Anda di halaman 1dari 27

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI AMPASMANGROVE


JENIS RhizophoramucronataMELALUI BERBAGAI MACAM
AKTIVATOR

BIDANG KEGIATAN :
PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh :
Fakhruddin Ali Fikri
I8313018
Merlando Dany S.
I8313033
Sandy Irbianto
I8314060
Silma Kemala F
I8314063

angkatan 2013
angkatan 2013
angkatan 2014
angkatan 2014

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2015

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... 1
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ 2
DAFTAR ISI ................................................................................................... 3
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... 4
RINGKASAN ................................................................................................. 5
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 6
A. LATAR BELAKANG ........................................................................ 6
B. PERUMUSAN MASALAH ............................................................... 7
C. TUJUAN ............................................................................................. 7
D. MANFAAT ......................................................................................... 7
BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 9
A. TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... 9
B. KERANGKA PEMIKIRAN .............................................................. 12
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 13
A. ALAT DAN BAHAN .......................................................................... 13
B. LOKASI ............................................................................................... 13
C. CARA KERJA ..................................................................................... 14
D. ANALISIS KARBON AKTIF ............................................................. 14
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ........................................... 16
A. ANGARAN BIAYA ............................................................................ 16
B. JADWAL KEGIATAN ........................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
-

Lampiran 1. BiodataKetuadanAnggota
Lampiran 2. JustifikasiAnggaranKegiatan
Lampiran 3. Susunan Tim OrganisasidanPembagianTugas
Lampiran 4. SuratPernyataanPeneliti
Lampiran 5. Curriculum VitaeDosenPembimbing

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema Pembuatan Karbon Aktif.........................................................12
Gambar 3.1 Alat Pirolizer........................................................................................13

RINGKASAN
Kebutuhan karbonaktif di Indonesia semakin meningkat seiring
berkembangnya era industrialisasi. Namun, peningkatan kebutuhan karbon aktif tidak
diimbangi dengan adanya produsen karbonaktif di dalam negeri sehingga untuk
memenuhi kebutuhan tersebut harus mengimpor. Jika ditinjau dari sumber daya alam
di Indonesia, sangatlah mungkin kebutuhan karbon aktif dapat dipenuhi dengan
produksi dari dalam negeri.
Bahan yang dapat dibuat sebagai karbon aktif adalah semua bahan yang
mengandung karbon, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, binatang, maupun
barang tambang seperti batubara. Bahan-bahan tersebut adalah berbagai jenis kayu,
sekam padi, tulang binatang, batu bara, tempurung kelapa, kulit biji kopi, bagasse,
dan lain-lain. Akhir-akhir ini karbon aktif dibuat dari bahan baku polimer seperti poli
akrilonitril, rayon, dan resolfenol. (Hoyashi et al., 1984 dalam Hendradkk, 1999).
Padahal, masih banyak yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan karbon aktif, salah
satunya ampas mangrove dari sisa hasil ekstraksi pembuatan zat warna.Ampas
mangrove jenis Rhizoporamucronata merupakan sisa hasil ekstraksi pembuatan zat
warna alami dan dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan karbonaktif.
Tahapan pembuatan karbon aktif dari mangrove jenis Rhizoporamucronata
meliputi proses karbonasi. Proses karbonasi dilakukan dengan menggunakan
pirolizer, proses ini merupakan proses pembakaran tanpa menggunakan oksigen,
dengan waktu tinggal variabel 6 menit , 5,5 menit , 5 menit, 3 menit dan 2,5 menit
dengan massa masuk bahan ke pirolizer sebesar 250 gram. Suhu gas masuk yang
digunakan sebesar 445-450 o C dan suhu gas keluar dari pirolizer pada rentang 210220 oC, suhu optimum untuk proses karbonisasi yaitu 400 oC.
Tahap selanjutnya, aktivasi adalah merupakan perubahan karbon aktif secara
fisik dengan luas permukaan dari karbon meningkat karena terjadi penghilangan
senyawa tar dan senyawa sisa pengarangan. Aktivasi dilakukan secara kimia dan
mencampur material karbon dengan bahan-bahan kimia atau reagen pengaktif,
selanjutnya campuran dikeringakan dan dipanaskan. Bahan Pengaktifan yang
digunakan adalah KOH, NaCl dan HCl dengan konsentrasi 80 %, 10%, 3%,2%, dan
1%. Karbon Aktif Masukan dalam Furnace pada suhu 700oC selama 4 jam . karbon
aktif yang paling optimum pada aktivator 80%.
Selanjutnya , karbon aktif diaplikasikan dalam pengolahan limbah batik.
Dengan cara mengambil sampel 3 sampel limbah batik dengan volume masingmasing 200 mL. Dengan variabel bebas sampel tanpa karbon aktif , sampel dengan
ditambahkan 5 gram karbon, dan sampel dengan ditambah 5 gram karbon aktif.
Kemudian didiamkan selama 24 jam dalam keadaan tertutup. Setelah itu dititrasi
dengan NaOH yang digunakan maka terlihat daya adsorbsi karbon aktif dibandingkan
limbah dengan karbon dan limbah tanpa karbon aktif.
Kata Kunci :Ampasmangrove,karbonaktif, pirolisis, aktifasi, aplikasi

