Anda di halaman 1dari 31

“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN


MEMPERINGATI HARI BUMI
22 APRIL TAHUN 2008

1. Sosialisasi Peringatan Hari Bumi 2008


a. Penyampaian Materi tentang arti pentingnya
Konservasi Sumber Daya Alam bagi Manusia.

Pelaksanaannya :
Hari / tanggal : 19 April 2008
Waktu : Jam 10.00 – 12.00
WITA
Lokasi : SMA LABANAN
Jalan Dara Mahkota – Labanan Jaya
Peserta yg hadir : 70 siswa
Pemateri : Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya
Alam (BKSDA) Seksi Wilayah I Kab. Berau

Penyampaian materi dilaksanakan secara klasikal dengan didukung


sarana slide, pemutaran film lingkungan, dan penyebaran poster dan
leaflet kepada peserta. Metode yang digunakan adalah Presentasi
Materi dengan memberikan kesempatan Tanya jawab kepada
peserta selama acara berlangsung.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 1


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Diawali dengan perkenalan, kemudian pengantar mengenai
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Peserta tampak antusias

dengan materi yang diberikan, selain materinya yang menarik juga


karena di dalam tampilan slide banyak terdapat foto-foto hewan dan
tumbuhan yang langka.

Ditengah acara diputar film lingkungan mengenai konservasi penyu


yang ada di Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau. Dalam film yang
berdurasi 30 menit, ditampilkan bagaimana proses mengamati penyu
yang sedang bertelur, kemudian pemindahan telur ke area
penangkaran, hingga perawatan anak penyu (tukik) untuk dilepas ke
laut pada usia 2-4 bulan. Peserta menyaksikan pemutaran film
hingga selesai, mereka tertarik karena selama ini mereka tidak
pernah tahu bagaimana sebenarnya proses pekembangbiakan
penyu yang alami.

Diakhir acara, semua dan perwakilan peserta diberikan stiker, leaflet,


majalah dan poster lingkungan hidup dari pemateri. Dan foto
bersama pemateri beserta panitia mengakhiri kegiatan penyampaian
materi dari BKSDA tersebut.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 2


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Terdapat ide menarik dari Panitia dalam menyuguhkan konsumsi
bagi peserta, yaitu dengan memanfaatkan (re-use) kertas folio bekas
sebagai pembungkus kue, yang dibuat berbentuk tas. Hal ini
bertujuan, untuk mengurangi jumlah sampah/limbah kertas yang
sudah tidak terpakai lagi. Sehingga yang tadinya tidak mempunyai
nilai (dalam bentuk sampah) tetapi setelah dibentuk sedemikian rupa
(berbentuk kantong tas) maka limbah kertas tersebut akan
mempunyai nilai/manfaat yang lebih.

Adapun Materi yang disampaikan :

Konservasi Sumber Daya Alam Hayati

1. Sumber Daya Alam Hayati


 Unsur Hayati : Mahluk hidup yang terdiri dari Manusia,tumbuhan,satwa
dan jasad renik.
 Unsur Non Hayati: Sinar matahari air,udara dan tanah
 SDAH : Unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumber daya alam
nabati (tumbuhan) hewani (satwa)
yang bersama dengan unsur non
hayati disekitarnya secara

keseluruhan membentuk ekosistem


 Ekosistemnya SDAH :
Hubungan timbal balik antara
unsur dalam alam baik hayati maupun non hayati yang saling tergantung
dan mempengaruhi

2. Konservasi Sumber Daya Alam Hayati


 Pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatan dilakukan
secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan
tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan
nilainya

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 3


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

3. Tujuan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
 Mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta
keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya
kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia

4. Kegiatan KSDAH
 Perlindungan sistem penyangga kehidupan
 Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta
ekosistemnya
 Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya

5. Perlindungan sistem
penyangga kehidupan
 Merupakan sistem yang
terdiri dari proses yang berkaitan
satu sama lainnya dan saling
mempengaruhi yang apabila
terputus akan mempengaruhi
kehidupan. Meliputi usaha dan
tindakan yang berkaitan dengan perlindungan mata
air,tebing,sungai,danau dan jurang

6. Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta


ekosistemnya
 Usaha dan tindakan konservasi untuk menjamin keanekaragaman jenis
meliputi penjagaan unsur unsur tersebut tidak punah dengan tujuan agar
masing masing unsur dapat berfungsi dalam alam dan senantiasa siap
untuk sewaktu-waktu dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia
 ( Menjaga populasi satwa dan tumbuhan seimbang dan
alami,mengembangbiakan tumbuhan dan satwa untuk menghindari dari
kepunahan, pembatasan penggunaan SDA)
 Tumbuhan dan satwa digolongkan dalam
- Tumbuhan dan satwa yang dilindungi
- Tumbuhan dan satwa yang tidak dilindungi
(Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa diatur dalam PP no 7 Tahun
1999)

