Anda di halaman 1dari 25

KEPUTUSAN

INVESTASI Prepared by Maulana


Yusup.,SE.,MM
Boy Suzanto SE MM
Dosen Tetap STIE Pasundan Bandung

Investasi
Penanaman dana pada suatu aktiva. Pada prinsipnya semua keputusan
yang diambil oleh manajer keuangan baik yang menyangkut keputusan
investasi, keputusan pembelanjaan dan kebijakan dividen memiliki
tujuan yang sama. Semua itu mensyaratkan suatu estimasi hasil yang
diharapkan dan risiko atau kemungkinan tidak diperolehnya hasil seperti
yang diharapkan.
Perencanaan terhadap keputusan investasi sangat penting karena
menyangkut beberapa hal sebagai berikut:
Dana yang dikeluarkan untuk
tersebut tidak bisa diperoleh
diperoleh sekaligus

investasi
kembali

jumlahnya besar, dan


dalam jangka pendek

dana
atau

Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka panjang, sehingga


perusahaan harus menunggu untuk memperoleh kembalinya dana yang
sudah diinvestasikan.
Dengan demikian akan mempengaruhi
penyediaan dana untuk keperluan lain.

Keputusan investasi menyangkaut harapan terhadap hasil keuntungan


di masa yang akan dating. Kesalahan dalam mengadakan peramalan
akan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Keputusan investasi berjangka panjang, sehingga kesalahan dalam


pengambilan keputusan akan mempunyai akibat yang panjang dan
berat, serta kesalahan dalam keputusan ini tidak dapat diperbaiki tanpa
adanya kerugian yang besar.

ALIRAN KAS (CAHFLOW)


Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan mengharapkan
akan bisa ditutup oleh penerimaan-penerimaan dimasa yang akan
datang. Dimana penerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan
yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan
Keuntungan ini bisa dalam dua pengertian:
1)Laba Akuntansi yaitu laba yang terdapat dalam laporan keuangan
yang disusun oleh bagian akuntansi yakni cukup dilihat dari laba pada
laporan Rugi-Laba.
2) Laba Tunai yaitu laba berupa aliran kas atau cashflow.

Cash Flow Proyek


Aliran dana yang berkaitan dgn investasi suatu proyek.
Suatu proyek biasanya tidak hanya memerlukan aktiva tetap tapi
juga membutuhkan modal kerja.
Terdiri dari
1. Cash out flows sering disebut juga sebagai initial
investment yaitu total jumlah dana yg dikeluarkan untuk
membiayai proyek baik untuk pengadaan aktiva tetap maupun
modal kerja.
2. Operating Cash-flows sering disebut dg proceeds yaitu kas
masuk bersih yg terdiri dari depresiasi dan laba bersih

Cashflow=
Laba Setelah Pajak+Penyusutan+Bunga
3. Terminal cash flows yaitu kas masuk bersih sebagai akibat
berakhirnya proyek, misalnya nilai residu aktiva tetap,
pencairan modal kerja.

1. Metode Avarage Rate of


Return ( ARR )

2. Metode Payback Period


Metode Penilaian
investasi

3. Metode Net Present Value

4. Metode Internal Rate of


Return ( IRR )

5. Profitability Index

1. Metode Avarage Rate of Return ( ARR )


metode penilaian investasi yang mengukur seberapa besar tingkat
keuntungan dari investasi. Metode ini menggunakan dasar laba
akuntansi, sehingga angka yang digunakan adalah laba setelah
pajak(EAT) yang dibandingkan dengan rata-rata investasi.

Rumusnya

Rata-rata EAT
ARR

=
Rata-rata Investasi

untuk menghitung rata-rata EAT dengan cara menjumlahkan EAT


selama umur investasi dibagi dengan umur investasi. sedangkan untuk
menghitung rata-rata investasi hdala investasi dengan nilai residu
dibagi 2.

2. Metode Payback Period

metode yang mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan


kembali seperti semula.(statu periode yang diperlukan untuk
menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan
aliran kas yang diterima)
Rumusnya

Investasi
Payback Periode

x 1Th
Cashflow

3. Metode Net Present Value


selisih antara nilai sekarang dari cashflow dengan nilai sekarang
dari investasi. Untuk menghitung NPV, pertama menghitung
present value dari penerimaan atau cashflow dengan discount rate
tertentu, kemudian dibandingkan dengan present value dari
investasi. Jika selisih antara PV dari cashflow lebih besar berarti
terdapat NPV positif, artinya proyek investasi adalah layak. dan
sebaliknya.