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG MASALAH


Kebutuhan karbon aktif di Indonesia semakin meningkat seiring
berkembangnya era industrialisasi. Namun, peningkatan kebutuhan karbon
aktif tidak diimbangi dengan adanya produsen karbon aktif di dalam negeri
sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus mengimpor. Pada tahun
2000 tercatat impor karbon aktif sebesar 2.770.573 kg berasal dari negara
Jepang, Hongkong, Korea, Taiwan, China, Singapura, Philipina, Sri Langka,
Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Denmark dan
Italia. (Rini Pujiarti, J.P Gentur Satupa dalam Surest).
Tabel.1.1 Data Impor Karbon Aktif di Indonesia
Tahun
2007
2008
2009
2010
2011

Jumlah (ton)
3.474,254
3.528,208
4.846,055
5.777,557
5.444,834
(data.un.org, 2013)
Jika ditinjau dari sumber daya alam di Indonesia, sangatlah mungkin
kebutuhan karbon aktif dapat dipenuhi dengan produksi dari dalam negeri.
Bahan yang dapat dibuat sebagai karbon aktif adalah semua bahan yang
mengandung karbon, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, binatang,
maupun bKarbon tambang seperti batu bara. Bahan-bahan tersebut adalah
berbagai jenis kayu, sekam padi, tulang binatang, batu bara, tempurung kelapa,
kulit biji kopi, bagasse, dan lain-lain. Akhir-akhir ini karbon aktif dibuat dari
bahan baku polimer seperti poliakrilonitril, rayon, dan resol fenol. (Hoyashi et
al., 1984 dalam Hendra dkk, 1999). Padahal, masih banyak yang dapat
dimanfaatkan untuk pembuatan karbon aktif, salah satunya ampas mangrove
dari sisa hasil ekstraksi pembuatan zat warna.
Pada proses pembuatan zat warna dari buah mangrove jenis Rhizopora
mucronata, buah mangrove diekstrak untuk diambil zat warnanya, sedangkan
hasil sampingnya adalah ampas mangrove. Pemanfaatan ampas mangrove dari
proses ekstraksi zat warna belum maksimal dan perlu perhatian khusus. Ampas
mangrove hasil ekstraksi umumnya dibuang sebagai limbah atau hanya
dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada pembakaran dapur, padahal ampas

mangrove tersebut dapat bernilai ekonomis tinggi jika dikembangkan sebagai


karbon aktif/Karbon aktif.
B.

PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas timbul permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana cara membuat karbon aktif dari ampas mangrove jenis
Rhizophora mucronata Dengan pengendalian waktu tinggal?
2. Bagaimana kualitas produk karbon aktif dari ampas mangrove jenis
Rhizophora mucronata yang dihasilkan dari pengendalian waktu tinggal?

C.

