Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

LAPORAN PENGUAT TRANSISITOR


PENGUAT TRANSISTOR KELAS A
PEMBIMBING :

M. Taufik, ST,.MT

PENYUSUN :
JTD 2B

No
.

Nama

NIM

1.
2.
3.
4.

Dhuha Rahmatul .I
Iasha Putri Ayu .H
Pambudi Prasetyo .Y
Syarah Fattahuljannah

1441160056 (05)
1441160030 (09)
1441160080 (15)
1441160053 (22)

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

BAB I
1.1 Tujuan
Setelah melaksanakan percobaan ini, Anda diharapkan dapat :
1.1.1 Memahami prinsip kerja transistor kelas A
1.1.2 Mempu membedakan macam-macam penguat dari masing-masing kelas
1.1.3 Mempu membuat rancangan rangkaian penguat kelas A, dan perencanaan agar
sesuai dengan simulasi

1.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan, adalah sebagai berikut:
1. Laptop
2. Software simulasi (multisim/lifewire)

BAB II
2.1 Teori Dasar

Titik beban transistor pada penguat kelas A diletakkan di antara titik A dan B,
biasanya untuk menghasilkan kinerja yang baik maka titik beban diletakkan tepat di
tengah-tengah garis beban. Hal ini memiliki maksud agar sinyal keluaran akan memiliki
bentuk sinyal yang simetri antara siklus negatif dan positif. Supaya diperoleh titik beban
yang tepat ditengah, maka VCE dirancang supaya sama besar dengan VCC/2. Untuk
menghasilkan ini, maka IB dirancang supaya menghasilkan ICRC sama dengan
VCC/2. Penguat kelas A dapat diwujudkan dengan rangkaian seperti Gambar 3.

Gambar 4. Garis Beban DC


Ciri khas dari penguat kelas A, seluruh sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif.
Penguat tipe kelas A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi.
Asalkan sinyal masih bekerja di daerah aktif, bentuk sinyal keluarannya akan sama
persis dengan sinyal input. Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah
kira-kira hanya 25% - 50%. Ini tidak lain karena titik Q yang ada pada titik A, sehingga
walaupun tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja
pada daerah aktif dengan arus bias konstan.

Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang
menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan
pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.

Gambar rangkaian dan sinyal:

Analisa rangkaian :
C1 pada rangkaian tersebut digunakan sebagai kapasitor coupling. Fungsinya untuk
membatasi arus DC yang akan memasuki rangkaian ini.Rb1 dan Rb2 digunakan sebagai
penghasil Vb. Pada penguat kelas A, Vb yang dihasilkan harus > 0,7 V (yaitu Vbe). Rc
(Lc) digunakan untuk menghasilkan Vce. Re digunakan untuk menstabilkan suhu
transistor. Ce digunakan untuk mem bypass atau menghilangkan arus AC.

Karakteristik Penguat kelas A :


1) = 25%, 75% panas. Sehingga pada penguat kelas perlu ditambahkan
pembuang panas seperti heatsink atau dengan menambahkan resistor di kaki
emitter. Namun jika menggunakan Re, penguat kelas A tidak cocok digunakan
2)
3)
4)
5)

pada penguatan berpower besar.


Cocok digunakan untuk modulasi amplitude:AM, ASK, QAM.
Linearitas paling bagus.
Terjadi perbedaan fasa 180 derajat.
Cocok digunakan pada penguatan berdaya kecil.

BAB III
3.1 Perencanaan

Gambar Rangkaian Penguat Kelas A


3.1.1 Data Sheet

Transistor tipe = BC107BP


Ic = 2 mA
Hfe min = 110
Hfe max = 450

3.1.2 Perencanaan Nilai


3
Ic 2 mA 2 x 10

=
=
=8,3 uA
Ib hfe 240
240

Ie=Ic + Ib
= 2mA + 8,3 uA
= 2,0083 mA
R1
50000
50000
VR1 R 1+ R 2 xVcc= 50000+ 30000 x 12= 80000 x 12=7,5 V

VR 2=

R2
30000
30000
xVcc=
x 12=
x 12=4,5 V
R 1+ R 2
50000+30000
80000

Rbb=

R 1 xR 2 50000 x 30000 150000000


=
=
=18750 ohm
R1+ R 2 50000+30000
80000

VRbb = Rbb x Ib = 18750 x 8,3 uA =0,755 V


VRbbVbe
Ib=
Rbb
VRbb0,6
18750

8,3 uA=

0,75=VRbb

Vre = VR2 Vbe = 4,5 0,6 = 3,9 V


3
VRe 3,9 x 10
=
=
=1941,9 ohm
Ie
2,0083
Vcc = Vre+Vce + Vrc
Vcc = Vre + (Vrc - Vre) + Vrc
12 = 2Vrc
Vrc = 6V
Vce = Vrc Vre
= 6 V 3,9 V
= 2,1 V
VRc 6 x 103
=
=3000 ohm
Rc =
Ic
2

BAB IV
4.1 Pembiasan

Menggunakan bias Pembagi Tegangan


Menggunakan bias Pembagi Tegangan karena sangat stabil untuk dijadikan rangkaian
dasar penguat tegangan. Sangat stabil karena tegangan Vin tersebut menggerakkan
arus untuk mengalir melewati kedua resistor (R1 dan R2). Karena kedua resistor
terhung secara seri, maka arus yang mengalir akan sama tiap-tiap resistor.

