Anda di halaman 1dari 15

Tujuan

Mengetahui zat aktif yang terkandung dalam cairan


pemutih.
Mengetahui analisa volumetri redoks dengan metode
iodometri.
Menentukan kadar natrium hipoklorit (NaClO) dalam
cairan pemutih dengan metode iodometri.

Prinsip
Metode yang digunakan adalah metode iodometri.
Penentuan kadar hipoklorit secara iodometri ini
didasarkan oleh sifat pengoksidasi kuat dari OCl-.
Reaksi yang terjadi pada standarisasi larutan natrium
thiosulfat yaitu:
IO3- (aq) + 8I- (aq) + 6H+ (aq)
I3- (aq) + 2 S2O32- (aq)

3 I3-(aq) + 3 H2O
3 I- (aq) + S4O62- (aq)

Reaksi keseluruhan yang terjadi adalah sebagai


berikut :
IO3- + 6 H+ + 6 S2O32-

I- + 3 S4O62- + 3 H2O

Prinsip
Dalam penentuan kadar hipoklorit ini, iodida digunakan
untuk mereduksi hipoklorit dalam pemutih.
Reaksi dalam larutan asam klorida menghasilkan klorin
dan triiodida. Reaksi yang terjadi yaitu:
ClO- + 3 I- + 2 H+
I3- (aq) + 2 S2O32- (aq)

I3- + Cl- + H2O


3 I- (aq) + S4O62- (aq)

Reaksi keseluruhan yang terjadi adalah sebagai berikut:


IO3- + 6 H+ + 6 S2O32-

I- + 3 S4O62- + 3 H2O

Reaksi
Standarisasi larutan natrium thiosulfat terhadap larutan standar KIO 3
IO3- (aq) + 8 I- (aq) + 6 H+ (aq)
I3- (aq) + 2 S2O32- (aq)

3 I3-(aq) + 3 H2O
3 I- (aq) + S4O62- (aq)

Reaksi keseluruhan: IO3- + 6 H+ + 6 S2O32-

I- + 3 S4O62- + 3 H2O

Titrasi natrium hipoklorit (klorin bebas) dalam larutan pemutih


ClO- + 3 I- + 2 H+
2 S2O32- +

I3-

I 3-

+ Cl- + H2O

3 I- + S4O62-

Reaksi keseluruhan: OCl- + 2H+ + 2 S2O32-

S4O62- + Cl- + H2O

Dasar Teori
Analisa volumetrik merupakan metode analisa kuantitatif,
dapat disebut juga analisa titrasi.
Titrasi redoks adalah metode penentuan kuantitatif yang
reaksi utamanya adalah reaksi redoks, reaksi ini hanya dapat
berlangsung kalau terjadi interaksi dari senyawa yang bersifat
oksidator dengan senyawa bersifat reduktor.
Senyawa yang paling aktif dalam bleach adalah NaClO yaitu
natrium hipoklorit.
Ion OCl- berperan dalam proses oksidasi dalam pemutihan
pakaian, dapat membunuh kuman (desinfektan) dan juga
menghilangkan noda atau zat pewarna.

Dasar Teori
Senyawa yang terdapat dalam bleach (bayclin) antara
lain yaitu:
Air
NaClO
Sodium hipoklorit.

Alat dan Bahan


Larutan standar KIO3 0,033 M
Larutan Na2S2O3 0,2 M
Larutan bleach
Larutan H2SO4 10%
Suspensi amilum 1%
Labu ukur
Gelas ukur
Labu Erlenmeyer
Pipet volum
Buret

Bagan Kerja
Larutan KIO3 standar (0,033 M) dan larutan Na2S2O3 (0,2
M) disiapkan
25 mL larutan KIO3 dimasukkan ke dalam labu
erlenmeyer kemudian
ditambahkan 10 mL 10% H2SO4 dan 2 g KI. Lakukan
titrasi dengan
larutan thiosulfat (yang ada di dalam buret) dan
tambahkan amilum

25 ml larutan bleach encer dimasukkan ke erlenmeyer,


ditambahkan 50 ml lar.KI
Buret diisi dengan larutan standar Na2S2O3 0,02 M,
dititrasi hingga warna coklat memudar menjadi kuning
Ditambahkan indikator amilum hingga warnanya berubah
menjadi biru
Na2S2O3 terus ditambahkan hingga warna biru hilang

Perhitungan
Menyiapkan larutan standar kalium iodat (KIO 3)
Massa KIO3 = 0,715 g
C (KIO3) = n / V = m / Mr / V = 0,715 / 214,0 / 0.100 = 0,0334 M

Menyiapkan larutan Na2S2O3 sekitar 0,2 M


Massa natrium thiosulfat = 12.62 g
C = n / V = m / Mr / V = 12,62 / 248,21 / 0.250 = 0,2033 M
Catatan: ini hanya nilai perkiraan karena natrium thiosulfat bukan merupakan larutan
standar primer (natrium thiosulfat harus distandarisasi dengan kalium iodat).

Standarisasi larutan natrium thiosulfat terhadap larutan


standar KIO3
Reaksi yang terjadi yaitu:
IO3- (aq) + 8 I- (aq) + 6 H+ (aq)
I3- (aq) + 2 S2O32- (aq)

3 I3-(aq) + 3 H2O

3 I- (aq) + S4O62- (aq)

Reaksi keseluruhan yang terjadi adalah sebagai berikut:


IO3- + 6 H+ + 6 S2O32-

I- + 3 S4O62- + 3 H2O

n (iodat) = n (thiosulfat) / 6
C (iodat) x V (iodat) = C (thiosulfat) x V (thiosulfat) / 6
C

(iodat)

= 0,0334 M

(iodat)

= 25,0 mL

(thiosulfat)

(iodat)

= 20,15 mL

x V (iodat) = C

(thiosulfat)

0,0334 M x 25,0 ml = C
C

(thiosulfat)

xV

(thiosulfat)

(thiosulfat)

/6

x 20.15 ml / 6

= 0,0334 M x 25,0 ml / 26,15 ml x 6 = 0,192 M

Titrasi natrium hipoklorit (klorin bebas) dalam larutan


pemutih
ClO- + 3 I- + 2 H+
2 S2O32- + I3-

I3- + Cl- + H2O


3 I- + S4O62-

Reaksi keseluruhan yang terjadi yaitu:


OCl- + 2H+ + 2 S2O32C

(hipoklorit)

xV

(hipoklorit)

=C

S4O62- + Cl(thiosulfat)

xV

(thiosulfat)

/2

+ H2O

Volume

hipoklorit = 25,00 mL
Titer larutan thiosulfat = 10,25 mL
C

(hipoklorit)

xV

(hipoklorit)

x 25.00 mL = 0.192M x 10,25 mL

(hipoklorit)

(hipoklorit)

=C

(thiosulfat)

xV

(thiosulfat)

/2

= 0,192 M x 10,25 ml / 25,00 ml = 0,0786 M

Konsentrasi pemutih asli akan 0,786 M (karena 1:10


pengenceran)

Kadar hipoklorit dalam cairan pemutih =

x 100%