
atau Kompensasi tidak dilakukan
jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh
Para Pihak untuk diperpanjang.
28.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud
dalam
Pasal
ini
adalah
tanggal
penyerahan setiap hasil kerja dan
tanggal
penyelesaian
semua
pekerjaan dengan penyerahan laporan
akhir sebagaimana ditetapkan dalam
SPMK.

29 Denda
dan
Ganti
Rugi

29.1 Denda
finansial
penyedia,
merupakan

merupakan
sanksi
yang dikenakan kepada
sedangkan
ganti
rugi
sanksi
finansial
yang

dikenakan
kepada
PPK,
karena
terjadinya
cidera
janji
/
wanprestasi
yang
tercantum

dalam Kontrak.
29.2 Besarnya
denda
kepada
penyedia
atas keterlambatan
penyelesaian pekerjaan adalah:
1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa biaya
bagian
kontrak yang belum selesai dikerjakan,
apabila kontrak terdiri atas bagian
pekerjaan yang dapat dinilai terpisah
dan
bukan
merupakan
kesatuan
sistem, serta hasil pekerjaan tersebut
telah diterima oleh PPK;

2) 1/1000 (satu perseribu) dari biaya


kontrak, apabila bagian pekerjaan
belum diterima oleh PPK.
29.3 Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh
PPK atas keterlambatan pembayaran
adalah sebesar bunga dari nilai tagihan
yang terlambat dibayar, berdasarkan
tingkat suku bunga yang berlaku pada
saat itu menurut ketetapan Bank
Indonesia,
atau
dapat
diberikan
kompensasi sesuai ketentuan dalam
SSKK.
29.4 Kompensasi dapat diberikan kepada
penyedia dalam hal sebagai berikut :
a. PPK memodifikasi atau mengubah
jadwal yang dapat mempengaruhi
pekerjaan penyedia;
b. keterlambatan penerbitan SPP;
c. PPK
tidak
memberikan
gambargambar,
spesifikasi dan/atau instruksi sesuai
jadwal yang dibutuhkan;
d. penyedia belum bisa masuk ke
lokasi
sebagaimana
yang
diperjanjikan
dalam kontrak;
e. PPK menginstruksikan kepada pihak
penyedia untuk melakukan pengujian
tambahan yang setelah dilaksanakan
pengujian ternyata tidak diketemukan
kerusakan
/
kegagalan
/
penyimpangan;
f. kompensasi lain yang dirinci dalam
syarat khusus kontrak.
g. jika
kompensasi
mengakibatkan
pengeluaran
tambahan
atau
keterlambatan penyelesaian pekerjaan
maka
PPK
berkewajiban
untuk
membayar
ganti
rugi
dan/atau
memberikan
perpanjangan
waktu
penyelesaian pekerjaan;
h. ganti
rugi
hanya
dapat
dibayarkan
jika berdasarkan data
penunjang
dan
perhitungan
kompensasi
yang
diajukan
oleh
penyedia
kepada
PPK,
dapat
dibuktikan kerugian nyata akibat
peristiwa kompensasi;
i. perpanjangan waktu penyelesaian
pekerjaan
hanya
dapat
diberikan
jika
berdasarkan data penunjang dan
perhitungan kompensasi yang diajukan
oleh penyedia kepada PPK, dapat

dibuktikan kerugian
peristiwa kompensasi.

nyata

akibat

29.5 Tata cara pembayaran denda dan/atau


ganti rugi diatur dalam SSKK.
30 Keadaan Kahar

30.1 Keadaan Kahar adalah suatu


keadaan yang terjadi diluar kehendak
para
pihak
dan
tidak dapat
diperkirakan
sebelumnya,
sehingga

kewajiban yang ditentukan


dalam
Kontrak menjadi
tidak
dapat
dipenuhi. Yang digolongkan Keadaan
Kahar adalah :
a. bencana alam, antara lain berupa
gempa bumi, tsunami,
gunung
meletus,
banjir, kekeringan, angin
topan, dan tanah longsor;
b. bencana non alam, antara lain
berupa gagal teknologi, epidemi dan
wabah penyakit;
c. bencana
sosial,
antara
lain
konflik sosial
antar
kelompok
atau
antar
komunitas
masyarakat, dan teror;
d.
pemogokan;
e.
kebakaran;
dan/atau
f. gangguan
industri
lainnya
sebagaimana
dinyatakan
melalui
keputusan
bersama
Menteri Keuangan dan menteri teknis
terkait.
30.2 Tidak
termasuk
adalah
hal- hal
disebabkan
oleh
kelalaian para pihak.

