Anda di halaman 1dari 44

ANATOMI KLINIS: CEREBRUM, TRUNKUS CEREBRI, DAN CEREBELLUM

Nerve fiber di otak menurut fungsinya ada 3 jenis..


Serabut commissural, menghubungkan struktur cortex cerebri yang sama pada
kedua hemispherium cerebri (dextra <--> sinistra)
o e.g: corpus callosum, adhesio interthalamica, commissura anterior (antaramigdala)
Serabut asosiasi, menghubungkan bagian cortex cerebri intrahemispher (dalam 1
hemisphere)
o e.g: fasc. Arcuatus, radiatio optica, fasciculus longitudinalis superior (forntalparietal-occipital), fasc. Longitudinalis inferior (occipital temporal),
fornix,
cingulum, fasciculus uncinatus (temporal-frontal), etc
Serabut proyeksi, menjembatani struktur cortex cerebri <--> nucleus subcortical
o e.g: corona radiata, capsula interna crus ant et post

A CEREBRUM
Struktur anatomis normal nya bisa direview sendiri, ada 6 lobus, punya fungsi
kortikal luhur alias higher cortical function dimana ada yang namanya dominasi
otak. Tidak hanya pada orang non kidal, pada orang kidal pun mayoritas hemisfer
otak yang dominan pada manusia adalah hemispher cerebri sinistra. Fungsi dari
otak ini ada yang dinamakan fungsi subkortikal (misalnya somatomotorik dan
somatosensoris), ada yang fungsi kortikal (fungsi luhur/higher function).
Sensoris nerima input, bisa input suara, visual, dll. nah, yang dibahas di
praktikum kemarin adlah input yang berkaitan dengan fungsi kortikal atau fungsi
luhur.
Salah satu fungsi luhur selain kognisi adalah bahasa, yang meliputi input baca tulis
dan nonverbal (selain ngomong, misalnya gesture, mimik muka). Ada yang
namanya dominasi hemisfer, jadi mana hemisfer yang lebih banyak bekerja.
Mayoritas orang2 itu yang dominan adalah hemispherium cerebri sinistra, baik
pada orang kidal maupun nonkidal. Nah, pada orang yang dominan hemispher
sinistra, bagian2 di hemispher dextra mempunyai fungsi yang sama namun
memperoleh input yang lebih sedikit dibanding kembarannya, yang sinistra. Jadi
ceritanya stimulus atau input2 sensoris yang diterima di hemispher sinistra akan
diteruskan dan diproses ke yang dextra saja sedangkan dari hemispher dextra
akan ke dua sisi (kedua hemispher). Oleh karena perbedaan jumlah input yang
diterima antar-hemisphere inilah, gangguan pada masing-masing hemispher akan
memberikan manifestasi klinis yang berbeda. Belahan otak kanan akan lebih
cenderung mengasosiasikan input dari intonasi atau aspek emosional dari suatu
input, dan jugauntuk aspek kesadaran pada lingkungan atau atensi;attention, dan,
dimana bagian yang paling banyak bekerja disini adalah lobus frontoparietal (dari
keduanya parietal lebih dominan lagi).
Yupp, sekarang kita bahas dulu apa yang terjadi jika gangguan terjadi di bagian
otak yang tidak dominan maksudnya, yakni hemispher cerebri dextra. Yang terjadi
adalah hemineglect syndrome - banyak juga yang menyebutkannya
hemineglect sinistra -. Karena yang kiri lebih sering jadi yang diacuhkan ,
soalnya dia menerima lebih sedikit input (hanya dari kontralateral).

Apa yang akan terjadi jika lesi or gangguan terjadi di hemispher sinistra atau
hemispher yang dominan? Nah ini yang bahasan nya panjang x lebar, karena dia
dominan maka manifestasi nya akan berbeda dg lebih rinci sesuai letak dan fungsi
bagian yang terjadi gangguan. Kita akan sedikit bahas apraxia, aphasia, dan alexia.
Untuk apraxia dan aphasia ini berlaku jika input nya berupa kata atau bahasa ya,,
Aphasia : hilangnya kemampuan ekspresi dan atau pemahaman bicara, menulis,
atau simbol-simbol yang berkaitan dengan bahasa. Input bahasa dari area 17
ataupun area 41 n 42 akan diteruskan ke Wernicke lalu ke Broca untuk kemudian
memberikan instruksi eksekusi respon ke efektor via sistem motorik dari area 4 /
somatomotor .
- Wernicke : area bahasa sensoris memahami input berupa kata, kalo kata
tersebut diucapkan ya yang dipahami disini adalah kata/bahasa nya
Broca : area bahasa motoris formulasi bahasa untuk merespon dan atau
merepetisi, word finding; mencari kata atau yang tepat untuk digunakan merespon
input terus baru deh dia bisa merespon, bergantung dengan bahasa tulisan e.g
sms,atau ngomong. Kalo ngomong ya input ini diteruskan ke otot oris misalnya,
kalo sms ya ke efektor di upper limb. pada cara dia merespon jadi meski namanya
area bahasa motoris, kalo respon berupa bahasa ucapan misalnya, si Broca ini
tidak bertanggungjawab pada ngomong nya, karena ngomong ini tetap tugas
sistem somatomotor^^-.
Jadi kalo ada yang lagi ngomong tiba2 mengernyitkan dahi sembari berucap
emm.... apa itu namanya?? maka tunggulah, karena sesungguhnya Broca nya
sedang bekerja

Nah, sekarang gangguan pada area bahasa ini bisa menimbukan aphasia. Tiga
aspek yang harus ditinjau dari kondisi klinis pasien dengan aphasia.
Jenis
Wernicke
aphasia
Repetisi
Negatif
Fluency (20 Positif masih

Broca

bisa

Negatif
ngomong Negatif

meski

kata/menit)

lancar karena bahasa motoris nya faham input bahasa


oke, Cuma karena gangguan ini dari sekitar, tapi dia
bisa timbul neologisme / jargon ga bisa merespon,
aphasia (muncul kata2 baru), atau susah sekali mencari
susunan kalimat yang kacau, dia bahasa yang tepat
sendiri tidak mengerti apa yang dia
ucapkan
Interpretasi Negatif, ga bisa faham kalo diajak Positif
:
faham
/
komunikasi dengan bahasa. Tapi namun
kesulitan
kefahaman kalo gesture faham..
merespon
Aphasia Broca/ekspresif: kerusakan di frontal. orangnya tidak sadar kalau dia tidak
connect dengan bahasa di sekitarnya, ia masih bisa memahami input selama input
nya tidak berupa bahasa/kata.
Aphasia Wernicke/ reseptif : kerusakan di posterior temporal, masih bisa
menyampaikan ide yang timbul dari dalam dirinya sendiri atau atas stimulasi
lingkungan selama input bukan bahasa-.
Aphasi global : infark lebar meliputi lobus frontal dan temporal, semua negatif / ga
bisa,,
Aphasia konduksi : lesi fasciculus arcuatus ga bisa repetisi karena fasc. arcuatus
ini perannya dominan untuk repetisi
Aphasia transkortikal :koneksi dari area Wernicke, Broca, atau fasc. Arcuatus
dengan bagian otak lain terganggu, ada aphasia Broca transkotikal dan ada
aphasia Wernicke transkortikal. Misalnya dari broca ke ke somatomotoris yang
disampaikan fasc. Longitudinalis superior terganggu. Hasil lesi ini adalah defisit
tingkat ringan pada bahasa sensoris atau motoris.
Alexia
Kerusakan di area visual sekunder, jadi misalnya lihat huruf2 dia tahu tapi tidak
bisa merangkainya menjadi kata apalagi memahami katanya _;_ normalnya,
setelah diinterpretasikan di area visual sekunder tersier, mayoritas input yang
perlu diasosiasikan lebih lanjut itu dibawa ke area asosiasi tinggi yang hemisfer
kiri. Dari occipital kanan ini lewat Fasc longitudinalis inferior ke temporal -untuk
interpretasi bahasa-, nyebrang corpus callosum ke kiri trus area asosiasi visual
tinggi (39) ke somatomotor -dominan kiri yaa-.
-

Lesi gyrus angularis alexia with agraphia


Lesi di misalnya infark melibatkan occipitale sinistra sampai corpus callosum
bagian belakang Without agraphia, biasanya disertai hemianopsia dexter.
Sekarang yg motoris ..
Apraxia : hilangnya kemampuan melakukan suatu gerakan yang ada tujuannya,
yang sudah biasa dilakukan/terlatih, terutama bagaimana menggunakan suatu
objek dengan benar/sesuai. meski tidak ada gangguan motorik maupun sensorik.
Lesi area 6 sehingga no intention or idea to do s.t misal ngancingin baju, dia
pegang baju n kancing bisa tapi ga ngerti gimana step2 nya ngancingin baju.

ASOSIASI : Ini yang bertugas mengasosiasikan i.e untuk interpretasi. Area asosiasi
ini ada dua jenis,,
-

Multimodal : area 39 dan 40. Keduanya merupakan area asosiasi yang dapat
menerima stimulus2 dari berbagai jenis indera (area asosiasi dari area2 asosiasi /
area asosiasi tinggi ). Area 39 itu area asosiasi visual tinggi, artinya dia
mengasosiasikan stimulus2 yang melibatkan aspek visual. Misal lagi belajar baca
buku sambil dengerin rekaman lecture sambil meng-higlight isi buku yang dibaca
dll, maka rea 39 bekerja mengasosiasikan stimulus2 tadi. Kalo area 40 tidak harus
melibatkan visual. Berarti sia dua area ini hampir selalu bekerja.
Unimodal : misalnya area asosiasi auditoris, visual,atau sensoris. intinya dia hanya
bisa mengasosiasikan input / stimulus dari 1 jenis inderawi. Misalnya misalnya lagi
area 18 dan 19 sebagai area asosiasi visual. Jadi awalnya oleh area 17 kita
disadarkan bahwa kita melihat suatu objek, kemudian dipersepsikan di area 18,
trus di area 19 ini diasosiasikan lebih lanjut. Misalnya sudah pernah kah melihatnya
sebelumnya, membandingkan dengan objek lain yang mirip, dll.
Agnosia : hilangnya kemampuan mengenali atau mengartikan stimulus sensorik
yang diterima. Ada agnosia auditorik, visual, olfaktorik, gustatorik, dan taktil.
Misalnya agnosia taktil/astreeognosis itu lesi area 5-7 sehingga tidak besa
membedakan karakterisitk suatu benda hanya dari taktil.

