Anda di halaman 1dari 8

Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Krida Wacana

Gagal Ginjal Akut Pre-Renal Akibat Dehidrasi

Muhammad Yusran bin Yusoff

Emel: ibnyusoff1411@yahoo.com
Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta 11470,
Jakarta Barat

Gagal ginjal akut atau insufisiensi ginjal akut merupakan suatu sindroma
klinis

di

mana

fungsi

ginjal

menurun

mendadak

mengakibatkan

ketidakmampuan ginjal untuk memelihara homeostasis cairan dan elektrolit.


Pada gagal ginjal didapatkan gangguan fungsi yang menyebabkan tertahan
atau adanya retensi bahan kumuh seperti zat nitrogenik dan lainnya yang
biasanya diekskresi dari tubuh melalui ginjal.

Anamnesis
Anamnesis merupakan sumber informasi terpenting bagi menegakkan
diagnosis dan merupakan pintu masuk bagi melanjutkan pemeriksaan

selanjutnya. Pada anak, dapat dilakukan auto anamnesis dan allo anamnesis
jika anak terlalu kecil atau keadaan tidak memungkinkan.
Anamnesis dimulai dengan bertanya mengenai identitas dan riwayat
kehidpuan pasien, riwayat pendidikan, aktivitas harian, riwayat social.
Pada anamnesis kemudiannya dapat ditanyakan sebab anak ini dibawa
ibunya ke rumah sakit dan dapat ditanya lebih lanjut mengenai hal tersebut.
Diketahui dari si ibu bahwa anak dibawa ke rumah sakit karena bernafas
cepat dan dalam serta lemas sejak pagi tadi. Mengenai hal ini dapat
ditanyakan apakah si anak pernah berkeadaan begitu sebelumnya terutama
pada saat masih kecil, apakah anak tersebut pernah demam berat dan
apakah ada perubahan warna kulit anak.
Diketahui dari si ibu bahwa anak tersebut sudah mengalami diare dan
muntah sejak tiga hari yang lalu, tidak mau makan dan minum sejak sakit
dan buang air kencing sedikit. Mengenai hal ini dapat ditanyakan apakah ada
makan di warung beberapa hari sebelum muntah dan diare, seberapa besar
penurunan berat badan pasien, apakah warna air kencing pasien, apakah air
kencing tersebut ada kekeruhan, Ditanyakan juga kekerapan buang air besar
dan muntah yang dialami, apakah warnanya dan konsistensinya apakah cair
atau padat, diarenya adakah hanya keluar cairan dan ampas atau adakah
disertai darah. Muntahnya ditanyakan adakah warnanya kekuningan atau
hijau atau sesuai warna makanan atau air yang keluar.
Hasil anamnesis memungkinkan mengarahkan pemeriksaan lanjut pasien
kepada kemungkinan gagal ginjal akibat dehidrasi berat.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital,
inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Pada gagal ginjal aku pre-renal

dapat ditemukan gejala sesuai dehidrasi. Pada kasus ini ditemukan tekanan
darah 90/70mmHg, pernapasan dalam 28 kali per menit, mata cekung,
turgor kulit sangat melambat, capillary refill 4 detik.
Berdasarkan pemeriksaan fisik ini, diketahui bahwa pasien mengalami
dehidrasi berat.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan lab. Pada gagal
ginjal aku pre-renal dapat ditemukan hasil sebagai berikut

Elevasi gravity spesifik (>1.020)


Elevasi osmolalitas urin (>500mOsm/kgBB)
Natrium urin rendah (<20mEq/L)
Ekskresi fraksional natrium <1%
[(urine:plasma

of sodium) /

(urine:plasma of kreatinin) X 100]


Pada

kasus

ini ditemukan peningkatan ureum dan kreatinin serum.

Peningkatan ureum dan kreatinin merupakan dua criteria penting gagal


ginjal akut.

Diagnosis Banding
Diagnosis banding gagal ginjal akut pre renal adalah etiologi lainnya dari
gagal ginjal akut yaitu intrinsic dan post-renal.
Kriteria
Volume Urin

Pre-Renal
Berkurang

Intrinsik
Post-Renal
Oliguri atau non- Oliguri
atau

Berat Jenis Urin


Rasio

>1.020
>20:1

oliguri
<1.010
<20:1

BUN/Kreatinin

Anuri
>20:1

Blood

Urea Meningkat

Nitrogen (BUN)
Kreatinin Serum

Kreatinin Urin
FENa
[(UNa

PNa)

>Kreatinin
Normal

10:1 Meningkat

20- Meningkat

20-

40/hari
atau Meningkat

40/hari
2- Meningkat

2-

meningkat

4/hari

4/hari

sederhana
Meningkat
<1 %

Menurun
>1%

Menurun

(UCr / PCr) x 100]


Sodium
Urin <20

>30

(mEq/L)
Osmolaritas

>500mOsm/kg

250-300mOsm/kg

Urin
Kalium Serum

Normal

atau Sangat meningkat

meningkat
sederhana
Normal

Fosfat Serum

Kalsium Serum

<400mOsm/kg
Tergantung
volume urin

atau

Meningkat

meningkat

sederhana

sederhana
Normal

Normal

atau

menurun

jika

retensi fosfat
Fractional
Excretion

<35%

>50%

Tergantung

of

Urea (FEU)
[(SCr x UU) / (SU x
UCr)]
Proteinuria
Sedimen Urin

atau hyalin

penyebab
Tergantung

penyebab

atau
hematuri
atau batu

Indeks
Ginjal

Gagal

<1

>2

[(UNa x UCr) / PCr]

Diagnosis Kerja
Gagal ginjal akut pre-renal juga dipanggil azotemia pre-renal. Ia ditandai oleh
oleh berkurangnya atau sedikitnya volume arterial sirkulasi yang efektif atau
hipovolemi absolut. Keadaan ini membawa kepada perfusi ginjal yang
inadekuat atau hipoperfusi dan penurunan kadar filtrasi glomerulus (GFR).
Diagnosis gagal ginjal akut pre-renal dapat ditegakkan berdasarkan adanya
hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya dehidrasi berat. Dehidrasi
berat pada anak ini disebabkan muntah dan diare sejak 3 hari yang lalu yang
menyebabkan deplesi cairan tubuh mendadak. Keadaan dehidrasi berat ini
menyebabkan terjadinya retensi kreatinin manakala hipoperfusi ginjal
memperparah keadaan pasien menyebabkan peningkatan kreatinin lebih
tinggi dan juga berlaku peningkatan ureum yang menjadi tanda gagal ginjal
akut.

