Anda di halaman 1dari 7

PENANGANAN MENOPAUSE PADA WANITA

Bila mendengar kata menopause maka yang


terbayang dibenak kita adalah para wanita
yang sudah tidak mengalami haid lagi akibat
pengaruh usia. Dan karena sudah tua maka
kemudian terasa wajar saat wanita-wanita
tersebut banyak mengeluh tentang masalah
kesehatannya, seperti menjadi pikun.ah
wajar saja karena sudah tua; tulang keropos.
memang seperti itu penyakit orang tua;
mudah diare & sulit menahan kencing. kalo
sudah tua biasanya memang akan seperti bayi
lagi. Yang kurang disadari adalah bahwa hal
ini sebenarnya diakibatkan oleh satu hal, yaitu
berkurangnya kadar hormon estrogen dalam
tubuh wanita satelah mengalami menopause.
Seperti yang dibicarakan dalam acara
peringatan hari menopause dunia yang jatuh
pada tanggal 18 Oktober nanti di Hotel Sahid
Jaya, Kamis 14 Oktober 2009 kemarin dengan
tema Hidup Nyaman pada Masa Menopause.
Saat ini diperkirakan terdapat > 5 juta wanita Indonesia yang telah memasuki masa menopause
per tahunnya (data dari BPS, 2008) dimana sekitar 68 % nya mengalami gejala klimakterik
(keluhan masa menopause) namun hanya 62 % dari mereka yang menghiraukan gejala tersebut.
Menopause sendiri didefinisikan sebagai suatu masa setelah 12 bulan tanpa mengalami haid
(amenorea). Menopause biasanya terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Pada masa ini tubuh
mengalami beberapa perubahan biologis yang menyebabkan penurunan tajam pada fungsi
ovarium (indung telur) di antaranya adalah menurunnya produksi hormon seks secara signifikan
terutama estrogen. Menurunnya kadar estrogen dalam tubuh sangat mempengaruhi kualitas
hidup wanita, walaupun gejalanya dapat bervariasi pada setiap wanita.

Perubahan hormonal pada tubuh ini berakibat munculnya gejala-gejala seperti nyeri
sendi & sakit pada punggung, pengeringan pada vagina (sehingga sakit saat
melakukan hubungan seksual), sulit menahan kencing, gangguan mood & emosi tinggi
sehingga menimbulkan stres, selain itu penurunan kadar estrogen juga mengakibatkan
kecenderungan peningkatan tekanan darah, pertambahan berat badan & peningkatan
kadar kolesterol. Pada jangka panjang keluhan akibat menurunnya kadar estrogen ini
dapat menyebabkan osteoporosis, penyakit jantung koroner, dementia tipe Alzheimer,

stroke, kanker usus besar, gigi rontok & katarak.


Bagi kebanyakan wanita keluhan-keluhan tersebut terutama yang bersinggungan
dengan kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas hidup
& rasa percaya diri. Untuk itu perlu penanganan menopause yang tepat dalam
menghadapinya. Saat ini pengobatan yang paling efektif untuk mengobati gejala
menopause & sekaligus sebagai pencegahan terhadap osteoporosis adalah dengan
terapi berbasis hormon estrogen yang bertujuan untuk menggantikan penurunan
estrogen yang terjadi saat menopause. Dan untuk wanita menopause yang masih
memiliki uterus (rahim) maka terapi tersebut dikombinasikan dengan progestogen.
Selain hal tersebut penting diingat bahwa gaya hidup kita semasa muda sangat
mempengaruhi gejala menopause yang akan dirasakan kelak. Berikut beberapa tips
supaya tetap sehat saat memasuki masa menopause nanti, yaitu :
1. tidak merokok (bila merokok cobalah untuk berhenti),
2. tidak minum alkohol,
3. sering berolah raga secara teratur,
makan makanan yang sehat (terutama yang bersumber dari kacang kedelai sebagai
4.
sumber fitoestrogen)
5. cukup terkena cahaya matahari.
Akhirnya dapat dikatakan bahwa menopause merupakan hal yang alami yang akan
terjadi pada setiap wanita. Kedatangannya tidaklah menakutkan asalkan kita bisa
mensikapinya dengan bijaksana & apabila terjadi keluhan-keluhan, kunjungilah dokter
untuk mendapatkan terapinya.

http://pharos.co.id/news-a-media/beritaterakhir/312-menopause.html

KONSEP MENOPAUSE
Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP MENOPAUSE

PENGERTIAN MENOPAUSE

Menopause
2007:301).

adalah

berhentinya

mens

secara

permanen

(Varney.