Keadaan
Kahar
merugikan yang
perbuatan
atau

30.3 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar,


penyedia
memberitahukan
tentang
terjadinya Keadaan Kahar kepada PPK
secara tertulis dalam waktu paling
lambat 14 (empat
belas) hari
kalender
sejak
terjadinya
Keadaan
Kahar, dengan menyertakan salinan
pernyataan
Keadaan
Kahar
yang
dikeluarkan oleh pihak/instansi yang
berwenang sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
30.4 Setelah
pemberitahuan
tertulis
tentang terjadinya Keadaan Kahar, para
pihak dapat melakukan kesepakatan,
yang dituangkan dalam perubahan
Kontrak.
30.5

31 Laporan
Hasil

Keterlambatan
pelaksanaan
pekerjaan
akibat keadaan kahar yang
dilaporkan paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender sejak
terjadinya
keadaan kahar, tidak dikenakan sanksi.
Pekerjaan

31.1

Penyedia
wajib
menyerahka
n
laporan
dan
dokumen
sesuai
dengan
ketentuan
yang telah
diatur

dalam SSKK. Atas penerimaan laporan


dan dokumen tersebut dibuatkan tanda
terima.
31.2

PPK bersama penyedia melakukan


pembahasan dan penilaian terhadap
laporan dan dokumen yang diserahkan
oleh penyedia.

31.3

PPK
dan
penyedia
membuat
berita
acara hasil pembahasan dan
penilaian laporan.

31.4 Jika terdapat kekurangan-kekurangan


maka penyedia harus memperbaiki dan
menyelesaikan kekurangan-kekurangan
sesuai yang diinstruksikan oleh PPK
dan
menyerahkan laporan
hasil
perbaikan kepada PPK.
31.5 PPK menerima kembali penyerahan
laporan yang telah
diperbaiki
oleh
penyedia
(bila ada),
dan membuat
berita acara serah terima laporan hasil
perbaikan.
31.6 Laporan
Akhir
dibuat
dalam
dan/atau
file
bentuk cetakan (hardcopy )
(softcopy).
31.7 Menyerahkan
semua
rancangan,
gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan
dokumen- dokumen lain serta piranti
lunak yang dipersiapkan oleh penyedia
berdasarkan
kontrak ini dan menjadi
hak milik PPK.
31.8 Penyedia paling lambat pada waktu
pemutusan atau akhir masa kontrak
berkewajiban untuk menyerahkan semua
dokumen
tersebut
beserta
daftar
rinciannya kepada PPK.
31.9

Penyedia dapat menyimpan 1 (satu)


buah salinan tiap dokumen dan piranti
lunak tersebut setelah mendapatkan
persetujuan PPK.

31.10

Jika dikemudian hari penyedia dan


pihak
ketiga
akan
melakukan
pengembangan terhadap piranti lunak
tersebut
dan
untuk
itu
diperlukan
lisensi
maka penyedia
harus mendapatkan
persetujuan
lebih dahulu dari PA. Untuk tujuan ini
PA berhak
untuk mendapatkan
penggantian biaya atas pengembangan
piranti lunak tersebut.

31.11 Pembatasan
(jika
ada)
mengenai penggunaan dokumen
dan
piranti
lunak tersebut
di
atas
di kemudian hari diatur dalam SSKK.
32 Penghentian
dan
Pemutusan
Kontrak

32.1 Penghentian Kontrak:


a.
Penghentian
Kontrak
dapat
dilakukan
karena pekerjaan sudah
selesai atau terjadi Keadaan Kahar.

b.

Dalam hal
Kontrak
dihentikan,
maka
PPK
wajib
membayar
kepada

penyedia sesuai dengan prestasi


pekerjaan yang telah dicapai; dan
c. PPK dengan pemberitahuan tertulis
kepada
penyedia dapat memerintahkan
penghentian
Kontrak
jika
penyedia
gagal
untuk

