Anda di halaman 1dari 13

DATA HASIL PRAKTIKUM

No

Jenis
Buffer

Garam

Buffer
Asetat

Buffer
Salmia
k

Larutan

pH Awal

Penambahan
Asam / Basa
Larutan

NaCl 0,1 M

pH
Mete
r
6,99

CH3COOH
0,1 M+
CH3COONa
0,1M

3,91

Lakmu
s
Biru

Biru

pH Akhir

Jml
(mL)

pH
Meter

Lakm

HCl 0,01 M

10 ml

2,61

Mera

NaOH 0,01
M

10 ml

10,88

Bir

Aquades

10 ml

9,09

Bir

HCl 0,01 M

10 ml

3,58

Bir
Merah

NH3 0,1 M +
NH4Cl 0,1 M

10,93

Biru

PEMBAHASAN

NaOH 0,01
M

10 ml

4,34

Mera
Bir

Aquades

20 ml

3,93

Mera
Bir

HCl 0,01 M

10 ml

9,96

mer
Bir

NaOH 0,01
M

10 ml

11,05

Bir

Aquades

20 ml

10,51

Bir

1. Apakah yang terjadi saat larutan penyangga ditambahkan sedikit asam


atau basa? Jelaskan!
Jika pH larutan penyangga ditambahkan sedikit asam atau basa,
maka ph larutan penyangga tersebut tersebut tidak akan berubah atau
tetap mempertahankan pH-nya. Hal ini sesuai prinsip kerja larutan
penyangga, yaitu ketika ion Hidrogen (H+) ditambahkan pada larutan
penyangga, ion tersebut akan diikat oleh basa di dalam larutan
penyangga. Begitu juga Ion hidroksida (OH -) akan diikat oleh asam
(Watson,2012).
2. Jelaskan bagaimana cara kerja kalibrasi dan pengukuran pH larutan
NaCl menggunakan

pH meter!

Pada dasarnya, prinsip kerja pengukuran pH menggunakan pH meter


adalah

mengukur

pH

dari

suatu

cairan

atau

larutan

melalui

probe/elektrode yang terhubung ke meteran elektronik yang mengukur


dan menampilkan pH.
Cara kerja: pertama-tama siapkan larutan dengan pH 4,01; 7,00 dan
9,21 untuk proses kalibrasi. Menyalakan alat terlebih dahulu, lalu
membilas elektrode menggunakan deionized water atau bisa juga
menggunakan aquades, setelah itu mengeringkan elektrode dengan
menggunakan tisu, pastikan pada saat mengeringkan atau mengelap
satu arah. Mencelupkan elektrode ke dalam larutan dengan pH 7 lalu
memilih mode kalibrasi, tunggu 1-2 menit hingga pembacaan pH stabil.
Setelah stabil, mengangkat elektrode dan membilas menggunakan
aquades kembali, mengeringkan dengan tisu dan mengulangi hal yang
sama untuk larutan dengan pH 4,01 dan larutan dengan pH 9,21.
Setelah melalui proses kalibrasi, kemudian kita dapat mengukur ph
larutan NaCl dengan mencelupkan elektroda ke dalam larutan tersebut
lalu tekan tombol ph pada ph meter. Untuk mempercepat proses
pengukuran, kita dapat menggunakan magnetic stirrer yang berfungsi
sebagai pengaduk agar larutan stabil (Wegner,2008).
3. Jelaskan bagaimana mekanisme kerja pengukuran sifat suatu larutan
menggunakan kertas lakmus!

Kertas lakmus adalah suatu kertas dari bahan kimia yang akan
berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam atau basa.
Terdapat dua warna pada kertas lakmus, yaitu merah dan biru. Warna
yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang
ada. Mekanisme pengukuran pH menggunakan kertas lakmus adalah
kertas lakmus baik berwarna merah akan tetap sedangkan yang biru
akan berubah warna menjadi merah ketika dicelupkan kedalam larutan
asam. Jika dicelupkan ke dalam larutan basa maka kertas lakmus merah
akan menjadi biru sedangkan kertas lakmus biru akan berwarna tetap
(Mulyono,2006).
.
4.Jelaskan contoh penggunaan larutan penyangga pada bidang teknologi
pertanian! (minimal 2)