Manifestasi Klinis
Gagal ginjal akut dapat disebabkan oleh dehidrasi berat. Gejala dehidrasi
berat antaranya:

Nadi perifer bisa sangat cepat dan lemah atau tiada,


Penurunan tekanan darah,
Oliguri sampai anuri,
Mata sangat cekung,
Turgor kulit sangat buruk,
Capillary refill >3 saat,
Penurunan kesadaran,
Dingin

Kriteria gagal ginjal akut pada anak adalah berasaskan criteria RIFLE atau
risk, injury, failure, loss and end-stage renal disease yang dimodifikasi
supaya sesuai dengan karakteristik pada anak.
Stadium ditentukan oleh peningkatan serum kreatinin yaitu (1) stadium I:
>150%; (2) stadium II: >200%; (3) stadium III: >300%
Kriteria RIFLE pediatric (pRIFLE)
Kriteria

Klirens

Risk

Dianggar
Menurun 25%

<0,5ml/kgBB/jam untuk

Injury

Menurun 50%

8 jam
<0,5ml/kgBB/jam untuk

Failure

Menurun

Kreatinin Output urin

75%

16 jam
atau <0,3ml/kgBB/jam untuk

<35ml/min/1.73m2

24 jam atau anuri untuk


12 jam

Loss

Failure

menetap

End-stage

>4minggu
Failure
menetap

>3

bulan

Etiologi
Gagal ginjal akut pre-renal dapat disebabkan oleh berkurangnya volume
darah, gangguan penghantaran darah dan penyumbatan pembuluh darah.
Berkurangnya volume darah dapat disebabkan oleh luka bakar, perdarahan,
muntah, diare dan pemakaian diuretic. Gangguan penghantaran darah dapat
diakibatkan oleh gagal jantung, sepsis, masalah hepar dan anafilaksis.
Manakala oklusi dapat disebabkan oleh adanya tromboemboli.

Patofisiologi

Berkurangnya volume darah memberi kesan langsung terhadap perfusi


ginjal. Pada awalnya, tubuh dapat mengkompensasi keadaan hipoperfusi
melalui autoregulasi yaitu dengan mengurangkan volume cairan yang keluar
dan meningkatkan tekanan darah. Namun keadaan hipoperfusi, hipovolemi
yang berterusan, ditambah adanya hipotensi mengganggu efisiensi pompa
jantung dan autoregulasi tidak mampu memperbaiki keadaan tersebut.
Keadaan ini selanjutnya menyebabkan berkurangnya filtrasi glomerulus dan
membawa kepada timbulnya uremia.
Keadaan uremia, penurunan filtrasi glomerulus, menurunnya ekskresi bahan
buangan

nitrogenik

(nitrogenous

waste

products)

ini

menyebabkan

timbulnya gagal ginjal akut. Jika keadaan ini gagal atau tidak diatasi segera,
ia dapat membawa kepada gagal ginjal akut intrinsik.

Penatalaksanaan
Penanganan gagal ginjal pre-renal adalah dengan memperbaiki penyebab
timbulnya gagal ginjal pada pasien di samping mengoreksi elektrolit. Pada
anak

ini,

penyebab

gagal

ginjal

adalah

dehidrasi

berat,

maka

penatalaksanaan adalah sesuai penatalaksanaan pada dehidrasi berat yaitu


dengan terapi rehidrasi, ganti cairan dan penjagaan nutrisi.
Rehidrasi anak dengan pemberian intravena larutan Ringer laktat atau
larutan garam (saline) 20mL/kgBB sehingga ada perbaikan perfusi dan
kesadaran pasien. Seterusnya dapat dilanjutkan dengan pemberian larutan
rehidrasi oral sebesar 100ml?kgBB dalam waktu 4 jam.
Terapi pengganti cairan adalah dengan memberi minum 100-120mL sama
ada melalui oral atau menggunakan pipa nasogastrik jika tidak bisa melalui
oral.

Nutrisi anak adalah dengan meneruskan diet sesuai usia anak selepas
pemberian cairan adekuat. Nutrisi harus juga memperhatikan masukan kalori
yang adekuat.

Prognosis
Baik. Fungsi ginjal juga kembali baik setelah penyebab gagal ginjal pre-renal
dihilangkan

Daftar Pustaka
1. Poenariu A. Acute kidney injury: Ferri FP, Abdel Razeq SS, Abdulbaki A,
et al. Ferris clinical advisor 2014: Elsevier; Philadelphia; 2014: pg 42-5
2. Yaqoob MM. Kidney and urinary tract disease: Kumar P, Clark M. Kumar
and Clarks clinical medicine 8 th ed: Elsevier; Philadelphia; 2012: pg
609-13
3. Sreedharan R, Avner ED. Acute Renal Failure; Kliegman RM, Stanton BF,
Behrman RE, et al. Nelson textbook of pediatrics 19 thed: Elsevier;
Philadelphia; 2011: pg 1818-222