melaksanakan kewajiban-kewajibannya
dalam Kontrak ini. Pemberitahuan
tertulis tersebut harus memuat:
1)
alasan penghentian
Kontrak; dan
2) persyaratan
kepada
penyedia
untuk
memenuhi kewajiban-kewajibannya
dalam jangka waktu 14 (empat
belas)
hari
kerja
setelah
pemberitahuan diterima.
32.2 Pemutusan
Kontrak:
a. Oleh
PPK:
Mengesampingkan Pasal 1266 dan
1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata, PPK dapat memutuskan
Kontrak ini melalui pemberitahuan
tertulis kepada penyedia setelah
terjadinya hal-hal sebagai berikut:
1) penyedia
lalai/cidera
janji
dalam melaksanakan kewajibannya;
2) penyedia
tidak
memperbaiki
kelalaiannya dalam jangka waktu 14
(empat belas) hari kerja setelah
diberi tahu atau dalam jangka waktu
lain yang disetujui secara tertulis
oleh PPK;
3)
penyedia
berada
dalam
keadaan pailit;
4) karena Keadaan Kahar, penyedia
tidak dapat
melaksanakan
bagian
pokok
pekerjaan Jasa
Konsultansi ini selama sekurangkurangnya
60 (enam puluh) hari
kalender;
5) denda keterlambatan pelaksanaan
pekerjaan
akibat
kesalahan
penyedia sudah melampaui
5% (lima perseratus) dari nilai
Kontrak;
6) penyedia
terbukti
melakukan
KKN,
kecurangan dan/atau pemalsuan
dalam proses Pengadaan yang
diputuskan
oleh
instansi
yang
berwenang; dan/atau
7) pengaduan
prosedur,
pelanggararan persaingan usaha
yang sehat
dalam
pelaksanaan
pengadaan

tentan
dugaan
g

dinyatakan
benar oleh
berwenang.

instansi

yang

b. Oleh
Penyedia:
Mengesampingkan Pasal 1266 dan
1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata, Penyedia dapat memutuskan
Kontrak ini melalui pemberitahuan
tertulis kepada PPK setelah terjadinya
hal-hal sebagai berikut:
1) PPK
tidak
menerbitkan
SPP
untuk
pembayaran
tagihan
angsuran
sesuai dengan yang disepakati
sebagaimana
tercantum
dalam
SSKK; atau
2) Karena keadaan kahar, penyedia
tidak dapat melaksanakan bagian
pokok pekerjaan Jasa

Konsultansi ini selama sekurangkurangnya


60 (enam puluh) hari kalender.
c. Dalam
hal
pemutusan
Kontrak
dilakukan karena kesalahan penyedia,
maka:
1) Sisa Uang Muka harus dilunasi
oleh
penyedia
atau
Jaminan
Uang
Muka dicairkan;
2) Penyedia membayar denda; dan/atau
3) Penyedia dimasukkan dalam Daftar
Hitam.
d.Dalam
hal
pemutusan
Kontrak
dilakukan karena PPK terlibat
penyimpangan
prosedur,
melakukan KKN
dan/atau
pelanggaran persaingan usaha yang
sehat dalam pelaksanaan pengadaan,
maka
PPK
dikenakan
sanksi
berdasarkan peraturan perundangundangan.
e. Pada
saat
Kontrak
diputuskan,
maka
PPK berkewajiban untuk
melakukan
pembayaran
sebagai
berikut:
1) Pembayaran prestasi pekerjaan
sampai
dengan
tanggal
berlakunya pemutusan Kontrak;
dan
2) Biaya langsung personil
(termasuk
biaya
demobilisasi)
yang
dikeluarkan
oleh
penyedia
sehubungan dengan pemutusan
Kontrak.
33
Penyelesaian
Pekerjaa
n

33.1 PPK melakukan penilaian terhadap


hasil pekerjaan yang
telah
diselesaikan
oleh penyedia. Apabila
terdapat
kekurangankekurangan,
penyedia wajib menyelesaikannya.
33.2 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan,
PPK
menugaskan
Panitia/Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan.
33.3 PPK menerima penyerahan pekerjaan
setelah seluruh
hasil
pekerjaan
dilaksanakan
dan diterima oleh dari
Panitia/Pejabat
Penerima
Hasil
Pekerjaan.
33.4 Membuat berita acara

serah terima

laporan
akhir,

setelah seluruh pekerjaan diselesaikan.