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 4


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

7. Kriteria Tumbuhan dan Satwa
dilindungi
 Mempunyai populasi yang sangat
kecil
 Adanya penurunan yang tajam pada
jumlah individu di alam
 Daerah penyebaran yang terbatas
Endemik)

8. Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan


ekosistemnya
 Pemanfaatan kondisi lingkungan kawasan pelestarian alam
 Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar
(pengkajian,penangkaran,perburuan,perdagangan,pertukaran,budidaya
tanaman obat,pemeliharaan kesenangan)

9. Kawasan Suaka Alam


 Kawasan dengan ciri khas tertentu baik didarat maupun diperairan yang
mempunyai fungsi pokok sebagai pengawetan keanekaragaman
tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai
wilayah sistem penyangga kehidupan
 Kawasan suaka alam meliputi : Cagar Alam,Suaka Margasatwa

10. Cagar Alam


 Kawasan suaka alam yang karena
keadaan alamnya mempunyai
kekhasan tumbuhan,satwa dan

ekosistemnya tertentu yeng


perlu dilindungi dan
perkembangannya
berlangsung secara alami

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 5


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

11. Suaka Margasatwa
 Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman
dan atau keunikan jenis satwa untuk kelangsungan hidupnya dapat
dilakukan pembinaan terhadap habitatnya ( Pembuatan padang
rumput,pembuatan fasilitas minum/pakan satwa dll)

12. Kawasan Pelestarian Alam


 Kawasan dengan ciri khas tertentu baik didarat maupun di perairan yang
mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga
kehidupan,pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta
pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya
 KPA terdiri dari Taman Nasional, Taman Hutan rakyat dan Taman Wisata
Alam

13. Taman Nasional

 Kawasan pelestarian yang mempunyai ekosistem asli dikelola


dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan
penelitian,ilmupengetahuan,pendidikan, pariwisata dan rekreasi

14. Taman Hutan Rakyat

 Kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa
yang alami dan buatan jenis asli dan bukan asli yang dimanfaatkan bagi
penelitian,ilmu pengetahuan,pendidikan ,menunjang budidaya,budaya dan
pariwisata serta rekreasi

15. Taman Wisata Alam


 Kawasan pelestarian
alam yang terutama
dimanfaatkan untuk
pariwisata dan rekreasi
alam

16. Peran Serta Rakyat


 Upaya konservasi
sumber daya alam
merupakan

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 6


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

tanggungjawab dan kewajiban pemerintah dan masyarakat karena
menyangkut kepentingan masyarakat secara keseluruhan
b. Penyebaran Leaflet dan Stiker kepada masyarakat di
Kabupaten Berau.

Adapun pelaksanaannya :
Hari / tanggal : Selasa, 22 April 2008
Waktu : Jam 08.00 – 09.30 WITA
Lokasi Kegiatan : Simpang Empat (Straat Bundar)
Kota Tanjung Redeb Kab. Berau
Sasaran : Warga kota Tanjung Redeb dan
sekitarnya.
Peserta : 20 orang Anggota OPA GREEN
FOREST

Pagi menjelang pelaksanaan penyebaran, cuaca mendung


dan hujan mendera kampung Labanan. Ini merupakan
halangan bagi kami untuk berkegiatan, namun tidak
mengurangi sedikitpun semangat untuk tetap melaksanakan
kegiatan yang sudah direncanakan. Tak lama berselang
hujanpun reda. Segera kami berangkat menuju lokasi tempat
penyebaran Stiker dan Leaflet.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 7


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Diiringi sisa-sisa tetesan air hujan, kendaraan pengangkutpun
berjalan dan sesekali menembus dingin dan pekatnya kabut
putih di puncak menara km 7 Teluk Bayur.

Tiba di lokasi tujuan, Koordinator Kegiatan menyampaikan


surat ijin kegiatan dari POLRES kepada penjaga POS Lantas
di Start Bundar-Simpang Empat Kota Tanjung Redeb.
Selanjutnya peserta langsung bergerak, sesuai dengan
kelompoknya menuju titik lokasi penyebaran yang terbagi
menjadi 4 (empat) lokasi. Masing-masing kelompok berada di
sekitar lampu Trafic Light, terdiri dari 5 orang peserta. Masing-
masing peserta mempunyai tugas sendiri-sendiri, ada yang
membawa Poster Lingkungan, membagi Stiker, membagi
leaflet, dan bagian umum.