a. Asam Laktat : Zat yang diperoleh melalui proses fermentasi,


Digunakan untuk proses pengemulsian produk industri pertanian
terutama pangan sehari-hari, dan pengembang di industri pangan
dari hasil pertanian (Mulyono,2006).
b. Asam Asetat (Cuka) : Zat yang diperoleh melalui proses fermentasi
secara sintesis, ditemukan di dalam cuka, dan digunakan dalam
produksi di industri pertanian terutama produk pangan yang
berfungsi sebagai penambah rasa (Mulyono,2006).
5. Sebanyak 50 mL larutan NH3 0,1 M (Kb = 105) dicampur dengan 100
mL larutan NH4Cl 0,5 M. Hitunglah pH larutan tersebut!
Pertama,

mencari

mol

dari

masing-masing

larutan

dengan

menggunakan rumus molaritas,


MNH3 =

0,1 =

nNH 3
Volume larutan
nNH 3
0,05

nNH3 = 0,005 = 5 x 10-3


x 10-2

MNH4Cl =

0,5 M =

nNH 4 Cl
Volume larutan
nNH 3
0,1

nNH4Cl = 0,05 = 5

konsentrasi [OH-] dari campuran tersebut

kemudian, mencari

= 10

-5

0,005
0,05

mol basa lemah


garam

Kb x

[OH-] =

dengan menggunakan rumus:

= 10-6

pOH = log[OH-]
= log[10-6]
= 6, maka pH = pKw pOH
pH = 14 6
pH = 8
6. Tentukan pH larutan penyangga yang dibuat dengan mencampurkan 50
mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaCH3COO 0,1 M.
(KaCH3COOH =1,8 10-5)
nCH 3 COOH
Volume larutan

CH3COOH =

CH3COONa

nCH 3 COONa
Volume larutan

0,1 =

nCH 3 COOH
0,05

0,1 M =

nCH 3 COONa
0,05
nCH3COOH = 0,005 = 5 x 10-3
0,005 = 5 x 10-3
Kedua, mencari

[H+]

nCH3COOH =
dari

menggunakan rumus,
mol asamlemah
[H+] = Ka x
garam
= 1,8 x 10-5
= 1,8 x 10-5

0,005
0,005

campuran

tersebut

dengan

pH = log[H+]
= log[1,8 x 10-5]
= 5 log1,8

ANALISA PROSEDUR
Kalibrasi pH meter
Yang pertama dilakukan adalah menyiapkan pH meter dan
larutan pH 7,00; pH 4,01 dan pH 9,21. Selanjutnya menghidupkan
alat, lalu membilas elektrode dengan menggunakan aquades,
setelah itu mengeringkan dengan menggunakan tisu, pada saat
mengeringkan, gerakan tisu harus satu arah, mencelupkan elektrode
dalam larutan pH 7 dan dipilih mode kalibrasi, menunggu selama 2-3
menit sampai pembacaan pH stabil, diangkat dan dibilas elektrode
dengan

menggunakan

aquades,

mengeringkan

dengan

menggunakan tisu,

melakukan kegiatan yang sama untuk larutan

dengan pH 4,01 dan pH 9,21


Pengujian Larutan Buffer
-Pengujian Larutan Buffer NaCl 0,1 M
Pertama mengambil larutan NaCl 0,1 M sebanyak 70 ml
menggunakan gelas ukur,
lalu diukur pH-nya menggunakan pH meter yang telah dikalibrasi
terlebih dahulu dan menggunakan indikator pH universal berupa
kertas lakmus, selanjutnya 70 ml larutan NaCl 0,1 M dibagi ke dalam
3 gelas beker 100 ml dengan masing-masing gelas beker terisi 20 ml
larutan NaCl 0,1 M. Gelas beker I ditambahkan HCl 0,1 M sebanyak
10 ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk membentuk huruf w
supaya terhomogenisasi secara sempurna, selanjutnya pH larutan di
ukur menggunakan pH meter dan indikator pH universal. Gelas
beker II ditambahkan NaOH 0,1 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan
dengan cara diaduk membentuk huruf w supaya terhomogenisasi
secara sempurna, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH
meter dan indikator pH universal. Gelas beker III ditambahkan
Aquades sebanyak 20 ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk
membentuk huruf w supaya terhomogenisasi secara sempurna,
selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan indikator
pH universal.
-Pengujian Larutan Buffer Asetat
Pertama mengambil larutan CH3COOH 0,1 M sebanyak 35 ml dan
larutan CH3COONa 0,1 M sebanyak 35 ml menggunakan gelas ukur,
setelah itu mencampurnya di dalam gelas beker 250 ml dengan cara
diaduk, lalu diukur pH-nya menggunakan pH meter yang telah
dikalibrasi terlebih dahulu dan menggunakan indikator pH universal
berupa kertas lakmus, selanjutnya 70 ml larutan campuran tersebut
dibagi ke dalam 3 gelas beker 100 ml dengan masing-masing gelas
beker terisi 20 ml larutan campuran. Gelas beker I ditambahkan HCl
0,01 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk

membentuk huruf w supaya terhomogenisasi secara sempurna,


selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan indikator
pH universal. Gelas beker II ditambahkan NaOH 0,01 M sebanyak 10
ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk membentuk huruf w
supaya terhomogenisasi secara sempurna, selanjutnya pH larutan di
ukur menggunakan pH meter dan indikator pH universal. Gelas
beker III ditambahkan Aquades sebanyak 20 ml, lalu dicampurkan
dengan cara diaduk membentuk huruf w supaya terhomogenisasi
secara sempurna, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH
meter dan indikator pH universal.
-Pengujian Larutan Buffer Salmiak
Pertama mengambil larutan NH3 0,1 M sebanyak 35 ml dan
larutan NH4Cl 0,1 M sebanyak 35 ml menggunakan gelas ukur,
setelah itu mencampurnya di dalam gelas beker 250 ml dengan cara
diaduk, lalu diukur pH-nya menggunakan pH meter yang telah
dikalibrasi terlebih dahulu dan menggunakan indikator pH universal
berupa kertas lakmus, selanjutnya 70 ml larutan campuran tersebut
dibagi ke dalam 3 gelas beker 100 ml dengan masing-masing gelas
beker terisi 20 ml larutan campuran. Gelas beker I ditambahkan HCl
0,01 M sebanyak 10 ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk
membentuk huruf w supaya terhomogenisasi secara sempurna,
selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH meter dan indikator
pH universal. Gelas beker II ditambahkan NaOH 0,01 M sebanyak 10
ml, lalu dicampurkan dengan cara diaduk membentuk huruf w
supaya terhomogenisasi secara sempurna, selanjutnya pH larutan di
ukur menggunakan pH meter dan indikator pH universal. Gelas
beker III ditambahkan Aquades sebanyak 20 ml, lalu dicampurkan
dengan cara diaduk membentuk huruf w supaya terhomogenisasi
secara sempurna, selanjutnya pH larutan di ukur menggunakan pH
meter dan indikator pH universal.

ANALISA HASIL
1. Pembuatan dan pengujian larutan NaCl 0,1 M
pH dari larutan NaCl 0,1 M saat di uji menggunakan pH meter adalah
6,99 dan kertas lakmus menunjukan tetap berwarna merah.
Penghitungan ph dengan menggunakan rumus dari literatur:
1.1 20 ml NaCl 0,1 M + 10 ml HCl 0,01 M
[GARAM ]
pH = pH awal - log [ ASAM ]
pH = 6,99 - log

0,007
0,0001

pH = 6,99 1,845
pH = 5,1 (Cairns, 2008)
1.2

20 ml NaCl 0,1 M + 10 ml NaOH 0,01 M


[GARAM ]
pH = pH awal + log
[ BASA ]
pH = 6,99 + log

0,007
0,0001

pH = 6,99 + 1,845
pH = 8,8 (Cairns, 2008)
1.3 20 ml NaCl 0,1 M + 20 ml Aquades
pH yang diperoleh dari pengenceran larutan buffer NaCl dengan
penambahan aquades adalah 8,45 dan kertas lakmus tetap
berwarna merah
2. Pembuatan

dan

pengujian

larutan

CH3COOH

0,1

CH3COONa 0,1 M
Diketahui ph awalnya adalah 3,91
Rumus untuk mencari pH awal dari literatur :
CH3COOH =

nCH 3 COONa
Volume larutan

nCH 3 COOH
Volume larutan

CH3COONa

nCH 3 COOH
0,035

0,1 =

0,1

nCH 3 COONa
0,035
nCH3COOH = 0,0035 = 35 x 10-5

nCH3COOH = 0,0035 = 35 x

10-5

[H ]

Ka x

= 1,8 x 10-5

pH

mol asamlemah
garam

0,0035
0,0035

= 1,8 x 10-5

= -log[H+]
= -log[1,8 x 10-5]
= 5 log1,8 = 4,74 (Wegner,2008).
2.1

20 ml (CH3COOH 0,1 M + CH3COONa 0,1 M) + 10 ml HCl 0,01

M
1) Sebelum

pencampuran,

larutan

penyangga

asetat

akan

terionisasi membentuk ion CH3COO-, H+ dan Na+.


2) Penambahan HCl pada larutan penyangga asetat

akan

mengakibatkan jumlah ion H+ bertambah banyak.