SUBCORTICAL STRUCTURE

Ganglia
basalis itu kelompok fungsional substansia grisea yang terdiri dari
kumpulan badan sel saraf yang terkubur di dalam cerebrum.
Ganglia basalia terdiri atas 2 nucleus: Nucleus caudatus, Nucleus lenticularis
(lentiformis) Putamen dan Globus pallidus medialis et lateralis
Secara filogenetik dibagi menjadi:
Neostriatum (mammalia) : nucleus caudatus, putamen
Palaeostriatum (hewan tingkat tinggi, aves, reptil) : globus pallidus
Archistriatum (hewan tingkat rendah) : amygdala (nucleus yang tedapat di dalam
uncus), claustrum
Capsula
interna
crus
anterior
berisi
serabut
corticothalamicus
dan
thalamocorticalis, tractus frontopontinus, dan serabut dari nucleus caudatus yang
mneuju putamen. Crus posterior tersusun dari tiga bagian :
- Lenticulothalamicus : berisi tractus corticobulbar dan corticospinal
- Retrolenticularis
- Sublenticularis diantaranya berisi radiatio auditorius dari CGM ke gyrus temporalis
transversus, serabut optik dari CGL ke area 17.
Kalo ada trombosis atau perdarahan pada a. lenticulostriata ini nanti bisa muncul
hemiplegia ataupun hemiparesis spastika kontralateral.
Sebenarnya udah dibahas ya di 2.6, kasih gambar pathway aja indirect dan direct
ya, bahwa Parkinson termasuk hipokinetik, chorea karena kegagalan inhibisi, lesi
dimana dll udah pada tahu kan

Intinya,
selain ganglia basalis di amengeluarkan glutamat yang bersifat eksitatorik, dan
ganglia basalis sendiri mengeluarkan GABA yang bersifat inhibitoik. Nah, jelasnya
langsung lihat gambar aja ya, kelainan2 udah pernah dulu n pasti udah pada
faham semuaaaa, patfis juga diajarin di lecture juga kan .. jdi tak usah
berlama2^^
CEREBELLUM
Ni juga nanti direview 2.6 aja,, lobus di cerebellum akan memperoleh input dari
suatu tempat, diolah oleh nucleusnya trus output nya disampaikan lagi ke ke
tempat di amenerima input.
Archicerebellum : mendapat input dan mengeluarkan output ke tempat yang sama
yakni organ vestibular vestibulocerebellum ; lobus flocculonodularis, nucleus
fastigii : keseimbangan (ekuilibrium), proprioseptif sikap (postur) gangguan
misal misal nystagmus, vertigo dengan Rombergs positif, dan truncal ataxia.

Paleocerebellum : koneksi nya dengan medulla spinalis spinocerebellum ; lobus


anterior, declive, uvula tonsilla, paraflocculus, nucleus interpositus ; tonus otot,
menghaluskan gerakan. Jika rusak menyebabkan gait ataxia.

Neocerebellum : yang ini hubungannya dengan cortex cerebri. folium, tuber,


pyramis dan hemispher nya, nucleus dentatus. Tractus dentatothalamocortical;
koordinasi muskular. asinergi (hilang koordinasi), dysmetria,intention tremor,
ataxia apendikular (limb ataxia) dan adiadochokinesia yang ipsilateral.

PRAKTIKUM ANATOMI: ANATOMY OF BACK SPINE


Fungsi columna vertebralis adalah untuk melindungi medulla spinalis, menyokong berat
tubuh, dan
posisi tubuh. Columna vertebralis terdiri dari 33 vertebrae yang dibagi lagi menjadi 5
daerah:
7 vertebrae cervicalis
12 vertebrae thoracalis
5 vertebrae lumbalis
5 vertebrae sacralis menyatu membentuk os sacrum
4 vertebrae coccygea menyatu membentuk os coccygis
Pada columna vertebralis orang dewasa terdapat empat lengkung. Lengkung torakal dan
sacrococcygeal
melengkung ke arah ventral, sementara lengkung cervical dan lumbalis melengkung ke
arah dorsal.
Kelainan lengkung columna vertebralis, antara lain:
Kyphosis (Excessive thoracic kyphosis/humpback/hunchback) = peningkatan curvature
thoracic.
Kelainan ini terjadi karena pengikisan bagian ventral pada satu atau lebih vertebrae.
Misalnya
karena osteoporosis.
Dowagers hump kyphosis pada wanita tua karena osteoporosis
Lordosis (Excessive lumbar lordosis/hollow back/ sway back) = peningkatan curvature
lumbal.
Keadaan ini biasa terjadi akibat melemahnya susunan otot batang tubuh, terutama pada
otot

dinding abdomen ventrolateral. Keadaan ini sering dijumpai pada wanita hamil atau orang
obese sebagai mekanisme kompensasi adanya perubahan titik pusat gravitasi tubuh.
Scoliosis (crockedness/curved back) ditandai lengkung columna vertebralis ke arah
lateral
disertai dengan rotasi vertebrae. Beberapa sebab scoliosis antara lain:
Structural scoliosis = kegagalan terbentuknya setengah vertebrae (hemivertebrae)
Myopathic scoliosis = kelemahan asimetris pada otot punggung intrinsic
Functional scoliosis = karena perbedaan panjang antara kedua ekstremitas inferior
Habit scoliosis = kebiasaan duduk yang salah
Fraktur dan Dislokasi Vertebrae
1. Dislokasi vertebrae cervicalis = vertebrae cervicalis paling mudah mengalami dislokasi
karena
facies articularisnya lebih horizontal hubungan antar vertebrae kurang mengunci.
2. Fraktur dan Dislokasi Atlas (VC1) =vertebrae C1 merupakan vertebrae yang unik,
berbentuk
cincin dengan adanya kedua massa lateral tempat ligamentum transversum yang
berfungsi
untuk menahan beban cranium yang seperti globe. Bila ligament transversum atlas ini
ruptur
dapat terjadi subluksasi atlantoaxial atau bila terjadi dislokasi sempurna, dens axis dapat
menghimpit bagian cervical atas dari spinal cord menyebabkan quadriplegia atau ke
daerah
medulla oblongata pusat pernapasan terhimpit kematian.
Bila terjadi fraktur, biasanya terjadi pada arcus inferior atau posterior, disebabkan oleh
adanya
kompresi vertical akibat kelebihan berat yang tiba-tiba. Karena tiba-tiba mendapat
tekanan yang
meledak ini (bursting) menyebabkan patahnya/ fraktur cincin dari atlas. Disebut juga
Jefferson/Burst fracture.
Jefferson/Burst fracture
3. Fraktur dan Dislokasi Axis (VC2) = biasanya terjadi pada pars interarticularis, misalnya
pada
orang yang digantung hiperekstensi kepala terhadap leher Hangmans fracture.
Hangman fracture
4. Whiplash injury (sprained neck) = soft tissue sprain karena kepala tersentak ke
belakang dengan
adanya hiperekstensi vertebrae cervicalis bagian bawah. Menyebabkan rasa nyeri dan
kaku pada
leher selama 12-24 jam. Terdapat tanda spasme otot. Pada kasus yang berat dapat disertai
robeknya ligament longitudinalis anterior.
5. Spondylolysis = fraktur pada pars interarticularis vertebrae.
6. Spondylolisthesis = dislokasi antara vertebrae yang berdekatan, biasanya disebabkan
oleh
spondylolysis. Spondylolisthesis pada C1-C2 dapat menyebabkan kompresi medulla
oblongata
yang berperan sebagai pusat pernapasan langsung mati. Pada L5-S1 dapat
menyebabkan
kompresi cauda equine.
Vertebrae terdiri dari corpus vertebrae dan arcus vertebrae.
Corpus vertebrae adalah bagian ventral yang memberi kekuatan pada columna
vertebralis dan
menyangga berat tubuh. Ada 2 ligamen yang berada di anterior dan posterior corpus
vertebrae
yaitu ligament longitudinalis anterior berfungsi untuk mencegah gerakan hiperekstensi
dan
ligament longitudinalis posterior berfungsi untuk mencegah gerakan hiperfleksi.
Arcus vertebrae adalah bagian dorsal vertebrae yang terdiri dari pediculus arcus
vertebrae dan