Sambutan dari masyarakat pengguna jalan sangat baik


terhadap kegiatan kami, awalnya mereka tidak tahu kenapa
mereka dihampiri oleh peserta. Setelah kami jelaskan dan
diberikan Stiker atau leaflet, merekapun menyampaikan terima
kasih dan berjanji untuk membaca dan melaksanakan
himbauan yang telah kami buat dalam leaflet. Puas dan
bangga bagi kami, misi dan visi menyadarkan masyarakat
untuk lebih arif dan bijaksana terhadap pengelolaan
lingkungan khususnya menjadikan Bumi Bersih dan Hijau
tersampaikan.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 8


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Di saat kegiatan berlangsung, ada kejadian-kejadian menarik
yang kami temui selama dilapangan. Diantaranya, seorang
sopir taxi angkutan kota sampai berputar dua kali untuk
meminta tambah stiker lagi. Karena menurutnya designnya
menarik. Ada juga pengguna motor yang meminta poster
lingkungan yang kami bawa, namun karena keterbatasan
poster yang kami miliki terpaksa tidak kami berikan tapi kami
beri tambahan stiker lagi. Dan masih banyak kejadian menarik
lainnya. Bagi kami ini merupakan kegiatan yang menarik dan
evaluasi untuk kedepan, apabila dilaksanakan kegiatan
serupa maka kami harus mempersiapkan lebih banyak lagi
media/ bahan sosialisasi.
Setelah semua stiker dan leaflet habis, kami mengakhiri
kegiatan dan beristirahat sebentar di pelabuhan, selanjutnya
pulang menuju kampung Labanan.

Bentuk Stiker :

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 9


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 10


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Bentuk Leaflet :

Hari Bumi
GO RECYCLE, REUSE, REPAIR, REDUCE

Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, mulai


dirayakan jutaan orang di dunia sejak 1970. Merayakan
Hari Bumi, berarti memikirkan kelangsungan hidupnya,
memikirkan bagaimana sumber daya bumi yang terbatas ini
bisa menjamin kelangsungan hidup manusia. Sebelum kita
berpikir hal-hal besar untuk menjaga kelangsungan hidup
bumi, kita bisa memulainya dari hal kecil dan sederhana.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk sehari-hari


yang besar artinya untuk keberlangsungan hidup bumi sebagai tempat tinggal kita.

 Ketika berbelanja gunakan seminimal mungkin kantong plastic sebagai tempat


belanjaan kita. Lebih baik jika kita membawa kantong plastic atau kantong belanja
sendiri dari rumah. Dengan mengurangi penggunaan plastic, berarti kita juga
mengurangi sampah kemasan yang kita hasilkan.

 Untuk tempat yang mudah terjangkau, lebih sehat dan lebih


baik jika kita menempuhnya dengan berjalan kaki. Selain tidak
membutuhkan biaya dan menyehatkan badan, kebiasaan berjalan kaki juga
membantu mengurangi penggunaan bahan baker yang menyebabkan
polusi udara dan eksploitasi sumber daya alam yang merusak
lingkungan.

 Pisahkan sampah botol plastic bekas kemasan, kertas, botol kaca dalam
kantong yang terpisah. Hal ini memudahkan pemulung mengambil
sampah yang kita buang untuk di daur ulang.

 Gunakan dua sisi kertas/bolak-balik ketika mengeprint atau foto copy


document. Dengan demikian, kita melakukan penghematan
kertas yang berarti juga menghemat pohon yang harus ditebang untuk
bahan baku kertas.

 Kertas yang sudah terisi dua sisinya, jangan buru-buru


dibuang. Jika kamu tidak membutuhkannya lagi,
kamu bisa menyerahkannya pada tukang loak, yang selama ini menggunakan
kertas bekas sebagai daur ulang bagi keperluan home industri.

Pesan ini disampaikan :


Dalam rangka peringatan Hari Bumi tanggal 22 April 2008

GREEN FOREST
ORGANISASI PECINTA ALAM
SMA LABANAN

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 11


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

2. Observasi Biota Laut Kabupaten Berau Tahun 2008

Adapun pelaksanaannya :
Hari / Tanggal : Jumat – Minggu, 25 – 27 April 2008
Waktu : 07.00 WITA – selesai
Lokasi : Pulau Panjang, Kabupaten Berau.
Peserta : 15 orang

Biota laut memiliki pola penyebaran tertentu. Tidak semua laut memiliki jenis dan
jumlah biota laut yang sama. Pola penyebaran ikan tidak merata. Penyebaran
tersebut tergantung pada adanya makanan yang berupa tumbuhan laut,
fitoplankton (keduanya sebagai produser) dan zooplankton.

Indonesia tergolong daerah tropic


dengan kesuburan air laut yang cukup.
Akan tetapi, karena tingkat
kesuburannya yang tinggi serta
kondisinya yang cukup stabil (tidak
ada perbedaan suhu yang mencolok),
maka keanekaragaman biota lautnya
tinggi. Salah satu ciri dari keanekaragaman yang tinggi adalah jumlah populasi
tiap jenis, kecil/sedikit. Jadi, meskipun lautan di Indonesia memiliki
keanekaragaman biota yang tinggi, namun jumlah populasi tiap spesies sedikit.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 12


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Berbeda dengan daerah sub tropic. Di daerah subtropik, keanekaragaman biota
laut rendah/sedikit jumlah spesies penghuni lautan, tetapi populasi spesiesnya
tinggi/banyak.
Laut Indonesia yang mengandung banyak ikan dan biota laut adalah di laut
dangkal, yang kedalamannya tidak melebihi 90 meter.