TUJUAN
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Mengetahui Waktu optimum karbonisasi untuk menghasilkan Karbon
yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Karbon aktif.
Waktu tinggal optimum ini akan digunakan sebagai waktu tinggal
pembuatan Karbon aktif secara langsung dari ampas mangrove.
2. Mendapatkan Karbon Aktif dari mangrove jenis Rhizophora mucronata.
3. Mengaplikasikan Karbon Aktif pada air limbah batik.
D. LUARAN
Luaran dari penelitian kami adalah:
1. Peningkatan hasil pirolisis karbon aktif dari ampas mangrove dengan
pengendalian waktu tinggal dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
2. Pengadaan Paten tentang Peningkatan hasil pirolisis karbon aktif dari
ampas mangrove dengan pengendalian waktu tinggal
3. Penyuluhan dan sosialisasi pada industri kecil.
E. MANFAAT
1. Bagi mahasiswa :
Mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai
pembuatan karbon/Karbon aktifdari ampas mangrove jenis Rhizophora
mucronata.
Menambah refrensi tentang pembuatan Karbon aktif yang dapat
diaplikasikan dalam bentuk lain.
2. Bagi masyarakat :
Dapat memanfaatkan ampas mangrove jenis Rhizophora mucronata
sebagai karbon aktif.
Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui eksplorasi
sumberdaya hayati Indonesia dan nilai jual ampas mangrove.

3. Bagi institusi
Dapat dikembangkan lebih lanjut mengenai pembuatan karbon aktif
selain menggunakan bahan baku dari ampas mangrove jenis Rhizopora
mucronata.
Dapat meningkatkan hasil pirolisis pada pembuatan karbon aktif
melalui pengendalian waktu tinggal.
4. Bagi Industri
Dapat mengurangi kadar pencemaran pada industri batik.
Dapat Meningkatkan produksi Karbon Aktif pada industri Karbon
Mengurangi Import karbon aktif dari luar negeri.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. TINJAUAN PUSTAKA
A.1 MANGROVE
Indonesia merupakan negara yang mempunyai htan mangrove paling
luas didunia.Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (kemenhut) tahun
2007 bahwa luas hutan tersebut mencapai 7,7 juta hektar, sedangkan menurut
FAO (Food and Agriculture Organization) bahwa Indonesia memiliki hutan
mangrove seluas 3.062.300 hektar pada tahun 2005 dan bertambah menjadi
3.244.018,46 hektar pada tahun 2010 yang merupakan 19% dari total seluruh
hutan mangrove diseluruh dunia. Hutan ini terdiri dari beberapa jenis antara
lain Avicenna spp.,Camocarpus spp., Heritera spp., Bruguiera spp., dan
Rhizopora spp., namun sebagian besar hutan mangrove di Indonesia di
dominasi tanaman jenis Rhizopora atau yang lebih dikenal sebagai pohon
bakau. Kandungan tanin dalam pohon bakau (Rhizoporamucronata) dapat
dimanfaatkan sebagai pewarna alami.
Rhizopora mucronata biasanya tumbuh di garis pantai yang tergenang
pasang, walaupun kadang-kadang tumbuh di pesisir pantai pada lingkungan
yang baik tingginya mencapai 35m yang dapat digunakan sebagai kayu bakar
dan merupakan karbon yang berkualitas.
A.2 KARBON
Karbon adalah residu hitam berbentuk padatan berpori yang
mengandung 85% -90% karbon, dihasilkan dengan menghilangkan
kandungan air dan komponen volatile dari bahan-bahan yang mengandung
karbon melalui pemanasan pada suhu tinggi (Triana dan Sarma, 2003 dalam
Fauziah, 209).

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menurut Smisek dan Cermy dalam Pari et al (2006), karbon yang


berkualitas harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Mempunyai kandungan karbon (fixed karbon) diatas 70%
Cukup keras ditandai tidak mudah hancur
Kadar abunya tidak lebih dari 15%
Kadar zat menguapnya tidak lebih dari 15%
Kadar airnya tidak lebih dari 15%
Tidak tercemar oleh unsur-unsur membahayakan atau kotoran lainnya