C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA


34 Hak dan
Kewajiban
PPK

34.1

Mengawasi
pekerjaan
penyedia;

dan
memeriksa
yang dilaksanakan oleh

34.2 meminta
laporan-laporan
secara
periodik
mengenai
pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh pihak
penyedia;

34.3 Membayar
pekerjaan
sesuai
dengan harga yang tercantum dalam
kontrak
yang
telah ditetapkan
kepada penyedia;
34.4 Memberikan
fasilitas
berupa
sarana
dan prasarana yang
dibutuhkan oleh pihak penyedia untuk
kelancaran
pelaksanaan
pekerjaan
sesuai ketentuan kontrak;
34.5 Ketentuan peralatan dan bahan yang
disediakan oleh PPK untuk kebutuhan
pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia.
Pada
saat
berakhirnya kontrak,
Penyedia harus menyerahkan peralatan
dan bahan sisa sesuai dengan instruksi
PPK;
35 Hak dan
Kewajib
an
Penyedi
a

35.1 Menerima
pembayaran
untuk
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam
kontrak;
35.2

Berhak
meminta
fasilitas-fasilitas
dalam bentuk sarana dan prasarana dari
pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan kontrak;

35.3 Melaporkan
pelaksanaan
pekerjaan
secara periodik kepada pihak PPK;
35.4 Melaksanakan
dan
menyelesaikan
pekerjaan
sesuai
dengan
jadwal
pelaksanaan
pekerjaan
yang
telah
ditetapkan dalam kontrak;
35.5 Memberikan
keterangan-keterangan
yang diperlukan untuk pemeriksaan
pelaksanaan yang dilakukan pihak PPK;
35.6 Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai
dengan jadwal
penyerahan
pekerjaan
yang
telah ditetapkan
dalam kontrak;
35.7

Penyedia harus mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi


lingkungan tempat kerja dan membatasi
perusakan
dan
gangguan
kepada
masyarakat maupun miliknya,
akibat kegiatan penyedia;

35.8 Melaksanakan

perjanjian

dan

kewajiban
kewajiban
yang
dibebank
an
kepadany

a
dengan
penuh
tanggung-jawab,
ketekunan, efisien dan ekonomis serta
memenuhi kriteria teknik profesional dan
melindungi secara efektif peralatanperalatan,
mesin,
material
yang
berkaitan dengan pekerjaan dalam
kontrak;

35.9

Melaksanakan
jasa
konsultansi
sesuai dengan hukum yang berlaku di
Indonesia. PPK secara tertulis akan
memberitahukan
kepada
penyedia
mengenai
kebiasaan-kebiasaan
setempat;

35.10

Penyedia
tidak
akan
menerima
keuntungan untuk mereka sendiri dari
komisi usaha (trade commision), rabat
(discount)
atau
pembayaranpembayaran lain yang berhubungan
dengan kegiatan pelaksanaan jasa
konsultansi;

35.11 Penyedia
setuju
bahwa
selama
pelaksanaan
kontrak,
penyedia
dinyatakan tidak berwenang untuk
melaksanakan jasa konsultansi maupun
mengadakan barang yang tidak sesuai
dengan kontrak;
35.12

Penyedia
dilarang
baik
secara
langsung
atau
tidak
langsung
melakukan
kegiatan
yang
akan
menimbulkan
pertentangan
kepentingan (conflict of
interest)
dengan kegiatan yang merupakan
tugas penyedia;

35.13 Tanggungjawab
penyedia
adalah
ketentuan mengenai
hal-hal
pertanggung-jawaban penyedia sesuai
dengan
hukum
yang
berlaku
di
Indonesia;
35.14 Pemeriksaan
keuangan
adalah
ketentuan
mengenai
kewajiban
penyedia untuk merinci setiap biayabiaya
yang
berhubungan
dengan
pelaksanaan
perjanjian,
sehingga
dapat dilakukan pemeriksaan keuangan.
Selain itu, dengan sepengetahuan
penyedia atau kuasanya, PPK dapat
memeriksa
dan
menggandakan
dokumen pengeluaran yang telah
diaudit sampai
1 (satu) tahun setelah berakhirnya
kontrak;
35.15 Ketentuan mengenai tindakan
perlu
mendapat
persetujuan
meliputi:
a. memobilisasi personil yang

yang
PPK

terdapat dalam daftar;


b. membuat subkontrak dengan
pengaturan: (i)
cara seleksi, waktu, dan kualifikasi
dari subkonsultan harus mendapat
persetujuan
tertulis
sebelum
pelaksanaan,
(ii)
Penyedia
bertanggung-jawab penuh terhadap
pelaksanaan
pekerjaan
yang
dilakukan oleh subkonsultan dan
personilnya.
35.16

Ketentuan
mengenai
dokumendokumen yang disiapkan oleh penyedia
dan menjadi hak milik