Biota laut yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan
sangat banyak. Bahan makanan dari laut tersebut meliputi kelompok :
- tumbuhan (alga),
- ikan
- Crustacea
- Mollusca
- Echinodermata
- Cacing (Vermes)
- Dan vertebrata laut
lainnya.
Hanya saja masih banyak
kalangan masyarakat yang belum mengenal dan mengerti bagaimana cara
memanfaatkan biota laut tersebut.

Berdasarkan pengantar diatas tergerak bagi kami untuk melakukan observasi /


pengamatan mengenai biota laut di alam yang sebenarnya.

Lokasi observasi adalah di


Pulau Panjang.
Sebenarnya tujuan awal di
Pulau Maratua tetapi
karena ada kendala teknis
maka lokasi dipindahkan
di Pulau Panjang.

Pulau Panjang termasuk


dalam gugusan pulau di
sekitar wilayah Kecamatan
Pulau Derawan
Kabupaten Berau.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 13


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Pulau Panjang merupakan pulau tidak berpenghuni yang di tinggal oleh
penduduknya sejak sekitar tahun 1980 karena hasil produksi tanaman kelapa
dan hasil laut yang berkurang. Vegetasi yang terdapat disepanjang Pulau
Panjang adalah Hutan Bakau dan Perairan dangkal yang dominan dipenuhi pasir
dan karang.

Observasi yang kami lakukan terdiri dari 3 (tiga) sasaran obyek


pengamatan, yaitu :
1. Analisa Vegetasi Hutan Bakau di Pulau Panjang,
2. Analisa Vegetasi Terumbu Karang di Pulau Panjang, dan
3. Pengamatan Sosiologi Masyarakat Nelayan di Pulau Derawan.

Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis


suatu vegetasi yang sangat membantu dalam mendekripsikan suatu vegetasi
sesuai dengan tujuannya. Dalam hal ini suatu metodologi sangat berkembang
dengan pesat seiring dengan kemajuan dalam bidang-bidang pengetahuan
lainnya, tetapi tetap harus diperhitungkan berbagai kendala yang ada .

Metodologi-metodologi yang umum dan sangat efektif serta efisien jika


digunakan untuk penelitian, yaitu metode kuadrant, metode garis, metode tanpa
plot dan metode kwarter. Akan tetapi dalam observasi kali ini hanya menitik
beratkan pada penggunaan analisis dengan metode kuadrant.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 14


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Metode kuadrant, bentuk percontoh atau sampel dapat berupa segi empat atau
lingkaran yang menggambarkan luas area tertentu. Luasnya bisa bervariasi
sesuai dengan bentuk vegetasi atau ditentukan dahulu luas minimumnya. Untuk
analisis yang menggunakan metode ini dilakukan perhitungan terhadap variabel-
variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi (Surasana, 1990).

Kelimpahan setiap spesies


individu atau jenis struktur
biasanya dinyatakan sebagai
suatu persen jumlah total
spesies yang ada dalam
komunitas, dan dengan demikian
merupakan pengukuran yang
relatife. Secara bersama-sama,
kelimpahan dan frekuensi adalah
sangat penting dalam menentukan struktur komunitas (Michael, 1994).

Kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis


tumbuhan di dalam area tersebut. Kerimbunan ditentukan berdasarkan
penutupan daerah cuplikan oleh populasi jenis tumbuhan. Dalam observasi ini,
khusus untuk variabel kerapatan dan kerimbunan, cara perhitungan yang dipakai
dalam metode kuadrat adalah berdasarkan kelas kerapatan dan kelas
kerimbunan yang ditulis oleh Braun Blanquet (1964). Sedangkan frekuensi
ditentukan berdasarkan kekerapan dari jenis tumbuhan dijumpai dalam sejumlah
area sampel (n) dibandingkan dengan seluruh total area sampel yang dibuat (N),
biasanya dalam persen (%) (Surasana, 1990)..

Keragaman spesies dapat diambil untuk menandai jumlah spesies dalam suatu
daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu dari
seluruh spesies yang ada.

Berikut langkah-langkah kerja untuk melakukan penelitian/analisis vegetasi


metode kudrat:

3 Menentukan kuadrat ukuran 10 m2 secara acak di suatu vegetasi tertentu.


3 Melakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan,
kerimbunan, dan frekuensi.
3 Memberi nama vegetasi yang telah digunakan berdasarkan 2 jenis /
spesies yang memiliki nilai penting terbesar.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 15


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

A. ANALISA VEGETASI HUTAN BAKAU

Hutan bakau atau disebut


juga hutan mangrove
adalah hutan yang tumbuh
di atas rawa-rawa berair
payau yang terletak pada
garis pantai dan
dipengaruhi oleh pasang-
surut air laut. Hutan ini
tumbuh khususnya di
tempat-tempat di mana
terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang
terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air
melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi
--yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi;
serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit
jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini
kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi
dan evolusi.

