Anda di halaman 1dari 34

DIET PADA PASIEN

DIABETES MELITUS

Sekilas tentang Diabetes Melitus

Definisi : sekumpulan gejala yang timbul pada


seseorang yang mengalami peningkatan kadar
gula darah akibat kekurangan hormon insulin
secara absolut atau relatif

DM dikelompokkan menjadi 4 golongan :


Diabetes Tipe I
Diabetes Tipe II
Diabetes Gestasional
Diabetes Tipe Lain

Penatalaksanaan pasien DM
Diet
Latihat Fisik
Medikamentosa
Diet dan latihan fisik memegang
peranan yang penting

Pendahuluan

DM salah satu masalah kesehatan yg


berdampak menurunkan kualitas dan
produktivitas SDM
Diperkirakan penderita semakin meningkat,
terutama pada kelompok umur dewasa ke
atas.
Dampak negatif cukup besar, al komplikasi
kronis penyakit jantung, hipertensi, otak,
SSP, hati, mata dan ginjal
DM ditandai dengan adanya gangguan
metabolisme KH, lemak, dan protein yang
menyebab kan tingginya kadar gula dalam

Penyebab

DM atau kencing manis adalah


suatu penyakit yang disebabkan
oleh karena peningkatan kadar
gula dalam darah (hiperglikemi)
akibat kekurangan hormon insulin
baik absolut maupun relatif.
Hormon Insulin dibuat dalam
pancreas.

Klasifikasi

DM TIPE II (NIDDM)

DM TIPE I (IDDM)

DM type I. atau disebut DM yang


tergantung pada insulin.

DM type II atau disebut DM yang tak


tergantung pada insulin.

Disebabkan kerusakan dari sel


beta pancreas

Disebabkan insulin yang ada tidak


dapat bekerja dengan baik

Kadar insulin dapat normal, rendah


atau bahkan bahkan meningkat tetapi
fungsi insulin untuk metabolisme
glukosa tidak ada/kurang.

RELATIVE INSULIN DEFICIENCY

ABSOLUTE INSULIN
DEFICIENCY

Etiologic Classification of DM & Prediabetes


DIABETES
7

Type 1 diabetes (-cell disfunction with lack of insulin)

II

Type 2 diabetes (insulin resistance with relative insulin


deficiency)

III

Other specific types: Genetic defects of cell function; genetic


defects of insulin action; diseases of the exocrine pancreas;
endocrinopathies (e.g., acromegaly); drug- or chemicalinduced; infectious; immune-mediated diabetes from other
uncommon conditions; genetic syndromes sometimes
associated with diabetes (e.g., Down syndrome)

IV

Gestational diabetes mellitus


PREDIABETES

Impaired fasting glucose: fasting plasma glucose


concentrations 100 to 125 mg/dL (5.6-6.9 mmol/L)

II

Impaired glucose tolerance: plasma glucose value 140 to 199


mg/dL (7.8-11.1 mmol/L) at 2 hours after glucose load
From ADA, Diabetes Care 2004 in Shills: Modern Nutrition,
2006

Hiperglikemi dan
dampaknya
8

Nephropath
y
Microvascul
ar
complication

Retinopathy

Neuropathy
Hiperglikemia
Stroke
Macrovascul
ar
complication

CHD
Peripheral
vascular
disease

Tujuan Umum Diet pada


Pasien DM

Memperbaiki kesehatan penderita


Menyesuaikan BB penderita ke BB normal/ideal
Menirmalkan pertumbuhan DM anak atau DM dewasa
muda
Mempertahankan glukosa darah dalam kisaran normal
Menekan atau menunda munculnya angiopati diabetik
Memberikan modifikasi diet sesuai dengan keadaan
penderita (mis : DM gestasional, DM dengan peny
hati, TBC)
Menarik dan mudah diterima pasien

Pengaturan Frekuensi
Makan
Konsumsi makanan harian dibagi dalam 3 kali
makanan utama dan 3 kali makanan kudapan
(snacks) dengan jarak interval 3 jam
Contohnya :
jam 06.30 : makan pagi
jam 09.30 : makanan kecil atau buah
jam 12.30 : makan siang
jam 15.30 : makanan kecil atau buah
jam 18.30 : makan malam
jam 21.30 : makanan kecil atau buah

Pedoman Pemberian DIet

Menganut Pedoman 3J
J1 : jumlah kalori yang diberikan harus
habis
J2 : Jadwal diet harus diikuti sesuai
interval, yi 3 jam
J3 : Jenis makanan yang manis harus
dihindari

