Anda di halaman 1dari 29

KONSEP DASAR

PERKREDITAN
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan
Program Studi S1 (Karyawan)
Jurusan Akuntansi & Manajemen
Asep Rochyadi Suherman, SE.MM

Gambaran Umum

Aktivitas utama di dalam suatu perbankan


adalah perkreditan, di dalam perkuliahan hari
ini akan membahas dan menguraikan
mengenai konsep dasar perkreditan dan
manajemen perkreditan, dan termasuk
menangani kredit bermasalah (macet).

Pengertian
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan
yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan
antara bank dan pihak lain yang dibiayai untuk
mengembalikan uang atau tagihan tersebut
setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan
atau bagi hasil.

Tujuan Utama Kredit


1. Mencari keuntungan
Dalam bentuk bunga dan biaya administrasi
kredit
2. Membantu usaha nasabah
Nasabah yang perlu dibantu baik itu untuk
dana investasi atau modal kerja.
3. Membantu pemerintah
Keutungan bagi pemerintah :
Penerimaan pajak
Membuka kesempatan kerja
Meningkatkan jumlah barang dan jasa
Menghemat devisa negara

Prinsip Pemberian Kredit


A. Prinsip Evaluasi Kredit
Dengan menilai calon nasabah (debitur) dengan
prinsip 5C sbb :
1. Character
Kajiannya dengan melakukan :
a. BI checking melalui sistem information
debitur (SID)
b. Trade checking (meneliti calon nasabah di
lingkungan para stakeholders).
c. Mencari informasi kepada asosiasi usaha
dimana calon nasabah terdaftar.

2. Capacity
Beberapa pendekatan yang dilakukan :
a. Historis (menilai kinerja masa lalu)
b. Finansial (kemampuan keuangan)
c. Yuridis (menilai dalam melakukan
penandatanganan perjanjian kredit dgn
bank)
d. Manajerial (menilai kemampuan dlm
melaksanakan fungsi manajemen dalam
memimpin perusahaan)
e. Teknis (menilai kemampuan nasabah
terkait teknis produksi, tenaga kerja, bahan
baku, adminsitrasi, keuangan)

3. Capital
Penilaian atas posisi keuangan secara
keseluruhan termasuk aliran kas baik masa
lalu ataupun masa yang akan datang.
4. Condition of Economic
Penilaian atas kondisi pasar di dlm negeri dan
luar negeri baik masa lalu ataupun masa yang
akan datang sehingga dapat diketahui
prospek pemasarannya.

5.

Collateral
Penilaian atas agunan yang di miliki oleh nasabah
dengan pertimbangan dikenal dengan istilah MAST :
a. Marketability
Agunan yang di terima harus mudah diperjual belikan
dengan harga yang meningkat dari waktu ke waktu.

b.

Ascertainability of Value
Agunan memiliki harga yang pasti sehingga tdk
perlu minta bantuan bagian appraisal dlm menaksir
agunan.
c. Stability of Value
Agunan memiliki harga yg stabil sehingga pada
waktu dijual bisa mengcover seluruh kewajiban yang
macet.
d. Transferability
Agunan mudah dipindahkan baik secara fisik
maupun yuridis.

Dari analisis 5C akan diperoleh gambaran


tentang debitur dan kemungkinan kreditnya
dengan melakukan 5P :
1. Party (golongan) -- character, capacity,
capital
2. Purpose (tujuan)
3. Payment (pembayaran kembali)
4. Profitability (kemampuan dalam memperoleh
keuntungan)
5. Protection (perlindungan)

Prinsip 3R :
1. Return (hasil usaha yang dicapai oleh
perusahaan).
2. Repayment (kemampuan untuk melakukan
pembayaran kembali).
3. Risk Bearing Ability (kemampuan untuk
menanggung risiko apabila terjadi kegagalan
dalam usahanya).

Analisa 6-A
1. Analisa aspek
2. Analisa aspek
3. Analisa aspek
4. Analisa aspek
5. Analisa aspek
6. Analisa aspek

hukum
pemasaran
teknis
manajemen
keuangan
sosial ekonomi

1.

2.

Analisis aspek hukum


Dilakukan untuk evaluasi terhadap Aspek legalitas
calon debitur. Dan aspek ini dapat digolongkan
menjadi tiga golongan :
a. Debitur perorangan.
b. Debitur dalam bentuk usaha yg bukan badan
hukum (CV, UD, Firma).
c. Debitur dalam bentuk usaha yang berbadan
hukum (PT, Koperasi, Yayasan).
Analisis aspek pemasaran
Aspek yang terkait dengan aktivitas pemasaran produk
calon debitur. Yang perlu di analisis dalam aspek ini
adalah :

a.
b.
c.
d.

Produk yang dipasarkan


Pangsa pasar
Pesaing
Strategi pemasaran

3. Analisis aspek teknis


Dilakukan untuk mengetahui fisik dan
lingkungan usaha calon debitur serta proses
produksi, seperti:
a. Lokasi pabrik
b. Layout pabrik
c. Proses produksi
d. Ketersediaan bahan baku
4. Analisis aspek manajemen
Faktor yang perlu dilakukan antara lain :
a. Struktur organisasi
b. Job description
c. Sistem dan prosedur
d. Penataan sumber daya manusia

5. Analisis aspek keuangan


Beberapa instrumen keuangan yang perlu
dianalisis adalah :
a. Liquidity
b. Leverage
c. Activity
d. Profitability
e. Sumber dan penggunaan dana
6. Analisis aspek sosial ekonomi
Analisa untuk mendapatkan informasi
tentang lingkungan terkait dgn usaha
debitur.

