Anda di halaman 1dari 44

Syamsu

Koordinator Sistem Bioetik


Fakultas Kedokteran Unhas
Makaaar

KOMPETENSI LULUSAN
Etika,moral,profesional
Komunikasi efektif

Keterampilan klinis

PENGUASAAN
ILMU KEDOKT

TEKNOLOGI
Kedokteran

Pengelolaan masKes
Berkepribadian

Mawas diri&
pengembangan

Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme


serta Keselamatan Pasien
Komunikasi efektif
Keterampilan Klinis
Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
Pengelolaan Masalah Kesehatan
Pengelolaan Informasi
Mawas Diri dan Pengembangan Diri

THE FUTURE DOCTOR


(WHO)
FIVE STAR DOCTOR
Care giver
- pemberi asuhan medik
Decision maker - pengambil keputusan
Communicator
- komunikator
Community leader - pemimpin
masyarakat
Manager
- menejer
All teachers have the responsibility to

KONDISI PENDIDIKAN BIOETIK DAN MEDIKOLEGAL


DI INDONESIA
1. Koordinasi Nasional / Renstra belum ada atau belum
tersosialisasi
2. Kebutuhan Tenaga Pengajar yang kompeten sangat besar
3. Belum ada organisasi atau sistem bagaimana mendidik
atau melatih tenaga pengajar untuk bidang ini
4. Belum ada materi pembelajaran relevan yang sudah teruji
5. Banyak kebingungan mengenai metode pembelajaran yang
sesuai
6. Belum ada penelitian yang akurat tentang dampak
pembelajaran bioetik dan medikolegal
7. Belum jelas siapa yang harus bertanggung jawab terhadap
pendidikan bidang ini
8. Masih banyak yang beranggapan tidak perlu diajarkan :
- etika dipelajari di keluarga/lingkungan bukan di sekolah
- cukup mengamati dan mencontoh senior bukan dari buku

BIOETIK SEBAGAI DASAR DAN ACUAN


APLIKASI MEDICAL SCIENCES, DAN
PROFESI KEDOKTERAN

SEMEST I

BIOETIK
Quality
of
Teaching
Learning

Curriculu
m

Conventional
Innovative

Resources
Human
FINANCE

CLERKSHIP

DOKTER

FILSAFAT
PERILAKU
AGAMA
PANCASILA

REPRODUKSI
ONCOLOGI
GERIATRI
CRITICALL ILL
dll

Bioetik, Profesionalisme dan Humaniora


Kesehatan
Modul 1. Dasar Bioetik, Profesionalisme dan Bina
Diri
Modul 2. Komunikasi, Humaniora Kesehatan dan
Hak Azasi Manusia

Kedokteran Forensik dan Medicolegal


Modul 4. Hukum dan Perundang-undangan
bidang Kesehatan
Modul 5. Medikolegal, Kedokteran Forensik dan
Sengketa Medis

Professional Doctor, morality, ethical


conduct
Every doctor as a
scientist must have
good morality, good
personality, highest
sense of empathy,
and ethical conduct
Could perform
communication
effectively, instead
of highest
knowledge on
medical science

Honesty
Responsibility
Visionary
Discipline
Collaboration
Justice
Compassion

Dokter yang Profesional, Bermoral, &


Beretika
Setiap dokter sebagai
ilmuwan, harus
mempunyai moral &
kepribadian yang baik,
rasa empati yang
besar dan beretika.
Memiliki performa &
mampu memberikan
kualitas komunikasi
yang efektif, tidak
hanya pengetahuan
yang tertinggi pada
ilmu kedokteran

Jujur
Bertanggung
jawab
Memiliki visi
Disiplin
Dapat bekerja
sama
Adil
Punya rasa
iba/prihatin

KOMPETENSI DOKTER
Kompetensi Utama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Komunikasi efektif
Keterampilan klinik
Landasan Ilmiah ilmu Kedokteran
Pengelolaan masalah kedokteran dan kesehatan
Pengelolaan informasi
Mawas diri dan Pengembangan diri
Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme
serta Keselamatan pasien

Kompetensi Pendukung
8. Riset
Pengelolaan kegawat-daruratan kedokteran dan
kesehatan
9. Manajemen pelayanan kesehatan
KEPMENDIKNAS RI No. 045/U/2002

Profesionalisme

Competency
Acountability
Altruism
Solidarity
Ethics
Responsibility

World Federation of Medical


Education (WFME)