Jenis-jenis tumbuhan hutan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi


lingkungan fisik di atas, sehingga memunculkan zona-zona vegetasi tertentu.
Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut adalah:

1. Jenis tanah.

Sebagai wilayah pengendapan, substrat di pesisir bisa sangat berbeda.


Yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh di atas lumpur tanah liat
bercampur dengan bahan organik. Akan tetapi di beberapa tempat, bahan
organik ini sedemikian banyak proporsinya; bahkan ada pula hutan bakau
yang tumbuh di atas tanah bergambut.
Substrat yang lain adalah lumpur dengan kandungan pasir yang tinggi,
atau bahkan dominan pecahan karang, di pantai-pantai yang berdekatan
dengan terumbu karang.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 16


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

2. Terpaan ombak

Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut
terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air
yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang.
Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan
langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai.
Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di
bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan
salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar.

3. Penggenangan oleh air pasang

Bagian luar juga


mengalami genangan
air pasang yang
paling lama
dibandingkan bagian
yang lainnya; bahkan
terkadang terus
menerus terendam.
Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya
terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam
sebulan.

Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk


zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar
yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.

Jenis-jenis bakau (Rhizophora spp.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang


kerap digempur ombak. Bakau Rhizophora apiculata dan R. mucronata tumbuh
di atas tanah lumpur. Sedangkan bakau R. stylosa dan perepat (Sonneratia alba)
tumbuh di atas pasir berlumpur. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-
api hitam (Avicennia alba) di zona terluar atau zona pionir ini.

Di bagian lebih ke dalam, yang masih tergenang pasang tinggi, biasa ditemui
campuran bakau R. mucronata dengan jenis-jenis kendeka (Bruguiera spp.),
kaboa (Aegiceras corniculata) dan lain-lain. Sedangkan di dekat tepi sungai,

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 17


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

yang lebih tawar airnya, biasa ditemui nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia
caseolaris) dan bintaro (Cerbera spp.).

Pada bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan nirih (Xylocarpus
spp.), teruntum (Lumnitzera racemosa), dungun (Heritiera littoralis) dan kayu
buta-buta (Excoecaria agallocha).

Fauna di Hutan Bakau / Mangrove

Mangrove merupakan habitat bagi berbagi


jenis satwa seperti primata, reptilia, dan
burung. Berdasarkan pengamatan langsung
dilapangan jenis mammalia tidak ditemukan.
Keanekaragaman satwa liar yang hidup di
hutan mangrove daerah pengamatan dapat
dikatakan rendah. Jika keadaan hutan
mangrove terus membaik, maka di masa yang akan datang daerah ini memiliki
keanekaragaman satwa liar yang tinggi terutama keaneragaman kelas burung
(aves). Berikut data pengamatan langsung terhadap satwa liar maupun
informasi dari masyarakat.

Berdasarkan pengamatan sekilas yang dilakukan oleh Tim diperoleh antara lain
jenis reptilia: (a) ular laut ditemukan sebanyak 2 ekor, (b) Kepiting juga
ditemukan dengan jumlah banyak, (c) Kerang dan siput (d) ikan Pari dan (e)
jenis burung (Aves) antara lain: burung kuntul, bangau, dan camar, ditemukan
dalam jumlah sedikit.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 18


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Observasi Analisa Vegetasi Hutan Bakau di Pulau Panjang, mengambil


sample 2 (dua) kuadrant.

Kuadrant I mengambil sample daerah bagian luar atau bagian depan hutan
bakau yang berhadapan dengan laut terbuka.

Kuadrant II mengambil sample daerah di bagian lebih ke dalam, yang masih


tergenang pasang tinggi.

Lokasi Kuadrant :

Kuadrant I

Kuadrant II

Pulau Panjang

Hasil Analisa Vegetasi Kuadrant I

G
F

I
10 m

H
C E
D
B

10 m
LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 19
“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Keterangan : Di dalam kudrant terdapat flora dan fauna , diantaranya :

Diameter
No/kod batang/
Jenis flora / fauna Tinggi Pohon Keterangan
e ukuran
volume
A Rhizophora spp. 190 cm 12 m
B Rhizophora spp. 290 cm 20 m
C Rhizophora spp. 340 cm 25 m Memiliki 2
cabang: (a) 160
cm (b) 140 cm
D Rhizophora spp. 60 cm 12 m
E Rhizophora spp. 145 cm 23 m
F Rhizophora spp. 15 cm 6m
G R. mucronata 23 cm 16 m
H R. mucronata 95 cm 30 m
I Rhizophora spp. 616 cm 30 m Memiliki 6 cabang
besar
Sekitar ± 3600
Rata-rata Rata-rata batang tersebar
Tunas Rhizophora spp.
2-3 cm 10-20 cm merata dalam
area kuadrant
Kerang dan Siput Panjang Jumlah
Hanya tersebar di
Cangkang sekitar 25
sekitar pohon ( I )
5 cm buah
Panjang 10 Jumlah 1 Terdapat di
Ikan Buntal
cm ekor pohon (I)
1) Panjang
Melintas di area
30 cm, Jumlah 2
Ikan Pari kuadrant sewaktu
2) Panjang ekor
observasi
20 cm
Kepiting (warna Panjang
Jumlah 4 Terdapat di
cangkang ungu antara 5 – 10
ekor cabang pohon (I)
kehijauan) cm