lamina arcus vertebrae. Arcus vertebrae dan permukaan dorsal corpus vertebrae
membatasi
foramen vertebrae yang akan membentuk canalis vertebralis yang berisi medulla spinalis,
meninges, jaringan lemak, akar saraf, dan pembuluh.
Kelainan bawaan columna vertebralis yang biasa terjadi, adalah:
Spina bifida occulta karena lamina arcus vertebrae L5 dan/atau S1 gagal berkembang
secara
normal dan gagal bersatu, tertutup oleh kulit, dan biasanya ditandai dengan adanya
sejumput
rambut.
Spina bifida cystic jenis spina bifida yang lebih gawat, terdapat kegagalan
pembentukan
arcus vertebrae yang hampir menyeluruh. Biasanya disertai meningocele (protrusi
meninges
dan CSF), meningomyelocele (protrusi meningers, medulla spinalis, dan CSF). Biasanya
terdapat
gejala neurologis.
Myeloschisis medulla spinalis terbuka, tanpa dilapisi meninges dan kulit. Rawan
infeksi.
Fusi abnormal vertebrae :
Hemisacralisasi / sacralisasi L5 : fusi L5 (komplit atau parsial) dengan S1
Lumbarisasi S1 : S1 terpisah dari L5.
Tiap-tiap permukaan vertebrae dihubungkan melalui sebuah discus dan ligament. Discus
intervertebralis
terdiri dari sebuah annulus fibrosus yang terbentuk dari lamel-lamel fibrokartilago tersusun
konsentris
mengelilingi nucleus pulposus yang berkonsistensi jeli.
Abnormalitas: Hernia Nucleus Pulposus akibat proses degenerative annulus fibrosus
dapat pecah
menyebabkan protrusi nucleus pulposus (paling sering ke arah dorsolateral karena di sini
annulus
fibrosus tipis dan ligament longitudinalis posterior lemah) menekan nervus spinalis.
HNP paling
sering terjadi pada level L4/L5 atau L5/S1.
Manifestasi Klinis :
Nerve entrapment HNP akan menjepit saraf yang terletak di bawahnya (pada
lumbal).
Misalnya pada L4 dan L5 maka HNP di sana akan menyebabkan tergencetnya nervus
spinalis? L5
Sciatica/Ischialgia nyeri yang disebabkan penekanan nervus spinalis L5-S1 (bisa
disebabkan
karena adanya herniasi discus intervertebralis ataupun osteophytes) yang membentuk
N.ischiadicus (low back pain yang menjalar ke pinggul, paha, dan tungkai bawah). Bedakan
dengan fraktur caput femoris yang memiliki sifat penjalaran nyeri yang sama. Apakah ada
perbedaan panjang tungkai bawah? Bila ya, kemungkinan fraktur.
Pemeriksaan : Laseque sign = mengangkat kaki secara lurus, menyebabkan regangan
pada
N.ischiadicus bila ischiatica timbul nyeri.
Efek Aging pada Vertebrae
1. Osteophyte = penonjolan lancip pada tulang ( seperti siung), biasanya terbentuk di
pinggiran
corpus.
2. Spondylosis = pertumbuhan cartilago atau tulang di antara corpus vertebrae.
3. Osteoarthrosis = pertumbuhan cartilago atau tulang pada articulatio zygapophysialis.
Pembahasan Kasus
1. Stenosis Spinalis = penyempitan canalis spinalis. Bisa disebabkan hereditary anomaly
(stenosis
foramen vertebrae), atau age-related degenerative changes (IV disc bulging), atau
penebalan

ligament (ligament flavum dan longitudinalis posterior). Tx: decompressive laminectomy.


2. Laminectomy = eksisi lamina arcus vertebrae atau memotong sebagian arcus vertebrae
pada
pediculus arcus vertebrae.
3. Discectomy = eksisi discus intervertebralis.
4. Myelography = visualisasi medulla spinalis dan radix nervus spinalis dengan kontras.
Sebelumnya CSF diambil melalui lumbar puncture, lalu kontras diinjeksikan ke dalam
spatium
subarachnoid.
5. Lumbar Spinal Puncture = prosedur pengambilan CSF dari cisterna lumbalis. Dilakukan
dengan
pasien tidur miring dan punggung fleksi, di antara processus spinosus L3/L4 atau L4/L5.
6. Spinal anesthesia = injeksi anesthesia pada spatium subarachnoid setinggi L3/L4
anestesi
pinggang ke bawah.
7. Epidural anesthesia = injeksi anesthesia pada spatium epidural, setinggi L3/L4 atau
L4/L5.
8. Caudal epidural anesthesia = anestesi melalui hiatus sacralis atau foramina sacralis
posterior
pada spatium epidural.
9. Poliomyelitis = infeksi virus polio yang menyerang cornu anterior medulla spinalis
menyebabkan
kelumpuhan bersifat flaccid.
10. Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) = penyakit degeneratif, kronis, progresif, yang
menyerang
neuron motoris.
11. Syringomyelia = suatu kondisi penyakit dimana terbentuk cyst atau cavitas dalam
spinal cord
menekan serabut saraf sensoris (anterolateral system/ALS) yang menghantarkan impuls
nyeri
dan suhu terganggunya fungsi sensoris.
12. Tabes dorsalis = degenerasi columna posterior pada syphilis menyebabkan DCML
terganggu
propriosepsi dan taktil terganggu ataxia Romberg test positif.
13. Syndrom Cauda Equina = disebabkan adanya kompresi ekstrinsik pada radix nervus
yang
menyusun cauda equine. Biasanya disebabkan adanya prolaps discus intervertebralis (L4L5 atau
L5-S1). Manifestasi Klinis : disfungsi urinary dan/atau recto-anal, saddle anaesthesia,
kelemahan
gerak ekstermitas bawah, dan low back pain.

BRAIN & ITS SURROUNDING


STRUCTURES
Pembagian Sistem Saraf

Secara anatomis

Diencephalon

Cerebrum
Encephalon
SNC

Mesencephalon

Truncus cerebri

Pons

Cerebellum

Medulla oblongata
Medulla spinalis
SN
Nervi craniales (N I-XII)
SNP
Nervi spinales
Prosencephalon

C Telencephalon
8
T 12
L5
S5
Co 1
Diencephalon

Pembagian Encephalon (Otak)

Mesencephalon

Epithalamus
Thalamus
Hypothalamus
Subthalamus

Secara embriologis

Encephalon

Hemispherium cerebri

Mesencephalon

Metencephalon

Pons
Cerebellum

Rhombencephalon
Myelencephalon

Medulla oblongata

C
e
r
e
b
r
u
m

Osteologi
Calvaria cranii
Sulcus sinus sagitalis supor
Sulci arteriosi et venosi a.
meningea media
Foveolae granulares corpus
Pacchioni
Basis cranii
Fossa cranii antor gyri et sulci
orbitales impressiones gyrorum
(digitatae)
Fossa cranii media lobus temporal
Fossa cranii postor cerebellum
Foramen lihat tabel Nn. Craniales
Sulcus sesuai dengan sinus yang
melewatinya, misal sulcus sinus
sigmoidei dilewati oleh sinus
sigmoideus, dll
Sella turcica, fossa hypophysialis
ditempati oleh gland. hypophysis
Margo supor partis petrosae
Tempat melekatnya tentorium
cerebelli
Protuberantia occipitalis interna
Tempatnya confluens sinuum
Meninges
Terdiri dari 3 lapis (luar dalam):
1 Duramater cranialis:
Lamina endostealis (periosteum
cranium)
Lamina meningealis
duplikatura (terdiri atas 2 lapis
lamina meningealis):
a Falx cerebri

Memisahkan kedua
hemispherium cerebri, tepi
bawahnya sampai corpus
callosum
b Falx cerebelli
Memisahkan kedua
hemispherium
cerebelli
c Tentorium cerebelli
Memisahkan cerebrum
cerebellum,
membatasi
incisura tentorii
d Diaphragma sellae
Menutupi sella turcica,
ditembus oleh infundibulum
gland. hypophysis
Inervasi: N. V, N. X
(duramater memiliki reseptor
nyeri)
Duramater spinalis 1 lapis aja
2 Arachnoidea
Granulatio arachnoidalis (corpus
Pacchioni) merupakan klep satu
arah yang mengalirkan LCS dari
spatium subarachnoidea sinus
sagitalis supor
3 Piamater
Melekat erat pada cerebrum,
melapisi hingga sulcus
Incisura tentorii
Takik yang dibentuk oleh 2
tentorium cerebelli, dilewati oleh
pedunculus cerebri
Vaskularisasi:
A. meningea antor for. ethmoidale
antor
A. meningea media for. spinosum
A. meningea postor for. jugulare

Spatium epidurale cranial


Tidak terdapat pada orang normal,
terbentuk apabila terjadi epidural
hematoma.
Spatium epidural cranial tidak
melanjutkan diri menjadi spatium
epidural spinale.
Spatium subdurale
Spatium subarachnoidea
pelebarannya disebut cisterna
(berisi LCS):
a Cisterna cerebellomedullaris
(magna)
Di antara cerebellum dan
medulla oblongata
b Cisterna pontis
Di depan/sekitar pons
c Cisterna interpeduncularis
Di fossa interpeduncularis
mesencephalon
d Cisterna ambiens
Di samping pons
e Cisterna chiasmatis

Sinus Duramatris
Terdapat di antara 2 lapisan
duramater
Menerima aliran darah dari:
Vv. cerebri
Vv. diploicae
Vv. Emissariae
(dari luar cranium masuk ke dalam):
V. emisaria parietalis for.
parietale
V. emisaria mastoidea for.
mastoidea
V. emisaria occipitalis
V. emisaria condylaris canalis
condylaris
Sinus duramatris tunggal
Sinus sagitalis supor confluens
sinuum;
lanjutan v. nasalis, berjalan pada
sulcus sinus sagitalis supor
Sinus sagitalis infor sinus rectus;
di tepi bawah falx cerebri
Sinus rectus confluens sinuum;
lanjutan v. cerebri magna (Galen),
di antara tentorium dexter et
sinister
Sinus occipitalis confluens
sinuum;

di antara falx cerebelli, berjalan


pada eminentia occipitalis interna,
dekat foramen magnum
Sinus duramatris berpasangan
Sinus tranversus sinus
sigmoideus;
berjalan pada sulcus sinus
transversus
Sinus sigmoideus V. jugularis
interna;
berjalan pada sulcus sinus
sigmoideus
Sinus cavernosus
berada di kanan kiri sella turcica
Sinus intercavernosi:
menghubungkan sinus cavernosus
dextra et sinistra
Sinus cavernosus diisi oleh
sisi medial: A. carotis interna & N
VI
sisi lateral, dari superior ke
inferior:
N III, N IV, N V1, N V2
Pada bagian anterior, sinus
cavernosus merupakan muara dari:
V. opthalmica superior V.
facialis
V. opthalmica inferior
Pada bagian posterior, sinus
cavernosus akan bermuara ke:
sinus petrosus supor
sinus petrosus infor
Sinus petrosus supor sinus
transversus;
di margo supor partis petrosae
Sinus petrosus infor V. jugularis
interna;
di kanan kiri clivus, ke arah
foramen jugulare
Sinus sphenoparietalis
Sinus marginalis
di kanan kiri foramen magnum
Confluens sinuum
Merupakan muara dari
1 sinus sagitalis supor
2 sinus rectus
3 sinus occipitalis
selanjutnya mengalirkan darah ke
sinus transversus sinus
sigmoideus v. jugularis interna
Sinus cavernosus sinus petrosus
infor v. jugularis interna