1. Effective communication
2. Clinical ability
3. Scientifically basis on medical
science
4. Health management
5. Information management
6. Self reflect and self
improvement
7. Ethics, morality, medico legal,
and professionalism

Bioetik adalah studi kritis, sistematis dan multi disiplin isuisu etik, sosial, hukum dan lain lain yang berhubungan
dengan pelayanan kesehatan atau biomedis
Etika medis tradisional hanya mengatur hubungan
profesional dan sosial antara dokter dengan pasien, antara
dokter dengan sejawatnya serta kewajiban moral dokter
terhadap dirinya sendiri.
Cakupan bioetik jauh lebih luas mencakup profesi lain yang
ada kaitannya dengan kelahiran, kehidupan, kesehatan, dan
kematian manusia bahkan perlakuan terhadap mahluk dan
alam sekitar
Etika medis tradisional menelaah hanya sampai masa kini,
bioetik juga menelaah sampai ke masa depan.
Keduanya menelaah masalah moral dan norma, landasan
perilaku manusia

- Bukan sekedar meneruskan kebiasaan pendahulu


- Bukan sekedar pengetahuan dan keterampilan
- Bukan sekedar sikap
- Bukan sekedar memenuhi syarat

Tetapi
- Landasan moral dalam menentukan keputusan,
sikap, perilaku dan tindakan untuk kebaikan,
bukan hanya untuk pasien tetapi juga untuk
makhluk hidup dan alam sekitarnya, sekarang
dan yang akan datang

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Umum
Setelah selesai mempelajari Blok Bioetik, Pro dan Humaniora
Kesehatan , mahasiswa diharapkan mampu :
Bersikap dan berperilaku professional dan etis dalam pengamalan
dan pengembangan iptek kedokteran untuk kesejahteraan umat
manusia dan lingkungannya kini dan yang akan datang

Tujuan Khusus
Setelah selesai mempelajari Blok Bioetik dan Humaniora Kesehatan,
mahasiswa diharapkan mampu
1. Menunjukkan sikap dan perilaku profesional yang tulus
2. Berperilaku profesional yang penuh tanggung jawab dalam kerja
sama tim pelayanan kesehatan
3. Melakukan praktik kedokteran dalam masyarakat multikultural
Indonesia dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan
keterbatasannya
4. Berkomunikasi santun dengan pasien dan anggota keluarganya,
sejawat, masyarakat serta anggota profesi lain
5. Sadar untuk terus belajar sepanjang hayat meningkatkan
keterampilan dan kearifannya untuk sesama dan lingkungan

Menunjukkan sikap dan perilaku


profesional yang tulus
1). Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Kedokteran

Indonesia
2). Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien
3). Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam
hubungan dokter pasien
4). Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang
menyeluruh,
5). Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain
dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya
6). Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien
sesuai standar profesi
7). Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit
8). Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan
etik dalam pengobatan setiap individu pasien

. Berperilaku

profesional, etis dan penuh tanggung


jawab dalam bekerja sama
1). Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial
2). Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai
kontribusi dan peran yang berharga, tanpa memandang status
sosial
3). Berperan aktif dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama
dengan para petugas kesehatan lainnya
4). Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi
konflik
5). Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan
orang lain
6). Menghargai peran dan pendapat profesi kesehatan lainnya dalam
layanan kesehatan
7). Mengenali dan bertindak sewajarnya saat kolega melakukan suatu
tindakan yang tidak profesional

Melakukan praktik kedokteran dalam


masyarakat multikultural Indonesia dengan
penuh kesadaran atas kemampuan dan
keterbatasannya
1). Menjadi manager layanan kesehatan untuk praktik
pribadi , tim atau klinik
2). Menghargai perbedaan karakter individu, gaya hidup,
dan budaya dari pasien dan sejawat
3). Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan
dengan usia, gender, orientasi seksual, etnis,
kecacatan dan status sosial ekonomi
4). Menyadari pentingnya belajar sepanjang hayat dan
pengembangan berkelanjutan
5). Aktif mengembangkan diri baik dalam iptek kedokteran
maupun dalam komunikasi. managerial dan moralitas