4. Metode Internal Rate of Return ( IRR )


Jika pada NPV mencari nilai sekarang bersih dengan tingkat
discount rate tertentu, maka metode IRR mencari discount rate yang
dapat menyamakan antara present value dari aliran kas dengan
present value dari investasi. atau IRR adalah tingkat discount rate
yang dapat menyamakan PV of cashflow dengan PV of investment.
Sehingga untu mencari besar IRR diperlukan data NPV yang
mempunyai dua kutub positif dan negative
Rumusnya
IRR

NPVrr
= rr +
TPVrr - TPVrt

x (rt rr)

Dimana:
rr = tingkat discount rate(r) lebih rendah
rt = tingkat discount rate(r) lebih tinggi
TPV= Total Present Value
NPV
= Net Present Value

5. Profitability Index
Profitability index sering disebut sebagai cost benefit analysis
method. Metode ini merupakan modifikasi metode NPV yaitu dengan
mencari rasio antara present value proceeds dengan present value
investasi bila hasilnya > 1 maka investasi menguntungkan tapi bila
hasilnya < 1 maka investasi tidak menguntungkan.

Rumusnya

PVCashinf low
PI =
PVcashoutflow

Contoh :
PT HAYANKOENTOENK WHAE merencanakan sebuah proyek
investasi yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar
Rp.750.000.000,- Dana tersebut Rp.100.000.000,- merupakan modal
kerja, dan sisanya modal tetap dengan nilai residu diperkirakan
sebesar Rp.150.000.000,-dan mempunyai umur ekonomis 5 tahun.
Proyeksi penjualan selama usia ekonomis diperkirakan sebagai
berikut:
Tahun 1
Rp.400.000.000,Tahun 2
Rp.450.000.000,Tahun 3
Rp.500.000.000,Tahun 4
Rp.550.000.000,Tahun 5
Rp.600.000.000,Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40%, dan
biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.20.000.000,pertahun. Pajak yang diperhitungkan 30% dan return yang
diharapkan 18 %.
Dari data tersebut apakah proyek investasi tersebut layak
dijalankan!(Gunakan 5 metode penilaian)

Jawab
Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow (000)
KETERANGAN

Tahun1

Tahun2

Tahun3

Tahun4

Tahun5

Penjualan

400.000

450.000

500.000

550.000

600.000

Biaya Variabel
Bia Tetap Tunai
Penyusutan

160.000
20.000
100.000

180.000
20.000
100.000

200.000
20.000
100.000

220.000
20.000
100.000

240.000
20.000
100.000

Total Biaya

280.000

300.000

320.000

340.000

360.000

Laba Sbl Pajak


Pajak 30%

120.000
36.000

150.000
45.000

180.000
54.000

210.000
63.000

240.000
72.000

Laba Setelah Pajak

84.000
100.000
184.000

105.000
100.000
205.000

126.000
100.000
226.000

147.000
100.000
247.000

168.000
100.000
150.000
100.000
518.000

Penyusutan
Nilai Residu
Modal Kerja
Cashflow

Analisis Kelayakan

1. Average Rate of Return


84.000 + 105.000 + 126.000 + 147.000 +168.000
5

ARR
100%

X
750.000+150.000
2

= 28 %
Karena tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18%
maka menurut metode ini investasi layak untuk dijalankan.

2. Payback Period
Investasi
750.000
Cashflow th1
184.000
566.000
Cashflow th2
205.000
361.000
Cashflow th3
226.000
135.000
Cashflow th 4
247.000
135.000
Payback Periode

3 tahun +

x 1Th
247.000

= 3,55 tahun
Jika target kembalinya investasi 4 tahun, maka investasi ini
layak, karena PBP lebih kecil disbanding dengan target
kembalinya investasi.

3. Net Present Value (NPV)


Tabel Perhitungan Net Present Value r = 18%
Tahun
1
2
3
4
5

Cashflow
184.000.000
205.000.000
226.000.000
247.000.000
518.000.000

Discount Factor Present Value


R =18%
Of Cashflow
0,847
0,718
0,609
0,516
0,437

Total Present Value of Cashflow


Present Value of Investment

155.848.000
147.190.000
137.634.000
127.452.000
226.366.000
794.490.000
750.000.000
44.490.000

Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar


18%, ternyata diperoleh NPV sebesar Rp.44.490.000,- Artinya dengan
NPV positif maka proyek investasi ini layak untuk dilaksanakan.