BAB V
5.1Hasil Simulasi Multisim

Gambar Simulasi Penguat Kelas A

5.1.1 Nilai Resistor


R1 = 50 k
R2 = 30 k
Rc = 3k
Re = 1k9

5.1.2 Arus
Ic = 1,948 mA
Ib = 6,985 A
Ie = 1,938 mA

5.1.3 Tegangan
Vrb = 2,186 v
Vrc = 8,498 v
Vre = 1,531 v
Vce = 2,5 v

5.1.4 Garis Beban DC

Ic (saturasi) =

Vcc
Rc +

12 v
1900+3000

2,45 x 10 A=2,45 mA

Ic = 2 mA
V CEQ = Vcc Ic (Rc + Re)
V CEQ = 12 v 2 mA (1900 + 3000)

12 v
4900

V CEQ = 12 9,8
V CEQ = 2,2 v

Grafik Beban DC
Ic
2,45 mA
2 mA

2,2 V

12 V

Vce

BAB VI
6.1 Bandwidth

Penguatan (Av) =

V
V out

Gain = 20 log

V
V out

-3db = 20 log

V out
1v

-0,15 = log
-0,15 =

1,07 v
1v

= 1,07 kali

V out
1v

V out
1v

V out = 699 mV

6.2 Percobaan Bandwidth


Frekuensi
1k
5k
10k
12k
15k
16k
30k
100k
300k
600k
100M
300M
600M
900M
1G
3G
4G
8G
10G
12G

Vin
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt
1 Volt

6.3Grafik Bandwidth

Vout
522 mV
544 mV
607 mV
641 mV
699 mV
720 mV
1,07 V
3,12 V
5,17 V
5,6 V
4,25 V
2,2 V
1,49 V
1,33 V
1,28 V
1,1 V
946 mV
850 mV
712 mV
615 mV

AV
0,522 V
0,54 V
0,60 V
0,64 V
0,69 V
0,72 V
1,07 V
3,12 V
5,17 V
5,6 V
4,25V
2,2 V
1,49 V
1,33 V
1,28 V
1,1 V
0,94 V
0,85 V
0,71 V
0,61 V

dB
-5,6 dB
-5,3 dB
-4,4 dB
-3,8 dB
-3 dB
-2,8 dB
0,5 dB
9,8 dB
14,15 dB
14,9 dB
12,56 dB
6,8 dB
3,4 dB
2,47 dB
2,14 dB
0,82 dB
-0,4 dB
-1,4 dB
-3 dB
-4,2 dB

Grafik Bandwidth
12

7
Grafik Bandwidth
2

-3

-8

Maka bandwidth nya adalah


BW = fc2 fc2
BW = 10 GHz 15 kHz
BW = 11,99985 GHz

BAB VII
7.1 Kesimpulan
Dari percobaan tersebut, jadi bisa disimpulkan beberapa hal seperti di
bawah ini.
1. Kelas penguatan Transistor yaitu termasuk Kelas A karena titik kerja
transistor (Q) tepat berada di tengah kurva garis beban Vce-Ic

2. Percobaan kali ini menggunakan bias Pembagi Tegangan karena sangat stabil untuk
dijadikan rangkaian dasar penguat tegangan. Sangat stabil karena tegangan Vin
tersebut menggerakkan arus untuk mengalir melewati kedua resistor (R1 dan R2).
Karena kedua resistor terhung secara seri, maka arus yang mengalir akan sama tiaptiap resistor.
3. Penguat daya mempunyai sinyal keluaran yang paling bagus diantara penguat jenis
yang lain.
4. Efisiensinya paling rendah, karena banyaknya daya yang terbuang di transistor

DAFTAR PUSTAKA
http://elektronika-dasar.web.id/tag/penguat-kelas-a/, diakses pada tanggal 10

Oktober 2015 pukul 10.49WIB

https://www.academia.edu/7310536/Makalah_jadi_Penguat_Kelas_A_B_dan_C ,
diakses pada tanggal 09 Oktober 2015 pukul 01.32 WIB

http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/penguat-amplifier-kelas-a/,

diakses pada tanggal 10 Oktober 2015 pukul 11.00 WIB