Systema Ventriculare
Permukaannya dilapisi oleh sel
ependyma
Plexus choroideus, terdapat pada:
Corpus et cornu infor ventriculus
lateralis
Atap ventriculus tertius
Bagian bawah ventriculus quartus
LCS dihasilkan oleh plexus
choroideus
Ventriculus lateralis (dextra et
sinistra)
Batas supor: corpus callosum
Batas inferolateral: nucleus
caudatus
Batas medial: septum pellucidum
Di dalam cerebrum, ventriculus
dextra et sinistra dipisahkan oleh
septum pellucidum sehingga sama
sekali tidak berhubungan
Ventriculus lateralis terdiri atas:
Cornu anterius (frontale)
Corpus
Cornu inferius (temporale)
Cornu posterius (occipitale)
batas medial: hippocampus
Trigonum ventriculi lateralis =
trigonum collaterale
Septum pellucidum
Calcar avis penonjolan akibat
fissura calcarina pada dinding
ventriculus lateralis
For. interventriculare (Monroe)
Di depan thalamus
Ventriculus tertius
Di antara kedua thalamus
Aqueductus cerebri
(mesencephali/Sylvius)
Ventriculus quartus
Di antara pons dengan cerebellum,
dasar ventriculus quartus: fossa
rhomboidea
For. Luschka (apertura ventriculi
quarti lateralis)
For. Magendi (apertura ventriculi
quarti mediana)
Canalis centralis
LCS (Liquor Cerebrospinalis)
Terdapat di dalam systema
ventriculare dan spatium
subarachnoidale
Dari systema ventriculare LCS akan
mengalir menuju canalis centralis,

namun pada ventriculus quartus,


LCS akan keluar dari systema
ventriculare menuju spatium
subarachnoidea melalui For.
Luschka et Magendi
Spatium subarachnoidea yang
pertama dialiri LCS adalah cisterna
magna
Central Nervous System
Neuraxis: bentuk huruf T
Garis sepanjang medulla spinalis
truncus cerebri
Garis dari polus frontalis polus
occipitalis
Orientasi arah:
Rostral: ke arah frontal
Kaudal: ke arah regio coccygeus
Dorsal: ke arah punggung
Ventral: ke arah perut
Penampang:
Koronal: neuraxis
Horisontal: // neuraxis
Sagital
Organisasi neuron:
Kumpulan badan sel saraf:
nucleus, ganglion, lamina, cortex,
corpus,
centrum
Berkas serabut saraf:
tractus, fasciculus, brachium,
pedunculus,
columna, lemniscus,
commissura, ansa,
capsula,
funiculus
Hemispherium Cerebri
Cortex (substantia grisea)
Substantia medullaris (substantia
alba)
Ganglia basalia/nuclei basales
(substantia grisea)
Fissura longitudinalis cerebri
Memisahkan hemispherium cerebri
dextra et sinistra, ditempati oleh
falx cerebri
Sulcus centralis (fissura Rolando)
Di antara gyrus precentralis et
postcentralis yang jalannya relatif
sejajar
Facies medialis
Facies convexa/lateralis
Facies basalis/inferior
Fissura lateralis (Sylvius)
Fissura calcarina

Sulcus parieto-occipitalis
Incisura preoccipitalis, takik karena
margo superior partis petrosa
Linea parieto-occipitalis
Garis imajiner antara sulcus parietooccipitalis incisura preoccipitalis
Polus frontal
Polus occipital, lebih lancip dari
polus frontal
Polus temporal

Lobus frontalis rostral sulcus


centralis
1 Pada facies lateralis
Gyrus precentralis
Gyrus frontalis supor
Gyrus frontalis medius
Gyrus frontalis infor:
Pars orbitalis
Pars triangularis
Pars opercularis
Sulcus precentralis

Sulcus frontalis supor


Sulcus frontalis infor
2 Pada facies inferior
Gyrus orbitalis
Gyrus rectus
Sulcus orbitalis
Sulcus olfactorius
Tempat bulbus et tractus
olfactorius
3 Pada facies medialis
Gyrus subcallosus (gyrus
paraterminalis)
Gyrus parolfactorius antor et postor
Sulcus parolfactorius antor et postor
Lobus parietalis antara sulcus
centralis dan linea parieto-occipitalis
1 Pada facies lateralis
Gyrus postcentralis
Gyrus supramarginalis
Gyrus angularis
Lobulus parietalis supor
Lobulus parietalis infor
Sulcus postcentralis
Sulcus interparietalis
2 Pada facies medialis
Precuneus

Lobus occipitalis posterior linea


parieto-occipitalis
Cuneus (pada facies medialis)
Lobus temporalis inferior fissura
lateralis dan rostral linea parietooccipitalis
1 Pada facies superior
Sulcus temporalis supor
2 Pada facies lateralis
Gyrus temporalis supor
Gyrus temporalis medius
Gyrus temporalis infor
Gyrus temporalis transversus
Sulcus temporalis medius
versi 1
= sulcus temporalis infor
versi 2
3 Pada facies medialis
Sulcus temporalis infor versi 1
= sulcus occipitotemporalis
versi 2
Sulcus collateralis
Fissura calcarina
Gyrus fusiformis
= gyrus occipito-temporalis
lateralis
Antara sulcus temporalis infor dan
sulcus collateralis
Gyrus lingualis
= gyrus occipito-temporalis
lateral
Antara sulcus collateralis dan
fissura calcarina, berlanjut ke
anterior gyrus
parahippocampalis
Sulcus hippocampalis
Anteromedial gyrus
parahippocampalis
Lobus centralis (lobus insularis/insula
Reil) tertutup oleh lobus temporalis,
terlihat jika operculum (penutup insula)
disisihkan
Gyrus brevis
Gyrus longus
Limen insulae
Sulcus centralis
Sulcus circularis

Lobus limbicus aspek medial


hemispherium cerebri, mengelilingi
corpus callosum
Gyrus subcallosus
Gyrus cinguli, serabut di dalamnya
cingulum
Isthmus
Gyrus parahippocampus uncus,
terdapat amygdala
Sulcus cinguli
Sulcus corporis callosi
Formatio hippocampi:
Hippocampus
Gyrus dentatus
Gyrus fasciolaris
Indusium griseum (rudimenter
hippocampus)

Corpus callosum
Rostrum
Genu
Truncus
Splenium
Septum pellucidum
Inferior corpus callosum

Beberapa struktur lainnya pada facies


medialis hemispherium cerebri:
Lobulus paracentralis: pars frontalis
et parietalis
Mengitari sulcus centralis
Sulcus hippocampalis
Fissura parieto-occipitalis
Ganglia Basalia
Kumpulan badan sel saraf
(substansia grisea) yang terkubur di
dalam cerebrum
Secara filogenetik dibagi menjadi:
1 Neostriatum (mammalia)
nucleus caudatus
putamen
2 Paleostriatum
(hewan tingkat tinggi, aves,
reptil)
globus pallidus
3 Archistriatum (hewan tingkat
rendah)
amygdala
nucleus yang tedapat di
dalam uncus
claustrum

Ganglia basalia terdiri atas 2


nucleus:
1 Nucleus caudatus:
Caput
Corpus
Cauda corpus
amygdala/amydaloid/ amygdala
2 Nucleus lenticularis (lentiformis),
terdiri atas:
a Putamen
b Globus pallidus medialis et
lateralis
Claustrum
Lapisan tipis substansia grisea
Capsula interna:
Crus anterius
Crus posterius
Lamina medullaris interna
Di antara globus pallidus medialis
dan lateralis
Lamina medullaris externa
Di antara globus pallidus lateralis
dan putamen
Capsula externa
Medial claustrum
Capsula extrema
Lateral claustrum

A. UPPER LIMB

A
r
e
a
B
r
o
d
m
a
n
n
1
2
3

MIOTOM

3
,
4
5
,
7

Nam
a
area

Area
som
atik
prim
er

Area
som
atik
seku
nder
Area
asosi
asi
som
atik
(asos
iasi
para
sens
oris)

Corte
x
cere
bri

Fungsi

Gyrus
postc
entral
is

Sensibili
tas
kutan
dan
viscera
Sensibili
tas
viscera
Sensibili
tas
kutan
Sensoris
umum,
termasu
k nyeri

Lobul
us
pariet
alis
supor

Stereog
nosis:
penilaia
n
kompre
hensif
karakter
istik
objek
yang
diraba
tanpa
melihat
nya
Akhiran
radiatio
optica
dari
corpus
genicul
atum
laterale
(CGL)
= pusat
penglih
atan
Area
asosiasi
visual
18-19:
gerakan
scannin
g
otomati
s bola
mata

1
7

Area
visua
l
prim
er
(area
striat
a)

Sekita
r
fissur
a
calcar
ina

1
8
1
9
3
9

Area
visua
l
seku
nder
Area
visua
l
tersi
er
Area

Sebel
ah
area
17
Sebel
ah
area
18
Gyrus
angul
aris

CLINICAL ANATOMY OF THE


EXTREMITIES

Yang harus hafal dari plexus brachialis : radix anyaman saraf ini keluar dari segmen C5-T1
yang mana radix C5C6 akan membentuk trunkus superior, C7 sendirian jadi trunkus media, dan trunkus inferior oleh
C8-T1.