Berkomunikasi dengan pasien serta


anggota keluarganya, sejawat,
masyarakat dan dengan anggota
profesi lain
1). Berkomunikasi dengan pasien dan anggota keluarganya
a). Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya
(1). Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien
(2). Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya
(3). Menyimpulkan kembali masalah pasien,
kehawatiran dan harapannya
(4). Memelihara dan menjaga harga diri pasien, halhal yang bersifat pribadi dan kerahasiaan
pasien sepanjang waktu
(5). Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar
dan meminta persetujuannya dalam
memutuskan suatu terapi atau tindakan

b). Mengumpulkan informasi


(1). Meminta penjelasan pada pasien pada pernyataan yang kurang
dimengerti
(2). Tidak memberikan nasihat maupun penjelasan yang prematur
saat masih mengumpulkan data

c). Memahami Perspektif Pasien


(1). Menghargai kepercayaan pasien terhadap segala sesuatu yang
menyangkut penyakitnya
(2). Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien,
kekhawatirannya, dan harapannya
(3). Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi
pasien (marah, takut, malu, sedih, bingung, eforia, maupun
pasien
dengan hambatan komunikasi misalnya bisu tuli, gangguan
psikis)
(4). Memperhatikan faktor bio-psiko-sosiobudaya dan norma-norma
setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi
paripurna dan hubungan dokter-pasien yang profesional
(5) Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh
pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur,
tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan, meringkas
informasi, menjelaskan hasil diagnosis, piulihan penanganan

c) Memberi Penjelasan dan Informasi


(1). Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut
dan
stres sebelum melakukan pemeriksaan fisik
(2). Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin
timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya
(3). Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, dan jujur
tentang tujuan, keperluan, manfaat, risiko prosedur diagnostik
dan
tindakan medis (terapi, operasi, prognosis, rujukan) sebelum
dikerjakan
(4). Menjawab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau
menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit.
(5). Memberikan edukasi dan promosi kesehatan kepada pasien
maupun keluarganya
(6). Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan
-pilihan tindakan telah dipahami oleh pasien
(7). Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk
merenungkan
kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan
(8). Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan
menjunjung tinggi etika kedokteran
(9). Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan

2). Berkomunikasi dengan sejawat, masyarakat dan dengan


anggota profesi lain
a) Memberi informasi yang tepat kepada sejawat tentang kondisi pasien baik
secara lisan, tertulis, atau elektronik pada saat yang diperlukan demi
kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran
b) Menulis surat rujukan dan laporan penanganan pasien dengan benar, demi
kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran
c) Melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas, demi kepentingan
pasien maupun ilmu kedokteran
d) Menggunakan bahasa yang dipahami oleh masyarakat
e) Menggali masalah kesehatan menurut persepsi masyarakat
f) Menggunakan teknik komunikasi langsung yang efektif agar masyarakat
memahami kesehatan sebagai kebutuhan
g) Memanfaatkan media dan kegiatan kemasyarakatan secara efektif ketika
melakukan promosi kesehatan
h) Melibatkan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kesehatan secara
profesional
i) Mendengarkan dengan penuh perhatian, dan memberi waktu cukup kepada
profesi lain untuk menyampaikan pendapatnya
j) Memberi informasi yang tepat waktu dan sesuai kondisi yang sebenarnya ke
perusahaan jasa asuransi kesehatan untuk pemrosesan klaim
k) Memberikan informasi yang relevan kepada penegak hukum atau sebagai saksi
ahli di pengadilan (jika diperlukan)

Menjelaskan Aspek keselamatan pasien


dalam praktik kedokteran
1). Menerapkan standar keselamatan pasien
a) Hak pasien
b) Mendidik pasien dan keluarga
c) Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
d) Penggunaan metoda peningkatan kinerja untuk
melakukan
evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien
e) Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan
pasien
f) Mendidik staf tentang keselamatan pasien
g) Komunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk
mencapai keselamatan pasien

2). Menerapkan 7 (tujuh) langkah keselamatan


pasien
a). Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
b). Memimpin dan mendukung staf
c). Integrasikan aktifitas pengelolaan risiko
d). Kembangkan sistem pelaporan
e). Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
f). Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan
pasien
g). Cegah cidera melalui implementasi sistem
keselamatan pasien

Harus siap :
1. Memikul tanggung jawab dokter sebagai professional
tumpuan harapan berbagai pihak
2. Mengenali berbagai situasi konflik kepentingan dan
cara melaluinya
3. Berkomunikasi dalam kemajemukan budaya
4. Bekerja sama lintas profesi dengan aneka tata nilai
5. Menjadi pemimpin dan manajer layanan kesehatan
dalam fasilitas yang sangat terbatas

STANDAR BIOETIK MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Setia dan taat kepada Kode Etik Kedokteran Indonesia.