Penentuan besarnya Kredit dipengaruhi oleh :


1. Reserve Requirement (RR)
Cadangan wajib yang ditentukan untuk
menyisihkan sebagian dari dana pihak ketiga
yang berhasil dihimpun dlm bentuk giro wajib
minimum.
2. Loan to Deposit Ratio (LDR)
Rasio besarnya volume kredit yang disalurkan
dan jumlah penerimaan dana dari berbagai
sumber.
3. Batas maksimum pemberian kredit
Merupakan batas pemberian kredit yang tidak
diperbolehkan yang besarnya melebihi 20% dari
besarnya modal bank yang bersangkutan.
4. Portfolio investment
Alokasi dana dalam katagori dana sisa (residual

B. Penggolongan Kredit
1) Performing (kredit tdk bermasalah)
a. Kredit lancar
b. Kredit dalam perhatian khusus
2) Non performing (kredit bermasalah)
a. Kredit kurang lancar
b. Kredit diragukan
c. Kredit macet

C. Upaya penyelesaian kredit bermasalah


1) Rescheduling
2) Reconditioning
3) Restructuring
4) Eksekusi

Unsur-unsur Kredit

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kreditor
Debitur
Kepercayaan
Perjanjian
Risiko
Jangka waktu
Balas jasa

Fungsi Kredit
1. Meningkatkan arus tukar menukar barang dan
jasa.
2. Alat yang dipakai untuk memanfaatkan idle fund.
3. Menciptakan alat pembayaran baru.
4. Alat mengendali harga
5. Dapat mengaktifkan dan meningkatkan manfaat
ekonomi yang ada.
6. Meningkatkan daya guna uang.
7. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.
8. Alat stabilitas ekonomi
9. Meningkatkan gairah usaha
10. Meningkatkan pemerataan pendapatan
11. Meningkatkan hubungan internasional

Jenis Kredit
1. Kredit dilihat dari tujuan penggunaan
a. Kredit investasi
b. Kredit modal kerja
c. Kredit konsumtif
d. Kredit produktif
e. Kredit perdagangan
2. Kredit dilihat dari jangka waktu
a. Kredit jangka pendek
b. Kredit jangka menengah
c. Kredit jangka panjang

3. Kredit dilihat dari cara penarikan


a. Kredit sekaligus
b. Kredit bertahap
c. Kredit rekening koran
4. Kredit dilihat dari sektor usaha
a. Sektor industri
b. Sektor perdagangan
c. Sektor pertanian, peternakan perikanan
dan perkebunan
d. Sektor jasa
e. Sektor perumahan

5. Kredit dilhat dari segi jaminan


a. Kredit dengan jaminan (secured loan)
- Jaminan perorangan
- Jaminan benda berwujud
- Jaminan benda tdk berwujud
b. Kredit tanpa jaminan (unsecured loan)
6. Kredit dilihat dari jumlahnya
a. Kredit UMKM
b. Kredit UMK
c. Kredit korporasi

Kualitas Kredit
1. Tingkat perolehan laba (return)
2. Tingkat risiko (risk)
Jenis-jenis risiko yang akan dihadapi :
Risiko lingkungan
Risiko manajemen
Risiko penyerahan
Risiko keuangan

Ukuran kredit berkualitas :


1. Lancar (pas)
Membayar angsuran tepat waktu
Memiliki mutasi rekening aktif
Jaminan yang di jaminan dgn agunan tunai
2. Dalam perhatian khusus (special mention)
Terdapat tunggakan yg belum 90hari
Mutasi rekening relatif aktif
Didukung dengan pinjaman baru

3. Kurang lancar (substandard)


Terdapat tunggakan angsuran melebihi
90hari
Mutasi rekening relatif rendah
Terdapat indikasi masalah keuangan
Dokumen pinjaman lemah
4. Diragukan (doubtful)
Terdapat tunggakan pembayaran lebih dari
180hari
Wanprestasi lebih dari 180hari
Terjadi kapitalisasi bunga
Dokumen huku lemah baik perjanjian kredit
atau pengikatan jaminan

5. Macet (loss)
Terdapat tunggakan angsuran lebih dari
270hari
Kerugian operasional ditutup dgn pinjaman
baru
Dari segi hukum dan kondisi pasar jaminan
tidak dapat dicairkan pada nilai wajar

Teknik Penyelesaian Kredit Macet


1. Rescheduling
a. Memperpanjang jangka waktu kredit
b. Memperpanjang jangka waktu angsuran
2. Reconditioning
a. Bunga dijadikan utang pokok (kapitalisasi
bunga)
b. Penundaan pembayaran bunga sampai
waktu tertentu
c. Penurunan suku bunga
d. Pembebasan bunga

3. Restructuring
a. Menanbah jumlah kredit
b. Menambah equity yaitu :
- Dengan menyetor uang tunai
- Tambahan dari pemilik
4. Kombinasi
5. Penyitaan jaminan

WASALLAM MUALAIKUM WRWB


TERIMAKASIH