Ikan (warna putih dgn Panjang 8 Jumlah 1 Terdapat di


corak lingkaran hitam) Cm ekor pohon (B)

Kedalaman air pasang : 102 cm


Jenis tanah : Lumpur berpasir, warna hitam.
Kondisi Air : agak keruh

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 20


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Hasil Analisa Vegetasi Kuadrant II

I TR D

10 m

A B

10 m

Keterangan : Di dalam kudrant terdapat flora dan fauna , diantaranya :

Diameter
No/kod batang/
Jenis flora / fauna Tinggi Pohon Keterangan
e ukuran
volume
A Rhizophora spp. 210 cm 15 m
B Rhizophora spp. 11 cm 15 m
C Rhizophora spp. 43 cm 2m Kondisi pohon
kering/mati
D Rhizophora spp. 45 cm 15 m
Sekitar ± 2000
Rata-rata Rata-rata batang tersebar
TR Tunas Rhizophora spp.
2-3 cm 10-20 cm merata dalam
area kuadrant
Kerang dan Siput Panjang Jumlah
Hanya tersebar di
Cangkang sekitar 5
sekitar pohon (C)
5 cm buah
Jumlah 1
Ikan Mulut Panjang Panjang 7 cm
ekor
Di perbatasan air
Ikan Amphibi Panjang 10 Jumlah 5
pasang dengan
(tempakul) cm ekor
pasir pantai

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 21


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Panjang
Kepiting (warna Jumlah 4 Terdapat di
antara 5 – 10
cangkang hitam) ekor cabang pohon (I)
cm

Kedalaman air pasang : 130 cm


Jenis tanah : berlumpur, warna hitam.
Kondisi Air : jernih.

Kesimpulan Analisa Vegetasi Hutan Bakau:


Dari hasil Data Analisa Vegetasi terhadap 2 (dua) kuadrant, bahwa kerapatan
hutan bakau didominasi oleh jenis tumbuhan Rhizophora spp. sekitar 80%,
dengan kerimbunan 60%, dan frekuensi jumlah mendekati 85% (termasuk tunas
Rhizophora spp.). Keberagaman jenis fauna di tunjukkaan dengan adanya
kepiting, ikan pari, kerang, siput, ikan tempakul, dan populasi ikan kecil. Untuk
jenis flora didominasi oleh Rhizophora spp. Dan R. mucronata.
Rhizophora spp. Mempunyai nilai penting didalam Vegetasi hutan bakau di Pulau
Panjang karena keberadaannya menjadi sarana pelindung dari hempasan
ombak air pasang dan tempat berkembangbiaknya beberapa jenis ikan-ikan
tertentu.
Dalam Jangka waktu mendatang populasi hutan bakaunya masih relative baik,
karena jumlah tunas yang ada pada saat dilakukan observasi sangat banyak.
Dan unsur gangguan dari aktivitas manusia juga relative rendah karena Pulau
Panjang tidak dihuni oleh penduduk sejak tahun 1980-an.
Vegetasi Hutan Bakau di Pulau Panjang cocok digunakan sebagai bahan obyek
penelitian karena populasi mangrove yang banyak dan keberagaman fauna-nya
bervariasi.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 22


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Observasi Analisa Vegetasi Terumbu Karang di Perairan Pulau Panjang,
mengambil sample 4 (empat) kuadrant.
Kuadrant I mengambil sample daerah bagian pinggir laut radius 0 – 500 m dari
garis pantai (saat surut)
Kuadrant II mengambil sample daerah di bagian lebih ke tengah laut arah ke kiri
dari pulau, radius 500m – 2000m dari garis pantai (saat surut)
Kuadrant III mengambil sample daerah di bagian lebih ke tengah laut arah ke
kanan dari pulau, radius 500m – 2000m dari garis pantai (saat surut)
Kuadrant IV mengambil sample daerah di bagian lebih ke tengah laut, radius
2000m – 5000m dari garis pantai (saat surut)

Lokasi Kuadrant :

Kuadrant III

Kuadrant I

Kuadrant II
Kuadrant IV

Pulau Panjang

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 23


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Hasil Analisa Vegetasi Kuadrant I

10 m

Ul

Cl

10 m

Keterangan : Di dalam kudrant terdapat flora dan fauna , diantaranya :