PPK:
mengatur
bahwa
semua
rancangan, gambar-gambar, spesifikasi,
disain, laporan dan dokumen-dokumen
lain serta software yang disiapkan oleh
penyedia jasa menjadi hak milik PPK.
Penyedia, segera setelah pekerjaan
selesai atau berakhirnya kontrak harus
menyerahkan seluruh dokumen dan
data pendukung lainnya kepada PPK.
Penyedia dapat menyimpan salinan dari
dokumen-dokumen tersebut.
35.17 Kewenangan anggota penyedia adalah
ketentuan yang mengatur mengenai
apabila penyedia adalah sebuah joint
venture yang beranggotakan lebih dari
satu penyedia, anggota joint venture
tersebut memberi kuasa kepada salah
satu anggota joint venture untuk
bertindak dan mewakili hak-hak
dan
kewajiban
anggota penyedia lainnya
terhadap PPK.
36 Asuransi

Pihak penyedia mengasuransikan:


36.1 semua barang dan peralatan yang
mempunyai
resiko
tinggi
terjadi
kecelakaan,
pelaksanaan pekerjaan, serta pekerjapekerja untuk pelaksanaan pekerjaan
kontrak
atas
segala
resiko
yaitu
kecelakaan,
kerusakankerusakan,
kehilangan, serta resiko lain yang
tidak dapat diduga;
36.2 pihak
ketiga
sebagai
kecelakaan di tempat kerjanya;

37 Usaha Mikro,
Usaha Kecil,
dan Koperasi
Kecil

36.3 hal-hal
lain
yang
berkaitan dengan asuransi.

akibat

ditentukan

37.1 Apabila
penyedia
yang
ditunjuk
adalah Penyedia Usaha Mikro, Usaha
Kecil dan Koperasi Kecil, maka pekerjaan
harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia
yang ditunjuk dan dilarang diserahkan
atau disubkontrakkan kepada pihak lain;
37.2 Apabila penyedia yang terpilih adalah
penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha
Kecil dan Koperasi Kecil, maka:
a. wajib
bekerja
sama
dengan
penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil
dan Koperasi Kecil, antara lain dengan
mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaannya;

b.

dalam
melaksanak
an
kewajiban
di
atas,
penyedia

terpilih
tetap
bertanggung-jawab
penuh atas keseluruhan pekerjaan
tersebut;
c. bentuk
kerjasama
tersebut
hanya
untuk sebagian
pekerjaan
yang bukan pekerjaan

utama;
dan
d. membuat
laporan
periodik
mengenai
pelaksanaan ketetapan di atas.
37.3 Apabila ketentuan tersebut di atas
dilanggar, maka penyedia dikenakan
sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan
Presiden No. 54 tahun 2010 yang
terakhir
diubah
dengan
Peraturan Presiden
No.
70
Tahun2012 beserta petunjuk teknisnya
D. KEWAJARAN DAN ITIKAD BAIK
38 Itikad Baik

38.1 Para pihak bertindak berdasarkan


asas saling percaya yang disesuaikan
dengan hak-hak yang terdapat dalam
kontrak.
38.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan
perjanjian
dengan
jujur
tanpa
menonjolkan kepentingan masing-masing
pihak. Jika selama kontrak, salah satu
pihak
merasa
dirugikan,
maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk
mengatasi keadaan tersebut.
38.3 Masing-masing
Pihak
dalam
Kontrak berkewajiban untuk bertindak
dengan itikad baik sehubungan dengan
hak-hak Pihak lain, dan mengambil
semua langkah yang diperlukan untuk
memastikan terpenuhinya tujuan Kontrak
ini.

39
Pelaksanaan
Kontra
k

Jika dalam pelaksanaan Kontrak ditemukan


kesulitan yang menghambat pemenuhan
tujuan Kontrak maka masing-masing Pihak
berkewajiban
untuk
tetap berupaya
bertindak wajar di antara mereka tanpa
merugikan kepentingan satu sama lain. Jika
Pihak yang satu menganggap pelaksanaan
Kontrak tidak wajar dan adil maka kedua
belah Pihak harus megupayakan tindakan
yang
terbaik
untuk
mengatasi
situasi
tersebut.

E. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
40 Perdamaian

40.1 Para Pihak berkewajiban untuk


berupaya
sungguh-sungguh
menyelesaikan secara damai semua

perselisihan yang timbul dari atau


berhubungan dengan Kontrak ini atau
interpretasinya selama atau setelah
pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultansi
ini;
40.2 Penyelesaian
secara
damai
dapat
dilakukan melalui musyawarah
untuk
mufakat secara langsung antara Para
Pihak atau melalui perantaraan pihak
ketiga yang disepakati oleh

Para Pihak dalam bentuk antara lain


mediasi atau konsiliasi
41

Lemba
ga
Pemut
us
Sengke
ta

Dalam
hal
penyelesaian
perselisihan
melalui perdamaian tidak tercapai, maka
penyelesaian perselisihan tersebut dapat
dilakukan melalui:
a.
arbitrase,
b.
alternatif
penyelesaian
sengketa, atau
c. pengadilan sesuai dengan ketentuan
peraturan
perundang-undangan.