H,

Menopause adalah masa transisi atau peralihan, dari tahun sebelum


menstruasi terakhir sampai setahun sesudahnya (Lestary. D, 2010: 14)

Menstruasi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan


perdarahan menstruasi terakhir dalam kehidupan wanita (Andrews. G,
2010:465).

KARAKTERISTIK USIA MENOPAUSE

Menopause (menstruasi terakhir) menandai akhir masa reproduksi seorang


wanita dan biasanya terjadi pada wanita berusia antara 45 dan 55 tahun
dengan usia rata-rata 51 tahun (Andrews. G, 2010: 532).

Biasanya terjadi pada usia 50 tahun (Utama. H, 2006: 2)

.
MACAM-MACAM MENOPAUSE

a. Menopause premature (Dini)

Menopause yang terjadi sebelum 40 tahun (Prawirohardjo. S, 2005: 241).


Menurut Dr. Purwantyastuti, bila seseorang mengalami henti haid di usia 30an atau awal 40-an, maka orang tersebut dapat dikatakan mengalami
menopause dini.

b. Menopause Normal

Menopause yang alami dan umumnya terjadi pada usia diakhir 40 tahun atau
diawal 50 tahun (Andrews. G, 2010:466).

c. Menopause Terlambat

Menopause yang terjadi apabila seorang wanita masih mendapat haid di atas
52 tahun (Prawirohardjo. S, 2005: 241).

TANDA DAN GEJALA MENOPAUSE

Tanda dan gejala Menopause (Varney. H, 2007: 306) adalah:

a. Perubahan Pola Perdarahan

Pola yang paling umum adalah penurunan bertahap jumlah dan durasi aliran
menstruasi, menyebabkan terjadinya bercak darah dan kemudian berhenti.
Beberapa wanita akan mengalami menstruasi yang lebih sering atau lebih
berat, hal ini biasanya refleksi dan produksi estrogen folikuler yang terusmenerus dengan atau tanpa ovulasi

b. Hot flash

Periode berulang dan sementara terjadinya kemerahan, berkeringat, dan


perasaan panas, sering kali disertai palpitasi dan perasaan ansietas, dan
kadang-kadang diikuti dengan demam.

c. Gangguan tidur

Masalah tidur yang berkaitan dengan menopause mungkin berkaitan dengan


hot flash atau gangguan napas saat tidur. Wanita menopause dengan keluhan
hot flash berat beresiko gangguan tidur, sementara wanita gemuk,
mendengkur keras atau tidur berlebihan beresiko terhadap gangguan napas
saat tidur.

d. Perubahan Atropik

Efek jangka panjang penurunan kadar estrogen termasuk penipisan epitelium


vagina dan serviks, lapisan kapiler menjadi lebih tampak sebagai kemerahan
yang terputus-putus. Ukuran serviks biasanya mengecil dengan menurunnya
produksi mukus yang dapat menyebabkan disparenia. Traktus urinarius juga
menunjukkan perubahan setelah menopause. Gejalanya dapat meliputi
kering atau gatal pada vulva dan vagina atau dispareunia.

e. Perubahan Psikofisiologis

Trias gejala psikologis yang sering kali disebut dalam hubungannya dengan
menopause adalah depresi alam perasaan, insomnia, dan penurunan minat
seksual. Terdapat perbedaan antara insomnia sejati dengan perubahan tidur
yang dikaitkan dengan keringat malam berlebihan. Hilangnya libido dapat
dipengaruhi sejumlah faktor termasuk peningkatan depresi atau ansietas.

f. Perubahan Berat Badan

Menopause seringkali dianggap sebagai penyebab peningkatan berat badan


pada wanita usia paruh baya. Rekomendasi untuk meningkatkan olahraga

dan diet sehat yang meliputi pengawasan asupan kalori dan lemak harus
dibuat untuk wanita seiring pertambahan usia mereka.
g. Perubahan Kulit

Sebagian besar perubahan kulit yang diperhatikan wanita pada masa


menopause adalah kerusakan karena sinar matahari. Perubahan lain meliputi
kulit kering, banyak berkeringat, pengerutan, perubahan fungsi pelindung,
penipisan, dan penurunan penyembuhan luka.

h. Seksualitas

Selama bertahun-tahun telah menjadi anggapan bahwa semakin tua usia


wanita, maka minat seks dan responsif wanita akan menurun. Mayoritas
wanita yang mengalami menopause alami tidak melaporkan penurunan
dalam hasrat seksual, kesenangan erotik, atau orgasme dan penurunan
potensi seksual lebih sedikit pada wanita dibanding pria selama proses
penuaan.