Menghormati dan menghargai Kode Etik Profesi Kesehatan lainnya
Menghormati hidup insani dan menhargai kehidupan mahluk lainnya
Mentaati norma-norma yang hidup dalam lingkungan kampus dan RS
Menghormati HAM, hak kesehatan dan hak diperlakukan adil.
Memiliki integritas dan rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap diri,
pasien, dan masyarakat.
7. Mengutamakan kepentingan pasien dari pada kepentingan lainnya.
8. Memiliki jiwa mandiri dan kemampuan mengembangkan diri terusmenerus dalam bidang iptek kedokteran maupun dalam hal
kecerdasan emosional dan spiritual
9. Secara aktif ikut memelihara sarana dan prasarana Fakultas dan RS
termasuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanannya.
10.Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di Fakultas dan Rumah
Sakit serta unit di bawahnya.
11.Senantiasa berpenampilan sopan, rapi dan bersih.
12.Ramah, dan santun terhadap orang lain dan menghindari perbuatan
yang menyiksa atau sewenang-wenang terhadap mahluk lain yang
menjadi obyek pendidikan dan atau penelitian

Etik di ruang kuliah dan atau laboratorium :


1. Hadir tepat waktu, atau sebelum dosen memasuki ruangan
perkuliahan/laboratorium/tutorial;
2. Berpakaian rapi, bersih dan sopan dalam arti tidak menyimpang dari
asas-asas kepatutan;
3. Menghormati mahasiswa lain dengan tidak melakukan perbuatan yang
dapat mengganggu perkuliahan;
4. Santun dalam mengeluarkan pendapat;
5. Jujur, tidak menandatangani absensi kehadiran mahasiswa lain yang
diketahuinya tidak hadir dalam perkuliahan;
6. Menjaga kebersihan dan inventaris Fakultas seperti ruang kuliah/
laboratorium beserta perabot yang ada di dalamnya;
7. Senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja selama
beraktivitas di laboratorium/bengkel.
8. Menhormati mayat, binatang dan tumbuhan yang menjadi obyek
pendidikan dan atau penelitian

Etik dalam pengerjaan tugas/laporan akhir/skripsi :


1. Jujur dan mematuhi etik ilmiah dalam penulisan dan
menyajikan laporan akhir/skripsi;
2. Menjunjung tinggi kejujuran dan menghindari hal-hal yang
bersifat gratifikasi kepada dosen maupun pegawai;
3. Menyerahkan tugas/laporan tepat waktu;
4. Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau
fasilitas lainnya kepada dosen atau pihak lainnya dengan
tujuan untuk mempengaruhi proses bimbingan
tugas/laporan akhir/skripsi

Etik dalam mengikuti ujian :


1. Mematuhi tata tertib ujian yang ditetapkan Fakultas;
2. Jujur, beritikad baik dan tidak melakukan kecurangan;
3. Percaya pada kemampuan sendiri dan tidak berupaya
mempengaruhi orang lain untuk tujuan memperoleh
kelulusan.

Etik dalam hubungan antara sesama mahasiswa :


1. Menghormati setiap mahasiswa tanpa membedakan suku, agama, ras,
status sosial dan jalur masuk perguruan tinggi serta tidak didasari atas
perasaan suka atau tidak suka;
2. Bersikap ramah, dan sopan serta berlaku adil terhadap setiap
mahasiswa dalam interaksi baik di dalam maupun di luar lingkungan
Fakultas dan Rumah Sakit
3. Bekerjasama bantu-membantu sesama mahasiswa dalam menuntut
ilmu pengetahuan dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran;
4. Memiliki solidaritas yang kuat dan saling membantu untuk tujuan yang
baik dan tidak bertentangan dengan norma hukum atau norma lainnya
yang hidup di dalam masyarakat;
5. Suka membantu mahasiswa lain yang kurang mampu dalam pelajaran
maupun kurang mampu secara ekonomi
6. Saling menjaga rahasia dan harga diri sesama mahasiswa
7. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan Rumah Sakit
8. Menghormati perbedaan pendapat atau pandangan dengan mahasiswa
lain.
9. Bekerja sama bantu membantu dan aktif membimbing mahasiswa
profesi kesehatan lainnya dalam memberikan pelayan kepada pasien

Etik dalam hubungan antara mahasiswa dengan


pegawai :
1. Menghormati setiap pegawai tanpa membedakan suku,
agama, ras, status sosial dan tidak didasari atas perasaan
suka atau tidak suka;
2. Bersikap ramah dan sopan santun terhadap setiap pegawai
dalam interaksi baik di dalam maupun di luar lingkungan
Universitas.
3. Ikhlas menerima tidak dilayani oleh pegawai jika pegawai
yang bersangkutan menganggap ada pelanggaran etis