A..3 KARBON AKTIF


Karbon tak berbentuk yang diolah secara khusus untuk menghasilkan luas
permukaan yang sangat besa, berkisar antara 300-2000 m2/g. Luas permukaan
yang besar dan struktur pori-pori karbon aktif dapat dikembangkan, struktur
ini memberi kemampan karbon aktif untuk menyerap (adsorb) gas-gas dan
uap-uap dari gas dan dapat mengurangi zat-zat dari liquida (Kirk and Othmer,
1992 dalam Kurniati, 2008).
Berdasarkan ukuran pori-porinya karbon aktif dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu:
1. Mikropori, dengan ukuran pori-pori 10-1000 Angstrom
2. Makropori, dengan ukuran pori-pori lebih besar dari 1000 Angstrom
(Paul NC and Fired, 1980 dalam Kurniati, 2008)
Karbon aktif berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua yaitu karbon
aktif sebagai pemucat dan sebagai penyerap uap. Karbon aktif berbentuk
pemucat biasanya berbentuk sangat haus, diameter pori-pori mecapai 1000
Angstrom, digunakan dalam fase cair berfungsi memindahkan zat pengganggu
yang menyebabkan warna dan bau yang tidak diharapkan dan membebaskan
pelarut dari zat pengganggu.
Kegunaan karbon aktif di Indonesia pada umumnya meningkat namun
belum bisa dipenuhu secara mandiridan harus mengimpor. Hal ini disebabkan
karena kurangnya produksi dan mutu karbon aktif yang masih rendah.
Kegunaan karbon aktif dalam industri sebagian besar sebagai adsorpsi baik
dalam fase padat, cair, dan gas.
A.4 PEMBUATAN KARBON AKTIF
Pembuatan karbon aktif terdiri atas dua tahap, yaitu proses karbonasi dan
proses aktivasi.
A.4.1 PROSES KARBONASI (PIROLISIS)
Tahap karbonasi adalah tahapan yang sangat pentingdalam proses pembuatan
karbon. Proses karbonasi adalah proses pemanasan suatu material biomassa pada
temperatur relatif tinggi dengan jumlah oksigen dibatasi untuk menghasilkan karbon.

10

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses karbonasi antara lain:


1. Waktu Karbonasi
Bila waktu karbonasi diperpanjang maka reaksi pirolisis akan semakin
sempurna sehingga akan meningkatkan hasil cairan dan gas namun hasil
karbonnya akan menurun.
2. Suhu Karbonasi
Suhu karbonasi berpengaruh terhadap hasil karbon karena semakin
tinggi suhu, karbon yang dihasilkan demakin berkurang namun hasil gas dan
cairan akan semakin meningkat
3. Kadar air bahan
Semakin banyak kadar airnya akan menyebabkam timbulnya uap air
dalam proses pirolisis yang mengakibatkan tar tidak bisa mengmbun didalam
pendingin sehingga waktu yang digunakan untuk pemanasan semakin banyak.
4. Ukuran bahan
Ukuran bahan berpengaruh terhadap perataan panas. Semakin kecil
ukuran bahan semakin cepat perataan keseluruha umpan sehingga pirolisis
berjalan lebih sempurna. Misalnya untuk tempurung kelapa ukurannya 2-3 m
(Agra dkk, 1998)
A.4.2 PROSES PENGAKTIFAN
Aktivasi adalah perubahan secara fisik dimana luas permukaan dari karbon
meningkat dengan tajam dikarenakan terjadinya penghilangan senyawa tar dan
senyawa sisa-sisa pengkarbonan (Shreve, 1997). Pada prinsipnya pengaktifan karbon
dapat dilakukan dengan dua macam metode yaitu:
1. Aktivasi secara fisika
Aktivasi fisika disebut juga aktivasi thermal. Menurut Satish, (2003) aktivasi
fisika adalah proses untuk mengembangkan struktur pori dan memperbesar luas
permukaan karbon aktif dengan perlakuan panas pada temperatur 800-1000 oC
dengan mengalirkan gas pengoksidasi seperti uap atau karbondioksida.
2. Aktivasi secara kimia
Aktivasi kimia dilakukan dengan mencampur material karbon dengan bahanbahan kimia atau ragen pengaktif, selanjutnya campuran dikeringkan atau
dipanaskan. Menurut Kirk and Othmer (1978), bahan kimia yang dapat digunakan
sebagai pengaktif diantaranya CaCl2, Ca(OH)2, NaCl, MgCl2, HNO3, HCl,
Ca3(PO4)2, H3PO4, ZnCl2 dan KOH. Semua bahan aktif ini umumnya bersifat
sebagai pengikat air.