3) Sehingga diperoleh persamaan
[ ASAM ]
H+ = Ka x [GARAM ]
H+ = 1,8 x 10-5

0,0036
0,0035

H+ = 1,8514
4) pH = 4,74 log[H+]
= 4,74 log[1,8514]
= 4,74 0,26
= 4,48(Wegner, 2008)
2.2

20 ml (CH3COOH 0,1 M + CH3COONa 0,1 M) + 10 ml NaOH

0,01 M
pH = pKa + log

[GARAM ]
[ ASAM ]

pH = 4,74 + log

0,0035+0,0001
0,00350,0001

pH = 4,74 + log

0,0036
0,0034

pH = 5 (Cairns, 2008)
2.3 20 ml (CH3COOH 0,1 M + CH3COONa 0,1 M) + 20 ml Aquades
pH yang diperoleh dari pengenceran larutan buffer asetat dengan
penambahan aquades adalah 3,85 dan kertas lakmus tetap
berwarna merah
3. Pembuatan dan pengujian larutan NH3 0,1 M + NH4Cl 0,1 M
Diketahui ph awalnya adalah 10,91
Rumus untuk mencari pH awal dari literatur :
MNH3 =

nNH 3
Volume larutan
nNH 3
0,035

0,1 =

MNH4Cl =

nNH 4 Cl
Volume larutan

0,1 M =

nNH3 = 0,0035 = 35 x 10-4

nNH 3
0,035

nNH4Cl = 0,0035 = 35 x

10-4
Kedua, mencari [OH-] dari campuran tersebut dengan menggunakan
rumus,
[OH-] =

Kb x

mol basa lemah


garam

0,0035
= 10-5 x 0,0035
= 10-5
pOH = log[OH-]
= log[10-5]
= 5, maka pH = pKw pOH
pH = 14 5

pH = 9 (Malone, 2008)
3.1

20 ml (NH3 0,1 M + NH4Cl 0,1 M) + 10 ml HCl 0,01 M


[ GARAM ]
pOH = pKb + log
[ BASA ]
pOH = 5 + log

0,0035+0,0001
0,00350,0001

pOH = 5 + log

0,0036
0,0034

pOH = 5,02 maka pH = 14 - 5,02= 8,98 (Cairns, 2008)


3.2 20 ml (NH3 0,1 M + NH4Cl 0,1 M) + 10 ml NaOH 0,01 M
1) Sebelum pencampuran, larutan penyangga asetat

akan

terionisasi membentuk ion CH3COO-, H+ dan Na+.


2) Penambahan HCl pada larutan penyangga asetat

akan

mengakibatkan jumlah ion H+ bertambah banyak.


3) Sehingga diperoleh persamaan
[BASA ]
[OH+] = Kb x [GARAM ]
[OH+] = 10-5

0,0036
0,0035

[OH+] = 1,0285
4) pH = 9 log[OH+]
= 9 log[1,0285]
= 9 (-1,5451)
= 10,5451 (Malone, 2008)
3.3 20 ml (NH3 0,1 M + NH4Cl 0,1 M) + 20 ml Aquades
pH yang diperoleh dari pengenceran larutan buffer salmiak
dengan penambahan aquades adalah 11,25 dan kertas lakmus
berwarna biru.

KESIMPULAN
Larutan penyangga adalah larutan yang dapt mempertahankan nilai
pH. Sifat dari larutan penyangga adalah pH larutan yang hanya berubah
sedikit pada penambahan sedikit asam kuat. Disamping itu larutan
penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam
lemah dengan basa konjugasinya ataupun oleh basa lemah dengan asam
konjugasinya. Larutan penyangga dapat mempertahankan ph karena
ketika asam ditambahkan maka ion H+ akan diikat oleh OH- dari basa
konjugasi begitu pula sebaliknya.Dalam membuat larutan buffer harus
diperhatikan bahan bahan yang akan digunakan, untuk membuat buffer
asetat, diperlukan 35 ml CH3COOH 0,1 M + 35 ml CH3COONa 0,1 M, untuk
membuat buffer salmiak, diperlukan 35 ml NH3 0,1 M + 35 ml NH4Cl 0,1
M. Dalam percobaan yang dilakukan oleh kelompok praktikan, didapatkan
hasil yang maksimal dal. pH meter adalah alat ukur pH modern yang
menggunakan katode untuk mengukur pH yang terhubung ke neteran
elektronik dan menampilkan pH.

DAFTAR PUSTAKA TAMBAHAN


Malone, Leo J. 2008 . Basic Concepts of Chemistry. Newcastle. John Wiley &
Sons
Mulyono.2006. Membuat Reagen Kimia. Jakarta: Bumi Aksara
Wegner, Franks. 2008. Encyclopedia Of Chemical Technology. New York :
John Wiley &
Sons