No/kod ukuran
Jenis flora / fauna Jumlah Keterangan
e panjang
Antara 3 – 6 Tersebar di
Kerang / tiram banyak
cm pinggir pantai
Bergerombol di
Antara 3 – 5 antara hutan
Ikan Teri banyak
cm bakau dan
perairan laut
Ikan (warna putih Antara 6 – 10 Berada di pinggir
4 ekor
corak lingkaran hitam) cm perairan
Tersebar hampir
Bintang laut (bentuk Antara 3 – 4 merata menjauhi
banyak
Coin) cm dari pinggir
perairan
Tersebar hampir
Antara 6 - 7 merata menjauhi
Bintang laut banyak
cm dari pinggir
perairan
Tersebar hampir
Ganggang / rumput Antara 7 – 15 merata menjauhi
banyak
laut cm dari pinggir
perairan

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 24


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Ikan corak putih Berada di dekat


7 cm 1 ekor
bergaris ganggang laut

Ular laut (warna hitam Berada di antara


Ul 2 ekor 40 cm
bergaris) ganggang laut

Cacing laut (warna


Berada di antara
Cl abu-abu, ujungnya 1 ekor 30 cm
ganggang laut
bertentakel)

Kedalaman air surut : 40 cm


Jenis tanah : pasir bercampur pecahan karang, warna putih.
Kondisi Air : bening

Hasil Analisa Vegetasi Kuadrant II

10 m

Ul

Cl

10 m

Keterangan : Di dalam kudrant terdapat flora dan fauna , diantaranya :

No/kod ukuran
Jenis flora / fauna Jumlah Keterangan
e panjang
Tersebar hampir
Bintang laut (bentuk Antara 3 – 4
banyak merata dalam
Coin) cm
area kuadrant
Antara 6 - 7 banyak Tersebar hampir
Bintang laut cm merata menjauhi
dari pinggir

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 25


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

perairan

3 yang agak
Antara 10 –
Terumbu karang besar, yang Tersebar
20 cm2
lain kecil

Ganggang / rumput Antara 7 – 15


banyak tersebar
laut cm

Melintas di antara
Udang Karang 15 cm 1 ekor
terumbu karang

Disekitar terumbu karang yang agak besar terdapat, pohon karang berwarna
merah, coklat, berbentuk pipa warna putih ujung hitam, dan berbentuk otak. Juga
seperti lumut berwarna putih menempel di terumbu.
Untuk fauna lain di dalam area, ubur-ubur, ikan pari (ukuran 15cm), ikan warna
biru (kecil), ikan warna putih bergaris hitam di punggung (kecil), ikan mulut
panjang (kecil), Tiram.
Kedalaman air surut : 60 cm
Jenis tanah : pasir, warna putih.
Kondisi Air : bening

Hasil Analisa Vegetasi Kuadrant III

10 m

Ul

Cl

10 m

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 26


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 27


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Keterangan : Di dalam kudrant terdapat flora dan fauna , diantaranya :

No/kod ukuran
Jenis flora / fauna Jumlah Keterangan
e panjang
Tersebar hampir
Bintang laut (bentuk Antara 3 – 4
sedikit merata dalam
Coin) cm
area kuadrant

Bintang laut (jenis Antara 6 - 7 Tersebar hampir


banyak
kecil) cm merata
Mengelompok,
Bintang Laut (jenis dengan warna
Antara 20cm 18 ekor
besar) merah, oranye,
coklat.
1 yang agak
Antara 20 -
Terumbu karang besar, yang Tersebar
300 cm2
lain kecil

Ganggang / rumput Antara 7 – 15


banyak tersebar
laut cm

Disekitar terumbu karang yang agak besar terdapat, pohon karang berwarna
merah, coklat, berbentuk pipa warna putih ujung hitam dan ujung warna merah,
bentuk bibir warna merah dan seperti lumut berwarna putih menempel di
terumbu.
Untuk fauna lain di dalam area, ikan warna biru (kecil), ikan warna putih bergaris
hitam di punggung (ukuran kecil,jumlah 10 ekor mengelompok), ikan mulut
panjang (kecil), ikan warna hitam terdapat corak lingkaran putih di punggung
(kecil), ikan motif garis zebra, ular laut, ikan warna putih bermotif garis tebal
warna kuning.
Kedalaman air surut : 50 cm
Jenis tanah : pasir, warna putih.
Kondisi Air : bening

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 28


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Hasil Analisa Vegetasi Kuadrant IV

10 m

10 m

Keterangan : Di dalam kudrant terdapat flora dan fauna , diantaranya :

No/kod ukuran
Jenis flora / fauna Jumlah Keterangan
e panjang
Bintang laut (jenis Antara 6 - 7 Tersebar hampir
banyak
kecil) cm merata

1 yang agak
Antara 20 -
Terumbu karang besar, yang Tersebar
300 cm2
lain kecil

Ganggang / rumput Antara 7 – 15


banyak tersebar
laut cm

Disekitar terumbu karang yang agak besar terdapat, pohon karang berwarna
merah, coklat, hijau menyerupai kaki ayam, berbentuk pipa warna putih ujung
hitam dan ujung warna merah, bentuk bibir kerang warna jingga, berbentuk
seperti otak berwarna oranye, seperti lumut berwarna putih menempel di
terumbu, seperti kaktus, ganggang, spons, dan alga.
Untuk fauna lain di dalam area, ular warna hitam bintik putih, ikan warna merah
(kecil), ikan warna biru (kecil), ikan warna kuning bintik hitam, ikan warna hijau.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 29


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

Terdapat juga ikan pari ukuran agak besar, bulu babi warna hitam dan merah,
bintang laut dengan populasi yang sedikit.