4. Internal Rate of Return (IRR)


Tabel Perhitungan Net Present Value r = 24%
Tahun
1
2
3
4
5

Cashflow
184.000.000
205.000.000
226.000.000
247.000.000
518.000.000

Discount Factor
R =24%
0,806
0,650
0,524
0,423
0,341

Total Present Value of Cashflow


Present Value of Investment

Present Value
Of Cashflow
148.304.000
133.250.000
118.424.000
104.481.000
176.638.000
681.097.000
750.000.000
-68.903.000

Dengan demikian :
rr
= 18 %
NPVrr = 44.490.000
rt
= 24%
TPVrr = 794.490.000,TPVrt = 681.097.000,-

NPVrr
IRR

= rr +

x (rt rr)
TPVrr - TPVrt
44.490.000

IRR = 18% +

x (24% -18%)
794.490.000 681.097.000

IRR = 20,35%
Karena IRR yang diperoleh lebih besar dari tingkat keuntungan
yang disyaratkan maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
5. ProfitabilityIndex
PV of Cashflow

Profitability Index

Investasi

794.490.000
PI
=
750.000.000

=
1,06
Karena PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan layak.

Soal :

PT Alim Rugi awal tahu 2010 mempertimbangkan sebuah proyek


yang membutuhkan dana sebesar Rp.1.350.000.000,-.Dana tersebut,
sebesar Rp.200.000.000,- diperuntukkan sebagai modal kerja, sedang
sisanya sebagai modal tetap. Umur ekonomis proyek tersebut
diperkirakan 6 tahun dengan nilai residu Rp.150.000.000,Proyeksi Penjualan untuk tahun-tahun kedepan adalah sebagai
berikut :
Tahun 2010
Rp.400.000.000,Tahun 2011
Rp.600.000.000,Tahun 2012
Rp. 750.000.000,Tahun 2013
Rp.850.000.000,Tahun 2014
Rp.900.000.000,Tahun 2015
Rp.1000.000.000,Struktur biaya dari proyek ini adalah 40% merupakan biaya variabel.
Biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.50.000.000,- per
tahun. Pajak 30% dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 17 %.
Menurut saudara apakah proyek ini layak?

Penggantian Investasi
mengganti aktiva tetap lama yang masih mempunyai umur ekonomis
dengan aktiva tetap baru yang lebih menguntungkan. Karena AT lama
masih mempunyai umur ekonomis, artinya At lama tersebut mempunyai
nilai buku, yaitu selisih harga perolehan aktiva dikurangi dengan
akumulasi penyusutannya. AT lama juga mempunyai harga jual, sehingga
bila diganti dengan AT baru perlu dihitung laba atau rugi atas penjualan
aktiva tetap lama tersebut. Laba didapat jika harga jual aktiva tetap lama
lebih tinggi dibanding dengan nilai bukunya.dan sebaliknya, jika harga jual
lebih rendah dibanding nilai bukunya berarti mengalami kerugian.

Untuk menilai penggantian aktiva tetap layak atau tidak layak,


perlu menghitung:
(1) Investasi bersih,
(2) tambahan cashflow.

Investasi Bersih
Pada penilaian investasi penggantian, yang dianalisis adalah besarnya
tambahan keuntungan dan tambahan investasi. Tambahan investasi atau
sering disebut investasi bersih ini didapatkan dari harga beli aktiva baru
dengan penerimaan bersih atas penjualan mesin lama.

Dengan demikian perhitungan investasi bersih sebagai berikut:


a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama
Harga beli aktiva tetap lama xxx
Akumulasi penyusutan
xxx
Nilai Buku
xxx
Harga jual aktiva tetap lama xxx
Laba(Rugi) penjualan AT lama
xxx
Pajak
xxx
Laba bersih penjualan AT lama xxx

b. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih


Nilai buku AT lama
Laba(Rugi) penjualan AT lama
Penerimaan bersih
Harga Beli AT baru
Investasi Bersih

xxx
xxx
xxx
xxx

xxx

investasi bersih ini nantinya yang akan menjadi initial cashflow


yang harus ditutup dengan aliran kas yang diterima dari
penggantian.