BAB
IX
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
(SSKK)
A.

Korespondensi
Alamat Para Pihak
sebagai berikut:
Satuan Kerja
PPK:
Nama:
PPK Operasi dan
Pemeliharaan SDA I
Alamat:
Jl. Solo Km.6
Yogyakarta
Website:
www.pu.go.id.
Telepon:
(0274)
489172
Faksimili:
(0274)
489552
e-mail:
ppkwajibbalai@gmail.com
Penyedi
a:
Nama:
Alamat:
Website:
Telepon:
Faksimili:
e-mail:

B. Wakil Sah
Para
Piha
k

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:


Untuk PPK

Untuk Penyedia :
C. Tanggal
Berlaku
Kontrak

Kontrak mulai berlaku terhitung sejak:

D.

Waktu
Penyelesai
an
Pekerjaan

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Jasa


Konsultansi ini adalah selama: _
hari kalender

E.
Tindakan
penyedia
yang
mensyaratka
n

Tindakan lain oleh penyedia yang


memerlukan
persetujuan
persetujuan PPK
PPK adalah:
jelas]

[sebutkan secara
F. Pelaporan

Penyedia berkewajiban untuk


menyampaikan laporan- laporan berikut
secara periodik selama Masa Kontrak:
[uraikan secara
rinci jenis laporan dan waktu penyerahan
laporan dihitung sejak ditandatanganinya
kontrak]

G. Serah
Terima
Laporan
Akhir

Ketentuan serah terima Laporan Akhir


berlaku untuk penyerahan setiap hasil kerja
Jasa Konsultansi: (YA/TIDAK)

H.

Penyedia
diperbolehkan
menggunakan
salinan dokumen dan piranti lunak yang
dihasilkan dari pekerjaan Jasa Konsultansi
ini dengan pembatasan

Pembatas
an
Pengguna
an
Dokumen

sebagai berikut:
I.
Tanggung
Jawab
Profe
si

[untuk konsultan perencana konstruksi]


Umur konstruksi bangunan
direncanakan:
(
) tahun

J.

PPK akan memberikan peralatan / material /


personil
/fasilitas berupa :

Peralata
n,
Material
,
Personil dan
apabila ada]
Fasilitas

[sebutkan dan uraikan,

K. Sumber Dana
dibiayai dari

Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini

L.
Pembayaran
Uang
Muka

1. Untuk pekerjaan Jasa Konsultansi ini dapat


diberikan uang muka (YA/TIDAK).

M.

1. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan


dengan
cara:
[bulanan/termin/sekaligus].

Pembayar
an
Prestasi
Pekerjaan

2.

[jika YA]
Uang muka diberikan sebesar
% (
persen) dari nilai Kontrak [untuk kontrak
tahun jamak diubah : Kontrak tahun
pertama atau total nilai Kontrak]

2. Pembayaran berdasarkan cara tersebut di


atas dilakukan
dengan
ketentuan
sebagai berikut:
[uraikan
bila
pembayaran dilakukan secara bulanan
atau termin] Misal : pembayaran secara
termin, laporan pendahuluan
20%, laporan antara 40%, dan laporan
akhir 40%
3. Perhitungan tagihan untuk biaya langsung
personil
diperhitungkan
berdasarkan
jumlah Orang Bulan nyata yang
telah
dilaksanakan.
Tagihan
biaya langsung
non personil diperhitungkan berdasarkan
semua pengeluaran nyata yang telah
dilaksanakan.
4.

Mata
uang
pembayaran
:
[untuk pengadaan yang sumber dananya
PHLN]

N. Batas akhir
waktu
penerbitan
SPP

Batas akhir waktu yang disepakati untuk


penerbitan SPP oleh PPK untuk pembayaran
tagihan angsuran adalah
(
)
hari kalender terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang yang tidak
diperselisihkan diterima oleh PPK.

O.

1.

Dokumen
yang
disyaratkan
untuk
mengajukan
tagihan
pembayaran

Dokumen
utama
yang
disyaratkan
untuk mengajukan tagihan pembayaran
prestasi pekerjaan :
a. Berita Acara Prestasi Pekerjaan;
b. Berita Acara Serah Terima Produk dan
Produk
Laporannya;

c.