Kedalaman air surut : 100 cm


Jenis tanah : pasir, warna putih.
Kondisi Air : bening

Kesimpulan Analisa Vegetasi Hutan Bakau:

Dari hasil Data Analisa Vegetasi terhadap 4 (empat) kuadrant, diketahui bahwa
didaerah perairan sekitar pinggir pantai didominasi oleh pasir dan pecahan
karang. Menurut kami mungkin dulunya populasi terumbu karang yang ada rusak
karena aktifitas manusia yang menempati pulau panjang sebelum tahun 1980-
an, terbukti dengan banyaknya pecahan terumbu karang yang mati di sekitar
pantai. Populasi fauna yang mendominasi adalah bintang laut. Untuk flora adalah
sejenis rumput/ganggang laut.

Didaerah tengah laut populasi terumbu karang mulai banyak ditemui dengan
keberagaman jenis fauna dan terumbu karang yang bervariasi khususnya di area
radius 5000 meter dari pinggir pantai dengan kedalaman lebih dari 1 meter (saat
air surut).

Untuk Jangka panjang vegetasi terumbu karang yang terdapat di pulau panjang
memiliki potensi yang baik bagi ekosistem disekitarnya. Hal ini juga didukung
oleh partisipasi masyarakat nelayan yang semakin sadar akan pengelolaan
lingkungan sebagai modal eko-wisata di daerah gugusan pulau Derawan dan
sekitarnya.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 30


“ Jadikan Bumi Bersih dan Hijau

3 Pengamatan Sosiologi Masyarakat Nelayan di Pulau Derawan.

Tujuan : Diharapkan peserta memahami perikehidupan nelayan dalam


menangkap, mengolah dan menjual hasil tangkapan beserta dampak yang
ditimbulkannya terhadap ekologi lingkungan di sekitarnya.

Daftar Pertanyaan atau topic angket, meliputi :


1. Perahu dan alat penangkap ikan, penggunaan peledak/potas/aliran listrik?
Masyarakat nelayan sudah tidak menggunakan peledak/potas/aliran listrik.
Yang digunakan hanya jarring.
2. berapa orang dalam satu perahu?.
Dua sampai dengan Lima orang.
3. Kapan berangkat dan kapan kembali?
Untuk berangkat umumnya pada malam hari dan kembali pagi hari.
Beberapa nelayan juga mencari hingga sampai ke Tarakan – Nunukan
dengan masa berlayar hingga mingguan.
4. Hasil tangkapan rata-rata; kapan musim ikan dan kapan tidak ada ikan.
Hasil rata-rata tangkapan sekitar 100kg. Musim ikan biasanya antara
bulan Desember – Juli. Diluar bulan tersebut biasanya tangkapan ikan
menurun karena adanya musim angin/badai yang besar.
5. jenis ikan tangkapan
Ikan tongkol, ikan putihan, ikan kerapu, ikan teri, cumi, ubur-ubur,
teripang, dll.
6. pengolahan dan pengawetan yang dilakukan
Untuk jangka pendek menggunakan pendingin es batu, dan untuk jangka
panjang diolah dengan system pengasinan.
7. penjualan
Penjualan langsung di pasarkan ke Desa Tanjung Batu dan ada juga yang
dikirim ke Tarakan.
8. penghasilan rata-rata perhari. Berapa penghasilan rata-rata per bulan?
Penghasilan bersih rata-rata per hari Rp. 150.000,- Dan rata-rata per
bulan Rp. 3.000.000,-
9. pendidikan mereka
Pendidikan minimal rata-rata Sekolah Dasar.

Pengamatan lingkungan :
1. kebersihan
Dilingkungan area pemukiman penduduk masih kurang terawat, hal ini
ditunjukkan dengan masih banyaknya sampah yang berserakan di sekitar
rumah dan pinggir pantai.
2. Bau
Untuk bau, tidak begitu menyengat.
3. tempat pembuangan sampah
Belum tersedia, hanya ada di lokasi hotel/wisata.
4. ebersihan air
Untuk air tawar sumber mata air sangat sedikit dan masih ada kandungan
garam. Untuk kejernihan air laut masih bagus.
5. Kebersihan pengelolaan hasil tangkapan
Belum bagus, karena pengelolaan hasil tangkapan masih menggunakan
cara tradisional.
6. Limbah
Limbah dari pemukiman penduduk dan daerah hotel/tempat wisata, masih
langsung dibuang ke laut tanpa ada proses penyaringan limbah.
Limbah dari Kapal / perahu nelayan juga langsung dibuang ke laut.

LAPORAN KEGIATAN HARI BUMI 2008 – OPA GREEN FOREST 31