Contoh:
PT Abadi merencanakan akan mengganti mesin yang dibeli 3 tahun
lalu seharga Rp.500.000.000,- umur ekonomis 7 tahun dan nilai residu
Rp.80.000.000,- dengan mesin baru yang diperkirakan lebih efisien
seharga Rp.700.000.000,- dengan umur ekonomis 4 tahun dan nilai
residu sebesar Rp.200.000.000,- Mesin lama diperkirakan akan laku
dijual dengan harga Rp.350.000.000,- Atas penggantian mesin tersebut
diharapkan akan bisa menghemat biaya tunai dari penurunan bahan
baku dan biaya TK sebesar Rp.115.000.000,- Pajak 30% dan return yang
diharapkan sebesar 18%
Dari contoh soal tersebut kita bisa menghitung besarnya investasi
bersih sebagai berikut:
500juta-80juta
PenyusutanMesinLamapertahun==Rp.60juta
7

700juta-200juta
PenyusutanMesinBarupertahun==Rp.125juta
4

A. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama


Harga beli aktiva tetap lama
500.000.000
Akumulasi penyusutan 3xRp60.000.000
180.000.000
Nilai Buku
320.000.000
Harga jual aktiva tetap lama
350.000.000
Laba(Rugi) penjualan AT lama
30.000.000
Pajak
9.000.000
Laba bersih penjualan AT lama
21.000.000

B. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih


Nilai buku AT lama
Laba bersih penjualan AT lama
Penerimaan bersih
Harga Beli AT baru
Investasi Bersih

320.000.000
21.000.000
341.000.000
700.000.000
359.000.000

Tambahan Cashflow
.

Untuk menilai kelayakan investasi penggantian , aliran kas yang digunakan


adalah aliran kas tambahan(incremental cashflow) yang disebabkan
penggantian aktiva tetap tersebut.
Tambahan aliran kas ini bisa
disebabkan karena adanya penghematan biaya tunai seperti turunya biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja, dan juga karena peningkatan penjualan
yang disebabkan aktiva tetap baru. Penghematan-penghematan ini akan
menjadi tambahan penghasilan, sehinngga perlu dikurangi dengan
kenaikan biaya, seperti kenaikan penyusutan (penyusutan mesin baru
penyusutan mesin lama).
Dengan demikian dari contoh diatas dapat dihitung tambahan cashflow
sebagai berikut:
Penghematan tunai
Tambahan Ph:
Ph Mesin Baru
Ph Mesin Lama

Rp.115.000.000,-

= Rp.125.000.000
= Rp. 60.000.000
Rp. 65.000.000,Tambahan EBIT
Rp. 50.000.000,Pajak 30 %
Rp. 15.000.000,Tambahan EAT
Rp. 35.000.000,Tambahan Penyusutan
Rp. 65.000.000,Tambahan Cashflow
Rp.100.000.000,-

Dengan demikian penggantian


cashflow sebesar Rp.100.000.000,-

tersebut

menghasilkan

tambahan

Untuk menilai kelayakannya, misal dengan menggunakan metode NPV


maka dapat dihitung NPV nya sebagai berikut:

PV dari tambahan cashflow


tahun 1-4
= Rp 100.000.000 x 2,690 = Rp269.000.000,PV dari nilai residu
tahun 4
= Rp 200.000.000 x 0,516 = Rp103.200.000,Total PV of Cashflow
Rp 372.200.000,Investasi
Rp 359.000.000,Net Present Value
Rp 13.200.000,
Dari perhitungan tersebut ternyata menghasilkan NPV positif sebesar Rp
13.200.000,- sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi penggantian
tersebut adalah layak.

SOAL

PT HAYANKOENTOENK WHAE sedang mempertimbangkan


untuk mengganti mesinnya yang dibeli dua tahun lalu dengan
harga Rp 360.000.000,- umur ekonomis 6 tahun, dan nilai residu
Rp 60.000.000,- dengan mesin baru yang lebih efisien yang
mempunyai harga Rp 500.000.000,- umur ekonomis 4 tahun dan
nilai residu Rp 150.000.000,- Mesin lama laku dijual dengan
harga Rp 250.000.000,Atas penggantian tersebut didapatkan penghematan tunai dari
efisiensi bahan baku dan biaya tenaga kerja sebesar Rp 75 juta
per tahun. Pajak 30 % dan return yang diharapkan sebesar 17 %,
apakah proyek penggantian ini layak?