Penentuan Jumlah Kalori


Diet DM

Dilakukan dengan menentukan Berar


Badan Relatif (BBR), rumusnya :

Klasifikasinya
BBR
< 80%
<90 %
90 100%
110 %
120 130%
130 140 %
140%
> 200%

Klasifikasi Status Gizi


Undernutrition
Underweight (Kurus)
Normal (Ideal)
Gemuk (Oberweight)
Oberitas ringan
Obesitas sedang
Obesitas berat
Obesitas morbid

Jumlah Kalori perhari untuk penderita DM


(Aktivitas biasa)
Kurus BB x 40 60 kalori/hari
Normal BB x 30 kalori/hari
Gemuk BB x 20 kalori/hari
Obesitas BB x 10 15 kalori/hari
Untuk kasus tertentu dengan proses
katabolik meningkat (DM dengan TBC paru,
Nefropati diabetik, Sirosis Hati) diet tinggi
kalori >2000 kkal

PENATALAKSANAAN DIET DM
TIPE I
TIPE II

14

Lebih penting menjaga


konsistensi asupan
daripada menghitung
distribusi KH
Pertahankan konsistensi
rasio KH:L:P untuk setiap
porsi, waktu makan dan
rasio dari hari ke hari
3 x makan @ 20-25%
kebutuhan energi (total
65%) ditambah 3 x snack

Ditujukan untuk mengontrol BB


dan asupan gula sederhana

Perlu pembatasan asupan lemak


jenuh

Jika tidak berhasil hanya dengan


diet, perlu tambahan obat

DIET DM TANPA
KOMPLIKASI

Tujuan Diet
Memperbaiki kebiasaan makan dan olahraga
untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih
baik, dgn cara :
1. Mempertahankan kadar glukosa darah
mendekati normal
2. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida
serum normal
3. Mencapai dan mempertahankan BB normal
4. Mencegah dan menangani komplikasi akur
5. Meningkatkan derajat kesehatan scr keseluruhan

Syarat Diet

Energi cukup untuk mencapai dan


mempertahankan BB normal
Kebutuhan protein normal : 10 15% dari
kebutuhan energi total
Kebutuhan lemak sedang, 20 25%
kebutuhan energi total.
< 10% dari lemak jenuh
10% lemak tidak jenuh ganda
sisanya lemak tidak jenuh tunggal
Asupan kolesterol 300 mg/hr

Kebutuhan KH : sisa dari kebutuhan total, 60-70%


Makanan dibagi dalam 3 porsi besar
pagi (20%)
siang (30%)
sore (25%)
2-3 porsi makanan selingan (@ 10-15%)
Penggunaan gula murni dalam mmakanan dan
minuman tidak diperbolehkan, kec. Jumlah sedikit
sbg bumbu
Bila gula darah terkontrol boleh konsumsi gula
murni sampai 5% dari kebutuhan energi total

Penggunaan gula alternatif dalam jumlah


terbatas
Asupan serat dianjurkan 25 g/hr
diutamakan serat larut air. (dari sayuran
dan buah)
Tekanan darah normal konsumsi natrium
3000 mg/hr.
jika terdapat HT konsumsi garam dibatasi
Cukup vitamin dan mineral.

Gula alternatif bahan pemanis selain


sakarosa
Macam :
Gula alternatif bergizi fruktosa, gula
alkohol (sorbitol, manitol, silitol)
Gula alternatif tak bergizi aspartam dan
sakarin
Fruktosa > 20% meningkatkan kolesterol
dan LDL
Gula alkohol >>> efek laksatif

Jenis Diet dan Indikasi


Pemberian
Je5nis Diet Energi kkal

Protein
(g)

Lemak (g)

KH (g)

1100

43

30

172

II

1300

45

35

192

III

1500

51,5

36,5

235

IV

1700

55,5

36,5

275

1900

60

48

299

VI

2100

62

53

319

VII

2300

73

59

369

VIII

2500

80

62

396

Bahan Makanan Sehari

jumlah bahan makanan untuk tiap


standard diet dinyatakan dalam satuan
penukar

Daftar bahan makanan penukar yang


dipakai Daftar Bahan Makanan
Penukar II

Bahan Makanan yang


Dianjurkan

Sumber KH kompleks nasi, roti, mi,


kentang, singkong, ubi, sagu
Sumber protein rendah lemak ikan,
ayam tanpa kulit, susu skim, tempe,
tahu, kacang kacangan
Sumber lemak dalam jumlah terbatas
diolah dengan dipanggang, dikukus,
disetup, direbus, dan dibakar

Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan


(dibatasi/dihindari)

Mengandung banyak gula sederhana, seperti :


Gula pasir, gula jawa
Sirup, jam, jelly, buah2an yang diawetkan
dengan gula, susu kental manis, minuman
ringan, es krim
Kue manis, dodol, cake, tarcis
Mengandung banyak lemak
cake, fast food, gorengan
Mengandung banyak natrium
ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan

DIET DM DENGAN NEFROPATI


DIABETES
Disebut juga Diet Diabetes
Melitus Rendah Protein (Diet
DMRP)

Sepintas tentang Nefropati

Nefropati kondisi penurunan fungsi


ginjal dalam berbagai tingkatan
DM yang tidak ditangani dengan baik
dapat menimbulkan komplikasi pada
ginjal
Manifestasi lanjut kelainan ginjal pada
diabetes melitus Nefropati Diabetes

Tujuan Diet
Mencapai dan mempertahankan
status gizi optimal
Menghambat laju kerusakan ginjal

Dengan cara :
Mengendalikan kadar glukosa darah dan tekanan darah
Mencegah menurunnya fungsi ginjal
Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

Syarat Diet

Energi adekuat, 25-30 kkal/kgBB ideal


Protein rendah, yi 10% dari kebutuhan energi
total atau 0,8 g/kgBB
jumlah protein tergantung kondisi ginjal pasien
65% protein berasal dari protein bernilai
biologik tinggi
KH sedang, 55-60% kebutuhan energi total
KH tergantung kadar glukosa darah dan lipida
darah
KH Kompleks diutamakan

Lemak normal 20-25% dari kebutuhan


energi total
utamakan lemak tidak jenuh ganda atau
tunggal.
Asupan asam lemak jenuh hendaknya
<10% asupan energi total
kolesterol < 300 mg
Natrium : 1000-3000 mg, tergantung
pada tekanan darah, adanya edema, dan
eksresi natrium

Kalium dibatasi hingga 40-70 mEq


(1600-2800 mg) atau 40 mg/kgBB, jika
ada hiperkalemia (GFR 10 ml/menit)
atau bila jumlah urin < 1000 ml/hr.
Fosfor tinggi : 8-12 mg/kgBB
Kalsium tinggi : 1200-1600 mg
(diperlukan suplemen)
Vitamin tinggi : bila nafsu makan
menurun diberikan suplemen vitamin B
kompleks, asam folat dan piridoksin,
serta vit C

Jenis Diet dan Indikasi


Pemberian

Jenisnya sama seperti pada diet DM tanpa


Komplikasi ada 8 jenis diet 1100 2500
kkal
Disesuaikan lagi berdasarkan nilai protein
yang terkandung disesuaikan dengan
derajat nefropatinya
Ada 3 jenis :
Protein 50 g
Protein 40 g
Protein 30 g

Bahan Makanan yang


Dianjurkan

Sumber kH KH kompleks (beras, ubi,


singkong, kentang, roti tawar, tepung
terigu, sagu, tepung singkong)
Sumber Protein hewani daging sapi,
ayam, ikan, telur, susu dan hasil
olahannya
Sumber protein nabati tidak
dianjurkan termasuk kacang2an dan
olahannya
Sayuran harus rendah kalium, mis:
caisim, kangkung, sawi, wortel, dan

Buah buahan harus rendah kalium,


mis : jambu, kedondong, mangga,
markisa, semangka, melon, nangka, pir,
salak, sawo
Minuman Bumbu semua jenis bumbu, kecuali
gula

Bahan Makanan yang tidak dianjurkan

Sumber KH sumber KH tinggi natrium (cake, biskuit,


krackers)
Sumber protein hewani daging dan ikan yang
diawetkan (ikan asin, dendeng, sarden, corned beef)
Sumber protein nabati semua kacang2an dan
olahannya
Sayuran tingging kalium tomat, kol, bayam, bit,
daun bawang, tauge kacang hijau, dll)
Buah tinggi kalium anggur, pisang, belimbing, arbei,
duku, jambu biji, jeruk, pepaya
Minuman minuman bersoda dan beralkohol
Bumbu semua jenis gula dan madu