11

B. KERANGKA PEMIKIRAN
B.1. Pembuatan Karbon Aktif

Ampas

Pirolizer

Pengeringan

Mangrove

Air
aktivator ( NaCl, KOH ,HCl) (1:15)

Penyaringan

Oven

Pengaktifan

Penghalusan

Analis BET

Analisis BET

dan Proximate

dan Proximate

Furnace

Karbon aktif

Aplikasi pada Limbah Batik

Gambar 2.1 Skema Pembuatan Karbon Aktif dan Ampas Mangrove Sisa Hasil Ekstraksi
Pembuatan Zat Warna Alami

12

BAB III
METODE PENELITIAN
A. ALAT DAN BAHAN
A.1 Alat yang digunakan
a.Pirolizer

1. Pyrolizer
2. Motor
3. Gas elpiji
4. Burner & Tong Burner
5. Variable Speed Driver
6. Termocouple

7. Screw conveyor
8. Flue gas
9. Hopper
10. Ampas Mangrove
11. KarbonMangrove
12. Light HC(gas)

Gambar 3.1Gambar Alat Pirolizer


b. Timbangan analitik
c. Blender
d. Gelas beaker
e. Gelas Ukur
f. Pengaduk
g. Kertas Saring
h. Furnace
i. Oven
j. Dan peralatan lain yang mendukung penelitian
A.2. Bahan yang Digunakan
a. Ampas mangrove
b. Pelarut (Aquadest)
c. Zat aktifator (ZnCl2)
B. LOKASI
Tempat pelaksanaan penelitian ini dilakuakan di Laboratorium
Aplikasi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta ,
Jl. Ir. Sutami no. 36 Surakarta. Sedangkan Pengujian bahan baku karbon dari

13

ampas mangrove dilakukan di Tekmira Bandung dan untuk pengujian hasil


karbon aktif dilakukan di Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta
C. CARA KERJA
1. Persiapan Bahan Baku
Bahan baku yang berupa ampas mangrove sisa pembuatan zat
warna alami di jemur di bawah sinar matahari sampai kering untuk
mengurangi kadar airnya.
2. Karbonasi
Ampas mangrove yang telah dikeringkan diambil 250 gram
kemudian di pirolisis dengan alat pirolizer pada suhu 400C dengan
kecepatan 9 rpm selama 5 menit.Karbon yang sudah jadi kemudian
dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 200 mesh dan di analisa di
Tekmira Bandung untuk mengetahui kandungan proximate, ultimate dan
nilai kalor yang terdapat pada Karbon tersebut.
3. Aktivasi
Karbon yang berukuran 200 mesh di aktivasi dengan cara direndam
menggunakan NaCl, KOH dan HCL dengan konsentrasi 10% dan ratio
1:15 (volume) dalam gelas beker selama 24 jam kemudian disaring,
dikeringkan dan dimasukkan dalam furnace selama 60 menit pada suhu
750C.
4. Apikasi pada Limbah Batik
D. Analisis Karbon Aktif
Analisa produk dilakukan terhadap rendemen dan beberapa faktor
yang dapat dijadikan sebagai penentu mutu karbon aktif yang dihasilkan.
Analisis yang dilakukan, antara lain:
1. Menghitung rendemen (ASTM, 1979 dan SNI, 1995)
Analisis kadar rendemen karbon aktif dilakukan dengan menghitung berat
karbon yang telah diaktivasi. Rendemen dihitung dengan cara:
% =


100%

2. Analisis luas permukaan


Untuk mengetahui permukaan karbon aktif yang terbentuk, sampel karbon
aktif di analisa BET (Brunauer Emmet Teller) di Laboratorium MIPA
Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14

3. Analisis kadar air (AOAC, 1997 dan SNI, 1995)


Suhu oven diatur 105 oC
Menimbang cawan porselen kosong dengan timbangan analitik
Sampel ditimbang sebanyak 1 gram pada cawan porselen
Cawan porslen yang telah berisi sampel dikeringkan kedalam oven
sampai didapat berat konstan
Data yang diperoleh dihitung dengan rumus :

% =
100 %

4. Analisis kadar zat terbang (British 1016 Part 104.3:1998)
Suhu furnace diatur 900 oC
Menimbang cawan porselen kosong
Sampel ditimbang sebanyak 1 gram pada cawan porselenCawan
porselen yang telah berisi sampel dimasukkan ke dalam furnace yang
bersuhu 900 oC selama 7 menit
Setelah itu, cawan porselen yang berisi residu didinginkan dan
ditimbang
Data yang diperoleh dihitung dengan rumus:

% = (
100%)

5. Analisis kadar abu (British 1016 Part 104.4:1998)
Suhu furnace diatur pada suhu 500 oC
Menimbang cawan porselen kosong (W1)
Sampel ditimbang sebanyak 1 gram pada cawan porselen
Cawan porselen + sampel dimasukkan ke dalam furnace selama 30
menit
Temperatur dinaikkan menjadi 815 oC dan dibiarkan selama 60 menit
Setelah 60 menit, cawan porselen yang berisi abu didinginkan di
desikator dan ditimbang
Data yang diperoleh dihitung dengan rumus :

% = (
100 %)

6. Analisis kadar fix karbon (British 1016 Part 104.3:1973)
Kadar fix karbon dapat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
% = 100% (% + %)

15

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
A. Anggaran biaya
Tabel 4.1 Anggaran biaya kegiatan
No
Jenis pengeluaran

Presentase

Biaya (Rp)

Peralatan Penunjang

35 %

Rp 4.210.000,00

Bahan habis pakai

25 %

Rp 2.973.000,00

Perjalanan

25 %

Rp 3.200.000,00

Lain-lain

15 %

Rp 1.500.000,00

100 %

Rp 11.883.000,00

Jumlah

B. Jadwal Rincian Program


Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan
No
Kegiatan
Bulan
Bulan
.
ke-1
ke-2
Minggu
ke-

Minggu
ke-

Bulan
ke-3
Minggu
ke-

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1

Studi pustaka

Persiapan Alat dan Bahan

Pelaksanaan Penelitian

4
5

Evaluasi Secara Umum


kegiatan Penelitian
Pengolahan data

Pembuatan laporan akhir

16

DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2007. Kelapa. http: //www.bppt.go.id/iptek.
Djatmiko , B&S. Ketaren.1985. Pemurnian minyak. Agroindustri Press,
Jurusan TIP, Fateta, IPB. Bogor
Paryanto, dkk. Pembuatan Karbon Aktif Dari Ampas Mangrove Sisa Hasil
Ekstraksi Pembuatan Zat warna Alami. Jurnal Penelitian.
Paryanto , dkk. Pembuatan Zat Warna Alami Berbentuk Bubuk (Powder) Dari Buah
Mangrove Jenis Rhizopora Mucronata Untuk Mendukung Industri Batik Di
Indonesia. Jurnal Penelitian
Rendi dan Resika, Pembuatan Karbon Aktif Dari Ampas Mangrove Jenis Rhizopora
Mucronata Sisa Hasil Ekstraksi Pembuatan Zat warna Alami.Laporan Tugas
Akhir Ahli Madya pada Program Study Diploma III Teknik Kimia Universitas
Sebelas Maret

17

18

19

20

21

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang
Material
Justifikasi
Kuantitas
Pemakaian
Alumunium Alat
20
Foil
Pendukung
Tali Katun
Alat
20
Pendukung
Modifikasi
Alat
1 kali
Alat
Pendukung
Nampan
Alat
8
Pendukung
Toples Kecil
10
Baskom
Alat
6
Pendukung
Sarung
Alat
2 pak
tangan lateks Pendukung
Masker
Alat
2 pak
Pendukung
Beaker glass Alat
8
500 ml
Pendukung

Harga
Satuan (Rp)
20.000

Jumlah (Rp)

5.000

100.000

2.500.000

2.500.000

30.000

240.000

10.000
25.000

100.000
150.000

60.000

120.000

60.000

120.000

60.000

480.000

400.000

Sub Total (Rp) 4.210.000


2. Peralatan Habis Pakai
Material
Justifikasi
Pemakaian
Mangrove
Aquadest
HCl
NaCl
KOH
LPG
Listrik
- Pirolizer
-

Crusher

Ayakan

Kuantitas

Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan
pendukung

200 kg
625 L
5 L
5 kg
4 kg
6

Harga
Satuan
(Rp)
500
1.500
32.500
78.000
84.500
15.000

Bahan
pendukung
Bahan
pendukung

1,55 kW

600/kwh

1,55 kW

600/kwh

Bahan
pendukung

1,55 kW

Jumlah
(Rp)