[sebutkan dan uraikan yang


dibutuhkan sesuai kontrak lumpsum]

2. Dokumen
penunjang
yang
disyaratkan
untuk mengajukan tagihan
pembayaran prestasi pekerjaan:
a. Absensi pembahasan;
b. Notulensi Pembahasan Rapat;
c. Dokumentasi/Foto Kegiatan;
d. Dokumen lain yang disyaratkan dalam
KAK;
e.
[sebutkan dan uraikan yang
dibutuhkan
sesuai kontrak
lumpsum]
3. Dokumen yang disyaratkan tersebut di
atas tidak perlu dilampirkan rincian buktibukti pengeluaran biaya.
P. Pembayaran
Denda
Q. Pembayaran
Ganti Rugi
R. Kompensasi
S.
Penyelesaian
Perselisih
an

[Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga


Pemutus
Sengket
a]
Jika perselisihan Para Pihak mengenai
pelaksanaan
Kontrak tidak dapat diselesaikan secara
damai
maka Para Pihak menetapkan
lembaga penyelesaian perselisihan tersebut
di
bawah
sebagai
Pemutus Sengketa
adalah Badan Arbitrase Nasional Indonesia
(BANI)]
Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini,
akan diselesaikan dan diputus oleh Badan
Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut
peraturan-peraturan
administrasi
dan
peraturan-peraturan
prosedur arbitrase
BANI, yang keputusannya mengikat kedua
belah pihak yang bersengketa sebagai
keputusan tingkat pertama dan terakhir. Para
Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3
(tiga) orang. Masing-masing Pihak
harus
menunjuk seorang arbitrator dan kedua
arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan
memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak
sebagai pimpinan arbitrator.

LAMPIRAN : PERSONIL INTI, SUBPENYEDIA DAN PERALATAN


1 PERSONAL INTI PENYEDIA JASA
KONSULTANSI
[cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab kerja, minimum
kualifikasi, dan
jumlah orang bulan. Cantumkan juga waktu kerja (termasuk
jam kerja) dan cuti]
2 PERALATAN
KHUSUS
[cantumkan jenis peralatan khusus yang disyaratkan
untuk pelaksanaan pekerjaan]
3
SUBPENYEDIA
[cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian
personilnya seperti
uraian personil penyedia di atas]

21
4

BAB X. BENTUK DOKUMEN LAINNYA


KK EE MM EE NN TT EE RR II AA NN

K E RR

P E JJ AA AA UU MM UU
NN
MM

D I R E K T O
J
A I
D I R E K T O JENDERAL SUMBER DAYA A I
R A T
R
R A T
R
BB A
L
A
I
B
E
S
A
R
W
ILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SJ lA. TS oUl oAKNm . 6KYEoRg yJaAk a r tOa P5 5E2 R8 1ATSe lIp . D( 0A2 N7 4 ) P4 E8 9M1 7E2
;LFI aHxA. (R0 2A7 A4 ) N4 8 9S5D5 2A; h St t pE: / R/ wAw wY. bUb w Os s Po . nAeKt /
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

LAMPIRAN 1 : SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ)


Nomor
Lampiran

:
:

,
20

Kepada Yth.
di

Perihal
pekerjaan

Penunjukan Penyedia Barang/Jasa untuk pelaksanaan

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor


tanggal
perihal
dengan nilai penawaran
setelah dilakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya oleh Pokja
ULP
sebesar
Rp
) termasuk PPN, telah ditetapkan sebagai
(
pemenang
oleh
Selanjutnya kami menunjuk Saudara untuk melaksanakan pekerjaan
, dan meminta Saudara untuk menandatangani Surat Perjanjian paling lambat
14 (empat belas)
hari kerja setelah dikeluarkannya SPPBJ ini sesuai dengan ketentuan dalam
Dokumen Pemilihan.
Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan
evaluasi terhadap penawaran Saudara akan dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA
Serayu Opak Pejabat Pembuat Komitmen Operasi
dan Pemeliharaan SDA I [tanda tangan]

[nama
lengkap]
[jabatan]
NIP.