Etik dalam hubungan antara mahasiswa dengan


masyarakat :
1. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan
Rumah
Sakit
2. Suka menolong masyarakat sesuai ilmu
pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki
3. Menghindari perbuatan yang melanggar normanorma
dalam kehidupan bermasyarakat, baik norma hukum,
norma adat-istiadat, agama, norma kesopanan, dan
norma
kepatutan.
4. Memberi contoh dan mengajak masyarakat berbuat
yang

Etik dalam Menyampaikan Pendapat di Luar


Proses Pembelajaran
1. Didasarkan pada tujuan dan untuk kepentingan kebenaran.
2. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan rumah
sakit.
3. Tertib dan terpuji dalam memberikan kontribusi pemikiran
dan sikap terhadap norma-norma sosial.
4. Menjaga inventaris Fakultas, Rumah Sakit maupun aset
masyarakat.
5. Mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
dalam hal penyampaian pendapat dan bersikap.
6. Mempersiapkan argumentasi yang rasional yang
mencerminkan citra diri seorang individu yang
berpendidikan.
7. Bertanggung jawab terhadap kebenaran fakta dan
pendapat yang disampaikan.

Etik terhadap mayat


1. Berdoa sebelum melakukan pembedahan mohon ampunan Tuhan
bahwa tindakan ini terpaksa dilakukan demi kepentingan manusia
yang masih hidup
2. Melakukan pembedahan sekedar yang diperlukan saja
3. Melakukan pembedahan dengan cermat dan tetap menjaga
kehormatan mayat
4. Membuka aurat mayat sekedar yang diperlukan,
5. Menjaga rahasia mayat, tidak menghina atau memaki mayat
6. Mencegah penularan penyakit dari mayat ke orang lain atau lewat
binatang, tumbuhan, makanan atau peralatan
7. Jika mengambil jaringan harus sekedar yang diperlukan Jika
memungkinkan jaringan atau organ yang dikeluarkan dikembalikan ke
dalam tubuh mayat sebelum dijahit dan dikebumikan
8. Jika masih ada sampel jaringan yang tertinggal sedang mayat sudah
dikebumikan jaringan tersebut diserahkan kepada keluarga mayat
9. Orang yang yang hadir dalam ruang bedah mayat harus dibatasi hanya
untuk mahasiswa, dokter dan petugas yang terkait
10.Setelah selesai pemeriksaan atau penggunaan mayat sedapat mungkin
dijahit rapi dan dimandikan baru dikebumikan

Etik dalam hubungan antara mahasiswa dengan


binatang :
1. Tidak boleh menyiksa binatang atau membuatnya
menderita
2. Tidak boleh membikin binatang itu terlantar (kelaparan,
kehausan, kedinginan, kepanasan, tersiksa dan
sebagainya)
3. Jika harus membunuh binatang harus segera dengan cara
yang tidak membuat siksaan
4. Tidak boleh membikin kematian, pembedahan atau
perlakuan kepada binatang yang tidak jelas tujuannya
untuk kemanfaatan hidup manusia
5. Menjaga agar jangan ada penyakit dari binatang percobaan
atau obyek pendidikan menular kepada manusia yang
menggunakannya atau binatang dan manusia sekitarnya.
6. Dalam penelitian genetik hasilnya harus tetap menjaga
kelestarian spesies

Etik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler


Etik dalam berolahraga :
1. Menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas.
2. Bekerjasama dalam memperoleh prestasi dengan cara-cara
yang terpuji.
3. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan Rumah
Sakit.
4. Menghindari perbuatan yang bertujuan dengan sengaja
merugikan atau mencelakai orang lain.
5. Mematuhi aturan-aturan yang diwajibkan dalam bidang
keolahragaan

Etik dalam berkarya di bidang kesenian :


1. Menghargai ilmu pegetahuan, teknologi dan seni.
2. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
3. Menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap kegiatan
seni.
4. Bekerjasama dalam menghasilkan prestasi dan karya seni
yang baik dengan cara-cara yang terpuji.
5. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan Rumah
Sakit
6. Menjunjung tinggi kejujuran dan menghindari perbuatan
yang bersifat gratifikasi terhadap pihak-pihak pengambil
keputusan dalam setiap kegiatan kesenian.