Sebelum jadi trunkus, radix C5-C7 akan membentuk


mempersarafi m. serratus

n. thoracicus longus yang

anterior yang berfungsi untuk protraksi scapula. Jika gerakan protraksi lemah karena lesi n. thoracicus
longus

ini, maka kontraksi yang dominan adalah retraksi alias tarikan kebelakang oleh
m.levator scapulae dan m.
rhomboideus
n. suprascapularis

Winged scapula. Dari trunkus superior ni ada

yang mempersarafi m.

supraspinatus et infraspinatus. Kalo rusak jadi ga bisa inisiasi abduksi, karena inisiasi
abduksi (abduksi 150
derajat) yang bertanggung jawab adalah m. supraspinatus. Sedangkan m. infraspinatus
bersama teres minor
akan membuat gerakan eksorotasi.
Lesi pada trunkus dari plexus brachialis
Trunkus Superior : Erbs Duchenne palsy (rusak n. musculocutaneus ga bisa fleksi dari cubiti
sampe

art. MCP, rusak n. axillaris m. deltoideus ga bisa abduksi, rusak n.


suprascapularis m.
Infraspinatus ga bisa eksorotasi padahal yang bekerja sama dengan m.
Infraspinatus buat eksorotasi
yakni si m. teres minor juga ga bisa berfungsi gara-gara n. axillaris ukut rusak juga) waiters
tip

hand deformity. Biasanya pada trauma dengan peningkatan sudut kepala dengan
bahu, misal :
distokia bahu, jatuh menumpu pada bahu.
Trunkus Inferior :
Klumpke palsy
: hampir sama manifestasinya
dengan kerusakan n. ulnaris
proksimal. Misalnya pada cedera saat posisi sudut axilla melebar.
Trus setelah divisi ada fasciculus yang dinamai berdasarkan letaknya terhadap a. axillaris.
Seperti bisa dilihat
pada gambar, ada fasciculus lateral, medial, dan posterior. Si fasciculus ini nanti akan
membentuk nervus2
terminal, yang korelasi klinisnya paling penting sbb :

Fasc. lateral n. musculocutaneus untuk otot regio brachii kompartemen anterior (M. biceps
brachii
caput longum et brevis, M. brachialis, M. coracobrachialis). Kalo rusak ga bisa fleksi art. cubiti.
MFDS fungsinya untuk fleksi PIP joint (proximal interphalang), semua jari n. medianus
MFDPfungsinya untuk fleksi DIP joint (distal interphalang)jari 4 dan 5 oleh n. ulnaris, lainnya oleh

n. medianus.
M. lumbricales untuk fleksi art. MCP/ metacarpophalangeal dan ekstensi interphalang jari 2 dan
3 oleh n. medianus, jari 4 dan 5 oleh n. ulnaris.

Fasc. medial n. ulnaris : m. flexor carpi ulnaris (ga terlalu berhubungan dengan
manifestasi
berikut),

medial m. flexor digitorum profundus / FDP (untuk fleksi DIP joint / distal interphalang

joint jari 4 dan 5), sebagian besar otot intrinsik tangan termasuk mm. lumbricales (untuk fleksi
MCP 4
dan 5). Nah posisi jari normal anatomis itu hasil dari keseimbangan tarikan FDP dan
tarikan mm.
lumbricales.
- Proksimal : mm. lumbricales dan FDP sama2 rusak sehingga tidak ada fleksi MCP
maupun DIP
pada jari ke4 dan 5 tidak ada clawing hand.
- Distal : lumbricales rusak (jadi ga bisa ekstensi interphalang dan ga bisa fleksi MCP), DIP
joint bisa
fleksi karena FDP masih berfungsi sehingga kecenderungan tertarik ke depan oleh FDP
tanpa ada
nya tarikan lumbricales Claw Hand (main en griffe)

Nah, dari fasciculus medial dan lateral ini ada penyatuan serabut saraf yang membentuk n.
medianus
yang mempersarafi
- semua otot antebrachium kompartemen anterior otot flexor - kecuali m. flexor carpi ulnaris dan
m.
FDP / flexor digitorum profundus jari ke-4 dan ke-5
- otot regio thenar (m. flexor policis brevis, m. abductor policis brevis dan m. opponens policis).
Pada lesi saraf ini misalnya pada distfrofi muskuler or tetanus, jikapasien diminta menggenggam,
akan ada
tampakan klinis berikut :
-

Lesi n. medianus proksimal ibu jari jelas tidak bisa fleksi abduksi dan oposisi. Jari 2 dan 3

lurus2 aja
karena semua otot disitu inervasi oleh n. medianus. Kalo dilihat pada jari ke-4 dan 5, fleksi
pada art.
MCP dan DIP bisa karena n. ulnaris yang mempersarafi. Namanya : obstetricus hand /
Benedict,
accoucheurs hand ; Pitchers Hand ;

Lesi n. medianus distal : otot kompartemen anterior regio antebrachii masih bisa berfungsi
memfleksikan sedangkan yang di regio thenar ga bisa (ga bisa oposisi juga) jadilah ape hand.

Fasc. Posterior n. radialis dan n. axillaris


- n. radialis untuk semua otot kompartemen posterior (otot ekstensor) brachii & antebrachii. Jika
terjadi lesi maka tidak bisa ekstensi, lebih banyak lesi nya di distal sehingga tidak bisa
fleksi pada
pergelangan tangan : drop hand / wrist drop
- n. axillaris menginervasi m. deltoideus dan m. teres minor. Kalo rusak, yang paling dapat
diobservasi
adalah hilangnya kemampuan abduksi dan eksorotasi art. glenohumerale. Saraf ini paling
riskan
terjadi kerusakan pada dislokasi anterior art. glenohumeral, dan fraktur collum chirrurgicum.
Ket : Berhubung m. deltoideus berfungsi untuk abduksi (lebih dari 15 0 kurang dari 900),
maka
kerusakan n. axillaris ini menyebabkan gagal mempertahankan posisi abduksi, tapi masih bisa
inisiasi
abduksi. Sedangkan m. teres minor berfungsi untuk adduksi (banyak dibantu otot2 lain)
dan yang
lebih penting lagi adalah fungsinya untuk eksorotasi.

Tendinopathy and Impingement of rotator cuff (fiksator art. glenohumeral)

Rotator cuff : m. supraspinatus, m. infraspinatus, m. teres minor, dan m. subscapularis.

Degenerative tendinitis of rotator cuff: krn penggunaan rotator cuff secara intens (misal
baseball
pitcher)
Impingement of rotator cuff: rotator cuff mengalami kompresi pada supraspinatus outlet space.
Misal
tempat terbentuknya osteofit di bawah AC joint atau lig. coracoacromial sehingga
menyebabkan
inflamasi.
Tendinopathy of rotator cuff: gangguan yang menyebabkan nyeri pada salah satu atau lebih tendo
otot rotator cuff.
Carpal Tunnel Syndrome ; kompresi n. medianus oleh karena pembesaran struktur dalam canalis
carpalis (di bawah retinaculum flexorum, di atas os carpal) yakni tendo otot2 flexor.
Manifestasi
motoris : ape hand, sensoris : paresthesia, hypoesthesia, atau anesthesia pada 3 radial jari
tangan.
Karena sebelum masuk canalis carpalis, n. medianus punya cabang i.e r. palmaris n.
medianus yang

menuju ke arah posteroulnar.


Cubital Tunnel syndrome ; kompresi n. ulnaris pada canalis cubitalis (dibentuk arcus tendineus m.
flexor carpi ulnaris antara humerus - ulna). Manifestasi sesuai lesi ; lesi n. ulnaris. Jika
menimbulkan
sensasi syok elektrik sekitar jari kelingking disebut Tinel's sign.
Guyon Tunnel Syndrome ; kompresi n. ulnaris pada canalis ulnaris (dibentuk oleh os pisiform dan
hammulus os hammati) sehingga menurunkan suplai darah, manifestasi seperti lesi n. ulnaris
distal.
Hal yang menyebabkan munculnya sindrom dengan gejala mirip ini misalnya : trauma
pergelangan

tangan (e.g fraktur hamatum pada pemain baseball, pegolf), iritasi karena arthritis, clot

mimic
Guyon's canal syndrome.
Polydactyly : Jumlah jari tangan/kaki >5

Syndactyly: Jari-jari menyatu, bisa membranosa (seperti kaki bebek) atau osseosa (disertai penyatuan

tulang).
Ectrodactyly: tidak terdapat 1/lebih jari : split hand/foot, atau capit lobster.
Fraktur scapula : >> @ acromion.
Fraktur metakarpal 5 (boxers fracture)
Fraktur hamatum: bisa melukai n. et a. ulnaris
Fraktur falang: Distal >> comminuted/retak2, painful hematome. Proksimal riskan
mengenai tendo
otot flexor

Volkmanns Contracture:Deformitas fleksi pada jari tangan, dan kadang pergelangan tangan,

tungkai
bawah, juga kaki.
Cubital Tunnel
Syndrome

Syndactyly

Ectrodactyly

Carpal Tunnel
Syndrome
Guyon

Amelia: Tidak ada salah satu anggota gerak atau lebih, kongenital.
Meromelia: terbentuk anggota gerak, tapi tidak sempurna, misal: phocomelia, hemimelia
(terbentuk
setengah misal lengan atas saja).
Phocomelia: Meromelia yang tanpa bagian proksimal dari salah satu atau lebih ekstremitas
(langsung

melekat pada batang tubuh melalui tulang kecil yang ireguler).