955.000

100.000
937.500
162.500
390.000
338.000
90.000

600/kwh
1.
Sub Total (Rp) 2.973.000

22

3. Perjalanan
Material
Sekitar solo

Justifikasi
Pemakaian
Belanja
bahan
Survei bahan

Solo
pasuruan
(pp)
Solo-jakarta Survei bahan
Jakarta -Solo

Kuantitas

Jumlah (Rp)

30 kali x 4

Harga
Satuan (Rp)
10.000

2 orang

200.000

400.000

4 orang

400.000

1.600.000

1.200.000

Sub Total (Rp) 3.200.000

4. Lain lain
Material

Justifikasi
Pemakaian
Dokumentasi Persyaratan
Administrasi Persyaratan
Seminar
Publikasi
Laporan
Persyaratan
Biaya tak
Cadangan
terduga

Kuantitas
5
5
1
1
1

Harga
Satuan (Rp)
50.000
100.000
250.000
150.000
350.000

Jumlah (Rp)
250.000
500.000
250.000
150.000
350.000

Sub Total (Rp) 1.500.000


Total (Rp) 11.883.000

23

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas


No
.
1.

Nama/NIM
Fakhruddin
Ali Fikri
I8313018

Program
Studi
D3 Teknik
Kimia

Bidang
Ilmu
Teknik
Kimia

Alokasi Kerja
(Jam/Minggu)
8 Jam/Minggu

2.

Merlando
Dany S
I8313033

D3 Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

8 Jam/Minggu

3.

Sandy
Irbianto
I8314060

D3 Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

8 Jam/Minggu

Uraian Tugas
-Ketua Peneliti
-Koordinasi
Anggota
-Studi Pustaka
-Pengolahan
Data
-Penyusunan
Laporan
-Evaluasi
Umum
Penelitian
-Anggota I
-Studi Pustaka
-Pengolahan
Data
-Penyusunan
Laporan
-Evaluasi
Umum
Penelitian
-Anggota II
-Studi Pustaka
-Pengolahan
Data
-Penyusunan
Laporan
-Evaluasi
Umum
Penelitian

24

4.

Silma
Kemala
Farisha

D3 Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

8 Jam/Minggu

-Anggota III
-Studi Pustaka
-Pengolahan
Data
-Penyusunan
Laporan
-Evaluasi
Umum
Penelitian

25

Lampiran 4. Curriculum Vitae Dosen Pembimbing


A. Identitas Diri
1
Nama lengkap ( dengan gelar)
2
Jenis Kelamin
3
Jabatan Fungsional
4
NIP/NIK/Identitas Lainnya
5
NIDN
6
Tempat dan Tanggal Lahir
7
E-mail
8
Nomor telepon/Hp
9
Alamat kantor
10
Nomor Telepon /fax
11
Lulusan yang telah dihsilkan

12

Mata Kuliah yang diampu

B. Riwayat Pendidikan
1. Program
2 . Nama Perguruan Tinggi
3 . Bidang Ilmu
4 . Tahun Masuk
5 . Tahun Lulus
6 . Judul skripsi/tesis

7 . Nama
Pembimbing/Promotor

Ir. Paryanto, MS
Laki-laki
Lektor Kepala
195804251986011001
0025045804
Boyolali, 25 April 1958
Paryanto_ftuns@yahoo.com
0271 781806/08122985487
Jurusan Teknik Kimia ,FT UNS
0271 632112
S1 = 60 orang;
S2 = -;
S3= -;
-Tek. Zat Warna Alami
-Kewirausahaan/technopreneurship
-Perancangan Proses
-Tek. Pengolahan Limbah Industri

S1
Universitas
Diponegoro
Teknik Kimia
1978
1984
Perancangan Pabrik
Anilin Sintesis dari
Eugenol Minyak
Daun Cengkeh
Prof. Dr. Ir.
Bambang
Pramudono, MS

S2
Universitas Gajah Mada
Teknik Kimia
1988
1992
Esterifikasi Minyak
Nyampung menjadi
Bahan Bakar Bio Disel
Prof. Dr. Ir. Ida Bagus
Agra

26

27