Etik dalam beragama yaitu:


1. Menjalankan ajaran agama dengan sungguh-sungguh
secara tulus
2. Menghormati agama dan kepercayaan orang lain.
3. Menghindari perbuatan yang dapat menghina agama dan
kepercayaan orang lain.
4. Mematuhi norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat;
5. Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan
hukum dan norma.
6. Mematuhi aturan-aturan pelaksanaan kegiatan keagamaan
di lingkungan Fakultas dan Rumah Sakit

Etik dalam kegiatan pengembangan bakat, minat dan


penalaran yaitu:
1. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, sastra dan seni.
2. Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
3. Menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
4. Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan
dalam setiap kegiatan.
5. Bekerjasama dalam memperoleh prestasi dengan cara-cara
yang terpuji.
6. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan Rumah
Sakit
7. Menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat
amoral, anarkis, merusak atau mengganggu ketertiban.
8. Menghargai pendapat dan pemikiran orang lain.
9. Menghindari ucapan atau perbuatan yang memuji diri dan
atau melecehkan orang lain
10.Suka menyebarkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan
kebenaran.

Etik dalam berorganisasi yaitu:


1. Mentaati dan menjalankan aturan organisasi yang sudah disepakati
dengan tulus
2. Berpartisipasi secara aktif pada setiap kegiatan organisasi tanpa
merugikan kepentingan utama menimba iptek kedokteran secara aktif
dan mandiri
3. Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, toleransi dan
kerjasama yang saling menghormati dalam berorganisasi.
4. Mengembangkan kecerdasan interpersonal dan kemampuan
berkomunikasi serta manajerial dalam berorganisasi
5. Mengutamakan kearifan dan kebijaksanaan dalam bertindak.
6. Menghargai perbedaan pendapat dan menyikapinya dengan arif dan
bijaksana.
7. Bertanggung jawab terhadap semua keputusan dan tindakan.
8. Peka terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan suka
memberikan kontribusi dengan cara-cara yang baik dan terpuji.
9. Menjaga dan menjunjung citra Fakultas dan Rumah Sakit.
10.Taat terhadap hukum, peraturan dan norma-norma lainnya di
lingkungan Fakultas dan rumah sakit serta masyarakat.

Etik dalam Pengembangan Diri dan


Profesionalisme
1. Aktif mengikuti pertemuan ilmiah dan pelatihan
dalam bidang profesinya
2. Aktif mengikuti lomba ilmiah di bidang studinya
3. Berupaya untuk ikut berperan serta dalam
kepanitiaan pertemuan ilmiah organisasi profesi
kesehatan
4. Ikut serta dalam penelitian atau penulisan ilmiah
5. Aktif menulis artikel tentang kesehatan atau
kedokteran di surat kabar, majallah atau jurnal imiah
dengan atau tanpa bantuan dosen
6. Dalam penulisan ilmiah harus berupaya keras
menghindari plagiatisme

Etik dalam Menyampaikan Pendapat di Luar


Proses Pembelajaran
1. Didasarkan pada tujuan dan untuk kepentingan kebenaran.
2. Menjaga dan menjunjung tinggi citra Fakultas dan rumah
sakit.
3. Tertib dan terpuji dalam memberikan kontribusi pemikiran
dan sikap terhadap norma-norma sosial.
4. Menjaga inventaris Fakultas, Rumah Sakit maupun aset
masyarakat.
5. Mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
dalam hal penyampaian pendapat dan bersikap.
6. Mempersiapkan argumentasi yang rasional yang
mencerminkan citra diri seorang individu yang
berpendidikan.
7. Bertanggung jawab terhadap kebenaran fakta dan
pendapat yang disampaikan.

STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Kuliah
2. Tutorial
3. Diskusi Kasus
4. Kunjungan lapangan
5. Role play / game
6. Penugasan

SUMBER PEMBELAJARAN
1. Sumpah Hippocrates
2. Kode Etik Kedokteran Indonesia
3. UU Praktek Kedokteran No. 29/2004
4. Standar Pendidikan Dokter di Indonesia (KKI, 2006)
5. Peraturan Disiplin Kedokteran Indonesia (KKI, 2007)
6. Ethics Education Programme, (UNESCO 2007)
7. WMA Medical Ethics Manual, (WMA 2001)
8. Universal Declaration of Human Right, (UNO 1948)
9. Bioetik dan Hukum Kedokteran (Sampurna B dkk 2005 )
10. Informed Consent, (Guwandi J, BP-FKUI 2004)