Ankylosis of Sternoclavicular Joint : ankylosis adalah kekakuan atau fiksasi pada sendi karena
perlengketan tulang, dibutuhkan membuang bagian tengah clavicula sehingga terbentuklah flail

joint yang berguna untuk pergerakan scapula.


Shoulder separation : Dislokasi art. acromioclavicula. Terjadi bila terjadi ruptur dan hampir putus
lig.
acromioclavicular (1 dan 2), atau sobeknya lig. Coracoclavicular (3)

Dislokasi art. Glenohumeral : Dislokasi ke arah inferior, krn ada arcus coraco-acromial dan
rotator
cuff cegah dislokasi ke superior. Dibagi menjadi: dislokasi anterior (>>)dan posterior, tergantung
pada arah gerakan caput humeri terhadap tuberculum infraglenoidale. Jika terjadi avulsi pada labrum
dan kapsul pada margo anterior cavitas glenoidalis disebut Bankart lesion.
Fraktur scaphoid, nyeri khas di tabatiere anatomica. Jika tidak sembuh sempurna dapat
terjadi
nonunion: nonunion simpel (dua potong tulang gagal bergabung), atau nonunion jenis kedua
dimana
setengah bawah dari tulang yang fraktur menjadi avaskular dan nekrosis. Diperiksa dengan
X-ray
beberapa bulan setelah jejas. Tx bedah penyatuan os carpal = arthrodesis

Fraktur humeri
collum chirurgicum , >>>, osteoporosis
corpus humeri posterior @ sulcus nervus radialis
Supracondylar fracture , >> anak
Epicondylar fracture, belakang epicondylus medialis @ sulcus nervi
ulnaris, kaitan

dengan Cubital Tunnel Syndrome

n. axillaris
n. radialis
n. medianus (>> prox)
n. ulnaris
avulsion fracture

Tuberculum majus
Fraktur clavicula : pada anak inkomplit (greenstick fracture), >> di 1/3 lateral. Fragmen
medial
clavicula terangkat krn m. SCM, fragmen lateral jatuh (shoulder drop), dan proksimal humerus
tertarik
ke medial krn m. pectoralis major. Nampak seperti floating shoulder. >> di 1/3 lateral, pada anak2.

RADIUS ULNA..

Subluksasi caput radii / dislokasi inkomplit caput radii: Nursemaids elbow, pulled elbow. >> anak
perempuan.
Fraktur distal radius : Colles Fracture /

flexion fracture of the radius: fragmen distal

terdorong ke
dorsal, sering disertai fraktur proc. styloideus ulna

dinner fork deformity. >> wanita tua,


Smiths

osteoporosis, jatuh bertumpu pd tangan (dorsifleksi). Lebih sering terjadi dari


Fracture /

extension fracture of the radius (fragmen distal terdorong ke arah palmar).

Lateral humeral epicondylitis


(tennis elbow):

Penggunaan berulang otot2


extensor superficial antebrachii
inflamasi epicondylus lateral
(tempat perlekatan dari tendo
otot2 extensor)

Tennis Elbow

Dupuytrens Contracture
Dupuytrens Contracture:

Fascia dan aponeurosis


palmaris memendek,
menebal, dan fibrosis
menarik jari 4 dan 5
sehingga mengalami
fleksi parsial.
Grade 1

Grade 2

Grade 3

Galleazzis Fracture: Fraktur corpus radius dengan dislokasi ujung distal ulna (nomor 1). Monteggias
Fracture: Fraktur corpus ulna dengan dislokasi caput radii (nomor 2)
DERMATOM

n. ulnaris

n. medianus

n. radialis

n. ulnaris

n. medianus

B. LOWER LIMB
Regio femoris area persarafannya dibagi jadi : kompartemen posterior anterior dan medial.

- kompartemen anterior : n. femoralis, jika rusak ga bisa ekstensi art. genu


- kompartemen medial : n. obturatorius, untuk otot adduktor
- kompartemen posterior : n. ischiadicus, rusak ga bisa fleksi art. genu. N. ischiadicus cabangnya :
N.
tibialis dan N. peroneus (fibularis) communis yang dia ini menjadi dua saraf : n. fibularis superficialis

et profundus.
Regio Cruris dibagi tiga komp. ; kompartemen posterior anterior dan lateral.

Anterior
-

: otot2 untuk dorsofleksi inervasi oleh n. fibularis profundus paling sering cedera n. fibularis

communis pada fraktur caput fibularis, sehingga otot kompartemen lateral dan anterior lemah.
Paling
signifikan manifestasinya adalah ga bisa dorsofleksi dropfoot.
Posterior : untuk plantarfleksi oleh n. tibialis
Lateral : untuk eversi oleh n. fibularis superficialis

Compartment syndrome. Pemendekan otot secara permanen, fleksi terus menerus Peningkatan
tekanan jaringan dalam ruang anatomis berbatas menjepit vasa dan saraf otot ischemia
nekrosis gejala : nyeri, kelemahan otot, hypo atau anesthesia, dan ketegangan yang dapat diraba

pada regio tsb.


Fasciotomy : Prosedur bedah insisi/ transeksi fascia dengan tujuan dekompresi (mengurangi
tekanan
di kompartemen)
Intramuscular Gluteal Injection: paling aman pada kuadran superolateral gluteus alias bagian
atas
dari garis penguhubung antara SIAP dan trochanter mayor. Jika dilakukan pada daerah
anterolateral,
jarum akan menembus tensor fascia lata. Jari telunjuk ditempelkan pada SIAS,jari tengah
menempel
di tuberculum illiacum injeksi di area segitiga antara jari tengah dan telunjuk.
Clubfoot

Pes cavus
(claw foot)
Pes valgus
Pes varus

Deformitas : ada komponen distal dan proximal, biasanya diaplikasikan pada persendian baik
ekstremitas atas maupun bawah.
Valgus : angulasi segmen distalke lateral

Varus : angulasi segmendistal ke medial

Pada deformitas coxae, segmen proximal nya adalah collum, segmen distal nya adl corpus femoris.
Coxa vara: orangnya terlihat lebih pendek karena corpus femoris semakin ke medial terhadap caput

femoris. Coxa valga: orangnya terlihat lebih tinggi karena peningkatan sudut inklinasi collum-corpus
femoris.
Genu valgum (knock-knee): bentuk X tekanan di bagian lateral lutut lebih besar rawan
arthrosis.
Genu varum (bowleg):bentuk O tekanan di bagian medial lutut lebih besar rawan
arthrosis.

Pes Valgus: Eversi permanen kaki. Pes Varus : Inversi. Clubfoot (talipes equinovarus): Kaki

inversi,
tumit plantarfleksi, dan ujung kaki adduksi (mendekati midline)

Pes Cavus (claw foot): Arcus longitudinal kaki sangat tinggi, bisa karena kongenital atau
kontraktur
ataupun gangguan keseimbangan otot.
Pes planus (flat foot): Tidak ada arcus longitudinalis medialis pada permukaan palmar kaki.
-

Flexible: flat saat menumpu beban karena kendor atau degenerasi ligamen intrinsik

Rigid: flat meskipun tidak menumpu beban

Acquired: akibat disfungsi m. tibialis posterior.

Hallux valgus : karena akumulasi asam urat pada kasus gout arthritis, paling seiring di art.
metatarso
falangeal hallux, bisa juga tekanan dari sepatu berujung meruncing Kornifikasi bisa juga terjadi
di PIP
terutama di kelingking.
Bunion: Penonjolan abnormal sisi dalam capitulum metatarsal I, disertai pembentukan bursa
dan
dapat disebabkan / menyebabkan hallux valgus.
Fraktur tibia:>> di corpus pada bagian 1/3 distal (paling sempit). Tipe fraktur: open,
transverse
stress (march), atau 3) diagonal.
Fraktur fibula:`>> bagian distal (2-6 cm proksimal dari malleolus lateralis) dan berhubungan
dengan
luka tumit

Fraktur malleolus medial (tibia) et lateral (fibula) >> pada pemain sepakbola dan basket

Fraktur calcaneus: Biasanya comminuted fracture (remuk) krn jatuh pada tumit

Fraktur femur: Bagian yang dpt mengalami fraktur lain ; fossa interthrochanterica, intracapsular,

corpus (fraktur spiral), dan paling banyak di collum femoris, terlebih pada wanita post-menopause.

Komplikasi berat fraktur collum ini adalah aseptic vascular necrosis of femoral head. Jadi ceritanya
vaskularisasi caput femoris ada tiga sumbernya;
- Arteri kecil yang bersama lig. capitis femoris masuk ke fovea capitis femoris, kontribusinya
sekitar 510 %.

- A. intramedullare yang masuk di foramen nutricium vasa ini adalah vas yang hampir pasti
rusak
pertama kali pada fraktur collum femoris karena di bagian dalam- A. cervicalis ascendens. Jika fraktur collum disertai dengan displaced, vasa yang rusak
berikutnya
adalah a. cervicalis ascendens. Praktis suplai darah hanya berasal dari arteri kecil yang
disebutkan
pertama tadi gak adekuat nekrosis avaskular.
Kalau sudah nekrosis maka harus diganti dengan prostesisnya melalui prosedur ;arthroplasty w or
w/o
arthroscopy.
Total Hip Arthroplasty jika semua diganti baik acetabulum dan caput collum nya.
Hip Hemiarthroplasty, dengan austin moore prosthetic.