i. Perubahan Fungsi Tiroid

Disfungsi tiroid menjadi lebih umum terjadi seiring pertambahan usia wanita.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENOPAUSE

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi menopause (Baziad. A, 2003)


yaitu:

a. Usia pertama haid

Beberapa ahli yang melakukan penelitian menemukan adanya hubungan


antara usia pertama kali mendapat haid dengan usia seorang wanita
memasuki menopause. Semakin muda seseorang mengalami haid pertama
kalinya, semakin tua atau lama ia memasuki masa menopause.

b. Diabetes Melitus

Penyakit autoimun seperti Diabetes Melitus menyebabkan terjadinya


menopause dini. Pada penyakit autoimun, antibodi yang terbentuk akan
menyerang FSH.

c. Perokok berat

Pada wanita perokok diperoleh usia menopause lebih awal, sekitar 1,5 tahun
(Varney. H, 2006: 302).

d. Minum alkohol

Wanita yang nulipara dan wanita yang banyak mengonsumsi daging, atau
minum alkohol akan mengalami menopause yang lebih lambat .

e. Status gizi

Faktor yang juga mempengaruhi menopause lebih awal bisa dikarenakan


konsumsi yang sembarangan. Jika ingin mencegah menopause lebih awal
dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti berhenti
merokok, serta mengonsumsi makanan yang baik misalnya sejak masih
muda rajin mengonsumsi makanan sehat seperti kedelai, kacang merah,
bengkoang, atau pepaya (Baziad. A, 2010).

f. Sosial ekonomi

Menopause dipengaruhi oleh status ekonomi, disamping pendidikan dan


pekerjaan suami. Begitu juga hubungan antara tinggi badan dan berat badan
wanita yang bersangkutan termasuk dalam pengaruh sosial ekonomi.

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/04/konsep-menopause.html

Jenis-jenis penyakit dimasa menopause (khusus


wanita)
Menopause adalah saat kritis dalam kehidupan wanita yang mendekati usia paruh baya yang
memerlukan penanganan tepat dan sesuai. Para dokter menganjurkan wanita menopause untuk
mengubah gaya hidup mereka, seperti mengontrol berat badan, meningkatkan aktivitas fisik,
serta menghindari stres. Tidak mudah menjadi tua, terutama bagi perempuan. Setelah
menopause, ancaman berbagai penyakit muncul. Masalah-masalah kesehatan itu terutama
berhubungan dengan penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Apa saja efek jangka panjang bagi
kesehatan akibat menopause?
Salah satu cara untuk mengatasi gejala-gejala menopause yang cukup efektif adalah terapi
hormon estrogen yang bertujuan untuk menggantikan penurunan estrogen yang terjadi pada saat
menopause. Meski demikian, tidak semua wanita bisa melakukan terapi sulih hormon ini,
terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker payudara, atau merokok.
Untuk itu harusnya sebagai wanita indonesia, wanita karir dan wanita biasa kita harus lebih
mengenal jenis-jenis penyakit di masa menopause, berikut adalah macam-macam jenis
penyakit tersebut :

- Osteoporosis
Salah satu akibat jangka panjang menopause adalah hilangnya kepadatan tulang yang
berkelanjutan dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kepatahan atau keretakan pergelangan
pinggul dan punggung.
Pria dan wanita akan mencapai puncak kepadatan tulang di usia 20-an tahun. Hilangnya
kepadatan tulang yang berhubungan dengan umur dimulai sekitar usia 30-an. Oleh sebab itu,
penting untuk melakukan tindakan sedini mungkin untuk menghindari terjadinya osteoporosis.
- Hipertensi
Wanita di usia menopause juga berisiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) yang bisa
menyebabkan stroke dan serangan jantung apabila tidak diobati. Tekanan darah yang meningkat
adalah salah satu faktor risiko yang paling penting terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.
- Penyakit kardiovaskular
Semua perempuan, terutama setelah menopause, perlu mewaspadai dan mengenali gejala-gejala
serangan jantung karena hormon estrogen berkurang. Hormon ini bersifat melindungi dan
membuat pembuluh darah koroner lebih lebar dan mengurangi risiko penyakit jantung. Namun,
saat hormon estrogen menurun, risiko terkena penyakit jantung meningkat dua hingga tiga kali
lipat.
http://www.beranda-jiwa.info/jenis-jenis-penyakit-di-masa-menopause-khususwanita/