LAMPIRAN 2 : SURAT PERINTAH MULAI


KERJA
KK EE MM EE NN TT EE RR II AA NN

JJ

AA AA NN

PEKER

UU MM UU
MM

D I R E K T O
J
A I
D I R E K T O JENDERAL SUMBER DAYA A I
R A T
R
R A T
R
BB A
LAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK
A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I S E R A Y U O P A K
SJ lA. TS oUl oAKNm . 6KYEoRg yJaAk a r tOa P5 5E2 R8 1ATSe lIp . D( 0A2 N7 4 ) P4 E8 9M1 7E2
;LFI aHxA. (R0 2A7 A4 ) N4 8 9S5D5 2A; h St t pE: / R/ wAw wY. bUb w Os s Po . nAeKt /
Alamat : Jl. Solo Km. 6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172, Fax. (0274) 489552 http : //bbwsso.net/

SURAT PERINTAH MULAI KERJA


(SPMK) Nomor:
Paket Pekerjaan

Yang bertanda tangan di bawah ini:

[nama Pejabat Pembuat Komitmen]


[jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
[alamat kegiatan/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perjanjian
, bersama ini memerintahkan:

nomor

tanggal

[nama penyedia]
[alamat penyedia]
yang dalam hal ini diwakili oleh:
selanjutnya disebut sebagai Penyedia Jasa Konsultansi;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Macam pekerjaan:
2. Tanggal mulai kerja:

;
;

3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan


Kontrak;
4. Waktu penyelesaian:
(
) hari kalender/bulan/tahun
selama
[pilih salah
satu] dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal
5. Hasil Pekerjaan:
6. Sanksi: Terhadap keterlambatan penyerahan hasil kerja dan laporan akhir,
Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi dan pembayaran kepada penyedia
dapat dihentikan sesuai dengan ketentuan dalam Syarat-Syarat Umum
Kontrak.

20

Untuk dan atas nama


Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda
tangan]
[nama
lengkap]
[jabatan]
NIP:
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas
nama

[nama penyedia]

[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan
usaha] [jabatan]

LAMPIRAN 4 : JAMINAN UANG


MUKA

CONTOH

[Kop Bank Penerbit


Jaminan]

No.

GARANSI
BANK
sebag
ai
JAMINAN UANG
MUKA

Yang bertanda tangan dibawah ini


dalam jabatan selaku
dalam hal ini
bertindak untuk dan atas
nama

[nama
di

bank]

berkedudukan

[alamat]

untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN


dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
:
[Pejabat Pembuat Komitmen]
Alamat
:
selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp
(terbilang
) sebagai
Jaminan Uang Muka untuk pekerjaan
garansi bank, apabila
:
Nama
:
Alamat
:

dalam bentuk

[penyedia Jasa Konsultansi]

selanjutnya disebut : YANG


DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya
Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada PENERIMA
JAMINAN berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali
Uang Muka yang sudah diterima Yang Dijamin kepada Penerima Jaminan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan


sebagai berikut:

1. Berlaku selama

) hari kalender, dari tanggal

s/d
pekerjaan
2. Tuntutan pencairan

untuk

atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan


melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan, paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagai Jaminan Bank sebagaimana tercantum dalam butir
1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin
dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai
pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.

4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-

benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk
melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan

kepada pihak lain.


6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Jaminan Uang Muka ini,

masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di


Kantor Pengadilan Negeri
.
Dikeluarkan di :
Pada tanggal

[Bank
]
Materai Rp 6.000,-

Untuk
keyakinan,
Penerima
Jaminan
disarankan
untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini
ke
Bank

[bank]

[Nama dan Jabatan]

[Kop Asuransi/Perusahaan Penjaminan Penerbit


Jaminan]

SURAT JAMINAN UANG


MUKA
Nomor Jaminan :
1.

CONTOH

Nilai : Rp

Dengan ini dinyatakan, bahwa kami:

[nama dan alamat


penyedia]
[nama
sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan
dan
alamat perusahaan penjaminan] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut
sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
[nama dan alamat
PPK] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas
uang sejumlah Rp
(terbilang
).

2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut
di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan
yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar Surat
Penunjukan
Pemenang
Barang/Jasa
(SPPBJ)
dari
PENERIMA
JAMINAN No
_tanggal
.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama
mulai dari tanggal
sampai dengan tanggal
4.

) hari kalender dan efektif


.

Jaminan ini berlaku apabila :


TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali
kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut
Dokumen Kontrak.

5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan


tersebut diatas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima
tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan
PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta
benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah


diajukan selambat- lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
TERJAMIN

PENJAMI
N
Materai Rp
6.000,-

[Nama &
Jabatan]

Untuk
keyakinan,
Penerima
Jaminan
disarankan
untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke

jaminan]

[penerbit

[Nama & Jabatan]

Anda mungkin juga menyukai