Knee ligaments injuries

Lig. collateralis tibialis / medialis, terletak di antara femur dengan tibia untuk mencegah Valgus force

Lig. Collateralis Fibularis / lateralis,

antara femur dengan fibula, mencegah Varus force (mencegah

jadi bentuk O)
Di area intercondylaris, ada dua ligamentum yang saling menyilang.
Lig. Cruciatum anterior: dari femur posterior melekat ke tibia anterior, mencegah dislokasi ke depan

Lig. Cruciatum posterior: melekat ke tibia posterior, untuk mencegah ke gerakan berlebihan ke belakang,
misalnya pas jatuh dalam posis fleksi genu pada posisi ini si lig. Cruciatum posterior ini rawan sekali

rusak-.
Cara periksa kerusakan ligamen ini drawer test.Difleksikan dulu genu nya -biar ga kontraksi-,

kemudian
digerakkan ke depan belakang. Misalnya suspek cedera lig. Cruciatum anterior anterior drawer test susah

atau tidak bisa digerakkan ke posterior karena yang mencegah gerakan berlebihan ke depan
sudah rusak.
Misal suspek cedera lig. Cruciatum posterior Posterior drawer testke posterior bisa ke anterior ga
bisa.
Patella dilekati : Tendo m. Quadrciceps (di atas), lig. Patelllaris (bawah),
retinaculum
lateralis dan medialis. Pada posisi normal, tungkai bawah/betis cenderung valgus dislokasi
lateral-. Jika
patella terpaksapergerakan ke lateral scr berlebihan maka yang rusak adalah rerinaculum medial,
dan
sebaliknya. Cara uji nya adalah dengan patellar apprehension test yakni dengan menggerakkan patella
ke
kanan dan kiri. Pada pasien yang pernah ada pengalaman trauma yang mendislokasi patella, akan
ditemukan
kontraksi quadriceps pada saat kita berusaha menggerakkan patella ke kanan dan kiri. Kontraksi
quadriceps ini
Patellar dislocation.

karena dia berusaha mencegah dislokasi patella seperti yang pernah dialami berdasarkan memori-.
Total

knee arthroplasty biasa dilakukan pada pasien Osteoarthritis untuk mengganti sendi lutut dengan sendi
buatan
secara total.

Clergymans knee: edema yang terjadi pada ujung proximal tibia, yang terjadi pada bursitis
infrapatela subcutan yang disebabkan oleh friksi berlebih antara kulit dan tuberositas tibia

Housemaids knee: bursitis prepatelar dengan distensi bursa pembengkakan didepan/lutut.

Ankle sprain:keseleo pada tumit, cedera ligamen2 pada tumit

eversion sprain : yang kena lig. deltoid alis medial collateral ligament of the ankle, mencegah

hipereversi. Peregangan lig. deltoideum yang kuat fraktur malleolus medialis talus
bergeser ke
lateral mengikis lepas malleolus lateralis, atau patah fibula bagian proksimal dari art.
tibiofibularis
inferior = Potts Fracture

inversion sprain :terjadi jika cedera lig. collateralis lateralis sehingga pedis mengalami putar

paksa
dengan plantar menghadap ke medial.

Plantar Fasciitis :inflamasi pada fascia plantaris, >> karena overuse. Nyeri paling parah setelah
duduk
atau memulai berjalan di pagi hari.

Hammer toe: Phalanx proximal dorsofleksi permanen pada art. metatarsophalangea, sedangkan

phalanx media mengalami plantarfleksi permanen pada art. interphalangea proximal.

Claw toe:Hiperekstensi art. metatarsophalangea dan fleksi art. interphalangea distal


Goutyarthritis : akumulasi kristal asam urat >> Metatarsophalang I
Osteoarthritis : Inflamasi sendi karena degenerasi kartilago, >> sendi lutut, panggunl dan DIP
Iregularitas bentuk apapun pada persendian akan menyebabkan arthrosis (wear and tear) atau
perubahan degeneratif pd kartilago sendi ini. (osteoarthritis [arthrosis]).

Rheumathoid arthritis : inflamasi kronis degeneratif sendi, autoimmune, >> PIP, MCP

Bursitis : inflamasi pada bursa tendinea. Bursae adalah kantong tertutup berupa membran serosa

yakni jaringan ikat membranosa yang halus dan dapat mensekresi cairan untuk lubrikasi.
Bursa ini
normalnya kolaps. Burisitis misalnya pada calcaneal,

art. cubiti, infrapatellar, ischial, prepatellar,

subacromial, suprapatellar, trochanteric.


Tenosynovitis : inflamasi tendon dan synovial sheath sehingga jari2 membengkak. Pada jari ke
2,3,4
biasanya lokal pada jari tsb, namun jika sampai bagian proksimal sheath ruptur, nyebar juga ke
spatium midpalmar space. Pada tenosynovitis kelingking dapat menyebar ke common flexor sheath

dan melalui palm and carpal tunnel dapat bermuara ke Parona space : ruangan diantara pronator
quadratus dan tendon otot flexor. Tenosynovitis di ibu jari bisa menyeb ar lewat synovial sheath of
the FPL (radial bursa). Friksi berlebihan pada tendon APL dan EPB menjadikan penebalan sheath dan
stenosis terowongannya / osseofibrous tunnel Quervain tenovaginitis stenosans, nyerinya dari
pergelangan menjalar ke proksimal (lengan) dan ke distal (ke pollex). Local tenderness pada common

flexor sheath di pergelangan tangan lateral

Rangkuman Anatomi Blok I.5


Edisi tambahan yang terlupakan... The Eye & The Ear...

---------MATA--------------Orbita

Tepi orbita:
Margo supraorbitalis: os frontalis
Incisura (foramen) supraorbitalis, dilewati oleh a. et n. supraorbitalis
Incisura frontalis, dilewati oleh a. et n. supratrochlearis
Margo infraorbitalis: os zygomaticus et maxilla
Margo lateralis: proc. zygomaticus ossis frontalis, proc. frontalis ossis zygomatici
Margo medialis: crista lacrimalis antor et postor, os frontalis

Crista lacrimalis anterior proc. frontalis


melekatnya:

maxillae, mrpk tempat

Lig. palpebrale mediale


M. orbicularis oculi
Crista lacrimalis posterior ossis lacrimalis, mrpk tempat melekatnya:
Pars lacrimalis m. orbicularis oculi
Septum orbitale
Retinaculum mediale
Fossa sacci lacrimalis
Canalis nasolacrimalis, dilewati oleh ductus nasolacrimalis

Dinding orbita:
Atap: lamina orbitalis ossis frontalis, ala parva ossis sphenoidalis
Memisahkan dgn fossa cranii anterior
Fossa glandulae lacrimalis, tempatnya glandula lacrimalis
Fovea trochlearis, tempatnya katrol m. obliquus superior
Canalis opticus, dilewati oleh N. II, a. ophthalmica
Lantai: os maxilla, os zygomaticus, os palatinus
Atap dari sinus maxillaris
Sulcus et canalis infraorbitalis, dilewati oleh a. et n. infraorbitalis
Lateral: proc. frontalis ossis zygomatici, ala magna ossis sphenoidalis

Memisahkan dgn fossa temporalis (anterior) dan fossa cranii media (posterior)
Fissura orbitalis superior, dilewati oleh N. III, IV, VI, V1, v. ophthalmica superior
Fissura orbitalis inferior, dilewati oleh a. et n. infraorbitalis, n. zygomaticus, v.
ophthalmica inferior; menghubungkan dgn fossa infratemporalis dan fossa
pterygopalatina
For. zygomaticofaciale
For. zygomaticotemporale
Medial: lamina papyracea ossis ethmoidales, os lacrimalis, os frontalis

Memisahkan dgn cellulae ethmoidalis, sinus sphenoidalis


For. ethmoidale anterius, dilewati oleh a. et n. ethmoidalis anterior
For. ethmoidale posterius, dilewati oleh a. et n. ethmoidalis posterior

Periorbita

Lanjutan dari duramater endostealis


Bagian posterior menebal membentuk annulus tendineus communis

Septum orbitale, melekat dari tepi orbita - tarsus

Tarsus superior et inferior

Vagina bulbi/fascia bulbi/kapsula Tenon, mrpk selubung fascial bulbus oculi

Retinaculum mediale, utk membatasi abduksi berlebih

Retinaculum laterale, utk membatasi adduksi berlebih

Bulbus oculi

Polus anterior et posterior

Sumbu optik, mrpk garis yg menghubungkan ke2 kutub (polus)

Tunica bulbi
Tunica fibrosa: cornea, sclera
Tunica vasculosa (uvea): iris, corpus ciliare, choroidea
Tunica nervosa (interna): retina
Cornea

Terdiri dari 5 lapis: (luar dalam)


1

Epitel anterior conjunctiva bulbi

2
3

Lamina limitans anterior (Bowman)


Substansia propria (stroma) sclera

4
5

Lamina limitans posterior (Descemet)


Endotel

Limbus cornea: junctio conjunctivocornealis, junctio sclerocornealis

Angulus iridocornealis
Dapat diukur besar sudutnya dengan gonioskop

Spatium anguli iridocornealis

Vaskularisasi: avaskular

Inervasi: nn. ciliares n. ophthalmicus (N. V1)

Sclera

Sinus venosus sclerae (canalis Schlemm)

Choroidea

Lapisan: (luar dalam)

1 Lamina suprachoroidea sel2 pigmen


2 Lamina vasculosa arteriae cabang a. ciliaris posterior brevis, venae vv.
verticosae

3 Lamina choriocapillaris
4 Lamina basalis

Corpus ciliare

Proc. ciliaris, memproduksi humor aqueos

Zonula ciliaris (lig. suspensorium lentis)

M. ciliaris, bila kontraksi akomodasi


Inervasi: ganglion ciliares (parasimpatis)

Iris

Pupil

Camera oculi anterior (COA) et posterior

Aliran humor aqueos: proc. ciliaris camera oculi posterior pupil camera oculi
anterior spatium anguli iridocornealis sinus venosus sclerae (canalis Schlemm)

M. sphincter pupillae
Fungsi: miosis
Inervasi: ganglion ciliare nn. ciliares breves (parasimpatis)

M. dilatator pupillae
Fungsi: midriasis
Inervasi: C8-T4 ganglion cervicale superius (simpatis)

NB:
Inervasi otonom mata:

Inervasi parasimpatis (ganglion ciliare): m. sphincter pupillae, m. ciliaris

Inervasi simpatis (ganglion cervicale superius): m. dilatator pupillae, m. orbitalis, m. tarsalis


superior, vasa darah choroid & retina

Retina

Terdiri dari 2 lapis:

Stratum pigmentosum retinae


Stratum cerebri dibagi 10 lapis lagi

Pars optica, pars ciliaris, pars iridica

Ora serrata: batas pars optica pars ciliaris

Discus nervi optici blind spot

Macula lutea

Fovea centralisavaskular, hanya ada sel conus

Sumbu visual, mrpk garis penghubung benda dilihat foveola

Vaskularisasi:
A. centralis retinae r. superior et inferior r. temporalis et nasalis
V. centralis retinae sinus cavernosus

Fundus oculi: bagian belakang interior bola mata yg terlihat pada oftalmoskop

Lensa

Bentuk bikonveks

Lapisan: (luar dalam)


Kapsul
Epitel kuboid

Serabut-serabut lensa: cortex, nucleus

Semakin cembung akomodasi

Corpus vitreum

Mrpk massa gelatinosa

NB:
Media dioptrik/refraktif:
1. Cornea paling berperan

3. Lensa

2. Humor aqueos

4. Corpus vitreum

Otot-otot extraokuler

M. rectus superior, inferior, medialis, lateralis


Origo: annulus tendinous communis
Insertio: sclera

M. obliquus superior, inferior

M. levator palpebrae superior

Otot-otot polos: m. orbitalis, m. tarsalis superior et inferior

Inervasi: LR6(SO4)3
Lateral rectus N. VI
Superior oblique N. IV
Sisanya N. III

Fungsi:
Elevasi: m. rectus superior + m. obliquus inferior
Depresi: m. rectus inferior + m. obliquus superior
Intorsi: m. rectus superior + m. obliquus superior
Ekstorsi: m. rectus inferior + m. obliquus inferior
Adduksi: m. rectus medialis
Abduksi: m. rectus lateralis

Gerak konjugata >< gerak disjugata (konvergensi, divergensi)

Saat melihat dekat:


1
2
3

Adduksi/konvergensi (kontraksi m. rectus medialis)


Akomodasi (kontraksi m. ciliaris)
Miosis (kontraksi m. sphincter pupil)

Palpebra

Lapisan: (luar dalam)


Cutis
Subcutis
Otot
Tarsus + septum orbitale
Conjunctiva palpebrae

Canthus medialis, lateralis

Fissura palpebrae

Glandula ciliaris/Zeis (minyak), Moll (keringat)


Glandula tarsalis (Meibom)

Lacus lacrimalis

Caruncula lacrimalis

Plica semilunaris

Papilla lacrimalis, punctum lacrimale

Lapisan otot:
1

Pars palpebralis m. orbicularis oculi


Fungsi: menutup mata
Inervasi: N. VII

M. levator palpebrae superioris


Fungsi: membuka mata
Inervasi: N. III

M. tarsalis superior et inferior


Fungsi: memperlebar celah palpebra
Inervasi: ganglion cervicale superius (simpatis)

Lapisan fibrosa:
Septum orbitale
Lamina tarsalis (tarsus)

Inervasi:
Palpebra superior n. supraorbitalis

Palpebra inferior n. infraorbitalis

Conjunctiva

Conjunctiva palpebrae et bulbi

Fornix conjunctiva superior et inferior

Saccus conjunctivalis

Inervasi: n. infratrochlearis, n. lacrimalis, nn. ciliares

Vaskularisasi:
Aa. conjunctivales posteriores, cabang arkade perifer palpebra
Aa. conjunctivales anteriores, cabang aa. ciliares anteriores

Apparatus lacrimalis

Pars secretoria:
Glandula lacrimalis
Ductus excretorius gland. lacrimalis fornix superior

Pars excretoria:
Canaliculus lacrimalis
Saccus lacrimalis
Ductus nasolacrimalis

Lacrima (air mata), terdiri dari: (luar dalam)


Lipid glandula Zeis, Moll, Meibom
Air glandula lacrimalis
Mucus sel goblet

Inervasi:
Parasimpatis: n. petrosus major (N. VII) n. canalis pterygoidei ganglion
sphenopalatinum
Simpatis: ganglion cervicale superius

Vasa dan Nervus

Luar kerucut otot:

N. ophthalmicus (N. V1): sensoris


N. frontalis, bercabang:
N. supratrochlearis
N. supraorbitalis // a. supraorbitalis
N. lacrimalis // a. lacrimalis (+ serabut parasimpatis dari ganglion sphenopalatina)
N. trochlearis (N. IV)

Dalam kerucut otot:


N. nasociliaris (cab. n. ophthalmicus), cabangnya:
R. communicans ganglii ciliaris
Nn. ciliares longi (+ serabut2 simpatis)
N. infratrochlearis
N. ethmoidalis anterior et posterior
N. occulomotorius (N. III)
N. abducens (N. VI)

Visual Pathway lihat halaman 11


Refleks Cahaya Pupil lihat halaman 12
Refleks Kornea lihat halaman 12
Gerak Konjugata lihat halaman 13

----------TELINGA----------Terdiri dari:

Auris externa: auricula, meatus acusticus externus (MAE)

Auris media: cavum tympani

Auris interna: labyrinthus osseus et membranaceus

Auricula

Helix, antihelix

Tragus, antitragus, incisura intertragica

Scapha, fossa triangularis

Cymba choncae

Conchae

Lobulus

Tuberculum auriculare

Inervasi: n. auriculotemporalis, n. occipitalis minor, n. auricularis magnus

Vaskularisasi: a. temporalis superficialis, a. auricularis posterior

Meatus acusticus externus

Pars cartilaginea (medial), pars ossea (lateral) bentuk S, utk meluruskan dgn
menarik auricula ke postero-superior

Glandula ceruminosa, penghasil cerumen

Menyempit di 2 tempat:

1 Batas pars cartilaginea ossea


2 Isthmus

Fungsi:
1
2

Proteksi
Memperkeras suara

Inervasi: n. auriculotemporalis, n. auricularis magnus

Vaskularisasi: a. auricularis posterior, a. temporalis superficialis

Membrana tympani

Batas auris externa media

Terdiri dari 3 lapis:


Epidermis
Jaringan fibrosa
Mukosa

Melekat di annulus tympanicus

Incisura tympanica

Pars tensa, pars flaccida

Plica malleolaris anterior et posterior

Umbo

Bagian os maleus yg melekat ke membran tympani: manubrium, proc. lateralis mallei

Terbagi 4 kuadran: antero-superior, antero-inferior, postero-superior, postero-inferior

Cone of light kuadran antero-inferior

Inervasi:

Dataran lateral: n. auriculotemporalis (N. V3), N. X


Dataran medial: plexus tympanicus (N. IX)

Vaskularisasi:
Dataran lateral: r. auricularis profundus
Dataran medial: a. tympanica antor et postor

Cavum tympani

Isi: udara, ossicula auditiva, chorda tympani, otot2 (m. tensor tympani, m. stapedius)

Terhubung dengan nasopharynx melalui tuba auditiva, yg pada balita wider, shorter,
more horisontal lebih mudah terjadi otitis media

Terbagi menjadi 3 ruangan:


Recessus epitympanicus
Mesotympanum
Recessus hypotympanicus

Batas-batas:
Paries membranaceae (dinding lateral): membran tympani
Paries tegmentalis (atap): tegmen tympani
Eminentia arcuata, penonjolan canalis semicircularis anterior
Paries jugularis (lantai): fossa jugularis yg ditempati oleh v. jugularis interna
Paries caroticus (dinding anterior): canalis caroticus yg ditempati oleh a. carotis
interna
Semicanalis m. tensoris tympani
Ostium tympanicum tuba auditiva
Paries mastoidea (dinding posterior): antrum mastoidea melalui aditus ad antrum
Eminentia pyramidalis, berisi m. stapedius
Canalis nervi facialis
Paries labyrinthi (dinding medial): labyrinth
Fenestra vestibuli (for. ovale), menghubungkan cavum tympani dgn scala vestibuli,
ditutup oleh basis stapedis &lig. annulare stapedis
Fenestra cochlea (for. rotundum), menghubungkan cavum tympani dgn scala
tympani, ditutup oleh membrana tympani secundaria
Promontorium, mrpk penonjolan basis cochlea dimana permukaannya terdapat
plexus tympanicus yg dibentuk oleh:

N. tympanicus (N. IX) parasimpatis

Rr. caroticotympanici cabang plexus caroticus internus simpatis

Ossicula auditiva

Maleus, incus, stapes

Bagian tulang yg terletak pada recessus epitympanicus:


Caput mallei
Corpus, crus breve incudis

Otot-otot

M. tensor tympani
Origo: pars cartilaginea tuba auditiva
Insertio: manubrium mallei
Inervasi: n. tensoris tympani (N. V3)

M. stapedius
Insertio: collum stapedis
Inervasi: n. stapedius (N. VII)

Labyrinthus osseus

Terdiri dari:
Cochlea:
Scala tympani
Scala vestibuli
Keduanya berhubungan di helicotrema
Vestibulum
Canalis semicircularis anterior, posterior, lateral

Berisi perilimfe

Labyrinthus membranaceus

Terdiri dari:
Ductus cochlearis (scala media) mengisi cochlearis
Utriculus, sacculus mengisi vestibulum
Ductus semicircularis mengisi canalis semicircularis

Berisi endolimfe

Reseptor pendengaran:
Organon spirale Corti

Reseptor keseimbangan:
Crista ampularis keseimbangan dinamis
Macula utriculi et saculi keseimbangan statis

Auditory Pathway lihat halaman 11

-- THE END --